ANALISIS STRUCTURAL EQUATION MODELLING (SEM)
DALAM MENGIDENTIFIKASI PENGARUH INTENSITAS SOCIALNETWORK SEBAGAI SARANA BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR
TERHADAP PRESTASI BELAJAR DI STKIP CITRA BAKTI
1Dimas Qondias, 2 Ely Firdaus, 3I Wayan Juliawan
1,2,3Pendidikan Guru Sekolah Dasar, STKIP Citra Bakti
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Pengaruh Intensitas Social And Social network Sebagai Sarana dan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Studi Kasus STKIP Citra Bakti. Subyek penelitian ini mahasiswa STKIP Citra Bakti semester genap (2,4,6) sebanyak 442 mahasiswa. Sampel dalam penelitian diambil dengan teknik stratifikasi proporsional sampling dengan jumlah mahasiswa yang telah di tentukan sebanyak 210 mahasiswa. Metode analisis yang dipakai adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA) untuk mengkonfirmasi indikator terhadap variabel laten. Dan juga model Structural Equation Modeling (SEM) untuk mengetahui besar ukuran pengaruh variabel laten dengan variabel laten lain. Hasil penelitian menunjukkan (1) Faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam mempengaruhi social network adalah kemudahan dan kenyamanan dalam mengakses internet. Kemudahan yang dimaksud adalah akses internet mudah didapatkan. Kenyamanan yang dimaksud adalah dengan mencari media belajar melalui social network mereka dapat sharing antar teman dan dapat berbagi sumber atau bahan ajar kepada teman yang lain. (2) Perilaku penggunaan internet yang dilakukan oleh responden dilatarbelakangi oleh beberapa motif tertentu, dimana motif ini mencakup motif kognitif, pengawasan (surveillance), motif hiburan (entertaiment), motif menghabiskan waktu (passing the time), motif melarikan diri dari kepenatan (escape) dan motif interaksi sosial. (3) Tidak adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara penggunaan social network terhadap prestasi belajar. Ini disebabkan oleh beberapa alasan diantaranya mahasiswa lebih memilih mencari media atau refrensi bahan ajar melalui buku ataupun google secara langsung.
Abstract
This research aimed at investigated the Effect of Social Network Intensity as a Means of Learning and Learning Motivation upon Learning Achievement study case of STKIP Citra Bakti. The subject of the research was the students of STKIP Citra Bakti even semester (2, 4, 6) as many as 442 students. The sample of the research took by stratification proportional sampling technique with the total of the students which has been determined as many as 210 students. The analysis method used Confirmatory Factor Analysis (CFA) to confirm the indicator upon latent variable. And also Structural Equation Modeling (SEM) model at finding out large measurement of effect latent variable with other latent variable. The result of the research shows that (1) Factors which influence the students in influencing social network is easy of and the pleasure in access the internet. The easy of which meant is the internet access easy to be obtained. The pleasure which meant is by finding the learning media through the social network they can share each other and can divisible the source or lesson material to the other friends. (2) The use of internet behavior which done by the respondent is based on some certain motif, in which this motif includes cognitive motif, surveillance motif, entertainment motif, passing the time motif, escape motif, and social interaction motif. (3) There is no positive effect and significant between the use of social network upon the learning achievement. This caused by some reasons, one of them is the students prefer to find out the media or lesson material substance through book whether google directly.
