Translation of Document :
Minimum Environmental & Community Requirements For PALYJA Projects
PT PAM LYONNAISE JAYA
-PALYJA-
SUPLAI AIR BERSIH DAN PENINGKATAN PELAYANAN UNTUK
DAERAH BARAT JAKARTA
PERSYARATAN MINIMUM UNTUK PENGELOLAAN LINGKUNGAN
DAN KOMUNITAS DALAM MELAKSANAKAN PROYEK PALYJA
PT. PAM LYONNAISE JAYA (PALYJA) SENTRAL SENAYAN I OFFICE TOWER,7 fl JALAN ASIA AFRIKA NO.8
JAKARTA 10270-INDONESIA
Doc ref Last update :
E1508
Public Disclosure Authorized
Public Disclosure Authorized
Public Disclosure Authorized
Public Disclosure Authorized
Public Disclosure Authorized
Public Disclosure Authorized
Public Disclosure Authorized
1
PERSYARATAN MINIMUM UNTUK PENGELOLAAN LINGKUNGAN DAN KOMUNITAS DALAM MELAKSANAKAN PEKERJAAN PROYEK PENANAMAN
PIPA ATAU DISTRIBUSI
ADMINISTRASI Sebelum memulai suatu proyek, Kontraktor wajib menyerahkan kepada PALYJA:
ƒ Ijin Kerja dari PALYJA.
ƒ Ijin instalasi yang diperlukan dari DKI (Ijin pengelolaan dan pemantauan lingkungan), ijin dari DPU.
ƒ Bersama-sama dengan pihak kelurahan, mengatur pertemuan dengan warga lokal, mendistribusikan leaflet yang menginformasikan keberadaan proyek, memohon maaf terhadap kemungkinan dampak atau ketidaknyamanan yang ditimbulkan seperti: tingkat kebisingan, debu, gangguan lalulintas, tingkat kepadatan karena adanya pekerja, bahan-bahan material, peralatan dan kendaraan.
ƒ Melaporkan pemantauan dan pengukuran yang perlu dilakukan kontraktor untuk meminimalkan dampak proyek kepada masyarakat (atau lingkungan misalnya).
UTILITAS LAINNYA Kontraktor perlu mencari informasi mengenai keberadaan utilitas lain di lokasi (gas, PLN & telkom)
SITUS-SITUS
ARKEOLOGIS ATAU BUDAYA
Melakukan koordinasi dengan institusi yang menangani cagar budaya untuk menghindari dampak terhadap situs-situs budaya sebagai akibat dari pengerjaan proyek. PERALATAN
LINGKUNGAN
Peralatan berikut harus senantiasa tersedia oleh Kontraktor:
ƒ Daftar bahan kimia yang digunakan
ƒ Lembar Data Keselamatan Bahan (Material Safety
Data Sheet)
ƒ Peralatan penanganan kebocoran & tumpahan ƒ Drum khusus untuk limbah oli / minyak
ƒ Peralatan pembersih dan drum pembuangan sesuai kebutuhan untuk limbah padat
PENGELOLAAN SUMBER DAYA
Kontraktor wajib memahami kebijakan lingkungan PALYJA, mencegah setiap jenis polusi (air, udara, tanah), memperhatikan kebijakan efisiensi energi dan penghematan air dalam operasi mereka.
PENGELOLAAN LIMBAH Kontraktor wajib menjaga lokasi kerja dan wilayah lainnya dalam keadaan rapih dan bersih dan bebas dari tumpukan sampah.
MATERIAL Tidak menggunakan asbestos atau material berbahaya dan beracun lainnya. Bilamana material tersebut perlu digunakan, Kontraktor harus memberitahukan PALYJA dan memperhatikan peraturan yang berlaku.
