KEBIJAKAN PENYUSUNAN
LAPORAN BMN
KEPALA BAGIAN PENGELOLAAN BMN BIRO KEUANGAN DAN BMN
SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN KESEHATAN
PRINSIP
Pengelolaan BMN
TERTIB ADMINISTRASI
AKUNTABILITAS
TRANSPARANSI
SIKLUS PENGELOLAAN BMN
1
Rengar
2
Penga
daan
3
Penata
usahaan
4
Peng
gunaan
5
Peman
faatan
6Penilai
an
7 Pemindah tanganan 8 Pengha pusan9
WasdalDASAR HUKUM LAPORAN BMN SEMESTER I
PP No. 8 Tahun 2006
Tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja
Instansi Pemeritah PP No. 71 Tahun 2010 Tentang Standar Akuntansi Pemerintah (Lembaran Negara RI Tno. 123/2010, Tabahan Lembaran Negara RI No,
5165) PP No. 27/2014 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara RI 92/2014, Tambahan Lebaran Negara RI No. 5533 PP No. 28 Tahun 2015 Tentang Kementerian Keuangan, Lembaran Negara RI No. 51/2015 PMK No. 69/PMK.06/2016
Tentang Tatacara Rekonsiliasi Barang Milik Negara dalam rangka Penyusunan Laporan
DASAR HUKUM PENGELOLAAN BMN
DILINGKUNGAN KEMENKES
Kepmenkes 264/2015 Tentang Pelimpahan Wewenang Menteri Kesehatan dalam Pengelolaan BMN Kepmenkes 456/2015 Tentang Pelimpahan Wewenang Pemanfaatan dan Penghapusan BMN di lingkungan Kementerian Kesehatan Kepmenkes 430/2015 Tentang Penetapan Pejabat Pelaksana Tugas Pengelola BMN di lingkungan Kementerian Kesehatan Edaran Menkes 354/2015 Tentang Kebijakan Akuntansi Penatausahaan Persediaan Kementerian Kesehatan Permenkes 79/2015Tentang Pedoman Pengelolaan BMN di lingkungan Kementerian Kesehatan
Syarat
PELAKSANAAN PELAPORAN BMN YANG HANDAL1. KOMITMEN DAN DUKUNGAN PIMPINAN terhadap
pelaksanaan Sistem Akuntansi Instansi (SIMAK – BMN) 2. KOORDINASI yang baik antar unit-unit terkait
(perencanaan, keuangan, perlengkapan, dan APIP)
dalam pelaksanaan akuntansi dan pelaporan keuangan. 3. TERSEDIA ANGGARAN untuk mendukung pelaksanaan
Sistem Akuntansi Instansi secara tepat.
4. KOMPETENSI SDM yang memadai di bidang
pengelolaan keuangan negara (baik dari segi Peraturan Per-UU-an, business process, accounting, aplikasi/IT). 5. TERTIB ADMINISTRASI mulai dari perencanaan,
pelaksanaan anggaran termasuk pengadaan barang dan jasa, akuntansi dan pelaporan.
6. Menyusun CaLBMN secara MEMADAI DAN
KOMPREHENSIF, termasuk informasi selisih angka SAIBA - SIMAK BMN.
Kepatuhan
pelaksanaan
Ketepatan
waktu
Kelengkapan dan kebenaran data Tindak lanjut atas penyelesaian temuan permasalahan dalam rekonsiliasiLANGKAH PENYUSUNAN LAPORAN BMN
Semester I 2016
KEPATUHAN terhadap PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN: PENGADAAN BARANG/JASA dilaksanakan sesuai dengan
ketentuan dan peraturan perundang-undangan,
HIBAH ATAS UANG ATAU BARANG, JASA, dan/atau surat berharga telah diregistrasi dan disahkan sesuai dengan mekanisme yang berlaku,
semua PNBP TELAH DISETOR KE KAS NEGARA tepat waktu, digunakan melalui mekanisme APBN, dan dipungut sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan,
BELANJA PERJALANAN DINAS didukung dengan bukti-bukti pengeluaran yang valid dan lengkap dan tidak melebihi Standar Biaya Umum (SBU).
