• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Praktikum Kimia Sekolah (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Laporan Praktikum Kimia Sekolah (1)"

Copied!
97
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Veni Jumila Danin
  • Pengajar:
    • Asih Widi Wisudawati, S. Pd., M.Pd.
  • Sekolah: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Kimia
  • Topik: Menguji Larutan Asam Basa Dengan Indikator Alami
  • Tipe: laporan praktikum
  • Tahun: 2018
  • Kota: Yogyakarta

I. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah dokumen penting dalam proses pembelajaran yang mencakup identitas sekolah, kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, model dan metode, serta media dan sumber belajar.

1.1. IDENTITAS SEKOLAH

Identitas sekolah mencakup nama sekolah, mata pelajaran, kelas, materi pokok, submateri, dan alokasi waktu yang diperlukan untuk pembelajaran. Contohnya, SMA Negeri Tirtonirmolo, mata pelajaran Kimia, kelas XI/1 dengan materi pokok Asam dan Basa.

1.2. KOMPETENSI INTI

Kompetensi inti terdiri dari empat aspek yang mencakup penghayatan ajaran agama, perilaku sosial, pemahaman pengetahuan, dan kemampuan dalam mengolah dan menyajikan informasi. Ini bertujuan untuk membentuk karakter dan pengetahuan siswa secara holistik.

1.3. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR

Kompetensi dasar merupakan kemampuan yang harus dikuasai siswa, sedangkan indikator adalah langkah-langkah konkret untuk mencapai kompetensi tersebut. Misalnya, memahami konsep asam dan basa serta merancang percobaan untuk menguji larutan.

1.4. TUJUAN PEMBELAJARAN

Tujuan pembelajaran dirumuskan agar siswa dapat menyebutkan bahan alam sebagai indikator, merancang percobaan, dan mengamati perubahan warna indikator dalam larutan. Hal ini membantu siswa memahami konsep secara praktis.

1.5. MATERI PEMBELAJARAN

Materi pembelajaran mencakup pengertian larutan, sifat-sifat larutan asam dan basa, serta penggunaan indikator. Penjelasan tentang larutan asam dan basa memberikan dasar yang kuat untuk eksperimen yang akan dilakukan.

II. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan pembelajaran terdiri dari beberapa tahap yang meliputi pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Setiap tahap memiliki tujuan dan aktivitas yang jelas untuk mendukung pemahaman siswa.

2.1. Kegiatan Pendahuluan

Pada tahap ini, guru memberikan salam, memimpin doa, dan mengabsen siswa. Guru juga menjelaskan tujuan pembelajaran dan memberikan apersepsi untuk menarik perhatian siswa terhadap materi yang akan dipelajari.

2.2. Kegiatan Inti

Kegiatan inti mencakup observasi, pengumpulan data, dan diskusi. Siswa melakukan percobaan untuk mengamati perubahan warna indikator alami pada larutan asam dan basa, serta mencatat hasilnya untuk analisis lebih lanjut.

2.3. Kegiatan Penutup

Di akhir pembelajaran, guru memberikan apresiasi kepada kelompok yang berprestasi, menyimpulkan materi yang telah dipelajari, dan memberikan penguatan tentang pentingnya indikator dalam pengujian larutan asam dan basa.

III. TEKNIK PENILAIAN

Teknik penilaian dilakukan untuk mengevaluasi sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa selama praktikum. Penilaian ini penting untuk memberikan umpan balik kepada siswa mengenai kemajuan belajar mereka.

3.1. Sikap

Penilaian sikap dilakukan melalui observasi selama proses pembelajaran. Guru mencatat perilaku siswa dalam berinteraksi dan berkolaborasi dengan teman-teman sekelas.

3.2. Pengetahuan

Penilaian pengetahuan dilakukan melalui tes tertulis, termasuk soal post-test yang mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan.

3.3. Keterampilan

Penilaian keterampilan dilakukan melalui laporan praktikum dan presentasi. Siswa dinilai berdasarkan kemampuan mereka dalam merancang percobaan, mencatat hasil, dan menyajikan informasi dengan baik.

IV. PEMBAHASAN

Pembahasan mencakup analisis hasil percobaan dan pengamatan yang dilakukan oleh siswa. Hal ini penting untuk mengaitkan teori dengan praktik, serta memahami fenomena yang terjadi selama percobaan.

4.1. Hasil Percobaan

Hasil percobaan menunjukkan bahwa indikator alami dapat digunakan untuk menentukan sifat asam dan basa dari larutan. Perubahan warna yang terjadi mencerminkan pH larutan yang diuji.

4.2. Analisis Data

Analisis data dilakukan untuk memahami hubungan antara jenis indikator dengan sifat larutan. Siswa belajar untuk menginterpretasikan data dan menarik kesimpulan dari hasil percobaan.

V. KESIMPULAN

Kesimpulan merangkum hasil belajar siswa dan temuan dari percobaan yang dilakukan. Ini mencakup pemahaman tentang indikator alami dan aplikasinya dalam menguji larutan asam dan basa.

5.1. Temuan Utama

Temuan utama dari praktikum ini adalah bahwa ekstrak dari beberapa bahan alami dapat digunakan sebagai indikator untuk menentukan sifat asam atau basa dari larutan yang diuji. Perubahan warna yang signifikan menunjukkan efektivitas indikator.

5.2. Implikasi Pembelajaran

Implikasi dari pembelajaran ini adalah pentingnya pemahaman tentang sifat asam dan basa dalam kehidupan sehari-hari, serta bagaimana eksperimen dapat meningkatkan pemahaman konsep kimia di kalangan siswa.

Referensi

Dokumen terkait

Kertas indikator asam basa biasa digunakan untuk membedakan suatu larutan, apakah larutan itu bersifat asam ataupun basa, dengan cara memberikan perubahan warna

Dilihat dari data pengamatan yaitu, terjadi perubahan warna indikator MO berwarna jingga, indikator PP tidak berwarna, indikator MM berwarna merah, indikator BTB

Hal ini dapat dilihat pada bagian bawah bawang merah yang terendam air cuka di mana pigmentasi warna bawang merah dihancurkan oleh sifat korosif asam asetat sehingga bawang

Ketika sebuah larutan dimasukkan kedalamnya ekstrak bunga sepatu perubahan warnanya menjadi lebih tua itu artinya larutan tersebut bersifat asam, sedangkan jika warna berubah

Larutan NaOH adalah salah satu larutan yang bersifat basa sehingga warna merah adalah indikator untuk mengetahui sifat basa dan sebagai indikator pewarna alami, sehingga apabila

Metode kedua yang diujikan dalam praktikum ini adalah dengan media larutan indikator. Prinsip penggunaan larutan indikator adalah perubahan warna. Ada 2 wujud perubahan

Kertas lakmus biasa digunakan untuk membedakan suatu larutan bersifat asam atau basa dengan cara memberikan perubahan warna yang berbeda pada larutan asam dan basa.. Asam adalah

jalapa yang memiliki sepasang alel untuk sifat warna bunga. Ketika