Re-Desain Struktur Pondasi Tiang Pancang pada Stadion Wilis Madiun A. Muchtar
ABSTRAK
Stadion Wilis Kota Madiun pada kondisi tidak layak pakai maka perlu adanya renovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat.. Stadion Wilis Kota Madiun Jawa Timur merupakan Stadion olah raga dengan struktur yang terdiri dari tribun tempat duduk yang berkapasitas besar. Mengingat bentang struktur yang sangat besar, maka untuk mencegah terjadinya patahan – patahan jalur struktur digunakan “dilatasi“. Agar menghasilkan type, struktur bawah yang lebih berkualitas, ekonomis, aman dan efisien diperlukan evaluasi dan analisis desain dan biaya pelaksanaan pondasi tiang pancang pada tribun “ B “. Luas tribun “ B “ 68.6 x 12.8 m berupa tribun beton bertulang, dengan pondasi tiang pancang dimensi 20 x 20, kedalaman tanah keras 14 m, dengan mutu beton K 300 terdiri dari 30 group pile yang satu groupnya berjumlah 4 pile.
Kata Kunci : tiang pancang, mutu beton, biaya pelaksanaan PENDAHULUAN
Latar Belakang : Stadion merupakan sarana dan prasarana olah raga yang diharapkan dapat meningkatkan prestasi olah raga dan dapat mencetak, menghasilkan bibit-bibit atlet dibidangnya masing-masing. Sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah kota besar di Jawa Timur khususnya Kota Madiun maka diperlukan sarana prasarana olah raga yang representative dan modern. Sehubungan Stadion Wilis Kota Madiun pada kondisi tidak layak pakai maka perlu adanya renovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Renovasi ini diharapkan menjadi Stadion berskala nasional yang dibanggakan masyarakat dan menjadi ikon yang mempercantik landscape kota yang berujung pada peningkatan prestasi olah raga. Stadion Wilis Kota Madiun Jawa Timur merupakan Stadion olah raga dengan struktur yang terdiri dari tribun tempat duduk yang berkapasitas besar, karena bentang panjang struktur sangat besar, maka untuk mencegah terjadinya patahan-patahan jalur struktur digunakan “ Deletasi “ luas tribun “ B “ 69,6 x 12,8 m’, berupa tribun beton bertulang yang bertumpu pada kolom dengan pondasi tiang pancang dimensi 25 x 25 kedalaman 14 m’, dengan mutu beton K 300. (Tegangan karakteristik beton 300 kg/cm’) sedangkan mutu baja U 24 ( baja memiliki tegangan tarik sebesar 2400 kg/cm2).
Pada ReDesain Pekerjaan Pondasi Tiang Pancang Tribun “ B “ Di Stadion Wilis Kota Madiun , penulis batasi dengan pokok bahasan sebagai berikut :
ReDesain Tiang pancang ( Daya Dukung dan Penulangan ). Biaya Pelaksanaan tiang pancang.
Adapun perhitungan Struktur betonnya menggunakan peraturan beton bertulang SKSNI T-15.dan perhitungan biaya mengacu pada teori ABK SNI dan harga satuan Kota Madiun tahun 2005.
Tinjauan Pustaka : Pondasi Tiang Pancang
Data pendukung untuk merencanakan pondasi tiang pancang adalah : Data tentang tanah dasar.
Daya dukung single pile dan group pile .
Analisa gaya geser negatif, karena mengakibatkan beban tambahan. Secara umum pondasi tiang punya ketentuan sebagai berikut :
a ). Untuk meneruskan gaya-gaya vertikal yang berkerja padanya untuk diteruskan kelapisan tanah pendukung.
b ). Dengan adanya hubungan antara kepala tiang yang satu dengan lainya mampu menahan perubahan bentuk ke arah mendatar.
Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang
Perhitungan beban Maximum yang di terima oleh satu tiang kelompok tiang dalam kelompok tiang dipakai rumus :
Pmax= v My2. xmax Mx2. ymax
n ny. x2 nx . y2
Dalam perencanaan tiang sampai ke tanah keras melalui lapisan lempung, untuk menghitung daya dukung tiang diperhitungkan baik berdasarkan tekanan ujung.
1. Terhadap Kekuatan Tiang
t
P = Atx σb
2. Terhadap Kekuatan Tanah Qs= 5 q . I . θ 3 qc.A
3. Daya dukung Kelompok Tiang Qpg= n x Qs
Penulangan tiang pancang dihitung berdasarkan pada waktu pengangkatan. 1. Keadaan Dua Titik Angkat
M1 M1
M2
Gbr. Tiang Pancang Ditarik 2 Tali M1= ½ . q . a2 M2= 1/8 . q . (l – 2a)2– ½ . q . a2 M1= M2 ½ . q . a2= 1/8 . q . (l – 2a)2– ½ . q . a2 0 = 4a2+ 4al – l2
Dengan persamaan kuadrat diperoleh hasil a dan harga M1 dan M2 dapat
diketahui.
2. Keadaan Satu Titik Angkat
M1= ½ . q . a2 R1 = ½ . q . (l – a) - q . a2 2 (l – a) = q (l – a) - q . a2 2 2 (l – a) = q . l 2 - (2 . q . a . l) 2 (l – a) mx = R1. x – ½ . q . x2 Syarat Eksterm : dmx = 0 dx = R1. x – ½ . q . x2 = R1. q . x Mmax = M2 M2 M1 R1 R2 a L - a X
= R1 l2– 2al - ½ . q . x l2– 2al 2 2 (l – a) 2 (l – a) = ½ q l2– 2 al 2 (l – a) M1= M2 ½ . q . a2 = ½ . q . l 2– 2al2 2 (l – a) a = l 2– 2al 2 (l – a) 2a2–4al 2+ l 2 = 0
Dengan persamaan kuadrat diperoleh hasil a dan M1, M2dan R dapat diketahui
untuk perhitungan penulangan diambil momen yang terbesar dari dua kondisi pengangkatan tersebut.
Prosedur menghitung penulangan adalah sebagai berikut :
Mudiperoleh dari perhitungan statika maka dipakai yang terbesar.
Mencari Mudipakai rumus :
Mu = 1.2 . MD
Sedang Pudipakai rumus :
Pu = 1.2 . Po
Mencari eksentrisitas e = Mu
Pu
Rasio Penulangan diambil 2% = ’ = As
b . d As= . b . d
Astof= 2 x As
Tulangan dapat dilihat pada tabel : = As
b . h
Pemeriksaan Puterhadap seimbang
1. Mencari d
2. Mencari Cb= . 600 ..d
600 + fy
3. Harga 1 ditetapkan sesuai mutu beton yang dipakai.
4. ab = 1 . Cb
5. Es’= Cb – d’
6. fa’ = 0.003 (E) (Cb – d’ ) > fy
Cb
Jika dalam perhitungan harga fslebih besar dari fy
maka dianggap :fs’ = fy
7. Pnb = 0,85 .fc’. ab . b + As’ . fy– As. fy
Pn = 0,70 . Pnb< Pu
Lalu penampang diperiksa kekuatannya Pn = As’ . fy + b . h . fc’
e 3 . hc _______+ 0,50 _________ + 1,18
(d-d’) d2
Pn = 0,70 . Pn > Pu
Merencanakan Tulangan Spiral
Menentukan tulangan untuk perencanaan Mencari s(min)
s (min)= 0,45 Ag - 1 fc’
Ac fy
Smax = 4. Asp
Dc. (min)
Analisa Biaya Konstruksi ( ABK ) Bangunan Gedung dan Perumahan Pekerjaan Beton SNI ( Standar Nasional Indonesia )
1 m³ Membuat Tiang Pancang Beton K 300 Bahan - Semen portland 352.000 Kg - Pasir Beton 0.560 M³ - Koral Beton 0.700 M³ Tenaga - Pekerja 1.650 Oh - Tukang Batu 0.250 Oh - Kepala Tukang 0.025 Oh - Mandor 0.080 Oh
1 Kg Pembesian Dengan Besi Polos atau Ulir Bahan
- Besi Beton (polos-ulir) 1.050 Kg
- Kawat Beton 0.015 Kg Tenaga - Pekerja 0.007 Oh - Tukang Besi 0.007 Oh - Kepala Tukang 0.0007 Oh - Mandor 0.0003 Oh
Bahan - Kayu Terentang 0.004 M³ - Paku Biasa 2’ – 5” 0.400 Kg - Minyak Bekisting 0.200 Lt - Playwood Tebal 9 mm 0.350 Lbr Tenaga - Pekerja 0.300 Oh - Tukang Kayu 0.260 Oh - Kepala Tukang 0.026 Oh - Mandor 0.005 Oh
DATA DAN METODE
Dalam perencanaan suatu kontruksi bangunan, data merupakan suatu hal yang sangat diperlukan. Bertolak dari itulah seseorang perencana dapat mengawali untuk merencanakan suatu kontruksi. Jadi semakin lengkap dan akurat suatu data akan sangat membantu seseorang perencana untuk mengambil keputusan. Data tersebut diperoleh dari DPUD Kota Madiun. Data Teknik
Nama Stadion : Stadion Wilis Kota
Luas Tribun : 68,6 x 12,8 m2
Mutu Beton : K 300 ( Tegangan Karakteristik Beton 300 kg/cm2)
Mutu Baja : U 24 ( Baja memiliki Tegangan Tarik sebesar 2400 kg/cm2)
Kedalaman tanah keras : 14 m Data Tanah
Dari hasil penyelidikan tanah yang dilaksanakan oleh Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta hasil nilai konus dari penyondiran seperti pada tabel dibawah ini.
Tabel Data Sondir Titik Titik SondirKedalaman
(m) Nilai Konus (rata-rata) Qc (Kg/cm2) Kedalaman Lapisan Tanah 1 12,8 250 Keras 2 12,8 250 Keras 3 13,2 250 Keras 4 10,0 250 Keras 5 7,2 250 Keras 6 14 2 250 Keras
Sumber : Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Pembebanan Struktur Atas
1. Pembebanan pada plat.
Gambar 1. Plat Tribun Pembebanan pada pelat atap
a. Beban mati ( WD)
Berat sendiri plat = 0,25 x 1 x 1 x 2400 = 600 kg/m2
Berat spesi = 0,025 x 1 x 1 x 2000= 50 kg/m2 Finising = = 50 kg/m2 WD = 700 kg/m2 Beban hidup (WL) = 500 kg/m2 Wu = 1,2 WD+ !,6 WL = 1,2 . 700 + 1,6 . 500 = 1640 kg/m2
2. Pembebanan balok induk.
6, 4 6, 4 4 4 4 4 2 2, 2 Q1 Q2 2
Gambar Beban Trapesium. Q1 = ½ x 2 x 2 = 2 Q2 = 1,2 x 2 = 2,4 Ra = Q1 + Q2 = 2 + 2,4 = 4,4 M = 4,4 x (3,2) – 2 x (1,866) – 2,4 x (0,60) = 8,908 Mx = x q x L2 8 1 = x q x 6,42 8 1 = 5,12 q Mx = M q = 1,739 512 908 , 8
b. Muatan balok portal plat lantai
- Berat plat = 2 x 1,739 x 700 = 2434,6 kg/m2 - Berat balok = 0,4 x (0,6 – 0,25) = 366 kg/m2 WD = 2770,6 kg/m2 - Beban berguna WL = 500 kg/m2 Wu = 1,2 WD+ 1,6 WL = 1,2 (2770,6) + 1,6 (500) = 4124,71 ~ 4125 kg/m2 c. Muatan segitiga
Gambar Perataan Beban Segitiga ( 2 Tumpuan )
Q = ½ x 2 x 2 = 2 M = 2 x 2 – 2 (0,66) – 4 (1,33) = 2,66 Mx = x q x L2 8 1 = x q x ,42 8 1 = 2q 4 4 Q
M = Mx 2,666 = 2q 1,333 2 2,666 q
d. Muatan terpusat akibat balok anak induk - WD plat = 700 kg
- Berat plat = 2 x 1,333 x 4 x 700 = 7464,8 kg - Berat balok = 0,3 x (0,4 – 0,25) x 4 x 2400 = 423 kg
P = 8587,8 ~ 8588
HASIL PEMBAHASAN
Perhitungan Pondasi Tiang Pancang
Berdasarkan perhitungan analisa struktur dengan metode SAP 2000 dengan mengambil momen terbesar yaitu ditengah ( hasil perhitungan di lampiran ), maka di dalam perhitungan pondasi selanjutnya pembebanan ditinjau terhadap beban vertikal kolom ditambah gaya normal dan momen yang terjadi pada as kolom.
Adapun hasil perhitungan yang diperoleh seperti yang di susun dalam tabel di bawah ini.
Tabel Hasil Perhitungan SAP 2000
Titik Momen
(Ton meter) Gaya Normal + Beban Kolom (Ton)
1 45,05078 34,75
Daya Dukung Tanah Pondasi
Data tanah yang ada di peroleh dari hasil sondir dari Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Untuk menghitung daya dukung tanah dasar pondasi dipakai rumus Mayerhoof, yaitu : q = 30 qc = 30 250 = 8,33 kg/cm2
Daya dukung tanah t = 3 q = 3 33 , 8 = 2,77 kg/cm2
Daya Dukung Vertikal
Direncanakan tiang () = 20 cm x 20 cm dengan kedalaman = 14 m A = 20 x 20 = 400 cm2
Dihitung berdasarkan kekuatan bahan :
Mutu beton fc’ = 300 Mpa didapat b = 75 kg/cm2
t
P = At x σb
= 400 . 75 = 30000 kg/cm2
Berdasarkan kekuatan tanah
Qs = 3 qc.A + 5 θ.I.q = 3 400 . 250 + 5 33 , 8 . 14 . 80 = 35199,253 kg/cm2
Daya Dukung Horisontal
Gambar Daya Dukung Tiang Terhadap Gaya Horisontal Jenis Tanah halus kelanauan
K = 340 lb/m3 = 340 x 0,02468 kg/cm2 = 9,4112 kg/cm2 I = bh3 12 1 = 20 20 12 1 x x =13333,33 cm4 E = 9600 x Fc = 9600 x 300 = 166276,87 kg/cm2 = 4 4EI D K = 4 33 , 13333 87 , 166276 4 20 4112 , 9 x x x = 0,012 Ha= β K.D x a
= 012 , 0 20 4112 , 9 x 1 = 15685,33 kg
Daya Dukung Kelompok Tiang
Direncanakan diameter tiang = 20 x 20 panjang = 14 m jumlah tiang = 4 gaya normal = 34,75 t = 34750 kg Qpg = n . Qs = 4 . 35199,253 = 140797,012 kg N = 34750 20 80 20 120
Gambar Beban Gaya Normal Terhadap Kelompok Tiang Kontrol
Gaya normal = 34750 kg
Berat Poer : 1,2 . 1,2 . 0,5 . 2400 = 1728 kg
Berat tiang : 4 . 0,20 . 0,20 . 14 . 24 = 5376 kg
N = 41854 kg<Qpg(Ok)
Efisiensi Kelompok Tiang = ars. tan (d/s) = ars. tan (20/80) = 14,036 o = 1 -
n m m ) 1 n ( n 1 m 90 α = 1 -
2 2 2 1 2 2 1 2 90 036 , 14 = 0,844 Qt = . Qpg 1 2 4 3= 0,844 . 140797,012 = 100294,78 > N ... (Ok) = 120407,5 > 34750
Kekuatan Tiang Dalam Kelompok Tiang Pusat berat tiang terhadap 1 = x
4x = 2 .0,80 x = 0,4 m x2 = 2 . 2 . 0,42 x2 = 0,64 m2 y2 = 0,64 m2 My2 = N ( ½ panjang poer – x) = 34750 (1/2 . 1,20 – 0,4) = 6950 kg Mx2 = N . x = 34750 x 0,4 = 13900 kg P = 2 . . 2 y nx y Mx n N 2 . . 2 x ny x My P1= P4 = 0,64 . 0,4 . 2 0,4 . 6950 0,64 . 0,4 . 2 0,4 . 13900 4 34750 = 24976,563 kg P2= P3 = 24976,563 kg < Qk140797,012 kg
Perhitungan PenulanganTiang Pancang
Dihitung berdasarkan waktu pengangkatan Keadaan Dua Titik Angkat
Gbr 3. Pengangkatan Tiang Dengan Keadaan Dua Titik Angkat M1= ½ . q . a2 M2= 1/8 . q . (l – 2a)2– ½ . q . a2 M1= M2 ½ . q . a2= 1/8 . q . (l – 2a)2– ½ . q . a2g 4a2+ 4al – l2 = 0 q = 0,20 x 0,20 x 1,0 x 2,4 = 0,20 x 0,20 x 2,4 = 0,096 t/m = 96 kg/m
Dengan persamaan kuadrat diperoleh hasil : a = 0,209 . L = 0,209 . 14 = 2,926 m M1= M2 = ½ . q . a2 = 1/2 x 96 x (2,926)2 = 410,950 Kgm L - 2 a M1 M1 M2 a a
Keadaan Satu Titik Angkat
M1= M2
= ½ . q . a2
= 1/2 x 96 x (4,06)2
= 791,212 Kgm
Diambil momen yang terbesar dari dua keadaan diatas, yaitu keadaan satu titik angkat yaitu : 791,212 Kgm.
Penulangan Tiang Pancang Penulangan :
Mutu beton (fc’) = 300 Mpa Mutu baja (fy) = 240 Mpa b = 20 cm h = 20 cm d = 20 - 5 = 15 cm Mu = 1,2 . MD = 1,2 (791,212) Mu = 949,454 Kgm = 9494,5 KN Pu = 1,2 . (34,75) = 41,7 ton Mu = 41700 Kg = 417,00 KN Eksentrisitas e = Mu Pu = 9494,5 M2 M1 R2 a R1 L - a x
41700
= 0,227 m = 227 mm
Rasio penulangan dianbil 2% dengan d’ = 50 mm = ’ = As = 0,01
b . d As= . b . d
= 0,01 x 200 x 150
= 300 mm2 (untuk bagian atas) maka :
A= 300 x 2 = 600 mm2
Dipakai penulangan 4 D16 ( As = 603 mm2).
= As = 603 = 0,015 > 0,01 (Oke)
b . h 200 . 1200
Pemeriksaan Puterhadab beban seimbang Pnb
D = 200 - 50 = 150 mm Cb= .150 107,143 240 600 600 .d fy 600 600 1 = 0,81 ab= 1. Cb = 0,81 x 107,143 = 86,786 mm Ea’ = ab - d’ (0,003) = 86,786 - 50 (0,003) = 0,0013 ab 86,786 FY= 240 = 0,0012 < S’ E 200000 Fs’ = 0,003 (E) ( ab – d’) ab = 0,003 ( 200000 ) (86,786 – 50 ) 86,786 = 254,322 > Fy
Maka didalam perhitungan selanjutnya : fs’ = fy
Pnb = 0,85 . fc’ . ab . b . As’ fy - As. fy = 0,85 . 30 . 86,786 . 200 . (10)-3 = 442,608 KN Pnb = 0,70 x 442,608 = 309,826 KN = 309,826 KN < 417,00 KN Memeriksa kekuatan penampang :
KN N x 7 , 1722 475 , 1722739 233 , 7 10 . 12 27 , 2 144720 18 , 1 150 227 . 200 . 3 300 . 200 . 200 50 150 227 240 603 1,18 d 3.h.e b.h.tc' d' d e fy . As' Pn 6 2 2 Pn = 0,70 x 1722,7 = 1205,89 > 417,00Dengan demikian penampang kolom memenuhi syarat Pemeriksaan tegangan pada tulangan tekan :
Mpa 240 fy Mpa 524 396 50 396 . 200000 . 0,003 fs' mm 396 0,85 337 c mm 337 (200) . (30) . 0,85 1722,7(10) a 3
Merencanakan Tulangan Spiral
Dipilih tulangan D 10 untuk penulangan spiral Ag = 20 x 20 = 40000 mm2 Ac = 150 x 150 = 22500 mm2 Ps (min ) = 0, 45 0,043 240 300 . 1 22500 40000 Smax = 4 Asp Asp = 113 mm2; Dc= 150 mm Dc. = 4 . 113 150 (0,043) = 70,07 70 mm
Data – Data
- Tiang segi empat panjang sisi : 20 cm
- Mutu beton : K-300
- Mutu baja tulangan : U-24 - Ukuran & jumlah tulangan: 4D16mm
- Tulangan spiral : Ǿ 10 mm
- Luas baja tulangan : 6,03 cm² - Luas penampang tiang : 400 cm² Perhitungan
Beton = K-300
Tegangan ijin tekan beton = 0,33 x 300 = 99 kg/cm²
Baja = U-24
Tegangan ijin tarik baja = 0,58 x 2.400 = 1392 kg/cm² P Axial yang dipikul oleh tiang = P = (99 x 400) + (1.392 x 6,03) = 47993 kg
= 47,993 ton
P ijin = 30 ton
Safety Factor = 1,59
Gambar Penulangan Tiang Pancang
20 14 2 16 2 D 10 -70 D 10 -70 D 10 -70 10 16 20
Kesimpulan
Berdasarkan hasil evaluasi teknik struktur pondasi tiang pancang pada Tribun B Stadion Wilis Kota Madiun, maka penulis dapat membandingkan hasilnya sebagai berikut :
a. Aspek Teknis
Item Panjang Jumlah
1 Group pile
Jumlah Group
pile
Desain Redesain Kontrol Daya dukung Tiang
pancang
beton K-300 14 m’ 4 pile cap 30 Group 25 x 255 D 16 20 x 204 D 16 47,993 ton > 30 ton Berdasarkan analisa teknis penggunaan TP K 300 20 x 20 memenuhi kontrol daya dukung.
b. Aspek Biaya
Item Uraian Total Harga
Tiang pancang 25 x 25 Tiang pancang 20 x 20 14 x 4 x 30 x Rp. 180.000,00 14 x 4 x 30 x Rp. 132.000,00 Rp. 302.400.000,00Rp. 221.760.000,00 Deviasi Rp. 80.640.000,00
Berdasarkan analisa biaya terdapat effisiensi Sebesar Rp. 80.640.000,00
Selain kesimpulan yang didapat diatas , penulis juga memberikan saran sebagai berikut :
1. Pada waktu pengangkatan tiang pancang yang perlu diwaspadai adalah pada saat pengangkatan tiang dengan keadaan dua titik angkat, karena momen yang terjadi lebih besar dari pada saat pengangkatan satu titik. 2. Berdasar aspek biaya pekerjaan redesain struktur pondasi tiang pancang
ini dapat mengefisiensi biaya sebesar Rp. 80.640.000,00, sehingga diperlukan ketelitian dan kehati-hatian terutama pada pengawasan pekerjaan.
3. Data hasil teknik pada Stadion Wilis Kota Madiun adalah
- Berdasarkan hasil penyelidikan tanah ( sondir ) tanah keras terdapat pada kedalaman 14 m, maka menggunakan pondasi dalam hal ini pondasi tiang pancang.
- Dimensi tiang pancangnya 25 x 25 cm dengan mutu beton K 300, mutu baja U 24, panjang pancang 14 m, dengan memakai tulangan pokok 5 16 ( A = 1005,7 mm )dengan tulangan spiral 12 – 63 mm
- Berdasarkan hasil penyelidikan tanah ( sondir ) tanah keras terdapat pada kedalaman 14 m, maka menggunakan pondasi dalam hal ini pondasi tiang pancang.
- Dimensi tiang pancangnya 20 x 20 cm dengan mutu beton K 300, mutu baja U 24, panjang pancang 14 m, dengan memakai tulangan pokok 4 16 ( A = 603 mm )dengan tulangan spiral 10 – 70 mm.
Berdasarkan hasil perbandingan tersebut diatas telah menunjukan bahwa hasil perhitungan evaluasi penulis lebih efisien dan ekonomis dibanding hasil teknis Stadion Wilis. Hasil evaluasi tersebut juga sudah sesuai dengan kebutuhan yang direncanakan, kuat serta aman.
DAFTAR PUSTAKA
Analisa Biaya Konstruksi Bangunan Gedung dan Perumahan , Edisi Revisi, Badan
Standarisasi Nasional
Departemen Pekerjaan Umum Ditjen Cipta Karya Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan, Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung 1983, 1981
Istimawan Dipohusodo, Beton Bertulang Berdasar SKSNI T-15-1991-03 Sarjono HS, Pondasi Tiang Pancang 1, Sinar Wijaya Surabaya