BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
II..11 LLaattaar r BBeellaakkaanngg Tin
Tinggingginya ya tintingkat gkat krimkriminalinalitas itas saat saat ini ini berbberbandianding ng lurulurus s dengdengan an tingtingginyginyaa permintaan
permintaan visum. visum. Hal Hal ini ini menjadi menjadi perhatian perhatian kita kita sebagai sebagai dokter dokter umum, umum, karenakarena walaupun permintaan visum biasanya diajukan kepada rumah sakit besar baik umum walaupun permintaan visum biasanya diajukan kepada rumah sakit besar baik umum maupun swasta, tidak menutup kemungkinan permintaa
maupun swasta, tidak menutup kemungkinan permintaan n visum diajukan kepada kitavisum diajukan kepada kita sebagai dokter umum pada saat kita
sebagai dokter umum pada saat kita melakumelakukan tugas PTT di kan tugas PTT di suatu daerah. Untuk itusuatu daerah. Untuk itu sebagai dokter umum kita wajib dapat melakukan visum dan membuat laporannya sebagai dokter umum kita wajib dapat melakukan visum dan membuat laporannya melalui V et R.
melalui V et R.
Dalam setiap melakukan visum, perlu dilakukan pemeriksaan penunjang untuk Dalam setiap melakukan visum, perlu dilakukan pemeriksaan penunjang untuk mem
memperjeperjelas las dan dan memmembuktbuktikan ikan kebekebenaranaran n suatsuatu u kasukasus. s. ararena ena sebesebenarnnarnya, ya, padapada setiap kejadian kejahat
setiap kejadian kejahatan hampir selalu ada an hampir selalu ada barang bukti yang tertinggal, seperti yangbarang bukti yang tertinggal, seperti yang diperguna
dipergunakan oleh kan oleh seorang ahli hukum kenamaan !talia yang seorang ahli hukum kenamaan !talia yang bernama ". #erri, $%&'(bernama ". #erri, $%&'( $')*, bahwa ada yang dinamakan +saksi diam+ yang terdiri atas
$')*, bahwa ada yang dinamakan +saksi diam+ yang terdiri atas $. -enda atau tubuh manusia yang telah mengalami kekerasan. $. -enda atau tubuh manusia yang telah mengalami kekerasan. ). enjata atau alat yang dipakai untuk melakukan kejahatan. ). enjata atau alat yang dipakai untuk melakukan kejahatan.
/. 0ejak atau bekas yang ditinggalkan oleh si penjahat pada tempat kejadian. /. 0ejak atau bekas yang ditinggalkan oleh si penjahat pada tempat kejadian.
1. -enda(benda yang terbawa oleh si penjahat baik yang berasal dari benda atau tubuh 1. -enda(benda yang terbawa oleh si penjahat baik yang berasal dari benda atau tubuh
manusia yang mengalami kekerasan maupun yang berasal dari tempat kejadian. manusia yang mengalami kekerasan maupun yang berasal dari tempat kejadian. &.
&. -en-enda(bda(benda enda yanyang g tertertingtinggal gal pada pada bendbenda a atau atau tubutubuh h mamanusinusia a yanyang g menmengalamgalamii kekerasan atau ditempat kejadian yang berasal dari alat atau senjata yang dipakai kekerasan atau ditempat kejadian yang berasal dari alat atau senjata yang dipakai ataupun berasal dari si penjahat sendiri.
ataupun berasal dari si penjahat sendiri.
-ila +saksi diam+ tersebut diteliti dengan meman2aatkan berbagai ma3am ilmu -ila +saksi diam+ tersebut diteliti dengan meman2aatkan berbagai ma3am ilmu 2ore
2orensik nsik 44 forensic forensic sciencessciences5 5 mamaka ka titidak dak mumuststahiahil l kekejajahathatan an tetersersebut but akaakan n dadapatpat terungkap dan bahkan korban yang sudah membusuk atau hangus serta pelakunya terungkap dan bahkan korban yang sudah membusuk atau hangus serta pelakunya akan
akan dapadapat t dikedikenalnali. i. ebebagai agai 3ont3ontoh, oh, pada kasus pada kasus in2ain2antintisidasida, , untuuntuk k kepekepentintinganngan pengadilan
pengadilan perlu perlu diketahui diketahui apakah apakah bayi bayi tersebut tersebut lahir lahir hidup hidup kemudian kemudian meninggalmeninggal kar
karena ena pempembunbunuhauhan n atatau au mememamang ng lalahihir r mamati, ti, dedengangan n mumudadah h dapdapat at kikita ta ketketahahuiui den
dengan gan memelalakukkukan an pepememeririksaksaan an hihidrodroststatatik, ik, dimdimana ana bibila la jarjaringingan an paparu ru yayangng $
di3elupkan ke dalam air tawar tersebut mengapung maka bayi tersebut dilahirkan di3elupkan ke dalam air tawar tersebut mengapung maka bayi tersebut dilahirkan dalam keadaan hidup.
dalam keadaan hidup.
6leh sebab itu, pemeriksaan penunjang khususnya pemeriksaan laboratorium 6leh sebab itu, pemeriksaan penunjang khususnya pemeriksaan laboratorium sederhana menjadi sangat dibutuhkan keberadaannya. Dalam membantu kita sebagai sederhana menjadi sangat dibutuhkan keberadaannya. Dalam membantu kita sebagai si pembuat visum untuk memperjelas suatu kasus kejadian kejahatan, karena dengan si pembuat visum untuk memperjelas suatu kasus kejadian kejahatan, karena dengan mengetahui se3ara pasti pemeriksaan penunjang laboratorium sederhana apa saja yang mengetahui se3ara pasti pemeriksaan penunjang laboratorium sederhana apa saja yang dapat dilakukan dalam kasus(kasus tertentu, apa yang kita lakukan menjadi tepat dapat dilakukan dalam kasus(kasus tertentu, apa yang kita lakukan menjadi tepat guna. ehingga dapat membantu terungkapnya kebenaran yang sesungguhnya akan guna. ehingga dapat membantu terungkapnya kebenaran yang sesungguhnya akan suatu kasus kejadian kejahatan seperti moto yang berlaku dalam 2orensik bahwa suatu kasus kejadian kejahatan seperti moto yang berlaku dalam 2orensik bahwa +melalui visum, barang7 benda yang tidak bernyawa dan tidak bergerak dapat dibuat +melalui visum, barang7 benda yang tidak bernyawa dan tidak bergerak dapat dibuat berbi3ara oleh para
berbi3ara oleh para dokter yang melakukan dokter yang melakukan visum melalui V et R.visum melalui V et R.
I
I..22 TTuujjuuaann
Penyusunan re2erat ini bertujuan agar tenaga medis khususnya para dokter Penyusunan re2erat ini bertujuan agar tenaga medis khususnya para dokter umum yang diwajibkan untuk dapat melakukan visum dan membuat V et R, dapat umum yang diwajibkan untuk dapat melakukan visum dan membuat V et R, dapat mengetahui dan memahami ma3am(ma3am pemeriksaan laboratorium sederhana yang mengetahui dan memahami ma3am(ma3am pemeriksaan laboratorium sederhana yang ada pada ilmu 2orensik dan dapat menentukan pemeriksaan laboratorium sederhana ada pada ilmu 2orensik dan dapat menentukan pemeriksaan laboratorium sederhana yan
yang g dapadapat t dildilakukakukan an pada pada kasukasus s terttertententu u untuuntuk k memmembantbantu u menmengetagetahui hui penypenyebabebab kematian.
kematian.
) )
BAB II BAB II
TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA
II
II.1.1 DeDefifininisi Pesi Peeeririksksaaaan Lan La!"!"rarat"t"ririu Seu Se#e#er$r$ananaa
8aboratorium 2orensik berkaitan dengan pemeriksaan barang(barang berupa 8aboratorium 2orensik berkaitan dengan pemeriksaan barang(barang berupa bukti
bukti 2isik 2isik berhubungan berhubungan dengan dengan tempat tempat kejadian kejadian perkara, perkara, korban korban dan dan tersangka.tersangka. 9antinya
9antinya penemuan penemuan yang yang didapat didapat dari dari laboratorium laboratorium ini ini digunakan digunakan untuk untuk menunjangmenunjang proses hukum.
proses hukum.$,)$,)
ua
uatu tu pempemerikeriksaan saan yanyang g dikedikerjakrjakan an di di labolaboratratoriuorium m ilmilmu u 2ore2orensik nsik dengdenganan teknik yang mudah dilakukan, menggunakan alat dan reagen yang murah dan mudah teknik yang mudah dilakukan, menggunakan alat dan reagen yang murah dan mudah dida
didapat pat namnamun un memmemberi nilai beri nilai manman2aat yang 2aat yang besabesar r dan dan 3epa3epat t menmendapadapatkan tkan hasihasil.l. Pemeriksaan ini disebut pula sebagai :
Pemeriksaan ini disebut pula sebagai :bedsidbedside e test laboratotest laboratorium”rium” karena dilakukankarena dilakukan selama kegiatan otopsi berlangsung se3ara simultan hasil yang didapatkan sebagai selama kegiatan otopsi berlangsung se3ara simultan hasil yang didapatkan sebagai pemandu arah otops
pemandu arah otopsi menuju ke suatu sebab ki menuju ke suatu sebab kematian.ematian.//
II.2
II.2 Definisi Barang Definisi Barang !ukti!ukti -a
-ararang ng bubuktkti i adadalalah ah bubuktkti i 2i2isisik k yyanang g sese3a3ara ra umumum um didisesebubutktkan an sesebabagagaii sejumlah material baik dalam jumlah banyak atau sedikit yang dibuktikan melalui sejumlah material baik dalam jumlah banyak atau sedikit yang dibuktikan melalui pemeriksaan yang ilmiah d
pemeriksaan yang ilmiah dan analisis berkaitan an analisis berkaitan tindak pidana telah tindak pidana telah terjadi.terjadi.
Jenis%jenis Barang !ukti& Jenis%jenis Barang !ukti&22
•
• ;airan tubuh;airan tubuh
Ter
Terdirdiri i atasatas daradarah, h, semsemen, en, air air liurliur, , uriurin, n, kerikeringat dan ngat dan 2ese2eses. s. PemPemerikeriksaansaan terutama terhadap darah, semen dan air liur baik dalam bentuk basah maupun terutama terhadap darah, semen dan air liur baik dalam bentuk basah maupun kering yang biasa terdapat pada pakaian atau bahan lainnya.
kering yang biasa terdapat pada pakaian atau bahan lainnya.
•
• 0aringan tubuh0aringan tubuh
ampel dari berbagai organ yang
ampel dari berbagai organ yang dikumpuldikumpulkan saat kan saat otopsi untuk pemeriksaanotopsi untuk pemeriksaan histopatologi bersama dengan darah, urin dan isi perut berman2aat untuk analisa histopatologi bersama dengan darah, urin dan isi perut berman2aat untuk analisa toksikologi.
toksikologi.
/ /
•
• 6bat dan bahan(bahan tertentu seperti materi6bat dan bahan(bahan tertentu seperti material yang berasal dan al yang berasal dan tanamantanaman, bubuk,, bubuk,
tablet, kapsul atau sediaan <at yang lain untuk identi2ikasi senyawa yang telah tablet, kapsul atau sediaan <at yang lain untuk identi2ikasi senyawa yang telah masuk ke tubuh.
masuk ke tubuh.
•
• erat atau 2iber erat atau 2iber •
• -ahan alam seperti kapas atau benang wol. -ahan atau -ahan alam seperti kapas atau benang wol. -ahan atau serat sintetis seperti rayonserat sintetis seperti rayon
dan da3ron untuk identi2ikasi dan perbandingan. dan da3ron untuk identi2ikasi dan perbandingan.
•
• 0ari(jari telapak tangan dan telapak kaki0ari(jari telapak tangan dan telapak kaki •
• 0ejak telapak kaki atau tangan berman2aat untuk identi2ikasi dan perbandingan.0ejak telapak kaki atau tangan berman2aat untuk identi2ikasi dan perbandingan.
;a
;ap p atatau au 3et3etakakan an dardari i popola la ban ban kekendandaraaraan n dadan n alaalas s sepsepatatu u serseringingkalkali i mamasuksuk kategori ini.
kategori ini.
•
• =aterial yang mudah meledak dan api=aterial yang mudah meledak dan api •
• -ahan 3airan padat ataupun sisa hasil bakaran berman2aat untuk identi2ikasi residu-ahan 3airan padat ataupun sisa hasil bakaran berman2aat untuk identi2ikasi residu
ledakan dan akselerasi. ledakan dan akselerasi.
•
• Peluru atau proyektil dan tes senjata melalui jarak tembakan dan kemampuanPeluru atau proyektil dan tes senjata melalui jarak tembakan dan kemampuan
kerja dari masing(masing senjata. kerja dari masing(masing senjata.
•
• a3aa3a •
• PePe3a3ahahan n kaka3a 3a dadapapat t didihuhububungngkakan n didipeperlrlukukan an ununtutuk k mmenengagananalilisa sa atatauau
memperkirakan arah kekerasan yang terjadi atau urutan arah penembakan. >nalisa memperkirakan arah kekerasan yang terjadi atau urutan arah penembakan. >nalisa gelas juga digunakan untuk rekonstruksi ke3elakaan lalu lintas 4tabrakan5.
gelas juga digunakan untuk rekonstruksi ke3elakaan lalu lintas 4tabrakan5.
•
• RambutRambut •
• RamRambut but dipediperlukrlukan an untuuntuk k ideidenti2nti2ikasikasi i spespesies sies 4hew4hewan an ataatau u manmanusiausia5, 5, ras ras dandan
bagian tubuh asal
bagian tubuh asal dari rambut tersebut.dari rambut tersebut.
•
• 9omor seri mesin 9omor seri mesin •
• Tanah dan mineral, kayu dan tanaman lainTanah dan mineral, kayu dan tanaman lain •
• DiiDiidentdenti2iki2ikasi asi dan dan dibadibandinndingkan gkan untuuntuk k menmengetagetahui hui sumsumber ber ataatau u lokalokasi si yanyangg
mungkin dan dapat dihubungkan dengan tersangka atau korban. mungkin dan dapat dihubungkan dengan tersangka atau korban.
•
• Dokumen yang dipertanyakanDokumen yang dipertanyakan •
• -entuk dari bukti 2isik yang mungkin berisi tulisan tangan, ketikan, salinan atau-entuk dari bukti 2isik yang mungkin berisi tulisan tangan, ketikan, salinan atau
tul
tulisisan an yayang ng didihashasililkakan n komkomputputer er yayang ng dipdipereriksiksa a untuntuk uk bukbukti ti pempemalsalsuanuan.. Pemeri
Pemeriksaan terdiri dari ksaan terdiri dari analisa tinta dan kertas, juga analisa tinta dan kertas, juga perbandiperbandingan tulisan tanganngan tulisan tangan untuk memperkirakan keaslian.
untuk memperkirakan keaslian.
1 1
II
II.'.' (a(anfnfaaaat Pet Peeeririksksaaaan Lan La!"!"rarat"t"ririuu
Penggunaan barang bukti berman2aat dalam investigasi 2orensik seperti Penggunaan barang bukti berman2aat dalam investigasi 2orensik seperti $.
$. =en=enententukaukan eln elememen ken krimrimininalal ).
). =em=embantbantu inu investvestigaigasi unsi untuk stuk sebuaebuah kah kasussus /.
/. =en3ari =en3ari kaitan kaitan antara antara TempaTempat ejadt ejadian Peian Perkara rkara atau koatau korban terban terhadap trhadap tersangkaersangka 1.
1. =em=ematahatahkan perkan pernyanyataan setaan seoranorang terg tersangsangka ataka atau alibu alibii &.
&. =en=engidgidententi2i2ikaikasi tsi tersersangangkaka ?.
?. =em=ema3u penga3u pengakuaakuan tersan tersangka mengka melalulalui barani barang bukti yag bukti yang diperng diperiksaiksa *.
*. =eny=enyelamelamatkanatkan7 membe7 membebaskbaskan seoranan seorang tertudg tertuduh yang tidak bersuh yang tidak bersalahalah %.
%. =em=emberi mberi masukasukan data baan data bagi kepugi keputusatusan hakim dn hakim di pengai pengadildilanan
II.
II.)) PePeereriksiksaaaan la!"n la!"rarat"rt"riu f"iu f"rerensinsik ter$k ter$a#aa#a* !er!* !er!agaagai a+ai a+a !ar !arang !uang !uktikti II.)
II.).1.1 PengPenga!ila!ilan an sa*esa*el l #an #an *eng*enga,eta,etanan
8okasi pengambilan sampel dan ma3am pengawet bahan kimia tergantung 8okasi pengambilan sampel dan ma3am pengawet bahan kimia tergantung dar
dari i jenjenis is babahan han kimkimia ia yayang ng didi3ur3urigaigai. i. eelalanjunjutnytnya a samsampel pel tetersersebut but didikirkirim im keke laboratorium dengan menyertakan surat yang berisikan laporan singkat otopsi dan laboratorium dengan menyertakan surat yang berisikan laporan singkat otopsi dan permintaan
permintaan pemeriksaan pemeriksaan jenis jenis bahan bahan kimia tertentu kimia tertentu yang dyang di3urigai. 0i3urigai. 0enis(jenis enis(jenis sampelsampel untuk pemeriksaan lanjutan di laboratorium adalah sebagai berikut
untuk pemeriksaan lanjutan di laboratorium adalah sebagai berikut
Dara$ Dara$))
8ok
8okasi asi terbterbaik aik yanyang g dimdimaksuaksudkan dkan adaadalah lah vena 2emoravena 2emoralis lis dan dan vena iliakavena iliaka.. 9amun
9amun jika jika tidak tidak menemukan menemukan darah darah dari dari kedua kedua lokasi lokasi tersebut, tersebut, sampel sampel darah darah dapatdapat diambil dari vena aksilaris. angat tidak dianjurkan untuk mengambil darah vena diambil dari vena aksilaris. angat tidak dianjurkan untuk mengambil darah vena jugularis karena s
jugularis karena sudah terkontaminasi oleudah terkontaminasi oleh re2luk 3airan dari roh re2luk 3airan dari rongga dada.ngga dada.
Darah juga tidak boleh diambil dari rongga badan mengingat daerah tersebut Darah juga tidak boleh diambil dari rongga badan mengingat daerah tersebut telah terkontam
telah terkontaminasi oleh isi inasi oleh isi perut, e2usi, urin, 2eses dll. Dalam sirkulasi darah, organperut, e2usi, urin, 2eses dll. Dalam sirkulasi darah, organ tubuh akan mengambil <at kimia dari sirkulasi sehingga kadar <at kimia dalam vena tubuh akan mengambil <at kimia dari sirkulasi sehingga kadar <at kimia dalam vena lebih rendah dibandingkan arteri. Pada korban mati, juga terdapat variasi kadar <at lebih rendah dibandingkan arteri. Pada korban mati, juga terdapat variasi kadar <at kimia karena destruksi <at tersebut oleh aktivitas en<imatik dan mikroorganisme serta kimia karena destruksi <at tersebut oleh aktivitas en<imatik dan mikroorganisme serta di
di2us2usi i <a<at t kimkimia ia berberukuukuraran n ke3ke3il il memelelewawati ti memembmbraran n sel sel yayang ng tetelalah h kehkehililanangangan permeabilitasnya.
permeabilitasnya. Para Para ahli ahli menganjurkan menganjurkan untuk untuk lebih lebih baik baik mengambil mengambil akan akan dapatdapat dii
diidentdenti2iki2ikasi asi pempemilik ilik 3air3airan an tubutubuh h terstersebutebut. . -eb-eberaperapa a metmetode ode pempemerierikaan kaan daradarahh
& &
dikerjakan sesuai dengan ra3un yang ingin dibuktikan berdasarkan dugaan ahli 2orensik.
