• Tidak ada hasil yang ditemukan

KRITISI JURNAL TENTANG ANEMIA.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KRITISI JURNAL TENTANG ANEMIA.docx"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

KRITISI JURNAL TENTANG ANEMIA

KRITISI JURNAL TENTANG ANEMIA

DOSEN PEMBIMBING

DOSEN PEMBIMBING: Ns. Armi M.

: Ns. Armi M. Kep

Kep

Disusun oleh kelompok : 5 Disusun oleh kelompok : 5

Alverdo Yusufa Alverdo Yusufa Muhammad Rohman Muhammad Rohman

S1 KEPERAWATAN PROGRAM STUDI NERS (AKADEMIK) SEKOLAH

S1 KEPERAWATAN PROGRAM STUDI NERS (AKADEMIK) SEKOLAH

TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) MEDIKA CIKARANG

TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) MEDIKA CIKARANG

TAHUN 2017

TAHUN 2017

(2)

KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberi nikmat sehat baik

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberi nikmat sehat baik

secara jasmani maupun rohani dan penguasa alam yang maha esa, shalawat serta salam

secara jasmani maupun rohani dan penguasa alam yang maha esa, shalawat serta salam

senantiasa terlimpah curahkan kepada baginda alam Nabi Muhammad SAW, serta kepada

senantiasa terlimpah curahkan kepada baginda alam Nabi Muhammad SAW, serta kepada

kelua

keluarga,

rga, sahabat, tabiin

sahabat, tabiin tabi’at serta

tabi’at serta sampai kepada

sampai kepada umatnya.

umatnya. Karenanya

Karenanya kami d

kami dapat

apat

menyelesaikan tugas kelompok terstruktur mata kuliah BLOK 2.3

menyelesaikan tugas kelompok terstruktur mata kuliah BLOK 2.3

yang berjudul “

yang berjudul “KRITISI

KRITISI

JURNAL TENTANG ANEMIA

JURNAL TENTANG ANEMIA

“.

“.

Dalam penyelesaian makalah ini kami dapat mendapatkan bantuan dan bimbingan dari

Dalam penyelesaian makalah ini kami dapat mendapatkan bantuan dan bimbingan dari

 beberapa pihak

 beberapa pihak, untuk

, untuk itu melalui

itu melalui kata pengantar

kata pengantar ini kami

ini kami mengharapkan kritik

mengharapkan kritik dan saran

dan saran yang

yang

 bersifat membangun

 bersifat membangun demi kesempurnaan

demi kesempurnaan makalah ini

makalah ini baik dari

baik dari segi kata

segi kata pengantar maup

pengantar maupun isi,

un isi,

serta tidak lupa pula kami mengucapkan terima kasih kepada ibu Ns. Armi, M. Kep . Sebagai

serta tidak lupa pula kami mengucapkan terima kasih kepada ibu Ns. Armi, M. Kep . Sebagai

 bantuan dan

 bantuan dan dorongan serta

dorongan serta bimbingan yang tel

bimbingan yang telah diberikan

ah diberikan kepada kami

kepada kami dapat diterima

dapat diterima dan

dan

menjadi amal

menjadi amal sholeh

sholeh serta diterima Allah

serta diterima Allah sebagai amal kebaikan.

sebagai amal kebaikan. Semoga makalah

Semoga makalah ini

ini

 bermanfaat khususnya bagi kami dan semua p

 bermanfaat khususnya bagi kami dan semua pembaca pada umumnya.

embaca pada umumnya.

Cikarang,19 Desember 2017

Cikarang,19 Desember 2017

(3)

1.

1. KRITISI

KRITISI JURNAL

JURNAL ANEMIA

ANEMIA

A.

A. JUDUL JURNAL 1 :

JUDUL JURNAL 1 : FAKTOR-FAKTOR TERJADINYA ANEMIA PADA IBU

 FAKTOR-FAKTOR TERJADINYA ANEMIA PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRINGSEWU

PRIMIGRAVIDA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRINGSEWU LAMPUNG

LAMPUNG a.

a.

LATAR BELAKANG

LATAR BELAKANG

Sesuai dengan pernyataan jurnal di atas, Anemia dalam kehamilan adalah

Sesuai dengan pernyataan jurnal di atas, Anemia dalam kehamilan adalah

kondisi ibu dengan kadar hemoglobin (Hb) < 11 gr% pada trimester I dan III

kondisi ibu dengan kadar hemoglobin (Hb) < 11 gr% pada trimester I dan III

sedangkan pada trimester II kadar hemoglobin < 10,5 gr%.

sedangkan pada trimester II kadar hemoglobin < 10,5 gr%.

World Health

World Health

Organization

Organization

((

WHO

WHO

) pada tahun 2012, melaporkan bahwa prevalensi anemia

) pada tahun 2012, melaporkan bahwa prevalensi anemia

 pada ibu hamil

 pada ibu hamil di dunia

di dunia berkisar rata-rat

berkisar rata-rata 14%, di

a 14%, di negara industri

negara industri 56% dan di

56% dan di

negara berkembang antara 35%-75%. Penelitian ini bertujuan untuk

negara berkembang antara 35%-75%. Penelitian ini bertujuan untuk

mengetahui faktorfaktor terjadinya anemia pada ibu primigravida di wilayah

mengetahui faktorfaktor terjadinya anemia pada ibu primigravida di wilayah

kerja Puskesmas tahun 2015. Metodelogi penelitian ini menggunakan desain

kerja Puskesmas tahun 2015. Metodelogi penelitian ini menggunakan desain

Survei Analitik

Survei Analitik

dengan pendekatan

dengan pendekatan

Cross Sectional.

Cross Sectional.

Populasi dalam penelitian

Populasi dalam penelitian

ini adalah ibu hamil pertama yang berada di wilayah kerja Puskesmas

ini adalah ibu hamil pertama yang berada di wilayah kerja Puskesmas

Pringsewu sebanyak 168 orang, menggunakan tehnik sampel

Pringsewu sebanyak 168 orang, menggunakan tehnik sampel

 purposive

 purposive

 sampling.

 sampling.

Analisis menggunakan uji

Analisis menggunakan uji

Chi square

Chi square

dengan tingkat kemaknaan p

dengan tingkat kemaknaan p

< 0,05. Hasil analisis bivariat pada penelitian ini menunjukkan bahwa ada

< 0,05. Hasil analisis bivariat pada penelitian ini menunjukkan bahwa ada

hubungan antara pendidikan dengan kejadian anemia kehamilan diperoleh nilai

hubungan antara pendidikan dengan kejadian anemia kehamilan diperoleh nilai

(p= 0,03) ada hubungan antara status ekonomi dengan kejadian anemia

(p= 0,03) ada hubungan antara status ekonomi dengan kejadian anemia

kehamilan diperoleh nilai (p= 0,000) dan ada hubungan antara kepatuhan

kehamilan diperoleh nilai (p= 0,000) dan ada hubungan antara kepatuhan

onsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia kehamilan diperoleh nilai (p=

onsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia kehamilan diperoleh nilai (p=

0,000). Saran bagi Puskesmas Pringsewu adalah meningkatkan program

0,000). Saran bagi Puskesmas Pringsewu adalah meningkatkan program

 pendidikan

 pendidikan kesehatan

kesehatan terutama

terutama tentang

tentang pencegahan

pencegahan anemia

anemia kehamilan

kehamilan saat

saat

kunjungan antenatal care.

kunjungan antenatal care.

b.

b.

HASIL PENELITIAN

HASIL PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan

Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pendekatan

Crossectiona

Crossectional. Populasi yang diambil

l. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah ibu

dalam penelitian ini adalah ibu hamil di wilayah

hamil di wilayah

kerja Puskesmas Pringsewu yang berjumlah 286 orang. Jumlah sampel dalam

kerja Puskesmas Pringsewu yang berjumlah 286 orang. Jumlah sampel dalam

 penelitian

 penelitian ini

ini yaitu

yaitu 168

168 orang.

orang. Kriteria

Kriteria yang

yang diambil

diambil oleh

oleh peneliti

peneliti sebagai

sebagai sampel

sampel

dalam penelitian ini adalah : Ibu primigravida yang bersedia menjadi responden di

dalam penelitian ini adalah : Ibu primigravida yang bersedia menjadi responden di

wilayah kerja Puskesmas Pringsewu Lampung.

(4)

Pada penelitian tabel 1 tentang karakteristik ibu hamil primigravida di wilayah kerja

Pada penelitian tabel 1 tentang karakteristik ibu hamil primigravida di wilayah kerja

 puskesm

 puskesmas pringsewu lam

as pringsewu lampung. di jabarkan has

pung. di jabarkan hasil penelitian hubungan an

il penelitian hubungan antara variebel

tara variebel

independen yaitu pendidikanstatus ekonomi, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe

independen yaitu pendidikanstatus ekonomi, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe

dengan variebel dependen yaitu kejadian anemia pada ibu primigravida di wilayah

dengan variebel dependen yaitu kejadian anemia pada ibu primigravida di wilayah

kerja puskesmas pringsewu lampung.

kerja puskesmas pringsewu lampung.

Pada tabel ke 2 tentang hubungan pendidikan dengan anemia pada ibu primigravida di

Pada tabel ke 2 tentang hubungan pendidikan dengan anemia pada ibu primigravida di

wilayah kerja puskesmas pringsewu lampung, ibu hamil yang memiliki pendidikan

wilayah kerja puskesmas pringsewu lampung, ibu hamil yang memiliki pendidikan

lebih tinggi dan yang mengalami anemia sebanyak 60% sedangkan ibu yang memiliki

lebih tinggi dan yang mengalami anemia sebanyak 60% sedangkan ibu yang memiliki

 pengetahua

 pengetahuan

n rendah

rendah sebanya

sebanyak

k 80%

80% bahwasannya terbukti

bahwasannya terbukti bahwa

bahwa ada

ada hubungannya

hubungannya

antara pendidikan dan kejadian anemia pada ibu

antara pendidikan dan kejadian anemia pada ibu hamil.

hamil.

Pada tabel ke 3 Hubungan anemia dengan status ekonomi berdasarkan data hasil jurnal

Pada tabel ke 3 Hubungan anemia dengan status ekonomi berdasarkan data hasil jurnal

tersebut bahwa orang yang memiliki status ekonomi yang tinggi mengalami anemia

tersebut bahwa orang yang memiliki status ekonomi yang tinggi mengalami anemia

kehamilan 48,8% sedangkan ibu hamil yang memiliki status ekonomi rendah sebanyak

kehamilan 48,8% sedangkan ibu hamil yang memiliki status ekonomi rendah sebanyak

79,1% dan ini juga terbukti bahwa status ekonomi berpengaruh bagi ibu hamil yang

79,1% dan ini juga terbukti bahwa status ekonomi berpengaruh bagi ibu hamil yang

mengalami anemia

mengalami anemia

Pada tabel ke 4

Pada tabel ke 4 tentang hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan anemia

tentang hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan anemia

 pada

 pada ibu

ibu primigravida

primigravida,

, berdasark

berdasarkan

an data

data si

si penulis

penulis jurnal

jurnal ibu

ibu yang

yang patuh

patuh

mengkonsumsi tablet Fe lebih sedikit dari yang tidak patuh untuk mengkonsumsi

mengkonsumsi tablet Fe lebih sedikit dari yang tidak patuh untuk mengkonsumsi

tablet Fe dan ini ada hubungannya antara kepatuhan untuk mengkonsumsi tablet Fe

tablet Fe dan ini ada hubungannya antara kepatuhan untuk mengkonsumsi tablet Fe

dengan ibu yang terkena anemia.

dengan ibu yang terkena anemia.

c.

c. KESIMPULAN

KESIMPULAN

Hasil analisis bivariat pada penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara

Hasil analisis bivariat pada penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara

 pendidikan

 pendidikan dengan

dengan kejadian

kejadian anemia

anemia kehamilan

kehamilan diperoleh

diperoleh nilai (p=

nilai (p= 0,03) a

0,03) ada hubu

da hubungan

ngan

antara status ekonomi dengan kejadian anemia kehamilan diperoleh nilai (p= 0,000)

antara status ekonomi dengan kejadian anemia kehamilan diperoleh nilai (p= 0,000)

dan ada hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia

dan ada hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia

kehamilan diperoleh nilai (p= 0,000). Saran bagi Puskesmas Pringsewu adalah

kehamilan diperoleh nilai (p= 0,000). Saran bagi Puskesmas Pringsewu adalah

meningkatkan program pendidikan kesehatan terutama tentang pencegahan anemia

meningkatkan program pendidikan kesehatan terutama tentang pencegahan anemia

keham

(5)

B.

B.

JUDUL JURNAL 2 : HUBUNGAN POLA KONSUMSI DENGAN KEJADIAN ANEMIJUDUL JURNAL 2 : HUBUNGAN POLA KONSUMSI DENGAN KEJADIAN ANEMIAA PADA WANITA PRAKONSEPSI DI KECAMATAN UJUNG TANAH DAN PADA WANITA PRAKONSEPSI DI KECAMATAN UJUNG TANAH DAN KECAMATAN BIRINGKANAYA KOTA MAKASSAR

KECAMATAN BIRINGKANAYA KOTA MAKASSAR

a.

a. LATAR BELAKANG

LATAR BELAKANG

Sesuai dengan pernyataan jurnal di atas, Anemia adalah keadaan kekurangan sel darah

Sesuai dengan pernyataan jurnal di atas, Anemia adalah keadaan kekurangan sel darah

merah dibandingkan normalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah

merah dibandingkan normalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah

hubungan antara pola

hubungan antara pola konsumsi

konsumsi Dengan kejadian anem

Dengan kejadian anemia pada

ia pada wanita prakonsepsi. Jenis

wanita prakonsepsi. Jenis

 penelitian

 penelitian yang

yang Digunakan

Digunakan adalah

adalah penelitian

penelitian survei

survei analitik

analitik dengan

dengan rancangan

rancangan

cross

cross

 sectional 

 sectional 

. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan cara

. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan cara

non-random

non-random

dengan teknik

dengan teknik

 purposive

 purposive sampling

sampling

dengan jumlah sampel 64 responden. Hasil penelitian ini

dengan jumlah sampel 64 responden. Hasil penelitian ini menunjukka

menunjukkan

n

 bahwaada

 bahwaada hubungan

hubungan yang

yang signifikan a

signifikan antara

ntara frekuensi

frekuensi konsumsi

konsumsi zat be

zat besi non

si non heme

heme ((

 p

 p

=0,04)

=0,04)

dengan kejadian anemia pada wanita prakonsepsi, tidak ada hubungan yang signifikan

dengan kejadian anemia pada wanita prakonsepsi, tidak ada hubungan yang signifikan

antara frekuensi konsumsi sumber zat besi heme (

antara frekuensi konsumsi sumber zat besi heme (

 p

 p

=0,59), frekuensi konsumsi pelancar

=0,59), frekuensi konsumsi pelancar

absorbsi zat besi (

absorbsi zat besi (

 p

 p

=0,75), frekuensi konsumsi penghambat absorbsi zat besi (

=0,75), frekuensi konsumsi penghambat absorbsi zat besi (

 p

 p

=0,49)

=0,49)

dengan kejadian anemia pada wanita prakonsepsi. Disimpulkan bahwa ada hubungan

dengan kejadian anemia pada wanita prakonsepsi. Disimpulkan bahwa ada hubungan

antara frekuensi konsumsi zat besi non heme dengan kejadian anemia pada wanita

antara frekuensi konsumsi zat besi non heme dengan kejadian anemia pada wanita

 prakonsepsi,

 prakonsepsi, tidak

tidak ada

ada hubungan

hubungan antara

antara frekuensi

frekuensi konsumsi

konsumsi zat

zat besi

besi heme,

heme, frekuensi

frekuensi

 pelancar

 pelancar absorbsi z

absorbsi zat besi,

at besi, frekuensi

frekuensi pengham

penghambat absorbs

bat absorbsi zat b

i zat besi deng

esi dengan kejad

an kejadian anem

ian anemia

ia

 pada

 pada wanita

wanita prakonsep

prakonsepsi

si di

di Kecam

Kecamatan

atan Ujung

Ujung Tanah

Tanah dan

dan Kecam

Kecamatan

atan Biringkanay

Biringkanaya.

a.

Disarankan bagi wanita prakonsepsi disarankan untuk mempertahan konsumsi zat besi non

Disarankan bagi wanita prakonsepsi disarankan untuk mempertahan konsumsi zat besi non

heme.

heme.

 b.

 b. HASIL PENELITIAN

HASIL PENELITIAN

Distribusi sampel menurut karakteristik umum ibu prakonsepsi di Kecamatan Ujung

Distribusi sampel menurut karakteristik umum ibu prakonsepsi di Kecamatan Ujung

Tanah dan Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar Tahun 2013

Tanah dan Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar Tahun 2013

Pada tabel 1 distribusi responden menurut karakteristik umur wanita prakonsepsi di

Pada tabel 1 distribusi responden menurut karakteristik umur wanita prakonsepsi di

kecamatan ujung tanah dan kecamatan biring karaya dan dapat di simpulkan bahwa

kecamatan ujung tanah dan kecamatan biring karaya dan dapat di simpulkan bahwa

2013menunjukkan bahwa kelompok umur responden terbanyak adalah 18-23 tahun

2013menunjukkan bahwa kelompok umur responden terbanyak adalah 18-23 tahun

dengan jumlah 39 orang (60.9%), sedangkan yang paling sedikit berumur 30-35 tahun

dengan jumlah 39 orang (60.9%), sedangkan yang paling sedikit berumur 30-35 tahun

yaitu 6

yaitu 6 orang (9,4). Untuk jenis

orang (9,4). Untuk jenis pekerjaan, responde

pekerjaan, responden pada umumnya bekerja sebagai Ibu

n pada umumnya bekerja sebagai Ibu

Rumah Tangga (IRT) sebanyak 39 orang (60.9%), dan paling sedikit adalah buruh hanya

Rumah Tangga (IRT) sebanyak 39 orang (60.9%), dan paling sedikit adalah buruh hanya

1 orang (1,6%). Sedangkan untuk karakteristik pendidikan responden, umumnya

1 orang (1,6%). Sedangkan untuk karakteristik pendidikan responden, umumnya

 berpendidikan

 berpendidikan terakhir

terakhir SMA/MA

SMA/MA sedera

sederajat

jat yaitu

yaitu 22

22 orang

orang (34,4%)

(34,4%) dan

dan paling

paling sedikit

sedikit

adalah diploma hanya 1 orang (1,6%)

(6)

Pada tabel 2 Distribusi frekuensi berdasarkan kejadian anemia responden wanita

Pada tabel 2 Distribusi frekuensi berdasarkan kejadian anemia responden wanita

 prakonsepsi

 prakonsepsi di

di Kecam

Kecamatan

atan Ujung

Ujung Tanah

Tanah dan

dan Kecamatan

Kecamatan Biringkana

Biringkanaya

ya Kota

Kota Makassa

Makassarr

Tahun 2013menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa responden yang mengalami anemia

Tahun 2013menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa responden yang mengalami anemia

yaitu 8 orang (12.5%) sedangkan yang tidak anemia yaitu 56

yaitu 8 orang (12.5%) sedangkan yang tidak anemia yaitu 56 orang (87.5%)

orang (87.5%)

Pada tabel 3 Hubungan frekuensi konsu

Pada tabel 3 Hubungan frekuensi konsumsi bahan makanan sumber heme dengan kejadian

msi bahan makanan sumber heme dengan kejadian

anemia pada wanita prakonsepsi di Kota Makassar Tahun 2013berdasarkan hasil uji

anemia pada wanita prakonsepsi di Kota Makassar Tahun 2013berdasarkan hasil uji

chi

chi

 square

 square

dapat diketahui bahwa nilai

dapat diketahui bahwa nilai

 p

 p

=0,26, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada

=0,26, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada

hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi sumber zat besi heme dengan

hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi sumber zat besi heme dengan

kejadian anemia pada wanita prakonsepsi sehingga hipotesis nol (H0) diterima dan

kejadian anemia pada wanita prakonsepsi sehingga hipotesis nol (H0) diterima dan

hubungan frekuensi konsumsi bahan makanan sumber non heme dengan kejadian anemia

hubungan frekuensi konsumsi bahan makanan sumber non heme dengan kejadian anemia

 pada

 pada wanita rakonsepsi

wanita rakonsepsi diKota

diKota Makassa

Makassar

r Tahun

Tahun 2013

2013 berdasarka

berdasarkan

n hasil

hasil uji

uji

chi square

chi square

dapat diketahui bahawa nilai

dapat diketahui bahawa nilai

 p

 p

=0,01, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang

=0,01, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang

signifikan antara frekuensi konsumsi sumber zat besi non heme dengan kejadian anemia

signifikan antara frekuensi konsumsi sumber zat besi non heme dengan kejadian anemia

 pada

 pada wanita

wanita prakonseps

prakonsepsi

i sehingga hipot

sehingga hipotesis

esis nol

nol (H0)

(H0) ditolak.

ditolak. Pada

Pada hasil

hasil penelitian

penelitian ini

ini

menunjukkan bahwa terdapat 50 (78,1%) responden yang tidak anemia sering

menunjukkan bahwa terdapat 50 (78,1%) responden yang tidak anemia sering

mengkonsumsi jenis bahan makanan sumber zat besi non heme dan 5 responden yang

mengkonsumsi jenis bahan makanan sumber zat besi non heme dan 5 responden yang

anemia yang sering mengkonsumsi jenis bahan makanan sumber zat besi non heme

anemia yang sering mengkonsumsi jenis bahan makanan sumber zat besi non heme

(7,8%)

(7,8%)

Pada tabel ke 4 Hubungan frekuensi konsumsi bahan makanan pelancar absorbsi zat besi

Pada tabel ke 4 Hubungan frekuensi konsumsi bahan makanan pelancar absorbsi zat besi

dengan kejadian anemia pada wanita prakonsepsi di Kota Makassar Tahun 2013

dengan kejadian anemia pada wanita prakonsepsi di Kota Makassar Tahun 2013

 berdasark

 berdasarkan

an hasil

hasil uji

uji

chi square

chi square

dapat diketahui bahawa nilai

dapat diketahui bahawa nilai

 p

 p

=0,62, maka dapat

=0,62, maka dapat

disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi

disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi

 pelancar

 pelancar absorbsi

absorbsi zat

zat besi

besi dengan

dengan kejadian

kejadian anemia

anemia pada

pada wanita

wanita prakonsepsi

prakonsepsi sehingga

sehingga

hipotesis nol (H0) diterima dan hubungan frekuensi konsumsi bahan makanan

hipotesis nol (H0) diterima dan hubungan frekuensi konsumsi bahan makanan

 pengham

 penghambat absorbsi

bat absorbsi zat besi dengan kejadian

zat besi dengan kejadian anemia pada wanita prakonsepsi di

anemia pada wanita prakonsepsi di Kota

Kota

Makassar Tahun 2013 berdasarkan hasil uji

Makassar Tahun 2013 berdasarkan hasil uji

chi square

chi square

dapat diketahui bahawa nilai

dapat diketahui bahawa nilai

 p

 p

=0,68, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara

=0,68, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara

frekuensi konsumsi penghambat absorbsi zat besi dengan kejadian anemia pada wanita

frekuensi konsumsi penghambat absorbsi zat besi dengan kejadian anemia pada wanita

 prakonsepsi s

 prakonsepsi sehingga hipotes

ehingga hipotesis nol (H0) diterim

is nol (H0) diterimaa

c.

c. KESIMPULAN

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian penulis jurnal adalah yang dilakukan pada ibu

Berdasarkan hasil penelitian penulis jurnal adalah yang dilakukan pada ibu

 prakonsepsi men

 prakonsepsi mengenai hub

genai hubungan pola

ungan pola konsumsi d

konsumsi dengan kejad

engan kejadian anemia

ian anemia maka dapa

maka dapatt

ditarik kesimpulan bahwa tidak ada hubungan antara frekuensi konsumsi zat besi

ditarik kesimpulan bahwa tidak ada hubungan antara frekuensi konsumsi zat besi

(7)

heme dengan kejadian anemia pada wanita

heme dengan kejadian anemia pada wanita prakonsepsi di Kecamatan Ujung Tanah

prakonsepsi di Kecamatan Ujung Tanah

dan Kecamatan Biringkanaya kota Makassar tahun 2013. Ada hubungan antara

dan Kecamatan Biringkanaya kota Makassar tahun 2013. Ada hubungan antara

frekuensi konsumsi zat besi non heme dengan kejadian anemia pada wanita

frekuensi konsumsi zat besi non heme dengan kejadian anemia pada wanita

 prakonsepsi

 prakonsepsi di

di Kecamatan

Kecamatan Ujung

Ujung Tanah

Tanah dan

dan Kecamatan

Kecamatan Biringkanaya

Biringkanaya kota M

kota Makassar

akassar

tahun 2013. Tidak ada

tahun 2013. Tidak ada hubungan antara frekuensi konsumsi zat pelancar absorbsi zat

hubungan antara frekuensi konsumsi zat pelancar absorbsi zat

 besi

 besi dengan kejadian

dengan kejadian anemia pada

anemia pada wanita

wanita prakonsepsi di

prakonsepsi di Kecamatan Ujung

Kecamatan Ujung Tanah

Tanah

dan Kecamatan Biringkanaya kota Makassar tahun 2013 dan tidak ada hubungan

dan Kecamatan Biringkanaya kota Makassar tahun 2013 dan tidak ada hubungan

antra frekuensi konsumsi zat penghambat absorbsi zat besi dengan kejadian anemia

antra frekuensi konsumsi zat penghambat absorbsi zat besi dengan kejadian anemia

 pada wanita

 pada wanita prakonsepsi di

prakonsepsi di Kecamatan Ujung Tanah

Kecamatan Ujung Tanah dan Kecamatan

dan Kecamatan Biringkanaya

Biringkanaya

kota Makassar tahun 2013.

kota Makassar tahun 2013.

C.

C.

JUDUL JURNAL 3 : FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN

JUDUL JURNAL 3 : FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN

ANEMIA GIZI PADA

ANEMIA GIZI PADA IBU HAMIL

IBU HAMIL DI PUSKESMAS

DI PUSKESMAS JALAKSANA KUNINGAN

JALAKSANA KUNINGAN

TAHUN 2010

TAHUN 2010

a.

a. LATAR BELAKANG

LATAR BELAKANG

Pada jurnal tersebut penulis menjelaskan bahaya anemia bagi masyarakat

Pada jurnal tersebut penulis menjelaskan bahaya anemia bagi masyarakat

terutama masyarakat di usia produktif seperti pada usia 20-35 tahun. Pada usia

terutama masyarakat di usia produktif seperti pada usia 20-35 tahun. Pada usia

tersebut penulis menejelaskan bahaya anemia pada ibu hamil yang masih

tersebut penulis menejelaskan bahaya anemia pada ibu hamil yang masih

 produktif dan masyarakat

 produktif dan masyarakat yang tidak produktif lagi

yang tidak produktif lagi untuk hamil. Anemia

untuk hamil. Anemia sangat

sangat

 berbahaya pada ibu hamil di karenakan ibu hamil kekurangan zat

 berbahaya pada ibu hamil di karenakan ibu hamil kekurangan zat besi dan kadar

besi dan kadar

hemoglobin (Hb). Jurnal ini juga menjelaskan peneliti

hemoglobin (Hb). Jurnal ini juga menjelaskan peneliti an pada ibu hamil dan usia

an pada ibu hamil dan usia

 produktif

 produktif oleh

oleh UPTD

UPTD Puskesmas,dan

Puskesmas,dan perbandingan

perbandingan kehamilan

kehamilan bila

bila melahirkan

melahirkan

dari awal kehamilan hingga melahirkan bila terkena anemia yang berdampak

dari awal kehamilan hingga melahirkan bila terkena anemia yang berdampak

 pada kematian.

 pada kematian.

Hasil penelitian pada jurnal tersebut menjelaskan bahwa anemia adalah

Hasil penelitian pada jurnal tersebut menjelaskan bahwa anemia adalah

masalah kesehatan utama pada ibu hamil akibat kekurangan energi. Pada jurnal

masalah kesehatan utama pada ibu hamil akibat kekurangan energi. Pada jurnal

tersebut penulis membandingkan hasil penelitiannya yang di dapat akibat

tersebut penulis membandingkan hasil penelitiannya yang di dapat akibat

kekurangan gizi. Masayarakat harus mengetahui baha

kekurangan gizi. Masayarakat harus mengetahui bahaya anemia bila kekurangan

ya anemia bila kekurangan

gizi akibat makanan yang di konsumsi tidak memenuhi kebutuhan gizi.

gizi akibat makanan yang di konsumsi tidak memenuhi kebutuhan gizi.

Penulis juga membandingkan penelitiannya dari hasil survey yang di dapat

Penulis juga membandingkan penelitiannya dari hasil survey yang di dapat

dengan hasil survey sebelumnya. Untuk mengetahui perbandingan penelitian

dengan hasil survey sebelumnya. Untuk mengetahui perbandingan penelitian

dengan sebelumnya penulis juga melakukan pendataan dengan cara melakukan

dengan sebelumnya penulis juga melakukan pendataan dengan cara melakukan

 penyuluhan terhadap ibu ham

(8)

 b.

 b. HASIL PENELITIAN

HASIL PENELITIAN

Seharusnya penulis menjelaskan penelitian nya secara spesifik,supaya penelitian

Seharusnya penulis menjelaskan penelitian nya secara spesifik,supaya penelitian

tersebut bisa di pahami dengan jelas.

tersebut bisa di pahami dengan jelas. Penelitian yang dilakukan penulis kurang begitu

Penelitian yang dilakukan penulis kurang begitu

spesifik,seperti tidak adanya penjelasan mengenai kata-kata

spesifik,seperti tidak adanya penjelasan mengenai kata-kata gravinda dan paritas gizi.

gravinda dan paritas gizi.

Dengan adanya kata-kata yang tidak di jelaskan secara spesifik oleh si penulis,oleh

Dengan adanya kata-kata yang tidak di jelaskan secara spesifik oleh si penulis,oleh

sebab itu seharusnya si penulis jurnal menjelaskan terlebih dahulu makna atau

sebab itu seharusnya si penulis jurnal menjelaskan terlebih dahulu makna atau

 pengertian penelitiany

 pengertian penelitianya.

a.

Pada dasarnya penelitian tersebut tidak menjelaskan hasil penelitiannya secara

Pada dasarnya penelitian tersebut tidak menjelaskan hasil penelitiannya secara

spesifik,oleh sebab itu seharusnya penulis menjelaskan secara spesifik maupun

spesifik,oleh sebab itu seharusnya penulis menjelaskan secara spesifik maupun

singkat agar dapat di pahami. Tabel yang di jelaskan pada jurnal tersebut tidak di

singkat agar dapat di pahami. Tabel yang di jelaskan pada jurnal tersebut tidak di

spesifik karena hanya menjelaskan nilai yang tidak di jelaskan secara spesifik.

spesifik karena hanya menjelaskan nilai yang tidak di jelaskan secara spesifik.

c.

c. KESIMPULAN

KESIMPULAN

Pada saat ini masyarakat kurang mengetahui bahaya dari anemia apabila

Pada saat ini masyarakat kurang mengetahui bahaya dari anemia apabila

kekurangan gizi, hasil penelitian yang di lakukan oleh UPTD Puskesmas

kekurangan gizi, hasil penelitian yang di lakukan oleh UPTD Puskesmas

mensurvey bahwa masih banyak masyarakat produktif

mensurvey bahwa masih banyak masyarakat produktif maupun masyarakat yang

maupun masyarakat yang

non produktif yang kekurangan gizi akibat ketidaktahuannya. Maka dari it

non produktif yang kekurangan gizi akibat ketidaktahuannya. Maka dari it u

u

Puskesmas setempat harus memberi penyuluhan kesehatan pada masyarakat

Puskesmas setempat harus memberi penyuluhan kesehatan pada masyarakat

sekitar, supaya masyarakat sekitar mengetahui pola hidup sehat.

sekitar, supaya masyarakat sekitar mengetahui pola hidup sehat.

D.

D.

JUDUL JURNAL 4 : STRATEGI DALAM PENANGGULANGAN PE

JUDUL JURNAL 4 : STRATEGI DALAM PENANGGULANGAN PENCEGAHAN

NCEGAHAN

ANEMIA PADA KEHAMILAN

ANEMIA PADA KEHAMILAN

a.

a. LATAR BELAKANG

LATAR BELAKANG

Untuk mengetahui bahaya anemia pada ibu hamil,maka kita harus mengetahui terlebih

Untuk mengetahui bahaya anemia pada ibu hamil,maka kita harus mengetahui terlebih

dahulu penyebab kenapa anemia bisa terjadi pada ibu hamil. Jurnal ini menjelaskan

dahulu penyebab kenapa anemia bisa terjadi pada ibu hamil. Jurnal ini menjelaskan

cara penanggulangan dan pencegahan anemia pada kehamilan yang di sebablan

cara penanggulangan dan pencegahan anemia pada kehamilan yang di sebablan

kekurangan zat besi atau kurang nya kadar hemoglobin (Hb) dalam tubuh yang di

kekurangan zat besi atau kurang nya kadar hemoglobin (Hb) dalam tubuh yang di

akibatkan kurang makanan yang bergizi serta ketidakmampuan atau minimnya

akibatkan kurang makanan yang bergizi serta ketidakmampuan atau minimnya

kemampuan ekonomi.

kemampuan ekonomi.

Bahaya akibat anemia yang di jelaskan pada jurnal ini di akibatkan kurang makanan

Bahaya akibat anemia yang di jelaskan pada jurnal ini di akibatkan kurang makanan

yang bergizi serta ketidaktahuan ibu hamil pentingnya mengkonsumsi makanan bergizi

yang bergizi serta ketidaktahuan ibu hamil pentingnya mengkonsumsi makanan bergizi

untuk anak yang di kandungnya,agar ibu hamil serta anak yang di kandungnya bisa

untuk anak yang di kandungnya,agar ibu hamil serta anak yang di kandungnya bisa

sehat dan tidak kekurangan vitamin terutama zat besi yang mengakibatkan anemia.

sehat dan tidak kekurangan vitamin terutama zat besi yang mengakibatkan anemia.

(9)

 b.

 b. HASIL PENELITIAN

HASIL PENELITIAN

Menurut kami penulis sebaiknya mengetahui terlebih dahulu bagaimana ibu hamil bisa

Menurut kami penulis sebaiknya mengetahui terlebih dahulu bagaimana ibu hamil bisa

mengalami anemia,jurnal tersebut hanya menjelaskan akibat ibu hamil kekurangan

mengalami anemia,jurnal tersebut hanya menjelaskan akibat ibu hamil kekurangan

anemia di karenakan minimnya perekonomian yang berakibat makanan yang bergizi

anemia di karenakan minimnya perekonomian yang berakibat makanan yang bergizi

tidak bisa di konsumsi. Pada jurnal ini penulis tidak menjelaskan makanan apa saja

tidak bisa di konsumsi. Pada jurnal ini penulis tidak menjelaskan makanan apa saja

yang mengandung zat besi,si penulis hanya menjelaskan vitamin-vitamin yang harus

yang mengandung zat besi,si penulis hanya menjelaskan vitamin-vitamin yang harus

terpenuhi ketika ibu hamil. Jurnal tersebut tidak menjelaskan makanan yang boleh di

terpenuhi ketika ibu hamil. Jurnal tersebut tidak menjelaskan makanan yang boleh di

makan dan yang oleh di makan untuk ibu hamil,seharusnya penulis memberitahu

makan dan yang oleh di makan untuk ibu hamil,seharusnya penulis memberitahu

makanan atau sayuran yang mengandung zat besi supaya ibu hamil mengetahui

makanan atau sayuran yang mengandung zat besi supaya ibu hamil mengetahui

jenis- jenis mak

 jenis makanan yan

anan yang bo

g boleh di

leh di makan d

makan dan y

an yang tidak

ang tidak boleh d

boleh dimakan,agar

imakan,agar ibu ha

ibu hamil dapat

mil dapat

memahami jenis dan vitamin yang pada makanan yang mengandung zat besi.

memahami jenis dan vitamin yang pada makanan yang mengandung zat besi.

Dalam upaya penanggulangan pada anemia,sipenulis hanya menjelaskan bagaimana

Dalam upaya penanggulangan pada anemia,sipenulis hanya menjelaskan bagaimana

 pemerintah merencanakan meminu

 pemerintah merencanakan meminum suplementasi zat besi. Sebaiknya si penulis pada

m suplementasi zat besi. Sebaiknya si penulis pada

 jurnal ini

 jurnal ini mengetahui p

mengetahui penanggulangan

enanggulangan anemia itu

anemia itu sendiri,tidak d

sendiri,tidak dengan cara

engan cara pemerintah

pemerintah

yang merencanakan meminum suplementasi zat besi. Sebaiknya penulis mengetahui

yang merencanakan meminum suplementasi zat besi. Sebaiknya penulis mengetahui

 bahaya atau

 bahaya atau tidak apabila

tidak apabila ibu

ibu hamil

hamil selalu mengkonsumsi

selalu mengkonsumsi suplementasi zat

suplementasi zat besi,agar

besi,agar

ibu hamil tidak selalu mengkonsumsi suplmentasi zat besi yang bisa berakibat pada

ibu hamil tidak selalu mengkonsumsi suplmentasi zat besi yang bisa berakibat pada

anak yang di kandungnya.

anak yang di kandungnya.

Jurnal tersebut seharusnya menjelaskan makanan yang bisa di

Jurnal tersebut seharusnya menjelaskan makanan yang bisa di makan oleh masyarakat

makan oleh masyarakat

atau ibu hamil yang perekonomian kurang untuk membeli makanan yang bergizi seperti

atau ibu hamil yang perekonomian kurang untuk membeli makanan yang bergizi seperti

sayuran atau buah-buahan mengandung zat besi yang bisa di beli masyarakat yang

sayuran atau buah-buahan mengandung zat besi yang bisa di beli masyarakat yang

 perekonomianny

 perekonomiannya kurang mampu,agar bisa membeli buah dan sayuran yang murah di

a kurang mampu,agar bisa membeli buah dan sayuran yang murah di

lingkungan sekitar mereka.

lingkungan sekitar mereka.

c.

c. KESIMPULAN

KESIMPULAN

Pada ibu hamil,sebaiknya selalu mengkonsumsi makanan yang bergizi agar bayi

Pada ibu hamil,sebaiknya selalu mengkonsumsi makanan yang bergizi agar bayi yang

yang

di kandung sehat ketika melahirkan. Agar ibu dan bayi sehat maka di wajibkan untuk

di kandung sehat ketika melahirkan. Agar ibu dan bayi sehat maka di wajibkan untuk

ibu hamil makan yang bergizi,makanan tersebut tidak selalu mahal seperti

ibu hamil makan yang bergizi,makanan tersebut tidak selalu mahal seperti

buah- buhan,makan-makan

 buhan,makan-makan murah

murah seperti

seperti sayuran

sayuran yang

yang mengandung

mengandung zat

zat besi

besi harus

harus

dikonsumsi ibu hamil,agar bayi dan ibu terhindar dari bahaya anemia.

(10)

E.

E.

JUDUL JURNAL 5 :

JUDUL JURNAL 5 : Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Ditinjau dari Paritas dan

Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Ditinjau dari Paritas dan

Usia

Usia

a.

a. LATAR BELAKANG

LATAR BELAKANG

Pada jurnal tersebut terlulis bahwa

Pada jurnal tersebut terlulis bahwa

Anemia merupakan masalah kesehatan

Anemia merupakan masalah kesehatan

masyarakat terbesar di dunia terutama bagi kelompok wanita usia reproduksi

masyarakat terbesar di dunia terutama bagi kelompok wanita usia reproduksi

(WUS). Menurut WHO secara global prevalensi anemia pada ibu hamil di seluruh

(WUS). Menurut WHO secara global prevalensi anemia pada ibu hamil di seluruh

dunia adalah sebesar 41, 8 %. Salah satu penyebab anemia pada kehamilan yaitu

dunia adalah sebesar 41, 8 %. Salah satu penyebab anemia pada kehamilan yaitu

 paritas

 paritas dan

dan umur

umur ibu.

ibu. Penelitian

Penelitian ini

ini menggunakan

menggunakan metode

metode analitik

analitik dengan

dengan

 pendekatan cross sectional.

 pendekatan cross sectional.

 b.

 b. HASIL PENELITIAN

HASIL PENELITIAN

Metode penulisan jurnal si penulis dengan menggunakan survey analitik dengan

Metode penulisan jurnal si penulis dengan menggunakan survey analitik dengan

 pendekatan cross sectional

 pendekatan cross sectional

Pada tabel yang di tunjukan oleh penulis jurnal distribusi frekuensi variebel

Pada tabel yang di tunjukan oleh penulis jurnal distribusi frekuensi variebel

 penelitian

 penelitian menunjukan

menunjukan bahwa

bahwa respon

respon ibu

ibu hamil

hamil yang

yang terkena

terkena anemia

anemia ada

ada

hubungannya dengan umur, hubungan paritas dengan kejadian anemia pada ibu

hubungannya dengan umur, hubungan paritas dengan kejadian anemia pada ibu

hamil juga ada kaitannya dengan hubungan umur dengan ibu hamil yang terkena

hamil juga ada kaitannya dengan hubungan umur dengan ibu hamil yang terkena

anemia, dan menurut hasil dari penelitian bahwa umur yang lebih beresiko lebih

anemia, dan menurut hasil dari penelitian bahwa umur yang lebih beresiko lebih

 banyak terkena anemia

 banyak terkena anemia

c.

c. KESIMPULAN

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian tentang karekteristik ibu hamil ditinjau dengan

Berdasarkan hasil penelitian tentang karekteristik ibu hamil ditinjau dengan

kejadian anemia di Wilayah Kerja UPTD Pusesmas Tanjung Agung pada Tahun

kejadian anemia di Wilayah Kerja UPTD Pusesmas Tanjung Agung pada Tahun

2017 disimpulkan adanya hubungan antara umur pada ibu hamil yang terkena

2017 disimpulkan adanya hubungan antara umur pada ibu hamil yang terkena

Anemia.

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Chi Square diketahui bahwa nilai p = 0,001 ≤ 0,050 sehingga dapat disimpulkan bahwa, ada hubungan antara kebersihan individu

Tidak adanya hubungan antara dua variabel ditunjukan dari hasil uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh nilai p=0,505 karena nilai p&gt;0,05 maka

Dari nilai P value yang lebih kecil dari nilai α (p&lt;0.05) maka H 0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan

Hasil uji chi square menunjukkan p sebesar 0,62 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho diterima yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara

Hasil analisis Chi- Square (X 2 ) diketahui bahwa nilai chi- square hitung sebesar 4,461 dengan nilai probabilitas 0,035 (p value &lt; 0,05), artinya ada hubungan Dari

Hasil análisis statistik dengan uji Chi-Square didapatkan nilai p = 0.005 ( p &lt;0,05) dan menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara motivasi dengan tingkat

Dari hasil analisis didapatkan bahwa nilai significancy p sebesar 0,027 karena nilai p &lt; 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna

Hasil uji chi square didapatkan nilai P value 0.00, yang berarti nilai P value lebih kecil dari nilai alpha (0.05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat