• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Berita Resmi Statistik Pro insi Bali No 06/02/51/Th XIII 1 Febr ari 2013 1

 Pada bulan Januari 2013 di Kota Denpasar terjadi inflasi sebesar 1,41 persen. Laju inflasi tahun kalender Januari 2013 sebesar 1,41 persen dan laju inflasi ”Year on Year” (Januari 2013 terhadap Januari 2012) sebesar 5,23 persen.

 Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok bahan makanan 4,32 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 1,08 persen; kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,39 persen; kelompok kesehatan 0,17 persen; serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,11 persen. Sedangkan kelompok barang/jasa yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok sandang sebesar 0,38 persen, sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks.

 Komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan Januari 2013 antara lain komoditas bahan makanan seperti daging ayam ras, beras, cabe rawit, cabe merah, bawang merah, bawang putih, telur ayam ras, jeruk, pisang, semangka, ikan tongkol, ikan jangki, dan kangkung. Selain itu kenaikan harga juga terjadi pada tarif sewa rumah, tarif kontrak rumah, upah pembantu rumahtangga, tarif angkutan udara, dan mobil. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain: daging babi, minyak goreng, gula pasir, celana panjang jeans wanita, dan baju kaos/t-shirt anak.

 Dari 66 kota tercatat sebanyak 62 kota mengalami inflasi sedangkan 4 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga 3,78 persen dan terendah di Pontianak 0,01 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 0,98 persen dan deflasi terendah terjadi di Ternate sebesar 0,20 persen.

 Jika diurutkan dari inflasi tertinggi, maka Denpasar menempati urutan ke-19 dari 62 kota yang mengalami inflasi.

No. 06/02/51/Th. XIII, 1 Februari 2013

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

JANUARI 2013 KOTA DENPASAR INFLASI 1,41 PERSEN

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pada bulan Januari 2013 di Kota Denpasar terjadi inflasi sebesar 1,41 persen. Laju inflasi tahun kalender Januari 2012 sebesar 1,41 persen dan laju inflasi ”Year on Year” (Januari 2013 terhadap Januari 2012) sebesar 5,23 persen.

Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok bahan makanan 4,32 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 1,08 persen; kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,39 persen; kelompok kesehatan 0,17 persen; serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,11 persen. Sedangkan kelompok barang/jasa yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok sandang sebesar 0,38 persen, sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan indeks.

(2)

Berita Resmi Statistik Pro insi Bali No 06/02/51/Th XIII 1 Febr ari 2013

2

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain : daging ayam ras, beras, cabe rawit, cabe merah, bawang merah, bawang putih, telur ayam ras, jeruk, pisang, semangka, ikan tongkol, ikan jangki, kangkung, tarif sewa rumah, tarif kontrak rumah, upah pembantu rumahtangga, tarif angkutan udara, dan mobil.

Komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain: daging babi, minyak goreng, gula pasir, celana panjang jeans wanita, dan baju kaos/t-shirt anak.

Pada bulan Januari 2013 kelompok-kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi adalah kelompok bahan makanan 1,0297 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,2993 persen; kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,0668 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,0179 persen, serta kelompok kesehatan 0,0076 persen. Sedangkan kelompok yang memberikan andil/sumbangan deflasi adalah kelompok sandang sebesar 0,0136 persen. Sementara itu kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan.

Tabel 1

Sumbangan (Andil) Inflasi/Deflasi Menurut Kelompok Pengeluaran Kota Denpasar Januari 2013

Kelompok Pengeluaran Inflasi Andil

(1) (2)

Umum 1,4077

1. Bahan Makanan 1,0297

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 0,0179

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 0,2993

4. Sandang -0,0136

5. Kesehatan 0,0076

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 0,0000

7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 0,0668

1.03 0.90 1.41 ‐0.25 0.25 0.75 1.25 1.75 2.25 2.75 Gambar 1

(3)

Berita Resmi Statistik Pro insi Bali No 06/02/51/Th XIII 1 Febr ari 2013 3 Tabel 2

Laju Inflasi Kota Denpasar Januari 2013, Tahun Kalender 2013, dan Januari 2013 Terhadap Januari 2012 menurut Kelompok Pengeluaran

