PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM
“Inovasi Dimsum Labu Kuning (Cucurbhita Moschata) Antidiabetes Sebagai Usaha Pemberdayaan Masyarakat Desa Cikole”
BIDANG KEGIATAN:
PKM-PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Diusulkan oleh:
Habibah Wasdah Sujati 1504830/2015
Ginggi Khansa Julyanidar 1501442/2015
Nita Septa Dila 1505406/2015
Rini Suprianni 1501899/2015
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG
PENGESAHAN PKM-PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 1. Judul Kegiatan : Inovasi Dimsum Labu Kuning
(Cucurbhita Moschata) Antidiabetes Sebagai Usaha Pemberdayaan Masyarakat Desa Cikole
2. Bidang Kegiatan : PKM-M
3. Ketua Pelaksana Kegiatan a. Nama Lengkap b. NIM
c. Jurusan
d. Universitas/Institut/Politeknik e. Alamat Rumah dan No Tel./HP
f. Alamat email 4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 3 Orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar b. NIP
c. Alamat Rumah dan No Tel./HP :
a. Dikti : Rp. 12.000.000
7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 5 Bulan
Bandung, 28 September 2016
Prof. Dr. H. R. Asep Kadarohman, M.Si. NIP. 196305091987031002
Dosen Pembimbing
HALAMAN PENGESAHAN i DAFTAR ISI ii
DAFTAR TABEL iii
RINGKASAN 1
BAB 1 PENDAHULUAN 2 1.1 Latar Belakang 3
1.2 Rumusan Masalah 3 1.3 Tujuan Program3
1.4 Luaran yang Diharapkan 3 1.5 Kegunaan Program 3
BAB 2 GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN 3
BAB 3 METODE PENELITIAN 5 3.1 Tahap Persiapan 5
3.2 Tahap Pelaksanaan 6
3.3 Tahap Monitoring dan Evaluasi 7
BAB 4 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN 7 4.1 Ringkasan Anggaran Biaya 7
4.2 Jadwal Kegiatan7
DAFTAR PUSTAKA 8
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1. Jumlah Penduduk 10 Tahun ke Atas Berdasarkan Jenjang pendidikan yang ditamatkan di Kecamatan Lembang 5
RINGKASAN
Pengolahan hasil budidaya perkebunan Labu Kuning (Cucurbhita Moschata) di Desa Cikole memiliki peluang usaha yang besar, menjanjikan dan bermanfaat sehingga mampu meningkatkan penghasilan masyarakat sekitarnya, namun faktanya pemanfaatan peluang yang besar ini belum teroptimalkan. Labu Kuning masih dijual secara konvensional dengan cara menjualnya secara utuh, sehingga laba yang diasilkan dari penjualan pun tidak begitu besar. Adapun pengolahan lainnya pun masih relatif sederhana, seperti di goreng dan dibakar, serta dibuat olahan kolak dan dodol. Berdasarkan permasalahan yang terjadi di masyarakat, penulis memiliki keinginan yang besar untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat Desa Cikole membantu memberdayakan masyarakat sekitar dengan inovasi Dimsum Labu Kuning Antidiabetes. Yang bertujuan menambah penghasilan yang didapatkan masyarakat serta memanfaatkan komoditi yang banyak dibudidayakan di Indonesia menjadi produk-produk bernutrisi tinggi dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi pula. Luaran yang diharapkan dari program ini adalah masyarakat dapat memanfaatkan Dimsum Labu Kuning Antidiabetes sebagai inovasi produk yang dapat dijadikan sebagai peluang usaha yang menjanjikan.
BAB 1 PENDAHULUAN kandungan gizi yang dimiliki tinggi dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Labu Kuning merupakan komoditi hasil pertanian yang sangat cocok diolah menjadi bahan pangan, karena memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti serat larut pektin dan senyawa bioaktif seperti protein, peptida, polisakarida, sterol, dan asam para aminobenzoat. Kandungan polisakarida dilaporkan dapat meningkatkan kadar serum insulin, dan toleransi glukosa, sehingga menurunkan kadar glukosa darah (Liu, Y., et al. (2006 dalam Hawa, I.I., 2015, hlm. 2). Salah satu daerah penghasil Labu Kuning di Jawa Barat adalah Desa Cikole, dengan potensi kekayaan alam berkhasiat yang dimilikinya Desa Cikole dapat dijadikan peluang usaha yang bermanfaat dan menjanjikan, namun nyatanya belum sesuai dengan apa yang diharapkan.
Kurangnya sumber daya manusia yang mampu dan kompeten memanfaatkan sumber daya alam tersebut merupakan salah satu faktor penyebab belum optimalnya pemanfaatan Labu Kuning di daerah Desa Cikole. Labu Kuning biasa dijual dalam keadaan mentah tanpa proses pengolahan yang lebih lanjut. Adapun pengolahan Labu Kuning di kalangan masyarakat kebanyakan relatif sederhana, contohnya digoreng dengan menggunakan minyak sehingga berkadar kolesterol tinggi, labu kuning bakar yang mengandung karbon dan kurang aman dikonsumsi, ataupun dijadikan kolak dan dodol yang memiliki nilai ekonomi rendah. Sedangkan di negara maju pemanfaatan Labu Kuning lebih luas pada berbagai produk seperti jelly, bakery, selai dan produk kalengan.
“Inovasi Dimsum Labu Kuning (Cucurbhita Moschata) Antidiabetes Sebagai Usaha Pemberdayaan Masyarakat Desa Cikole”
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, fokus masalah yang diangkat adalah bagaimana penerapan program inovasi produk dimsum antidiabetes dengan bahan baku labu kuning sebagai upaya pemberdayaan masyarakat daerah Desa Cikole.
1.3 Tujuan Program
Pemberdayaan masyarakat daerah Desa Cikole bagaimana cara pengolahan Labu Kuning yang sehat, dan memanfaatkan peluang usaha Dimsum Labu Kuning sebagai sumber penghasilan tambahan masyarakat. 1.4 Luaran yang Diharapkan
Masyarakat memahami bagaiamana cara pengolahan Labu Kuning yang baik dan benar, serta tidak menghilangkan atau mengurangi kandungan nutrisi yang ada dalam bahan baku tersebut. Masyarakat dapat memanfaatkan Dimsum Labu Kuning Antidiabetes sebagai inovasi produk yang dapat dijadikan sebagai peluang usaha yang menjanjikan.
1.5 Kegunaan Program 1. Teoritis
a. Sumbangsih ilmu pengetahuan mengenai pemanfaatan Labu Kuning sebagai produk olahan yang bergizi tinggi bagi masyarakat, khususnya penderita diabetes.
b. Sebagai bahan wacana dan rujukan bagi pengembangan program serupa inovasi produk Labu Kuning
2. Praktis
a. Memanfaatkan peluang usaha dari hasil perkebunan Labu Kuning sebagai usaha pemberdayaan masyarakat Desa Cikole
b. Menambah pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan hasil pertanian atau perkebunan setempat
BAB 2 GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN
Pemikiran generasi muda terhadap kultur dalam melestarikan kebudayaan yang diturunkan oleh nenek moyangnya termasuk dalam kegiatan untuk bertahan hidup yang diwariskan seperti bercocok tanam sangat rendah itu dibuktikan dengan minat generasi muda sangat rendah bekerja dalam bidang pertanian. Kesan bekerja sebagai petani yang identik dengan penghasilan yang rendah, suasana kerja yang kotor, dan kurang terdidik mengakibatkan sebagian besar generasi muda yang ada di jawa barat terutama yang hidup ditanah sunda yang lebih tepatnya di kota Bandung generasi muda sudah tidak melirik bidang pertanian mereka lebih memilih untuk bekerja dibidang yang lebih elit dan modern.
bisa kehilangan pemasukan bagi Negara dan sebaliknya malah akan mengeluarkan pengeluaran yang sangat banyak dikarenakan kita harus terus menerus dan selalu bergantung pada import Negara lain keadaan ini akan berdampak juga bagi generasi masa depan dalam beradaptasi secara lentur terhadap perubahan ekonomi, sosial, ekologi, dan budaya dunia.
Dengan lahan pertanian untuk bercocok tanam, dan didukung oleh sumber mata air yang cukup banyak seharusnya masyarakat Desa Cikole dapat memanfaatkan dan mengolah lahan untuk dijadikan lahan yang lebih produktif yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang bertempat tinggal di darerah tersebut. Desa Cikole terdiri dari 4 dusun, 15 RW dan 68 RT (Badan Pusat Statistik Bandung Barat, 2016, hlm. 5)
Dalam kondisi tersebut masyarakat Desa Cikole memanfaatkan lahan bercocok tanam ditanami oleh sayur-sayuran, dikarenankan kontur tanah yang sangat gembur dengan cuaca yang sejuk akan menunjang pertumbuhan sayur-sayuran tumbuh secara maksimal, sangat beragam sayur-sayuran yang ditanam oleh para petani, dari sayuran berjenis daun-daunan, ubi-ubian dan juga buah seperti alpukat dan labu kuning.
Hasil pertanian Desa Cikole ini sering dipasok ke dalam pasar-pasar yang berada di daerah sekitarannya seperti pasar Lembang, Bandung dan juga daerah Subang, selain itu juga hasil pertanian yang memenuhi standar kriteria yang telah lolos pernyortiran ada juga yang disuplai ke super market. Namun terkadang penghasilan yang didapatkan petani yang diberikan oleh para pengepul memanglah jauh dari cukup, selain itu juga ada salah satu hal yang sangat memprihatinkan adalah banyak hasil panen yang tidak tersortir karena kerusakan atau ukurannya yang tidak sesuai dengan permintaan pasar , buah ataupun sayur-saruran tersebut dibiarkan begitu saja hingga membusuk dengan sendirinya. Terutama pada buah labu kuning dikarenakan tidak semua labu kuning memiliki bentuk yang utuh sempurna.
Tabel 2.1. Jumlah Penduduk 10 Tahun ke Atas Berdasarkan Jenjang pendidikan yang ditamatkan di Kecamatan Lembang.
Sumber: Badan Pusat Statistik Bandung Barat, 2016, hlm. 10.
Sayur-sayuran dan buah-buahan yang tidak lolos penyortiran lebih baik diinovasikan untuk dijadikan hal yang lebih bermanfaat. Inovasi yang akan dilakukan dan akan di-sharingkan kepada masyarakat Desa Cikole adalah dari labu kuning yang tidak tersortir namun masih layak dan tidak mengalami kebusukan disituhlah labu kuning dapat dijadikan tepung labu yang dapat meningkatkan harga dari labu kuning itu sendiri. Proses pembuatannya akan disampaikan dengan pendekatan terhadap masyarakat Desa Cikole, kegiatan kali ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan untuk membuat inovasi baru sehingga masyarakat yang tadinya tidak memiliki kegiatan akan memiliki pekerjaan yang dapat menambah hasil pendapatan keluarga mereka.
BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Tahap Persiapan
a. Peninjauan Lokasi
Diskusi sosialisasi dilaksanakan antara peneliti PKM, ketua RT, kepala desa, perwakilan penduduk (ibu rumah tangga) dan pengelola perkebunan labu. Diskusi dilakukan dengan maksud untuk mensosialisasikan tentang konsep pengabdian masyarakat yang dimulai dengan pembudidayaan atau mengelola hasil pertanian menjadi bahan baku oleh peneliti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Setelah diskusi, peneliti PKM melakukan sosialisasi kepada ibu rumah tangga yang ingin bergabung dengan usaha yang akan dilakukan.
c. Perekrutan Pelaku Usaha
Calon tenaga kerja yang akan di rekrut yaitu ibu rumah tangga ataupun pelaku usaha ini pada dasarnya yang menjadi sasaran adalah ibu-ibu hal ini dilakukan karena memang cocok karena setidaknya dapat membantu pelaku usaha agar tidak menjadi pengangguran dan membantu atau mengembangkan dalam hal usahanya.
d. Penyediaan Sarana & Prasarana
Tahap persiapan berikutnya adalah pengadaan sarana dan prasarana Peralatan yang akan dibutuhkan haruslah bersih dan juga berkualitas (tidak cacat).
3.2 Tahap Pelaksanaan a. Penelitian Produk
Penelitian dilakukan oleh peneliti PKM yang bermaksud untuk melihat hasil produknya dan memeriksa mutu produk yang telah dibuat. Selain itu, penelitian produk bertujuan untuk menumbuhkan pengetahuan baru terhadap makanan yang baik untuk penderita diabetes.
b. Pelatihan Tenaga Kerja
Pelatihan tenaga kerja disini bermaksud untuk memperbaiki dan mengembangkan sikap, tingkah laku keterampilan, dan pengetahuan dari pelaku usaha sesuai dengan yang diperintahkan. Dengan demikian, pelatihan yang dimaksudkan adalah pelatihan dalam pengertian yang luas, tidak terbatas hanya untuk mengembangkan keterampilan semata-mata.
c. Pembuatan Produk
Pada pembuatan produk ini kami mencoba membuat inovasi yang baru dan menarik dari buah labu kuning, yaitu dimsum dengan konsentrasi tepung dari labu kuning.
d. Pemasaran
bahan baku yang ada di desa melalui brosur, pamflet yang diberikan saat wisatawan datang berkunjung, serta menempel banner di beberapa lokasi strategis di tempat umum.
3.3 Tahap Monitoring dan Evaluasi
Tahap Monitoring ini dilaksanaan setiap penelitian kegiatan. Tahap Monitoring atau pengawasan ini bertujuan untuk mengontrol semua kegiatan yang dilaksanakan di lokasi sasaran, yaitu tepatnya Desa Cikole. Selain itu dilaksanakan tahap evaluasi setiap akhir kegiatan dengan tujuan untuk meninjau kembali kekurangan-kekurangan yang ada dalam penelitian kegiatan sekaligus permasalahan-permasalahan yang menghambat kegiatan. Hal ini dilakukan agar pada kegiatan berikutnya kegiatan terlaksana lebih baik dari sebelumnya.
BAB 4 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN 4.1 Ringkasan Anggaran Biaya
Tabel 4.1. Ringkasan Anggaran Biaya
No. Uraian Jumlah Biaya (Rp)
1. Peralatan penunjang 2.650.000
2. Produksi 3.850.000
3. Bahan habis pakai 2.000.000
Badan Pusat Statistik Bandung Barat. (2016). Statistik Daerah Kecamatan Lembang. Badan Pusat Statistik Kabupaten Bandung Barat.
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota Kelompok A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap : Habibah Wasda Sujati
2. Jenis Kelamin : Perempuan
3. Program Studi : Pendidikan Teknologi Agroindustri
4. NIM : 1504830
5. Tempat dan Tanggal Lahir : Karawang, 22 Maret 1998
6. E-mail : [email protected]
7. No. HP : 083822131070
B. Riwayat Pendidikan Jenjang
Pendidikan
Nama Instisusi Program Studi Tahun Masuk
SD SDN Pasir Mulya II - 2003
SMP MTs. PP. Darussalam - 2009
SMA MA. PP. Darussalam IPA 2012
S1 Universitas
Ambalan Penegak Pramuka PP. Darussalam
Pradana 2012-2013
Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Darussalam
Ketua Gugus Depan
2013-2014
Pramuka UPI Anggota 2015-sekarang
HIMAGRIN-FPTK UPI Staff Bid.
Kaderisasi
2016-sekarang
D. Sertifikat Penghargaan 10 Tahun Terakhir
Nama Sertifikat Tahun Sebagai Tempat
The Best Five Tingkat MA Putri
2014 Peringkat Ke-3 PP. Darussalam
The Best Five Tingkat MTs. Putri
2011 Peringkat Ke-5 PP. Darussalam
27.002-Language Quiz 2013 The Winner PP. Darussalam
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persayaratan dalam pengajuan Hibah PKM-Pengabdian Masyarakat.
Bandung, 29 September 2016
A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap : Ginggi Khansa Julyanidar
2. Jenis Kelamin : Perempuan
3. Program Studi : Pendidikan Teknologi Agroindustri
4. NIM : 1501442
5. Tempat dan Tanggal Lahir : Subang, 29 Juli 1997
6. E-mail : [email protected]
7. No. HP : 082319510738
B. Riwayat Pendidikan Jenjang
Pendidikan
Nama Instisusi Program Studi Tahun Masuk
TK TKIT Al Furqon
-SD SDN Soklat - 2003
SMP SMPN 2 Subang - 2009
SMA SMAN 1 Subang IPA 2012
S1 Universitas
D. Sertifikat Penghargaan 10 Tahun Terakhir
Nama Sertifikat Tahun Sebagai Tempat
FIS2N 2014 Peserta Bandung
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persayaratan dalam pengajuan Hibah PKM-Pengabdian Masyarakat.
Bandung, 29 September 2016
Pengusul
A. Identitas Diri
2. Jenis Kelamin : Perempuan
3. Program Studi : Pendidikan Teknologi Agroindustri
4. NIM : 1505406
5. Tempat dan Tanggal Lahir : Bengkulu, 5 September 1997
6. E-mail : [email protected]
7. No. HP : 082311886162
B. Riwayat Pendidikan Jenjang
Pendidikan
Nama Instisusi Program Studi Tahun Masuk
OSIS SMAI NFBS Div. Jurnalistik 2013-2014
OSAN SMAI NFBS English
Language Team
2013-2014
BEM HIMAGRIN Infokom 2016-2017
D. Sertifikat Penghargaan 10 Tahun Terakhir
Nama Sertifikat Tahun Sebagai Tempat
Pendidikan Pendahuluan
2013 Juara 1 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
(Untirta) Indonesia Teaching
English Program
2014 Volunteer Indonesia YES Alumni Association
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persayaratan dalam pengajuan Hibah PKM-Pengabdian Masyarakat.
A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap : Rini Suprianni
2. Jenis Kelamin : Perempuan
3. Program Studi : Pendidikan Teknologi Agroindustri
4. NIM : 1501899
5. Tempat dan Tanggal Lahir : Garut, 19 Februru 1997
6. E-mail : [email protected]
7. No. HP : 087718222289
B. Riwayat Pendidikan Jenjang
Pendidikan
Nama Instisusi Program Studi Tahun Masuk
TK TK Fathul Ulum 2001
SD SDN Sukajaya V 2003
SMP Smpn Tarogong Kidul 2009
SMA SMAN 11 Garut IPA 2012
S1 Universitas
D. Sertifikat Penghargaan 10 Tahun Terakhir
Nama Sertifikat Tanggal Sebagai Tempat
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persayaratan dalam pengajuan Hibah PKM-Pengabdian Masyarakat.
Bandung, 29 September 2016
Lapiran 5. Rincian Anggaran Biaya No
.
Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)
1. Peralatan Penunjang
1. Sewa Tempat 1.500.000
2. Sewa LCD dan Layar 950.000
3. Dana Internet dan Listrik 200.000
Subtotal (7) 2.650.000
2. Produksi
1. Kompor Gas 300.000
2. Tabung Gas dan Gas 3 kg 75.000
3. Oven 2.405.000
3. Bahan Habis Pakai
1. ATK (kertas, pensil, pulpen, penghapus, papan belajar), fotokopi materi, nametag panitia.
400.000
2. Bahan dan alat demonstrasi 1.600.000
Subtotal (2) 2.000.000
4. Perjalanan
1. Survey Lokasi 300.000
2. Transportasi Peserta menuju Tempat Sasaran
1.700.000
3. Transportasi Pelatihan dan Pemantauan 500.000
Subtotal (3) 2.500.000
5. Lain-lain: administrasi, publikasi, seminar, laporan, dll.
1. Administrasi 200.000
2. Biaya Komunikasi (pulsa) 150.000
3. Pembuatan Laporan (draft) 200.000
4. Monitoring dan Evaluasi 250.000
5. Pengiriman Laporan Akhir 150.000
6. Biaya Tak Terduga 50.000
Subtotal (6) 1.000.000