DISCLAIMER : PARAMITRA SPECIFICALLY DISCLAIMS ALL LIABILITY FOR ANY DIRECT, INDIRECT, CONSEQUENTIAL OR OTHER LOSSES OR DAMAGES INCLUDING LOSS OF PROFITS INCURRED BY YOU OR ANY THIRD PARTY THAT MAY ARISE FROM ANY RELIANCE ON THIS REPORT OR FOR THE RELIABILITY, ACCURACY, COMPLETENESS OR TIMELINESS THEREOF.
Iaf7400333sekuyah
MARKET REVIEW
WATCH LIST STOCK
IHSG
5,066.8352
P
admin
GLOBAL HIGHLIGHT
Last +/- (%) WORLD INDEX HANGSENG 23,695.62 -150.04 -0.63% NIKKEI 17,019.69 82.37 0.49% S&P/ASX200 5,515.40 -2.48 -0.04% FTSE 6,539.14 85.17 1.32% DOW JONES 17,484.53 100.69 0.58% EIDO 27.11 -0.21 -0.77% COMMODITY Gold 1,143.11 2.57 0.23% Oil (WTI) 78.78 0.10 0.13% Coal (Monthly) 70.65 -3.21 -4.35% CPO (RM) 2,240 -57 -2.48% CURRENCY USD/IDR 12,161.8 51.8 0.43% UP A R A M I T R A
FOKUS PAGI
Kamis, 6 November 2014
2014
www.paramitra.com
%Change 4.108
Change % 0.081%
Foreign Net (Rp/Bill) 377.1
Day Range 5,052.008 – 5,087.243 Value (Rp/Bill) 4,518 Average PE 16.6 Year To Date 18.55% 1 Year 17.09% Source: Bloomberg Source : IDX
Ticker
Rating
Price Target Support Resist.
INDF Sell 6,725 6,500 6,500 6,900 UNVR Buy 30,375 31,475 30,050 30,500 ITMG Bow 19,750 23,000 19,500 21,850 UNTR Sell 17,875 17,200 17,200 18,900 LSIP SoS 1,960 1,880 1,880 1,995 BBRI Sell 11,025 10,800 10,800 11,125 JSMR SoS 6,400 6,300 6,300 6,450 PGAS Sos 5,875 5,700 5,700 5,975 AISA Hold 2,300 2,315 2,165 2,270 BBTN Buy 1,150 1,180 1,070 1,195 PTBA Buy 12,675 13,500 12,500 13,500
IHSG pada Kamis (6/11/2014) diperkirakan akan
bergerak menguat pada kisaran 5,050 - 5,103.
DJIA
Menguat 100.69 poin atau 0,58% menjadi 17,484.53.
Kenaikan Indeks US ditopang oleh hasil pemilihan
legislative, dimana kursi senat dimenangkan oleh
republic, dan pihak republic segera mengurus agenda
legislative. Rebound harga minyak juga mempengaruhi
indeks US. Ternyata jumlah pasokan minyak tidak
sebanyak yang diperkirakan, dan data lainnya adalah
tercatat beberapa korporasi US menambah jumlah
tenaga kerja. Dari Eropa pasar berspekulasi bahwa ECB
akan menambah Instrumen Quantitative Easing di
kawasan eropa, ini merupakan sentiment positif, karena
QE
tersebut
diharapkan
mampu
menopang
pertumbuhan ekonomi Eropa. Dari dalam negeri
Menteri Koordinator bidang Perekonomian menjanjikan
relokasi atau pengalihan anggaran negara dari belanja
sektor tidak produktif, seperti subsidi bahan bakar
minyak (BBM) akan mempercepat pembangunan
infrastruktur, terutama sektor prioritas yakni pertanian,
energi dan maritime. Investor berekspektasi bahwa
“cabinet kerja” mampu merealisasikan janji-janjinya.
Source: Bloomberg,Reuteres,theice SoS : Sell On Strength; BoW : Buy On Weakness; Spec Buy : Speculative Buy
DAILY NEWS
SECTORAL PERFORMANCE
Last (Rp) +/- ( %) ) AGRI 2,126.32 -48.99 -2.25% MINING 1,427.47 -8.73 -0.61% BASIC-IND 528.26 1.01 0.19% MISC-IND 1,223.31 20.71 1.81% CONSUMER 2,087.97 -7.19 -0.34% PROPERTY 466.42 -3.43 -0.73% INFRASTRUC 1,145.24 -0.79 -0.34% FINANCE 710.63 -0.70 -0.10% TRADE 885.34 0.66 0.07% MANUFACTUR 1,276.82 4.13 0.32% MAKRO EKONOMIBPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,01%
Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan perekonomian Indonesia berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada triwulan III 2014 mencapai Rp2.619,9 triliun atau tumbuh 5,01% dari periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tertinggi dibandingkan triwulan II 2014 dicapai sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan sebesar 6,74%. PDB menurut lapangan usaha sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan di triwulan III 2014 mencapai Rp398,4 triliun. hal itu disebabkan oleh kemarau yang membuat adanya
pergesaran penanaman padi ke palawija dan tanaman bahan makanan lain seperti jagung, ketela pohon dan kedelai. Subsektor perikanan juga tumbuh karena adanya program pemerintah untuk revitalisasi tambak udang dan ikan. Selain itu, subsektor peternakan juga tumbuh bagus karena triwulan III adalah masa puasa dan lebaran yang membuat konsumsi dan produksi daging meningkat. Pertumbuhan dengan persentase tertinggi berikutnya setelah sektor pertanian, peternakan,kehutanan dan perikanan adalah sektor jasa. Sektor jasa-jasa tumbuh karena adanya pengeluaran pemerintah untuk gaji ke-13 yang diberikan, adanya tahun ajaran baru sekolah dan liburan puasa dan lebaran. (Investor daily)
CORPORATE NEWS
SMGR : Penjualan Mencapai 200.000 ton di Kalimantan Selatan
Kalimantan Selatan menjadi salah satu pasar potensial bagi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR). Hal ini bisa dilihat dari hasil penjualan yang diperoleh dari wilayah tersebut. Penjualan SMGR di Kalimantan Selatan hingga September lalu mencapai 200.146 ribu, angka ini setara dengan penguasaan pangsa pasar 28,41%. Bukan tanpa alasan Kalimatan Selatan menjadi pasar potensial bagi SMGR. Sebab, dari tiga pulau besar selain Pulau Jawa, Pulau Kalimantan merupakan provinsi konsumsi semen tertinggi ketiga mencapai 3,19 juta ton setelah Sumatra sebesar 8.95 juta ton dan Sulawesi yang mencapai 3.20 juta ton. Konsumsi semen di Kalimantan akan terus meningkat kedepannya. Pasalnya, saat ini ada perubahan tren masyarakat disana yang lebih memilih bahan baku semen untuk membangun rumah ketimbang menggunakan bahan baku kayu. Potensi ini juga telah direspons SMGR dengan adanya pabrik packing plant SMGR di Banjarmasin dengan kapasitas produksi 600.000 ton semen per tahun. Sehingga kedepannya masyarakat Kalimantan Selatan tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan semen. (Kontan)
SMGR : Mengkaji Penambahan Utang Baru
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mulai berancang-ancang untuk ekspansi tahun depan. Di akhir 2014, produsen semen pelat merah ini akan mencari tambahan utang baru senilai Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun, utang baru itu bakal digunakan untuk memenuhi kebutuhan belanja modal tahun depan yang sebesar Rp 5 triliun. Saat ini, SMGR menjajaki utang dari perbankan lokal. Selain meminjam bank, SMGR mengkaji penerbitan obligasi. "Sekarang masih ada pinjaman Rp 1 triliun. Akan mencari pinjaman baru lagi sekitar Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun. Kalau pasarnya bagus, kami kaji obligasi. menurut perseroan tambahan utang baru ini masih cukup sehat untuk kinerja perusahaan. karena debt to equity ratio (DER) SMGR masih di bawah 1 kali. Agung menargetkan DER SMGR tak lebih dari 1,5 kali. Per Kuartal III-2014, total utang jangka panjang SMGR mencapai Rp 3,3 triliun. Pinjaman itu termasuk fasilitas sindikasi yang diperoleh anak usaha SMGR di Vietnam, Thang Long Cement Joint Stock Company (TLCC), pada 28 April 2014. Pinjaman sindikasi itu berasal dari Standard Chartered Bank, Bank Mandiri dan Sumitomo Mitsui Bank Corporation sebesar US$ 99 juta dan VND 21 miliar. (Kontan)
PLIN : Rampungkan Akuisisi Citra Asri Property
PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) telah merampungkan akuisisi perusahaan properti bernama PT Citra Asri Property (CAP). Kini, PLIN resmi menjadi pemilik mayoritas CAP. pada 3 November 2014, PLIN telah menandatangani akta jual beli saham dengan pemegang saham CAP sebelumnya, yaitu PT Duta Karya Cipta (DKC). Jumlah saham yang ditransaksikan sebanyak 9,99 juta. Harga nominal per saham sebesar Rp 1.000. Dengan demikian, nilai transaksi penagmbil alihan saham CAP sebesar Rp 9,99 miliar. Sebagai tambahan informasi, modal dasar CAP sebesar Rp 10 miliar. Seluruh modal tersebut telah ditempatkan dan disetor penuh oleh CAP. Adapun, pemegang saham lain selain PLIN adalah PT Island Resort Development dengan kepemilikan 0,01% saham CAP. Citra Asri Property merupakan perusahaan yang didirikan pada 2011 dan memiliki lahan seluas 18.648 meter persegi (m2). Tanah ini berlokasi di Ciputat, Tangerang Selatan. Setelah diakusisi, CAP akan berubah nama menjadi PT Plaza Indonesia Urban. (Kontan)
BIRD : Lepas 15% Saham
PT Blue Bird Tbk (BIRD) resmi menjadi perusahaan ke 19 yang menjadi perusahaan publik tahun ini. Perseroan mencatatkan sebanyak 376,5 juta saham atau setara 15% modal ditempatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (5/11). Dalam aksi penawaran umum (initial public offering/IPO), harga pelaksanaan dipatok sebesar Rp 6.500 per saham. Dengan demikian, perseroan memperoleh dana sebesar Rp 2,4 triliun. Direktur Keuangan Blue Bird Robert Rerimasie mengatakan, sebanyak 53,04% atau setara Rp 1,2 triliun dana IPO akan digunakan untuk melunasi pinjaman bank. Sedangkan sisa 46,96% atau sekitar Rp 1,1 triliun dialokasikan untuk belanja modal 2015. Pinjaman yang akan dilunasi terdiri atas kredit investasi senilai Rp 817,3 miliar dan utang kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak Rp 400 miliar. Utang tersebut akan jatuh tempo pada November 2014. “Sementara itu, total anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun depan sekitar Rp 2,7 triliun. Sebanyak 40% dana capex akan berasal dari hasil IPO, sementara sisanya merupakan kombinasi dari fasilitas pinjaman yang telah kami miliki dan cash flow,” kata Robert di sela acara pencatatan saham Blue Bird. Sesuai rencana, dana capex akan digunakan untuk menambah jumlah armada. Blue Bird akan merealisasikan 7.504 izin taksi reguler selama 2015-2016. Selain itu, perseroan juga mengantongi 68 izin taksi eksekutif. Perseroan juga berencana membangun sejumlah depo dengan investasi Rp 390-400 miliar. Selama 2009-2013, Blue Bird menambah rata-rata 4.526 unit taksi reguler baru dan delapan pool setiap tahun. Pada tahun ini, perusahaan telah memesan 2.900 taksi reguler dan 975 unit di antaranya sudah tiba. Per semester I-2014, Blue Bird sudah memiliki armada sebanyak 30.469 unit, yang terdiri atas 24.258 taksi reguler, 1.247 taksi eksekutif, 4.541 limusin dan kendaraan sewa mobil, serta 603 bis sewa. Sedangkan jumlah pool yang dimiliki perusahaan mencapai 61 unit. (Investor Daily)
DILD : Raih Rp 255M Dari Proyek Spazio Surabaya
PT Intiland Development Tbk (DILD) mulai meraup hasil dari ekspansi proyek yang dibangun di Surabaya, Jawa Timur. Emiten properti ini mengklaim sudah berhasil menjual 60 unit kantor atau seluas 7.971 meter persegi pada proyek Spazio Tower. Ruang kantor tersebut dijual dengan harga rata-rata Rp 32 juta per meter persegi. Dengan demikian, Intiland meraup Rp 255,07 miliar dari penjualan 60 unit ruang kantor di Spazio Tower. Pembangunan Spazio Tower sendiri termasuk baru tahap awal. Intiland baru melakukan pemancangan tiang pertama (groundbreaking) Spazio Tower pada 3 Oktober 2014 lalu. Pembangunan Spazio Tower bakal memakan waktu sekitar 2 (dua) tahun. Secara keseluruhan, total ruang kantor Spazio Tower yang akan dijual oleh Intiland mencapai 176 unit dengan luas 23.034 meter persegi. Intiland memang sedang gencar membangun tower perkantoran di wilayah Surabaya. Sebelumnya, Intiland sudah menyelesaikan proyek ruang perkantoran Spazio tahap I. (Kontan)
MLBI : Resmi Lakukan Stock Split 1:100
Saham PT Multi Bintang Indonesia Tbk. (MLBI) akan memiliki nilai nominal baru mulai 6 November setelah perseroan melakukan stock split dengan rasio 1:100. Dengan melakukan pemecahan nominal saham 1:100, maka jumlah saham yang dimiliki para pemegang saham saat ini akan dikalikan 100. Setiap satu saham dengan nominal Rp1.000 per saham akan menjadi 100 saham dengan nilai nominal Rp10. Selain itu, harga saham emiten dengan kode saham MLBI ini akan menyusut 100x. Saham MLBI seharga Rp1,3 juta per
lembar sehingga setelah diberlakukan nominal baru maka, harganya akan beraada di kisaran Rp13.000. Perubahan juga akan terjadi pada jumlah saham. Jumlah yang beredar saat ini sebanyak 21,07 juta lembar akan melonjak menjadi 2,107 miliar lembar. Adapun perseroan dengan para pemegang saham masih memiliki waktu hingga 10 November 2014 untuk menyelesaikan transaksi dengan nominal lama di pasar reguler dan pasar negosiasi. (Bisnis.com)
PGAS : Utang Jangka Panjang Meningkat Untuk Biaya Ekspansi
Banyaknya ekspansi yang dilakukan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk membuat utangnya membengkak. Per Kuartal III-2014, liabilitas jangka panjang emiten bursa berkode PGAS ini meningkat dari US$ 771,06 juta per Desember 2013, menjadi US$ 2,15 miliar. Melonjaknya utang PGAS tersebut karena adanya tambahan utang obligasi sebesar US$ 1,33 miliar. Sementara pinjaman jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun mencapai US$ 508,95 juta. Jika ditotal dengan kewajiban jangka pendek, total liabilitas PGAS mencapai US$ 2,6 miliar, tumbuh dua kali lipat dibandingkan US$ 1,65 miliar pada Desember 2013 lalu. Pendanaan dari pinjaman sindikasi itu bakal digunakan untuk pengembangan infrastruktur gas bumi di Indonesia. Terutama untuk mendukung program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke gas bumi yang pada akhirnya berdampak pada program pengurangan subsidi minyak. Selain itu pinjaman tersebut juga digunakan untuk memperkuat dan mengamankan pasokan gas bumi dengan cara melakukan investasi di bidang hulu gas bumi. (Kontan)
MAIN : Laba Anjlok 78,77%
Per September 2014, laba bersih MAIN turun 78,77% yang disebabkan oleh factor siklus depresiasi rupiah dan pembukaan pabrik baru. Laba bersih tercatat 18,53 Miliar, dilain sisi pendapatan perseroan naik 9,21% menjadi 3,39 Triliun dibandingkan periode sebelumnya yaitu 3,10 Triliun. (Bisnis.com)
BIPI : Laba Bersih Turun 48,58%
PT Benakat Integra mengalami penurunan laba bersih Q3 2014 menjadi US$ 20,67 juta, dari US$ 40,2 juta, dilain sisi perseroan mengalami kenaikan pendapatan sebesar 101,27% menjadi US$ 216,61 juta, terpangkasnya laba bersih disebabkan oleh beban pokok pendapatan yang meningkat tajam dari US$ 43,71 juta menjadi US$ 99,71 juta. ini disebabkan oleh beban pokok pendapatan batu bara yang tercatat US$ 44,25 juta. Selain itu beban keuangan naik menjadi US$ 50,43juta dari US$ 30,35 juta, maka dari itu laba bersih mengalami penurunan secar drastic. (Bisnis Indonesia)
Date Event Forecast Previous
Monday, Nov 3 Indonesia Core Inflation (YoY) Oct 4.12% 4.04%
German Manufacturing PMI (Oct) 51.8 51.8
EuropeManufacturing PMI (Oct) US. ISM Manufacturing Employment (Oct) US. ISM Manufacturing PMI (Oct)
50.7 54.8 56.2 50.7 54.6 56.6
Tuesday, Nov 4 US. Trade Balance (Sep) US. Factory Orders (MoM) Sep China HSBC Service PMI (Oct)
-40.00B -0.6%
-40.10B -10.1% 53.5 Wednesday, Nov 5 Europe Service PMI (Oct)
Europe Retail Sales (MoM) Sep
52.4 -0.8%
52.4 1.2% Thursday, Nov 6 German Factory Orders (MoM) Sep
UK. Interest Rate Decision Europe Interest Rate Decision US. Initial Jobless Claims
2.3% 0.50% 0.05% 285K -5.7% 0.50% 0.05% 287K Friday, Nov 7 German Industrial Production (MoM) Sep
German Trade Balance (Sep)
2.0% 18.5B
-4.0% 17.5B
US. Unemployment Rate (Oct) 5.9% 5.9%
China Exports (YoY) Oct China Imports (YoY) Oct China Trade Balance (Oct)
15.3% 7.0% 31.00B
PT. Paramitra Alfa Sekuritas
Cyber 2 Tower 20th Floor, Suite 2001, Jl. HR Rasuna Said Blok X-5 No. 13, Jakarta 12950 Telp. : 3002-6700, Fax : 3002-6910
Website : www.paramitra.com
Research Division
Putu Yani Arini ( Head Of Research ) ext 264 [email protected]
Putu Wahyu Suryawan ext 184 [email protected] Equity Sales Division
Ricky Bujung ( Head Of Equity ) ext 162-167 [email protected]
Teguh Prabowo ext 157-168 [email protected]
Aron ext 156 [email protected]
Parman ext 166-159-169 [email protected]
Andriyana ext 161 [email protected]
Disclaimer:
The information herein has been compiled by PT. Paramitra Alfa Sekuritas (Paramitra), from sources that we believe are reliable, but no representation or warranty, is expressed or implied, and as to its accuracy or completeness. All opinions and estimates included in this document constitute our judgment as of this date and are subject to change without notice. This information is not an offer to sell or buy any securities. Neither Paramitra nor its affiliates and employees accept any liabilities whatsoever for any loss arising from any use of this information. Members of Paramitra and its affiliates and employees may from time to time have a position in or with the securities mentioned herein. PT. Paramitra Alfa Sekuritas (Paramitra) generates mechanical trading system signals, and is not investment advice nor should it be construed as such. The information contained in this report is based on material we believe to be reliable; however, we do not represent that it is accurate, current, complete, or error free. Assumptions, estimates and opinions contained in this report constitute our judgement as of the date of the document and are subject to change without notice.Any projections are based on a number of assumptions as to market conditions and there can be no guarantee that any projected results will be achieved. Past performance is not a guarantee of future results. PARAMITRA SPECIFICALLY DISCLAIMS ALL LIABILITY FOR ANY DIRECT, INDIRECT, CONSEQUENTIAL OR OTHER LOSSES OR DAMAGES INCLUDING LOSS OF PROFITS INCURRED BY YOU OR ANY THIRD PARTY THAT MAY ARISE FROM ANY RELIANCE ON THIS REPORT OR FOR THE RELIABILITY, ACCURACY, COMPLETENESS OR TIMELINESS THEREOF