MAKALAH GEOGRAFI SOSIAL
“AGAMA RAS DAN LATAR BELAKANG GEOGRAFISNYA”
Oleh:
FRINILA JENISA (14136055) IFZIL IVANLY(14136019) ANDI SAPUTRA (14136029)
PROGRAM STUDI GEOGRAFI JURUSAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI PADANG
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis mampu menyelesaikan “tugas makalah Geografi Sosial ini tepat pada waktunya”.
Tugas ini bertujuan untuk memenuhi tugas utama mata kuliah. Makalah ini diperuntukan untuk semua mahasiswa yang mengikuti mata kuliah “Geografi Sosial” jurusan geografi non kependidikan .
Tugas makalah ini dibuat dengan sederhana dengan maksud agar mudah dalam penyajian serta dapat secara efektif mencapai tujuan pembelajaran yang dimaksud.
Dengan demikian, kritik dan saran yang konstruktif sangat penulis harapkan untuk kesempurnaan di masa yang akan datang.
Padang, 3 Desember 2016
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...1
DAFTAR ISI...3
BAB I PENDAHULUAN...4
A. Latar Belakang...4
B. Rumusan Masalah...5
C. Tujuan...5
BAB II PEMBAHASAN...6
A. Agama dan Latar Belakang Geogafisnya...6
B. RAS dan Latar Belakang Geogafisnya...8
BAB III PENUTUP...17
A. KESIMPULAN...17
B. SARAN...17
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Fakta menunjukkan Indonesia mempunyai penduduk yang terdiri dari banyak ras, suku bangsa (etnik), serta agama berbeda yang tersebar di hamparan kepulauan dari Sabang sampai Merauke. Ras menyangkut ciri-ciri jasmani pada manusia yang diwariskan secara turun temurun, yang meliputi warna kulit, tinggi badan, tipe dan warna rambut, bentuk tengkorak, bentuk kelopak mata, golongan darah, dan bau badan.
Pembagian ras paling tua dilakukan oleh Biomenbach, dengan menggunakan kriteria warna kulit. Berdasarkan warna kulit ada lima jenis ras di dunia, yaitu: ras putih (Kausasid), kuning (Mongolid), hitam (Negrid atau Ethiopid), merah (Indian) dan coklat atau sawo matang (Melayu). Ras Kaukasid menempati kawasan di sekeliling Laut tengah (benua Eropa; tetapi ada pula yang menghuni Afrika pantai Utara, ke Timur lagi yaitu Palestina dan Jazirah Asia Kecil dan terus sampai Iran, Baluchchistan dan Jazirah India Utara terutama Pakistan). Ras Mongolid menempati bagian-bagian benua Asia yang tidak dihuni ras putih. Benua Amerika yang dihuni suku-suku Indian. Ras Melanesia mendiami kawasan sekeliling samudera pasifik termasuk Indonesia dan sebagainya. Ras hitam (Negrid) tersebar di sekeliling Sahara (Afrika), Jazirah Arab (Hadramaut), India (suku-suku Dravida) serta di Indonesia (suku-suku terasing), Filipina, Papua dan Kepulauan Melanesia serta Benua Australia (Negrid Australia). Ras hitam juga menempati kawasan-kawasan sekeliling Samudera Hindia.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Agama dan Latar Belakang Geogafisnya? 2. Bagaimana RAS dan Latar Belakang Geogafisnya
C. Tujuan
1. Mengetahui agama dan latar belakang geogafisnya 2. Mengetahui RAS dan latar belakang geogafisnya
A. Agama dan Latar Belakang Geogafisnya 1. Pengertian Agama
Kata agama berasal dari bahasa Sansekerta dari kata a berarti tidak dan gama berarti kacau. Kedua kata itu jika dihubungkan berarti sesuatu yang tidak kacau. Jadi fungsi agama dalam pengertian ini memelihara integritas dari seorang atau sekelompok orang agar hubungannya dengan Tuhan, sesamanya, dan alam sekitarnya tidak kacau. Karena itu menurut Hinduisme, agama sebagai kata benda berfungsi memelihara integritas dari seseorang atau sekelompok orang agar hubungannya dengan realitas tertinggi, sesama manusia dan alam sekitarnya. Ketidak kacauan itu disebabkan oleh penerapan peraturan agama tentang moralitas,nilai-nilai kehidupan yang perlu dipegang, dimaknai dan diberlakukan.
Agama adalah usaha untuk menjelaskan rahasia kehidupan , mencakup sikap penghormatan manusia terhadap tuhan dilengkapi dengan sistem perilaku peribadatan yang beraneka bentuknya.
a. agama besar di dunia
1) Agama kristen: gereja roma katolik, gereja ortodoks, gereja protestan. 2) Agama islam
3) Agama yahudi 4) Agama hindu 5) Agama budha
6) Agama konghucu dan tao.
2. Pengaruh geografis terhadap agama
Setiap agama/kepercayaan, mendapat pengaruh atau pengubahan oleh lingkungan alamnya.
a. Obyek yang dipuja berhubungan erat dengan kondisi lingkungan alamnya.
Didaerah dengan peredaran musim tak menentu dihormati dewa hujan ( india yang kering, sebagian besar afrika). Di dataran tinggi andes yang dingin, sinar matahari terbatas, penduduk indian memuja dewa matahari. Masyarakat nelayan dipantai menghormati dewa lautan.
b. Gagasan tentang sorga dilatar belakangi kondisi geografis.
c. Tempat ibadah dan bangunan dipengaruhi kondisi alam. Perhatikan bentuk arsitektur masjid, gereja.
Gambar 1. Peta persebaran agama di dunia
B. RAS dan Latar Belakang Geogafisnya 1. Pengertian dan Pengenalan Ras
tersebut secara biologis dapat diklasifikasikan kedalam beberapa kelompok yang lebih kecil (genus), inilah yang disebut ras.
Dibawah ini macam-macam pengertian ras menurut para ahli :
1) Banton (1967),
Ras merupakan suatu tanda peran, perbedaan fisik yang dijadikan dasar untuk menetapkan peran yang berbeda-beda. Pengertian ras ini menyangkut aspek biologis (ciri fisik, warna kulit, bentuk tubuh, dll) dan aspek social (menyangkut peran dan kebiasaan yang dilakukan).
2) Grosse,
Ras adalah segolongan manusia yang merupakan suatu kesatuan karena memiliki kesamaan sifat jasmani dan rohani yang di turunkan, sehingga dapat di bedakan dari kesatuan yang lain.
3) Kohlbrugge,
Ras adalah segolongan manusia yang memiliki kesamaan ciri-ciri jasmani karena diturunkan, sedangkan cirri-ciri kerohaniannya tidak diperhitungkan.
4) Dunn dan Dobzhansky
Ras bukanlah pengklasifikasian manusia berdasarkan budaya atau komunitas tempat berkembangbiak melainkan atas dasar biologis. Ilmu yang mempelajari ciri-ciri morfologis manusia untuk kepentingan pengklasifikasian ras di kenal dengan antropometri. Ciri biologis atau morfologis, meliputi ciri kuantitatif (ukuran badan, bentuk kepala, dan bentuk hidung) dan kualitatif (warna kulit, jenis rambut, dan warna mata).
Berdasarkan ciri-ciri biologis Menurut Dunn dan Dobzhansky, A. L. Kroeber membagi klasifikasi ras manusia di dunia kedalam 5 bagian umum, sebagai berikut :
Ras Kaukasoid adalah ras manusia yang sebagian besar menetap di Eropa, Afrika Utara, Timur Tengah, Pakistan, dan India Utara. Keturunan mereka juga menetap di Australia, Amerika Utara, sebagian dari Amerika Selatan, Afrika Selatan dan Selandia Baru.
