SINTESIS DAN KARAKTERISASI SILVER NANOPARTIKEL (Ag NPs) SINTESIS DAN KARAKTERISASI SILVER NANOPARTIKEL (Ag NPs)
SEBAGAI
SEBAGAI
COATING
COATING ST
STAI
AI NL
NL EE SS STE
SS STE EE LL
(SS316L) PADA KASUS (SS316L) PADA KASUS INFEKSI TULANGINFEKSI TULANG (OSTEOMIELITIS)(OSTEOMIELITIS)
BIDANG KEGIATAN: BIDANG KEGIATAN: PKM PENELITIAN EKSAKTA PKM PENELITIAN EKSAKTA Diusulkan Oleh : Diusulkan Oleh : Ilham
Ilham Alif Alif Furqon Furqon Ketua Ketua 081511733000815117330044 Salman
Salman Almaghribi Almaghribi Suwandi Suwandi Anggota Anggota 081511731020081511731020 Muhammad
Muhammad Ihsan Ihsan Hanif Hanif Anggota Anggota 081811733035081811733035
UNIVERSITAS AIRLANGGA UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA SURABAYA 2018 2018
ii ii
Nanopartikel Sebagai
Nanopartikel Sebagai Coating Coating
Stainless Steel (SS316L) pada Kasus Stainless Steel (SS316L) pada Kasus Infeksi Tulang (Osteomielitis)
Infeksi Tulang (Osteomielitis) 2.
2. Bidang Bidang Kegiatan Kegiatan : : PKM-PEPKM-PE 3.
3. Ketua Pelaksana KegiatanKetua Pelaksana Kegiatan a.
a. Nama Lengkap Nama Lengkap : Ilham Alif Furqon: Ilham Alif Furqon b.
b. NIM NIM : 081511733009: 081511733009 c.
c. Jurusan Jurusan : : Teknik Teknik BiomedisBiomedis d.
d. Universitas Universitas : : AirlanggaAirlangga e.
e. Alamat Alamat Rumah Rumah dan dan Telp Telp / / HP HP : : Griya Griya Bhayangkara Bhayangkara Blok Blok M-12M-12 Sukodono,
Sukodono, Sidoarjo/081234414Sidoarjo/081234414314314 f.
f. EmailEmail : [email protected]: [email protected] 4.
4. Anggota Anggota Pelaksana Pelaksana Kegiatan Kegiatan : : 2 2 orangorang 5.
5. Dosen PendampingDosen Pendamping a.
a. Nama Lengkap dan Gelar Nama Lengkap dan Gelar : Dr. Aminatun Ir., M.Si.: Dr. Aminatun Ir., M.Si. b.
b. NIDN NIDN : 0028106810: 0028106810 c.
c. Alamat Alamat Rumah Rumah Telepon Telepon : : Kejawan Kejawan Putih Putih Tambak Tambak 7C 7C / / 21,21, Surabaya /
Surabaya / 085854653408585465346868 6.
6. Biaya Kegiatan TotalBiaya Kegiatan Total a.
a. Kemristekdikti Kemristekdikti : : Rp. Rp. 11.378.50011.378.500 b.
b. Sumber Sumber Lain Lain : : Rp. Rp. 0,- 0,-7.
7. Jangka Jangka Waktu Waktu Pelaksanaan Pelaksanaan : : 5 5 bulanbulan
Surabaya, 24 Oktober 2018 Surabaya, 24 Oktober 2018 Menyetujui
Menyetujui Wakil
Wakil Dekan Dekan I I Ketua Ketua Pelaksana Pelaksana KegiatanKegiatan Fakultas Sains dan Teknologi
Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga
Universitas Airlangga
(Dr.
(Dr. Hartati, Hartati, Dra. Dra. M.Si.) M.Si.) (Ilham (Ilham Alif Alif Furqon)Furqon) NIP. 195911
NIP. 195911151987032002 151987032002 NIM. 081511733009NIM. 081511733009 Direktur
Direktur Kemahasiswaan Kemahasiswaan Dosen Dosen PendampingPendamping Universitas Airlangga
Universitas Airlangga
(Dr.