Kelompok Pengeluaran IHK Desember 2012 IHK Januari 2013 Laju Inflasi Januari 2013 *) Laju Inflasi Tahun ke tahun **) (1) (2) (3) (4) (5) Umum 136,60 138,52 1,41 5,23 Bahan Makanan 171,65 179,06 4,32 9,48

Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 156,20 156,37 0,11 8,09

Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 132,91 134,35 1,08 3,79

Sandang 122,25 121,79 -0,38 0,40

Kesehatan 126,17 126,38 0,17 2,03

Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 120,71 120,71 0,00 6,49

Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 107,94 108,36 0,39 0,57

*) Persentase perubahan IHK Januari 2013 terhadap bulan Desember 2012 **) Persentase perubahan IHK Januari 2013 terhadap bulan Januari 2012

INFLASI TAHUNAN

Laju inflasi tahun kalender (Januari-Januari) 2013 sebesar 1,41 persen dan laju inflasi ”Year on Year” (Januari 2013 terhadap Januari 2012) sebesar 5,23 persen.

Tabel 3

Inflasi Bulanan, Tahun kalender, dan Year on Year, di Kota Denpasar Tahun 2011 – 2013

Inflasi 2011 2012 2013

(1) (2) (3) (4)

1. Januari 1,03 0,90 1,41

2. Januari - Januari (Tahun Kalender) 1,03 0,90 1,41

3. Januari (tahun n) terhadap Januari (tahun n-1) (Year on Year) 8,18 3,62 5,23

Gambar 2

Laju Inflasi Kota Denpasar bulan Januari Tahun 2013 Menurut Kelompok Pengeluaran

4.32 0.11 1.08 -0.38 0.17 0.00 0.39 -1.00 0.00 1.00 2.00 3.00 4.00 5.00

Bahan Makanan Makanan Jadi, dll Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor

(4)

Berita Resmi Statistik Provinsi Bali 4 No. 06/02/51/Th. XIII, 1 Februari 2013

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Indeks kelompok bahan makanan pada bulan Januari 2013 sebesar 179,06 dan bulan sebelumnya sebesar 171,65 sehingga mengalami inflasi sebesar 4,32 persen. Dari sebelas subkelompok yang termasuk di dalam kelompok ini, sepuluh subkelompok mengalami peningkatan indeks atau inflasi yaitu: subkelompok bumbu-bumbuan 11,70 persen; subkelompok buah-buahan 9,07 persen; subkelompok daging dan hasil-hasilnya 8,05 persen; subkelompok ikan segar 5,21 persen; subkelompok sayur-sayuran 3,35 persen; subkelompok telur, susu, dan hasil-hasilnya 2,29 persen; subkelompok ikan diawetkan 1,45 persen; subkelompok padi-padian, umbi-umbian, dan hasilnya 1,41 persen; subkelompok bahan makanan lainnya 0,62 persen; serta subkelompok kacang-kacangan 0,27 persen. Subkelompok yang mengalami deflasi yaitu subkelompok lemak dan minyak 0,49 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi terbesar di kelompok ini adalah: daging ayam ras 0,2333 persen; cabe rawit 0,1326 persen; beras 0,0970 persen; bawang merah 0,0851 persen; cabe merah 0,0557 persen; telur ayam ras 0,0549 persen; bawang putih 0,0439 persen; dan pisang 0,0433 persen. Sedangkan urutan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi terbesar pada kelompok ini adalah: daging babi 0,0187 persen; minyak goreng 0,0067 persen; ketimun 0,0038 persen; serta ketela pohon 0,0016 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 1,0297 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

Indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada bulan Januari 2013 adalah sebesar 156,37 dan bulan sebelumnya sebesar 156,20 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,11 persen. Dari tiga subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, semua subkelompok mengalami peningkatan indeks (inflasi) yaitu minuman yang tidak beralkohol 0,24 persen; subkelompok makanan jadi 0,09 persen; serta subkelompok tembakau dan minuman beralkohol 0,01 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini adalah minuman ringan 0,0095 persen; martabak 0,0076 persen; dan teh 0,0026 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah gula pasir 0,0052 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0179 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar

Indeks kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar pada bulan Januari 2013 adalah 134,35 dan bulan sebelumnya 132,91 sehingga mengalami inflasi sebesar 1,08 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, tiga subkelompok mengalami peningkatan indeks (inflasi) yaitu subkelompok biaya tempat tinggal 1,49 persen; subkelompok perlengkapan rumahtangga 0,97 persen; serta subkelompok penyelenggaraan rumahtangga 0,90 persen. Sedangkan satu subkelompok lainnya yaitu subkelompok bahan bakar, penerangan, dan air tidak mengalami perubahan indeks/tetap.

Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi antara lain: tarif kontrak rumah 0,1364 persen; tarif sewa rumah 0,1136 persen; upah pembantu rumahtangga 0,0236 persen, serta keramik 0,0165 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah pipa besi 0,0010 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,2993 persen.

(5)

Berita Resmi Statistik Provinsi Bali No. 06/02/51/Th. XIII, 1 Februari 2013 5 4. Sandang

Indeks kelompok sandang pada bulan Januari 2013 adalah sebesar 121,79 dan bulan sebelumnya 122,25 sehingga mengalami deflasi 0,38 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini dua subkelompok penurunan indeks (deflasi) yaitu subkelompok sandang anak-anak 1,16 persen dan subkelompok sandang wanita 0,90 persen. Dua subkelompok lainnya mengalami peningkatan indeks (inflasi) yaitu subkelompok sandang laki-laki 0,24 persen serta subkelompok barang pribadi dan sandang lain 0,12 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah celana panjang jeans wanita 0,0118 persen; baju kaos/t-shirt anak 0,0098 persen; dan emas perhiasan 0,0005 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi adalah BH Katun 0,0025 persen; pakaian bayi 0,0024 persen; kaos oblong 0,0023 persen; dan handuk 0,0017 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,0136 persen.

5. Kesehatan

Indeks kelompok kesehatan pada bulan Januari 2013 adalah sebesar 126,38 dan pada bulan sebelumnya sebesar 126,17 atau mengalami inflasi sebesar 0,17 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua subkelompok mengalami perubahan indeks yaitu subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika inflasi sebesar 0,40 persen serta subkelompok obat-obatan sebesar 0,09 persen. Sedangkan dua subkelompok lainnya yaitu subkelompok jasa kesehatan dan subkelompok jasa perawatan jasmani tidak berubah/tetap.

Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi adalah pembersih/penyegar 0,0022 persen; parfum 0,0017 persen; minyak rambut 0,0016 persen; dan sabun mandi 0,0016 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah kapas 0,0007 persen dan sabun wajah 0,0006 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0076 persen.

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

Indeks kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada bulan Januari 2013 adalah sebesar 120,71 dan bulan sebelumnya juga sebesar 120,71 atau tidak mengalami indeks. Dari lima subkelompok yang termasuk dalam kelompok ini, semua subkelompok tetap/tidak mengalami perubahan indeks.

Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi yaitu televisi berwarna sebesar 0,0038 persen. Inflasi pada televisi berwarna diimbangi oleh deflasi pada kamera sebesar 0,0038 persen. Kelompok pengeluaran ini tidak memberikan sumbangan inflasi/deflasi.

7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

Indeks kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan pada bulan Januari 2013 adalah sebesar 108,36 dan bulan sebelumnya sebesar 107,94 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,39 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua subkelompok yang mengalami peningkatan indeks (inflasi) yaitu subkelompok transpor 0,57 persen serta subkelompok komunikasi dan pengiriman 0,04 persen. Sedangkan subkelompok sarana dan penunjang transpor serta subkelompok jasa keuangan tetap/tidak mengalami perubahan.

Komoditas yang memberikan andil inflasi adalah tarif angkutan udara 0,0358 persen; mobil 0,0311 persen; dan telepon seluler 0,0014 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan andil

(6)

Berita Resmi Statistik Provinsi Bali 6 No. 06/02/51/Th. XIII, 1 Februari 2013

deflasi adalah angkutan antar kota sebesar 0,0015 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0668 persen.

Tabel 4

Indeks Harga Konsumen Kota Denpasar Bulan Desember 2012 dan Januari 2013, Perubahannya, serta Sumbangan Inflasi (2007=100)

Kelompok/Subkelompok Indeks Desember 2012 Indeks Januari 2013 Perubahannya (%) Sumbangan Inflasi (1) (2) (3) (4) (5) UMUM 136,60 138,52 1,41 1,4077 I. BAHAN MAKANAN 171,65 179,06 4,32 1,0297

a. Padi-padian, Umbi-umbian, dan Hasilnya 176,32 178,80 1,41 0,0952

b. Daging dan Hasil-hasilnya 145,22 156,91 8,05 0,2482

c. Ikan Segar 159,22 167,52 5,21 0,0943

d. Ikan Diawetkan 201,73 204,66 1,45 0,0133

e. Telur, Susu, dan Hasil-hasilnya 147,48 150,86 2,29 0,0572

f. Sayur-sayuran 207,08 214,02 3,35 0,0820

g. Kacang-kacangan 144,44 144,83 0,27 0,0021

h. Buah-buahan 168,90 184,22 9,07 0,1257

i. Bumbu-bumbuan 226,21 252,67 11,70 0,3179

j. Lemak dan Minyak 158,10 157,32 -0,49 -0,0067

k. Bahan Makanan Lainnya 184,28 185,43 0,62 0,0006

II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK, DAN TEMBAKAU 156,20 156,37 0,11 0,0179

a. Makanan Jadi 161,33 161,47 0,09 0,0093

b. Minuman Tidak Beralkohol 138,92 139,26 0,24 0,0085

c. Tembakau dan Minuman Beralkohol 161,54 161,55 0,01 0,0001

III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS, DAN BAHAN BAKAR 132,91 134,35 1,08 0,2993

a. Biaya Tempat Tinggal 133,67 135,66 1,49 0,2666

b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 137,90 137,90 0,00 0,0001

c. Perlengkapan Rumahtangga 110,35 111,42 0,97 0,0085 d. Penyelenggaraan Rumahtangga 126,25 127,38 0,90 0,0240 IV. SANDANG 122,25 121,79 -0,38 -0,0136 a. Sandang Laki-Laki 105,52 105,77 0,24 0,0020 b. Sandang Wanita 106,08 105,12 -0,90 -0,0093 c. Sandang Anak-Anak 108,05 106,80 -1,16 -0,0076

d. Barang Pribadi dan Sandang Lain 187,14 187,36 0,12 0,0013

V. KESEHATAN 126,17 126,38 0,17 0,0076

a. Jasa Kesehatan 146,57 146,57 0,00 0,0000

b. Obat-obatan 111,18 111,28 0,09 0,0006

c. Jasa Perawatan Jasmani 106,28 106,28 0,00 0,0000

d. Perawatan Jasmani dan Kosmetika 118,35 118,82 0,40 0,0069

VI. PENDIDIKAN, REKREASI, DAN OLAHRAGA 120,71 120,71 0,00 0,0000

a. Pendidikan 130,56 130,56 0,00 0,0000

b. Kursus-kursus/Pelatihan 110,93 110,93 0,00 0,0000

c. Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 107,74 107,74 0,00 0,0000

d. Rekreasi 101,26 101,26 0,00 0,0000

e. Olahraga 106,70 106,70 0,00 0,0000

VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI, DAN JASA KEUANGAN 107,94 108,36 0,39 0,0668

a. Transpor 114,85 115,50 0,57 0,0654

b. Komunikasi dan Pengiriman 76,01 76,04 0,04 0,0014

c. Sarana dan Penunjang Transpor 145,53 145,53 0,00 0,0000

(7)

Berita Resmi Statistik Provinsi Bali No. 06/02/51/Th. XIII, 1 Februari 2013 7

PERBANDINGAN INFLASI KOTA DENPASAR DENGAN KOTA LAIN

DI INDONESIA JANUARI 2013

Dari 66 kota tercatat 62 kota mengalami inflasi dan sisanya sebanyak 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga 3,78 persen dan terendah di Pontianak 0,01 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 0,98 persen dan deflasi terendah terjadi di Ternate sebesar 0,20 persen.

Tabel 5

Perbandingan Indeks Harga Konsumen dan Inflasi/Deflasi Januari 2013 untuk 66 Kota

No Kota IHK (%) No Kota IHK (%)

(1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4)

1 SIBOLGA 145,96 3,78 34 PAREPARE 136,32 1,16

2 SAMPIT 141,47 2,91 35 TASIKMALAYA 138,48 1,15

3 TARAKAN 163,42 2,16 36 BANJARMASIN 145,11 1,14

4 SAMARINDA 147,90 2,09 37 SUKABUMI 136,69 1,09

5 PEMATANG SIANTAR 141,92 2,01 38 BALIKPAPAN 145,77 1,09

6 PEKAN BARU 136,36 2,00 39 KEDIRI 136,03 1,05

7 MAUMERE 158,20 1,95 40 SINGKAWANG 141,87 1,04

8 TANJUNG PINANG 137,50 1,89 41 PROBOLINGGO 142,00 1,02

9 AMBON 143,29 1,81 42 BANDAR LAMPUNG 148,79 1,00

10 LHOKSEUMAWE 135,85 1,75 43 SEMARANG 135,62 0,99

11 PURWOKERTO 136,25 1,63 44 WATAMPONE 150,27 0,97

12 PALANGKA RAYA 147,29 1,63 45 YOGYAKARTA 137,02 0,96

13 MATARAM 149,30 1,56 46 BATAM 129,02 0,94 14 SUMENEP 135,48 1,54 47 MALANG 137,16 0,94 15 BEKASI 134,62 1,49 48 SURABAYA 136,24 0,89 16 JAMBI 141,15 1,46 49 JAKARTA 134,75 0,88 17 BIMA 148,27 1,42 50 TEGAL 135,30 0,77 18 SERANG 141,31 1,41 51 TANGERANG 137,27 0,74 19 DENPASAR 138,52 1,41 52 PALEMBANG 134,29 0,64 20 MADIUN 140,10 1,39 53 BANDUNG 129,39 0,64 21 PADANG 142,03 1,34 54 GORONTALO 140,21 0,64 22 SURAKARTA 126,11 1,33 55 CIREBON 139,69 0,60

23 PADANG SIDEMPUAN 138,79 1,29 56 BOGOR 135,95 0,58

24 DEPOK 135,25 1,29 57 PALOPO 142,95 0,51

25 DUMAI 140,05 1,28 58 JAYAPURA 133,24 0,40

26 KUPANG 147,27 1,27 59 MAMUJU 138,62 0,27

27 PANGKAL PINANG 150,73 1,25 60 PALU 142,60 0,18

28 CILEGON 135,58 1,25 61 KENDARI 141,24 0,06

29 BANDA ACEH 128,74 1,22 62 PONTIANAK 146,32 0,01

30 MEDAN 136,79 1,21 63 TERNATE 136,59 -0,20

31 MAKASSAR 136,52 1,19 64 MANADO 133,08 -0,49

32 BENGKULU 144,02 1,17 65 MANOKWARI 148,97 -0,75

(8)

Informasi lebih lanjut hubungi: Amirudin, S.Si., MMSI. Kepala Bidang Statistik Distribusi

BPS Provinsi Bali

Telepon: 0361-238159, Fax: 0361-238162 E-mail: [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Berangkat dari masalah yang ada, muncul pemikiran dan ide-ide untuk mengaplikasikan sekam padi yang dianggap sebagian besar masyarakat hanya sebagai sampah sisa untuk menjadi

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang berjudul Pengembangan Lab Dalam Kepingan (LDK) Berbasis Kertas Untuk Penentuan Kadar Asam Urat, Protein, dan pH

Karena menyesuaikan dengan metode kualitatif yang menyajikan secara langsung hakikat antara hubungan peneliti dan responden dalam hal ini novel Anak Kecil Yang Mengubah

, sebagai badan khusus yang bertugas mengadministrasi kan semua perjanjian di bidang HAKI telah membuat model mengenai perjanjian lisensi untuk negara berkembang. Di dalam

Hasil pengujian hipotesis ketujuh (H7) menunjukkan bahwa kesadaran merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian ulang dengan menggunakan loyalitas merek

Pembuatan keputusan yang salah akan berakhir pada pengelolaan keuangan yang buruk dan tidak efektif dapat mengakibatkan perilaku masyarakat yang rentan akan krisis keuangan

Penelitian ini merupakan upaya untuk mengetahui biografi KH. Wahid Hasyim dalam pembaharuan sistem pendidikan pesantren. Abdul Wahid Hasyim relevansi pembaharuan

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai “FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN ISLAMIC