PERSYARATAN MINIMUM UNTUK LINGKUNGAN DAN
KOMUNITAS
DALAM PELAKSANAAN PROYEK PEMASANGAN PIPA ATAU JARINGAN ATAU DISTRIBUSI
PALYJA sebagai pihak yang memproduksi dan mendistribusikan air bersih memiliki berbagai proyek untuk mencapai tujuannya dalam menyediakan air bersih kepada para pelanggannya. Jumlah proyek, rehabilitasi dan perluasan cukup besar. Sebagai akibatnya, hal-hal tersebut berdampak pada lingkungan secara signifikan, seperti, gangguan lalulintas, debu, tingkat kebisingan, potensi bahaya terhadap lubang terbuka bagi kendaraan dan pemakai jalan lainnya, dll. Semakin besar proyek yang dikerjakan, semakin panjang pipa yang dipasang maka semakin besar dampak lingkungan yang dapat ditimbulkan.
Pertama, dampak internal proyek terhadap para pekerja, dalam beberapa hal terkait dengan kecelakaan kerja dan keselamatan kerja. Hal ini tercantum dalam Kerangka Kontrak – Persyaratan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Kedua, dampak terhadap warga di sekitar proyek dapat berupa gangguan lalulintas, kebisingan, dan debu yang menyebar ke pemukiman warga sekitar proyek. Lalulintas di Jakarta adalah persoalan yang sangat sensitif, dapat menimbulkan banyak masalah publik, seperti kemacetan, antrian kendaraan yang panjang, orang atau kendaraan yang masuk (slip) ke dalam lubang, peralatan yang menghalangi jalan, dll. Selain itu, Pemda DKI melalui institusi pelaksananya sangat ketat menangani hal ini. Karena itu, kami harus memperkecil masalah tersebut dengan memastikan bahwa kontraktor mematuhi petunjuk-petunjuk dalam pelaksanaan proyek.
Pada akhirnya, PALYJA sangat menyadari bahwa dampak proyek terhadap masyarakat sangat signifikan dan menjadi suatu yang wajib untuk keberhasilan pelaksanaan proyek. PALYJA telah menyampaikan Penilaian Lingkungan, Peraturan Pengelolaan dan Pengawasan dari Departemen Pekerjaan Umum (surat no.KL 03.02-MN/358), yang menyatakan kewajibannya untuk mengatur dan memantau setiap aspek lingkungan dari kegiatan operasionalnya, termasuk instalasi pengolahan dan proyek-proyek pemasangan pipa. Sebagai konsekuensinya, PALYJA dan kontraktornya berkewajiban untuk mengikuti langkah-langkah dan petunjuk yang diperlukan untuk memastikan langkah-langkah keselamatan dan ramah lingkungan untuk memperkecil timbulnya masalah lingkungan.
3
Berikut ini adalah persyaratan-persyaratan lingkungan yang harus diterapkan dalam proyek:
Memperkecil gangguan terhadap komunitas
Pembangunan proyek, seperti: penanaman pipa pada jalan umum melalui daerah pemukiman akan menimbulkan dampak atau ketidaknyamanan bagi warga perumahan tersebut. Untuk memperkecil dampak atau ketidaknyamanan tersebut, persyaratan-persyaratan berikut perlu dilaksanakan:
1. Kegiatan konstruksi akan dibatasi dari jam 07.00 – 19.00 WIB kecuali jika keadaan-keadaan yang dapat meringankan situasi memerlukan pengerjaan di luar jam-jam tersebut.
2. Setiap jalur pada badan jalan harus dapat dilalui pada setiap harinya dengan dilakukan pengurugan atau pemasangan lempeng baja menutupi galian.
3. Bila diperlukan, seluruh jalan dapat ditutup mengikuti perkembangan konstruksi. Setiap pengajuan penutupan jalan akan dilanjutkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan disampaikan sebelum penutupan jalan dilakukan.
Dampak Utilitas
Perencanaan dan konstruksi penanaman pipa harus menggarisbawahi dampak pemasangan pipa terhadap jaringan utilitas bawah tanah yang telah ada, termasuk saluran air, pembuangan dan storm drain (parit pembuangan air hujan). Setiap proyek yang diajukan harus dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum.