Langkah 1:
PMK Nomor 69/PMK.06/2016
tentang Tata Cara Rekonsiliasi Barang Milik Negara Dalam Rangka Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat.
Penyusunan Laporan Barang Kuasa Pengguna,
rekonsiliasi
EKSTERNAL DENGAN KPKNL
KONSOLIDASI LBKP SECARA BERJENJANG
sampai
dengan UAPB
Langkah 2:
Seluruh dokumen sumber dan bukti pengeluaran
TELAH DITATAUSAHAKAN SECARA TERTIB:
Penginputan data ke aplikasi TELAH SESUAI
DENGAN DOKUMEN SUMBER (BAST, SP2D,
MPHL-BJS, dll)
Langkah 3:
• SATKER TELAH MELAKSANAKAN SELURUH REKOMENDASI TEMUAN :
– Memastikan bahwa ACTION PLAN TELAH DISUSUN untuk
menyelesaikan temuan-temuan LKKL tahun-tahun sebelumnya;
– Memastikan ACTION PLAN TELAH DILAKSANAKAN;
– Memastikan REKOMENDASI BPK terhadap LKKL tahun-tahun sebelumnya telah dilaksanakan.
– mengupayakan secara maksimal agar TEMUAN-TEMUAN
TAHUN SEBELUMNYA TIDAK MENJADI TEMUAN BERULANG. – MENJALIN KOMUNIKASI AKTIF dengan internal unit eselon I
lainnya agar dapat menggali potensi temuan dan upaya pencegahan.
Langkah 4:
TINDAK LANJUT ATAS PENYELESAIAN TEMUAN
AUDITOR
CHECKLIST oleh UAKPB dalam
meningkatkan kualitas L
aporan
B
arang
K
uasa
P
engguna
, yaitu :
a. Bukukan semua transaksi BMN tahun berjalan dengan Aplikasi SIMAK-BMN dan Aplikasi Persediaan;
b. Pastikan tidak melakukan pembukuan dengan tanggal pembukuan 1 Januari 2016;
c. Lakukan Stok Opname Fisik Persediaan setiap akhir periode pelaporan dengan membuat Berita Acara Stok Opname Fisik Persediaan;
d. Lakukan rekonsiliasi internal Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual (SAIBA) dan Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK-BMN) setiap bulan dengan membuat Berita Acara Rekonsiliasi (BAR) Internal sesuai dengan PMK No.69/PMK.06/2016 tentang Tata Cara Rekonsiliasi BMN dalam rangka Penyusunan LBMN dan LKPP;
e. Susun Catatan atas Laporan Barang Milik Negara (CaLBMN) sesuai format yang diatur oleh DJKN;
f. Lakukan Rekonsiliasi BMN eksternal dengan KPKNL mencetak BAR BMN, dan mengirimkan kepada Pengelola Barang menggunakan Aplikasi SIMAN;
g. Lakukan labelisasi BMN, membuat Daftar Barang Ruangan dan memutakhirkan Kartu Identitas Barang ;
h. Lakukan proses penyusutan reguler setiap menjelang finalisasi penyusunan Laporan Barang Kuasa Pengguna (LBKP) semester I dengan Aplikasi SIMAK-BMN secara manual menggunakan menu penyusutan regular dan Satuan Kerja tidak melakukan proses penyusutan untuk Semester I sebelum seluruh transaksi Semester I di-input
semua ke dalam Aplikasi SIMAK-BMN;
CHECKLIST oleh UAKPB dalam
meningkatkan kualitas L
aporan
B
arang
i. Pastikan bagi Satker UAKPPB yang belum
melakukan penyusutan reguler pada semester II dan
Tahunan Tahun 2015 harus melakukan penyusutan