Anggota ras Kaukasoid biasa disebut “berkulit putih”, namun ini tidak selalu benar. Oleh beberapa pakar misalkan orang Ethiopia dan orang Somalia dianggap termasuk ras Kaukasoid, meski mereka berambut keriting dan berkulit hitam, mirip dengan anggota ras Negroid. Namun mereka tengkoraknya lebih mirip tengkorak anggota ras Kaukasoid.
Contohnya yaitu penduduk asli wilayah Eropa, sebagian Afrika, dan Asia. Mereka bisa dibagi menjadi:
a. Nordic (Eropa Utara, sekitar Laut Baltik).
b. Alpine (Eropa Tengah dan Eropa Timur).
c. Mediteranian (sekitar Laut Tengah, Afrika Utara, Armenia, Arab, dan Iran).
d. Indic (Pakistan, India, Bangladesh, dan Sri Lanka)
Anggota ras Kaukasoid biasa disebut "berkulit putih", namun ini tidak selalu benar. Oleh beberapa pakar misalkan orang Ethiopia dan orang Somalia dianggap termasuk ras Kaukasoid, meski mereka berambut keriting dan berkulit hitam, mirip dengan anggota ras Negroid. Namun mereka tengkoraknya lebih mirip tengkorak anggota ras Kaukasoid.
2) Ras Mongoloid
Ras Mongoloid adalah ras manusia yang sebagian besar menetap di Asia Utara, Asia Timur, Asia Tenggara, Madagaskar di lepas pantai timur Afrika, beberapa bagian India Timur Laut, Eropa Utara, Amerika Utara, Amerika Selatan dan Oseania. Anggota ras Mongoloid biasa disebut “berkulit kuning”, namun ini tidak selalu benar. Misalkan orang Indian di Amerika dianggap berkulit merah dan orang Asia Tenggara seringkali berkulit coklat muda sampai coklat gelap.
anggota ras manusia ini seringkali juga lebih kecil dan pendek daripada ras Kaukasoid. Contohnya penduduk asli wilayah Eropa, sebagian Afrika, dan Asia.
Ras mongoloid meliputi:
a. Asiatic Mongoloid (Asia Utara, Asia Tengah, dan Asia Timur).
b. Malayan Mongoloid Asia Tenggara, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan penduduk asli Taiwan).
c. American Mongoloid (penduduk asli Amerika).
Nama ras Mongoloid diambil dari nama negara Mongolia dan diberikan oleh orang Eropa karena kontak mereka dengan anggota ras ini terutama berkaitan dengan orang Mongolia. Namun ironisnya dewasa ini setelah diteliti oleh para pakar orang-orang Mongolia ternyata orang-orang Mongolia adalah anggota ras yang memiliki ciri-ciri khas utama ras ini yang paling sedikit.
Anggota ras Mongoloid biasa disebut "berkulit kuning", namun ini tidak selalu benar. Misalkan orang Indian di Amerika dianggap berkulit merah dan orang Asia Tenggara seringkali berkulit coklat muda sampai coklat gelap.
Ciri khas utama anggota ras ini ialah rambut berwarna hitam yang lurus, bercak mongol pada saat lahir dan lipatan pada mata yang seringkali disebut mata sipit. Selain itu anggota ras manusia ini seringkali lebih kecil dan pendek daripada ras Kaukasoid.
3) Ras Negroid
Ras Negroid adalah ras manusia yang terutama mendiami benua Afrika di sebelah selatan gurun sahara. Keturunan mereka banyak mendiami Amerika Utara, Amerika Selatan dan juga Eropa serta Timur Tengah.
Ras negroid meliputi:
a. African Negroid (Benua Afrika).
b. Negrito (Afrika Tengah, Semenanjung Malaya yang dikenal orang Semang, Filipina).
c. Melanesian (Irian dan Melanesia).
4) Ras Australoid
Ras Australoid adalah nama ras manusia yang tinggal di bagian selatan India, Sri Lanka, beberapa kelompok di Asia Tenggara, Papua, kepulauan Melanesia dan Australia.Untuk kelompok di Asia Tenggara, orang Asli di Malaysia dan orang Negrito di Filipina termasuk ras ini.
Ciri khas utama ras ini ialah bahwa mereka berambut keriting hitam dan berkulit hitam. Namun beberapa anggota ras ini di Australia berambut pirang dan rambutnya tidaklah keriting melainkan lurus. Selain itu beberapa orang Asli di Malaysia kulitnya juga tidak selalu hitam dan bahkan menjurus putih.
Suku yang termasuk dalam ras Australoid :
Suku Aborigin Australia
Orang Asli
Negrito
Dravida
Suku Veddah
5) Ras-ras Khusus
a. Bushman (penduduk asli Gurun Kalahari-Afrika Selatan)
b. Weddoid (penduduk asli pedalaman Srilangka, dan Sulawesi Selatan)
c. Australoid (suku Aborigin-Penduduk asli Australia)
d. Polynesia (Kepulauan Mikronesia dan Polynesia)
e. Ainu (penduduk asli Pulau Karafuto dan Hokkaido-Jepang)
Dari warna kulit, kita orang Indonesia di kenal sebagai penduduk yang memiliki warna kulit sawo matang. Sebenarnya berdasar warna kulit, penduduk Indonesia dapat di rinci dalam beberapa bagian, yaitu :
a. Papua Melanozoid : berkulit hitam dan berbibir tebal. Orang kulit hitam di Indonesia disetai ciri khas rambut gimbal dan ikal bergelombang kecil, misalnya penduduk asli Irian Jaya (Papua), Pulau Aru dan Pulau Kai.
b. Negroid : berkulit hitam, bentuk tubuh kecil dan berambut keriting. Perbedaan dengan Papua Melanozoid, yaitu bahwa orang Negroid berbadan relatif lebih kecil. Mereka kebanyakan tinggal di wilayah Semenanjung Malaka (Suku Semang).
c. Weddoid : berkulit sawo matang, bentuk tubuhnya kecil, dan rambutnya bergelombang. Sifat mereka mempunyai kesamaan dengan Bangsa Weda di Srilanka. Mereka ada beberapa suku seperti; Suku Sakai (di Siak- Riau), Suku Kubu (Jambi), Suku Tomuna (Sulawesi).
d. Melayu Mongoloid : berkulit hitam sampai kekuning-kuningan, berambut lurus atau ikal, dan muka agak bulat. Golongan terakhir adalah golongan terbesar dari seluruh penduduk Indonesia. Dan mereka di anggap sebagai cikal-bakal yang melahirkan generasi bangsa Indonesia. Golongan ini di bagi menjadi dua, yaitu : Melayu Tua, dan Melayu Muda. Melayu Tua, (Protro Melayu), Seperti; Suku Batak, Toraja, Dayak, dan sebagainya. Sedangkan Melayu Muda (Deutro Melayu), seperti; suku Jawa, Sunda, Bali, Madura, Bugis dan sebagainya.
e. Asiatic Mongoloid yang terdiri atas keturunan Tionghoa dan jepang yang tinggal di Indonesia.
Gambar 2. Peta persebaran RAS di dunia
1. Faktor Pembentuk Ras
a. Mutasi, yaitu perubahan secara cepat yang terjadi di dalam gen-gen manusia, misalnya : jika orang tua berambut lurus, maka anak-anaknya berambut bargelombang.
b. Seleksi disebut juga Natural Scening atau natural Selection yang artinya penyaringan. Misalnya di Benua Eropa warna kulit putih yang dominan sehingga setiap kali terjadi mutasi yaitu lahir anak berkulit agak gelap (Darkish), ia akan mati/lenyap dan dikatakan karena seleksi alam.
d. Isolasi merupakan pemencilan. Bila sifat-sifat ras yang diperoleh melalui mutasi, seleksi, dan adaptasi yang diturunkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya ini disebabkan karena isolasi.
e. Migrasi adalah perpindahan. Banyak ras yang meninggalkan wilayah asalnya, kemudian ras tersebut bertemu dengan ras-ras lain/lingkungan alam baik yang sama maupun berbeda dengan lingkungan asal. Percampuran dengan ras-ras lain/lingkungan baru tersebut dapat menimbulkan sifat-sifat atau ciri-ciri jasmani baru, sehingga akhirnya akan terbentuk ras yang baru.
2. Pengaruh Iklim
a. Hukum Bergman, menyatakan bahwa semakin panasnya wilayah geografisnya maka semakin kecil bentuk ras-ras dari suatu spesies, sebaliknya diwilayah geografis yang lebih dingin ras-ras yang ada lebih besar ukuran tubuhnya.
b. Hukum Allen, menyatakan bahwa adanya korelasi positif antara panjang anggota badan dengan suhu wilayah.
c. Hukum Gloger, hadirnya melanin diwilayah beriklim panas adalah yang terbesar. Adapun phaemelanin yang kemerah-merahan dan kuning kecoklatan terdapat diwilayah arid/kering sedang di situ eumelanin yang kehitam-hitaman paling jarang. Hukumnya adalah semakin dingin iklim suatu wilayah semakin berkurang phaemelanin, dan di wilayah yang iklimnya ekstrim dingin phaemelanin habis sehingga nampak keputih-putihan.
3. Pengaruh Tanah
Tanah berpengaruh terhadap warna kulit, ada kecenderungan spesies dari ras-ras tertentu yang menghuni tanah bekas aliran lava, berkulit lebih gelap jika dibandingkan dengan spesies yang menempati wilayah yang bertopografi bukit-bukit pasir. Melalui kandungan mineral pada tanah, yaitu dari kenampakan tanaman tertentu dapat diketahui kaya atau miskinnya tanah dibawahnya akan unsur kalsium.
3. Agama dan Budaya
Jadi budaya diperoleh melalui belajar. Tindakan-tindakan yang dipelajari antara lain cara makan, minum, berpakaian, berbicara, bertani, bertukang, berrelasi dalam masyarakat adalah budaya. Tapi kebudayaan tidak saja terdapat dalam soal teknis tapi dalam gagasan yang terdapat dalam fikiran yang kemudian terwujud dalam seni, tatanan masyarakat, etos kerja dan pandangan hidup. Yojachem Wach berkata tentang pengaruh agama terhadap budaya manusia yang immaterial bahwa mitologis hubungan kolektif tergantung pada pemikiran terhadap Tuhan. Interaksi sosial dan keagamaan berpola kepada bagaimana mereka memikirkan Tuhan, menghayati dan membayangkan Tuhan.
Lebih tegas dikatakan Geertz, bahwa wahyu membentuk suatu struktur psikologis dalam benak manusia yang membentuk pandangan hidupnya, yang menjadi sarana individu atau kelompok individu yang mengarahkan tingkah laku mereka. Tetapi juga wahyu bukan saja menghasilkan budaya immaterial, tetapi juga dalam bentuk seni suara, ukiran, bangunan.
Dapatlah disimpulkan bahwa budaya yang digerakkan agama timbul dari proses interaksi manusia dengan kitab yang diyakini sebagai hasil daya kreatif pemeluk suatu agama tapi dikondisikan oleh konteks hidup pelakunya, yaitu faktor geografis, budaya dan beberapa kondisi yang objektif.
dalam kebebasan menciptakan pelbagai objek realitas dan tata nilai baru berdasarkan inspirasi agama.