(Dr. M. M. Hadi Hadi Shubhan, Shubhan, S.H., S.H., M.H., M.H., CN.) CN.) (Dr. (Dr. Aminatun Aminatun Ir., Ir., M.Si.)M.Si.) NIP. 197304
iii
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
DAFTAR ISI ... iii
BAB 1. PENDAHULUAN ... 1
1.1.Latar Belakang Masalah ... 1
1.2.Rumusan Masalah ... 2
1.3.Tujuan Penelitian ... 2
1.4.Luaran Yang Diharapkan ... 3
1.5.Manfaat Penelitian ... 3
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ... 3
2.1 Anatomi Tulang ... 3
2.2 Osteomielitis ... 4
2.3 Stainless steel (SS316L) ... 4
2.4 Silver Nanopartikel ( AgNPs) ... 5
BAB 3. METODE PELAKSANAAN ... 5
3.1 Tempat dan Waktu Pelaksanaan ... 5
3.2 Bahan dan Alat Penelitian ... 5
3.3 Variabel Penelitian ... 6
3.4 Teknik Pengumpulan data ... 6
3.4.1 Uji UV Vis Spectrophotometer ... 6
3.4.2 Uji Scanning Electrone Microscope (SEM) ... 6
3.4.3 Uji PSA ... 6
3.4.4 Uji XRD ... 6
3.4.5 Uji Aktivitas Bakteri ... 7
3.5 Analisis Data ... 7
3.6 Rancangan Penelitian ... 8
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ... 8
4.1 Anggaran Biaya ... 8
4.2 Jadwal Kegiatan ... 9
BAB 5. DAFTAR PUSTAKA ... 9
BAB 6. LAMPIRAN-LAMPIRAN ... 11
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota dan Dosen Pendamping yang Ditanda Tangani ... 11
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan ... 16
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan PembagianTugas ... 17
BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
Infeksi yang berkaitan dengan pembedahaan dalam rangka memasang implan masih menjadi suatu hal yang serius karena banyak pasien yang menderita, bahkan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan komplikasi hingga akhirnya mengalami kematian (Zhao El, 2009). Infeksi yang disebabkan oleh bakteri berkaitan dengan perangkat implan seperti halnya catheter , dan juga proshtetic buatan lainnya menyajikan data yang serius terkait problematika pada ranah biomedis. Di Amerika saja terdapat total 2,6 juta implan yang terpasang tiap tahunnya dan ada sekitar 112.000 (4,3%) yang terjangkit infeksi (Darouchi, 2004) Sedangkan untuk angka infeksi pada implan kardiovaskular bahkan lebih tinggi (7,4%), Ketika mempertimbangkan semua perangkat yang tertanam di dalam tubuh, jumlah infeksi yang terkait dengan implan mendekati sekitar kurang lebih 1 juta per tahunnya. Antibiotik yang diberikan secara sistemik untuk menanggulangi infeksi yang diakibatkan oleh bakteri pun memiliki tingkat efikasi (kemampuan untuk mencapai tujuan) yang lebih rendah dibandingkan dengan pemasangan implan. Maka, wajar bila pemasangan implan atau amputasi telah menjadi sesuatu yang biasa bagi penderita. Meski kemudian harus merasakan sakit dan penderitaan yang parah, pasien juga harus mengeluarkan biaya yang besar.
Sehingga dapat diperkirakan jumlah pengguna implan biomedis akan terus bertambah, karena menurut Dayo dalam Evan M Hetrick jumlah penggantian tulang panggul dari tahun 1996 sampai dengan 2001 meningkat sebesar 14%. Pada tingkat sel, infeksi yang berkaitan dengan implan terjadi akibat adanya adhesi bakteri ke permukaan biomaterial. Adhesi bakteri sendiri merupakan proses masuk atau menempelnya bakteri pada permukaan sel inang. Setelah dilakukan implantasi akan ada persaingan antara kecepatan bahan untuk berintegrasi dengan jaringan di sekelilingnya dan juga adhesi bakteri pada permukaan biomaterial. Beruntung bilamana bahan dan jaringan terlebih dahulu ber integrasi sehingga tidak memberikan kesempatan pada bakteri untuk berkolonisasi. Namun, apabila terjadi kondisi sebaliknya, yakni bakteri berhasil berkolonisasi pada permukaan implant maka sistem imun dalam jaringan seringkali tidak mampu mencegah kolonisasi. Menurut Gristina dalam Evan M Hetrick enam jam pasca implantasi, merupakan periode penentu keberhasilan jangka panjang implan. Karena jika dibiarkan bakteri yang telah berkoloni akan membentuk biofilms pada permukaan implan, dan biofilms sangatlah resisten terhadap respon imun dan terapi antibiotik secara sistemik sekalipun. Dengan demikian, perkembangan bakteri menjadi biofilms merupakan penyebab utama terjadinya infeksi pada implan tulang.