reguler terlebih dahulu dan Unit Akuntansi Kuasa
Pengguna Barang (UAKPB) memberikan penjelasan pada BAR Semester I Tahun 2016;
j. Lakukan tindaklanjut atas hasil normalisasi;
k. Lakukan inventarisasi Barang Milik Negara dalam
rangka pemutakhiran data BMN;
l. Lakukan tindaklanjut selisih SAIBA dengan
SIMAK-BMN Semester II dan Tahunan Tahun 2015;
m. Distribusikan hasil pengadaan yang belum
terdistribusikan, dan setelah selesai pengadaan BMN segera dimanfaatkan;
CHECKLIST oleh UAKPB dalam
meningkatkan kualitas L
aporan
B
arang
n. Lakukan update kondisi BMN, jika terdapat BMN hilang, rusak berat dan/atau usang yang akan dihapuskan harus dihentikan penggunaan dari operasional pemerintah dalam aplikasi SIMAK-BMN, jika BMN tersebut telah diusulkan
penghapusannya harus di-entry dalam aplikasi SIMAK-BMN ke dalam menu usulan barang rusak berat ke Pengelola;
o. Lakukan kapitalisasi atas pemeliharaan BMN jika memenuhi syarat Nilai Satuan Minimum Kapitalisasi :
Gedung dan Bangunan : ≥ Rp. 10.000.000,-Peralatan & Mesin, Alat Olahraga : ≥ Rp.
300.000,-p. Lakukan serah terima ATR kepada Satker yang menatausahakan aset tsb dengan membuat BAST;
q. Pastikan tidak melakukan transaksi transfer masuk lintas periode/lintas semester. Transaksi transfer masuk dilakukan pada periode Semester yang sama dengan transfer keluar;
CHECKLIST oleh UAKPB dalam
meningkatkan kualitas L
aporan
B
arang
r. Lakukan
rekonsiliasi
untuk tujuan monitoring
atas pembelian persediaan, Operator Persediaan
dan PP-SPM setiap akhir bulan sebagai berikut:
a). Operator Persediaan membuat daftar tanggal
kuitansi, nomor kuitansi, dan nilai rupiah per
kuitansi yang di-input selama 1 bulan
b). Pejabat Penanda Tangan SPM (PP-SPM)
berdasarkan dokumen SPP membuat daftar
SPM Belanja Persediaan serta daftar tanggal,
nomor dan nilai kuitansi per SPM yang
diterbitkan selama 1 bulan
CHECKLIST oleh UAKPB dalam
meningkatkan kualitas L
aporan
B
arang
KEPALA BAGIAN PENGELOLAAN BMN BIRO KEUANGAN DAN BMN
SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN KESEHATAN
LATAR BELAKANG
1. Amanat PP 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan
BMN pasal 85 dan PMK 120 tahun 2007 tentang
Penatausahaan BMN Pasal 16 :
a) Inventarisasi dilakukan paling sedikit 1 kali dalam 5
tahun
b) Kecuali persediaan dan KDP
setiap tahun periode
pelaporan
c) 3 bulan setelah inventaris harus dilaporkan kepada
KPKNL
2. Menindaklanjuti temuan
hasil pemeriksaan BPK
RI atas Laporan Keuangan Kementerian
Kesehatan tahun 2015 “Kemenkes belum
3. Surat Dirjen Kekayaan Negara Nomor S-411/KN/2015 tanggal 10 April 2015 tentang inventarisasi BMN
4. Tindak lanjut surat DJKN Kemenkes bersurat kepada unit esselon 1 untuk melaksanakan inventaris