Material Urugan
Pilih bahan alamiah yang memenuhi persyaratan spesifikasi ukuran dan bentuk (nilai R, tekanan, setara pasir, dll.), dan terbebas dari limbah kayu atau bahan yang tidak ada kaitannya atau yang tidak dapat diterima/disetujui untuk urugan galian. Sumber bahan urugan harus terdaftar untuk lokasi-lokasi galian resmi yang memiliki program rehabilitasi, atau suplier bahan tersebut harus memiliki ijin resmi untuk produknya.
Pembersihan Konstruksi
Kontraktor harus menjaga lokasi kerja dan wilayah lainnya tetap rapih dan bersih dan bebas dari tumpukan sampah.
Pengendalian Polusi Udara
Kontraktor harus mengambil langkah-langkah yang efektif dan sesering mungkin sebagaimana diperlukan untuk mencegah timbulnya debu dalam jumlah yang dapat merusak properti, tanaman atau hewan peliharaan atau menimbulkan gangguan bagi warga yang tinggal atau menempati bangunan di wilayah sekitar proyek.
Penyediaan Sanitasi
Bilamana diperlukan, Kontraktor menyediakan dan menjaga dalam keadaan rapih dengan kesadaran akan efisiensi kondisi sanitasi bagi karyawannya and perusahaan (PALYJA).
Pengadaan Jalur Air
Kontraktor harus menyediakan jalur untuk aliran air baik dari got atau saluran yang terpotong atau terganggu oleh kontraktor selama pelaksanaan pekerjaan, dan harus mengganti dengan kondisi yang sama baiknya dengan yang ada atau menyediakan pengadaan permanen sebagaimana dibutuhkan. Kontraktor tidak diperkenankan menghalangi saluran got, tetapi mengambil langkah-langkah tepat untuk dapat menyediakan jalur bebas hambatan bagi aliran
air permukaan. Kontraktor harus menyediakan persediaan bagi penanganan surplus air, sedimen, endapan lumpur atau bahan lainnya yang keluar akibat galian, serta bertanggungjawab terhadap setiap kerusakan / kerugian yang timbul dalam bentuk apapun akibat kegagalan dalam penyediaan tersebut.
Jalur pembuangan air tanah (pengendalian pembuangan air) dan pengendalian sedimen Kontraktor harus memiliki kesadaran dalam hal konservasi sumber daya lingkungan dan alam dalam kegiatan operasionalnya. Untuk mengelola polusi air atau pengendalian pembuangan air atau dampak air lainnya, contohnya pada awal siklus pemompaan, jalur pembuangan air tanah akan mengalirkan air tanah yang dipompa ke sistem drainase kota (atau ke parit pembuangan air hujan terdekat). Untuk pengendalian sedimen dan pencegahan erosi, kontraktor harus dapat membangun pagar atau penampung sedimen dimana diperlukan.
Situs arkeologis atau budaya
Bila lokasi proyek dekat dengan situs arkeologi atau budaya, kontraktor dan perusahaan (PALYJA) harus melakukan koordinasi dengan Dinas yang terkait dengan penemuan benda purbakala untuk mencegah dampak terhadap situs tersebut akibat pelaksanaan proyek. Pemantauan dan pengendalian dilakukan oleh perusahaan.
Bilamana sumber-sumber arkeologi atau budaya ditemukan selama pelaksanaan konstruksi, seluruh pekerjaan harus dihentikan hingga dilakukannya inspeksi dan evaluasi oleh arkeolog untuk memastikan bahwa data arkeologi tetap terjaga. Kontraktor harus memberitahukan perusahaan (PALYJA) yang akan meneruskannya kepada pihak yang berwenang. Petunjuk dan contact person dalam hal ini akan diperinci kemudian dan dilengkapi, secara khusus untuk
contact person dan peraturan terkait mengenai benda-benda arkeologi dan budaya.
Pemeliharaan lalulintas
Kontraktor dalam menjalankan pekerjaannya sedapat mungkin memperkecil gangguan terhadap perjalanan publik, dan atas biayanya sendiri menyediakan dan memelihara jembatan,
detour (jalur alternative lain) atau fasilitas non permanen lainnya untuk akomodasi perjalanan
publik-pribadi termasuk penyampaian surat, dan harus memberikan pemberitahuan yang wajar kepada pemilik pengemudi pribadi sebelum mengganggu mereka.
Pengendalian Kebisingan
Kegiatan konstruksi akan dibatasi dari jam 07.00 – 19.00 WIB kecuali jika keadaan-keadaan yang dapat meringankan situasi memerlukan pengerjaan di luar jam-jam tersebut atau pekerjaan diotorisasi oleh perusahaan (PALYJA).
Oli, minyak dan bahan kimia lainnya serta limbahnya
Setiap bahan yang dapat meledak (oli, minyak) dan bahan kimia lainnya yang digunakan dalam proyek harus dilaporkan oleh kontraktor kepada perusahaan (PALYJA) dan harus dikelola secara tepat dalam pengoperasiannya. Setiap tumpahan atau kebocoran harus dicegah dan bila terjadi maka harus dikelola secara tepat dengan mengacu pada lembar Data Keselamatan Bahan (Material Safety Data Sheet) bahan kimia atau prosedur perusahaan mengenai pencegahan polusi, dan harus dilaporkan kepada perusahaan (PALYJA).
Limbah tersebut harus dikumpulkan dan dibuang di lokasi pembuangan yang resmi. Program pembuangan harus dilaporkan kepada perusahaan yang harus memantau dan mengendalikan program dengan mengacu pada program manajemen lingkungan perusahaan.
Petunjuk mengenai hal ini akan diperinci lebih lanjut dan dinyatakan dalam Kerangka Kontrak dan Spesifikasi Teknis.
5
Prosedur konsultasi, penyampaian dan penanganan keluhan
PALYJA membagi daerah pelayanannya menjadi 3 bagian yang disebut dengan UPP. Setiap UPP (Selatan, Barat, Pusat) telah menunjuk satu tim khusus yang disebut dengan tim Humas - UPP untuk melakukan pertemuan dengan warga / mensosialisasikan proyek-proyek PALYJA. Sekitar 2 minggu sebelum proyek dilaksanakan, tim Humas UPP bersama dengan kontraktor akan menghubungi ketua RT dan RW setempat untuk melaksanakan sosialisasi mengenai proyek baru atau rehabilitasi jaringan atau penyesuaian tarif.
Dalam acara sosialisasi, PALYJA akan menyampaikan beragam informasi mengenai proyek seperti waktu dimulai dan berakhirnya proyek, tujuan pelaksanaan proyek, lokasi proyek, pihak penanggungjawab proyek, termasuk nama kontraktor dan unit terkait di PALYJA. Apabila ada keluhan yang berkaitan dengan pekerjaan yang sedang dilaksanakan, warga/komunitas dapat menghubungi pihak kontraktor maupun unit terkait di PALYJA. Bagi warga yang telah menjadi pelanggan PALYJA, maka pelanggan dapat menghubungi Call Center PALYJA. Call Center PALYJA memberikan layanan selama 24 jam dan akan mencatat seluruh keluhan yang diterima untuk kemudian diteruskan ke unit terkait melalui sistem online. Setelah keluhan ditangani, unit terkait akan menyampaikan hasil tindaklanjutnya ke Call Center.
Disetujui oleh,
Thierry KRIEG Presiden Direktur
Referensi
1. Document Environmental Assessment Study, Environmental Management and Monitoring and Statutory from Ministry of Public Works (Letter No. KL 03.02-MN/358),
2. Project Activities Impact on People (E Wibowo, 2001)
3. Frame contract – Safety and Health Requirements for Contractor 4. Technical Specification – Design of Pipe
5. Smart Book – Installation of Primary Pipe – Construction Center
6. Recommended Practice; Excavation and Backfilling – Ondeo Services 7. Internal informasi PALYJA – DPJ, UPP Pusat, UPPBarat