• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penentuan Strategi Dan Rute Distribusi Compressed Natural Gas Untuk Meminimasi Waktu Di Pt. Excelsior Strategy Mandiri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penentuan Strategi Dan Rute Distribusi Compressed Natural Gas Untuk Meminimasi Waktu Di Pt. Excelsior Strategy Mandiri"

Copied!
84
0
0

Teks penuh

(1)PENENTUAN STRATEGI DAN RUTE DISTRIBUSI COMPRESSED NATURAL GAS UNTUK MEMINIMASI WAKTU DI PT. EXCELSIOR STRATEGY MANDIRI. SKRIPSI TEKNIK INDUSTRI Diajukan untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Teknik. ASMA AMALIA ABDULGANI NIM. 125060700111081. UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS TEKNIK MALANG 2017.

(2)

(3)

(4) RINGKASAN Asma Amalia Abdul Gani, Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Oktober 2017, Penentuan Strategi dan Rute Distribusi Compressed Natural Gas untuk Meminimasi Waktu, Dosen Pembimbing: Ceria Farela Mada Tantrika dan Ratih Ardia Sari PT Excelsior Strategy Mandiri merupakan produsen CNG (Compressed Natural Gas) yang memasok kebutuhan CNG di Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas PT. PLN Batam. Setiap harinya CNG dikirimkan ke PLTMG Tokojo dan PLTMG Kijang yang digunakan untuk bahan bakar alternatif. Karena menggunakan transportasi laut, arus pasang dan surut yang ekstrim dapat terjadi dan akan menyebabkan kapal yang mengangkut tube skid bermuatan CNG tidak dapat merapat ke pelabuhan untuk bongkar muat, dan fasilitas pelabuhan yang digunakan tidak didesain khusus untuk transportasi CNG. Akibatnya distribusi CNG dapat terhambat dan menyebabkan pasokan CNG terlambat. Perusahaan telah memiliki rute yang saat ini digunakan dan alternatif rute namun belum ada analisis pemilihan rute. Tujuan penelitian ini, dapat meminimasi waktu tempuh, meminimasi jarak tempuh, meminimasi biaya pengiriman CNG. Selain itu, tujuan penelitian ini untuk menghitung unit cost 1 MMBTU.km. Penelitian ini menggunakan simulasi Monte Carlo dengan strategi distribusi direct shipment dan penyimpanan sementara. Simulasi Monte Carlo digunakan untuk menggambarkan distribusi waktu pengiriman dengan pendekatan distribusi probabilitas. Arus pasang surut merupakan kejadian probabilistik karena terdapat unsur alam yang sulit diprediksi. Sehingga dengan menggunakan simulasi Monte Carlo, rentang waktu pengiriman dapat diketahui. Selain itu jarak tempuh, biaya transportasi, dan unit cost 1MMBTU.km akan dihitung dan dibandingkan sehingga dapat diketahui rute mana yang akan dipilih. Hasil penelitian ini, faktor yang digunakan dalam menentukan rute dan strategi distribusi CNG PT. Excelsior Strategy Mandiri adalah waktu, jarak, dan biaya distribusi. Waktu menjadi faktor utama dalam pemilihan rute dan strategi untuk menghindari keterlambatan pengiriman. Rute dan strategi distribusi saat ini menggunakan strategi direct shipment dan membutuhkan waktu tempuh yang berada pada interval 15 jam 10 menit dan 18 jam 34 menit, jarak tempuh 95,43km dan biaya total distribusi sebesar Rp 20.340.435 Sedangkan rute dan strategi distribusi rekomendasi menggunakan strategi penyimpanan sementara dengan waktu pengiriman, jarak tempuh, dan biaya distribusi terkecil. Dengan waktu tempuh berada pada interval 10 jam 58 menit dan 15 jam 46 menit, jarak tempuh total adalah 60,35 km, dan biaya total distribusi sebesar Rp17.086.337. Unit cost pada strategi direct shipment adalah Rp0,0305/MMBTU.km. Sedangkan unit cost strategi penyimpanan sementara lebih kecil yaitu Rp0,0257/MMBTU.km. Oleh karena itu, rute dengan strategi penyimpanan sementara dapat digunakan PT. Excelsior Strategy Kata Kunci: Strategi Distribusi, Simulasi Monte Carlo, Transportasi Laut.

(5) SUMMARY Asma Amalia Abdul Gani, Departement of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya, October 2017, Determination of Compressed Natural Gas Distribution Strategy and Route to Minimize Time, Supervisors: Ceria Farela Mada Tantrika and Ratih Ardia Sari. PT. Excelsior Strategy Mandiri is a manufacturer of CNG (Compressed Natural Gas) that supplies the needs of CNG for Gas Engine Power Plant (PLTMG) PT. PLN Batam. CNG is delivered to PLTMG Tokojo and PLTMG Kijang to be used for alternative fuel. Because of sea transport, tidal flow can occur and will cause the vessels that carry skid tubes unable to dock to ports for loading and unloading, and the port facilities are not specifically designed for CNG transportation. As a result, the CNG distribution may be hampered, CNG supply are delayed. The company already has the route currently used and alternative route, but there is no analysis of route determination. The purposes of this study are to minimize deliery time, minimize mileage, and minimize distribution cost. Other than that, it is used for the calculation of unit cost 1 MMBTU.km. This research used Monte Carlo simulation with direct shipment and temporary storage distribution strategy. Monte Carlo simulation is used to describe the distribution of delivery time by probability distribution approach. Tidal flow are probabilistic events that contain natural elements and cannot easily be predicted. So, by using Monte Carlo simulation, the delivery time range can be known. And also mileage, distribution cost and unit cost 1MMBTU.km will be calculated and compared so the best route can be determined. The results of this study, factors that used in determining the route and distribution strategy CNG are time, distance, and distribution costs. Time becomes a major factor in route selection and strategy to avoid delays in delivery. Current routes and distribution strategies use direct shipment strategies and require delivery time at intervals of 15 hours 10 minutes and 18 hours 34 minutes, the total mileage is 95.43km and total distribution cost is Rp 20.340.435. While the recommended route used temporary storage strategy with smallest delivery time, mileage, and distribution cost. Delivery time is at intervals of 10 hours 58 minutes and 15 hours 46 minutes, the total mileage is 60.35km, and total distribution cost is Rp17.086.337. The unit cost of direct shipment strategy is Rp0,0305/MMBTU.km. While the unit cost of temporary storage strategy is Rp0,0257/MMBTU.km. Therefore, temporary storage strategy can be used by PT. Excelsior Strategy Mandiri. Key Words: Distribution Strategy, Monte Carlo Simulation, Water Transportation.

(6) KATA PENGANTAR Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Penentuan Strategi dan Rute Distribusi Compressed Natural Gas untuk Meminimasi Waktu” di PT. Excelcior Strategy Mandiri. Skripsi ini disusun sebagai salah satu persyaratan untuk menyelesaikan studi dan memperoleh gelar sarjana Strata Satu (S-1) di Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Dalam penyusunan skripsi ini tentu banyak hambatan-hambatan tersebut dapat teratasi. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada: 1.. Bapak Ishardita Pambudi Tama, ST., MT., Ph.D. selaku Ketua Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya.. 2.. Bapak Arif Rahman ST., MT. selaku Sekertaris Jurusan Teknik Industri. 3.. Bapak, Ir. Purnomo Budi Santoso, M.Sc., Ph.D. Selaku dosen pembimbing akademik selama menempuh masa studi di Jurusan Teknik Industri.. 4.. Ibu Ceria Farela Mada Tantrika, ST., MT. selaku Dosen Pembimbing I Skripsi, atas waktu, petunjuk, dan motivasi selama menjalani seluruh rangkaian proses hingga saat ini. Terimakasih atas waktu yang telah diberikan untuk membimbing penulis dan memberikan masukan dan solusi ketika penulis membutuhkan bimbingan. Terimakasih telah menjadi guru yang baik bagi penulis.. 5.. Ibu Ratih Ardia Sari ST., MT. selaku Dosen Pembimbing II Skripsi, atas waktu, petunjuk, dan motivasi selama menjalani rangkaian proses hingga saat ini. Terimakasih atas waktu yang telah diberikan untuk membimbing penulis dan memberikan masukan dan saran bagi penulis yang sangat berguna dalam pengerjaan skripsi ini.. 6.. Bapak dan Ibu Dosen Pengamat/Penguji pada seminar proposal, seminar hasil, dan ujian komprehensif atas kritik dan sarannya, serta keseluruhan dosen dan karyawan Teknik Industri atas bantuan dan Ilmu yang telah diberikan kepada penulis.. 7.. Bapak dan Ibu jajaran staff dan manajemen PT. Excelcior Strategy Mandiri khususnya Bapak Yuzar Akifin selaku pembimbing yang telah membantu dan memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian di perusahaan.. 8.. Bapak Pramadi Abdulgani dan Ibu Novayanti Chair selaku orang tua penulis yang selalu memberikan motivasi baik moral dan materi yang diberikan selama ini sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini. Terimakasih atas doa-doa yang tidak pernah putus dan kasih sayang yang belum bisa terbalaskan hingga saat ini. i.

(7) 9.. Uda Rifqi Rabbani yang selalu menanyakan progres skripsi dan mendorong penulis untuk menyelesaikan penelitian ini. Terimakasih sudah mengantar jemput penulis ke bandara mulai dari semester pertama sampai saat ini.. 10. Adik Yasmine Qurrataayyun yang selalu menanyakan kabar dan menyemangati penulis. 11. Ivan Raymonsyah yang selalu mendengarkan keluh kesah dan menyemangati penulis mulai dari mencari perusahaan sampai dengan penelitian selesai. Terimakasih atas waktu yang telah diluangkan untuk menemani penulis dan masukan yang telah diberikan. 12. Keluarga besar Ismail Abdulgani dan Nur Agam yang selalu mendoakan agar dilancarkan dalam penyelesaian skripsi ini. 13. Teman-teman RF dan Sci-Fi yang selalu menyemangati dan mendoakan penulis. Walaupun jarak memisahkan tapi terimakasih sudah selalu ada dan menjadi pendengar yang baik bagi penulis. 14. JKRS, teman-teman tercinta senasib dan sepenanggungan selama masa perkuliahan Ijah, Mamih, Chika, Ninis, Dina, Yeye, Grace, Mira, Diah, Intan, Vicky, Julio, Budi, Ares, Andi, Icang, Emir, Dito, Yusuf, Faikar, Fiqar, Andy, Raid, dan Ivan. Terimakasih sudah menemani penulis dan terimakasih atas pengalaman menyenangkan selama ini. 15. SST 26, Sinta, Diah, Raras, Farah, Mbak Astor, Tile, Kibeh yang selalu ada dan menemani dari pagi hingga pagi lagi. 16. STEEL ’12, teman-teman angkatan seperjuangan penulis selama masa perkuliahan, terimakasih atas kekeluargaan, kekompakan dan pengalamannya. 17. Mbak Uzlifatul Jannah yang selalu berjasa di tengah-tengah kesibukan penulis untuk mengejar deadline. Terimakasih atas ilmu-ilmu yang sangat berguna bagi penulis dalam pengerjaan skripsi. 18. Semua pihak yang membantu penyusunan skripsi ini yang tidak dapat di sebutkan satu persatu. Penulis menyadari bahwa dalam pengerjaan skripsi ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca sangat diharapkan penulis untuk perbaikan penyusunan laporan berikutnya. Semoga laporan ini bermanfaat bagi pembaca. Malang, Desember 2017. Penulis ii.