a) Surat tanggal 4 Mei 2015 No. Surat KN.02.01/III/888/2015
b) Surat tanggal 22 Juni 2016 No. Surat KN.02.01/II/1325/2016
5. Terakhir Kemenkes melakukan Inventaris dan Penilaian (IP) tahun 2009 dengan dukungan pendanaan Inspektorat Jenderal. Tahun 2014 tidak tersedia dana di masing-masing Satker belum semua menindaklanjuti (Litbangkes)
DASAR HUKUM
PMK 04 2015 Pelimpahan kewenangan Pengelola Barang Kepada Pengguna Barang PP 27 2014 Perubahan kedua atas PMK 125 tahun 2011 tentang pengelo laan BMN dana DK/TP sebelumT.A 2011 yang habis
masa berlakunya per 31 Desember 2016. PMK 83 2016 PMK 229 2016 PMK 111 2016 PMK 104 2015 Pengelolaan BMN/D Tata Cara Pelaksanaan Pemusnahan dan Penghapusan
Tata Cara Pelaksanaan Pemindah tanganan BMN Pelimpahan Sebagian kewenangan kepada Pejabat di lingkungan DJKN untuk menandatangani
surat dan/SK Menteri
PENGADAAN / PEROLEHAN LAIN YANG SAH (BMN) SIMAK / PERSEDIAAN SPM / SP2D / BAST PENGGUNAAN HIBAH PSP TIDAK DIGUNAKAN SEUSUAI TUSI PEMINDAH TANGANAN PEMANFAATAN SEWA, PINJAM PAKAI, KSP, BSG/BGS PENILAIAN DROPING INVENTARISASI DIGUNAKAN SEUSUAI TUSI Minimal 1 kali dalam 5 tahun PENILAIAN PEMINDAH TANGANAN PENGHAPUSAN PENGHAPUSAN WASDAL RK BMN RUMAH NEGARA PSG SPP 21 INVENTARISASI
Sasaran
Inventarisasi
Seluruh BMN yang dibeli atau diperoleh atas beban
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), atau berasal dari perolehan lainnya yang sah.
PENETAPAN TUJUAN DAN SASARAN INVENTARISASI BMN
Tujuan
Inventarisasi
Agar semua BMN dapat terdata dengan baik dalam upaya mewujudkan tertib administrasi dan
PENGERTIAN
INVENTARISASI BMN
Kegiatan untuk melakukan - pendataan,
- pencatatan, dan
- pelaporan hasil pendataan BMN
- melalui sensus, kecuali persediaan & KDP melalui opname fisik
MAKSUD INVENTARISASI BMN Untuk mengetahui - keberadaan, - jumlah, - nilai, dan - kondisi BMN.
PEMANTAPAN PEMAHAMAN INVENTARISASI BMN
BENCHMARK INVENTARISASI DI KEMENKEU
SE NO. SE-35/MK.1/2012 Tanggal 28 Desember
2012
PETUNJUK PELAKSANAAN SENSUS BMN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN
Pegawai Selain Pemakai BMN dan Penanggungjawab Ruangan
Pegawai yang ditunjuk untuk mengakomodir kebutuhan proses inventarisasi terhadap BMN dalam ruangan yang belum ada
penanggung jawab ruangan. Penunjukannya mempertimbangkan struktur organisasi yang ada pada masing-masing satuan kerja (UPKPB).
Pelaksana Inventarisasi BMN
Pegawai yang diberi tugas/wewenang untuk melaksanakan inventarisasi BMN di tingkat satker/UPKPB secara keseluruhan.
Penanggungjawab Ruangan
Pegawai yang bertanggung jawab dalam proses pelaksanaan inventarisasi BMN dalam ruangan.
Pemakai BMN
Pegawai yang mengurusi dan menggunakan BMN dalam ruangan dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi.
