Lampiran 1. Prosedur analisa proksimat serbuk daun dan ranting jarak pagar kering
a. Kadar Air (SNI 01-2891-1992)
Sebanyak 2-5 g sampel serbuk kering dimasukkan ke dalam cawan aluminium yang telah diketahui bobotnya. Cawan yang berisi contoh kemudian dikeringkan pada oven suhu 1050C selama 3 jam, setelah itu cawan didinginka dal desikator dan ditimbang. Pengeringan diulangi hingga diperoleh bobot i ng
n am tetap. Perh tu an:
1 2
1 100% Ket: w1 : Bobot sampel awal (g)
w2 : Bobot sampel akhir setelah dikeringkan (g)
b. Kadar Abu (SNI 01-2891-1992)
Sebanyak 2-3 g sampel dimasukkan ke dalam sebuah cawan porselin yang telah diketahui bobotnya. Untuk sampel berbentuk cairan, sampel diuapkan di atas penangas air terlebih dahulu hingga kering. Cawan yang berisi sampel selanjutnya diarangkan di atas nyala pembakar, lalu diabukan dalam tanur listrik pada suhu maksimum 5500C sampai pengabuan sempurna (sesekali
pintu tanur dibuka sedikit agar oksigen bisa masuk). Kemudian cawan didinginkan dalam desikator dan ditimbang. Perhitungan:
1 2
100% Ket: w : Bobot sampel sebelum diabukan (g)
w1: Bobot sampel + cawan setelah diabukan (g) w2: Bobot cawan kosong (g)
c. Kadar Lemak (SNI 01-2891-1992)
Sebanyak 1-2 g sampel dimasukkan ke dalam selongsong kertas yang dialasi dengan kapas. Selongsongan kertas berisi contoh tersebut disumbat dengan kapas, kemudian dikeringkan dalam oven pada suhu tidak lebih dari 800C selama kurang lebih 1 jam. Selanjutnya selongsong
dimasukkan ke dalam alat soxhlet yang telah dihubungkan dengan labu lemak berisi batu didih yang telah dikeringkan dan diketahui bobotnya. Kemudian dilakukan proses ekstraksi dengan pelarut heksan atau pelarut lemak lainnya selama kurang lebih 6 jam. Heksan lalu disuling dan ekstrak lemak dikeringkan dalam oven pengering pada suhu 1050C. Labu lemak didinginkan dan
ditimbang. Pengeringan dilakukan ulang hingga tercapai bobot tetap. Perhitungan:
% 1 2 100% Ket: w : Bobot sampel (g)
w1: Bobot labu lemak kosong (g)
d. Kadar Karbohidrat
Sejumlah kecil sampel yaitu sekitar 0.1 g ditimbang dan diletakkan ke dalam labu kjeldahl 30 ml. Kemudian tambahkan 0.9 g K2SO4, 40 mg HgO, dan 2 ml H2SO4 untuk setiap 10 mg bahan
organik di atas 15 mg. Sampel dididihkan selama 1-15 jam hingga cairan menjadi jernih.
Larutan kemudian dimasukkan ke dalam alat destilasi, dibilas dengan aquadest dan ditambahkan 10 ml larutan NaOH-Na2S2O3. Gas NH3 yang dihasilkan dari reaksi dalam alat
destilasi ditangkap oleh 5 ml H3BO3 dalam Erlenmeyer yang telah ditambahkan 3 tetes indikator
(canpuran 2 bagian merah metil 0.2% dalam alkohol dan 1 bagian methylene blue 0.2% dalam alkohol). Kondensat tersebut kemudian dititrasi dengan HCl 0.02 N yang sudah distandarisasi hingga terjadi perubahan warna kondensat menjadi abu-abu. Penetapan blanko dilakukan dengan menggunakan metode yang sama seperti pada penetapan sampel. Kadar protein dihitung dengan menggunakan rumus:
% 14.007 100
Lampiran 2. Prosedur analisa sabun
a. Bagian Tak Larut dalam Alkohol (SNI 06-2878-1992)
Sebanyak 10 gram sabun ditimbang dan dimasukkan ke dalam gelas piala lalu ditambahkan 100 ml alkohol dan dipanaskan pada 800C selama 30 menit sambil diaduk. Kemudian disaring
dengan kertas saring yang telah diketahui bobotnya (W1). Kertas saring beserta isinya dikeringkan pada suhu 1050C selama 60 menit, didinginkan dalam desikator dan ditimbang
hingga bobotnya tetap (W2). Perhitungan:
W2 1
100% Ket: W : berat contoh
b. pH (SNI 06-3532-1994)
Kalibrasi pH meter dengan larutan buffer pH setiap akan melakukan pengukuran. Pengukuran pH dilakukan pada kondisi penetapan larutan sabun 10% dalam air.