4. Agama dan budaya Indonesia
Jika kita teliti budaya Indonesia, maka tidak dapat tidak budaya itu terdiri dari 5 lapisan. Lapisan itu diwakili oleh budaya agama pribumi, Hindu, Buddha, Islam dan Kristen. Dipandang dari segi budaya, semua kelompok agama di Indonesia telah mengembangkan budaya agama untuk mensejahterakannya tanpa memandang perbedaan agama, suku dan ras.
Disamping pengembangan budaya immaterial tersebut agama-agama juga telah berhasil mengembangkan budaya material seperti candi-candi dan bihara-bihara di Jawa tengah, sebagai peninggalan budaya Hindu dan Buddha. Budaya Kristen telah mempelopori pendidikan, seni bernyanyi, sedang budaya Islam antara lain telah mewariskan Masjid Agung Demak (1428) di Gelagah Wangi Jawa Tengah. Masjid ini beratap tiga susun yang khas Indonesia, berbeda dengan masjid Arab umumnya yang beratap landai. Atap tiga susun itu menyimbolkan Iman, Islam dan Ihsan. Masjid ini tanpa kubah, benar-benar has Indonesia yang mengutamakan keselarasan dengan alam.Masjid Al-Aqsa Menara Kudus di Banten bermenaar dalam bentuk perpaduan antara Islam dan Hindu. Masjid Rao-rao di Batu Sangkar merupakan perpaduan berbagai corak kesenian dengan hiasan-hiasan mendekati gaya India sedang atapnya dibuat dengan motif rumah Minangkabau.
Dari segi budaya, agama-agama di Indonesia adalah aset bangsa, sebab agama-agama itu telah memberikan sesuatu bagi kita sebagai warisan yang perlu dipelihara. Kalau pada waktu zaman lampau agama-agama bekerja sendiri-sendiri maka dalam zaman milenium ke 3 ini agama-agama perlu bersama-sama memelihara dan mengembangkan aset bangsa tersebut. Tetapi yang sering terjadi adalah sebaliknya sebab kita tidak sadar tentang nilai aset itu bagii pengembangan budaya Indonesia.
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN
Ras (dari bahasa Prancisrace, yang sendirinya dari bahasa Latinradix, “akar”) adalah suatu sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengkategorikan manusia dalam populasi atau kelompok besar dan berbeda melalui ciri fenotipe, asal-usul geografis, tampang jasmani dan kesukuan yang terwarisi.
Secara garis besar ada tiga kelompok ras di dunia :
a. Ras Mongoloid ( berkulit kuning dan coklat )
b. Ras Negroid ( berkulit hitam )
c. RasKaukasoid ( berkulitputih )
Ciri-ciri fisik setiap ras berbeda karena faktor-faktor berikut :
a. Kondisi iklim dangeografis
b. Faktor Perkawinan
c. Gen
yang berbeda dalam kehidupan konkret, namun semuanya mempunyai satu tujuan, yakni mau membimbing dan menuntun manusia kepada keselamatan.
B. SARAN
Perbedaan merupakan keniscayaan yang mesti dan harus diterima oleh semua orang dalam kehidupannya. Fakta menunjukkan bahwa manusia memang makhluk unik dan khas. Keunikan dan kekhasan ini dalam konteks bernegara, berbangsa, dan bermasyarakat akan menimbulkan keragaman tatanan sosial dan kebudayaan. Keragaman ini yang ditunjukkan oleh Indonesia antara lain terdiri atas beragam etnis, agama, dan bahasa. Keragaman ini perlu dikelola secara serius dan sungguh-sungguh dalam suatu bentuk tatanan nilai yang dapatdibagi bersama.
DAFTAR PUSTAKA
A Haviland, Wiliam. 1999. Antropologi Edisi Keempat Jilid 1. Jakarta : Erlangga.
Geertz, Clifford, Kebudayaan dan Agama, Yogyakarta: Kanisius, 1992.
Koentjaraningrat. 1980. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta : Aksara Baru.