Para ahli di bidang farmasi dan juga para peneliti lainnya menyadari bahwa biofilms yang disebabkan oleh kolonisasi bakteri memiliki sifat resisten
terhadap antibiotik, maka sedang dikembangkan material atau agen antibakteri baru. Disini muncul nanomaterial sebagai suatu jawaban agen antimikroba baru karena rasio atau perbandingan luas permukaan yang tinggi terhadap volume juga memiliki sifat yang unik, baik secara kimia maupun fisika (Morones et al., 2005; Kim et al., 2007). Nanopartikel adalah kelompok atom dalam kisaran ukuran 1-100 nm. "Nano" adalah kata Yunani yang identik dengan arti kata yang sangat kecil. Penggunaan nanopartikel mendapatkan dorongan di abad ini karena memiliki sifat kimia, optik dan mekanis yang sesuai. Nanopartikel metalik merupakan material yang paling menjanjikan dalam urusan antimicroba karena menunjukkan sifat antibakteri yang baik serta luas permukaannya yang besar terhadap rasio volume, yang mana muncul sebagai minat saat ini pada peneliti karena pertumbuhan resistensi mikroba terhadap ion logam, antibiotik dan pengembangan strain resisten. (Gong et al., 2007). Penyelidikan saat ini mendukung bahwa penggunaan ion perak atau logam perak serta nanopartikel perak dapat dimanfaatkan dalam pengobatan untuk perawatan luka bakar, bahan gigi, bahan pelapis stainless steel, kain tekstil, pengolahan air, lotion tabir surya, dll. Dan memiliki toksisitas rendah untuk sel manusia, stabilitas termal tinggi dan volatilitas rendah (Duran et al., 2007).
Berdasarkan penelitian dan problematika yang tersebut diatas penulis termotivasi untuk membuat agen antimikroba dalam bentuk coating implan tulang logam ( stainless steel ) untuk menanggulangi kasus infeksi pasca operasi akibat bakteri dengan menggunakan silver nanopartikel (Ag NPs) yang didapatkan dari reaksi reduksi kimia sebagai bahan utama. Sehingga didapatkan sampel yang siap untuk diaplikasikan pada coating stainless steel dengan metode spray coating .
1.2 Rumusan Masalah
Permasalahan yang kami angkat dalam penelitian ini meliputi :
1. Bagaimana pengaruh variasi konsentrasi coating silver nanopartikel (Ag NPs) pada stainless steel SS316L?
2. Berapa konsentrasi optimal silver nanopartikel (Ag NPs) pada coating stainless steel SS316L?
1.3 Tujuan Penelitian
Sejalan dengan masalah yang kami angkat, kami mempunyai beberapa tujuan yang harus tercapai, yaitu :
1. Mengetahui pengaruh konsentrasi silver nanopartikel (Ag NPs) pada stainless steel SS316L.
2. Mengetahui konsentrasi optimal silver nanopartikel (Ag NPs) pada coating stainless steel SS316L.
1.4 Luaran yang Diharapkan
Luaran yang diharapkan dalam Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) ini adalah penelitian ini dapat memberikan inovasi pada stakeholder yang bergerak dibidang orthopedi di Indonesia. Diharapkan dari PKM ini dokter, user , maupun stakeholder dari implan ortophedi mendapatkan kualitas implan yang lebih baik, yakni implan tulang logam yang memiliki lapisan antibakteri agar infeksi yang selama ini diketahui terjadi akibat adanya reaksi inflamasi antara jaringan dan implan yang tertanam di tubuh dapat di cegah. Sehingga implan tidak bersifat toksik dan dapat bertahan lebih lama di dalam tubuh manusia.
1.5 Manfaat Penelitian
1. Mengetahui manfaat silver nanopartikel (Ag NPs) sebagai coating implan tulang logam SS316L.
2. Menghasilkan referensi sintesis dan karakterisasi silver nanopartikel (Ag NPs) sebagai coating implan tulang logam SS316L.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Anatomi Tulang
Tulang menurut jenisnya dibagi menjadi dua, yaitu tulang rawan (kartilago) dan tulang keras (osteon). Penyusun utama tulang adalah kolagen (20% berat), kalsium fosfat (69% berat) dan air (9% berat). Sebagai tambahan, bahan organik lain seperti protein, polisakarida dan lemak juga terdapat dalam jumlah yang kecil. Mineral tulang terdiri dari submikroskopik kristal apatit kalsium dan fosfat, menyerupai hidroksiapatit dengan struktur kristal (Ca10(PO4)6(OH)2). Ion mineral
lainnya adalah (C6H5O7-4), karbonat (CO3-2), fluoride (F-), dan ion hidroksil (OH-)
(Park et al, 2007 ).
2.2 Osteomielitis
Osteomielitis adalah peradangan tulang yang disebabkan oleh organisme pyogenic. Secara historis, Osteomielitis telah dikategorikan sebagai akut, subakut atau kronis, dengan penyajian masing-masing jenis berdasarkan waktu serang penyakit (yaitu kejadian, infeksi, atau cedera). Osteomielitis akut berkembang dalam waktu dua minggu setelah penyakit
menyerang, Osteomielitis subakut dalam satu sampai beberapa bulan, dan Osteomielitis kronis setelah beberapa bulan.(Carek et al ., 2001). Perangkat implan yang ditanam di dalam dan di sekitar tulang merupakan faktor risiko untuk perkembangan osteomielitis. Karena tingginya tingkat total hip replacement dan total knee replacement , endoprostheses merupakan sumber infeksi yang semakin umum, meskipun infeksi implan lain seperti perangkat fiksasi internal ortopedi juga sering terlihat. Bakteri dapat menyebar dan berkembang biak dengan bebas di ruang yang tidak tervaskularisasi yang kurang dapat diakses oleh mekanisme pertahanan tubuh manusia.(Baptista dan João, 2012).
