PENGARUH PROGRAM SIMPAN PINJAM PEREMPUAN (SPP)
TERHADAP SURPLUS UPK KECAMATAN AMPEL
KABUPATEN BOYOLALI TAHUN 2010-2014
MUJIBUR RAHMAN Program Studi Akuntansi Universitas Sebelas Maret Surakarta
ABSTRAK
The research was conducted on UPK the District Ampel , Boyolali district in order to test the effect of SPP jammed against income districts, with years of research that is from 2010-2014 .
This study uses primary data obtained from the financial statements of the District UPK Ampel Boyolali, testing technique used is a simple linear regression analysis were processed with the help of statistical package for social science ( SPSS ) version 21 .
The results showed SPP negative effect on earnings jammed the District Ampel, Boyolali regency , as evidenced by a simple linear regression coefficient value of -1479. This indicates that increasing tuition problematic, then declining profit districts that will be obtained .
Kata Kunci : SPP Jammed dan Income Districts
PENDAHULUAN
Mulai tahun 2007 pemerintah Indonesia mencanangkan Program Nasional
Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri yang terdiri dari PNPM Mandiri
tertinggal. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM
Mandiri Perdesaan) merupakan salah satu mekanisme program pemberdayaan
masyarakat yang digunakan PNPM Mandiri dalam lingkup kegiatan berdasarkan
prinsipnya meliputi peningkatan kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat
miskin perdesaan secara mandiri melalui peningkatan partisipasi masyarakat (terutama
masyarakat miskin, kelompok perempuan dan komunitas atau kelompok yang
terpinggirkan), meningkatnya kapasitas kelembagaan masyarakat dan pemerintah,
meningkatnya modal sosial masyarakat serta inovasi dan pemanfaatan teknologi tepat
guna. PNPM Mandiri Perdesaan mengadopsi sepenuhnya mekanisme dan prosedur
Program Pengembangan (PPK) yang telah dilaksanakan sejak 1998, yang selama ini
kegiatannya dinilai berhasil.
Salah satu bentuk dari program PNPM yaitu pendanaan permodalan Simpan
Pinjam untuk Kelompok Perempuan (SPP) yang dikelola oleh Unit Pengelola
Kecamatan (UPK). Namun, setelah program PNPM berakhir pada tahun 2014, seluruh
aset PNPM khususnya aset produktif dari dana SPP sepenuhnya dijadikan aset UPK
pada suatu kecamatan bersangkutan.
Permasalahan yang terjadi dalam menyalurkan dana SPP adalah SPP macet
yang merupakan pinjaman yang tidak dapat ditarik kembali beserta pendapatan bunga
terhadapnya, sehingga akan berdampak terhadap surplus UPK pada suatu kecamatan.
Surplus kecamatan merupakan suatu bentuk laba yang dibagi kedalam dua jenis,
ditahan atau dengan kata lain disebut laba ditahan, yang bertujuan untuk sebagai
penambah kekayaaan modal.
Penelitian ini dilakukan pada Unit Pengelola Kecamatan Ampel Kabupaten
Boyolali dengan gambaran keuangannya yaitu sebagai berikut:
Tabel 1.1
Gambaran SPP Kecamatan Ampel
Tahun 2010-2014
Tahun Simpan Pinjam untuk Kelompok Perempuan
Total SPP SPP Macet %
2011 767.224.960 63.526.227 8,28%
2012 841.720.320 99.238.826 11,79%
2013 797.757.640 58.555.411 7,34%
2014 925.398.862 57.282.190 6,19%
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa dari tahun 2011-2012 SPP
macet mengalami peningkatan, namun dari tahun 2013-2014 SPP macet mulai
berkurang, hal ini salah satunya diakibatkan oleh dilakukannya beberapa penyegaran
terhadap tata laksana dan tata kelola pada UPK yang bersangkutan. Sebagai contoh,
mulai tahun 2013 diharuskan setiap kelompok SPP mempunyai simpan tanggung
renteng (STR), yang bertujuan untuk apabila ada salah seorang anggota kelompok yang
mengalami tunggakan, maka harus dibayar dengan STR tersebut. Dengan
diperlakukannya seperti itu, maka akan timbul motivasi dari setiap anggota kelompok
OPERASIONAL VARIABEL
No Variabel Definisi Rumus
1 SPP Macet
SPP macet merupakan dana pinjaman yang diberikan sebagai tambahan modal kerja bagi kelompok kaum perempuan yang mempunyai pengelolaan dana simpanan dan pengelolaan dana pinjaman yang mengalami tunggakan di atas 6 bulan.
T S x100
2 Surplus Kecamatan
Surplus Kecamatan merupakan laba Kecamatan yang diperoleh oleh unit pengelola kegiatan (UPK) yang mengelola dana kegiatan SPP.
Pendapatan − Biaya Rata − rata Pinjaman x100
HASIL PENELITIAN
1. Deskripsi Data Penelitian
Deskripsi atau gambaran data penelitian dalam penelitian ini diolah
menggunakan program SPSS versi 21, untuk memperlihatkan tentang nilai rata-rata
dari data penelitian, nilai minimum dan maksimum dari data penelitian serta tingkat
penyimpangan data (standar deviasi) dari penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis
Tabel 1.2
Statistik Deskriptif
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
SPP Macet 5 .0619 .1179 .0814 .0572
Surplus Kecamatan 5 .0192 .0921 .0359 .0103
Valid N (listwise) 5
Sumber: Data Olahan SPSS Versi 21
Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat gambaran/deskripsi dari data penelitian
yang meliputi nilai rata-rata (mean), nilai minimum dan maksimum serta tingkat
penyimpangan data (standar deviasi) dari data tiap variabel dalam penelitian ini, yang
mencakup variabel SPP macet sebagai variabel independen (X) dan variabel surplus
kecamatan sebagai variabel dependen (Y). Jumlah observasi data (N) dalam penelitian
ini sebanyak 5 tahun penelitian.
Untuk variabel independen (X) yaitu SPP Macet, memiliki nilai minimum
sebesar 0,0619 atau sebesar 6,19% yang terjadi pada tahun 2014. Kemudian nilai
maksimum dari SPP macet yaitu sebesar 0,1179 atau sebesar 11,79% yang terjadi pada
tahun 2012. Rata-rata nilai variabel SPP macet sebesar 0.0814 atau sebesar 8,14%
dengan tingkat penyimpangan data (standar deviasi) sebesar 0.0572 atau sebesar 5,72%
(lebih kecil dari nilai rata-rata) yang berarti bahwa variabel SPP macet terdistribusi
Untuk variabel dependen (Y) yaitu Surplus Kecamatan, memiliki nilai
minimum sebesar 0.0192 atau sebesar 1,92% yang diperoleh pada tahun 2012, dan nilai
maksimum dari variabel Surplus Kecamatan sebesar 0.0921 atau sebesar 9,21% yang
diraih pada tahun 2013. Rata-rata nilai variabel Surplus Kecamatan sebesar 0.0359 atau
sebesar 3,59% dengan tingkat penyimpangan data (standar deviasi) sebesar 0.0103 atau
sebesar 1,03% (lebih kecil dari nilai rata-rata) yang berarti bahwa variabel Surplus
Kecamatan terdistribusi dengan normal.
2. Pengujian Statistik
Pengujian statistik dilakukan untuk menguji pengaruh dari SPP macet terhadap
surplus UPK Kecamatan Ampel selama tahun 2010-2014, yang diuji dengan
menggunakan uji regresi linear sederhana dengan uji koefisien determinasi. Uji regresi
linear sederhana bertujuan untuk menguji pengaruh dari variabel SPP Macet terhadap
Surplus Kecamatan. Hasil uji regresi linear sederhana dapat dilihat pada lampiran III.b
serta pada tabel berikut ini.
Tabel 1.3
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized
Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) .153 .015 10.520 .000
SPP Macet -1.479 .750 -.236 -1.971 .053
Dari hasil output koefisien regresi pada tabel di atas, maka dapat diperoleh
persamaan regresi linear sederhana sebagai berikut:
Y = 0.153-1.479
Dari persamaan regresi linear sederhana di atas, dapat diketahui bahwa :
a) Konstanta (α) sebesar 0.153 yang berarti jika variabel SPP Macet dianggap
konstan, maka besarnya Surplus Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali
sebesar 0.153.
b) Nilai koefisien regresi dari variabel independen SPP Macet sebesar -1.479,
yang berarti bahwa setiap peningkatan NPL sebesar 100%, maka akan
menurunkan Surplus Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali sebesar -1.479.
Kemudian pengujian statistik selanjutnya yaitu uji koefisien determinasi yang
bertujuan untuk menyatakan seberapa besar pengaruh daripada variabel independen
terhadap variabel dependen, atau dengan kata lain untuk mengukur seberapa jauh
kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai Koefisien
determinasi dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 1.4
Koefisien Determinasi
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the
Estimate
1 .236a .562 .041 .0752560
Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa nilai R² atau R Square adalah
sebesar 0,562 atau 56,2%. Hal ini menunjukkan bahwa SPP Macet mempengaruhi
Surplus Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali adalah sebesar 56,2%, sedangkan
sisanya 53,8% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak dimasukkan dalam
penelitian ini.
3. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis mengacu pada rancangan pengujian hipotesis yang telah di
rumuskan pada bab sebelumnya. Dikarenakan penelitian ini menggunakan satu
variabel independen, maka tidak ada uji simultan (uji-F). Adapun hipotesis dalam
penelitian ini yaitu sebagai berikut:
1. Menentukan Hipotesis (Hᴏ) dan Hipotesis Alternatif (Hₐ)
Hᴏ : βᵢ≠ 0; SPP Macet berpengaruh terhadap Surplus Kecamatan Ampel
Kabupaten Boyolali
Ha : βᵢ = 0; SPP Macet tidak berpengaruh terhadap Surplus Kecamatan
Ampel Kabupaten Boyolali
Dari hasil perhitungan regresi linear sederhana, diperoleh nilai koefisien regresi
dari variabel independen sebesar -1.479. Mengacu pada perumusan hipotesis di atas,
bahwa Hᴏ diterima apabila nilai koefisien regresi dari variabel independen tidak sama
dengan nol (≠0). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha
ditolak, yang berarti bahwa SPP Macet berpengaruh terhadap Surplus Kecamatan
4. Pembahasan
Berdasarkan hasil pengujian statistik, yang meliputi uji regresi linear sederhana,
uji koefisien determinasi dan uji hipotesis terhadap SPP Macet dan Surplus Kecamatan
Ampel Kabupaten Boyolali, didapatkan nilai koefisien regresi sebesar -1.479 atau tidak
sama dengan nol (≠0), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel independen
berpengaruh terhadap variabel dependen, dengan besarnya pengaruh yaitu sebesar
56,2%.
Interpretasi terhadap hasil penelitian ini yang menyatakan terdapat pengaruh
yang besar dari SPP macet terhadap surplus kecamatan dengan arah yang negatif, dapat
dijelaskan bahwa SPP macet merupakan kejadian dimana suatu aset produktif yang
dimiliki oleh UPK suatu kecamatan tidak dapat ditarik kembali beserta pendapatan
terhadapnya, maka sudah sepantasnya hasil penelitian ini menunjukkan SPP macet
berpengaruh negatif terhadap surplus kecamatan.
PENUTUP
1. Kesimpulan
Setelah melakukan pengujian statistik untuk menguji pengaruh SPP macet
terhadap surplus kecamatan, dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh dari SPP
macet terhadap surplus Kecamatan Ampel selama tahun 2010-2014, dengan
besarnya pengaruh yaitu sebesar 56,2%.
Disarankan kepada UPK Kecamatan Ampel untuk selalu mengevaluasi kinerja
para anggotanya dan melakukan pelatihan terhadap anggotanya sebagai bentuk
pemantapan anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi
3. Implikasi
Implikasi dari hasil penelitian ini adalah SPP macet merupakan suatu hal yang
tidak dapat dihindari dalam aktivitas pemberian pinjaman, baik itu yang
dilakukan oleh unit pengelola kegiatan ataupun lembaga keuangan lainnya,
sehingga didalam melaksanakan kegiatan operasionalnya diharapkan seluruh
unit UPK selalu dapat menekankan serendah mungkin SPP macet tersebut, hal
ini dapat dilakukan dengan cara memantapkan kembali unsur-unsur manajemen
yang berkaitan dengan bagian analisis pinjaman.
DAFTAR PUSTAKA
Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (2007). Pedoman Umum Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan. Jakarta: Departemen Dalam Negeri
Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (2008). Petunjuk Teknis Operasional Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan. Jakarta: Departemen Dalam Negeri
Munandar, Arief (2014). Evaluasi Pengendalian Akuntansi Dana Bergulir Simpan Pinjam Perempuan PNPM Mandiri Perdesaan. Jakarta: TNP2K
Sekaran, Uma (2010). Metodologi Penelitian untuk Bisnis (Buku 2). Jakarta: Salemba Empat