• Tidak ada hasil yang ditemukan

Microsoft Power Point Kesehatan Keuang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Microsoft Power Point Kesehatan Keuang"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

(1)

KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN

ASURANSI & REASURANSI

(2)

stimra

Laporan Keuangan

• Jenis- j enis laporan keuangan

• Kegunaan Laporan Keuangan:

- I nt ernal

- Ext ernal

• Unt uk pihak luar laporan keuangan akan lebih berguna

(3)

stimra

Dasar-Dasar Analisa Laporan Keuangan

• Tiga hal m endasar dalam sat u Perusahaan:

1) Likuidit as 2) Profit abilit as 3) Solvabilit as

• Unt uk m endapat kan inform asi, apakah angka- angka yang disaj ikan:

1) m enggam barkan pert um buhan dari t ahun sebelum nya at au, 2) cukup dalam rangka operasional Perusahaan ( cash, dll) at au

(4)
(5)

stimra

ALAT ANALI SA LAPORAN

KEUANGAN

Analisa Horizont al ( Trend analysis)

Analisa Vert ical ( Com m ond Size Analysis)

Analisa Rasio

(6)

stimra

ANALI SA LAPORAN KEUANGAN

Analisa Horizont al ( Trend analysis)

Suat u t eknik unt uk m elakukan evaluasi dat a- dat a l/ k unt uk beberapa periode t ert ent u. Bert uj uan m enent ukan kenaikan at au penurunan yang t erj adi yang dinyat kan baik dalam dalam j um lah m aupun dalam prosent ase.

Jum lah t ahun berj alan – Jum lah t ahun dasar

(7)

stimra

ANALI SA LAPORAN KEUANGAN

Analisa Vert ikal ( Com m on size analysis)

Suat u t eknik unt uk m elakukan evaluasi dat a- dat a l/ k

t erhadap m asing- m asing j enis ( akun) dalam sat u periode t ert ent u yang dinyat kan baik dalam dalam j um lah m aupun dalam prosent ase. Biasanya t erdapat suat u dasar pem bagian

Set iap it em dalam Laporan laba- rugi

(8)

stimra

ANALI SA LAPORAN KEUANGAN

Analisa Rasio

(9)

stimra

KLASIFIKASI RASIO-RASIO

LAPORAN KEUANGAN

Penghasilan - Biaya = Pendapat anbersih

Ra sio lik u idit a s

Mengukur kem am puan j angka pendek suat u

perusahaan unt uk m elunasi kewaj iban j angka pendek dan kebut uhan t idak

t erduga unt uk kas

Ra sio Pr ofit a bilit a s

Mengukur kem am puan perusahaan m encipt akan laba at au keberhasil

(10)

stimra

UNDANG- UNDANG DAN

PERATURAN PEMERI NTAH

Undang- undang No2 t ahun 1992 t ent ang Usaha

Perasuransian

PP No. 73 t ahun 1992 t ent ang Penyelenggaraan

Usaha Perasuransian

PP No. 63 t ahun 1999 t ent ang perubahan

Pert am a PP No. 73 t ahun 1992 t ent ang

Penyelenggaraan Usaha Perasuransian

PP No. 39 Tahun 2008 t ent ang perubahan Kedua

PP No. 73 t ahun 1992 t ent ang Penyelenggaraan

Usaha Perasuransian

PP No. 81 Tahun 2008 t ent ang perubahan Ket iga

(11)

stimra

KEPUTUSAN MENTERI

KEUANGAN

• 78/ PMK.05/ 2007 t ent ang penilaian kem am puan dan kepat ut an bagi

direksi dan kom isaris perusahaan perasuransian

• 422/ KMK.06/ 2003 t ent ang Penyelengaraan Usaha Perusahaan

Asuransi dan Reasuransi

• 423/ KMK.06/ 2003 t ent ang Pem eriksaan Perusahaan Perasuransian • 158/ PMK.010/ 2008 Tent ang perubahan kedua at as keput usan Ment eri

Keuangan 424/ KMK.06/ 2003 t ent ang Kesehat an Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi

• 425/ KMK.06/ 2003 t ent ang Perizinan dan Peyelenggaraan Usaha

Perusahaan Penunj ang asuransi

• 426/ KMK.03/ 2003 t ent ang Perizinan Usaha dan kelem bagaan

Perusahaan Asuransi dan Reasuransi

• 74/ PMK.12/ 2006 t ent ang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah bagi

(12)

stimra

KEPUTUSAN MENTERI

KEUANGAN

• 18/ PMK.010/ 2010 t ent ang Penerapan Prinsip Dasar Penyelenggaraan Usaha

Asuransi dan Usaha Reasuransi Dengan Prinsip Syariah

• 11/ PMK.010/ 2011 t ent ang Kesehat an Keuangan Usaha Asuransi dan Usaha

Reasuransi Dengan Prinsip Syariah

• 53/ PMK.12/ 2012 t ent ang Kesehat an Keuangan Perusahaan Asuransi Dan

Perusahaan Reasuransi

• 152/ PMK.010/ 2012 t ent ang Tat a Kelola Perusahaan yang baik bagi Perusahaan

Perasuransian

• 3/ POJK.05/ 2013 t ent ang Laporan Bulanan Lem baga Jasa Keuangan Non Bank • 4/ POJK.05/ 2013 t ent ang Penilaian Kem am puan dan Kepat ut an Bagi Pihak Ut am a

Pada Perusahaan Perasruansian, Dana Pensiun, Perusahaan Pem biayaan dan Perusahaan Penj am inan

• 2/ POJK.05/ 2014 t ent ang Tat a Kelola Perusahaan yang baik bagi Perusahaan

Perasuransian

• 3/ POJK.02/ 2014 t ent ang Tat a Cara Pungut an oleh OJK

(13)

stimra

KEPUTUSAN DI RJEN LEMBAGA

KEUANGAN- DAN SEJENI SNYA

• PER- 09/ BL/ 2011 Perubahan PER- 02/ BL/ 2009 t ent ang Pedom an

Perhit ungan Bat as Tingkat Solvabilit as Minim um bagi Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi

• 5433/ LK/ 2004 t ent ang dukungan reasuransi ot om at is dalam negeri dan

ret ensi sendiri

• 4499/ LK2000 t ent ang invest asi perusahaan asuransi dan reasuransi

dengan prinsip syariah

• 2833/ LK/ 2003 t ent ang pedom an pelaksanaan PMN pada lem baga non

Bank

• 2475/ LK/ 2004 t ent ang produk asuransi yang dikait kan dengan invest asi • PER- 04/ BL/ 2009 t ent ang Pedom an Penilaian Kem am puan dan Kepat ut an

Bagi Direksi dan Kom isaris Perusahaan Perasuransian

• 4033/ LK/ 2004 t ent ang pet unj uk penyusunan laporan perhit ungan

(14)

stimra

KEPUTUSAN DI RJEN LEMBAGA

KEUANGAN- DAN SEJENI SNYA

• KEP- 104/ BL/ 2006 t ent ang produk unit link

• KEP- 440/ BL/ 2008 t ent ang Penilaian Surat Ut ang at au Surat Berharga

Lain yang dit erbit kan oleh Negara dan Obligasi

• PER- 06/ Bl/ 2008 t ent ang Referensi Um ur Prem i Murni sert a Unsur Biaya

Adm inist rasi dan Biaya Um um Lainnya pada Lini Usaha Asuransi Kendaraan Berm ot or t ahun 2008- 2009

• PER- 09/ BL/ 2008 t ent ang Perubahan at as keput usan Direkt ur Jendral

Lem baga Keungan Nom or Kep- 390/ LK/ 2005 t ent ang Pedom an

Perhit ungan Tingkat Kesehat an Keuangan sert a bent uk dan susunan Laporan dan pengum um an laporan keuangan bagi perusahaan asuransi non PT

• PER- 10/ BL/ 2008 Bent uk dan Susunan Laporan Dana Jam inan bagi

Perusahaan Asuransi, Perusahaan Reasuransi, dan Bank Kust odian

• 79/ PMK.010/ 2009 Tent ang Sanksi Adm inist rat if Berupa Denda Dan Tat a

(15)

stimra

KEPUTUSAN DI RJEN LEMBAGA

KEUANGAN- DAN SEJENI SNYA

• PER- 07/ BL/ 2012 t ent ang Referensi Prem i Murni Sert a Unsur Biaya

Adm inist rasi & Biaya Um um Lainnya Pada Lini Usaha Asuransi Kendaraan Berm ot or Tahun 2013

• PER- 08/ BL/ 2012 t ent ang Pedom an Perhit ungan Modal Minim um Berbasis

Risiko Bagi Perusahaan Asuransi & Perusahaan Reasuransi

• PER- 09/ BL/ 2012 t ent ang Pedom an Perhit ungan Cadangan Teknis Bagi

Perusahaan Asuransi & Perusahaan Reasuransi

• PER- 10/ BL/ 2012 t ent ang Laporan Akt uaris Bagi Perusahaan Asuransi &

Perusahaan Reasuransi

• PER- 11/ BL/ 2012 t ent ang Dukungan Reasuransi, Bat as Ret ensi Sendiri,

Sert a Bent uk Dan Susunan Laporan Program Reasuransi Bagi Perusahaan Asuransi & Perusahaan Reasuransi

• 2/ SEOJK.05/ 2013 t ent ang Bent uk dan Susunan sert a Bent uk dan

(16)

stimra

Penilaian Kesehat an Keuangan

Perusahaan Asuransi dan Reasuransi

Bat as Tingkat Solvabilit as ( Solvency)

Rent ensi Sendiri ( Ow n Ret ent ion)

Reasuransi ( Reinsurance)

I nvest asi ( I nvest m ent )

Cadangan Teknis ( t echnical reserves)

Ket ent uan Lain yang berhubungan

dengan kesehat an keuangan ( ot her

requirem ent s)

(17)

stimra

Penilaian Kesehat an Keuangan

Perusahaan Asuransi dan Reasuransi

Tingkat Solvabilit as

Aset Yang Diperkenankan

Liabilit as

MMBR – Modal Minim um Berbasis Risiko

Target

t ingkat solvabilit as > = 120%

BATAS TI NGKAT SOLVABI LI TAS

(18)

stimra

Penilaian Kesehat an Keuangan

Perusahaan Asuransi dan Reasuransi

Tingkat Solvabilit as Dana Tabarru

Aset Yang Diperkenankan

Liabilit as

Kesehat an Keuangan Dana Perusahaan

Kekayaan Yang Tersedia Unt uk

Qardh

Solvabilit as Dana Perusahaan

BATAS TI NGKAT SOLVABI LI TAS - SYARI AH

(19)

stimra

ANALI SA RASI O - Asuransi

Solvency and profit abilit y rat io

Liquidit y Rat io

Prem ium St abilit y Rat io

Technical Rat io

(20)

stimra

PENGAWASAN DAN PEMBI NAAN

Mengapa Perlu Diaw asi ?

