KATA PENGANTAR. Prof. H. M. Mas ud Said Ph.D. Prof. H. M. Mas ud Said Ph.D

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR KATA PENGANTARKATA PENGANTAR KATA PENGANTAR

Prof. H. M. Mas’ud Said Ph.D Prof. H. M. Mas’ud Said Ph.DProf. H. M. Mas’ud Said Ph.D Prof. H. M. Mas’ud Said Ph.D

Sejak diterbitkannya Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, terjadi perubahan yang mendasar dalam berbagai aspek pengelolaan keuangan negara.

Pemerintah berupaya mewujudkan pengelolaan Keuangan Negara yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel, yaitu dengan terus menyempurnakan berbagai peraturan perundang-undangan dalam bidang Keuangan Negara, termasuk dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

Berkenaan dengan pengelolaan Keuangan Negara ini, kita harus mampu menciptakan suatu sistem yang kondusif bagi terlaksananya proses secara keseluruhan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggung jawaban, pemeriksaan serta tuntutan ganti rugi, sehingga apa yang diharapkan dari setiap program pembangunan dapat terwujud.

Pada kesempatan ini saya menyambut baik Naskah dalam bentuk buku ajar ini, saya berpendapat apa yang dikembangkan dan diuraikan di dalamnya memiliki nilai dan arti cukup penting sebagai salah satu referensi bagi mahasiswa dan mereka yang mempunyai minat mempelajari tentang keuangan publik ini. Saya berharap semoga pembaca memperoleh pengetahuan yang lebih baik dengan kehadiran naskah buku ajar ini.

Malang, Nopember 2012 Prof. H. M. Mas’ud Said Ph.D Guru Besar Bidang Pemerintahan UMM.

(2)

KATA PENGANTAR KATA PENGANTARKATA PENGANTAR KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan yang Esa atas perkenannya dapat terselesaikannya naskah buku ajar ini.

Terimakasih yang tak terhingga disampaikan kepada:

1. Prof. Dr. Sumartono, MS, Dekan FIA-UB yang telah memberikan kepercayaan pada kami untuk membina Mata Kuliah Keuangan Publik di S1 dan S2

2. Prof. Dr. Bambang Supriyono, MS selaku PD1 FIA-UB yang memberi kesempatan kepada kami untuk menulis naskah buku ajar ini

3. Ketua Jurusan Administrasi Publik dan Sekretatis Jurusan Administrasi Publik yang memberi dorongan kepada kami untuk menulis naskah buku ajar ini.

4. Prof. H. M. Mas’ud Said Ph.D yang dengan kerendahan hati menorehkan tulisan kata pengantar dalam naskah buku ajar ini.

Harapan kami semoga naskah buku ajar ini bermanfaat bagi kita semua, kritik dan saran yang membangun untuk kebaikan naskah ini diharapkan sekali.

Malang, Nopember 2012 Penulis

(3)

DAFTAR ISI DAFTAR ISIDAFTAR ISI DAFTAR ISI

BAB I BAB I BAB I

BAB I PENDAHULUANPENDAHULUANPENDAHULUANPENDAHULUAN

1.1 Reformasi Pengelolaan Keuangan Publik dan Peran

Pemimpin ... 1

1.2 Peran Pemimpin Dalam Perumusan Visi dan Misi... 2

1.3 Visi ... 2

1.3.1 Pengertian Umum ... 2

1.3.2 Tujuan Penetapan Visi Organisasi ... 3

1.3.3 Proses Penetapan Visi Organisasi ... 4

1.4 Misi ... 6

Bab 2 Bab 2 Bab 2 Bab 2 2.1 Peran Pemimpin Dalam Perencanaan Strategis ... 9

2.2 Manfaat Perencanaan Strategik ... 12

Bab 3 Bab 3 Bab 3 Bab 3 3.1 Dasar Hukum Pimpinan Dalam Pengelolaan Keuangan Publik ... 14