2.3 Stainless Steel
Stainlesss steel merupakan baja yang tahan terhadap korosi dan cocok digunakan sebagai implan tubuh manusia (Park et al. 2007). Selain itu, bahan material logam ini sering digunakan untuk implan orthopedis karena harganya yang murah dan ketersediaan bahan bakunya yang melimpah dan pembuatannya yang relatif lebih mudah (Gary dan Nutt, 2002). Penggunaan Stainlesss steel dalam tubuh manusia dapat diaplikasikan dalam bentuk bone plate (Park dan Brozino, 2000). Dalam aplikasinya, Stainlesss steel pertama digunakan untuk bahan implan adalah stainlees steel tipe 302 yang lebih kuat dari baja dan lebih tahan terhadap korosi. Kandungan vanadium dari baja tipe tersebut tidak lagi dibutuhkan karena ketahanan terhadap korosi yang buruk. Kemudian diperkenalkan stainlees steel dengan kandungan molibdenum yang dapat meningkatkan ketahanan korosi terhadap air garam. Stainlesss steel ini dikenal dengan stainlees steel tipe 316. Pada tahun 1950 kandungan karbon dari stainlees steel ini dikurangi dari 0,08 w/o ke 0,03 w/o dan kemudian dikenal sebagai stainlees steel tipe 316L (Park et al. 2007).
Stainlesss steel yang digunakan dalam aplikasi biomedis berbeda dalam struktur mikro dan komposisi kimia, dan mereka di klasifikan sebagai martensit, feritik, dan austenitik stainlesss steel yang berhubungan dengan struktur mikro mereka. Di sisi lain, berdasarkan komposisi kimia, martensit dan feritik baja tahan karat yang dikelompokkan sebagai paduan kromium dan karbon, sementara baja austenitik adalah kelompok stainlesss steel dengan jenis chromium-nikel. Unsur Fe merupakan unsur dominan yang menyusun logam stainlees steel 316L. SS316L ini tidak dapat ditingkatkan sifat kekerasannya pada perlakuan panas, akan tetapi kekuatan dan kekerasannya
dapat meningkat pada suhu ruang diikuti dengan penurunan sifat keuletan material tersebut (Anghelina et al . 2013). Dalam aplikasinya sebagai biomaterial, stainlees steel jenis ini paling banyak digunakan sebagai implan dibanding logam lain karena sifatnya yang mendukung segala kebutuhan yang dibutuhkan oleh implan.
2.4 Silver Nanopartikel (AgNPs)
Koloid perak telah lama diketahui memiliki sifat antimikroba. Kemampuan antimikroba perak dapat membunuh semua mikroorganisme patogenik, dan belum dilaporkan adanya mikroba yang resisten terhadap perak. Bentuk dan ukuran nanopartikel perak sangat penting dalam penentuan sifat optik, listrik, magnet, katalis dan antimikrobanya. Semakin kecil ukuran partikel semakin besar efek antimikroba. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi ukuran partikel dalam sintesis yaitu temperatur larutan, konsentrasi garam dan agen pereduksi dan waktu reaksi. Berdasarkan kegunaannya sebagai agen antibakteri, nanopartikel perak yang dihasilkan akan diaplikasikan sebagai lapisan antibakteri penyebab luka infeksi. Mikroba penyebab infeksi yang paling sering dijumpai adalah Staphylococcus aureus, Eschericia coli dan Bacillus subtilis. Ketiga bakteri tersebut merupakan bakteri penghasil toksin yang berbahaya bagi manusia dan kebal terhadap antibiotik. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan upaya pengendalian kehidupan bakteri penyebab infeksi luka (Ariyanta et al.2014).
BAB 3. METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Kegiatan penelitian ini akan dilaksanakan selama 5 bulan. Penelitian ini akan dilaksanakan di Laboratorium Fisika Material Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga, Laboratorium Kimia Analitik Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga, Laboratorium Dasar Bersama Universitas Airlangga, Laboratorium FMIPA Universitas Negeri Surabaya, Laboratorium Teknik Material dan Metalurgi Fakultas Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, dan Lab Gastrointestinal Institute of Tropical Disease.
3.2. Bahan dan Alat Penelitian
Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi alat gelas (Pirex), magnetic stirrer (IKAMAG), oven, neraca analitik (Ohaus), Spektrometer UV-Vis (Simadzu tipe UV mini 1240), Particle Size Analyzer (Malvern), dan Transmission Electron Microscope (JEM-1400), coloni counter, cawan petri, inkubator, jarum ose, autoklaf, lampu spiritus.
