• Tidak ada hasil yang ditemukan

DISTRIBUSI DAN KARAKTERISTIK SIKATRIK KORNEA DI INDONESIA, RISKESDAS 2007

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "DISTRIBUSI DAN KARAKTERISTIK SIKATRIK KORNEA DI INDONESIA, RISKESDAS 2007"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Persentase Sikatrik Kornea Menurut Provinsi, Riskesdas 2007
Tabel 2. Persentase Sikatrik Kornea Menurut Umur, Riskesdas 2007
Tabel 4. Persentase Distribusi Sikatrik Kornea Menurut Pekerjaan, Riskesdas 2007
Tabel 7. Persentase Sikatrik Kornea Menurut Tingkat Pengeluaran

Referensi

Dokumen terkait

Dilihat dari struktur umur, angkatan kerja pedesaan usia muda hingga 34 tahun, ternyata proporsinya lebih rendah dibandingkan dengan di perkotaan, kecuali pada kelompok

Menurut tingkat pengeluaran rumah tangga per kapita, pterigium dua mata (3,2%) lebih tinggi ditemui pada tingkat pengeluran rumah tangga yang rendah sedangkan pterigium pada

Adapun tingkat pengetahuan tentang HIV dan AIDS serta tempat tinggal di pedesaan atau perkotaan tidak berbeda secara signifikan dan (3) faktor yang memenuhi menjadi

Kedekatan dengan tempat tinggal ini disebabkan karena banyak minimarket yang berlokasi mendekati lokasi permukiman penduduk sehingga masyarakat pada daerah urban lebih

Pengertian nilai ini adalah bahwa ibu dengan umur saat melahirkan lebih dari 34 tahun, berpendidikan minimal SD, tinggal di daerah perkotaan, tidak memiliki riwayat keguguran,

Hasil analisis menunjukkan pada tahun 2007 determinan utama stunting anak balita dengan riwayat BBLR adalah wilayah tempat tinggal yaitu responden yang tinggal di wilayah

Wilayah perkotaan akan berpotensi mengalami peningkatan jumlah penduduk miskin dibanding wilayah pedesaan karena penyebaran kasus Covid-19 di perkotaan lebih luas, sehingga

Pengertian nilai ini adalah bahwa ibu dengan umur saat melahirkan lebih dari 34 tahun, berpendidikan minimal SD, tinggal di daerah perkotaan, tidak memiliki riwayat keguguran,