(21)

stimra

• PERUSAHAAN ASURANSI MENGHIMPUN DANA MASYARAKAT

• PERUSAHAAN ASURANSI MEMENUHI JANJINYA

• SETIAP SAAT DAPAT MEMENUHI KEWAJIBANNYA KEPADA

TERTANGGUNG (MODIFIED LIQUIDATION BASIS)

• KARAKTERISTIK KHUSUS

(22)

stimra

LAPORAN KEUANGAN SAK

• Tujuan : Investor

• Underlying concept : Going concern basis

• Penekanan : Kemampuan menghasilkan laba

• Asset : Dapat memberikan manfaat ekonomis

• Penilaian Asset : Historical cost

(23)

stimra

LAPORAN KEUANGAN SAP

• Tujuan : Pemerintah

• Underlying concept : Modified Liquidation Basis

• Penekanan : Kemampuan membayar kewajiban

• Asset : Dapat digunakan untuk menutup kewajiban

: Non admited asset – jenis dan jumlah

• Penilaian Asset : Fair value

(24)

stimra

SAK

ASSET = LIABILITES + EKUITAS

SAP

ASSET – LIABLITIES >= 120% (ADMITTED ASSET)

(25)

stimra

INDONESIA

53/PMK.010/2012 - Modal Minimum Berbasis Risiko (MMBR)

- Risiko Kegagalan Pengelolayaan Aset

- Risiko Ketidakseimbangan Antara Proyeksi Arus Aset dan Libailitas - Risiko Ketidakseimbangan Antara Nilai Aset Dan Liabilitas Dalam

Setiap Jenis Mata Uang - Risiko Liabilitas Asuransi

- Risiko Tingkat Suku Bunga

- Risiko Reasuradur

- Risiko Operasional

Secara rasio, hanya rasio solvabilitas saja

AMERIKA

National Association of Insurance Commissioners (NAIC) : Early Warning System (EWS)

- unsur unsur rasio keuangan asuransi dengan penyebaran (batas normal) - Produktifitas

(26)

stimra

(27)

stimra

PERKEMBANGAN ATURAN RBC

DARI KMK 224 sam pai PMK 53

No 53/ PMK.010/ 2012

NO 158/ PMK.010/ 2008

NO 135/ PMK.05/ 2005

NO 424/ KMK.06/ 2003

NO 481/ KMK.017/ 1999

NO 224/ KMK.017/ 1993

PER 02/ BL/ 2009 PER 09/ BL/ 2011

(28)

stimra

TINGKAT SOLVABILITAS

(Pasal 2)

Perusahaan setiap saat wajib memenuhi Tingkat

Solvabilitas paling rendah 100% dari Modal Minimum

Berbasis Risiko

Perusahaan setiap tahun wajib menetapkan target tingkat

solvabilitas

MODAL MINIMUM BERBASIS RISIKO

> = 120%, DARI MMBR

> = 120%, DARI MMBR

Menteri dapat meminta peningkatan Tingkat Solvabilitas

– risiko yang mungkin timbul dari perubahan strategi

adan atau pengembangan bisinis Perusahaan

(29)

stimra

TINGKAT SOLVABILITAS

(Pasal 3)

Jumlah dana yang dibutuhkan untuk mengantisipasi risiko

kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari deviasi

dalam pengelolaan aset & liabilitas

MODAL MINIMUM BERBASIS RISIKO (MMBR)

a. Kegagalan pengelolaan aset

b. Ketidakseimbangan antara proyeksi arus aset dan liabilitas c. Ketidakseimbangan antara nilai aset dan liabilitas dalam

setiap jenis mata uang

d. Perbedaan antara beban klaim yang terjadi dan beban klaim yang diperkirakan

e. Ketidakcukupan premi akibat perbedaan hasil investasi yang diasumsikan dalam penetapan premi dengan hasil investasi yang diperoleh

a. Kegagalan pengelolaan aset

b. Ketidakseimbangan antara proyeksi arus aset dan liabilitas c. Ketidakseimbangan antara nilai aset dan liabilitas dalam

setiap jenis mata uang

d. Perbedaan antara beban klaim yang terjadi dan beban klaim yang diperkirakan

(30)

stimra

Kekayaan (Investasi dan bukan

investasi) Perusahaan Asuransi atau

Perusahaan Reasuransi

Diatur dalam

Pasal 4 – pasal 14

Peraturan Menteri Keuangan

Nomor 53/PMK.10/2012

Tentang

Kesehatan Keuangan

(31)

stimra

Investasi & Non Investasi

Aset yang diperkenankan

P

en

ilai

an

P

em

b

at

(32)

stimra

Jenis investasi yang diperkenankan

1.

Deposito berjangka dan sertifikat deposito pada Bank,

termasuk deposit on call dan deposito yang berjangka

waktu kurang dari 1 bulan

2.

Saham yang diperdagangkan di Bursa Efek

3.

Surat Utang Korporasi (BBB atau yg setara)

4.

Sukuk Korporasi (BBB atau yg setara)

5.

Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Negara RI

6.

Surat Berharga yang diterbitkan oleh negara selain RI

7.

Surat Berharga yang diterbitkan oleh Bank Indonesia

8.

Surat Berharga yang diterbikan oleh lembaga multinasional

dimana negara RI menjadi anggota atau pemegang

(33)

stimra

Jenis investasi yang diperkenankan (lanjutan)

9.

Reksa Dana (pernyataan efektif, penawaran umum –

kontrak investasi kolektif penyertaan terbatas:

underlying efek yg diperdagangkan di bursa efek)

10.

Efek Beragun Aset (EBA) yang diterbitkan berdasarkan

Kontrak Investasi Kolektif Beragun Aset (pernyataan

efektif, BBB, penawaran umum)

11.

Dana Investasi Real Estate (pernyataan efektif, BBB,

penawaran umum)

12.

Penyertaan langsung (saham yang tidak tercatat di

(34)

stimra

Jenis investasi yang diperkenankan (lanjutan)

13.

Bangunan dengan hak strata (

strata title

) atau tanah

dengan bangunan, untuk investasi (dimiliki dan

dikuasai, penghasilan sewa atau lainnya, tidak strata

title, agunan atau jaminan dan sengketa serta blokir.

14.

Pembiayaan melalui mekanisme kerjasama dengan

pihak lain dalam bentuk pembelian piutang/refinancing

(perusahaan yg sdh mendapat ijin, tidak terafiliasi

dengan perusahaan, tidak sedang dikenakan sanksi

atau PKU, memenuhi aturan kesehatan keuangan)

15.

Emas Murni (Spesifikasi bursa komoditi, disimpan di

Bank Custodian komiti yg memiliki kerjasama)

16.

Pinjaman yang dijamin dengan hak tanggungan

(35)

stimra

Jenis investasi yang diperkenankan

1.

Saham yang diperdagangkan di Bursa Efek (saham aktif,

informasi saham dapat diakses di Indonesia)

2.

Surat Utang Korporasi (BBB, penawaran umum, informasi

dapat diakses di Indonesia)

3.

Sukuk Korporasi (BBB, penawaran umum, informasi dapat

diakses di Indonesia)

4.

Surat Berharga yang diterbitkan oleh negara selain RI

(BBB, penawaran umum, informasi dapat diakses di

Indonesia)

Surat Berharga yang diterbikan oleh lembaga multinasional

(36)

stimra

Jenis investasi yang diperkenankan

6.

Reksa Dana (diterbitkan oleh MI yg memiliki afiliasai

dengan MI Indonesia dan mendapat ijin, tercatat di bursa

negara tersebut)

7.

Penyertaan langsung (saham yang tidak tercata di bursa

efek)

Dapat Ditempatkan di Luar Negeri harus dalam jenis :

1.

Saham, surat utang korporasi, sukuk korporasi, yg

diperdagangkan di bursa efek dalam negeri & luar negeri

dan emitennya badan hukum asing

Luar Negeri

2.

Surat utang luar negeri oleh badan hukum RI melalui badan

hukum asing

Dalam Negeri

3.

Surat berharga lembaga internasional dimana RI menjadi

anggota atau pemegang saham berdenominasi Rupiah

(37)

stimra

Jenis aset bukan investasi yang

diperkenankan

1.

Kas dan Bank

2.

Tagihan premi penutupan langsung, termasuk tagihan

koasuransi yang menjadi bagian Perusahaan

3.

Tagihan kliam koasuransi

4.

Tagihan reasuransi

5.

Tagihan investasi

6.

Tagihan hasil investasi

(38)

stimra

Penilaian atas investasi

1. Deposito berjangka berdasarkan nilai nominal 2. Sertifikat deposito, berdasarkan nilai tunai

3. Saham yang diperdagangkan di bursa efek, berdasarkan nilai pasar 4. Surat Utang Korporasi berdasarkan nilai pasar yg ditetapkan lembaga

penilai

5. Sukuk Korporasi berdasarkan nilai pasar yg ditetapkan lembaga penilai 6. Surat berharga yang diterbitkan oleh Negara RI, berdasarkan nilai

pasar yang ditetapkan lembaga penilai

7. Surat berharga yang diterbitkan oleh negara lain selain Indonesia

berdasarkan nilai pasar yang ditetaplkan lembaga penilai

8. Surat berharga yang diterbitkan oleh Bank Indonesia berdasarkan

harga pasar

9. Surat berharga yang diterbitkan oleh lembaga multinasional yang

negara RI sebagai anggota atau pemegang sahamnya berdasarkan nilai pasar yang ditetapkan oleh lembaga penilai internasional

(39)

stimra

Penilaian atas investasi (lanjutan)

6. Efek Beragun Aset berdasarkan nilai pasar

7. Dana Investasi Real Estate berdasarkan nilali pasar

8. Penyertaan langsung, berdasarkan nilai ekuitas

9. Bangunan dengan hak strata atau tanah dengan bangunan, untuk

investasi, berdasarkan nilai yang ditetapkan oleh lembaga penilai yang terdaftar pada instansi yang berwenang, atau berdasarkan NJOP dalam hal tidak dilakukan penilaian oleh lembaga penilai

10. Pembiayaan melalui mekanisme kerjasama dengan pihak lain

dalam bentuk pembelian piutang berdasarkan nilai sisa piutang dikurangi dengan penyisihan

11. Emas Murni berdasarkan nilai pasar

(40)

stimra

Penilaian dan pembatasan atas kekayaan non investasi

1. Kas dan Bank, berdasarkan nilai nominal (di luar negeri

maksimum 1% dari ekuitas)

2. Tagihan premi penutupan langsung, berdasarkan nilai sisa tagihan 3. Tagihan klaim koasuransi berdasarkan nilai sisa tagihan paling 4. Tagihan reasuransi, berdasarkan nilai sisa tagihan

5. Tagihan investasi berdasarkan nilai sisa tagihan

6. Tagihan hasil investasi, berdasarkan nilai sisa tagihan 7. Pinjaman polis berdasarkan nilai sisa pinjaman

8. Bangunan dengan hak strata atau tanah dengan bangunan, yang

dipakai sendiri, berdasarkan nilai yang ditetapkan oleh lembaga penilai yang terdaftar pada instansi yang berwenang, atau

(41)

stimra

Pembatasan atas investasi

1. Deposito berjangka atau sertifikat deposito pada setiap Bank tidak

melebihi 15% dari jumlah investasi

2. Saham yang tercatat di bursa efek, yang emitennya adalah Badan

Hukum Indonesia, untuk setiap emiten masing-masing tidak lebih dari 10 % dan seluruhnya paling tinggi 40% dari jumlah investasi

3. Surat Utang Korporasi, Sukuk korporasi dan surat berharga yang

diterbitkan oleh lembaga multinasional dan Indonesia merupakan salah satu anggota pemegang sahamnya maksimal 15% untuk setiap emiten dan maksimal 50% dari total investasi

4. Surat Berharga yang diterbitkan oleh Negara selain negara Republik

Indonesia untk setuap penerbit maskimal 10% dai jumlah investasi

5. Unit penyertaan reksadana, untuk setiap manajer investasi tidak lebih

dari 15 % dan secara total tidak lebih dari 50% dari jumlah investasi

(42)

stimra

Pembatasan atas investasi (lanjutan)

6. Penyertaan langsung, seluruhnya tidak melebihi 10 % dari

jumlah investasi

7. Bangunan dengan hak strata atau tanah dengan bangunan,

untuk investasi, seluruhnya tidak lebih dari 10% dari jumlah investasi

8. Pembiayaan melalui mekanisme kerjasama denan pihak lain

dalam bentuk pembelian piutang untuk setiap pihak tidak lebih dari 10% dan seluruhnya tidak lebih dari 20% dari total investasi

9. Investasi Emas Murni seluruhnya paling tinggi sebesar 10% dari

total investasi

10. Pinjaman yang dijamin dengan hak tanggungan dalam bentuk

investasi jumlah seluruhnya maksimum 10% dari total investasi

Investasi pada instrumen no.2,3 dan 5 maksimal sebanyak 80% dari total investasi

(43)

stimra

Pembatasan atas investasi (lanjutan)

Investasi pada perusahaan yang terafiliasi dengan perusahaan maksimum 10% dari total investasi. Tidak termasuk penyertaan langsung

Investasi pada perusahaan afiliasi yang tidak terafiliasi dengan perusahaan maksimum 20%

Pihak terafiliasi : hubungan keluarga karena perkawinan sampai drajat ke-2 : hubungan antar pihak dengan pegawai satu tingkat dibawah direksi, anggota direksi, dewan komisaris: hubungan 2 perusahaan atau lebih dimana memiliki satu atau lebih direksi atau komisaris yang sama : hubungan antara perusahaan dengan

pemegang saham utama.

(44)

stimra

Pembatasan atas aset

bukan investasi

1. Tagihan premi penutupan langsung, umurnya tidak lebih dari 2

bulan dihitung sejak :

a) Pertanggungan dimulai bagi polis dengan pembayaran premi

tunggal

b) Jatuh tempo pembayaran premi bagi polis dengan

pembayaran premi cicilan

2. Tagihan klaim koasuransii, umurnya tidak lebih dari 2 bulan

dihitung sejak tanggal pembayaran klaim kepada tertanggung

3. Tagihan reasuransi, umurnya tidak lebih dari 2 bulan dihitung

sejak tanggal jatuh tempo pembayaran

4. Tagihan Investasi, umurnya tidak lebih dari 1 bulan sejak

tanggal jatuh tempo pembayaran

5. Tagihan hasil investasi, umurnya tidak lebih dari 1 bulan dihitung

(45)

stimra

Pembatasan atas kekayaan

bukan investasi (lanjutan)

4. Pinjaman Polis, berdasarkan nilai sisa pinjaman dengan

besarnya pinjaman maksimal 80% dari nilai tunai polsi yang bersangkutan

5. Bangunan dengan hak strata atau tanah dengan bangunan,

(46)

stimra

Status Aset Yang Diperkenankan

1. Dimiliki & dikuasai oleh Perusahaan yang dibuktikan dengan

bukti kepemilikan atas nama Perusahaan dari instansi yang berwenang

2. Tidak dalam sengketa

3. Tidak sedang dijadikan jaminan

(47)

stimra

Liabilitas

(Pasal 15 – 19)

Liabilitas yang diperhitungkan dalam perhitungan Tingkat

Solvabilitas wajib meliputi semua liabilitas perusahaan

termasuk cadangan teknis

Liabilitas dalam bentuk cadangan teknis

1.

Cadangan premi untuk produk yang berjangka waktu lebih

dari 1 tahun yg tidak dapat diperbaharui

2.

Cadangan atas premi yang belum merupakan pendapatan

(48)

stimra

PI NJAMAN SUB ORDI NASI

• Bukan m erupakan unsur kew aj iban apabila pinj am an

t ersebut digunakan unt uk m em enuhi ket ent uan bat as t ingkat solvabilit as dan dit uangkan dalam akt e not aris

• Didalam akt e harus dinyat akan bahw a pelunasan hanya

dapat dilakukan apabila t idak m enyebabkan perusahaan m enj adi t idak dapat m em enuhi bat as t ingkat solvablit as dan j angka w akt u t idak dibat asi sert a t ingkat bunga

yang dij anj ikan t idak m elebihi 1/ 5 dari t ingkat bunga deposit o 1 bulan pada bank - bank pem erint ah pada saat dilakukan penut upan

Pinj am an Sub- Ordinasi

(49)

stimra

(50)

stimra

Aset Yang Diperkenankan

I. PERHITUNGAN ASET SAP (dalam jutaan rupiah)

Uraian Saldo Buku

Deposito Berjangka dan Sertifikat Deposito 88,503.21 88,503.21 - 2,700.00 85,803.21

Saham 1,860.47 1,860.47 - 1,860.47

Surat Utang Korporasi dan Sukuk Korporasi 7,035.20 7,035.20 - 2,000.00 5,035.20 Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Negara RI 26,754.17 26,754.17 - 26,754.17 Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Negara Selain

Negara RI - - -

-Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Bank Indonesia - - - -Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Lembaga

Multinasional - - -

-Reksa Dana 2,032.32 2,032.32 - 2,032.32 Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset - - -

-Dana Investasi Real Estat - - -

-Penyertaan Langsung 12,363.47 12,363.47 - - 12,363.47 Bangunan dengan Hak Strata atau Tanah dengan

Bangunan untuk Investasi 3,577.80 3,577.80 - 3,577.80 Pembelian Piutang untuk Perusahaan Pembiayaan

dan/atau Bank - - -

-Emas Murni - - -

-Pinjaman yang Dijamin dengan Hak Tanggungan - - -

-Investasi Lain - - -

-Jumlah Investasi 142,126.64 142,126.64 - 4,700.00 137,426.64

Bukan Investasi

Kas dan Bank 5,712.63 5,712.63 - 5,712.63 Tagihan Premi Penutupan Langsung 60,566.06 60,566.06 - 3,692.48 56,873.58

Tagihan Klaim Koasuransi - - -

-Tagihan Reasuransi 89,604.96 89,604.96 - 2,244.36 87,360.60

Tagihan Investasi - - -

-Tagihan Hasil Investasi 916.64 916.64 - 916.64 Bangunan dengan Hak Strata atau Tanah dengan

Bangunan untuk Dipakai Sendiri 10,315.91 12,012.20 (1,696.30) 6,907.00 5,105.20 Aset Tetap Lain 5,083.21 - 5,083.21

(51)

stimra

Laporan Tingkat Solvabilitas

(dalam jutaan rupiah)

Keterangan Triwulan III Tahun2014 Triwulan III Tahun2013

(1) (2) (3)

Tingkat Solvabilitas

Aset Yang Diperkenankan 293,395.28 268,340.06

Liabilitas (kecuali Pinjaman Subordinasi) 248,889.74 216,293.58

Jumlah Tingkat Solvabilitas 44,505.55 52,046.48

Modal Minimum Berbasis Risiko (MMBR)

Schedule A 7,866.32 5,547.32

Schedule B 1,308.68 823.33

Schedule C 862.74 938.30

Schedule D 19,936.31 16,798.82

Schedule E -

-Schedule F 3,126.23 3,371.49

PERUSAHAAN ASURANSI UMUM LAPORAN TINGKAT SOLVABILITAS

(52)

stimra

Contoh Soal

1. Data Aset & Liabilitas:

• Jumlah aset Investasi SAK Rp 142.126.640.000 • Jumlah aset Investasi SAP Rp 150.000.000.000

• Tidak Terdapat Aset Investasi Yg Tidak Tiperkenakan ataupun

masuk dalam pembatasan

• Jumlah aset non investasi SAK=SAP Rp 229.567.220.000 • Jumlah aset non investasi Yg Diperkenankan Rp 155.968.640 • Jumlah Liabilitas Rp 247.861.000.000

2. Untuk MMBR

• Schedule A Rp 7.866.320.000

• Schedule B Rp 1.308.680.000

• Schedule C Rp 862.740.000

• Schedule D Rp 19.936.310.000

• Schedule F Rp 3.126.230.000

Schedule G Rp 647.800.000

1. Berapa % pencapaian Solvabilitas ?

(53)

stimra

(Pasal 53,54 dan 55)

Perusahaan dilarang :

1. Mengembalikan pinjaman subordinasi atau membayar dividen kepada

pamegang saham apabila hal tersebut akan menyebabkan tidak terpenuhinya ketentuan target Tingkat Solvabilitas minimum

2. Membayar dividen kepada pemegang saham apabila hal tersebut akan

menyebabkan berkurangnya jumlah modal sendiri di bawah ketentuan modal sendiri yang dipersyaratkan

3. Menempatkan investasi pada pihak yang terafiliasi dengan Perusahaan

melebihi batasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 ayat (1)

4. Menempatkan investasi pada pihak yang terafiliasi namun pihak

tersebut tidak terafiliasi dengan Perusahaan melebihi batasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 ayat (3)

5. Menempatkan investasi di luar negeri atas dana investasi yang

bersumber dari Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi melebihi batasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 32 ayat (1) Memiliki investasi di luar negeri kecuali dalam jenis investasi

(54)

stimra

Rasio-rasio umum lainnya (OJK)

• Rasio lancar secara umum digunakan untuk mengukur likuiditas

Perusahaan dan kemampuan membayar kewajiban jangka pendek-nya

• Dihitung dengan membagi aset lancar dengan liabilitas lancar

Rasio Likuiditas

Aset Lancar

Liabilitas Lancar

=

(55)

stimra

Rasio-rasio umum lainnya (OJK)

• Secara umum digunakan untuk mengukur dan menjaga kecukupan

dana Perusahaan yang likuid untuk memenuhi seluruh kewajiban kepada tertanggung.

• Dihitung dengan membagi Investasi + Kas & Bank SAP terhadap

Cadangan Teknis Retensi Sendiri + Utang Klaim Retensi Sendiri Utang Lain kepada Tertanggung.

Investasi + Kas & Bank SAP

(56)

stimra

Rasio-rasio umum lainnya (OJK)

• Digunakan untuk mengukur kinerja hasil investasi terhadap dana

investasi yang tersedia.

• Dihitung dengan membagi hasil investasi dengan pendapatan premi

netto

3. Perim bangan hasil invest asi

dengan prem i net t o : 5

Perimbangan hasil investasi

dengan premi netto

Hasil Investasi

(57)

stimra

Rasio-rasio umum lainnya (OJK)

• Rasio ini digunakan unt uk m engukur t ingkat profit abilit as

perusahan asuransi/ reasuransi secara keseluruhan

• Rasio ini dihit ung dengan m em bagi penj um lahan dari beban

klaim , beban kom isi bersih dan beban m anaj em en t erhadap pendapat an prem i net t o

• COR < 100

Klaim bersih + Komisi bersih + Beban Usaha

(58)

stimra

Kesehat an Keuangan

Usaha Asuransi dan reasuransi dengan

prinsipSyariah

1. Tingkat Solvabilitas Dana Tabarru

2. Dana Yang Tersedia Untuk Qardh

3. Solvabilitas Dana Perusahaan

(59)

stimra

(60)

stimra

2. Dana Yang Tersedia Untuk Qardh

Pasal 52 : 25% di akhir Maret 2011, 45% di akhir Desember 2012 dan 70% di akhir

(61)

stimra

(62)

stimra

Cadangan Teknis

1. Cadangan premi untuk produk yang berjangka waktu lebih dari 1

tahun wajib memperhitungkan penerimaan & pengeluaran yg dapat terjadi di masa yang akan datang dengan menggunakan asumsi estimasi sentral ditambah dengan marjin risiko. Dilakukan oleh aktuaris Perusahaan – Des 2014

2. Cadangan atas premi yang belum merupakan pendapatan untuk

produk dengan jangka waktu 1 tahun yg dapat diperbaharui wajib memperhitungkan cadangan atas seluruh risiko yang belum dijalani (CARYBD – Unexpired Risk Reserve) termasuk cadangan atas risiko berjangka (catastrophic reserve)

3. Cadangan akumulasi dana untuk produk atau bagian dari produk

yang memberikan manfaat berupa akumulasi dana merupakan cadangan akumulasi dana produk yang digaransi

4. Cadangan klaim meliputi cadangan klaim dalam proses

penyelesaian & cadangan atas klaim yang sudah terjadi namun belum dilaporkan (IBNR)

(63)

stimra

Cadangan Teknis

PMK 53 : pasal 16 – 19

PER 09/ BL/ 2012

1. Cadangan premi untuk produk dengan jangka waktu lebih dari 1 tahun yg

syarat & kondisi polis tidak dapat diperbaharui harus dihitung berdasarkan estimasi sentral atau estimasi terbaik (best estimate) dari pengeluaran dan penerimaan yg dapat terjadi di masa y.a.d ditambah marjin risiko pemburukan dengan tingkat keyakinan paling kurang 75%.

2. Asumsi tingkat diskonto yg digunakan paling tinggi sebesar rata-rata imbal

hasil surat berharga yg diterbitkan oleh pemerintah RI pada akhir tahun selama 3 (tiga) tahun terakhir, dan dapat ditambah maksimal 0,5%.

3. Nilai total cadangan premi untuk polis dalam kelompok produk yang sama

tidak boleh kurang dari nol.

4. Dalam hal cadangan premi yg dibentuk lebih kecil dari nilai tunai, nilai

(64)

stimra

Cadangan Teknis

PMK 53 : pasal 16 – 19

PER 09/ BL/ 2012 & PER

10/ BL/ 2012

1. Cadangan atas premi yang belum merupakan pendapatan untuk produk

dengan jangka waktu 1 tahun yg dapat diperbaharui harus dihitung CAPYBMP dan CARYBD, mana yang lebih besar

2. CAPYBMP dihitung menggunakan proporsi premi bruto secara harian

untuk masa asuransi yang belum dijalani

3. Komisi langsung yang dapat dikurangi dalam perhitungan CABYBMP

maksimum sebesar 20%

4. CARYBD dihitung untuk setiap lini usaha sejenis, berdasarkan rata-rata

klaim 3 thn terakhir dikalikan denan CAPYBMP

5. Nilai CAPYBMP untuk setiap polis tidak boleh kurang dari nol

6. Dalam hal CAPYBMP atau CARYBD yg dibentuk lebih kecil dari nilai

pengembalian premi yang dijanjikan, nilai cadangan paling sedikit sebesar nilai keseluruhan pengembalian premi yang dijanjikan

(65)

stimra

PMK 53 : pasal 22 – 27

PER 11/ BL/ 2012

• Perusahaan asuransi waj ib m em peroleh dukungan reasuransi ot om at is unt uk

set iap lini usaha asuransi yang dipasarkan t erm asuk dukungan reasuransi ot om at is unt uk risiko bencana

• Dukungan t ersebut bagi asuransi um um waj ib diperoleh paling sedikit dari 2

reasuradur DN, yg salah sat unya adalah perusahaan reasuransi

• Dukungan t ersebut bagi asuransi j iwa waj ib diperoleh paling sedikit dari 1

perusahaan reasuransi DN

• Jika dukungan reasuransi dari seluruh reasuradur DN t idak diperoleh boleh dari

LN, dengan syarat rat ing m inim al BBB.

• Bukt i ket idakadaan dukungan reasuradur DN dan bukt i peringkat reasuradur LN

harus dim asukkan dalam laporan program reasuransi

• Dukungan reasuransi ot om at is dikecualikan apabila:

• Tidak ada reasuradur yang bersedia karena karat erist ik khusus lini usaha

(66)

stimra

PMK 53 : pasal 22 - 27

PER 11/ BL/ 2012

• Perusahaan asuransi w aj ib m em peroleh dukungan reasuransi fakult at if

dalam hal:

• Perusahaan t idak m endapat kan dukungan reasuransi ot om at is • Dukungan reasuransi ot om at is t idak m encukupi unt uk risiko yang

dit erim a

• Dukungan t ersebut bagi asuransi um um w aj ib diperoleh paling sedikit

dari 2 reasuradur DN

• Dukungan t ersebut bagi asuransi j iw a w aj ib diperoleh paling sedikit dari

1 reasuradur DN

• Jika dukungan reasuransi dari seluruh reasuradur DN t idak diperoleh

boleh dari LN, dengan syarat rat ing m inim al BBB.

Dukungan Reasuransi

(67)

stimra

PMK 53 : Pasal 28

PER - 11/ BL/ 2012

• Perusahaan Asuransi dan Reasuransi harus m em iliki ret ensi

sendiri unt uk set iap risiko yang dikelola sesuai dengan bat as ret ensi sendiri m aksim um yang dit et apkan

• Penet apan ret ensi sendiri m inim um & m aksim um w aj ib

didasarkan pada profil risiko dan kerugian yg dibuat secara t ert ib, t erat ur, relevan & akurat

• Unt uk Perusahaan asuransi um um dan reasuransi berlaku

ket ent uan ( Lam piran I I PER 11)

• Bat as m inim um OR w aj ib m em pert im bangk an % t ert ent u

dari Modal Sendiri unt uk set iap risiko dan besaran prem i brut o yang harus dit ahan unt uk set iap lini usaha

(68)

stimra

Dana Jaminan

1. Perusahaan wajib membentuk dana jaminan paling sedikit 20%

dari modal sendiri minimum yang dipersyaratkan

2. Dana jaminan wajib disesuaikan dengan ketentuan sbb:

• PAJ : 2% dari cadangan premi produk asuransi yg dikaitkan

dengan Investasi + 5% dari cadangan premi produk asuransi yg tidak dikaitkan dengan investasi dan cadangan atas premi yang belum merupakan pendapatan

• PAU & Reasuransi : 1% dari Premi Neto + 0,25% dari Premi

Reasuransi audited 31 Desember

3. Dana Jaminan ditempatkan dalam:

• Deposito dimana Bank ybs tidak terafiliasi dng Perusahaan

• Surat berharga yg diterbitkan oleh negara RI, dengan masa

jatuh tempo minimal 1 tahun

• Dana Jaminan wajib ditatausahakan pada Bank Kustodian yg

tidak terafiliasi dengan Perusahaan, kecuali afiliasi karena kepemilikan Pemerintah RI

PMK 53 : pasal 35

02/ SEOJK.05/ 2013

(69)

stimra

Laporan

PMK 53 : pasal 41 - 46

1. Laporan keuangan tahunan per 31 Desember sesuai dengan SAK + Iklan

dikoran dan publikasi di website

2. Laporan keuangan tahunan per 31 Desember sesuai dengan SAP + Iklan

dikoran dan oublikasi di website

3. Laporan keuangan triwulanan SAP + publikasi di website

4. Laporan program reasuransi tahun berjalan, tgl 15 Januari thn berjalan

5. Laporan Dana Jaminan triwulanan

6. Laporan Aktuaris Tahunan per 31 Desember

7. Laporan Dana Investasi Produk tahunan yg dikaitkan dengan investasi per

31 Desember 2014, dan laporan triwulanan

(70)

stimra

Referensi

Dokumen terkait

Dalam teori sebelumnya telah dikatakan bahwasannya pendapatan premi asuransi dan pendapatan investasi berpengaruh positif terhadap laba perusahaan, namun dari data tersebut

Maka dari itu, apabila premium income (pendapatan premi) meningkat dan investment results (hasil investasi) juga meningkat maka akan berdampak pada cadangan dana tabarru yang juga

Biaya produk asuransi kesehatan manfaat rawat inap terdiri dari premi dan dana cadangan, sehingga biaya produk asuransi kesehatan manfaat rawat inap untuk setiap pemegang

Biaya produk asuransi kesehatan manfaat rawat inap terdiri dari premi dan dana cadangan, sehingga biaya produk asuransi kesehatan manfaat rawat inap untuk setiap pemegang

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara variabel pendapatan premi X1, beban klaim X2, dan hasil investasi X3, terhadap laba perusahaan Y pada PT Asuransi