26
Proses Inventarisasi DR dapat melibatkan:
• Pemakai BMN
• Penanggungjawab Ruangan
• Pegawai selain Pemakai BMN dan Penanggungjawab Ruangan Inventarisasi BMN dilaksanakan oleh Pelaksana Inventarisasi. o Tanah, o Bangunan/ Gedung, o Alat Besar, o Alat Angkut, o Alat Persenjataan Dipakai/tidak dipakai oleh pegawai;
PRINSIP INVENTARISASI BMN
BMN DBL Daftar Barang Lainnya KIB Kartu Indentitas Barang DBR Daftar Barang RuanganPenetapan dan penunjukkan PELAKSANA Inventarisasi BMN
diserahkan kepada kebijakan masing-masing Satker.
Pertimbangan tugas dan fungsi dalam organisasi dapat dijadikan pijakan dalam penetapan dan
penunjukkannya.
Pelaksana Inventarisasi BMN
pada masing-masing satuan kerja
Mencakup Invetarisasi masing
Bagian/Bidang yang ada pada Satker tersebut dengan
mempertimbangkan TUSI
Dalam hal BMN yang diInventarisasi bukan berada dalam penguasaan masing-masing unit penatausahaan
pada Kuasa Pengguna Barang atau Pengguna Barang, maka dapat dibuat
Berita Acara Inventarisasi antara unit penatausahaan dengan pihak yang
menguasai barang dimaksud.
KECUALI BMN
bermasalahan hukum/ sengketa
1. Buku Barang;
2. Kartu Identitas Barang (KIB); 2.1. Tanah;
2.2. Bangunan Air;
2.3. Gedung dan Bangunan; 2.4. Alat Besar;
2.5. Alat Angkutan; 2.6. Alat Persenjataan. 3. Daftar Barang Ruangan; 4. Daftar Barang Lainnya;
5. Laporan Barang Kuasa Pengguna Semesteran dan Tahunan; 6. Dokumen kepemilikan BMN;
7. Dokumen pengelolaan BMN (penggunaan, pemanfaatan, penghapusan, dan pemindahtanganan);
8. Dokumen lainnya yang dianggap perlu.
1. Blanko Label Sementara dan Permanen; 2. Kertas Kerja Inventarisasi
1) KKI – Tanah;
2) KKI - Bangunan Air;
3) KKI - Gedung dan Bangunan; 4) KKI - Alat Besar;
5) KKI - Alat Angkutan; 6) KKI - Alat Persenjataan; 7) KKI - Barang Ruangan; 8) KKI - Barang Lainnya.
3. Daftar Barang Hasil Inventarisasi BMN
1) DBHI - Baik dan Rusak Ringan; 2) DBHI - Rusak Berat;
3) DBHI - Tidak Ditemukan; 4) DBHI - Berlebih.
4. Laporan Hasil Inventarisasi BMN; 5. Surat Pernyataan;
6. Surat Penetapan Hasil Inventarisasi;
KEGIATAN SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 PERSIAPAN
a. Menyusun Rencana Kerja
b. Mengupulkan Dokumen c. Elakukan Peetaan 2. PELAKSANAAN a. Pendataan b. Identifikasi c. C. Pembandingan 3 VERIFIKASI a. Verifikasi Database b. Penyesuaian
c. Mencetak Kertas Kerja
4 PELAPORAN
a. Daftar Barang Hasil Inventarisasi
b. Laporan Hasil Inventarisasi
c. Menyampaikan Laporan
5. TINDAK LANJUT HASIL INVENTARISASI
a. Mebukukan dan Mendaftarkan hasul
inventarisasi
b. Memperbaharui DBR dan DBL
c. Menempelkan Blangko Label
d. Melakukan Rekonsiliasi
e. Enindak lanjuti barang yang
hilang/tidak ditemukan
f. Meng update Data SIMAK BMN
Penetapan Jadwal Pelaksaan Inventarisasi
TERIMA
KASIH
32 BAGIAN PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA
Biro Keuangan & BMN Sekretariat Jenderal
Kementerian Kesehatan R.I.
Gedung Prof. Dr. Suyudi Lantai 12 Jl. HR. Rasuna Said Kab X5 No. 4-9