3.2 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara ... 14

3.2.1 Pengertian dan Ruing Lingkup Keuangan Negara ... 15

3.2.2 Asas-asas Umum Pengelolaan Keuangan Negara ... 16

3.2.3 Kekuasaan atas Pengelolaan Keuangan Negara ... 26

3.2.4 Penyusunan dan Penetapan APBN dan APBD... 17

3.2.5 Hubungan Keuangan antara pemerintah Pusat dan Bank Sentral, Pemerintah Daerah, Pemerintah/ Lembaga Asing, Perusahaan Negara, Perusahaan Daerah, Perusahaan Swasta, serta Badan Pengelola Dana Masyarakat ... 19

3.2.6 Pelaksanaan APBN dan APBD ... 20

3.2.7 Pertanggungjawaban pengelolaan Keuangan Negara ... 20

3.3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara ... 21

(4)

3.3.1 Pengertian, Ruang Lingkup, dan Asas Umum

Perbendaharaan Negara ... 22

3.3.2 Pejabat Perbendaharaan Negara ... 24

3.3.3 Penerapan Kaidah Pengelolaan Keuangan Yang Sehat Di Lingkungan Pemerintahan ... 25

3.3.4 Penatausahaan dan Pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran ... 26

3.3.5 Penyelesaian Kerugian Negara ... 27

3.3.6 Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum ... 28

3.4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2004 Tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara ... 29

3.4.1 Lingkup Pemeriksaan BPK ... 30

3.4.2 Pelaksanaan Pemeriksaan ... 31

3.4.3 Hasil Pemeriksaan dan Tindak Lanjut ... 31

3.4.4 Pengenaan Ganti Kerugian Negara ... 32

3.5 Penjelasan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional Umum ... 33

3.5.1 Ruang Lingkup ... 34

3.5.2 Proses Perencanaan ... 34

3.5.3 Sistematika ... 36

3.6 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2006 Tentang Badan Pemeriksa Keuangan ... 36

BAB 4. BAB 4. BAB 4. BAB 4. REFORMASI BUDGET ABAD 21: REFORMASI BUDGET ABAD 21: REFORMASI BUDGET ABAD 21: REFORMASI BUDGET ABAD 21: KINERJA, ENTREPRENEURIAL, DAN BUDGETING KOMPETITIF KINERJA, ENTREPRENEURIAL, DAN BUDGETING KOMPETITIF KINERJA, ENTREPRENEURIAL, DAN BUDGETING KOMPETITIF KINERJA, ENTREPRENEURIAL, DAN BUDGETING KOMPETITIF 4.1 Pendahuluan ... 42

4.2 Era Liberal Progresif ... 42

4.3 Budgeting Era Entrepreneurial ... 46

4.4 Paradigma Baru Untuk Perubahan ... 48

4.5 Iklim Entrepreneurial ... 49

4.6 Entrepreneurial Attitudes (Sikap Entrepreneurial) ... 51

4.7 Self-Directing ... 52

4.8 Entrepreneurial budgeting ... 53

(5)

BAB 5 BAB 5 BAB 5

BAB 5 PENGELOLAAN KEUANGAN PUBLIKPENGELOLAAN KEUANGAN PUBLIKPENGELOLAAN KEUANGAN PUBLIKPENGELOLAAN KEUANGAN PUBLIK

5.1 Ketentuan Pengelolaan Keuangan Publik ... 65

5.1.1 Anggaran Pendapatan dan Belanja ... 65

5.1.2 Fungsi APBN dan APBD ... 66

5.1.3 Tahun Anggaran, Satuan Hitung, dan Penggunaan Mata Uang lain... 67

5.2 Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Negara ... 67

5.2.1 Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Negara ... 67

5.2.2 Tugas Menteri Keuangan Selaku Pemegang Kekuasaan Atas Pengelola Fiskal ... 68

5.2.3 Tugas Menteri/Pimpinan Lembaga Sebagai Pengguna Anggaran/ Pengguna Barang ... 68

5.2.4 Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Daerah ... 69

5.2.5 Tugas Pejabat Pengelola Keuangan Daerah ... 69

5.2.6 Tugas Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah ... 70

5.3 Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN) ... 70

5.3.1 Pendapatan Negara ... 70 5.3.2 Belanja Negara ... 70 5.3.3 Pembiayaan ... 71 BAB 6 BAB 6 BAB 6 BAB 6 ANGGARAN PUBLIKANGGARAN PUBLIKANGGARAN PUBLIKANGGARAN PUBLIK 6.1 Anggaran ... 78