Keywords: Confirmatory Factor Analysis (CFA), SEM, A Means of Learning, Learning Motivation, Social and Social Network
PENDAHULUAN
Dalam dunia pendidikan intensitas penggunaan Social media dan Sosial Network
tidak hanya memberikan hasil yang positif bahkan bisa berdampak pada hal yang negative
diantaranya adalah mulai menurunnya motivasi dan prestasi belajar mahasiswa. Ini
disebabkan oleh layanan di dalam social network lebih banyak memberikan fasilitas berupa
game (permainan) serta video yang tidak ada kaitannya dengan proses pembelajaran yang
berakibat pada menurunnya motivasi dan kreatifitas belajar. Beberapa bagian proses
pembelajaran mendapat sentuhan media teknologi informasi, sehingga mencetuskan
lahirnya ide tentang social media dan social netork (Utomo, 2001). Media tersebut akan
menjadi wadah pertukaran fikiran, ide, gagasan dan pendapat bagi para pelajar remaja dan
beberapa praktisi di bidang pendidikan di dalam melakukan proses pembelajaran. Beberapa
media yang terbentuk dari perkembangan internet adalah media sosial dan sosial network. Pengertian media sosial atau dalam bahasa inggris “Social Media” menurut tata bahasa, terdiri dari kata “Social” yang memiliki arti kemasyarakatan atau sebuah interaksi dan “Media” adalah sebuah wadah atau tempat sosial itu sendiri. Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan
menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring
sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh
masyarakat di seluruh dunia.
Menurut Rahardjo (2002) sebagaimana dikutip di situs depdiknas, bahwa manfaat
social media dan social network bagi pendidikan adalah dapat menjadi akses kepada
(pustekkom.depdiknas.go.id). Sehingga penggunaan social media dan social network yang
intensif dan tepat guna akan mempunyai korelasi yang signifikan terhadap prestasi belajar.
Ibrahim (1982) dalam Dubatar (2008) mengatakan bahwa media belajar mampu
mebangkitkan minat dan motivasi mahasiswa dalam belajar. Fasilitas internet sebagai
penunjang kegiatan belajar mengajar di kalangan mahasiswa sekolah menengah atas sudah
mulai diterapkan. Motivasi belajar yang tinggi akan mampu menunjang prestasi mahasiswa.
Hal ini dikuatkan oleh hasil penelitian Supartini (2008), bahwa motivasi belajar berpengaruh
secara signifikan terhadap hasil belajar atau prestasi belajar mahasiswa. Selain itu, ternyata
social media dan social network sebagai media belajar juga mampu merangsang kreativitas
seseorang. Menurut Surya (2006) bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan
memberikan peluang berkembangnya kreativitas dan kemandirian belajar mahasiswa.
Kreativitas sama absahnya seperti intelegensi sebagai prediktor prestasi sekolah (Munandar,
1977). Motivasi berasal dari bahasa Latin yaitu movere, yang berarti bergerak (move).
Motivasi menjelaskan apa yang membuat orang melakukan sesuatu, membuat mereka tetap
melakukannya, dan membantu mereka dalam menyelesaikan tugas-tugas. Hal ini berarti
bahwa konsep motivasi digunakan untuk menjelaskan keinginan berperilaku, arah perilaku
(pilihan), intensitas perilaku (usaha, berkelanjutan), dan penyelesaian atau prestasi yang
sesungguhnya (Pintrich, 2003).
Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku.
Artinya, perilaku yang memiliki motivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah, dan
bertahan lama (Santrock, 2007). Dalam kegiatan belajar, maka motivasi dapat dikatakan
sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri mahasiswa yang menimbulkan kegiatan
belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada
kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai
(Sardiman, 2000). Mahasiswa yang memiliki motivasi belajar akan bergantung pada apakah
aktivitas tersebut memiliki isi yang menarik atau proses yang menyenangkan. Intinya,
motivasi belajar melibatkan tujuan-tujuan belajar dan strategi yang berkaitan dalam
mencapai tujuan belajar tersebut (Brophy, 2004).
Santrock 2007 mengemukan terdapat dua aspek dalam teori motivasi belajar yaitu:
(1) Motivasi ekstrinsik, yaitu melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain (cara
untuk mencapai tujuan). Motivasi ekstrinsik sering dipengaruhi oleh insentif eksternal seperti
imbalan dan hukuman. Misalnya, murid belajar keras dalam menghadapi ujian untuk
mendapatkan nilai yang baik. Terdapat dua kegunaan dari hadiah, yaitu sebagai insentif
agar mau mengerjakan tugas, dimana tujuannya adalah mengontrol perilaku mahasiswa,
dan mengandung informasi tentang penguasaan keahlian. (2) Motivasi intrinsik, yaitu
motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri (tujuan itu sendiri).
Misalnya, murid belajar menghadapi ujian karena dia senang pada mata pelajaran yang
tantangan yang sesuai dengan kemampuan mereka, dan mendapat imbalan yang
mengandung nilai informasional tetapi bukan dipakai untuk kontrol, misalnya dosen
memberikan pujian kepada mahasiswa.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik mahasiswa dalam
menggunakan social media dan social network serta mengetahui pengaruh penggunaan
social media dan social network sebagai media belajar terhadap motivasi belajar, kreativitas
dan prestasi belajar mahasiswa. Sehingga hasil yang didapat bisa menjadi kontrol serta
pengembangan bagi dosen dan orang tua terhadap penggunaan internet di kalangan
mahasiswa.
METODE PENELITIAN
Sumber data penelitian ini (subyek penelitian) adalah mahasiswa STKIP Citra Bakti
semester genap (2, 4, 6). Sampel diambil secara random dengan metode sampling
stratifikasi proporsional, jumlah mahasiswa aktif semester genap tahun ajaran 2013/2014
adalah 442 mahasiswa dengan sebaran populasi dan sampel sebagai berikut.
Tabel 01 Sebaran Populasi dan Sampel
NO JURUSAN JUMLAH
SAMPEL
1 PGSD 282 134
2 PJKR 160 76
TOTAL 442 210
Sumber data penelitian ini dengan mengembangkan 3 instrumen penelitian (1)
motivasi belajar, (2) Intensitas penggunaan social network, (3) Implikasi intensitas pengguna
social network. Setelah itu data akan dianalisis dengan Structural Equation Modeling (SEM)
merupakan salah satu analisis multivariate yang dapat menganalisis hubungan variable
secara kompleks. Analisis ini pada umumnya digunakan untuk penelitian-penelitian yang
menggunakan banyak variable. Teknik analisis data menggunakan SEM dilakukan untuk
menjelaskan secara menyeluruh hubungan antar variable yang ada dalam penelitian. SEM
digunakan bukan untuk merancang suatu teori, tetapi lebih ditujukan untuk memeriksa dan
membenarkan suatu model. Oleh karena itu, syarat utama menggunakan SEM adalah
membangun suatu model hipotesis yang terdsiri dari model structural dan model pengukuran
dalam bentuk diagram jalur yang berdasarkan justifikasi teori. SEM merupakan sekumpulan
teknik-teknik statistic yang memungkinkan pengujian sebuah rangkaian hubungan secara
simultan. Hubungan itu dibangun antara satu atau beberapa variable independen.
SEM adalah salah satu metode penelitian multivariate yang paling sering digunakan
untuk penelitian dibidang ilmu social, psikologi, pendidikan, manajemen, ekonomi, sosiologi,
ilmu politik, ilmu pemasarakan dan lain sebagainya. Alasan yang mendasari digunakannya
SEM dalam penelitian-penelitian tersebut adalah karena SEM dapat menjelaskan hubungan
Persamaan dalam SEM menggambarkan semua hubungan antar konstruk (baik
variable dependen maupun independen) yang terlibat dalam suatu analisis. Konstruk adalah
factor yang tidak dapat langsung diukur atau factor laten yang direpresentasikan dengan
beberapa variable. SEM merupakan gabungan dari dua teknik multivariate yaitu analisis
factor dan model persamaan simultan.
Dalam Penelitian ini, variabel yang digunakan adalah variabel karakteristik demografi,
variabel perilaku penggunaan internet dan 4 variabel laten sebagai input untuk analisis SEM,
yaitu Media sosial dan sosial network sebagai Media Belajar (MI), Motivasi Belajar (MB), dan
Prestasi Belajar (PB). Berikut adalah diagram jalur hipotesisnya.
Gambar 01. Diagram Jalur (path diagram)
Adapun langkah-langkah analisis yang diterapkan adalah :
1. Melakukan analisis deskriptif untuk mengetahui deskripsi karakteristik responden
2. Melakukan model pengukuran tiap variabel laten dengan Analisis Faktor Konfirmatori
3. Mengkonstruksi diagram path untuk membangun model struktural berdasarkan teori yang
ada.
4. Mengevaluasi goodness of fit model pengkuran dan model struktural
5. Memodifikasi model yang terbukti tidak memiliki kesesuaian model berdasarkan kriteria
HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis validitas dilakukan untuk mengetahui kemampuan suatu daftar pertanyaan
dari suatu kuesioner untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Instrumen disebut valid
apabila mampu mengukur apa yang semestinya diukur dengan instrumen tersebut
(Candiasa, 2011). Uji coba instrumen ini dilakukan di Citra Bakti, dengan menggunakan
mahasiswa semester II (dua) sebagai sampelnya.
Adapun kriteria yang digunakan untuk menguji validitas tiap item pertanyaan adalah
pengujian validitas dilakukan dengan membandingkan rhitung dengan rtabel, pada taraf
signifikansi 95% atau = 5%. Jika butir pertanyaan memiliki rhitung > rtabel, maka dapat
dinyatakan butir pertanyaan tersebut valid. Jika butir pertanyaan memiliki rhitung rtabel, maka
dapat dinyatakan butir pertanyaan tersebut adalah tidak valid. Dalam hal ini, yang
dimaksudkan rhitung untuk setiap butir pertanyaan adalah koefisien korelasi product moment
setiap butir pertanyaan dari sebuah variabel. Sesuai dengan tabel r Product Moment
(Sugiono, 2011) uji validitas dan reliabilitas instrumen dalam penelitian ini dengan N
sebanyak 100 responden, maka diperoleh rtabel = 0,196.
Untuk menguji reliabilitas sebuah daftar pertanyaan dari sebuah variabel penelitian
digunakan Koefisien Cronbach’s Alpha hasil pengolahan SPSS. Besarnya Koefisien
Cronbach’s Alpha menunjukkan tingkat reliability daftar pertanyaan tesebut. Menurut
Nugroho (2005), suatu konstruk variabel dikatakan reliabel jika memiliki nilai Cronbach’s > dari 0,60. Dalam hal ini, perhitungan korelasi product momen dan Koefisien Cronbach’s
Alpha dilakukan dengan SPSS for Windows versi 16.0 khusus Reliability Analysis sub menu
Scale pada menu Analyze. Hasil pengolahan/perhitungan koefisien korelasi Corrected
Item-Total Correlation dan Koefisien Cronbach’s Alpha untuk variabel Motivasi dan Intensitas
penggunaan sosial media.
Dari 52 butir validasi variable motivasi terdapat 51 butir yang valid dan 1 butir yang
tidak valid, sedangankan untuk reliabilitas butir terdapat 51 butir yang dinyatakan reliabel.
Pada variabel intensitas social media yang terdiri dari 5 butir dengan hasil 5 butir valid dan
reliabel dari 5 butir tersebut. Analisis deskriptif dari sampel yang digunakan dalam penelitian
ini dapat dilihat sebagai berikut.
1) Profil Responden
Berdasarkan jenis kelamin, dari 210 mahasiswa, terdiri dari 58 berjenis kelamin
laki-laki dan 152 berjenis kelamin perempuan. Diagramnya dapat dilihat pada gambar 02 di
bawah ini.
2) Jenis Sosial Media yang Digunakan Responden
Semua mahasiswa yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini hanya
menggunakan satu sosial media yaitu sosial media facebook. Diagramnya dapat dilihat pada
gambar 03
Gambar 03. Jenis Sosmed yang digunakan
3) Lamanya Menggunakan Sosmed
Berdasarkan lamanya menggunakan Sosmed, mahasiswa memberikan jawaban
yang berbeda-beda, yakni sekitar 30,95% mahasiswa menggunakan Sosmed selama 1
tahun, sekitar 42,38% mahasiswa menggunakan Sosmed selama 2 tahun, sekitar 6,19%
mahasiswa menggunakan Sosmed selama 3 tahun, sekitar 10,48% mahasiswa
menggunakan Sosmed selama 4 tahun, sekitar 7,14% mahasiswa menggunakan Sosmed
selama 5 tahun, sekitar 1,90% mahasiswa menggunakan Sosmed selama 6 tahun, sekitar
0,48% mahasiswa menggunakan Sosmed selama 7 tahun, sekitar 0,48% mahasiswa
menggunakan Sosmed selama 8 tahun, sekitar 0,00% mahasiswa menggunakan Sosmed
selama 9 tahun, sekitar 0,00% mahasiswa menggunakan Sosmed selama 10 tahun. Dengan
menggunakan formula dan chart di Microsoft excel, maka dapat digambarkan seperti gambar
04.
4) Pemanfaatan Penggunaan Sosmed
Dalam penggunaan sosial media, beberapa mahasiswa yang yang menggunakan
Sosmed, sebagian besar menggunakannya untuk sharing materi perkuliahan hal ini
ditunjukkan dengan besarnya prosentase yakni 97% sedangkan yang tidak memanfaatkan
Sosmed untuk sharing materi hanyalah 3%.
Gambar 05. Pemanfaatan Sosmed
Dari hasil diatas akan ditentukan analisis Goodness of fit, analisis model structural,
analisis determinasi, analisis model pengukuran dengan parameter lamda untuk pengaruh
intensitas penggunaan sosial media dan implikasinya terhadap motivasi dan hasil belajar.
1) Analisis Pengujian Model Pengukuran dengan Parameter Lamda (λ i)
Pengujian parameter yang dilakukan adalah pengujian parameter lamda (λ i). Pengujian ini ditujukan untuk mengetahui validitas setiap indikator penelitian. Untuk pengujian parameter lamda (λ i) digunakan nilai standardized estimate (regression weight) berupa loading factor seperti table berikut. Apabila nilai CR > Ttabel = 1,960 dan probability <
α = 0,05 maka loading factor parameter lamda (λ i) indikator tersebut dinyatakan signifikan. Hal ini berarti, indikator tersebut valid untuk mengukur variabel yang bersesuaian. Untuk
keperluan tersebut ditampilkan tabel berikut yang memuat : loading factor/lamda (λ i), CR,
Probability(P). Sedangkan besarnya α diambil 5% = 0,05 dan Ttabel = 1,960.
Dari hasil yang telah terkaji terlihat indikator dan variabel memiliki standardized
estimate (regression weight) berupa loading factor atau lamda (λ i) > 0,50, nilai kritis C.R >
2,00 dan probability < 0,05 serta memiliki probabilitas lebih kecil dari 0,05 (***). Dengan
demikian dapat dikatakan bahwa semua loading factor atau lamda (λ i) indicator tersebut
adalah valid.
2) Analisis Goodness of Fit
Berdasarkan kriteria uji, Chi-square (X2), Relatif Chi-Square (X2/df), RMSEA, GFI,
AGFI, TLI, dan CFI di atas dan nilai Goodness of Fit hasil pengolahan Amos for windows
versi 16.0 sebagaimana yang telah ditentukan maka dapat diperoleh Goodness of fit dengan
nilai cut-of-value dan goodness of fit terlihat hanya satu kriteria yang terpenuhi dari delapan
hanya satu kriteria dari delapan kriteria yang disyaratkan, maka model tersebut dapat
dinyatakan sebagai model yang kurang baik.
3) Analisis Model Persamaan Struktural
Persamaan strukturalnya dapat dituliskan sebagai berikut. Y = γ3X1+ ξ2, pengaruh langsung (Direct Effects) X1 terhadap Y
Y = γ2X2+ ξ2, pengaruh langsung (Direct Effects) X2 terhadap Y
Y = γ2X3+ ξ2, pengaruh langsung (Direct Effects) X3 terhadap Y
Y = γ3X1 + γ2X2 + γ2X3+ ξ2, pengaruh tidak langsung (Indirect Effects) X1 terhadap Y
melalui X2 dan X3
Pengujian model dilakukan menggunakan koefisien regresi untuk variable X1, X2,
dan X3 terhadap Y melalui tabel output dari sub menu view/set. Berdasarkan hasil
perhitungan koefisien regresi (regression weight) dapat dibuat tabel output seperti disajikan
dalam tabel berikut.
Tabel 02 Model Persamaan Struktural
INT IMP HB MOT
HB IMP
.806 .761 .000 .765 .769 .000 .801 .000 .000
Tabel 03 Regression Weight Pengaruh Motivasi (X1), Intensitas Sosmed (X2), Implikasi
Sosmed (X3), Hasil Belajar (Y)
Estimate Standardize d Estimate
.E. C.R. P Keterangan
MOT< --- INT HB < --- INT IMP < --- INT MOT< --- IMP HB < --- IMP HB < --- MOT
.954 .870 .867 .899 .814 .799 .806 .765 .801 .761 .769 .763 094 094 087 098 088 087 10.103 9.281 9.912 9.141 9.292 9.198 *** *** *** *** *** *** Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan
Pada dua table di atas terlihat pengaruh langsung variable INT (intensitas sosmed)
terhadap MOT (motivasi) memiliki standardized estimate (regression weight) sebesar 0,806
dengan CR (Critical Ratio = identik dengan nilai t-hitung) sebesar 10,103 pada probability ***.
Nilai CR 10,103 > 1,96 dan probability *** (berarti lebih kecil dari 0,01) menunjukkan bahwa
pengaruh langsung variable INT (intensitas sosmed) terhadap HB (Hasil Belajar) adalah
signifikan. Sedangkan pengaruh langsung variable INT (intensitas sosmed) terhadap HB
(Hasil Belajar) memiliki standardized estimate (regression weight) sebesar 0,765 dengan CR
(Critical Ratio = identik dengan nilai t-hitung) sebesar 9,281 pada probability ***. Nilai CR
9,281 > 1,96 dan probability *** (berarti lebih kecil dari 0,01) menunjukkan bahwa pengaruh
langsung variable INT (intensitas sosmed) terhadap HB (Hasil Belajar)adalah signifikan.
memiliki standardized estimate (regression weight) sebesar 0,801 dengan CR (Critical Ratio
= identik dengan nilai t-hitung) sebesar 9,912 pada probability ***. Nilai CR 9,912 > 1,96
dan probability *** (berarti lebih kecil dari 0,01) menunjukkan bahwa pengaruh langsung
variable INT (intensitas sosmed) terhadap IMP (Implikasi Sosmed) adalah signifikan.
Pengaruh langsung variable IMP (implikasi sosmed) terhadap MOT (motivasi) memiliki
standardized estimate (regression weight) sebesar 0,761 dengan CR (Critical Ratio = identik
dengan nilai t-hitung) sebesar 9,141 pada probability ***. Nilai CR 9,141 > 1,96 dan
probability *** (berarti lebih kecil dari 0,01) menunjukkan bahwa pengaruh langsung variable
IMP (implikasi sosmed) terhadap MOT (motivasi) adalah signifikan. Pengaruh langsung
variable IMP (implikasi sosmed) terhadap HB (Hasil Belajar) memiliki standardized estimate
(regression weight) sebesar 0,769 dengan CR (Critical Ratio = identik dengan nilai t-hitung)
sebesar 9,292 pada probability ***. Nilai CR 9,292 > 1,96 dan probability *** (berarti lebih
kecil dari 0,01) menunjukkan bahwa pengaruh langsung variable IMP (implikasi sosmed)
terhadap HB (Hasil Belajar) adalah signifikan. bbPengaruh langsung variable MOT
(Motivasi) terhadap HB (Hasil Belajar) memiliki standardized estimate (regression weight)
sebesar 0,763 dengan CR (Critical Ratio = identik dengan nilai t-hitung) sebesar 9,198
pada probability ***. Nilai CR 9,198 > 1,96 dan probability *** (berarti lebih kecil dari 0,01)
menunjukkan bahwa pengaruh langsung variable MOT (Motivasi) terhadap HB (Hasil
Belajar) adalah signifikan.
4) Analisis Model Pengukuran dengan Determinasi
Koefisien Square Multiple Correlation variable Motivasi dan variable Hasil Belajar
nilainya masing-masing sebesar 0,234 dan 0,652. Menurut Ferdinand (2002) nilai Square
Multiple Correlation untuk variable Motivasi (MOT) identik dengan R2 pada SPSS sebesar
0,234, maka besarnya Determinasi adalah nilai Square Multiple Correlation untuk variabel
Motivasi kali 100% = 0,234 x 100% = 23,4%. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa
perubahan motivasi dipenagruhi oleh implikasi Sosmed sebesar 23,4%. Sedangkan sisanya,
sebesar 100%-23,4% = 76,6% perubahan Motivasi dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar
model penelitian ini. Karena nilai Square Multiple Correlation untuk variable Hasil Belajar
(identik dengan R2 pada SPSS sebesar 0,652, maka besarnya Determinasi adalah nilai
Square Multiple Correlation untuk variable Hasil Belajar kali 100% = 0,652 x 100% = 65,2%.
Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa perubahan Hasil Belajar dipengaruhi oleh
implikasi Sosmed dan Motivasi sebesar 65,2%. Sedangkan sisanya, sebasar 100%-65,2% =
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil yang telah dicapai, dapat disimpulkan sebagai berikut.
1) Faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam mempengaruhi social network
adalah kemudahan dan kenyamanan dalam mengakses internet. Kemudahan yang
dimaksud adalah akses internet mudah didapatkan. Kenyamanan yang dimaksud
adalah dengan mencari media belajar melalui social network mereka dapat sharing
antar teman dan dapat berbagi sumber atau bahan ajar kepada teman yang lain.
2) Perilaku penggunaan internet yang dilakukan oleh responden dilatarbelakangi oleh
beberapa motif tertentu, dimana motif ini mencakup motif kognitif, pengawasan
(surveillance), motif hiburan (entertaiment), motif menghabiskan waktu (passing the
time), motif melarikan diri dari kepenatan (escape) dan motif interaksisosial.
3) Tidak adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara penggunaan social network
terhadap motivasi belajar dan prestasi belajar. Ini disebabkan oleh beberapa alasan
diantaranya mahasiswa lebih memilih mencari media atau refrensi bahan ajar melalui
buku ataupun google secara langsung.
Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian, dapat diberikan saran-saran untuk
ditindaklanjuti selanjutnya yakni, diperlukan jumlah sampel yang lebih besar untuk pengujian
menggunakan analisis jalur ataupun SEM untuk mendapatkan jalur yang sesuai dengan
tingkat hubungan antar variabel.
DAFTAR PUSTAKA
Brophy, Jere. (2004). Motivating Students to Learning. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates.
Dubatar, Jalarwin. (2008). Pengaruh Media Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Pengelasan Pada Siswa Yang Berprestasi Tinggi Dan Rendah Di SMK SWASTA 1 Trisakti Laguboti - Kabupaten Toba Samosir.
Munandar, Utami. (2002). Kreativitas dan Keberbakatan : Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif dan Bakat. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Pintrich, Paul R. (2003). Motivation and Classroom Learning. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.
Rahardjo, Budi. Model Inovasi E-learning dalam Meningkatkan-Mutu Pendidikan http://pustekkom.depdiknas.go.id/index.php?pilih=hal&id=70
Sadirman A. M. (2000). Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Santrock, John W. (2007). Psikologi Pendidikan Edisi Kedua. Jakarta: Prenada Media Group.