c. Stabilitas Busa
Larutan sabun 10% dalam air dikocok selama 1 menit, kemudian ukur tinggi busa yang terbentuk (a) dan setelah 1 jam ukur kembali tinggi busa ang masih ada (b). y
% Perhitungan:
Lampiran 3. Hasil analisis total fenol y = 0.00005+0.00185x R² = 0.998 0.000 0.050 0.100 0.150 0.200 0.250 0 50 100 150 Absorbansi Konsentrasi (ppm)
Gambar 22. Kurva Standar Asam Tanat Persamaan regresi linear asam tanat : y = 0.00005 + 0.00185 x
Tabel nilai absorbansi dan total fenol sampel
Jenis Ekstrak Ulangan Total Fenol (mg TAE/g sampel) Rata-rata
Ekstrak kasar soxhlet 1 57.7 57.3 2 56.9 Fraksi Etanol Air 1 31.4 29.8 2 28.3 Fraksi Etil Asetat 1 58.1 60.4 2 62.7 Ekstrak Kasar Maserasi 1 52.6 51.9 2 51.2
Lampiran 4. Perhitungan daya antioksidan sampel uji a. Tabel aktivitas antioksidan (% penghambatan)
Jenis ekstrak/Fraksi ekstrak Konsentrasi (ppm) Absorbansi Kontrol Ulangan Absorbansi Sampel % Penghambatan Rataan Ekstrak Kasar Soxhlet 4 0.627 1 0.543 13.397 19.458 2 0.467 25.518 6 1 0.472 24.721 26.635 2 0.448 28.549 8 1 0.401 36.045 42.663 2 0.318 49.282 10 1 0.376 40.032 49.841 2 0.253 59.649 12 1 0.255 59.330 67.464 2 0.153 75.598 16 0.423 1 0.040 90.544 90.898 2 0.037 91.253 20 1 0.036 91.489 91.608 2 0.035 91.726 Fraksi Etanol Air Soxhlet 4 0.627 1 0.561 10.526 11.483 2 0.549 12.440 6 1 0.493 21.372 22.887 2 0.474 24.402 8 1 0.444 29.187 30.781 2 0.424 32.376 10 1 0.404 35.566 37.400 2 0.381 39.234 12 1 0.320 48.963 51.116 2 0.293 53.270 16 0.423 1 0.082 80.615 84.752 2 0.047 88.889 20 1 0.056 86.761 89.125 2 0.036 91.489 Fraksi Etil Asetat Soxhlet 4 0.627 1 0.516 17.703 27.751 2 0.390 37.799 6 1 0.401 36.045 37.161 2 0.387 38.278 8 1 0.352 43.860 50.319 2 0.271 56.778 10 1 0.241 61.563 61.005 2 0.248 60.447 12 1 0.183 70.813 78.230 2 0.090 85.646 16 0.423 1 0.034 91.962 91.962 2 0.034 91.962
20 1 0.036 91.489 91.489 90.898 90.898 2 0.041 90.307 Ekstrak Kasar Maserasi 4 0.734 1 0.543 26.022 26.975 2 0.529 27.929 6 1 0.422 42.507 43.188 2 0.412 43.869 8 1 0.318 56.676 56.608 2 0.319 56.540 10 1 0.249 66.076 66.826 2 0.238 67.575 12 1 0.058 92.098 85.150 2 0.160 78.202 16 1 0.050 93.188 92.984 2 0.053 92.779 20 1 0.050 93.188 93.188 2 0.050 93.188
b. Perhitungan aktivitas antioksidan (% penghambatan)
% 100%
Contoh : Perhitungan aktivitas antioksidan ekstrak kasar soxhlet pada konsentrasi 4 ppm ulangan ke-1 0.627 0.543 7 % 0.62 100% 13.397% 8.772 28.788 41.467 56.858 73.206 94.917 0.000 20.000 40.000 60.000 80.000 100.000 4 6 8 10 12 20 % Daya Antioksidan Konsentrasi Ekstrak (ppm) c. Aktivitas antioksidan vitamin C
Lampiran 5. Perhitungan nilai IC50 sampel uji dan vitamin C
a. Tabel regresi linear dan nilai IC50
Jenis Ekstrak Persamaan Regresi R2 IC
50 (ppm)
Ekstrak Kasar Soxhlet y = - 6.475 + 5.9609 x 0.9792 9.5 Etanol Air y = - 6.7782 + 4.6889x 0.9859 12.1 Etil Asetat y = 0.9724 + 6.2401 x 0.9895 7.8 Ekstrak Kasar Maserasi y = - 0.2458 + 6.9994 x 0.9929 7.2 Vitamin C y = - 20.96 + 7.8475 x 0.9958 9.0
b. Perhitungan nilai IC50 Keterangan:
y = % Penghambatan x = Konsentrasi zat
IC50 = Konsentrasi suatu zat antioksidan yang dapat menyebabkan 50% DPPH
kehilangan karakter radikal atau konsentrasi suatu zat antioksidan yang memberikan persen penghambatan sebesar 50% (Suratmo, 2009) Æ y = 50%
Contoh perhitungan IC50 untuk ekstrak kasar soxhlet :
6.475 5.9609 50 6.475 5.9609
5.9609 50 6.475 9.5
Lampiran 6. Hasil uji antimikroba
Jenis
Ekstrak Konsentrasi Ekstrak
Diameter Zona Bening (mm) Candida albicans Microsporum gypseum Pseudomonas aeruginosa Ekstrak Kasar Soxhlet 1 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 Fraksi Etanol Air Soxhlet 1 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 3 0 0 0 0 0 0 Fraksi Etil Asetat Soxhlet 1 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 0 0 3 0 14 0 0 14 0 Ekstrak Kasar Maserasi 1 0 12 0 0 12 0 2 0 14 0 0 14 0 3 0 20 0 0 20 0
Lampiran 7. Hasil analisis statistika
a. Aktivitas antioksidan ekstrak/fraksi ekstrak jarak pagar The SAS System
The GLM Procedure Class Level Information
Class Levels Values
Tingkat konsentrasi 7 4 6 8 10 12 16 20 Jenis ekstrak 4 A B C D
Number of Observations Read 56 Number of Observations Used 56
Dependent Variable: respon
Source DF Sum of Squares Mean Square F Value Pr > F
Model 27 39776.32651 1473.19728 38.69 <.0001
Error 28 1066.02465 38.07231
Corrected Total 55 40842.35115
R-Square Coeff Var Root MSE respon Mean 0.973899 10.67551 6.170276 57.79843
Nilai R-Square sebesar 0.973899 atau sebesar 97.3899% menunjukkan bahwa sebesar 97.3899% keragaman respon yang diamati dapat dijelaskan oleh faktor dalam model (tingkat konsentrasi dan jenis ekstrak) sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model. Sementara, koefisien keragaman menyatakan seberapa besar variasi/ragam dalam data. Nilai koefisien keragaman yang wajar adalah 0 sampai 30.
Source DF Type III SS Mean Square F Value Pr > F Tingkat Konsentrasi 6 35732.37745 5955.39624 156.42 <.0001 Jenis Ekstrak 3 3115.38805 1038.46268 27.28 <.0001 Tingkat konsentrasi*Jenis ekstrak 18 928.56100 51.58672 1.35 0.2294
Terlihat bahwa faktor tingkat konsentrasi dan jenis ekstrak memiliki p-value sebesar <0.0001. Nilai ini kurang dari 0.05 sehingga dapat dikatakan bahwa baik tingkat konsentrasi maupun jenis ekstrak berpengaruh nyata terhadap respon. Sehingga dapat dilakukan uji lanjut terhadap kedua faktor tersebut. Adapun interaksi antara tingkat konsentrasi dan jenis ekstrak mempunyai p-value lebih besar dari 0.05 yang berarti bahwa interaksi antara tingkat konsentrasi dan jenis ekstrak ini tidak berpengaruh nyata terhadap respon.