-ahan yang paling banyak ditemukan melalui pemeriksaan darah $. >lkohol
-au alkohol bukan merupakan diagnosis pasti kera3unan. Diagnosis pasti hanya dapat ditegakkan dengan pemeriksaan kuantitati2 kadar alkohol darah. Pada mayat, alkohol dapat berdi2usi dari lambung ke jaringan sekitar termasuk ke dalam jantung, sehingga untuk pemeriksaan toksikologik, darah sebaiknya diambil daripembuluh darah vena peri2er seperti vena 2emoralis dan vena aksilaris. Tubuh jena<ah sendiri menghasilkan alkohol dengan jumlah yang signi2ikan melalui dekomposisi seperti 2ermentasi oleh jamur dan 2lora lain. Dalam )1 jam pada suhu hangat 2ermentasi menghasilkan $&@ mg alkohol per $@@ ml sampel.
;ara pengambilan sampel darah
ebanyak $&33 darah yang telah diambil dari vena 2emoralis atau vena iliaka kemudian dimasukkan ke dalam tabung7botol. Tanpa pengawet sehingga terjadi pembekuan. elain itu & A $@@ 33 darah dimasukkan tabung yang telah diisi larutan pengawet seperti "DT>, potassium oBalate, heparin. 0ika di3urigai mengandung alkohol, darah sebanyak minimal &33 dimasukkan dalam tabung yang telah diisi sodium 2loride dengan tujuan untuk men3egah kerusakan alkohol oleh mikroorganisme.
). arbon =onoksida
arbon monooksida bersi2at stabildan tidak dapat berdi2usi. 6leh sebab itu <at karbon mono oksida dapat diambil dari pembuluh darah dan darah di rongga tubuh. ;ara lain untuk mengambil darah adalah dengan melakukan pengirisan pembuluh vena iliaka dan 2emoralis setelah mengeluarkan organ perut terlebih dahulu. Demikian pula, vena jugularis interna dapat memberikan banyak sampel darah setelah dilakukan insisi pada pembuluh vena tersebut.
/. 9arkotika
Darah merupakan port de entre dari <at(<at narkotika. ;ara pengambilan darah untuk pemeriksaan adalah dengan mengambil darah dari vena peri2er se3ara terpisah ataupun se3ara langsung dari jantung. Dengan meneliti kadar obat(obatan dari berbagai tempat akan dapat diperkirakan seberapa jauh tingkat kera3unannya.
Pengambilan sampel darah dalam bentuk 3air atau kering yang dilakukan terhadap tiap noda darah yang ada ditempat kejadian perkara. Untuk menghindarkan terjadinya cross contamination, para ahli harus mengikuti panduan umum
$. =enggunakan sarung tangan baru dan mengganti sarung tangan tiap pengambilan pola darah. Tidak dianjurkan menggunakan peralatan standart, namun sebaiknya menggunakan s3alpel disposibble atau single edge ra<or blades untuk pengambilan kerokan sampel darah kering, swab steril atau pipet disposable dan semprotan untuk pengambilan sampel darah 3air. Penting diingat untuk mengganti mata s3alpel atau pipet tiap pengambilan darah dari pola darah yang berbeda.
). etelah sampel diambil, maka harus dikemas sebaik(baiknya, sesuai dengan bentuk sediaan sampel. ediaan darah kering sebaiknya ditempatkan pada plastik obat kemudian dimasukkan ke amplop. 0angan menggunakan amplop berperekat ke3uali benar(benar perlu, dan hanya dii<inkan untuk membasahi bagian berperekat dengan air steril. ediaan darah 3air sebaiknya diambil dengan pipet, ditempatkan pada tabung dan dimasukkan ke dalam tas tertutup dengan penghangat, dan dibawa dengan hati(hati untuk menghindari pe3ahnya tabung.
Untuk noda darah yang menempel pada benda(benda tertentu seperti pakaian ataupun senjata maka benda tersebut harus dikemas dalam kantung kertas bersih dalam keadaan kering. Perlu diingat, bukan hanya tentang darah siapa pada pakaian tersebut penting, namun letak noda darahpun penting untuk didokumentasikan. 0angan melipat pakaian tersebut tetapi gunakan kertas untuk membatasi tiap lipatan.
Urin
Urin dapat diambil sebelum otopsi, melalui pungsi suprapubik. 0ika urin ingin diambil setelah otopsi maka terlebih dahulu organ di dalam perut dikeluarkan. emudian kandung kemih diangkat dan di aspirasi menggunakan spuit. >tau juga dengan melakukan insisi pada permukaan ventral kandung kemih lalu aspirasi urin
dilakukan dengan spuit. ;ontoh <at ra3un yang dapat ditemukan dalam pemeriksaan urin adalah ra3un golongan barbiturate dan dapat pula menemukan alkohol.
;ara pengambilan sampel
ejumlah )@ A /@ 33 urin dimasukkan dalam tabung7toples. Tidak diperlukan pengawet ke3uali jika sampel tidak segera dikirim ke laboratorium. Pengawet yang
diperlukan adalah sedikit sodium a<ide.
La!ung !eserta isi #an !a$an unta$an
-ahan muntahan yang diperoleh dari korban hidup atau muntahan yang ditemukan di tempat kejadian perkara 4TP5 dimasukkan dalam toples lalu ditutup rapat. 8ambung dan isinya yang diperoleh dari otopsi dimasukkan dalam toples. ;urvatura mayor lambung boleh dibuka kemudian isi lambung dibiarkan tetap dalam wadahnya. adangkala pihak laboratorium membutuhkan dinding lambung untuk memeriksa adakah bahan kimia yang melekat di dinding lambung.
-eses
#eses tidak selalu diperlukan untuk analisa toksikologik ke3uali jika di3urigai adanya intoksikasi logam berat, misalnya arsen, merkuri, timah. ebanyak )@ A /@ gram 2eses dimasukkan dalam wadah tertutup.
Hati E*e#u #an /rgan Dala lainn0a
Hati merupakan organ tubuh yang harus diambil ketika otopsi mengingat bahwa hampir semua <at yang masuk ke dalam tubuh mengalami metobolisme di dalam hati. ;airan empedu sangat berguna untuk menemukan mor2in dan klorproma<ine. eduanya terkonsentrasi dalam hati kemudian dibuang melalui kandung empedu.
;ara pengambilan sampel
andung empedu beserta isinya langsung dimasukkan botol tanpa diaspirasi dengan spuit.
a!ut #an Kuku
Rambut dan kuku diperiksa terutama pada korban yang di3urigai kera3unan logam berat kronis seperti kera3unan arsen, antimony, thalium, batang rambut beserta akhirnya dan potongan kuku harus diikutsertakan untuk pemeriksaan. Disamping itu berman2aat pula untuk pemeriksaan D9>.
Barang Bukti Bi"l"gik
C emen 7 darah yang kering
-asahi 3utton bud dengan setetes air dan usapkan pada area terdapatnya semen. ;utton bud kemudian diberi label dan keringkan. elanjutnya kemas di dalam amplop.
C >ir liur dan bekas gigitan
-asahi 3utton bud dengan setetes air steril, kemudian usapkan pada area yang akan diidenti2ikasi. Tempatkan pada wadah berlabel. emudian ambil 3utton bud yang tidak dibasahi dan usapkan pada area yang sama. elanjutnya dilakukan prosedur yang sama seperti pada 3utton bud pertama. Tak perlu dibedakan swab mana yang dibasahi atau yang mana yang tidak dibasahi. Usapan dilakukan dua kali dengan maksud unttuk menemukan sel yang lebih banyak. etelah dibasahi, air akan merehedrasi kembali sel(sel yang sudah kering, sehingga akan labih banyak sel yang melekat pada swab.
C wab bukal atau darah dari korban untuk identi2ikasi D9> korban dan pelaku unakan dua buah 3utton bud dan usapkan dengan seksama pada mukosa antara pipi dan gusi, antara bibir dan gusi, pertemuan antara gusi dan langit(langit mulut dan di belakang gigi seri. -eri label pada 3utton bud, kemudian kemas hasil swab pada tempat berlabel setelah sebelumnya dikeringkan terlebih dahulu, kemudian didokumentasikan.
C -ahan biologis pada rambut
Pengambilan sampel dilakukan dengan 3ara sebagai berikut
Potong area yang diperlukan dan ditempatkan pada lipatan kertas atau penyisiran rambut pubik untuk men3ari adanya rambut pubik.
C Dental floss pada kasus kopulasi oral
Usapkan dental 2loss pada sela(sela gigi korban, keringkan dan tempatkan pada amplop ke3il atau dalam lipatan kertas.
C epatu
-ahan biologis dapat ditemukan pula pada sepatu. #oto noda bahan tersebut dengan posisi sepatu awal, kemudian pindahkan sepatu, 2oto kembali dari sudut yang berbeda dan tempatkan sepatu ke dalam kantung kertas.
C Rambut
-ila didapati rambut pada tempat kejadian perkara, maka haruslah barang bukti ini di2oto, dan diambil dengan menggunakan sarung tangan. unakan Post !t 9otes untuk mengambil rambut atau gunakan 3otton bud kemudian tempatkan ke dalam jilidan kertas. Hindarkan menggunakan penjepit atau memungut rambut dengan rambut, karena rambut tersebut dapat jatuh dan hilang.
>da beberapa hal yang harus diperhatikan jika suatu saat kita menemukan ber3ak darah pada tempat kejadian perkara, karena selain dapat diambil dari tubuh jena<ah juga dapat diambil dari tempat kejadian perkara tanpa ada sumber perdarahan
tersebut, yaitu
$. -entuk dari ber3ak darah
). >pakah ber3ak tersebut ber3ak darah
/. >pakah ber3ak tersebut darah manusia atau bukan 1. Darah berasal dari tubuh bagian mana
&. -erapa banyak darah terdapat pada suatu tempat dan sudah berapa lama
II.).2 a#a$ sa*el
Eadah untuk pengawetan sampel bervariasi antar laboratorium. etiap laboratorium memiliki peralatan tersendiri untuk menampung sampel. Peralatan( peralatan ini biasanya dilengkapi dengan spuit dan jarum steril untuk mengambil sampel. Tidak lupa juga menyertakan petunjuk pengambilan dan pengawetan sampel.
-eberapa persyaratan wadah sampel, yaitu
$. Eadah tersebut baik masih baru atau pernah dipakai, harus dipastikan telah di3u3i dan disteril sebelum digunakan. -ukan hanya bersih se3ara 2isik juga bersih se3ara biologi dan kimia.
). ampel darah ditampung dalam tabung7botol /@ ml atau tabung plastik & ml. /. Urin dan kandung empedu beserta isinya ditampung dengan wadah /@ ml.