Bahan yang digunakan untuk penelitian ini meliputi trisodium sitrat (Na3C6H5O7,99%), perak nitrat (AgNO3, 99%), aquades steril, stainless steel
(SS316L), suspensi bakteri Staphylococcus aureus, Eschericia coli dan Bacillus subtilis.
3.3. Variabel Penelitian
1) Variabel Bebas : variasi konsentrasi Ag NPs.
2) Variabel Terikat : karakteristik coating Ag NPs (ukuran partikel, struktur kristal, morfologi permukaan, antibakteri)
3.4. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi beberapa pengujian : Proses uji sampel dilakukan untuk mengetahui karakter dan struktur dari AgNps dan aktivitas antibakteri yang dihasilkan. Beberapa jenis pengujian yang dilakukan adalah analisa data dengan Uji UV Vis
Spectrophotometer, Uji XRD, Uji PSA, dan Uji Aktivitas Bakteri. 3.4.1. Uji UV
Vis Spectrophotometer
UV Vis merupakan teknik uji yang sangat berguna untuk melihat hasil struktur dan stabilitas silver nanopartikel. Dimana silver nanopartikel (AgNPs) memiliki sifat optik yang unik sehingga dengan mudah bereaksi dengan Panjang gelombang tertentu. Selain itu UV Vis memiliki kelebihan yang cepat, mudah, sederhana, sensitif, dan selektif untuk berbagai jenis nanopartikel (Zhang et al . 2016).
3.4.2. Uji
Scaning Electron Microscope
(SEM)Dengan melakukan pengujian menggunakan SEM kita dapat melihat morfologi partikel dan memperoleh histogram dari gambar dengan mengukur morfologinya secara manual atau dengan menggunakan perangkat lunak tertentu. Keterbatasan SEM adalah bahwa ia tidak dapat menganalisa struktur internal, tetapi dapat memberikan informasi berharga mengenai kemurnian dan tingkat agregasi partikel. SEM modern beresolusi tinggi mampu mengidentifikasi morfologi nanopartikel di bawah level 10 nm. (Zhang et al . 2016).
3.4.3. Uji PSA
Particle Size Analyzer (PSA) adalah instrumen yang digunakan untuk mengkarakterisasi distribusi ukuran partikel dalam suatu sampel. PSA dapat diaplikasikan pada material padat, suspensi, emulsi dan aerosol. PSA hanya spesifik untuk menentukan ukuran partikel yang berbentuk lingkaran. Selain untuk menentukan ukuran partikel, PSA juga dapat digunakan untuk menentukan volume setiap partikel di dalam sampel (Zhang et al ., 2016).
3.4.4. Uji XRD
Difraksi sinar-X (XRD) adalah teknik analisis populer yang telah digunakan untuk berbagai macam analisis seperti struktur molekul dan kristal, identifikasi kualitatif dari berbagai senyawa, resolusi kuantitatif dari spesies kimia, mengukur tingkat kristalinitas, substitusi isomorf, ukuran partikel, dll. Ketika sinar X-ray mencerminkan kristal apa pun, ia mengarah pada pembentukan banyak pola difraksi, dan pola-pola tersebut mencerminkan sifat fisis dan kimia, sehngga dapat mencerminkan karakterisasi pada sampel yang di teliti (Zhang et al ., 2016).
3.4.5. Uji Aktivitas Anti Bakteri
Uji aktivitas antibakteri bertujuan untuk mengetahui batas kepekaan suatu senyawa antibakteri terhadap suatu bakteri tertentu. Salah satu metode yang sering digunakan adlaah metode difusi. Pada penelitian ini digunakan metode difusi cakram, yakni metode yang menggunakan suatu cakram kertas saring yang mendukung zat anti mikroba dengan kekuatan tertentu. Kelebihan dari metode ini adalah jumlah zat yang digunakan dapat diatur, namun kekurangannya tidak kuantitatif karena tidak semua zat aktif terserap dalam agar (Jawetz & Adelberg, 2005).
3.5. Analisis Data
Pada uji UV Vis akan didapatkan gambaran struktur dari silver nanomaterial setelah di sintesis, pada uji XRD akan didapatkan grafik peak per peak yang menandakan sifat kristalinitas dari suatu bahan (dalam hal ini AgNPs), pada uji aktivitas anti bakteri akan didapatkan grafik reaksi bakteri terhadap sampel yang telah kita preparasika dengan beragam komposisi.
3.6. Rancangan Penelitian
Gambar 3.7. Diagram Alir Penelitian
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN 4.1. Anggaran Biaya
Ringkasan anggaran biaya disusun seperti pada Tabel 1 berikut: Tabel 1. Ringkasan Anggaran Biaya 1
No. Jenis Pengeluaran Biaya (Rp.) 1. Peralatan Penunjang 818.500 2. Bahan Habis Pakai 891.000 3. Pengujian / Operasional 6.500.000 4. Akomodasi 630.000 5. Lain-lain 1.460.000 Jumlah 11.378.500 1. UV Vis Spectrophotometer
4. Uji XRD 5. Uji Aktivitas Bakteri
3. Uji SEM 2. Uji PSA Ag NPs Karakterisasi Spray Coating Stainless Steel Persiapan Alat dan Bahan
4.2. Jadwal Kegiatan
Penelitian akan dilakukan selama 5 bulan pada tahun 2019 dengan perincian jadwal tersusun pada Tabel 2:
Tabel 2. Jadwal kegiatan penelitian
No. Kegiatan Bulan
ke-I II III IV V
1 Studi pustaka
2 Persiapan alat & bahan 3 Pembuatan sampel 4 Karakterisasi sampel 5 Pembahasan
6 Pembuatan laporan
BAB 5. DAFTAR PUSTAKA
Anghelina, FV., Ungrueanu, D.N., Bratu, V., Popescu, I.N., dan Rusanescu, C.O., 2013, Fine Structure Analysis of Biocompatible Ceramic Material Based Hydroxyapatite and Metallic Biomaterial 316L. Journal Applied Surface
Science, 65-71.
Ariyanta, Harits Atika. 2014. Preparasi Nanopartikel Perak dengan Metode Reduksi dan Aplikasinya Sebagai Antibakteri Penyebab Luka Infeksi.
Makassar: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.
Baptista, Mauricio S. dan João Paulo Tardivo. 2012. Osteomyelithis. Rijeka : Intech.
Carek, Peter J., Lori M. Dickerson, dan Jonathan L. Sack. 2001. Diagnosis and Management of Osteomyelitis. Leawood: American Family Phsycian.
Darouche, Rabih. 2004. Treatment of Infections Associated with Surgical Implants. N Engl J Med ; 350:1422-1429
Duran N, Marcarto PD, De Souza GIH, Alves OL, Esposito E, 2007. Antibacterial Effect of Silver Nanoparticles Produced By Fungal Process On Textile Fabrics And Their Effluent Treatment . J Biomed Nanotechnol ;3:203 – 8. Gary, L.W. dan Nut, M.J., 2002, Stainlesss Steel for Medical and Sugical
Gong P, Li H, He X, Wang K, Hu J, Tan W, et al, 2007. Preparation and Antibacterial Activity of Fe3O4 Ag Nanoparticles. Nanotechnology
;18:604 – 11.
Indriyanti, Ratna. Tanpa Tahun. Efek Korosi Dental Alloy Terhadap Parameter Imunologis; Tinjauan Inflamasi Gusi Setelah Pemasangan SSC . Bandung:
Univrsitas Padjadjaran.
Jawetz, E., Melnick, J.L. & Adelberg, E.A., 2005, Mikrobiologi Kedokteran, diterjemahkan oleh Mudihardi, E., Kuntaman, Wasito, E. B., Mertaniasih, N. M., Harsono, S., Alimsardjono, L., Edisi XXII, 327-335, 362-363, ,
Jakarta : Penerbit Salemba Medika.
Morones JR, Elechiguerra JL, Camacho A, Ramirez JT, 2005, The Bactericidal Effect of silver Nanoparticles. Nanotechnology ; 16:2346 – 53
Mulyaningsih, Nani dkk. 2014. Analisis Perbandingan Laju Korosi Material SS 304 Lapis Ni-Cr denganSS316L Terhadap Pengaruh Cairan Tubuh . Jakarta Pusat: Neliti.
Park, J.B., dan Lakes, R.S., 2007, Biomaterials An Introduction : Third Edition. New York: Springer.
Park, J.B., and Brozino, J.D., 2000, Biomaterials Principles and Applications. Florida: CRC Press.
Zhang, Xi-Feng, Zhi-Guo Liu , Wei Shen, dan Sangiliyandi Gurunathan. 2016. Silver Nanoparticles: Synthesis, Characterization, Properties, Applications, and Therapeutic Approaches. Basel: International Journal of
Molecular Sciences.
Zhang, Xi-Feng, Zhi-Guo Liu , Wei Shen, dan Sangiliyandi Gurunathan. 2016. Silver Nanoparticles: Synthesis, Characterization, Properties, Applications, and Therapeutic Approaches. Basel: International Journal of
Molecular Sciences.
Zhao L, Chu PK, Zhang Y, Wu Z, 2009, Antibacterial Coatings on Titanium implants. J Biomed Mater Res B Appl Biomater : 91(1):470 – 480..
LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota, dan Dosen Pembimbing yang ditandatangani
Lampiran Ketua A. Identitas Diri
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SD Muhammadiyah 1-2 Taman SMP Negeri 2 Taman SMA Muhammadiyah 1 Taman Jurusan - - IPA Tahun Masuk – Lulus 2003 – 2009 2009 - 2012 2012 – 2015 C. Pemakalah Seminar Ilmiah
(Oral Presentation)
No Nama Pertemuan Ilmiah / Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
1. - -
-D. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)
No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan
Tahun
1. - -
-Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggung jawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-PE.
Surabaya, 24 Oktober 2018 Pengusul,
(Ilham Alif Furqon) 1. Nama Lengkap Ilham Alif Furqon
2. Jenis Kelamin Laki Laki
3. Program Studi S1 Teknik Biomedis
4. NIM 081511733009
5. Tempat dan Tanggal Lahir Jember, 23 Oktober 1996
6. E-mail [email protected]
Lampiran Anggota 1 A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap Salman Almaghribi Suwandi
2. Jenis Kelamin Laki Laki
3. Program Studi S1 Teknik Biomedis
4. NIM 081511733020
5. Tempat dan Tanggal Lahir Kediri, 17 April 1998
6. E-mail [email protected]
7. Nomor Telepon / HP 081249501847
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDIT Thariq bin Ziyad
SMPIT Iqro’ SMA Negeri 2 Kediri
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk – Lulus 2003 – 2009 2009 – 2012 2012 – 2015 C. Pemakalah Seminar Ilmiah
(Oral Presentation)
No Nama Pertemuan Ilmiah / Seminar
Judul Artikel Ilmiah
Waktu dan Tempat
1. - -
-D. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)
No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan
Tahun
1. - -
-Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggung jawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-PE.
Surabaya, 24 Oktober 2018 Pengusul,
Lampiran Anggota 2 A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap Muhammad Ihsan Hanif
2. Jenis Kelamin Laki-Laki
3. Program Studi Teknik Biomedis
4. NIM 081811733035
5. Tempat dan Tanggal Lahir Tuban, 12 Maret 2001
6. E-mail [email protected]
7. Nomor Telepon / HP 081334560830
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDIT Al Uswah Tuban
SMPN 3 Tuban MAN 2 Kota Malang
Jurusan -
-Tahun Masuk – Lulus
2007-2013 2013-2016 2016-2018
C. Pemakalah Seminar Ilmiah
(Oral Presentation)
No Nama Pertemuan Ilmiah /Seminar
Judul Artikel Ilmiah
Waktu dan Tempat
1. - -
-D. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)
No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan
Tahun
1. - -
-Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggung jawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-PE.
Surabaya, 24 Oktober 2018 Pengusul,
Lampiran Dosen Pembimbing A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Dr. Aminatun Ir. , M.Si.
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Fisika
4 NIDN 0028106810
5 Tempat dan Tanggal Lahir Sumenep, 28 Oktober 1968
6 E-mail [email protected]
7 Nomor Telepon / HP 085854653468 B. Riwayat Pendidikan
S1 S2 S3
Nama Institusi Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Institut Teknologi Bandung
Universitas Airlagga
Jurusan Fisika Fisika MIPA (Fisika)
Tahun Masuk - Lulus 1987-1992 1995-1998 2010-2015
C. Pemakalah Seminar Ilmiah
(Oral Presentation)
NoNama Pertemuan Ilmiah / Seminar
Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat 1 The 2nd International Conference Postgraduate School Universitas Airlangga
Characteristics of Composite Scaffold Chitosan-Chondroitin Sulphate /Hydroxyapatite as The Candidate of Bone Graft, (Aminatun, Tia Rahayu W, Dolfi Varton and Prihartini Widiyanti)
July, 10th
–
11th , 2018, Postgraduate School Universitas Airlangga 2 Seminar Nasional Material 2017Karakterisasi Scaffold Komposit
Nano-Hidroksiaptit/Kitosan/Carboxymethyl Cellulose (Aminatun, Muhammad Husni Ibrahim, Jan Ady, Dyah Hikmawati dan Moh Yasin)
ITB- 26 Agustus 2017 3 1 st International Conference on Physical Instrumentation and Advanced Materials
Hydroxyapatite Coating On Cobalt Alloys By Using Electrophoretic Deposition Method. (Aminatun1*,
Shovita M1., Chintya K.I., Dwi W.,2 Dyah H. And M.Yasin)
Surabaya, October 27th 2016 Hotel Santika-Surabaya 4 5 th International Conferences and Workshops on Basic and Applied
Sciences 2015 (ICOWOBAS)
Deposition Voltage effect of
Electrophoretic Deposition method for Coating Co alloy with
Hidroxyapatite from Cuttlefish (sepia sp.) bone
(Chintya K.I, Dyah H and
Aminatun
)October 16-17th, 2015
Unair-Surabaya
5
Indonesian Biomaterials
Conference 2014 and the 2nd Region Bio Materials
Scientific Meeting 2014
Hydroxyapatite from Cuttlefish Bone Dip-Coating on Cobalt Alloy
Material Implant (
Aminatun,
Retna A, Yusril Yusuf dan Suhariningsih)18-19 September 2014, Hotel
Bumi Surabaya
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggung jawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM-PE.