Uji Anova
Untuk melihat pengaruh tingkat konsetrasi Hipotesis:
H0 : α1= α2= α3 = ... = α7=0
Keputusan :
Karena p-value (<0.0001) < alpha(0,05) maka tolak H0 sehingga dapat dinyatakan bahwa tingkat konsentrasi berpengaruh signifikan terhadap respon.
Uji Lanjut Duncan
The SAS System
Duncan's Multiple Range Test for respon
Note: This test controls the Type I comparisonwise error rate, not the experimentwise error rate.
Alpha 0.05
Error Degrees of Freedom 28 Error Mean Square 38.07231
Number of Means 2 3 4 5 6 7 Critical Range 6.320 6.640 6.847 6.995 7.106 7.193
Means with the same letter are not significantly different. Duncan Grouping Mean N konsentrasi
A 91.205 8 20 A A 90.149 8 16 B 70.490 8 12 C 53.768 8 10 D 45.093 8 8 E 32.468 8 6 F 21.417 8 4
Pada tabel di atas terlihat bahwa antara tingkat konsentrasi 20 ppm dan 16 ppm tidak berbeda nyata, namun keduanya berbeda nyata terhadap tingkat konsentrasi lainnya. Adapun tingkat konsentrasi 12, 10, 8, 6,dan 4 ppm, kesemuanya berbeda nyata satu sama lain.
Note: This test controls the Type I comparisonwise error rate, not the experimentwise error rate.
Alpha 0.05
Means with the same letter are not significantly different. Duncan Grouping Mean N ekstrak
A 66.417 14 D A A 62.475 14 C B 55.510 14 A C 46.792 14 B
Pada tabel di atas terlihat bahwa antara ekstrak D (ekstrak kasar maserasi) dan ekstrak C (fraksi etil asetat) tidak berbeda nyata, namun keduanya berbeda nyata terhadap kedua jenis ekstrak lainnya. Adapun ekstrak A (ekstrak kasar soxhlet) dan ekstrak B (fraksi etanol air) berbeda nyata satu sama lain.
b. Analisis statistika terhadap nilai pH pada saat pengamatan sabun
Analisis statistika untuk mengetahui pengaruh jenis sabun dan lama penyimpanan (hari pengamatan) terhadap nilai pH sabun. Adapun jenis sabun yang digunakan dapat dilihat pada tabel berikut :
Kode Jenis Sabun
A BHT B EA 0.25 C EA 0.5 D EA 1.0 E Etas 0.25 F Etas 0.5 G Etas 1.0
Faktorial RAL in time The GLM Procedure Class Level Information Class Levels Values Hari 3 1 2 3 Jenis 7 A B C D E F G
ulangan 2 1 2
Number of Observations Read 42 Number of Observations Used 42
Dependent Variable: respon
Source DF Sum of Squares Mean Square F Value Pr > F Model 29 0.79952381 0.02756979 1.80 0.1401 Error 12 0.18333333 0.01527778
Corrected Total 41 0.98285714
R-Square Coeff Var Root MSE respon Mean 0.813469 1.218624 0.123603 10.14286
Nilai R-Square sebesar 0.813469 atau sebesar 81.3469% menunjukkan bahwa sebesar 81.3469% keragaman respon yang diamati dapat dijelaskan oleh faktor dalam model (tingkat konsentrasi dan jenis ekstrak) sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model. Sementara, koefisien keragaman menyatakan seberapa besar variasi/ragam dalam data. Nilai koefisien keragaman yang wajar adalah 0 sampai 30.
Source DF Type III SS Mean Square F Value Pr > F Jenis 6 0.18619048 0.03103175 2.03 0.1395 ulangan(jenis) 6 0.02238095 0.00373016 0.24 0.9526 Hari 2 0.18428571 0.09214286 6.03 0.0154 ulangan(hari) 2 0.04333333 0.02166667 1.42 0.2800 hari*jenis 12 0.30238095 0.02519841 1.65 0.1992 Tests of Hypotheses Using the Type III MS for ulangan(jenis) as an Error Term Source DF Type III SS Mean Square F Value Pr > F Jenis 6 0.18619048 0.03103175 8.32 0.0105 Tests of Hypotheses Using the Type III MS for ulangan(hari) as an Error Term Source DF Type III SS Mean Square F Value Pr > F Hari 2 0.18428571 0.09214286 4.25 0.1904 Terlihat bahwa faktor jenis (jenis sabun) memiliki p-value sebesar 0.1395. Nilai ini lebih besar dari 0.05 yang berarti bahwa jenis sabun tidak berpengaruh nyata terhadap nilai pH sabun. Sedangkan faktor hari memiliki p-value sebesar 0.0154. Nilai ini kurang dari 0.05 sehingga dapat dikatakan bahwa faktor hari berpengaruh nyata terhadap respon dan dapat dilakukan uji lanjut terhadap kedua faktor tersebut. Adapun interaksi antara jenis dan hari memiliki nilai p-value sebesar 0.1992 (lebih besar dari 0.05) yang berarti bahwa interaksi antara jenis dan hari tidak berpengaruh nyata terhadap respon.
Uji Anova
Untuk melihat pengaruh faktor Hipotesis:
H0 : α1= α2= α3 = ... = α7=0
H1 : minimal ada satu αi ≠ 0
Keputusan :
Alpha 0.05 Error Degrees of Freedom 2 Error Mean Square 0.021667
Number of Means 2 3 Critical Range .2394 .2287
Means with the same letter are not significantly different. Duncan Grouping Mean N hari
A 10.23571 14 3
A
A 10.10714 14 2
A
A 10.08571 14 1
Pada tabel di atas terlihat bahwa respon yang berupa nilai pH sabun, nilainya tidak berbeda nyata antara hari pengamatan pertama, kedua, dan ketiga yang berarti nilai pH sabun masih relatif stabil pada ketiga hari pengamatan tersebut.
c. Analisis statistika terhadap nilai aktivitas antioksidan pada saat pengamatan sabun
Analisis statistika untuk mengetahui pengaruh jenis sabun dan lama penyimpanan (hari pengamatan) terhadap aktivitas antioksidan sabun. Adapun jenis sabun yang digunakan dapat dilihat pada tabel berikut :
Kode Jenis Sabun
A BHT B EA 0.25 C EA 0.5 D EA 1.0 E Etas 0.25 F Etas 0.5 G Etas 1.0 The GLM Procedure Class Level Information Class Levels Values Hari 3 1 2 3
Jenis 7 A B C D E F G ulangan 2 1 2
Number of Observations Read 42 Number of Observations Used 42
Dependent Variable: respon
Source DF Sum of Squares Mean Square F Value Pr > F Model 29 17197.93701 593.03231 107.54 <.0001 Error 12 66.17560 5.51463 Corrected Total 41 17264.11261
R-Square Coeff Var Root MSE respon Mean 0.996167 9.402347 2.348326 24.97595
Nilai R-Square sebesar 0.996167 atau sebesar 99.6167% menunjukkan bahwa sebesar 99.6167% keragaman respon yang diamati dapat dijelaskan oleh faktor dalam model (tingkat konsentrasi dan jenis sabun) sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model. Sementara, koefisien keragaman menyatakan seberapa besar variasi/ragam dalam data. Nilai koefisien keragaman yang wajar adalah 0 sampai 30.
Source DF Type III SS Mean Square F Value Pr > F Jenis 6 16434.34860 2739.05810 496.69 <.0001 ulangan(jenis) 6 41.55201 6.92534 1.26 0.3460 Hari 2 279.50446 139.75223 25.34 <.0001 ulangan(hari) 2 20.36710 10.18355 1.85 0.1999 hari*jenis 12 418.95550 34.91296 6.33 0.0016 Tests of Hypotheses Using the Type III MS for ulangan(jenis) as an Error Term Source DF Type III SS Mean Square F Value Pr > F Jenis 6 16434.34860 2739.05810 395.51 <.0001 Tests of Hypotheses Using the Type III MS for ulangan(hari) as an Error Term Source DF Type III SS Mean Square F Value Pr > F Hari 2 279.5044619 139.7522310 13.72 0.0679 Terlihat bahwa faktor jenis (jenis sabun) dan hari memiliki p-value sebesar <0.0001. Nilai ini kurang dari 0.05 sehingga dapat dikatakan bahwa baik jenis sabun maupun hari berpengaruh nyata terhadap respon. Sehingga dapat dilakukan uji lanjut terhadap kedua faktor tersebut. Adapun interaksi antara jenis dan hari memiliki nilai p-value sebesar 0.0016. Nilai ini juga lebih kecil dari 0.05 yang berarti bahwa interaksi antara jenis dan hari juga berpengaruh nyata terhadap respon.
Uji Anova
Untuk melihat pengaruh jenis Hipotesis:
H0 : α1= α2= α3 = ... = α7=0
H1 : minimal ada satu αi ≠ 0
Keputusan :
Karena p-value (<0.0001) < alpha(0,05) maka tolak H0 sehingga dapat dinyatakan bahwa jenis sabun berpengaruh signifikan terhadap respon.
Alpha 0.05 Error Degrees of Freedom 6 Error Mean Square 6.925336
Number of Means 2 3 4 5 6 7 Critical Range 3.718 3.853 3.920 3.954 3.969 3.972
Means with the same letter are not significantly different. Duncan Grouping Mean N jenis
A 64.675 6 A B 43.438 6 G C 21.715 6 F D 16.438 6 D E 11.820 6 E E E 11.040 6 C F 5.705 6 B
Pada tabel di atas terlihat bahwa nilai antioksidan pada semua jenis sabun berbeda secara signifikan kecuali antara sabun dengan kode E dan C yaitu sabun dengan penambahan fraksi etil asetat 0.25% dan sabun dengan penambahan fraksi etanol air 0.5%.
Duncan's Multiple Range Test for respon
Note: This test controls the Type I comparisonwise error rate, not the experimentwise error rate.
Alpha 0.05
Error Degrees of Freedom 2 Error Mean Square 10.18355
Number of Means 2 3 Critical Range 5.190 4.958
Means with the same letter are not significantly different. Duncan Grouping Mean N hari
A 28.507 14 1
A
B A 24.004 14 2
B
B 22.416 14 3
Pada tabel di atas terlihat bahwa respon yang berupa aktivitas antioksidan sabun, nilainya tidak berbeda nyata antara hari pengamatan pertama dan kedua, begitu pula dengan hari pengamatan kedua dan ketiga. Namun nilai aktivitas antioksidan antara hari pertama dan hari ketiga berbeda secara signifikan.
600000 800000 1000000 1200000 1400000 1600000 1800000 2000000 37.02 33.20 34.69 26.98 25.23 TIC: A_1.D
Lampiran 8. Hasil analisis GC-MS ekstrak dan fraksi ekstrak daun dan ranting jarak pagar
2200000 2400000 2600000 2800000 Abundance 12.09 12.86 12.98 13.04 13.18 1133.2.365 13.46 13.65 13.77 13.95 14.82 14.86 14.95 15.15 15.21 15.31 16.97
b. Fraksi Etanol Air
8.00
10.00
12.00
14.00
16.00
18.00
20.00
22.00
24.00
26.00
28.00
30.00
200000
400000
600000
800000
1000000
1200000
1400000
1600000
Tim
e-->
Abundance
TIC: A2.D
7.84
17.30
6.44
7.10
7.16
7.69
7.98
8.05
8.35
9.88
10.34
10.44
11.11
11.20
11.42
12.06
12.83
13.02
13.15
13.23
13.33
13.46
13.54
13.58
13.73
14.93
15.28
16.94
19.80
19.87
c. Fraksi etil asetat 100000 200000 300000 400000 500000 600000 700000 800000 900000 Abundance TIC: A3.D 16.01 10.77 13.21 13.43 23.55 3.78 6.87 7.84 7.87 8.55 8.92 9.16 9.55 9.60 9.82 12.61 13.86 14.60 12.01 12.20 13.58 10.86 13.34 15.44 10.93 11.39
d. Ekstrak kasar maserasi Abundance 8.00 10.00 12.00 14.00 16.00 18.00 20.00 22.00 24.00 26.00 28.00 30.00 32.00 34.00 TIC: SAMPEL_UL.D 750000 50000 100000 150000 200000 250000 300000 350000 400000 450000 500000 550000 600000 650000 700000 18.78 17.58 33.86 19.34 16.36 19.24 19.50 6.37 13.47 14.88 15.12 14.98 13.32 Time-->