1. 8ambung dan isinya ditampung dalam wadah toples ka3a atau plastik berukuran )&@ ml.
&. Hati dimasukkan dalam wadah berisi / liter. 9amun jika laboran hanya membutuhkan sedikit irisan hati, maka 3ukup dipakai wadah berisi )&@(&@@ gram. ?. ;airan humour vitreus dan liFour 3erebrospinal 3ukup dengan tabung & ml.
Eadah yang terbuat dari polypropylene tidak dianjurkan dipakai sebagai wadah sampel yang mudah berdi2usi seperti berbagai <at yang bisa menguap 4volatile substan3e arson5. Untuk <at tersebut lebih baik digunakan wadah yang terbuat dari nylon.
II.).' Penga,etan Sa*el
#ungsi larutan pengawet sampel adalah untuk menahan agar tidak terjadi perubahan pada sampel bila sampel tidak langsung diperiksa sesaat setelah pengambilan sampel. -ahan pengawet yang digunakan untuk sampel darah ialah larutan sodium 2luoride7potassium 2luoride , selain itu biasanya ditambahkan "DT> yang ber2ungsi untuk mempertahankan darah agar tidak menggumpal. elain pengawetan yang digunakan untuk sampel darah juga terdapat pengawetan yang digunakan untuk pemeriksaan histopatologi, pengawet yang biasa digunakan umumnya menggunakan larutan 2ormalin $@G, perbandingan dengan air memiliki perbandingan volume $/.
0ika terjadi kekeliruan dalam menggunakan pengawet pada darah yang mengandung alkohol maka akan merubah kadar alkohol sebenarya dalam darah. adar alkohol juga berubah jika sampel tidak segera diambil dari jena<ah.
Hal ini karena -erikut ini adalah 3ontoh komposisi larutan yang dipakai
• $@@ mg sodium 2luoride per $@@ ml darah, mampu mempertahankan kadar alkohol
dalam darah meskipun sampel telah disimpan diatas / bulan 4lendening dan Eaugh5
• & mg sodium 2luoride per $ ml darah, mampu menghambat aktivitas alkohol
dehydrogenase yang merusak alkohol namun tidak mampu menghambat produksi alkohol oleh mikroorganisme 4Pleu3khahn5
• @,& mg sodium 3itrate dan @,$ mg mer3uri3 3hloride per $ ml darah. =enjamin
darah tetap 3air dan steril. 4-rad2ord5
#luoride juga diperlukan sebagai pengawet beberapa bahan
• Urin dan humor vitreus jika ada ke3urigaan alkohol didalamnya.
• Darah dipakai untuk pengawet sampel yang di3urigai mengandung kokain
;atatan
• pembuluh darah 2emoral • jantung
Pada kasus mayat yang tidak diotopsi
$. Darah diambil dan vena 2emoral. 0ika vena ini tidak berisi, dapat diambil dari sub3lavia.
). Pengambilan darah dengan 3ara jarum ditusuk pada trans(thora3i3 se3ara a3ak, se3ara umum tidak bisa diterima, karena bila tidak berhati(hati darah bisa terkontaminasi dengan 3airan dari esophagus, kantung perikardial, perut7 3avitas pleura.
/. Urine diambil dengan menggunakan jarum panjang yang dimasukkan pada bagian bawah dinding perut terus sampai tulang pubis.
Pada mayat yang diotopsi
$. Darah diambil dari vena 2emoral
). 0ika darah tidak dapat diambil dari vena 2emoral, dapat diambil dari a. Vena subklavia
b. >orta
3. >rteri pulmonary d. Vena 3ava superior
e. 0antung
Darah seharusnya diberi label sesuai dengan tempat pengambilan.
Pada kejadian yang jarang terjadi, yang biasanya berhubungan dengan trauma massive, darah tidak dapat diambil dari pembuluh darah tetapi terdapat darah bebas pada rongga badan.
( Darah diambil dan diberi label sesuai dengan tempat pengambilan.
( 0ika dilakukan tes untuk obat dan hasilnya negati2, maka dapat diasumsikan bahwa orang tersebut tidak dibawah e2ek obat pada saat kematian.
( 0ika tes positi2 harus diperhitungkan kemungkinan kontamina
Pada beberapa kasus bahan lain seperti vitreus7 otot dapat dianalisa untuk mengevaluasi akurasi dari hasil tes dalam kavitas darah.
II.3 Peeriksaan !arang !ukti #an inter*retasi II.3.A Dara$3
1. Peeriksaan #ara$
Pemeriksaan ber3ak darah merupakan salah satu pemeriksaan yang paling sering dilakukan pada laboratorium 2orensik. arena darah mudah sekali ter3e3er pada hampir semua bentuk tindakan kekerasan, penyelidikan terhadap ber3ak darah
ini sangat berguna untuk mengungkapkan suatu tindakan kriminil.
Pemeriksaan darah pada 2orensik sebenarnya bertujuan untuk membantu identi2ikasi pemilik darah tersebut.
ebelum dilakukan pemeriksaan darah yang lebih lengkap, terlebih dahulu kita harus dapat memastikan apakah ber3ak berwarna merah itu darah. 6leh sebab itu perlu dilakukan pemeriksaan guna menentukan
a. -er3ak tersebut benar darah b. Darah dari manusia atau hewan
3. olongan darahnya, bila darah tersebut benar dari manusia
Pemeriksaan ber3ak darah antara lain dengan menggunakan luminol, ben<idin, tes Tei3hmann, 2luoresin, leukokristal violet, leokomalasit hijau, >mido -la3k, D>-, dan T=-, ketiga teknik yang terakhir disebutkan selain digunakan untuk visualisasi bekas ber3ak darah dapat pula digunakan untuk sidik jari dan sidik peralatan.
ebanyakan reaksi kimia dari teknik(teknik diatas menggunakan prinsip reaksi peroksidase pada sel darah merah. ayangnya, bahan(bahan kimia tersebut juga bereaksi pada peroksidase pada substrat lainnya. >ntara lain pada lemak nabati dan 2os2at yang terdapat di dalam deterjen, pemutih dan bahan kimia rumah tangga lainnya. ebelum menerima bahan perbaikan, analis harus memperhatikan reaksi bahan perbaikan dengan kondisi tempat kejadian perkara dan barang bukti.
C Luin"l
8uminol menolong kita untuk melihat sejumlah ke3il darah yang terluput oleh mata, yang sudah dihapus, bahkan yang sudah dihapus beberapa tahun yang lalu. 8uminol sendiuri terdiri atas natrium perborat, natrium karbonat, /(amino2talidra<id dan air destilasi. Rasio 3ampuran ini @,*&@,$ gram dilarutkan dalam $@@ milimeter air. -ahan(bajhan ini mudah didapat dan relati2 murah.
8uminol bereaksi terhadap kandungan hemoglobin dalam sel darah merah, yang hasilnya berupa semi 8uminesens, atau gambaran biru kehijauan ber3ahaya. 6leh karena itu hasil dari tes ini hanya dapat dilihat di dalam ruangan gelap. Di luar ruangan, luminol hanya e2ekti2 bila digunakan pada malam hari.
euntungan menggunakan luminol antara lain o =udah diaplikasikan
o 9on(korosi2 dan tidak berbekas
o Tidak merusak bahan darah yang akan digunakan untuk tes >-6 o Hasil reaksi dapat di2oto
elemahan luminol antara lain
o -ereaksi dengan bahan metal, peroksidase nabati dan bahan kimia seperti pemutih o =etode ini memerlukan ruang gelap
o !nterpretasinya terbatas
Hasil 2otonya berupa gambaran luminesens yang bagus, namun kelemahannya, barang buktinya tidak terlihat, sehingga tidak dapat ditentukan dimana letak reaksinya mun3ul pada barang bukti. Dengan menggunakan lukisan dengan teknik 2lash digunakan untuk mendokumentasikan noda darah pada tempat kejadian perkara di luar
ruangan, sehingga dapat dihasilkan gambaran barang bukti selain gambaran luminesens.
=etode lainnya yang dapat menggantikan luminol adalah 2luoresein, yang tidak memerlukan ruang gelap namun memerlukan >8 atau >lternate 8ight our3e. =etode ini bekerja e2ekti2 bila digunakan >8 dalam range 11& sampai 1&@ nm. ebelum mengaplikasikan 2luoresein, bagian yang hendak diperiksa terlebih dahulu diperiksa dengan >8 untuk mengidenti2ikasikan adanya 2luoresein natural atau <at lain yang dapat memperlihatkan 2alse positi2. -ila ada bagian yang terkontaminasi, harus ditandai agar tidak mengaburkan hasil reaksi 2luoreseins.
#luoresens solutio terdiri atas C )&33 aFua destilata
C ),& gram natrium hidroksida C @,)& gram 2luoresens
C @,& gram <in3
>Fua destilata, natrium hidroksida dan 2luoresens di3ampurkan terlebih dahulu, kemudian ditambahkan <in3. ;ampuran ini disemprotkan pada bagian yang akan diidenti2ikasi, kemudian disemprotkan hidrogen peroksida /G sebagai katalisator. Dengan pemaparan >8, akan terlihat gambaran pendaran warna biru kehijauan. Tidak seperti reaksi pada luminol, dokumentasi 2luoresens akan lebih mudah, dengan bantuan >8, dapat di2oto dengan menggunakan kamera digital.
C Tes Ben4i#ine 5Leuk"%ala+$ite green test678
Dulu -en<idine test pada 2orensi3 banyak dilakukan oleh >dlers 4$'@15. Tes -en<idine atau Test Adler lebih sering digunakan dibandingkan dengan tes tunggal pada identi2ikasi darah lainnya. arena merupakan pemeriksaan yang paling baik yang telah lama dilakukan. Pemeriksaan ini sederhana, sangat sensiti2 dan 3ukup bermakna. 0ika ternyata hasilnya negati2 maka dianggap tidak perlu untuk melakukan pemeriksaan lainnya.
;ara pemeriksaan reaksi -en<idin
epotong kertas saring digosokkan pada ber3ak yang di3urigai kemudian diteteskan $tetes H)@) )@G dan $ tetes reagen -en<idin.
Hasil
Hasil positi2 pada reaksi -en<idin adalah bila timbul warna biru gelap pada kertas saring.
elebihan tes ini dibandingkan dengan luminol adalah memberikan reaksi warna yang lebih jelas. Hasilnya lebih mudah dilihat, diukur dan didokumentasikan daripada luminol. Preparat leukomalasit dalam bentuk solutio dan disemprotkan pada permukaan barang bukti. 9oda darah akan memperlihatk an warna hijau kehitaman.
C Tes Taka0aa
>pabila heme sudah dipanaskan dengan seksama dengan menggunakan pyridine dibawah kondisi basa dengan tambahan sedikit gula seperti glukosa, ristal pyridine 2erroprotoporphyrin atau hemokromogen akan terbentuk.?
Tes Takayama dilakukan dengan 3ara meletakkan seujung jarum ber3ak pada gelas ka3a objek, kemudian ditetesi dengan setetes reagen takayama, tutup dengan gelas penutup kemudian dipanaskan.
elanjutnya dilihat di bawah mikroskop. Hasil pemeriksaaaan positi2 bila ditemukan ditemukan kristal pyridine hemo3hromogen yang berbentuk bulu berwarna jingga.
elebihan
Test dapat dilakukan dan e2ekti2 dilakukan pada sampel atau ber3ak yang sudah lama dan juga dapat memun3ulkan noda darah yang menempel pada baju. elain itu test ini juga memun3ulkan hasil positi2 pada sampel yang mempunyai hasil negative pada test Tei3hmann. Tes ini lebih spesi2ik tapi kurang sensiti2 dibandingkan tes ben<idin.
C Tes Tei+$ann9
Pertama kali dilakukan oleh Tei3mann 4$%&/5. Test diawali dengan memanaskan darah yang kering dengan asam asetat gla3ial dan 3hloride untuk membentuk derivate hematin. ristal yang terbentuk kemudian diamati di bawah
mikroskop, biasanya ristal mun3ul dalam bentuk belah(belah ketupat dan berwarna 3oklat.
;ara pemeriksaan
eujung jarum ber3ak kering diletakkan pada ka3a obyek tambahkan $ butir kristal 9a;8 dan $ tetes asam asetat gla3ial, tutup dengan ka3a penutup dan dipanaskan.
Hasil
Hasil positi2 dinyatakan dengan tampaknya ristal hemin H;8 yang berbentuk batang berwarna 3oklat yang terlihat dengan mikroskopik.4$5
esulitan
=engontrol panas dari sampel karena pemanasan yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat menyebabkan kerusakan pada sampel.
C Leuk"kristal :i"let 5L;:6
=etode yang juga digunakan pada pemeriksaan sidik jari dan alas kaki. 8;V bereaksi dengan hemoglobin dan pada noda darah akan memperlihatkan warna ungu.
Reagen 8;V solutio terdiri atas
C $@ gram &( asam sul2osalisitik C /,* sodium asetat
C $ gram 8;V
C &@@ ml hidrogen peroksida /G
Urutan pen3ampuran bahan(bahan tersebut adalah sebagai berikut, &(asam sul2osalisitik di3ampurkan dan terurai dalam hidrogen peroksida, diikuti natrium asetat yang kemudian terurai. etelah ter3ampur sedemikian ruapa, larutan ini dapat disimpan selama beberapa waktu dalam wadah ka3a gelap.
elain 3ara(3ara diatas untuk mengidenti2ikasi suatu noda sebagai noda darah, dapat digunakan sebuah tes yang disebut tes presumti2. Tes ini menggunakan HemastiB, 2eno2talein dan leukomalasit hijau.
• Heasti<
HemastiB adalah tes yang paling sederhana, menggunakan stik pendek yang mengandung reagen pada bagian ujungnya. -agian ujung yang mengandung reagen tersebut diusapkan pada noda yang ingin diidenti2ikasi, kemudian di3elupkan pada air steril. -ila reaksi positi2, maka akan mun3ul warna hijau pada hemastiB. elemahan dari hemastiB adalah hanya dapat digunakan pada noda darah dalam jumlah tertentu, dan dapat mun3ul hasil 2alse positi2 bila terkontaminasi dengan residu mesiu senjata api.
-ila hanya terdapat sedikit sampel, maka sebaiknya digunakan reagen tes yang lain. ;ara melakukan pemeriksaannya adalah dengan melipat kertas saring steril, kemudian tepi lipatan digosokkan pada noda yang ingin diidenti2ikasi. >lternati2 lain adalah dengan membasahkan tepi atau batas kertas dengan larutan saline 4digunakkan pada noda yang sangat kering5, kemudian tepi yang sudah dibasahkan tersebut
digosokkan pada noda. emudian bubuhkan reagen sejumlah yang dibutuhkan.
• -en"flalein
Untuk tes yang menggunakan 2eno2talein, diperlukan pula etanol dan hidrogen peroksida setelah pengambilan sampel, kertas saring ditetesi 2eno2talein sejumlah satu tetes. emudian se3ara berurutan diteteskan setetes etanol dan setetes hidrogen peroksida. Hasil positi2 akan mun3ul berupa merah muda keunguan.
• Leuk"alasit Hijau
Reagen leukomalasit berisi 3ampuran natrium perborat, leukomalasit hijau, asam glasial asetik dan air. eperti pada tes 2eno2talein, beberapa tetes reagen diteteskan pada usapan darah atau pada kertas saring, diikuti beberapa tetes hidrogen peroksida. Hasil posoti2 akan mun3ul warna biru kehijauan.
Di >merika erikat, digunakan pula tes ortholidin yang merupakan derivat dari ben<idin. Ealaupun tes ini dapat diterima se3ara umum dan mudah dikerjakan, namun tidak dianjurkan untuk pemeriksaan pada tempat kejadian perkara karena reagennya memiliki pengaruh yang tidak baik bagi kesehatan.
Tes lainnya untuk identi2ikasi noda darah adalah 6netep >->3ard HemaTra3e yang dapat digunakan baik di laboratorium maupun pada tempat kejadian perkara. Tes ini sangat mudah dikerjakan karena tidak memerlukan pemyimpanan di pendingin dan tidak memerlukan persiapan reagen. elain itu, tes ini memiliki kelebihan yaitu sangat sensiti2 dan hanya memerlukan sedikit sampel. Tes ini jauh lebih akurat daripada tes presumti2.
2. Penentuan Dara$ (anusia atau Bukan3
etelah dipastikan bahwa ber3ak darah tersebut adalah darah maka selanjutnya tugas dokter 2orensik menentukan bahwa darah tersebut berasal dari manusia atau bukan.
a. Test Presi*itin ;in+in
Test Presipitin ;in3in menggunakan metode pemusingan sederhana antara dua 3airan didalam tube. Dua 3airan tersebut adalah antiserum dan ekstrak dari ber3ak darah yang diminta untuk diperiksa.
;ara pemeriksaan
>ntiserum ditempatkan pada tabung ke3il dan sebagian ke3il ekstrak ber3ak darah ditempatkan se3ara hati(hati pada bagian tepi antiserum. -iarkan pada temperatur ruang kurang lebih $,& jam. Pemisahan antara antigen dan
antibody akan mulai berdi2usi ke lapisan lain pada perbatasan kedua 3airan.
Hasil
>kan terdapat lapisan tipis endapan atau pre3ipitate pada bagian antara dua larutan. Pada kasus ber3ak darah yang bukan dari manusia maka tidak akan mun3ul reaksi apapun.
!. eaksi *resi*itasi #ala agar. ;ara pemeriksaan
elas obyek dibersihkan dengan spiritus sampai bebas lemak, dilapisi dengan selapis tipis agar bu22er. etelah agak mengeras, dibuat lubang pada agar dengan diameter kurang lebih ) mm, yang dikelilingi oleh lubang(lubang sejenis. =asukkan serum anti(globulin manusia ke lubang di tengah dan
ekstrak darah dengan berbagai derajat pengen3eran di lubang(lubang sekitarnya. 8etakkan gelas obyek ini dalam ruang lembab 4moist 3hamber5 pada temperature ruang selama satu malam.
Hasil
Hasil positi2 memberikan presipitum jernih pada perbatasan lubang tengah dan lubang tepi.
Pembuatan agar bu22er
$ gram agar &@ ml larutan bu22er Veronal pH %.? &@ ml aFua dest $@@ mg. odium ><ide. esemuanya dimasukkan ke dalam labu "rlenmeyer, tempatkan dalam penangas air mendidih sampai terbentuk agar 3air. 8arutan ini disimpan dalam lemari es, yang bila akan digunakan dapat di3airkan kembali dengan menempatkan labu di dalam air mendidih. Untuk melapisi gelas obyek, diperlukan kurang lebih / ml agar 3air yang dituangkan ke atasnya dengan menggunakan pipet.
'. Jenis g"l"ngan #ara$n0a
etelah dipastikan bahwa ber3ak darah tersebut adalah milik manusia, maka langkah selanjutnya adalah menentukan golongan darah ber3ak tersebut.
Pemeriksaan golongan darah pada ber3ak darah yang sudah kering dilakukan dengan metode >bsorpsi(elusi. >ntiserum diteteskan pada ber3ak darah, biarkan beberapa saat agar antibody bereaksi mengikat antigen. emudian serum yang tidak bereaksi di3u3i supaya antibodi dapat dihilangkan. Panaskan dalam temperatur &&@ agar ikatan antibodi dengan antigen terlepas 4elusi5. Terakhir, antibody yang terlepas ditambahkan dengan sel darah merah yang telah diketahui golongan darahnya. Tes ini sulit, tes ini dimungkinkan oleh karena antigen yang terdapat pada permukaan sel tetap utuh walaupun sel(selnya telah han3ur. Dengan demikian penentuan golongan darah dalam tubuh ini dilakukan se3ara tidak langsung.
II.3.B S*era #an air ani7=
;airan mani merupakan 3airan agak putih kekuningan, keruh dan berbau khas. ;airan mani pada saat ejakulasi kental kemudian akibat en<im proteolitik menjadi 3air dalam waktu yang singkat 4$@ A )@ menit5. Dalam keadaan normal, volume 3airan mani / A & ml pada $ kali ejakulasi dengan pH *,) A *,?.
;airan mani mengandung spermato<oa, sel(sel epitel dan sel(sel lain yang tersuspensi dalam 3airan yang disebut plasma seminal yang mengandung spermion dan beberapa en<im sepertri 2os2atase asam. permato<oa mempunyai bentuk yang khas untuk spesies tertentu dengan jumlah yang bervariasi, biasanya antara ?@ sampai $)@ juta per ml.
perma itu sendiri didalam liang vagina masih dapat bergerak dalam waktu 1 A & jam post(3oitus sperma masih dapat ditemukan tidak bergerak sampai sekitar )1(
/? jam post 3oital dan bila wanitanya mati masih akan dapat ditemukan *(% hari
Pemeriksaan 3airan mani dapat digunakan untuk membuktikan
$. >danya persetubuhan melalui penentuan adanya 3airan mani dalam labia minor atau vagina yang diambil dari 2orniks posterior
). >danya ejakulasi pada persetubuhan atau perbuatan 3abul melalui penentuan adanya 3airan mani pada pakaian, seprai, kertas tissue, dsb.
Teknik Pengambilan bahan untuk pemeriksaan laboratorium untuk pemeriksaan 3airan mani dan sel mani dalam lendir vagina, yaitu dengan mengambil lendir vagina menggunakan pipet pasteur atau diambil dengan ose batang gelas, atau swab. -ahan diambil dari 2orniks posterior, bila mungkin dengan spekulum. Pada anak(anak atau bila selaput darah masih utuh, pengambilan bahan sebaiknya dibatasi dari vestibulum saja.
1. Peeriksaan untuk enentukan a#an0a s*era2) (et"#e& tan*a *e,arnaan
Untuk melihat motilitas spermato<oa. Pemeriksaan ini paling bermakna untuk memperkirakan saat terjadinya persetubuhan
;ara pemeriksaan
8etakkan satu tetes 3airan vagina pada ka3a objek kemudian ditutup. Periksa dibawah mikroskop dengan pembesaran &@@ kali. Perhatikan pergerakkan spermato<oa
Hasil
Umumnya disepakati dalam ) A / jam setelah persetubuhan masih dapat ditemukan spermato<oa yang bergerak dalam vagina. Haid akan memperpanjang waktu ini sampai / A 1 jam. -erdasarkan beberapa penelitian, dapat disimpulkan bahwa spermato<oa masih dapat ditemukan / hari, kadang A kadang sampai ? hari pas3a persetubuhan. Pada orang mati, spermato<oa masih dapat ditemukan hingga
) minggu pas3a persetubuhan, bahkan mungkin lebih lama lagi.
(et"#e #engan *e,arnaan ;ara pemeriksaan
-uat sediaan apus dan 2iksasi dengan melewatkan gelas sediaan apus tersebut pada nyala api. Pulas dengan H", biru metilen atau hijau malakit. ;ara pewarnaan
yang mudah dan baik untuk kepentingan 2orensik adalah pulasan dengan hijau malakit dengan prosedur sebagian berikut
( -uat sediaan apus dari 3airan vaginal pada gelas objek, keringkan diudara ( #iksasi dengan melewatkan gelas sediaan apus tersebut pada nyala api ( Earnai dengan =ala3hite(green $G dalam air, tunggu $@($& menit
( ;u3i dengan air, warnai dengan larutan "osin Iellowish $ Gdalam air, tunggu selama $ menit
( ;u3i lagi dengan air, keringkan dan periksa dibawah mikroskop. Hasil
euntungan dengan pulasan ini adalah inti sel epitel dan leukosit tidak terdi2erensiasi, sel epitel berwarna merah muda merata dan leukosit tidak terwarnai. epala spermato<oa tampak merah dan lehernya merah muda, ekornya berwarna hijau.
-ila persetubuhan tidak ditemukan, belum tentu dalam vagina tidak ada ejakulat karena kemungkinan a<oosperma atau pas3avasektomi. -ila hal ini terjadi, maka perlu dilakukan penentuan 3airan mani dalam 3airan vagina.
Ba$an *eeriksaan
Pakaian yang mengandung ber3ak diambil sedikit pada bagian tengahnya. emudian diwarnai dengan pewarnaan ->"";H! selama ) menit. emudian 3u3i
dengan H;8 $G dehidrasi dengan alkohol *@G, %&G dan alkohol absolut lalu bersihkan dengan Bylol dan keringkan dengan kertas saring.
Dengan jarum, pakaian yang mengandung ber3ak diambil benangnya $() helai, kemudian diurai menjadi serabut(serabut pada gelas objek, serabut tersebut ditetesi 3anada, ditutupi dengan gelas penutup dan dilihat di bawah mikroskop pembesaran &@@ kali.
Hasil positi2 bila kepala sperma berwarna merah, bagian ekor biru muda, kepala sperma tampak menempel pada serabut(serabut benang.
Peeriksaan untuk enentukan a#an0a asa f"sfatase)
=erupakan tes penyaring adanya 3airan mani, menentukan apakah ber3ak tersebut adalah ber3ak mani atau bukan, sehingga harus selalu dilakukan pada setiap sampel yang diduga 3airan mani sebelum dilakukan pemeriksaan lain. Reaksi 2os2atase asam dilakukan bila pada pemeriksaan tidak ditemukan sel spermato<oa. Tes ini tidak spesi2ik, hasil positi2 semu dapat terjadi pada 2eses, air teh, kontrasepsi, sari buah dan tumbuh(tumbuhan.
Dasar reaksi 4prinsip5
>danya en<im 2os2atase asam dalam kadar tinggi yang dihasilkan oleh kelenjar prostat. "n<im 2os2atase asam menghidrolisis natrium al2a na2til 2os2at. >l2a na2tol yang telah dibebaskan akan bereaksi dengan brentamin menghasilkan <at warna a<o yang berwarna biru ungu. -ahan pemeriksaan yang digunakan adalah 3airan vaginal.
Reagen 8arutan >
4$5 -rentamin #ast -lue - $ g 4)5 9atrium asetat trihidrat )@ g 4/5 >sam asetat glasial $@ ml 415 >skuades $@@ ml
Reagen 4)5 dan 4/5 dilarutkan dalam 415 untuk menghasilkan larutan penyangga dengan pH &, kemudian 4$5 dilarutkan dalam larutan peyangga tersebut.
8arutan
- 9atrium al2a na2til 2os2at %@@ mg J aFuades $@ ml.
ebanyak %' ml 8arutan > ditambah $ ml larutan -, lalu saring 3epat ke dalam botol yang berwarna gelap. 0ika disimpan dilemari es, reagen ini dapat bertahan berminggu(minggu dan adanya endapan tidak akan mengganggu reaksi.
;ara pemeriksaan
-ahan yang di3urigai ditempelkan pada kertas saring yang terlebih dahulu dibasahi dengan aFuades selama beberapa menit. emudian kertas saring diangkat dan disemprotkan 7 diteteskan dengan reagen. Ditentukan waktu reaksi dari saat penyemprotan sampai timbul warna ungu, karena intensitas warna maksimal ter3apai
se3ara berangsur(angsur.
Hasil
-er3ak yang tidak mengandung en<im 2os2atase memberikan warna serentak dengan intensitas tetap, sedangkan ber3ak yang mengandung en<im tersebut memberikan intensitas warna se3ara berangsur(angsur.
Eaktu reaksi /@ detik merupakan indikasi kuat adanya 3airan mani. -ila /@ A ?& detik, masih perlu dikuatkan dengan pemeriksaan elektro2oresis. Eaktu reaksi K ?& detik, belum dapat menyatakan sepenuhnya tidak terdapat 3airan mani karena pernah ditemukan waktu reaksi K ?& detik tetapi spermato<oa positi2.
"n<im 2os2atase asam yang terdapat di dalam vagina memberikan waktu reaksi rata(rata '@ A $@@ detik. ehamilan, adanya bakteri(bakteri dan jamur, dapat memper3epat waktu reaksi.
Peeriksaan untuk enentukan a#an0a kristal k$"lin -ahan pemeriksaan 3airan vaginal
=etode C #loren3e
C ;airan vaginal ditetesi larutan yodium
C ristal yang berbentuk terlihat di bawah mikroskop
-ila pada 3airan vagina terdapat kristal(kristal kholin yang periodida tampak berbentuk jarum(jarum yang berwarna 3oklat.
Ber!eri"
Reaksi ini dilakukan dan mempunyai arti bila mikroskopik tidak ditemukan spermato<oa.
Dasar reaksi =enentukan adanya spermin dalam semen.
Reagen
C 8arutan asam pikrat jenuh.
C ;ara pemeriksaan 4sama seperti pada reaksi #loren3e5
C -er3ak diekstraksi dengan sedikit akuades. "kstrak diletakkan pada ka3a objek, biarkan mengering, tutup dengan ka3a penutup. Reagen dialirkan dengan pipet dibawah ka3a penutup.
Hasil
Hasil positi2 bila, didapatkan kristal spermin pikrat kekuningan berbentuk jarum dengan ujung tumpul. adang(kadang terdapat garis re2raksi yang terletak longitudinal. ristal mungkin pula berbentuk ovoid.
Peeriksaan untuk enentukan a#an0a ra+un atau t"ksik"l"gi
elain alkohol, dikenal juga obat(obatan yang menginduksi perkosaan, seperti obat yang menghapus ingatan seperti 2lunitra<epam 4Rohypnol5, ben<odia<epin, ketamin, gamma hidroksibutirat 4H-5, gamma butirolakton 4-85, /,1( methylenedioksimethapm2etamin 4=D=>, atau "3stasy5.
ejala meliputi pengakuan korban hanya minum dua gelas minuman beralkohol namun sudah kehilangan kesadaran. -iasanya korban hanya akan mengingat peristiwa perkosaan samar(samar, hal ini sering disebut :gambaran 3ameo+ sampai ia sadar kembali. Dengan H-, korban seringkali tak sadar hanya dalam waktu semenit, dan baru sadar kembali setelah bermenit(menit kemudian, menemukan dirinya tak berpakaian dengan luka pada vagina ataupun rektal yang membuatnya per3aya bahwa ia baru saja diperkosa 48edray, )@@$5
Penggunaan obat perkosaan dapat dideteksi melalui pemeriksaan urin dalam *) jam setelah terjadinya tindak perkosaan, namun dapat pula diperiksa di atas waktu jam *) jam setelah perkosaan. etelah diambil, substans yang akan diperiksa ini
masih dapat digunakan )% hari setelah ingesti.
>hli 2orensik wajib memeriksa adanya D#> dalam urin bila didapati 3erita pasien yang khas menggambarkan adanya penggunaan D#>. -ahkan bila korban buang air sebelum tiba di rumah sakit, hendaknya diin2ormasikan pada korban agar
menempatkan urinnya pada wadah bersih dan membawanya ke rumah sakit.
-ahan pemeriksaan darah dan urin =etoda
C T8;
C =ikrodi2usi
Hasil yang diharapkan adalah didapati kadar obat yang dapat menurunkan atau menghilangkan kesadaran korban pada saat tindak perkosaan terjadi.
Penentuan g"l"ngan #ara$)
-ahan pemeriksaan 3airan vaginal yang berisi air mani dan darah =etode erologi 4>-6 grouping test5
Hasil yang diharapkan dari pemeriksaan ini adalah golongan darah dari air mani berbeda dengan golongan darah korban. Pemeriksaan ini hanya dapat dikerjakan bila tersangka pelaku kejahatan termasuk golongan :sektor+
Peeriksaan Ber+ak (ani Pa#a Pakaian a. e3ara visual
-er3ak mani berbatas tegas dan warnanya lebih gelap daripada sekitarnya. -er3ak yang sudah agak tua berwarna kekuningan. Pada bahan sutera 7 nilon, batas sering tidak jelas, tetapi selalu lebih gelap daripada sekitarnya. Pada tekstil yang tidak menyerap, ber3ak segar menunjukkan permukaan mengkilat dan translusen kemudian mengering. Dalam waktu kira(kira $ bulan akan berwarna kuning sampai 3oklat. Pada tekstil yang menyerap, ber3ak segar tidak berwarna atau bertepi kelabu yang berangsur(angsurmenguning sampai 3oklat dalam waktu $ bulan.
Dibawah sinar ultraviolet , ber3ak semen menunjukkan 2louresensi putih.
-er3ak pada sutera buatan atau nilon mungkin tidak ber2louresensi. #louresensi terlihat jelas pada ber3ak mani pada bahan yang terbuat dari serabut katun. -ahan makanan, urin, sekret vagina, dan serbuk deterjen yang tersisa pada pakaian sering ber2louresensi juga.
b. e3ara taktil 4perabaan5
-er3ak mani teraba kaku seperti kanji. Pada tekstil yang tidak menyerap, bila tidak teraba kaku, masih dapat dikenali dari permukaan ber3ak yang teraba
kasar.
3. krining awal 4dengan Reagen 2os2atase asam5 ;ara pemeriksaan
ehelai kertas saring yang telah dibasahi akuades ditempelkan pada ber3ak yang di3urigai selama & A $@ menit. eringkan lalu semprotkan 7 teteskan dengan reagen. -ila terlihat ber3ak ungu, kertas saring diletakkan kembali pada pakaian sesuai dengan letaknya semula untuk mengetahui letak ber3ak pada kain.
Peeriksaan Pria Tersangka7
Untuk membuktikan bahwa seorang pria baru saja melakukan persetubuhan dengan seseorang wanita.
;ara lug"l
a3a objek ditempelkan dan ditekan pada glans penis, terutama pada bagian kolum, korona serta 2renulum, kemudian letakkan dengan spesimen menghadap kebawah diatas tempat yang berisi larutan ligol dengan tujuan agar uap yodium akan mewarnai sediaan tersebut. Hasil akan menunjukkan sel(sel epitel vagina dengan sitoplasma berwarna 3oklat karena mengandung banyak glikogen.
Untuk memastikan bahwa sel epitel berasal dari seorang wanita, perlu ditentukan adanya kromatin seks 4barr bodies5 pada inti. Dengan pembesaran besar, perhatikan inti sel epitel yang ditemukan dan 3ari barr bodies. ;iri(3irinya adalah menempel erat pada permukaan membran inti dengan diameter kira(kira $ L yang berbatas jelas dengan tepi tajam dan terletak pada satu dataran 2okus dengan inti.
elemahan pemeriksaan ini adalah bila persetubuhan tersebut telah berlangsung lama atau telah dilakukan pen3u3ian pada alat kelamin pria, maka pemeriksaan ini tidak akan berguna lagi.
Pada dasarnya pemeriksaan laboratorium 2orensik pada korban wanita dewasa dan anak(anak adalah sama, yang membedakan adalah pendekatan terhadap korban. Pengumpulan barang bukti harus dilakukan jika hubungan seksual terjadi dalam *) jam sebelum pemeriksaan 2isik.
II.3.; Peeriksaan !ekas gigitan1>
Tahap dalam investigasi bekas gigitan meliputi langkah(langkah berikut $@
C Pengenalan C Dokumentasi
C Pengumpulan barang bukti dan persiapan 4tes D9> pada barang bukti 2isik5 C =embuat pro2il gigi dari barang bukti yang dipertanyakan 4bekas gigitan5 C =embuat pro2il gigi dari barang bukti yang diketahui
C Perbandingan 2isik antara pro2il gigi yang dipertanyakan dengan pro2il gigi tersangka, yang menghasilkan kesimpulan
( Terdapat hubungan atau Tidak ada hubungan
( etidakmampuan untuk memperkirakan karena barang bukti kurang baik C =embuat pro2il D9> dari air liur yang didapatkan pada bekas gigitan dan
pro2il D9> tersangka
C =enyampaikan hasil pemeriksaan kepada yang berwenang atau aparat hukum
Pada umumnya pada kasus bekas gigitan menyebabkan luka pada kulit. 6rang yang digigit bisa masih hidup atau sudah mati. Pada kedua 3ontoh berupa bekas gigitan tersebut dapat berubah dengan 3ara menjadi sembuh atau membusuk. Penyidik harus 3uriga jika ada bekas atau memar yang memiliki karakteristik yang sesuai dengan 3iri luka karena gigitan. Penentuan suatu luka merupakan luka gigitan oleh kerana gigi manusia memerlukan in2ormasi(in2ormasi yang si2atnya mendasar. on2irmasi lanjut berupa analisi D9> dari saliva yang didapat dari tempat yang sama mendukung atau meniadakan dugaan sementara tentang bekas gigitan yang tidak
lengkap. !denti2ikasi seseorang se3ara khusus paling baik dilakukan dengan 3ara mengumpulkan bukti 2isik dan biologik yang didapat di tempat yang sama.
ambaran yang mengindikasikan bekas gigitan pada kulit.
igi manusia tersusun dalam pola yang dapat diprediksikan. Terdapat variasi dimensional dalam ukuran 7 bentuk 7 posisi gigi antara satu individu dengan yang lain yang mungkin berguna untuk investigasi 2orensik jika bekas gigitan itu sendiri memiliki detail yang 3ukup.
% P"la "?"i# @ elli*ti+al sejumlah memar atau abrasi berbentuk :;+ yang didapat se3ara utuh terlihat membentuk pola ovoid. !ni menggambarkan gigi depan atas dan bawah baik pada dewasa dan anak(anak. Pada beberapa kasus, hanya terlihat satu luka berbentuk :;+, hal ini mengindikasikan penggunakan hanya satu rahang, biasanya rahang bawah. etiadaan tanda bekas rahang yang lain pada gigitan dapat diterapkan dengan beberapa hipotesis seperti :pakaian dapat bertindak sebagai pelindung bagi kulit selama gigitan+. atu( satunya 3ara untuk membuktikan hal ini adalah men3ari saliva dalam pakaian 4jika ada5 dan melakukan tes D9>.
% A!rasi ter*utus 5interru*te# a!rasi6 pola ovoid ini dapat menggambarkan bekas gigi spesi2ik masing(masing. Hal ini bisa disamakan dengan bentuk
memar spesi2ik yang terdapat pada luka pada umumnya.
% ;"ntinues !ruises @ ear 0ang !ersa!ungan& harus diketahui bahwa memar berbentuk oval dengan ukuran mendekati ukuran rahang manusia telah terbukti dapat dihasilkan oleh benda lain selain gigi 43ontohnya bantalan "5.
Diagnosis bekas gigitan manusia pada bukti 2isik kategori ini harus dibuat se3ara lebih konservati2 karena memar tidak merupakan in2ormasi yang 3ukup detail untuk identi2ikasi manusia.
II.3.D Uji anak *eluru 5Uji !alistik6
etika anak peluru sudah dilontarkan oleh sebuah senjata, bekas anak peluru memberikan pertanda(pertanda yang menentukan kelas karakteristik. Hal(hal tersebut mungkin dapat menentukan model dari senjata api atau senapan dari anak peluru yang ditemukan. arakteristiknya adalah$$
$. Panjang dari alur dan dataran ). Diameter dari alur dan dataran /. 8ebar daru alur dan dataran 1. edalaman alur
&. >rah tembakan ?. Derajat tembakan
ebagai tambahan, 3a3at dari permukaan dataran dan alur menetukan anak peluru dapat membantu menentukan karakteristik individual. Pada anak peluru yang berjaket tanda(tanda tersebut lebih mudah ditemui. Dari karakteristik individual dari jenis anak peluru tadi maka dapat menentukan jenis senjata api yang digunakan. Hal ini akan menentukan jejak tentang senjata api apa yang dipakai karena tidak ada dua senjata yang meskipun dibuat dari bahan yang sama akan menghasilkan tanda yang sama pula pada 3iri(3iri luka tembak yang dihasilkan.
Pada pengambilan sampel perlu diperhatikan bahwa tidak boleh sampai merusak alur dan dataran yang ada pada peluru.
Pertan#a #asar $$,$)
Pada beberapa senjata bubuk(bubuk mesiu terletak pada bagian dasar anak peluru untuk memberi tanda dibagian dasar. ebagian besar tanda dapat dibuktikan dalam anak peluru dengan dasar timah, baik yang berjaket penuh atau yang tidak berjaket penuh. emakin pendek anak peluru maka lebih banyak dan lebih dalam bubuk itu terdapat. 0enis yang berbeda dari bubuk meisu akan menghasilkan tanda yang berbeda pula bubuk berbentuk spheris akan memproduksi lebih banyak tanda berupa lingkaran yang dalam. emudian yang berbentuk lingkaran penuh atau dis3 akan menghasilkan tanda yang sirukular atau dangkal serta memberi tanda linear 4bubuk terdapat disekeliling luka5. Dan yang ketiga bubuk gitam akan menghasilkan karakteristik seperti bubuk meri3a.
Tanda berupa bubuk tersebut lebih menonjol pada anak peluru dengan dasar timah yang dilapisi jaket metal daripada yang tidak berjaket. >nak peluru yang dilapisi bagian bawah 4metal partial ja3keted bullet5 akan menunjukkan tanda berupa bubuk mesiu yang sangat sedikit.
-ubuk tersebut dapat melekat kebagian dasar anak peluru dan terbawa masuk ke dalam tubuh yang tertembak. Hal ini terkait dengan anak peluru dengan dasar timah yang terlihat pula pada anak peluru yang dilapisi jaket pada bagian dasarnya.
Sit"l"gi #ari Anak *eluru #an Pakaian$$
-ila sebuah anak peluru menembus tubuh ataupun target atau menan3ap pada permukaan yang keras, maka pe3ahan jaringan atau material yang terdapat pada target akan melekat di anak peluru. 0ika anak peluru membentuk 3ekungan, sebagian besar gumpalan dari material mungkin terdeposit di dalam lubang. Penemuan dan identi2ikasi dari material yang terdapat di luar anak peluru dapat mengidenti2ikasi organ atau obyek yang ditembus atau bukti bahwa anak peluru telah terpantul. =aterial nonorganik, seperti aluminium dari lapisan jendela yang pe3ah akibat anak peluru. >tau bentuk mineral dari batu yang terpental disaat sebuah anak peluru
dipantulkan, dapat diidenti2ikasi pada anak peluru melalui "=("DM.
>pabila anak peluru ditemukan di TP atau beberapa anak peluru ditemukan pada rongga tubuh setelah menembus beberapa organ, hal(hal tersebut dapat digunakan untuk membedakan anak peluru ini menan3ap di tubuh atau anak peluru yang menembus tubuh setelah melewati organ. >pabila ada anak peluru tertan3ap pada tulang dan partikel tulang akan terkumpul pada anak peluru maka identi2ikasi dari tulang dapat dibuat dari pemeriksaan histopatologi jika 2ragmen 3ukup besar namun jika 2ragmennya terlalu ke3il maka dilakukan metode "=("DM.
>pabila anak peluru yang tertan3ap pada jaringan atau bahkan organ yang spesi2ik dapat ditentukan melalui pemeriksaan sitologi. 9i3ols and eens telah menjelaskan metode untuk menemukan dan mengidenti2ikasi jaringan dan material yang terlalu ke3il untuk dapat dilihat. Proses ini terkait dengan membersihkan anak peluru yang tidak dapat ter3u3i dengan 3airan tertentu,menyaring 3airan atau solusio tersebut dengan penyaring stiologi dan kemudian pewarnaan sitologi. Pada kasus anak peluru berke3epatan tinggi mereka men3atat terdapat pe3ahan yang banyak dan luas dari jaringan dengan ber3ak darah,2ragmen tulang,otot dan debris yang tidak berbentuk. Hampir sebagian jaringan dapat diperbaiki namun tidak demikian pada
mesotel dan 2ragmen tulang. Penemuan jaringan dari anak peluru yang berke3epatan rendah lebih mudah untuk disimpan dan jumlahnya banyak. 0aringan lemak, pe3ahan dari pembuluh darah ke3il, gumpalan sel(sel spindel lebih sering ditemukan sedangkan otot jantung dan rangka hanya kebetulan saja ditemukan. Pe3ahan organ dalam tidak terlalu penting ditemukan meski organ tersebut telah tertembus. ulit yang biasanya jarang diperiksa. Dalam kaitannya dengan jenis senjata shotgun pada kepala,tulang,otot gerak,jaringan penyangga dan potongan(potongan biasanya ditemukan. #ragmen(2ragmen dari otak ditemukan namun sara2(sara2nya tidak dapat dipastikan sesuai dengan tempat asalnya.
Analisa !u!uk $ita@ Jelaga$$,$)
0elaga terkait dengan penembakan yang 2atal. ebagian besar dari kasus ini termasuk dalam senapan angin. Dimana senjata ini memiliki laras seperti senjata yang lain. Tanda dari senapan tersebut akan mun3ul dalam bentuk s2eris atau lingkaran keru3ut. elain itu pelatuk yang ditarik digunakan untuk mengatur anak peluru dalam ruangan yang dapat meninggalkan pertanda 3ukup jelas dianak peluru dan dengan karakteristik individu untuk membuat perbandingan balistikyang jelas. 0elaga yang berasal dari :bla3k powder+, komposisi ;6) 4 &@G 5, 9itrogen 4 /&G 5, ;6 4 $@G 5,
Hidrogen ul2id 4 /G 5, Hidrogen 4 )G 5, serta sedikit 6ksigen dan =ethane. :mokeless powder+ akan menghasilkan asap yang jauh lebih sedikit jangkauan jelaga untuk senjata genggam berkisar /@ sentimeter, oleh karena jelaga hanya
menempel pada permukaan kulit sehingga bila dihapus akan menghilang.
II.3.E Peeriksan DNA
Dengan berkembangnya teknik kloning, seFuen3ing, dan P;R terbuka kemungkinan untuk lebih meningkatkan peman2aatan dari sel A sel hiperpolimor2is. >da / teknik utama yang digunakan saat ini untuk ekstraksi D9> pada laboratorium 2orensik D9> ekstraksi organik, ekstraksi 3heleB, dan #T> paper. "kstraksi eksak atau ma3am A ma3am prosedur isolasi D9> tergantung pada bukti A bukti tipe biologis yang akan diuji. ebagai 3ontoh darah utuh harus diperlakukan dengan 3ara
yang berbeda dari suatu noda darah atau suatu 2ragmen tulang.
II.3.- I#entifikasi Si#ik Jari
eksi laboratorium ini sering identik dengan seksi sidik jari yang tersembunyi. Peran seorang dokter ahli 2orensik ini adalah pengambilan sidik jari dalam keadaaan khusus seperti bila telah terjadi pembusukan, dokter membuat sidik tersebut lebih jelas dan trebal untuk diambil sebagai alat identi2ikasi.
idik jari yang terdapat dalam logam bersi2at laten artinya sidik mengendap pada permukaan logam dan dapat diambil untuk identi2ikasi.
II.3. Air Liur9
>ir liur merupakan 3airan yang dihasilkan oleh kelenjar liur. >ir liur 4saliva5 terdiri dari air, en<im al2a amilase 4ptialin5, protein, lipid, ion(ion anorganik seperti tiosianat, klorida dan lain A lain.
Dalam bidang kedokteran 2orensik, pemeriksaan air liur penting untuk kasus( kasus dengan jejas gigitan untuk menentukan golongan darah pengigitnya. olongan darah penggigit yang termasuk dalam golongan sekretor dapat ditentukan dengan 3ara absorpsi inhibisi.
Reagen yang digunakan yaitu anti > dan anti - dapat diperoleh dari laboratorium trans2usi darah P=!, demikian pula dengan anti H. >nti H dapat dibuat dari biji(biji UleB europaeus yang digerus dalam mortir. Tiap $ g biji(bijian ditambahkan $@ ml salin. emudian 3ampuran tadi diko3ok dengan mesin pengo3ok selam $ jam dan dipusing selama & menit dengan ke3epatan /@@@ RP=. ;airan supernatan disaring dan dapat segera dipergunakan.
Untuk pemeriksaan perlu dilakukan kontrol dengan air liur yang telah diketahui golongan sekretor atau non sekretor.
;ara absorpsi inhibisi
-asahkan ber3ak liur dengan @,& ml salin, kemudian peras dan tempatkan air liur atau ekstrak air liur dalam salin tadi ke dalam tabung reaksi, lalu panaskan dalam air mendidih selama $@ menit. Pusing dan ambil supernatant, bila mau dimpan maka simpan pada suhu )@N;. Dalam tabung reaksi $ vol air liur ditambahkan $ vol
antiserum. ;ampuran tersebut didiamkan selama /@ menit pada suhu ruang untuk proses absopsi.
elama menunggu, tentukan titer anti >, anti - dan anti H yang digunakan. etelah /@ menit berlalu, pada 3ampuran tersebut ditentukan titer anti >, anti - dan anti H dengan 3ara yang sama.
D= yang digunakan adalah suspensi 1 G yang berumur kurang dari )1 jam. -andingkan titer antisera yang digunakan dengan titer 3ampuran antiserum J air liur. Hasil positi2 bila titer berkurang lebih dari ) kali.
II.3.H Peeriksaan La!"rat"riu -"rensik a!ut7
Rambut manusia berbeda dengan rambut hewan pada si2at(si2at lapisan sisik 4kutikula5, gambaran korteks dan medula rambut.
utikula merupakan lapisan paling luar dari rambut, di bawahnya terletak korteks yang terdiri dari gabungan serabut(serabut dengan pigmen. Di tempat yang paling dalam7 tengah, terdapat medula yang mengandung pigmen dalam jumlah terbanyak. Rambut manusia memiliki diameter sekitar &@($&@ mikron dengan bentuk kutikula yang pipih, sedangkan rambut hewan memiliki diameter kurang dari )& mikron atau lebih dari /@@ mikron dengan kutikula yang kasar atau menonjol.
Pigmen pada rambut manusia sedikit dan terpisah(pisah sedangkan pada hewan padat dan tidak terpisah. Perbandingan diameter rambut hewan dengan diameter rambut manusia, indeks medula rambut manusia adalah $/, sedangkan indeks medula rambut hewan adalah $) atau lebih besar. Pemeriksaan indeks medula merupakan pemeriksaan terpenting untuk membedakan rambut manusia dari rambut hewan.
-erdasarkan asal tumbuhnya, rambut manusia dibedakan atas rambut kepala alis, bulu mata dan bulu hidung kumis dan jenggot rambut badan rambut ketiak dan rambut kemaluan. Umumnya tidak terdapat perbedaan yang jelas antara jenis(jenis rambut tersebut di atas.