KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN
ASURANSI & REASURANSI
stimra
Laporan Keuangan
• Jenis- j enis laporan keuangan
• Kegunaan Laporan Keuangan:
- I nt ernal
- Ext ernal
• Unt uk pihak luar laporan keuangan akan lebih berguna
stimra
Dasar-Dasar Analisa Laporan Keuangan
• Tiga hal m endasar dalam sat u Perusahaan:
1) Likuidit as 2) Profit abilit as 3) Solvabilit as
• Unt uk m endapat kan inform asi, apakah angka- angka yang disaj ikan:
1) m enggam barkan pert um buhan dari t ahun sebelum nya at au, 2) cukup dalam rangka operasional Perusahaan ( cash, dll) at au
stimra
ALAT ANALI SA LAPORAN
KEUANGAN
•
Analisa Horizont al ( Trend analysis)
•
Analisa Vert ical ( Com m ond Size Analysis)
•
Analisa Rasio
stimra
ANALI SA LAPORAN KEUANGAN
•
Analisa Horizont al ( Trend analysis)
Suat u t eknik unt uk m elakukan evaluasi dat a- dat a l/ k unt uk beberapa periode t ert ent u. Bert uj uan m enent ukan kenaikan at au penurunan yang t erj adi yang dinyat kan baik dalam dalam j um lah m aupun dalam prosent ase.
Jum lah t ahun berj alan – Jum lah t ahun dasar
stimra
ANALI SA LAPORAN KEUANGAN
•
Analisa Vert ikal ( Com m on size analysis)
Suat u t eknik unt uk m elakukan evaluasi dat a- dat a l/ k
t erhadap m asing- m asing j enis ( akun) dalam sat u periode t ert ent u yang dinyat kan baik dalam dalam j um lah m aupun dalam prosent ase. Biasanya t erdapat suat u dasar pem bagian
Set iap it em dalam Laporan laba- rugi
stimra
ANALI SA LAPORAN KEUANGAN
•
Analisa Rasio
stimra
KLASIFIKASI RASIO-RASIO
LAPORAN KEUANGAN
Penghasilan - Biaya = Pendapat anbersih
Ra sio lik u idit a s
Mengukur kem am puan j angka pendek suat u
perusahaan unt uk m elunasi kewaj iban j angka pendek dan kebut uhan t idak
t erduga unt uk kas
Ra sio Pr ofit a bilit a s
Mengukur kem am puan perusahaan m encipt akan laba at au keberhasil
stimra
UNDANG- UNDANG DAN
PERATURAN PEMERI NTAH
•
Undang- undang No2 t ahun 1992 t ent ang Usaha
Perasuransian
•
PP No. 73 t ahun 1992 t ent ang Penyelenggaraan
Usaha Perasuransian
•
PP No. 63 t ahun 1999 t ent ang perubahan
Pert am a PP No. 73 t ahun 1992 t ent ang
Penyelenggaraan Usaha Perasuransian
•
PP No. 39 Tahun 2008 t ent ang perubahan Kedua
PP No. 73 t ahun 1992 t ent ang Penyelenggaraan
Usaha Perasuransian
•
PP No. 81 Tahun 2008 t ent ang perubahan Ket iga
stimra
KEPUTUSAN MENTERI
KEUANGAN
• 78/ PMK.05/ 2007 t ent ang penilaian kem am puan dan kepat ut an bagi
direksi dan kom isaris perusahaan perasuransian
• 422/ KMK.06/ 2003 t ent ang Penyelengaraan Usaha Perusahaan
Asuransi dan Reasuransi
• 423/ KMK.06/ 2003 t ent ang Pem eriksaan Perusahaan Perasuransian • 158/ PMK.010/ 2008 Tent ang perubahan kedua at as keput usan Ment eri
Keuangan 424/ KMK.06/ 2003 t ent ang Kesehat an Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi
• 425/ KMK.06/ 2003 t ent ang Perizinan dan Peyelenggaraan Usaha
Perusahaan Penunj ang asuransi
• 426/ KMK.03/ 2003 t ent ang Perizinan Usaha dan kelem bagaan
Perusahaan Asuransi dan Reasuransi
• 74/ PMK.12/ 2006 t ent ang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah bagi
stimra
KEPUTUSAN MENTERI
KEUANGAN
• 18/ PMK.010/ 2010 t ent ang Penerapan Prinsip Dasar Penyelenggaraan Usaha
Asuransi dan Usaha Reasuransi Dengan Prinsip Syariah
• 11/ PMK.010/ 2011 t ent ang Kesehat an Keuangan Usaha Asuransi dan Usaha
Reasuransi Dengan Prinsip Syariah
• 53/ PMK.12/ 2012 t ent ang Kesehat an Keuangan Perusahaan Asuransi Dan
Perusahaan Reasuransi
• 152/ PMK.010/ 2012 t ent ang Tat a Kelola Perusahaan yang baik bagi Perusahaan
Perasuransian
• 3/ POJK.05/ 2013 t ent ang Laporan Bulanan Lem baga Jasa Keuangan Non Bank • 4/ POJK.05/ 2013 t ent ang Penilaian Kem am puan dan Kepat ut an Bagi Pihak Ut am a
Pada Perusahaan Perasruansian, Dana Pensiun, Perusahaan Pem biayaan dan Perusahaan Penj am inan
• 2/ POJK.05/ 2014 t ent ang Tat a Kelola Perusahaan yang baik bagi Perusahaan
Perasuransian
• 3/ POJK.02/ 2014 t ent ang Tat a Cara Pungut an oleh OJK
stimra
KEPUTUSAN DI RJEN LEMBAGA
KEUANGAN- DAN SEJENI SNYA
• PER- 09/ BL/ 2011 Perubahan PER- 02/ BL/ 2009 t ent ang Pedom an
Perhit ungan Bat as Tingkat Solvabilit as Minim um bagi Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi
• 5433/ LK/ 2004 t ent ang dukungan reasuransi ot om at is dalam negeri dan
ret ensi sendiri
• 4499/ LK2000 t ent ang invest asi perusahaan asuransi dan reasuransi
dengan prinsip syariah
• 2833/ LK/ 2003 t ent ang pedom an pelaksanaan PMN pada lem baga non
Bank
• 2475/ LK/ 2004 t ent ang produk asuransi yang dikait kan dengan invest asi • PER- 04/ BL/ 2009 t ent ang Pedom an Penilaian Kem am puan dan Kepat ut an
Bagi Direksi dan Kom isaris Perusahaan Perasuransian
• 4033/ LK/ 2004 t ent ang pet unj uk penyusunan laporan perhit ungan
stimra
KEPUTUSAN DI RJEN LEMBAGA
KEUANGAN- DAN SEJENI SNYA
• KEP- 104/ BL/ 2006 t ent ang produk unit link
• KEP- 440/ BL/ 2008 t ent ang Penilaian Surat Ut ang at au Surat Berharga
Lain yang dit erbit kan oleh Negara dan Obligasi
• PER- 06/ Bl/ 2008 t ent ang Referensi Um ur Prem i Murni sert a Unsur Biaya
Adm inist rasi dan Biaya Um um Lainnya pada Lini Usaha Asuransi Kendaraan Berm ot or t ahun 2008- 2009
• PER- 09/ BL/ 2008 t ent ang Perubahan at as keput usan Direkt ur Jendral
Lem baga Keungan Nom or Kep- 390/ LK/ 2005 t ent ang Pedom an
Perhit ungan Tingkat Kesehat an Keuangan sert a bent uk dan susunan Laporan dan pengum um an laporan keuangan bagi perusahaan asuransi non PT
• PER- 10/ BL/ 2008 Bent uk dan Susunan Laporan Dana Jam inan bagi
Perusahaan Asuransi, Perusahaan Reasuransi, dan Bank Kust odian
• 79/ PMK.010/ 2009 Tent ang Sanksi Adm inist rat if Berupa Denda Dan Tat a
stimra
KEPUTUSAN DI RJEN LEMBAGA
KEUANGAN- DAN SEJENI SNYA
• PER- 07/ BL/ 2012 t ent ang Referensi Prem i Murni Sert a Unsur Biaya
Adm inist rasi & Biaya Um um Lainnya Pada Lini Usaha Asuransi Kendaraan Berm ot or Tahun 2013
• PER- 08/ BL/ 2012 t ent ang Pedom an Perhit ungan Modal Minim um Berbasis
Risiko Bagi Perusahaan Asuransi & Perusahaan Reasuransi
• PER- 09/ BL/ 2012 t ent ang Pedom an Perhit ungan Cadangan Teknis Bagi
Perusahaan Asuransi & Perusahaan Reasuransi
• PER- 10/ BL/ 2012 t ent ang Laporan Akt uaris Bagi Perusahaan Asuransi &
Perusahaan Reasuransi
• PER- 11/ BL/ 2012 t ent ang Dukungan Reasuransi, Bat as Ret ensi Sendiri,
Sert a Bent uk Dan Susunan Laporan Program Reasuransi Bagi Perusahaan Asuransi & Perusahaan Reasuransi
• 2/ SEOJK.05/ 2013 t ent ang Bent uk dan Susunan sert a Bent uk dan
stimra
Penilaian Kesehat an Keuangan
Perusahaan Asuransi dan Reasuransi
•
Bat as Tingkat Solvabilit as ( Solvency)
•
Rent ensi Sendiri ( Ow n Ret ent ion)
•
Reasuransi ( Reinsurance)
•
I nvest asi ( I nvest m ent )
•
Cadangan Teknis ( t echnical reserves)
•
Ket ent uan Lain yang berhubungan
dengan kesehat an keuangan ( ot her
requirem ent s)
stimra
Penilaian Kesehat an Keuangan
Perusahaan Asuransi dan Reasuransi
•
Tingkat Solvabilit as
•
Aset Yang Diperkenankan
•
Liabilit as
•
MMBR – Modal Minim um Berbasis Risiko
•
Target
t ingkat solvabilit as > = 120%
BATAS TI NGKAT SOLVABI LI TAS
stimra
Penilaian Kesehat an Keuangan
Perusahaan Asuransi dan Reasuransi
•
Tingkat Solvabilit as Dana Tabarru
•
Aset Yang Diperkenankan
•
Liabilit as
•
Kesehat an Keuangan Dana Perusahaan
•
Kekayaan Yang Tersedia Unt uk
Qardh
•
Solvabilit as Dana Perusahaan
BATAS TI NGKAT SOLVABI LI TAS - SYARI AH
stimra
ANALI SA RASI O - Asuransi
•
Solvency and profit abilit y rat io
•
Liquidit y Rat io
•
Prem ium St abilit y Rat io
•
Technical Rat io
stimra
PENGAWASAN DAN PEMBI NAAN
Mengapa Perlu Diaw asi ?
stimra
• PERUSAHAAN ASURANSI MENGHIMPUN DANA MASYARAKAT
• PERUSAHAAN ASURANSI MEMENUHI JANJINYA
• SETIAP SAAT DAPAT MEMENUHI KEWAJIBANNYA KEPADA
TERTANGGUNG (MODIFIED LIQUIDATION BASIS)
• KARAKTERISTIK KHUSUS
stimra
LAPORAN KEUANGAN SAK
• Tujuan : Investor
• Underlying concept : Going concern basis
• Penekanan : Kemampuan menghasilkan laba
• Asset : Dapat memberikan manfaat ekonomis
• Penilaian Asset : Historical cost
stimra
LAPORAN KEUANGAN SAP
• Tujuan : Pemerintah
• Underlying concept : Modified Liquidation Basis
• Penekanan : Kemampuan membayar kewajiban
• Asset : Dapat digunakan untuk menutup kewajiban
: Non admited asset – jenis dan jumlah
• Penilaian Asset : Fair value
stimra
SAK
ASSET = LIABILITES + EKUITAS
SAP
ASSET – LIABLITIES >= 120% (ADMITTED ASSET)
stimra
INDONESIA
53/PMK.010/2012 - Modal Minimum Berbasis Risiko (MMBR)
- Risiko Kegagalan Pengelolayaan Aset
- Risiko Ketidakseimbangan Antara Proyeksi Arus Aset dan Libailitas - Risiko Ketidakseimbangan Antara Nilai Aset Dan Liabilitas Dalam
Setiap Jenis Mata Uang - Risiko Liabilitas Asuransi
- Risiko Tingkat Suku Bunga
- Risiko Reasuradur
- Risiko Operasional
Secara rasio, hanya rasio solvabilitas saja
AMERIKA
National Association of Insurance Commissioners (NAIC) : Early Warning System (EWS)
- unsur – unsur rasio keuangan asuransi dengan penyebaran (batas normal) - Produktifitas
stimra
stimra
PERKEMBANGAN ATURAN RBC
DARI KMK 224 sam pai PMK 53
No 53/ PMK.010/ 2012
NO 158/ PMK.010/ 2008
NO 135/ PMK.05/ 2005
NO 424/ KMK.06/ 2003
NO 481/ KMK.017/ 1999
NO 224/ KMK.017/ 1993
PER 02/ BL/ 2009 PER 09/ BL/ 2011
stimra
TINGKAT SOLVABILITAS
(Pasal 2)
•
Perusahaan setiap saat wajib memenuhi Tingkat
Solvabilitas paling rendah 100% dari Modal Minimum
Berbasis Risiko
•
Perusahaan setiap tahun wajib menetapkan target tingkat
solvabilitas
MODAL MINIMUM BERBASIS RISIKO
> = 120%, DARI MMBR
> = 120%, DARI MMBR
Menteri dapat meminta peningkatan Tingkat Solvabilitas
– risiko yang mungkin timbul dari perubahan strategi
adan atau pengembangan bisinis Perusahaan
stimra
TINGKAT SOLVABILITAS
(Pasal 3)
Jumlah dana yang dibutuhkan untuk mengantisipasi risiko
kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari deviasi
dalam pengelolaan aset & liabilitas
MODAL MINIMUM BERBASIS RISIKO (MMBR)
a. Kegagalan pengelolaan aset
b. Ketidakseimbangan antara proyeksi arus aset dan liabilitas c. Ketidakseimbangan antara nilai aset dan liabilitas dalam
setiap jenis mata uang
d. Perbedaan antara beban klaim yang terjadi dan beban klaim yang diperkirakan
e. Ketidakcukupan premi akibat perbedaan hasil investasi yang diasumsikan dalam penetapan premi dengan hasil investasi yang diperoleh
a. Kegagalan pengelolaan aset
b. Ketidakseimbangan antara proyeksi arus aset dan liabilitas c. Ketidakseimbangan antara nilai aset dan liabilitas dalam
setiap jenis mata uang
d. Perbedaan antara beban klaim yang terjadi dan beban klaim yang diperkirakan
stimra
Kekayaan (Investasi dan bukan
investasi) Perusahaan Asuransi atau
Perusahaan Reasuransi
Diatur dalam
Pasal 4 – pasal 14
Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 53/PMK.10/2012
Tentang
Kesehatan Keuangan
stimra
Investasi & Non Investasi
Aset yang diperkenankan
P
en
ilai
an
P
em
b
at
stimra
Jenis investasi yang diperkenankan
1.
Deposito berjangka dan sertifikat deposito pada Bank,
termasuk deposit on call dan deposito yang berjangka
waktu kurang dari 1 bulan
2.
Saham yang diperdagangkan di Bursa Efek
3.
Surat Utang Korporasi (BBB atau yg setara)
4.
Sukuk Korporasi (BBB atau yg setara)
5.
Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Negara RI
6.
Surat Berharga yang diterbitkan oleh negara selain RI
7.
Surat Berharga yang diterbitkan oleh Bank Indonesia
8.
Surat Berharga yang diterbikan oleh lembaga multinasional
dimana negara RI menjadi anggota atau pemegang
stimra
Jenis investasi yang diperkenankan (lanjutan)
9.
Reksa Dana (pernyataan efektif, penawaran umum –
kontrak investasi kolektif penyertaan terbatas:
underlying efek yg diperdagangkan di bursa efek)
10.
Efek Beragun Aset (EBA) yang diterbitkan berdasarkan
Kontrak Investasi Kolektif Beragun Aset (pernyataan
efektif, BBB, penawaran umum)
11.
Dana Investasi Real Estate (pernyataan efektif, BBB,
penawaran umum)
12.
Penyertaan langsung (saham yang tidak tercatat di
stimra
Jenis investasi yang diperkenankan (lanjutan)
13.
Bangunan dengan hak strata (
strata title
) atau tanah
dengan bangunan, untuk investasi (dimiliki dan
dikuasai, penghasilan sewa atau lainnya, tidak strata
title, agunan atau jaminan dan sengketa serta blokir.
14.
Pembiayaan melalui mekanisme kerjasama dengan
pihak lain dalam bentuk pembelian piutang/refinancing
(perusahaan yg sdh mendapat ijin, tidak terafiliasi
dengan perusahaan, tidak sedang dikenakan sanksi
atau PKU, memenuhi aturan kesehatan keuangan)
15.
Emas Murni (Spesifikasi bursa komoditi, disimpan di
Bank Custodian komiti yg memiliki kerjasama)
16.
Pinjaman yang dijamin dengan hak tanggungan
stimra
Jenis investasi yang diperkenankan
1.
Saham yang diperdagangkan di Bursa Efek (saham aktif,
informasi saham dapat diakses di Indonesia)
2.
Surat Utang Korporasi (BBB, penawaran umum, informasi
dapat diakses di Indonesia)
3.
Sukuk Korporasi (BBB, penawaran umum, informasi dapat
diakses di Indonesia)
4.
Surat Berharga yang diterbitkan oleh negara selain RI
(BBB, penawaran umum, informasi dapat diakses di
Indonesia)
Surat Berharga yang diterbikan oleh lembaga multinasional
stimra
Jenis investasi yang diperkenankan
6.
Reksa Dana (diterbitkan oleh MI yg memiliki afiliasai
dengan MI Indonesia dan mendapat ijin, tercatat di bursa
negara tersebut)
7.
Penyertaan langsung (saham yang tidak tercata di bursa
efek)
Dapat Ditempatkan di Luar Negeri harus dalam jenis :
1.
Saham, surat utang korporasi, sukuk korporasi, yg
diperdagangkan di bursa efek dalam negeri & luar negeri
dan emitennya badan hukum asing
Luar Negeri
2.
Surat utang luar negeri oleh badan hukum RI melalui badan
hukum asing
Dalam Negeri
3.
Surat berharga lembaga internasional dimana RI menjadi
anggota atau pemegang saham berdenominasi Rupiah
stimra
Jenis aset bukan investasi yang
diperkenankan
1.
Kas dan Bank
2.
Tagihan premi penutupan langsung, termasuk tagihan
koasuransi yang menjadi bagian Perusahaan
3.
Tagihan kliam koasuransi
4.
Tagihan reasuransi
5.
Tagihan investasi
6.
Tagihan hasil investasi
stimra
Penilaian atas investasi
1. Deposito berjangka berdasarkan nilai nominal 2. Sertifikat deposito, berdasarkan nilai tunai
3. Saham yang diperdagangkan di bursa efek, berdasarkan nilai pasar 4. Surat Utang Korporasi berdasarkan nilai pasar yg ditetapkan lembaga
penilai
5. Sukuk Korporasi berdasarkan nilai pasar yg ditetapkan lembaga penilai 6. Surat berharga yang diterbitkan oleh Negara RI, berdasarkan nilai
pasar yang ditetapkan lembaga penilai
7. Surat berharga yang diterbitkan oleh negara lain selain Indonesia
berdasarkan nilai pasar yang ditetaplkan lembaga penilai
8. Surat berharga yang diterbitkan oleh Bank Indonesia berdasarkan
harga pasar
9. Surat berharga yang diterbitkan oleh lembaga multinasional yang
negara RI sebagai anggota atau pemegang sahamnya berdasarkan nilai pasar yang ditetapkan oleh lembaga penilai internasional
stimra
Penilaian atas investasi (lanjutan)
6. Efek Beragun Aset berdasarkan nilai pasar
7. Dana Investasi Real Estate berdasarkan nilali pasar
8. Penyertaan langsung, berdasarkan nilai ekuitas
9. Bangunan dengan hak strata atau tanah dengan bangunan, untuk
investasi, berdasarkan nilai yang ditetapkan oleh lembaga penilai yang terdaftar pada instansi yang berwenang, atau berdasarkan NJOP dalam hal tidak dilakukan penilaian oleh lembaga penilai
10. Pembiayaan melalui mekanisme kerjasama dengan pihak lain
dalam bentuk pembelian piutang berdasarkan nilai sisa piutang dikurangi dengan penyisihan
11. Emas Murni berdasarkan nilai pasar
stimra
Penilaian dan pembatasan atas kekayaan non investasi
1. Kas dan Bank, berdasarkan nilai nominal (di luar negeri
maksimum 1% dari ekuitas)
2. Tagihan premi penutupan langsung, berdasarkan nilai sisa tagihan 3. Tagihan klaim koasuransi berdasarkan nilai sisa tagihan paling 4. Tagihan reasuransi, berdasarkan nilai sisa tagihan
5. Tagihan investasi berdasarkan nilai sisa tagihan
6. Tagihan hasil investasi, berdasarkan nilai sisa tagihan 7. Pinjaman polis berdasarkan nilai sisa pinjaman
8. Bangunan dengan hak strata atau tanah dengan bangunan, yang
dipakai sendiri, berdasarkan nilai yang ditetapkan oleh lembaga penilai yang terdaftar pada instansi yang berwenang, atau
stimra
Pembatasan atas investasi
1. Deposito berjangka atau sertifikat deposito pada setiap Bank tidak
melebihi 15% dari jumlah investasi
2. Saham yang tercatat di bursa efek, yang emitennya adalah Badan
Hukum Indonesia, untuk setiap emiten masing-masing tidak lebih dari 10 % dan seluruhnya paling tinggi 40% dari jumlah investasi
3. Surat Utang Korporasi, Sukuk korporasi dan surat berharga yang
diterbitkan oleh lembaga multinasional dan Indonesia merupakan salah satu anggota pemegang sahamnya maksimal 15% untuk setiap emiten dan maksimal 50% dari total investasi
4. Surat Berharga yang diterbitkan oleh Negara selain negara Republik
Indonesia untk setuap penerbit maskimal 10% dai jumlah investasi
5. Unit penyertaan reksadana, untuk setiap manajer investasi tidak lebih
dari 15 % dan secara total tidak lebih dari 50% dari jumlah investasi
stimra
Pembatasan atas investasi (lanjutan)
6. Penyertaan langsung, seluruhnya tidak melebihi 10 % dari
jumlah investasi
7. Bangunan dengan hak strata atau tanah dengan bangunan,
untuk investasi, seluruhnya tidak lebih dari 10% dari jumlah investasi
8. Pembiayaan melalui mekanisme kerjasama denan pihak lain
dalam bentuk pembelian piutang untuk setiap pihak tidak lebih dari 10% dan seluruhnya tidak lebih dari 20% dari total investasi
9. Investasi Emas Murni seluruhnya paling tinggi sebesar 10% dari
total investasi
10. Pinjaman yang dijamin dengan hak tanggungan dalam bentuk
investasi jumlah seluruhnya maksimum 10% dari total investasi
Investasi pada instrumen no.2,3 dan 5 maksimal sebanyak 80% dari total investasi
stimra
Pembatasan atas investasi (lanjutan)
Investasi pada perusahaan yang terafiliasi dengan perusahaan maksimum 10% dari total investasi. Tidak termasuk penyertaan langsung
Investasi pada perusahaan afiliasi yang tidak terafiliasi dengan perusahaan maksimum 20%
Pihak terafiliasi : hubungan keluarga karena perkawinan sampai drajat ke-2 : hubungan antar pihak dengan pegawai satu tingkat dibawah direksi, anggota direksi, dewan komisaris: hubungan 2 perusahaan atau lebih dimana memiliki satu atau lebih direksi atau komisaris yang sama : hubungan antara perusahaan dengan
pemegang saham utama.
stimra
Pembatasan atas aset
bukan investasi
1. Tagihan premi penutupan langsung, umurnya tidak lebih dari 2
bulan dihitung sejak :
a) Pertanggungan dimulai bagi polis dengan pembayaran premi
tunggal
b) Jatuh tempo pembayaran premi bagi polis dengan
pembayaran premi cicilan
2. Tagihan klaim koasuransii, umurnya tidak lebih dari 2 bulan
dihitung sejak tanggal pembayaran klaim kepada tertanggung
3. Tagihan reasuransi, umurnya tidak lebih dari 2 bulan dihitung
sejak tanggal jatuh tempo pembayaran
4. Tagihan Investasi, umurnya tidak lebih dari 1 bulan sejak
tanggal jatuh tempo pembayaran
5. Tagihan hasil investasi, umurnya tidak lebih dari 1 bulan dihitung
stimra
Pembatasan atas kekayaan
bukan investasi (lanjutan)
4. Pinjaman Polis, berdasarkan nilai sisa pinjaman dengan
besarnya pinjaman maksimal 80% dari nilai tunai polsi yang bersangkutan
5. Bangunan dengan hak strata atau tanah dengan bangunan,
stimra
Status Aset Yang Diperkenankan
1. Dimiliki & dikuasai oleh Perusahaan yang dibuktikan dengan
bukti kepemilikan atas nama Perusahaan dari instansi yang berwenang
2. Tidak dalam sengketa
3. Tidak sedang dijadikan jaminan
stimra
Liabilitas
(Pasal 15 – 19)
Liabilitas yang diperhitungkan dalam perhitungan Tingkat
Solvabilitas wajib meliputi semua liabilitas perusahaan
termasuk cadangan teknis
Liabilitas dalam bentuk cadangan teknis
1.
Cadangan premi untuk produk yang berjangka waktu lebih
dari 1 tahun yg tidak dapat diperbaharui
2.
Cadangan atas premi yang belum merupakan pendapatan
stimra
PI NJAMAN SUB ORDI NASI
• Bukan m erupakan unsur kew aj iban apabila pinj am an
t ersebut digunakan unt uk m em enuhi ket ent uan bat as t ingkat solvabilit as dan dit uangkan dalam akt e not aris
• Didalam akt e harus dinyat akan bahw a pelunasan hanya
dapat dilakukan apabila t idak m enyebabkan perusahaan m enj adi t idak dapat m em enuhi bat as t ingkat solvablit as dan j angka w akt u t idak dibat asi sert a t ingkat bunga
yang dij anj ikan t idak m elebihi 1/ 5 dari t ingkat bunga deposit o 1 bulan pada bank - bank pem erint ah pada saat dilakukan penut upan
Pinj am an Sub- Ordinasi
stimra
stimra
Aset Yang Diperkenankan
I. PERHITUNGAN ASET SAP (dalam jutaan rupiah)
Uraian Saldo Buku
Deposito Berjangka dan Sertifikat Deposito 88,503.21 88,503.21 - 2,700.00 85,803.21
Saham 1,860.47 1,860.47 - 1,860.47
Surat Utang Korporasi dan Sukuk Korporasi 7,035.20 7,035.20 - 2,000.00 5,035.20 Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Negara RI 26,754.17 26,754.17 - 26,754.17 Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Negara Selain
Negara RI - - -
-Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Bank Indonesia - - - -Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Lembaga
Multinasional - - -
-Reksa Dana 2,032.32 2,032.32 - 2,032.32 Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset - - -
-Dana Investasi Real Estat - - -
-Penyertaan Langsung 12,363.47 12,363.47 - - 12,363.47 Bangunan dengan Hak Strata atau Tanah dengan
Bangunan untuk Investasi 3,577.80 3,577.80 - 3,577.80 Pembelian Piutang untuk Perusahaan Pembiayaan
dan/atau Bank - - -
-Emas Murni - - -
-Pinjaman yang Dijamin dengan Hak Tanggungan - - -
-Investasi Lain - - -
-Jumlah Investasi 142,126.64 142,126.64 - 4,700.00 137,426.64
Bukan Investasi
Kas dan Bank 5,712.63 5,712.63 - 5,712.63 Tagihan Premi Penutupan Langsung 60,566.06 60,566.06 - 3,692.48 56,873.58
Tagihan Klaim Koasuransi - - -
-Tagihan Reasuransi 89,604.96 89,604.96 - 2,244.36 87,360.60
Tagihan Investasi - - -
-Tagihan Hasil Investasi 916.64 916.64 - 916.64 Bangunan dengan Hak Strata atau Tanah dengan
Bangunan untuk Dipakai Sendiri 10,315.91 12,012.20 (1,696.30) 6,907.00 5,105.20 Aset Tetap Lain 5,083.21 - 5,083.21
stimra
Laporan Tingkat Solvabilitas
(dalam jutaan rupiah)
Keterangan Triwulan III Tahun2014 Triwulan III Tahun2013
(1) (2) (3)
Tingkat Solvabilitas
Aset Yang Diperkenankan 293,395.28 268,340.06
Liabilitas (kecuali Pinjaman Subordinasi) 248,889.74 216,293.58
Jumlah Tingkat Solvabilitas 44,505.55 52,046.48
Modal Minimum Berbasis Risiko (MMBR)
Schedule A 7,866.32 5,547.32
Schedule B 1,308.68 823.33
Schedule C 862.74 938.30
Schedule D 19,936.31 16,798.82
Schedule E -
-Schedule F 3,126.23 3,371.49
PERUSAHAAN ASURANSI UMUM LAPORAN TINGKAT SOLVABILITAS
stimra
Contoh Soal
1. Data Aset & Liabilitas:
• Jumlah aset Investasi SAK Rp 142.126.640.000 • Jumlah aset Investasi SAP Rp 150.000.000.000
• Tidak Terdapat Aset Investasi Yg Tidak Tiperkenakan ataupun
masuk dalam pembatasan
• Jumlah aset non investasi SAK=SAP Rp 229.567.220.000 • Jumlah aset non investasi Yg Diperkenankan Rp 155.968.640 • Jumlah Liabilitas Rp 247.861.000.000
2. Untuk MMBR
• Schedule A Rp 7.866.320.000
• Schedule B Rp 1.308.680.000
• Schedule C Rp 862.740.000
• Schedule D Rp 19.936.310.000
• Schedule F Rp 3.126.230.000
Schedule G Rp 647.800.000
1. Berapa % pencapaian Solvabilitas ?
stimra
(Pasal 53,54 dan 55)
Perusahaan dilarang :
1. Mengembalikan pinjaman subordinasi atau membayar dividen kepada
pamegang saham apabila hal tersebut akan menyebabkan tidak terpenuhinya ketentuan target Tingkat Solvabilitas minimum
2. Membayar dividen kepada pemegang saham apabila hal tersebut akan
menyebabkan berkurangnya jumlah modal sendiri di bawah ketentuan modal sendiri yang dipersyaratkan
3. Menempatkan investasi pada pihak yang terafiliasi dengan Perusahaan
melebihi batasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 ayat (1)
4. Menempatkan investasi pada pihak yang terafiliasi namun pihak
tersebut tidak terafiliasi dengan Perusahaan melebihi batasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 ayat (3)
5. Menempatkan investasi di luar negeri atas dana investasi yang
bersumber dari Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi melebihi batasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 32 ayat (1) Memiliki investasi di luar negeri kecuali dalam jenis investasi
stimra
Rasio-rasio umum lainnya (OJK)
• Rasio lancar secara umum digunakan untuk mengukur likuiditas
Perusahaan dan kemampuan membayar kewajiban jangka pendek-nya
• Dihitung dengan membagi aset lancar dengan liabilitas lancar
Rasio Likuiditas
Aset Lancar
Liabilitas Lancar
=
stimra
Rasio-rasio umum lainnya (OJK)
• Secara umum digunakan untuk mengukur dan menjaga kecukupan
dana Perusahaan yang likuid untuk memenuhi seluruh kewajiban kepada tertanggung.
• Dihitung dengan membagi Investasi + Kas & Bank SAP terhadap
Cadangan Teknis Retensi Sendiri + Utang Klaim Retensi Sendiri Utang Lain kepada Tertanggung.
Investasi + Kas & Bank SAP
stimra
Rasio-rasio umum lainnya (OJK)
• Digunakan untuk mengukur kinerja hasil investasi terhadap dana
investasi yang tersedia.
• Dihitung dengan membagi hasil investasi dengan pendapatan premi
netto
3. Perim bangan hasil invest asi
dengan prem i net t o : 5
Perimbangan hasil investasi
dengan premi netto
Hasil Investasi
stimra
Rasio-rasio umum lainnya (OJK)
• Rasio ini digunakan unt uk m engukur t ingkat profit abilit as
perusahan asuransi/ reasuransi secara keseluruhan
• Rasio ini dihit ung dengan m em bagi penj um lahan dari beban
klaim , beban kom isi bersih dan beban m anaj em en t erhadap pendapat an prem i net t o
• COR < 100
Klaim bersih + Komisi bersih + Beban Usaha
stimra
Kesehat an Keuangan
Usaha Asuransi dan reasuransi dengan
prinsipSyariah
1. Tingkat Solvabilitas Dana Tabarru
2. Dana Yang Tersedia Untuk Qardh
3. Solvabilitas Dana Perusahaan
stimra
stimra
2. Dana Yang Tersedia Untuk Qardh
Pasal 52 : 25% di akhir Maret 2011, 45% di akhir Desember 2012 dan 70% di akhir
stimra
stimra
Cadangan Teknis
1. Cadangan premi untuk produk yang berjangka waktu lebih dari 1
tahun wajib memperhitungkan penerimaan & pengeluaran yg dapat terjadi di masa yang akan datang dengan menggunakan asumsi estimasi sentral ditambah dengan marjin risiko. Dilakukan oleh aktuaris Perusahaan – Des 2014
2. Cadangan atas premi yang belum merupakan pendapatan untuk
produk dengan jangka waktu 1 tahun yg dapat diperbaharui wajib memperhitungkan cadangan atas seluruh risiko yang belum dijalani (CARYBD – Unexpired Risk Reserve) termasuk cadangan atas risiko berjangka (catastrophic reserve)
3. Cadangan akumulasi dana untuk produk atau bagian dari produk
yang memberikan manfaat berupa akumulasi dana merupakan cadangan akumulasi dana produk yang digaransi
4. Cadangan klaim meliputi cadangan klaim dalam proses
penyelesaian & cadangan atas klaim yang sudah terjadi namun belum dilaporkan (IBNR)
stimra
Cadangan Teknis
PMK 53 : pasal 16 – 19
PER 09/ BL/ 2012
1. Cadangan premi untuk produk dengan jangka waktu lebih dari 1 tahun yg
syarat & kondisi polis tidak dapat diperbaharui harus dihitung berdasarkan estimasi sentral atau estimasi terbaik (best estimate) dari pengeluaran dan penerimaan yg dapat terjadi di masa y.a.d ditambah marjin risiko pemburukan dengan tingkat keyakinan paling kurang 75%.
2. Asumsi tingkat diskonto yg digunakan paling tinggi sebesar rata-rata imbal
hasil surat berharga yg diterbitkan oleh pemerintah RI pada akhir tahun selama 3 (tiga) tahun terakhir, dan dapat ditambah maksimal 0,5%.
3. Nilai total cadangan premi untuk polis dalam kelompok produk yang sama
tidak boleh kurang dari nol.
4. Dalam hal cadangan premi yg dibentuk lebih kecil dari nilai tunai, nilai
stimra
Cadangan Teknis
PMK 53 : pasal 16 – 19
PER 09/ BL/ 2012 & PER
10/ BL/ 2012
1. Cadangan atas premi yang belum merupakan pendapatan untuk produk
dengan jangka waktu 1 tahun yg dapat diperbaharui harus dihitung CAPYBMP dan CARYBD, mana yang lebih besar
2. CAPYBMP dihitung menggunakan proporsi premi bruto secara harian
untuk masa asuransi yang belum dijalani
3. Komisi langsung yang dapat dikurangi dalam perhitungan CABYBMP
maksimum sebesar 20%
4. CARYBD dihitung untuk setiap lini usaha sejenis, berdasarkan rata-rata
klaim 3 thn terakhir dikalikan denan CAPYBMP
5. Nilai CAPYBMP untuk setiap polis tidak boleh kurang dari nol
6. Dalam hal CAPYBMP atau CARYBD yg dibentuk lebih kecil dari nilai
pengembalian premi yang dijanjikan, nilai cadangan paling sedikit sebesar nilai keseluruhan pengembalian premi yang dijanjikan
stimra
PMK 53 : pasal 22 – 27
PER 11/ BL/ 2012
• Perusahaan asuransi waj ib m em peroleh dukungan reasuransi ot om at is unt uk
set iap lini usaha asuransi yang dipasarkan t erm asuk dukungan reasuransi ot om at is unt uk risiko bencana
• Dukungan t ersebut bagi asuransi um um waj ib diperoleh paling sedikit dari 2
reasuradur DN, yg salah sat unya adalah perusahaan reasuransi
• Dukungan t ersebut bagi asuransi j iwa waj ib diperoleh paling sedikit dari 1
perusahaan reasuransi DN
• Jika dukungan reasuransi dari seluruh reasuradur DN t idak diperoleh boleh dari
LN, dengan syarat rat ing m inim al BBB.
• Bukt i ket idakadaan dukungan reasuradur DN dan bukt i peringkat reasuradur LN
harus dim asukkan dalam laporan program reasuransi
• Dukungan reasuransi ot om at is dikecualikan apabila:
• Tidak ada reasuradur yang bersedia karena karat erist ik khusus lini usaha
stimra
PMK 53 : pasal 22 - 27
PER 11/ BL/ 2012
• Perusahaan asuransi w aj ib m em peroleh dukungan reasuransi fakult at if
dalam hal:
• Perusahaan t idak m endapat kan dukungan reasuransi ot om at is • Dukungan reasuransi ot om at is t idak m encukupi unt uk risiko yang
dit erim a
• Dukungan t ersebut bagi asuransi um um w aj ib diperoleh paling sedikit
dari 2 reasuradur DN
• Dukungan t ersebut bagi asuransi j iw a w aj ib diperoleh paling sedikit dari
1 reasuradur DN
• Jika dukungan reasuransi dari seluruh reasuradur DN t idak diperoleh
boleh dari LN, dengan syarat rat ing m inim al BBB.
Dukungan Reasuransi
stimra
PMK 53 : Pasal 28
PER - 11/ BL/ 2012
• Perusahaan Asuransi dan Reasuransi harus m em iliki ret ensi
sendiri unt uk set iap risiko yang dikelola sesuai dengan bat as ret ensi sendiri m aksim um yang dit et apkan
• Penet apan ret ensi sendiri m inim um & m aksim um w aj ib
didasarkan pada profil risiko dan kerugian yg dibuat secara t ert ib, t erat ur, relevan & akurat
• Unt uk Perusahaan asuransi um um dan reasuransi berlaku
ket ent uan ( Lam piran I I PER 11)
• Bat as m inim um OR w aj ib m em pert im bangk an % t ert ent u
dari Modal Sendiri unt uk set iap risiko dan besaran prem i brut o yang harus dit ahan unt uk set iap lini usaha
stimra
Dana Jaminan
1. Perusahaan wajib membentuk dana jaminan paling sedikit 20%
dari modal sendiri minimum yang dipersyaratkan
2. Dana jaminan wajib disesuaikan dengan ketentuan sbb:
• PAJ : 2% dari cadangan premi produk asuransi yg dikaitkan
dengan Investasi + 5% dari cadangan premi produk asuransi yg tidak dikaitkan dengan investasi dan cadangan atas premi yang belum merupakan pendapatan
• PAU & Reasuransi : 1% dari Premi Neto + 0,25% dari Premi
Reasuransi audited 31 Desember
3. Dana Jaminan ditempatkan dalam:
• Deposito dimana Bank ybs tidak terafiliasi dng Perusahaan
• Surat berharga yg diterbitkan oleh negara RI, dengan masa
jatuh tempo minimal 1 tahun
• Dana Jaminan wajib ditatausahakan pada Bank Kustodian yg
tidak terafiliasi dengan Perusahaan, kecuali afiliasi karena kepemilikan Pemerintah RI
PMK 53 : pasal 35
02/ SEOJK.05/ 2013
stimra
Laporan
PMK 53 : pasal 41 - 46
1. Laporan keuangan tahunan per 31 Desember sesuai dengan SAK + Iklan
dikoran dan publikasi di website
2. Laporan keuangan tahunan per 31 Desember sesuai dengan SAP + Iklan
dikoran dan oublikasi di website
3. Laporan keuangan triwulanan SAP + publikasi di website
4. Laporan program reasuransi tahun berjalan, tgl 15 Januari thn berjalan
5. Laporan Dana Jaminan triwulanan
6. Laporan Aktuaris Tahunan per 31 Desember
7. Laporan Dana Investasi Produk tahunan yg dikaitkan dengan investasi per
31 Desember 2014, dan laporan triwulanan