6.2 Pengertian Anggaran Publik ... 80

6.3 Maksud Dan Tujuan Anggaran Negara ... 84

6.4 Azas-Azas Anggaran ... 85

6.5 Sifat Anggaran ... 86

6.6 Fungsi Anggaran... 87

6.7 Kegiatan Anggaran ... 91

6.8 Kewenangan Dalam Membuat Anggaran ... 92

6.9 Tahun Anggaran ... 93

BAB 7 BAB 7 BAB 7 BAB 7 PERENCANAAN PENGANGGARANPERENCANAAN PENGANGGARANPERENCANAAN PENGANGGARANPERENCANAAN PENGANGGARAN 7.1 Perencanaan Dan Penganggaran ... 96

7.2 Pendekatan Prestasi Kerja (Anggaran Kinerja) ... 99

(6)

Bab 8 OMNIBUS REGULATIONS Bab 8 OMNIBUS REGULATIONS Bab 8 OMNIBUS REGULATIONS Bab 8 OMNIBUS REGULATIONS

8.1 Dasar Hukum Omnibus Regulations ... 106

8.2 Pokok – Pokok Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 ... 106

8.3 Fungsi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) ... 107

8.4 Prinsip-Prinsip Penganggaran APBD ... 108

8.5 Struktur Pendapatan ... 111

Bab 9 Bab 9 Bab 9 Bab 9 PROSES PENYUSUNAN APBDPROSES PENYUSUNAN APBDPROSES PENYUSUNAN APBDPROSES PENYUSUNAN APBD 9.1 Asas Umum dan Struktur APBD ... 125

9.2 Pendapatan APBD ... 126

9.3 Belanja ... 127

9.4 Surplus / (Defisit) APBD ... 130

9.5 Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) ... 133

9.6 Penyempurnaan Hasil Evaluasi ... 138

Bab 10 METODE TEKNIK PENYUSUNAN PROGRAM KERJA DPRD Bab 10 METODE TEKNIK PENYUSUNAN PROGRAM KERJA DPRD Bab 10 METODE TEKNIK PENYUSUNAN PROGRAM KERJA DPRD Bab 10 METODE TEKNIK PENYUSUNAN PROGRAM KERJA DPRD (Penyusunan KUA (Penyusunan KUA (Penyusunan KUA (Penyusunan KUA ––––PPAS Menuju APBD yang Pro Rakyat)PPAS Menuju APBD yang Pro Rakyat)PPAS Menuju APBD yang Pro Rakyat)PPAS Menuju APBD yang Pro Rakyat) 10.1 Kebijakan Umum APBD (KUA) ... 142

10.2 Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) ... 144

10.3 Penyusunan Nota Kesepakatan KUA dan PPAS ... 146

Bab 11 Bab 11 Bab 11 Bab 11 RETRIBUSIRETRIBUSIRETRIBUSIRETRIBUSI 11.1 Pendahuluan ... 147

11.2 Penetapan Dan Muatan Yang Diatur Dalam Peraturan Daerah Tentang Retribusi ... 154

11.3 Pengawasan Dan Pembatalan Peraturan Daerah Tentang Pajak Dan Retribusi ... 155

11.4 Tata Cara Pemungutan Retribusi ... 156

11.5 Keberatan ... 157

11.6 Pengembalian Kelebihan Pembayaran ... 157

11.7 Kadaluwarsa Penagihan ... 158

11.8 Pembukuan dan Pemeriksaan ... 159

11.9 Insentif Pemungutan ... 159

(7)

11.11 Ketentuan Pidana ... 161

BAB 12 BAB 12 BAB 12

BAB 12 PAJAK DAERAHPAJAK DAERAHPAJAK DAERAHPAJAK DAERAH

12.1 Pendahuluan ... 163 12.2 Jenis Pajak ... 163 12.3 Bagi hasil Pajak Provinsi ... 283 12.4 Penetapan dan Muatan yang Diatur Dalam Peraturan

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :