• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemeriksaan Vitamin A dan E dengan Metod

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pemeriksaan Vitamin A dan E dengan Metod"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Pemeriksaan Vitamin A dan E dengan Metode HPLC (alat agilent 1200 series)

1. Vitamin A 1.1. Definisi

Vitamin A merupakan salah satu zat gizi mikro yang mempunyai manfaat sangat penting bagi tubuh manusia, terutama dalam penglihatan manusia. Seperti diketahui Vitamin A merupakan vitamin larut lemak yang pertama ditemukan. Secara umum, vitamin A merupakan nama generik yang menyatakan semua retinoid dan prekursor/provitamin A/ karotenoid yang mempunyai aktivitas biologik sebagai retinol.

Secara kimia, vitamin A berupa kristal alkohol berwarna kuning dan larut dalam lemak atau pelarut lemak. Dalam makanan, vitamin A biasanya terdapat dalam bentuk ester retinil, yaitu terikat pada asam lemak rantai panjang. Di dalam tubuh, vitamin A berfungsi dalam beberapa bentuk ikatan kimia aktif, yaitu retinol (bentuk alcohol), retinal (aldehida) dan asam retinoat (bentuk asam). Retinol bila dioksidasi berubah menjadi retinal dan retinal dapat kembali direduksi menjadi retinol. Selanjutnya, retinal dapat dioksidasi menjadi asam retinoat.

1.2. Sifat-Sifat Vitamin A

Vitamin A mempunyai sifat tahan terhadap panas cahaya dan alkali, tetapi tidak tahan terhadap asam dan oksidasi. Dalam proses memasak biasa vitamin A tidak banyak yang hilang. Tapi pada suhu tinggi untuk menggoreng dapat merusak vitamin A, begitupun oksidasi yang terjadi pada minyak yang tengik. Pengeringan buah di matahari dan cara dehidrasi lain menyebabkan kehilangan sebagian dari vitamin A. Ketersediaan biologik vitamin A meningkat dengan kehadiran vitamin E dan antioksidan lain. Bentuk aktif vitamin A hanya terdapat dalam pangan hewani. Pangan nabati mengandung karotenoid yang merupakan precursor (provitamin) vitamin A.

Diantara ratusan karotenoid yang terdapat di alam, hanya bentuk alfa, beta dan gama serta kriptosantin yang berperan sebagai provitamin A. Beta-karoten adalah bentuk provitamin A paling aktif, yang terdapat atas dua molekul retinol yang saling berkaitan. Karotenoid terdapat di dalam kloroplas tanaman dan berperan sebagai katalisator dalam fotosintesis yang dilakukan oleh klorofil. Karotenoid paling banyak terdapat dalam sayuran berwarna hijau tua.

(2)

1.3.Fungsi Vitamin A

Vitamin A berperan dalam berbagai fungsi faali tubuh, yaitu : 1. Penglihatan

Vitamin A berfungsi dalam penglihatan normal pada cahaya remang. Di dalam mata, retinol, bentuk vitamin A yang didapat dari darah, dioksidasi menjadi retinal. Retinal kemudian mengikat protein opsin dan membentuk pigmen visual merah-ungu (visual purple) atau rodopsin. Rodopsin ada di dalam sel khusus di dalam retina mata yang dinamakan rod. Bila cahaya mengenai retina, pigmen visual merah- ungu ini berubah menjadi kuning dan retinal dipisahkan dari opsin. Pada saat itu terjadi rangsangan elektrokimia yang merambat sepanjang saraf mata ke otak yang menyebabkan terjadinya suatu bayangan visual. Selama proses ini, sebagian dari vitamin A dipisahkan dari protein dan diubah menjadi retinol. Sebagian besar retinol ini diubah kembali menjadi retinal, yang kemudian mengikat opsin lagi untuk membentuk rodopsin. Sebagian kecil retinol hilang selama proses ini dan harus diganti oleh darah. Jumlah retinol yang tersedia di dalam darah menentukan kecepatan pembentukan kembali rodopsin yang kemudian bertindak kembali sebagai bahan reseptor di dalam retina. Penglihatan dengan cahaya samar-samar/buram baru bisa terjadi bila seluruh siklus ini selesai.

2. Diferensiasi Sel

(3)

mengeluarkan cairan mukus dengan sempurna sehingga mudah terserang bakteri (infeksi).

3. Fungsi kekebalan

Vitamin A berpengaruh terhadap fungsi kekebalan tubuh pada manusia dimana mekanismenya belum diketahui secara pasti. Retinol tampaknya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan diferensiasi limfosit B (leukosit yang berperan dalam proses kekebalan humoral. Kekurangan vitamin A menurunkan respon antibodi yang bergantung sel-T (limfosit yang berperan pada kekebalan selular). Penjelasan lebih lanjut mengenai vitamin A dan imunitas dapat dilihat pada bagian berikutnya.

4. Pertumbuhan dan perkembangan

Vitamin A berpengaruh terhadap sintesis protein, yaitu terhadap pertumbuhan sel. Vitamin A dibutuhkan untuk perkembangan tulang dan sel epitel yang membentuk email dalam pertumbuhan gigi. Pada kekurangan vitamin A, pertumbuhan tulang terhambat dan bentuk tulang tidak normal. Pada anak- anak yang kekurangan vitamin A, terjadi kegagalan dalam pertumbuhan. Vitamin A dalam hal ini berperan sebagai asam retinoat.

5. Reproduksi

Vitamin A dalam bentuk retinol dan retinal berperan dalam reproduksi pada tikus, yaitu pembentukan sperma dan sel telur serta perkembangan janin dalam kandungan.

6. Pencegahan kanker

Kemampuan retinoid mempengaruhi perkembangan sel epitel dan kemampuan meningkatkan aktivitas system kekebalan diduga berpengaruh dalam pencegahan kanker, terutama kanker kulit, tenggorokan, paru-paru, payudara dan kantung kemih. Di samping itu beta karoten yang bersama vitamin E dan C berperan sebagai antioksidan diduga dapat mencegah kanker paru-paru. merupakan salah satu jenis karoten yang sangat penting sebagai antioksidan. Likopen biasanya banyak ditemukan di dalam buah tomat.

1.4. Beta Karoten Untuk Penyakit Jantung

(4)

dalam mencegah penyakit jantung ini sebenarnya tidak lepas dari perannya sebagai antioksidan yang cukup efektif. Menurut penelitian, seseorang yang banyak mengkonsumsi makanan dengan kandungan beta karoten memiliki resiko yang lebih rendah untuk memiliki penyakit jantung dibandingkan orang-orang yang jarang mengkonsumsi makanan yang mengandung beta karoten. Bersama dengan vitamin E, beta karoten mampu mengurangi oksidasi lemak jahat (LDL/Low Density Lippoprotein) sehingga menurunkan resiko aterosklerosis dan juga masalah kardiovaskuler lainnya seperti penyakit jantung koroner.

1.5.Jumlah kebutuhan Vitamin A

Ada dua jenis karoten yang sering kita jumpai melalui makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Kedua jenis karoten tersebut adalah alfa karoten dan beta karoten. Keduanya memiliki peranan yang sama-sama penting untuk menjaga kondisi tubuh, terutama yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh. Akan tetapi, asupan karoten, baik alfa karoten maupun beta karoten juga tidak bisa sembarangan. Artinya, konsumsinya juga harus sesuai dengan dosis yang disarankan.

1.Dosis untuk Alfa-Karoten

Sampai saat ini belum ada rekomendasi pasti yang menyebutkan jumlah kebutuhan alfa karoten bagi tubuh. Biasanya makin tua usia seseorang, kebutuhan akan alfa-karoten juga akan meningkat seiring dengan resiko munculnya berbagai jenis penyakit ke dalam tubuh. Hanya saja konsumsi makanan yang mengandung banyak alfa karoten seperti buah-buahan dan sayuran merupakan rekomendasi para pakar kesehatan untuk memenuhi kebutuhan alfa karoten bagi tubuh.

Kasus mengenai kelebihan dosis alfa-karoten memang jarang ditemukan. Hanya saja bukan tidak mungkin seseorang mengkonsumsi makanan atau suplemen dengan kandungan alfa karoten yang terlalu tinggi. Jika hal tersebut terjadi kemungkinan besar bisa timbul beberapa efek samping seperti perubahan warna kulit (kulit menjadi menguning), mengalami penyakit kuning, dan gangguan fungsi hati.

2.Dosis untuk Beta-Karoten

(5)

1.6.Sumber Vitamin A

1.6.1.Sumber Makanan Alfa-Karoten

Alfa-karoten merupakan salah satu jenis karoten yang mengandung flavonoid. Flavonoid merupakan zat antioksidan yang biasanya akan memberikan warna merah pada sayur dan buah. Karena itu, berbagai jenis sayuran dan buah-buahan yang berwarna merah kemungkinan besar mengandung banyak alfa-karoten. Beberapa jenis sayuran dan bah-buahan yang kaya akan alfa-karoten meliputi labu, wortel, tomat, kol merah, paprika merah, jeruk keprok, ubi jalar, asparagus, apel, peterseli, melon, dan mangga.

1.6.2.Sumber Makanan Beta-Karoten

Beta-karoten merupakan senyawa penting yang berperan dalam menjaga kesehatan kulit dan mata. Kekurangan beta-karoten dapat menyebabkan rambut rontok, iritasi kulit, dan mata kering atau mengalami peradangan. Beta-karoten merupakan salah satu nutrisi jenis karoten yang dapat menyebabkan sayur dan buah menjadi berwarna oranye. Beberapa jenis sayuran dan buah-buahan yang kaya akan kandungan beta karoten meliputi ubi, wortel, labu, melon, cabe merah, aprikot, kacang polong, dan juga brokoli.

(6)

tinggi. Selain itu, buah dan sayur juga kaya akan serat sehingga baik untuk kesehatan pencernaan.

1.7.Kekurangan dan Kelebihan Vitamin A 1.7.1.Gejala

Kekurangan vitamin A sering terjadi pada anak balita. Gangguan pada mata dapat terjadi dalam beberapa tahap, tergantung berat ringannya defisiensi vitamin A, terganggunya kemampuan untuk beradaptasi dan melihat dalam kondisi gelap, xerophthalmia, hingga akhirnya mengalami kebutaan dapat terjadi.

(7)

Beberapa tanda dan gejala lain jika kekurangan vitamin A adalah kelelahan yang sangat, anemia, kulit menjadi kering, gatal dan kasar. Pada rambut dapat terjadi kekeringan dan gangguan pertumbuhan rambut dan kuku.

1.7.2.Akibat Kekurangan Vitamin A

Vitamin A juga berperan sebagai antioksidan yang mampu menyingkirkan radikal bebas yang terdapat didalam membran lemak menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Penyebab primer adalah kekurangan vitamin A dan pembentukan vitamin A dalam pengaturan makanan sehari-hari. Penyebab sekundernya adalah terjadinya kegagalan dalam penggunaan vitamin A. Penyakit yang timbul akibat kekurangan vitamin A adalah Xeropthalmia yaitu keadaan selaput ikat mata yang kering akibat kekurangan vitamin A.

1.7.3.Kelebihan Vitamin A

Kelebihan vitamin A bisa di dibagi menjadi dua:

1. Keracunan Akut

Keracunan akut biasa terlihat pada penjelajah Kutub Utara yang merasa mengantuk, menjadi iritabel, sakit kepala, dan muntah dalam beberapa jam setelah memakan hati beruang kutub atau hati anjing laut yang banyak mengandung vitamin A. Tablet yang mengandung vitamin A sebanyak 20 kali dosis harian yang dianjurkan kadang juga bisa menyebabkan gejala serupa, bahkan jika diminum sesuai petunjuk pemakaian.

2. Keracunan Kronis

Keracunan kronis pada anak-anak yang lebih besar dan dewasa biasanya terjadi akibat mengkonsumsi vitamin A dosis besar (10 kali dosis harian yang dianjurkan) selama berbulan-bulan. Keracunan vitamin A dapat terjaadi pada bayi dalam beberapa minggu.

(8)

digunakan untuk mengobati kelainan kulit) selama kehamilan bisa memiliki cacat lahir.

2.Vitamin E

2.1. Definisi Vitamin E

Vitamin E (alfa-tokoferol) adalah suatu antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh terhadap kerusakan oleh senyawa kimia reaktif yang dikenal sebagai radikal bebas. Vitamin E dan selenium (suatu mineral esensial yang merupakan komponen dari enzim antioksidan) mempunyai sifat yang sama. Vitamin E adalah jenis vitamin yang larut dalam lemak yang mempunyai efek antioksidan. Vitamin E penting untuk tubuh agar bisa berfungsi dengan baik. Obat ini berpengaruh penting dalam kekuatan sistem kekebalan tubuh, kesehatan mata, dan kesehatan kulit.

Jenis vitamin ini bisa ditemukan pada banyak makanan yang sehat, seperti sayuran berdaun hijau, minyak nabati, daging sapi, daging unggas, telur, buah, kacang-kacangan, dan sereal gandum. Selain vitamin E yang berasal dari alam, terdapat juga vitamin E suplemen untuk mengatasi masalah defisiensi vitamin E. Beberapa orang menggunakan vitamin E pada kulit untuk membantu proses penyembuhan luka tapi bukti masih belum cukup kuat.

Vitamin E tahan terhadap suhu tinggi serta asam, karena bersifat antioksidan, Vitamin E mudah teroksidasi terutama bila pada lemak yang tengik, timah, garam besi serta mudah rusak oleh sinar UV. Penyakit yang ditimbulkan jika kekurangan vitamin E adalah bisa menyebabkan mandul pada pria dan wanita, kerusakan syaraf, dll.

2.2. Sifat-sifat Vitamin E

Tocopherol tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut lemak seperti minyak, lemak, alkohol, aseton, eter dan sebagainya. Karena tidak larut dalam air, vitamin E dalam tubuh hanya dapat dicerna dalam empedu hati. Vitamin E stabil pada pemanasan namun akan rusak bila pemanasan terlalu tinggi. Vitamin E bersifat basa jika tidak ada oksigen dan tidak terpengaruh oleh asam pada suhu 1000C. Bila terkena oksigen di udara, akan teroksidasi secara perlahan-lahan. Sedangkan bila terkena cahaya warnanya akan menjadi gelap secara bertahap.Vitamin E adalah golongan vitamin yang larut dalam lemak. Artinya, vitamin ini terdapat dalam bagian makanan yang berminyak, dan dalam tubuh hanya dapat dicerna oleh empedu, di hati, karena tidak larut dalam air. Vitamin E sangat di butuhkan oleh tubuh kita.

(9)

Selain dapat meningkatkan daya tahan tubuh, membantu mengatasi stres, meningkatkan fertilitas, meminimalkan risiko kanker dan penyakit jantung koroner, vitamin E memiliki peran sangat penting bagi kesehatan kulit. Vitamin E menjaga, meningkatkan elastisitas dan kelembapan kulit, mencegah proses penuaan dini, melindungi kulit dari kerusakan akibat radiasi sinar ultraviolet, serta mempercepat proses penyembuhan luka. Selain itu, fungsi vitamin E ialah :

1. Dapat mencegah keguguran pada wanita.

2. Dapat mengurangi rasa panas di dalam tubuh dan mengurangi depresi pada wanita menopause.

3. Sangat penting untuk memaksimalkan fungsi otot.

4. mencegah peroxidation pigmentasi akibat pembentukan asam lemak tak jenuh tinggi. 5. mencegah nekrosis hepatik yang disebabkan oleh kekurangan belerang yang mengandung asam amino dan selenium.

6. Vitamin E membantu melawan radikal bebas, yang bermanfaat bagi kulit dan membantu mencegah pembentukan kerutan dengan mencegah kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh sinar ultraviolet.

7. Merupakan pelindung penyakit jantung dan diabetes.

8. Mencegah kerusakan jaringan dalam kasus iskemia dan cedera, mengurangi gejala kaki kram dan rheumatoid arthritis, dan memiliki efek antikoagulan.

9. Vitamin e berguna dalam membatasi kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh merokok, dan kerusakan jaringan dari radikal bebas yang dipercepat dengan pecandu alkohol.

10. Melindungi tubuh dari berbahaya tumor

11. Vitamin E mengurangi penggumpalan darah di dalam pembuluh darah.

2.4. Vitamin E dan penyakit jantung

Beberapa peneliti meyakini kalau vitamin E berperan penting dalam mencegah perkembangan penyakit jantung. Vitamin E ini akan membatasi jumlah oksidasi kolesterol jahat LDL (low-density lipoprotein) dalam darah. Oksidasi menyebabkan penyumbatan arteri, sehingga memicu serangan jantung. Dengan menghambat proses ini, maka vitamin E juga berperan mencegah serangan jantung. Berdasarkan hasil studi, seperti dikutip situs askmen, mereka yang mendapatkan asupan vitamin E yang optimal mengalami insiden penyakit jantung 30-40% lebih rendah dibandingkan mereka yang kekurangan vitamin E. Selain itu, asupan vitamin E cukup membantu mencegah pengentalan darah, yang juga turut menjadi pemicu serangan jantung.

(10)

Vitamin E banyak tersedia dalam minyak yang dihasilkan dari biji-bijian, seperti; minyak kacang, minyak kulit gandum, minyak jagung dan minyak biji bunga matahari. Selain itu, vitamin E juga terdapat pada sayuran hijau, sereal, hati, kuning telur, lemak susu, kacang-kacangan, kiwi, mangga dan mentega. Hal yang penting diingat tentang vitamin E, adalah mudah rusak oleh panas yang tinggi (proses memasak) dan oksidasi (terpapar oksigen). Itu sebabnya, sumber vitamin E terbaik adalah makanan segar, mentah, atau makanan yang belum diproses.

2.6.Jumlah Kebutuhan Vitamin E

2.7. Kelebihan dan Kekurangan Vitamin E 2.7.1.Gejala kekurangan

Ketika kadar vitamin E dalam darah sangat rendah, sel darah merah rusak dan terbelah. Proses pembelahan sel darah merah ini disebut hemolisis eritrodit. Kondisi ini menyebabkan gangguan pada sistem syaraf dan otot. Gejala yang dirasakan adalah kesulitan berjalan dan nyeri yang menetap pada otot betis. Vitamin E tingkat rendah dalam darah dapat meningkatkan risiko kanker tertentu paru-paru, payudara dan saluran pencernaan.

2.7.2.Akibat Kekurangan Vitamin E

(11)

jarang terjadi. Itu karena dari makanan sehari-hari hampir semua orang mendapatkan asupan 7-11 mg vitamin E. Meskipun begitu, ternyata di AS yang terkenal makmur dan banyak makan, tercatat kekurangan ringan vitamin E. Selain dari asupan makanan sehari-hari, kekurangan vitamin E juga bisa disebabkan kondisi medis seperti:

1. Menderita cystic fibrosis

Penyebabnya, penderita penyakit ini tidak bisa mencerna lemak dengan baik, sehingga tidak bisa menyerap cukup vitamin E.

2. Menderita chron's disease

Penderita penyakit ini tidak bisa menyerap cukup vitamin E lewat usus. 3. Menderita penyakit lever

Penderita penyakit lever tidak bisa menggunakan vitamin E dengan benar. 4. Sedang menjalani diet rendah lemak dan rendah kalori

Kurangnya lemak di dalam tubuh menyebabkan terganggunya pasokan vitamin E. Ini karena vitamin E termasuk vitamin yang larut dalam lemak. Kita butuh sedikit lemak untuk bisa menyerap vitamin E.

5. Minum obat-obatan tertentu

Minum obat penurun kolesterol bisa menurunkan penyerapan vitamin E dan vitamin yang larut dalam lemak lainnya. Menurut buku Vitamins and Mineral's Handbook, ada tanda-tanda tubuh seseorang butuh tambahan vitamin E, yakni tubuh mudah memar, luka lama sembuh, varises, kurang gairah seks, infertilitas dan hilangnya kekuatan otot.

2.7.3.Akibat Kelebihan Vitamin E

Menggunakan vitamin E secara berlebihan dapat menimbulkan keracunan. Gangguan pada saluran cerna terjadi bila memakan lebih dari 600 miligram sehari. Dosis tinggi juga dapat meningkatkan efek obat antikoagulan yang digunakan untuk mencegah penggumpalan darah. (Yuliarti, 2008)

Vitamin E pada dosis lebih dari 400 UI (240 mg) akan menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, diantaranya mengosongkan ketersediaan vitamin A, menghambat absorpsi atau aksi vitamin K, menyebabkan diare, nyeri lambung dan rasa lesu. Vitamin E pada dosis 2000 IU/hari akan menyebabkan kematian.

3.Manfaat Antioksidan Untuk Penyakit Jantung

(12)

selama 10 tahun, memiliki resiko yang rendah untuk penyakit jantung dan kardiovaskular lainnya.Hasil penelitian dari Gruppo Italiano per lo Studio della Sopravvivenza nell’infarto (GISSI) mengungkapkan adanya efek pencegahan terhadap serangan jantung dari 11.000 relawan yang diuji

Studi lain menunjukkan manfaat potensial yakni penelitian di Israel yang menunjukkan pengurangan resiko terhadap penyakit jantung coroner pada orang-orang yang mengidap penyakit diabetes tipe 2 serta yang memiliki kecenderungan genetic umum. Penelitian dari Women’s antioxidant Cardiovascular menemukan manfaat kesehatan pada wanita yang memiliki penyakit jantung.

4.Kromatografi 4.1.Definisi

Kromatografi adalah suatu teknik pemisahan campuran berdasarkan perbedaan kecepatan perambatan komponen dalam medium tertentu. Istilah kromatografi berasal dari gabungan kata “chroma” (warna) dan “graphein” (menuliskan). Prinsip pemisahan kromatografi yaitu adanya distribusi komponen-komponen dalam fase diam dan fase gerak berdasarkan perbedaan sifat fisik komponen yang akan dipisahkan. Kromatografi dapat digunakan untuk analisa kualitatif dan kuantitatif. Pada dasarnya semua cara kromatografi menggunakan dua fase yaitu fase diam (stationer) dan fase bergerak (mobile).

Persyaratan utama kromatografi adalah:

1. Ada fase diam dan fase gerak. Fase diam tidak boleh bereaksi dengan fase gerak. 2. Komponen sampel (contoh) harus larut dalam fase gerak dan berinteraksi dengan

fase tetap (diam).

3. Fase gerak harus bisa mengalir melewati fase diam, sedangkan fase diam harus terikat kuat di posisinya.

4.2. Klasifikasi

(13)

Berikut ini adalah beberapa contoh kromatografi yang sering digunakan untuk analisa di laboratorium :

1. Kromatografi partisi

Dalam kromatografi partisi, ekstraksi terjadi berulang dalam satu kali proses. Contoh khas kromatografi partisi adalah kromatografi kolom yang digunakan luas karena sangat efisien untuk pemisahan senyawa organik.

2. Kromatografi kertas

Kromatografi kertas diterapkan untuk analisis campuran asam amino. Asam amino memiliki sifat yang sangat mirip, dan asam-asam amino larut dalam air dan tidak mudah menguap (tidak mungkin didistilasi). Karena pemisahan asam amino merupakan masalah yang cukup sulit, maka penemuan kromatografi kertas merupakan berita baik bagi para kimiawan.

G ambar 4-1: Contoh hasil kromatografi kertas pigmen

3. Kromatografi gas

Campuran gas dapat dipisahkan dengan kromatografi gas. Metode ini sangat baik untuk analisis senyawa organik yang mudah menguap seperti hidrokarbon dan ester. Analisis minyak mentah dan minyak atsiri dalam buah telah dengan sukses dilakukan dengan teknik ini.

(14)

Ciri teknik ini adalah penggunaan tekanan tinggi untuk mengirim fase gerak ke dalam kolom. Dengan memberikan tekanan tinggi, laju dan efisiensi pemisahan dapat ditingkatkan dengan besar. Kromatografi penukar ion telah berhasil digunakan untuk analisis kation, anion dan ion organik. ( Veronika, R.M, 1999)

Gambar 4-2: Dua buah kolom pemisah kation dan anion

4.3.Penggunaan HPLC (High Performance Liquid Chromatography)

Akhir-akhir ini, untuk pemurnian (misalnya untuk keperluan sintesis) senyawa organik skala besar, teknik kromatografi HPLC (High Performance Liquid Chromatography) lebih sering digunakan. Beberapa kelebihan yang dimiliki kromatografi HPLC sehingga menjadikan- nya sebagai “the best choice” dalam dunia penentuan/pemisahan ion/logam, di antaranya:

1. Kecepatan (speed)Kecepatan dalam analisis suatu sampel menjadi aspek yang sangat penting dalam hal analisis ion yaitu untuk mengurangi biaya, bisa menghasilkan data analisis yang akurat dan cepat dan bisa mengurangi limbah (waste) yang dihasilkan dari penggunaan eluen.

2. Sensitivitas (sensitivity)Perkembangan teknologi mikro prosessor yang dikombinasikan dengan efisiensi kolom pemisah, mulai ukuran diameter dalam milimeter sampai skala mikro yang biasa juga disebut microcolumn, membuat pendeteksian ion dalam sampel menjadi lebih baik, meskipun jumlah sampel yang diinjeksikan ke dalam kolom pemisah sangat sedikit.

(15)

ingin dipisahkan. Itu dapat dilakukan dengan memilih kolom pemisah yang tepat. 4. Pendeteksian yang serempak (simultaneous detection)Teknik pendeteksian sekali

injeksi untuk sebuah sampel seperti ini penting untuk dilakukan karena tentunya mempunyai sejumlah kelebihan dibanding pemisahan terpisah. Sebagaimana telah diulas di atas, beberapa kelebihan di antaranya dapat menekan biaya operasional, memperkecil jumlah limbah saat analisis berlangsung, memperpendek waktu analisis (short time analysis) serta dapat memaksimalkan hasil yang diinginkan.

5. Kestabilan pada kolom pemisah (stability of the separator column)Walaupun sebenarnya, ketahanan kolom ini berdasarkan pada paking (packing) material yang diisikan ke dalam kolom pemisah. Namun kebanyakan, kolom pemisah bisa bertahan pada perubahan yang terjadi pada sampel, misalnya konsentrasi suatu ion terlalu tinggi, tidak akan mempengaruhi kestabilan material penyusun kolom. Namun, diakui bahwa ada juga kolom pemisah yang mempunyai waktu penggunaan yang tidak terlalu lama, dikarenakan kemasan kolom yang kurang baik atau karena faktor internal lainnya. (download November 2009)

Gambar 5-1 memperlihatkan rangkaian alat atau komponen dasar yang biasa dipakai dalam teknik kromatografi ion, yang terdiri atas:

1. Eluent, yang berfungsi sebagai fase gerak yang akan membawa sampel tersebut masuk ke dalam kolom pemisah;

2. Pompa, yang berfungsi untuk mendorong eluent dan sampel tersebut masuk ke dalam kolom. Kecepatan alir ini dapat dikontrol dan perbedaan kecepatan bisa mengakibatkan perbedaan hasil;

3. Injektor, tempat memasukkan sampel dan kemudian sampel dapat didistribusikan masuk ke dalam kolom;

4. Kolom pemisah ion, berfungsi untuk memisahkan ion-ion yang ada dalam sampel Keterpaduan antara kolom dan eluent bisa memberikan hasil/puncak yang maksimal, begitu pun sebaliknya, jika tidak ada “kecocokan”, maka tidak akan memunculkan puncak;

5. Detektor, yang berfungsi membaca ion yang lewat ke dalam detektor;

6. Rekorder data, berfungsi untuk merekam dan mengolah data yang masuk. (Weiss. J, 1995)

Gambar 4.1. Rangkaian kromatografi

(16)

4.4.Keunggulan HPLC

Keunggulan HPLC dalam penelitian yaitu :

1. Mampu memisahkan molekul-molekul dari suatu campuran. 2. Mudah dalam pengoperasian instrumen- tasinya.

3. Memiliki kecepatan analisis dan kepekaan yang tinggi.

4. Dapat dihindari terjadinya dekomposisi/ kerusakan bahan yang dianalisis. 5. Memiliki resolusi yang baik

6. Dapat menggunakan bermacam-macam detector 7. Kolom dapat digunakan kembali

8. Mudah melakukan "sample recovery".

Gambar

Gambar 4-2: Dua buah kolom pemisah kation dan anion

Referensi

Dokumen terkait

NAMA PIMPINAN BENTUK SEDIAAN MERK DAGANG KAPASITAS PRODUKSI TOTAL ASET JML TENAGA KERJA.. KET

Dari pengujian dengan menggunakan mesin bubut 2, dengan menggunakan kecepatan putar benda kerja 460 rpm, dengan variasi kedalaman pemakanan 0,01, 0,02, 0,03 mm, terlihat

Dari Tabel 7 dapat dilihat bahwa pada legum Desmodium sp peubah kadar air tanah, berat kering daun dan infeksi akar toleran terhadap cekaman kekeringan, sedangkan

Strategi pembelajaran MURDER adalah suatu strategi pembelajaran yang menggunakan sepasang anggota dari kelompok yang beranggotakan empat orang, yang memiliki enam langkah yaitu

Penelitian mengenai hubungan volume penetrasi panas terhadap peningkatan porositas maupun hubungan peningkatan porositas terhadap penurunan kuat tekan dan kuat tarik

Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi pecahan kelas V MI Miftahul Anwar I Pamekasan, melatar belakangi penelitian ini. Berdasarkan

Parameter agregat kasar untuk campuran Lataston terdiri dari batu pecah atau kerikil pecah yang bersih, kering, kuat, awet, dan bebas dari bahan lain yang mengganggu

14 Fungsi dari pili adalah untuk membantu proses penempelan kuman dengan permukaan mukosa atau menyebabkan resistensi terhadap pengobatan gonore.. 21 Membran luar