Surabaya, 24 Oktober 2018 Pembimbing,
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan 1. Peralatan Utama dan Penunjang
2. Bahan Habis Pakai
Material Justifikasi
Pemakaian Kuantitas
Harga Satuan
(Rp) Jumlah (Rp)
Perak (AgNO3) 99% 1 Liter 750.000 750.000
Na3C6H5O799% 1 Kilogram 50.000 50.000
Stainless steel 1 Meter 100.000 100.000
Aquades 10 Liter 10.000 100.000 SUB TOTAL (Rp) 1.000.000 3. Pengujian / Operasional Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp)
Uji UV Vis 6 Sampel
1 x 6
Sampel 100.000/Sampel 600.000 Uji PSA 1 Sampel 1 Sampel 200.000/Sampel 200.000
Uji XRD 6 Sampel
1 x 6
Sampel 350.000/Sampel 2.100.000
Uji SEM 6 Sampel
1 x 6
Sampel 400.000/Sampel 2.400.000 Uji Aktivitas bakteri 2 Stick 1 x 2 Stick 1.000.000/Stick 2.000.000
SUB TOTAL (Rp) 7.300.000 Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp) Gelas Bekker (250 ml) 5 Buah 5 Buah 35.000 175.000 Gelas Bekker (500 ml) 2 Buah 2 Buah 50.000 100.000
Gelas Ukur 3 Buah 3 Buah 50.000 150.000
Plat Kaca 2 Buah 2 Buah 50.000 100.000
Pipet 3 Buah 3 Buah 10.000 30.000
Pinset 3 Buah 3 Buah 15.000 45.000
Tissue 2 Pack 2 Pack 16.000 32.000
Kertas Label 3 Pack 3 Pack 13.000 39.000
Spatulla 3 Buah 3 Buah 5.000 15.000
Spong filter paper 5 Buah 5 Buah 25.500 132.500
4. Biaya Akomodasi
Material Justifikasi
Pemakaian Kuantitas
Harga Satuan
(Rp) Jumlah (Rp)
Ongkos Kirim Bahan 4 Bahan 4 Bahan 50.000 200.000
Transportasi 3 Orang 3 Orang 200.000 600.000
SUB TOTAL (Rp) 800.000
5. Lain-Lain
Material Justifikasi Pemakaian Kuantitas Harga Satuan
(Rp) Jumlah (Rp) Penyusunan
Laporan 5 Eksemplar 5 Eksemplar 60.000 300.000
Sewa
Laboratorium 4 Bulan 4 Bulan 250.000/Bulan 1.000.000
Dokumentasi 4 Bulan 4 Bulan 40.000 160.000
SUB TOTAL (Rp) 1.460.000
TOTAL KESELURUHAN 11.378.500
Lampiran 3.Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas
No
. Nama/NIM
Program
Studi Bidang Ilmu
Alokasi Waktu (jam/min
ggu)
Uraian Tugas
1. Ilham Alif Furqon 081511733009 Teknik Biomedis Biomaterial 10 jam/ minggu Mengkoordinir persiapan bahan dan alat Mengkoordinir pembuatan Nano-Hidroksiapatit 2. Salman Almaghribi Suwandi 081511733020 Teknik Biomedis Instrumentasi Medis 10 jam/ minggu Mengkoordinir pembuatan Gelatin Mengkoordinir hasil penelitian dan
penyusunan laporan akhir 3. Muhammad Ihsan Hanif 081811733035 Teknik Biomedis -10 jam/ minggu Mengkoordinir pengujian sampel dan melakukan analisis data
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Kegiatan
UNIVERSITAS AIRLANGGA
Kampus C Unair Mulyorejo Surabaya 60115 Telp. (031) 5929970, 5922267, Fax (031) 5911444
Website : http://www.km.unair.ac.id ; e-mail : [email protected]
SURAT PERNYATAAN KETUA PELAKSANA Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Ilham Alif Furqon
NIM : 081511733009
Program Studi : Teknik Biomedis Fakultas : Sains dan Teknologi
Dengan ini menyatakan bahwa proposal PKM-PE saya dengan judul: Sintesis dan Karakterisasi Silver Nanopartikel Sebagai
Coating
Stainless Steel (SS316L) pada Kasus Infeksi Tulang (Osteomielitis) yang diusulkan untuk tahun anggaran 2019 bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain.Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini, maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar- benarnya.
Surabaya, 24 Oktober 2018
Menyetujui, Yang menyatakan,
Wakil Dekan 1
Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga
Materai 6.000
(Dr. Hartati, Dra., M.Si.) Ilham Alif Furqon