(8) DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR .......................................................................................................... i DAFTAR ISI ....................................................................................................................... iii DAFTAR TABEL .............................................................................................................. vii DAFTAR GAMBAR .......................................................................................................... ix DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................................... xi RINGKASAN .................................................................................................................... xiii SUMMARY ........................................................................................................................ xv BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang ............................................................................................................... 1 1.2 Identifikasi Masalah ....................................................................................................... 5 1.3 Rumusan Masalah .......................................................................................................... 5 1.4 Tujuan Penelitian ............................................................................................................ 6 1.5 Manfaat Penelitian .......................................................................................................... 6 1.6 Batasan Masalah ............................................................................................................. 6 1.7 Asumsi ............................................................................................................................ 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................................... 7 2.1 Penelitian Terdahulu ....................................................................................................... 7 2.2 Manajemen Rantai Pasok .............................................................................................. 8 2.2.1 Definisi Manajemen Rantai Pasok ........................................................................ 8 2.2.2 Pentingnya Manajemen Rantai Pasok ................................................................... 9 2.3 Logistik ........................................................................................................................... 9 2.4 Manajemen Distribusi Dan Transportasi ...................................................................... 10 2.4.1 Strategi Dasar Distribusi ..................................................................................... 10 2.5 Model Jaringan ............................................................................................................. 11 2.5.1 Komponen Jaringan Kerja .................................................................................. 12 2.5.2 Masalah Lintasan Terpendek .............................................................................. 12 2.6 Simulasi Monte Carlo ................................................................................................... 13 2.7 Penentuan Jumlah Replikasi ......................................................................................... 15 2.8 Biaya Transportasi ........................................................................................................ 16. iii.

(9) BAB III METODOLOGI PENELITIAN ........................................................................ 17 3.1 Jenis Penelitian ............................................................................................................. 17 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ...................................................................................... 17 3.3 Prosedur Penelitian ....................................................................................................... 17 3.4 Diagram Alir Penelitian ............................................................................................... 19 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ........................................................................... 21 4.1 Profil Perusahaan .......................................................................................................... 21 4.1.1 Gambaran Umum dan Sejarah PT. Exelcior Strategy Mandiri ........................... 21 4.1.2 Visi dan Misi Perusahaan .................................................................................... 21 4.1.3 Standar Etika Bisnis ............................................................................................ 22 4.1.4 Struktur Organisasi PT. Exelcior Strategy Mandiri ............................................ 22 4.2 Pengumpulan Data ....................................................................................................... 23 4.3 Pengolahan Data ........................................................................................................... 27 4.3.1 Pembangkitan Skenario Simulasi Waktu Distribusi ........................................... 27 4.3.2 Pengujian Distribusi Data Waktu ........................................................................ 27 4.3.3 Pembangkitan Bilangan Acak Waktu Distribusi ................................................. 28 4.3.3.1 Pembangkitan Bilangan Acak Waktu Distribusi Pelabuhan-Dompak .. 28 4.3.3.2 Pembangkitan Bilangan Acak Waktu Distribusi Pelabuhan-Kijang ..... 30 4.3.3.3 Pembangkitan Bilangan Acak Waktu Distribusi Dompak-Kijang ........ 31 4.3.4 Validasi Data Pembangkitan Bilangan Acak ....................................................... 32 4.3.5 Simulasi Waktu Distribusi................................................................................... 33 4.3.5.1 Simulasi Waktu Distribusi Skenario I ................................................... 34 4.3.5.2 Simulasi Waktu Distribusi Skenario II ................................................. 36 4.3.6 Perhitungan Jarak Distribusi ............................................................................... 38 4.3.7 Strategi Distribusi ............................................................................................... 38 4.3.8 Perhitungan Biaya ............................................................................................... 39 4.3.8.1 Perhitungan Variable Cost Overtime .................................................... 39 4.3.8.2 Perhitungan Total Biaya Distribusi ....................................................... 42 4.3.9 Perhitungan Unit cost .......................................................................................... 44 4.4 Perbandingan Rute dan Strategi Distribusi .................................................................. 45 4.5 Pemilihan Rute dan Strategi Distribusi ........................................................................ 47 4.6 Analisis dan Pembahasan ............................................................................................. 47 BAB V PENUTUP ............................................................................................................. 49 5.1 Kesimpulan ................................................................................................................... 49 iv.

(10) 5.2 Saran ............................................................................................................................. 49 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 51 LAMPIRAN ....................................................................................................................... 53. v.

(11) Halaman ini sengaja dikosongkan. vi.

(12) DAFTAR TABEL No.. Judul. Halaman. Tabel 1.1. Konsumsi dan Produksi Bahan Bakar Minyak di Indonesia ............................ 1. Tabel 2.1. Contoh Komponen dari Beberapa Jenis Jaringan Kerja ................................. 12. Tabel 4.1. Waktu Distribusi CNG Pelabuhan ke Dompak .............................................. 24. Tabel 4.2. Waktu Distribusi CNG Pelabuhan ke Kijang ................................................. 24. Tabel 4.3. Waktu Distribusi CNG dari Dompak ke Kijang ............................................. 24. Tabel 4.4. Jarak Distribusi ............................................................................................... 25. Tabel 4.5. Biaya Transportasi Saat ini............................................................................. 26. Tabel 4.6. Biaya Transportasi Rekomendasi ................................................................... 26. Tabel 4.7. Data Permintaan dan Jumlah Trip per hari ..................................................... 27. Tabel 4.8. Tabel Hasil Pengujian Distribusi Waktu......................................................... 28. Tabel 4.9. Hasil Pembangkitan Bilangan Acak Waktu Distribusi Pelabuhan ke. Dompak. ........................................................................................................................ 29 Tabel 4.10. Hasil Pembangkitan Bilangan Acak Waktu Distribusi Pelabuhan ke. Kijang. ........................................................................................................................ 30 Tabel 4.11. Hasil Pembangkitan Bilangan Acak Waktu Distribusi Dompak ke Kijang ... 31. Tabel 4.12. Rekapitulasi Validasi Hasil Pembangkitan Bilangan Acak ............................ 34. Tabel 4.13. Hasil Simulasi Waktu Distribusi Skenario I ................................................... 34. Tabel 4.14. Hasil Uji Normalitas Hasil Simulasi Waktu Distribusi Skenario I ................ 35. Tabel 4.15. Hasil Simulasi Waktu Distribusi Skenario II Replikasi 1 .............................. 36. Tabel 4.16. Hasil Uji Normalitas Hasil Simulasi Waktu Distribusi Skenario II ............... 37. Tabel 4.17. Total Jarak Distribusi Skenario I .................................................................... 38. Tabel 4.18. Perubahan Jarak Distribusi ............................................................................. 38. Tabel 4.19. Perhitungan Biaya Overtime Skenario I......................................................... 40. Tabel 4.20. Perhitungan Biaya Overtime rute Pelabuhan ke Dompak Skenario I ............ 40. Tabel 4.21. Perhitungan Biaya Overtime rute Pelabuhan ke Kijang Skenario I ............... 40. Tabel 4.22. Perhitungan Biaya Overtime Skenario II ....................................................... 41. Tabel 4.23. Perhitungan Biaya Overtime rute Pelabuhan ke Dompak Skenario II ........... 41. Tabel 4.24. Perhitungan Biaya Overtime rute Dompak ke Kijang Skenario II................. 42. Tabel 4.25. Perhitungan Biaya Transportasi Skenario I .................................................... 43. Tabel 4.26. Perhitungan Biaya Transportasi Skenario II................................................... 43. Tabel 4.27. Perhitungan Biaya Distribusi Skenario II....................................................... 43 vii.

(13) Tabel 4.28. Perhitungan Biaya Transportasi Masing-masing Tujuan Skenario I .............. 44. Tabel 4.29. Perhitungan Biaya Transportasi Masing-masing Tujuan Skenario II............. 45. Tabel 4.30. Rekapitulasi Waktu Distribusi ........................................................................ 46. Tabel 4.31. Rekapitulasi Jarak Distribusi .......................................................................... 46. Tabel 4.32. Rekapitulasi Simulasi Waktu Distribusi ......................................................... 46. Tabel 4.33. Rekapitulasi Unit cost Distribusi.................................................................... 46. Tabel 4.34. Perbandingan Skenario I dan Skenario II ....................................................... 47. Tabel 4.35. Komparasi Skenario I dan Skenario II ........................................................... 48. viii.

(14) DAFTAR GAMBAR No.. Judul. Halaman. Gambar 1.1. Peta distribusi CNG ke PT. PLN Batam di Tokojo dan Dompak .......................... 3. Gambar 1.2. Alur distribusi CNG ke PT. PLN Batam ...................................................................3. Gambar 1.3. Rekomendasi alur distribusi CNG ke PT. PLN Batam..............................................4. Gambar 1.4. Peta rekomendasi alur distribusi CNG ke PT. PLN Batam .......................................4. Gambar 3.1. Diagram Alir Penelitian ............................................................................... 20. Gambar 4.1. Struktur organisasi PT. Excelsior Strategy Mandiri ........................................... 23. Gambar 4.2. Hasil pengujian distribusi waktu pengiriman ke PLTMG Dompak ..................... 28. Gambar 4.3. Hasil uji two sample t-test ............................................................................... 33. Gambar 4.4. Skema sistem distribusi direct shipment ...................................................... 39. Gambar 4.5. Skema sistem distribusi dengan penyimpanan sementara ................................... 39. ix.

(15) Halaman ini sengaja dikosongkan. x.

(16) DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1.. Perhitungan Biaya Overtime rute Pelabuhan ke Dompak Skenario I .............. 53. Lampiran 2.. Perhitungan Biaya Overtime rute Pelabuhan ke Kijang Skenario I................. 57. Lampiran 3.. Perhitungan Biaya Overtime rute Pelabuhan ke Dompak Skenario II ............. 60. Lampiran 4.. Perhitungan Biaya Overtime rute Dompak ke Kijang Skenario II .................. 63. xi.

(17) Halaman ini sengaja dikosongkan. xii.

(18) RINGKASAN Asma Amalia Abdul Gani, Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Oktober 2017, Penentuan Strategi dan Rute Distribusi Compressed Natural Gas untuk Meminimasi Waktu, Dosen Pembimbing: Ceria Farela Mada Tantrika dan Ratih Ardia Sari PT Excelsior Strategy Mandiri merupakan produsen CNG (Compressed Natural Gas) yang memasok kebutuhan CNG di Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas PT. PLN Batam. Setiap harinya CNG dikirimkan ke PLTMG Tokojo dan PLTMG Kijang yang digunakan untuk bahan bakar alternatif. Karena menggunakan transportasi laut, arus pasang dan surut yang ekstrim dapat terjadi dan akan menyebabkan kapal yang mengangkut tube skid bermuatan CNG tidak dapat merapat ke pelabuhan untuk bongkar muat, dan fasilitas pelabuhan yang digunakan tidak didesain khusus untuk transportasi CNG. Akibatnya distribusi CNG dapat terhambat dan menyebabkan pasokan CNG terlambat. Perusahaan telah memiliki rute yang saat ini digunakan dan alternatif rute namun belum ada analisis pemilihan rute. Tujuan penelitian ini, dapat meminimasi waktu tempuh, meminimasi jarak tempuh, meminimasi biaya pengiriman CNG. Selain itu, tujuan penelitian ini untuk menghitung unit cost 1 MMBTU.km. Penelitian ini menggunakan simulasi Monte Carlo dengan strategi distribusi direct shipment dan penyimpanan sementara. Simulasi Monte Carlo digunakan untuk menggambarkan distribusi waktu pengiriman dengan pendekatan distribusi probabilitas. Arus pasang surut merupakan kejadian probabilistik karena terdapat unsur alam yang sulit diprediksi. Sehingga dengan menggunakan simulasi Monte Carlo, rentang waktu pengiriman dapat diketahui. Selain itu jarak tempuh, biaya transportasi, dan unit cost 1MMBTU.km akan dihitung dan dibandingkan sehingga dapat diketahui rute mana yang akan dipilih. Hasil penelitian ini, faktor yang digunakan dalam menentukan rute dan strategi distribusi CNG PT. Excelsior Strategy Mandiri adalah waktu, jarak, dan biaya distribusi. Waktu menjadi faktor utama dalam pemilihan rute dan strategi untuk menghindari keterlambatan pengiriman. Rute dan strategi distribusi saat ini menggunakan strategi direct shipment dan membutuhkan waktu tempuh yang berada pada interval 15 jam 10 menit dan 18 jam 34 menit, jarak tempuh 95,43km dan biaya total distribusi sebesar Rp 20.340.435 Sedangkan rute dan strategi distribusi rekomendasi menggunakan strategi penyimpanan sementara dengan waktu pengiriman, jarak tempuh, dan biaya distribusi terkecil. Dengan waktu tempuh berada pada interval 10 jam 58 menit dan 15 jam 46 menit, jarak tempuh total adalah 60,35 km, dan biaya total distribusi sebesar Rp17.086.337. Unit cost pada strategi direct shipment adalah Rp0,0305/MMBTU.km. Sedangkan unit cost strategi penyimpanan sementara lebih kecil yaitu Rp0,0257/MMBTU.km. Oleh karena itu, rute dengan strategi penyimpanan sementara dapat digunakan PT. Excelsior Strategy Kata Kunci: Strategi Distribusi, Simulasi Monte Carlo, Transportasi Laut. xiii.

(19) Halaman ini sengaja dikosongkan. xiv.

(20) SUMMARY Asma Amalia Abdul Gani, Departement of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya, October 2017, Determination of Compressed Natural Gas Distribution Strategy and Route to Minimize Time, Supervisors: Ceria Farela Mada Tantrika and Ratih Ardia Sari. PT. Excelsior Strategy Mandiri is a manufacturer of CNG (Compressed Natural Gas) that supplies the needs of CNG for Gas Engine Power Plant (PLTMG) PT. PLN Batam. CNG is delivered to PLTMG Tokojo and PLTMG Kijang to be used for alternative fuel. Because of sea transport, tidal flow can occur and will cause the vessels that carry skid tubes unable to dock to ports for loading and unloading, and the port facilities are not specifically designed for CNG transportation. As a result, the CNG distribution may be hampered, CNG supply are delayed. The company already has the route currently used and alternative route, but there is no analysis of route determination. The purposes of this study are to minimize deliery time, minimize mileage, and minimize distribution cost. Other than that, it is used for the calculation of unit cost 1 MMBTU.km. This research used Monte Carlo simulation with direct shipment and temporary storage distribution strategy. Monte Carlo simulation is used to describe the distribution of delivery time by probability distribution approach. Tidal flow are probabilistic events that contain natural elements and cannot easily be predicted. So, by using Monte Carlo simulation, the delivery time range can be known. And also mileage, distribution cost and unit cost 1MMBTU.km will be calculated and compared so the best route can be determined. The results of this study, factors that used in determining the route and distribution strategy CNG are time, distance, and distribution costs. Time becomes a major factor in route selection and strategy to avoid delays in delivery. Current routes and distribution strategies use direct shipment strategies and require delivery time at intervals of 15 hours 10 minutes and 18 hours 34 minutes, the total mileage is 95.43km and total distribution cost is Rp 20.340.435. While the recommended route used temporary storage strategy with smallest delivery time, mileage, and distribution cost. Delivery time is at intervals of 10 hours 58 minutes and 15 hours 46 minutes, the total mileage is 60.35km, and total distribution cost is Rp17.086.337. The unit cost of direct shipment strategy is Rp0,0305/MMBTU.km. While the unit cost of temporary storage strategy is Rp0,0257/MMBTU.km. Therefore, temporary storage strategy can be used by PT. Excelsior Strategy Mandiri. Key Words: Distribution Strategy, Monte Carlo Simulation, Water Transportastion. xv.

(21) Halaman ini sengaja dikosongkan. xvi.

(22) LAMPIRAN Lampiran 1. Perhitungan Biaya Overtime Rute Pelabuhan ke Dompak Skenario I No. Pelabuhan-Dompak Overtime 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40. 8,46 6,23 6,81 5,41 8,02 6,72 6,32 6,28 7,86 7,44 8,68 8,80 6,93 8,28 7,28 8,08 6,30 8,50 8,20 8,17 6,04 7,89 7,81 8,28 8,85 6,38 6,57 5,19 8,69 6,49 5,57 8,22 7,89 7,45 8,44 6,51 7,00 7,32 5,95 6,82. 3 1 1 0 3 1 1 1 2 2 3 3 1 3 2 3 1 3 3 3 1 2 2 3 3 1 1 0 3 1 0 3 2 2 3 1 1 2 0 1. Biaya Overtime Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp. 2.882,40 960,80 960,80 2.882,40 960,80 960,80 960,80 1.921,60 1.921,60 2.882,40 2.882,40 960,80 2.882,40 1.921,60 2.882,40 960,80 2.882,40 2.882,40 2.882,40 960,80 1.921,60 1.921,60 2.882,40 2.882,40 960,80 960,80 2.882,40 960,80 2.882,40 1.921,60 1.921,60 2.882,40 960,80 960,80 1.921,60 960,80. 53 53.

(23) 54 No. Pelabuhan-Dompak Overtime 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83. 8,82 7,29 8,74 8,60 7,74 8,48 6,67 5,55 7,60 9,09 6,42 6,25 7,86 7,16 5,63 8,39 8,61 7,13 6,17 7,28 6,94 8,60 8,05 9,03 10,35 8,38 6,19 7,78 9,69 9,19 6,86 5,90 5,59 6,26 7,84 7,41 6,93 6,65 7,81 6,43 6,41 8,94 6,98. 3 2 3 3 2 3 1 0 2 4 1 1 2 2 0 3 3 2 1 2 1 3 3 4 5 3 1 2 4 4 1 0 0 1 2 2 1 1 2 1 1 3 1. Biaya Overtime Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp. 2.882,40 1.921,60 2.882,40 2.882,40 1.921,60 2.882,40 960,80 1.921,60 3.843,19 960,80 960,80 1.921,60 1.921,60 2.882,40 2.882,40 1.921,60 960,80 1.921,60 960,80 2.882,40 2.882,40 3.843,19 4.803,99 2.882,40 960,80 1.921,60 3.843,19 3.843,19 960,80 960,80 1.921,60 1.921,60 960,80 960,80 1.921,60 960,80 960,80 2.882,40 960,80.

(24) 55 No. Pelabuhan-Dompak Overtime 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126. 7,07 4,25 6,76 7,80 6,22 10,23 6,02 7,73 9,01 9,06 7,34 7,96 5,85 7,10 8,28 7,04 6,09 5,57 7,41 7,86 7,81 7,22 7,54 8,91 7,56 6,61 7,23 6,23 7,88 6,47 7,00 8,08 7,71 7,44 7,34 6,20 8,46 7,43 7,50 6,20 5,65 8,47 6,91. 2 0 1 2 1 5 1 2 4 4 2 2 0 2 3 2 1 0 2 2 2 2 2 3 2 1 2 1 2 1 1 3 2 2 2 1 3 2 2 1 0 3 1. Biaya Overtime Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp. 1.921,60 960,80 1.921,60 960,80 4.803,99 960,80 1.921,60 3.843,19 3.843,19 1.921,60 1.921,60 1.921,60 2.882,40 1.921,60 960,80 1.921,60 1.921,60 1.921,60 1.921,60 1.921,60 2.882,40 1.921,60 960,80 1.921,60 960,80 1.921,60 960,80 960,80 2.882,40 1.921,60 1.921,60 1.921,60 960,80 2.882,40 1.921,60 1.921,60 960,80 2.882,40 960,80.

(25) 56 No. Pelabuhan-Dompak Overtime 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158. 6,10 6,25 8,46 10,31 7,54 8,32 7,39 6,54 7,80 8,51 7,23 8,69 9,52 6,82 7,89 7,38 7,93 8,14 7,42 8,14 8,14 4,95 6,19 8,66 7,26 6,31 8,63 6,22 7,75 6,73 6,91 8,92 Total Biaya. 1 1 3 5 2 3 2 1 2 3 2 3 4 1 2 2 2 3 2 3 3 0 1 3 2 1 3 1 2 1 1 3. Biaya Overtime Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp. 960,80 960,80 2.882,40 4.803,99 1.921,60 2.882,40 1.921,60 960,80 1.921,60 2.882,40 1.921,60 2.882,40 3.843,19 960,80 1.921,60 1.921,60 1.921,60 2.882,40 1.921,60 2.882,40 2.882,40 960,80 2.882,40 1.921,60 960,80 2.882,40 960,80 1.921,60 960,80 960,80 2.882,40 293.043,54.

(26) 57. Lampiran 2. Perhitungan Biaya Overtime Rute Pelabuhan ke Kijang Skenario I No. Pelabuhan-Kijang Overtime 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41. 10,85 10,13 9,12 9,64 9,56 8,47 9,45 8,25 7,71 9,28 9,00 7,92 9,34 12,33 9,05 10,54 8,75 7,59 10,11 8,52 9,58 9,59 7,43 11,47 9,86 8,25 7,87 9,71 9,84 8,58 9,44 10,99 10,41 10,14 9,50 8,92 9,25 8,30 9,61 10,96 8,86. 3 3 2 2 2 1 2 1 0 2 2 0 2 5 2 3 1 0 3 1 2 2 0 4 2 1 0 2 2 1 2 3 3 3 2 1 2 1 2 3 1. Biaya Overtime Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp. 2.751,72 2.751,72 1.834,48 1.834,48 1.834,48 917,24 1.834,48 917,24 1.834,48 1.834,48 1.834,48 4.586,20 1.834,48 2.751,72 917,24 2.751,72 917,24 1.834,48 1.834,48 3.668,96 1.834,48 917,24 1.834,48 1.834,48 917,24 1.834,48 2.751,72 2.751,72 2.751,72 1.834,48 917,24 1.834,48 917,24 1.834,48 2.751,72 917,24.

(27) 58 No. Pelabuhan-Kijang Overtime 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84. 9,21 8,08 7,30 11,96 9,62 9,50 8,97 8,60 9,25 10,27 8,77 8,44 9,31 8,94 8,58 10,34 8,07 8,11 9,11 8,03 10,35 7,27 9,61 9,11 8,97 9,34 8,40 8,72 7,93 10,75 9,08 9,85 10,29 10,36 9,62 9,74 9,71 9,85 9,56 9,80 9,85 9,50 8,45. 2 1 0 4 2 2 1 1 2 3 1 1 2 1 1 3 1 1 2 1 3 0 2 2 1 2 1 1 0 3 2 2 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 1. Biaya Overtime Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp. 1.834,48 917,24 3.668,96 1.834,48 1.834,48 917,24 917,24 1.834,48 2.751,72 917,24 917,24 1.834,48 917,24 917,24 2.751,72 917,24 917,24 1.834,48 917,24 2.751,72 1.834,48 1.834,48 917,24 1.834,48 917,24 917,24 2.751,72 1.834,48 1.834,48 2.751,72 2.751,72 1.834,48 1.834,48 1.834,48 1.834,48 1.834,48 1.834,48 1.834,48 1.834,48 917,24.

(28) 59 No. Pelabuhan-Kijang Overtime 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110. 9,39 11,19 9,88 10,68 9,21 9,38 9,22 8,94 10,17 9,80 9,03 9,66 9,37 10,35 11,20 8,09 9,41 9,63 8,57 8,30 8,72 10,81 7,50 9,77 11,87 10,81 Total Biaya. 2 4 2 3 2 2 2 1 3 2 2 2 2 3 4 1 2 2 1 1 1 3 0 2 4 3. Biaya Overtime Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp. 1.834,48 3.668,96 1.834,48 2.751,72 1.834,48 1.834,48 1.834,48 917,24 2.751,72 1.834,48 1.834,48 1.834,48 1.834,48 2.751,72 3.668,96 917,24 1.834,48 1.834,48 917,24 917,24 917,24 2.751,72 1.834,48 3.668,96 2.751,72 188.951,35.

(29) 60. Lampiran 3. Perhitungan Biaya Overtime Rute Pelabuhan ke Dompak Skenario II No. Pelabuhan-Dompak Overtime. Biaya Overtime. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41. Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp. 8,46 6,23 6,81 5,41 8,02 6,72 6,32 6,28 7,86 7,44 8,68 8,80 6,93 8,28 7,28 8,08 6,30 8,50 8,20 8,17 6,04 7,89 7,81 8,28 8,85 6,38 6,57 5,19 8,69 6,49 5,57 8,22 7,89 7,45 8,44 6,51 7,00 7,32 5,95 6,82 8,82. 3 1 1 0 3 1 1 1 2 2 3 3 1 3 2 3 1 3 3 3 1 2 2 3 3 1 1 0 3 1 0 3 2 2 3 1 1 2 0 1 3. 4.866 1.622 1.622 4.866 1.622 1.622 1.622 3.244 3.244 4.866 4.866 1.622 4.866 3.244 4.866 1.622 4.866 4.866 4.866 1.622 3.244 3.244 4.866 4.866 1.622 1.622 4.866 1.622 4.866 3.244 3.244 4.866 1.622 1.622 3.244 1.622 4.866.

(30) 61 No. Pelabuhan-Dompak Overtime. Biaya Overtime. 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84. Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp. 7,29 8,74 8,60 7,74 8,48 6,67 5,55 7,60 9,09 10,27 8,77 8,44 9,31 8,94 8,58 10,34 8,07 8,11 9,11 8,03 10,35 7,27 9,61 9,11 8,97 9,34 8,40 8,72 7,93 10,75 9,08 9,85 10,29 10,36 9,62 9,74 9,71 9,85 9,56 9,80 9,85 9,50 8,45. 2 3 3 2 3 1 0 2 4 5 3 3 4 3 3 5 3 3 4 3 5 2 4 4 3 4 3 3 2 5 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 3. 3.244 4.866 4.866 3.244 4.866 1.622 3.244 6.488 8.109 4.866 4.866 6.488 4.866 4.866 8.109 4.866 4.866 6.488 4.866 8.109 3.244 6.488 6.488 4.866 6.488 4.866 4.866 3.244 8.109 6.488 6.488 8.109 8.109 6.488 6.488 6.488 6.488 6.488 6.488 6.488 6.488 4.866.

(31) 62 No. Pelabuhan-Dompak Overtime. Biaya Overtime. 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114. Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp. 9,39 11,19 9,88 10,68 9,21 9,38 9,22 8,94 10,17 9,80 9,03 9,66 9,37 10,35 11,20 8,09 9,41 9,63 8,57 8,30 8,72 10,81 7,50 9,77 11,87 10,81 7,63 10,98 6,18 7,97 Total Biaya. 4 6 4 5 4 4 4 3 5 4 4 4 4 5 6 3 4 4 3 3 3 5 2 4 6 5 2 5 1 2. 6.488 9.731 6.488 8.109 6.488 6.488 6.488 4.866 8.109 6.488 6.488 6.488 6.488 8.109 9.731 4.866 6.488 6.488 4.866 4.866 4.866 8.109 3.244 6.488 9.731 8.109 3.244 8.109 1.622 3.244 551.438.

(32) 63 Lampiran 4. Perhitungan Biaya Overtime Rute Dompak ke Kijang Skenario I No. Dompak-Kijang Overtime. Biaya Overtime. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42. Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp. 4,40 5,81 5,57 5,36 4,19 5,38 4,42 4,15 4,39 5,50 5,24 3,93 4,17 4,01 4,59 3,76 4,56 4,16 5,01 6,49 5,78 5,41 4,47 4,13 5,19 6,12 4,87 3,31 4,78 5,24 6,64 5,29 4,20 3,79 5,28 4,17 5,09 4,49 4,64 3,89 5,58 4,02. 1 2 2 2 1 2 1 1 1 2 2 0 1 1 1 0 1 1 2 3 2 2 1 1 2 3 1 0 1 2 3 2 1 0 2 1 2 1 1 0 2 1. 344 688 688 688 344 688 344 344 344 688 688 344 344 344 344 344 688 1.031 688 688 344 344 688 1.031 344 344 688 1.031 688 344 688 344 688 344 344 688 344.

(33) 64. No. Dompak-Kijang Overtime. Biaya Overtime. 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85. Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp. 4,35 5,36 4,75 5,04 3,81 5,40 4,89 5,32 4,03 3,85 5,99 5,56 5,00 5,37 4,49 5,36 3,99 5,37 5,59 4,62 3,63 4,29 3,05 3,16 5,22 5,24 4,99 4,32 4,38 5,43 5,13 4,55 4,60 5,01 4,82 5,66 4,34 4,11 4,79 4,85 4,45 3,90 4,56. 1 2 1 2 0 2 1 2 1 0 2 2 1 2 1 2 0 2 2 1 0 1 0 0 2 2 1 1 1 2 2 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 0 1. 344 688 344 688 688 344 688 344 688 688 344 688 344 688 688 688 344 344 688 688 344 344 344 688 688 344 344 688 344 688 344 344 344 344 344 344.

(34) 65. No. Dompak-Kijang Overtime. Biaya Overtime. 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110. Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp. 4,19 4,68 5,12 4,55 5,04 4,30 4,37 5,22 4,07 4,06 5,02 4,44 5,35 5,25 3,88 5,14 5,09 4,50 5,16 4,88 5,45 5,15 5,52 6,65 4,96 Total Biaya. 1 1 2 1 2 1 1 2 1 1 2 1 2 2 0 2 2 1 2 1 2 2 2 3 1. 344 344 688 344 688 344 344 688 344 344 688 344 688 688 688 688 344 688 344 688 688 688 1.031 344 50.875.

(35) BAB I PENDAHULUAN Dalam melaksanakan penelitian dibutuhkan hal-hal penting yang digunakan sebagai dasar dalam pelaksanaannya. Bab ini akan menjelaskan mengenai latar belakang, perumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian yang dilakukan.. 1.1 Latar Belakang Saat ini isu yang menjadi pembicaraan di dunia adalah bahan bakar. Jenis bahan bakar yang sering dikonsumsi masyarakat dunia adalah bahan bakar minyak. Kebutuhan minyak dari tahun ke tahun selalu meningkat. Sebaliknya, dunia mengalami krisis bahan bakar minyak karena cadangan minyak ini semakin menipis seperti pada Tabel 1.1 dan akan segera habis dalam beberapa tahun mendatang. Sehingga diperlukan bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar minyak. Tabel 1.1 Konsumsi dan Produksi Bahan Bakar Minyak di Indonesia Konsumsi Produksi Konsumsi Produksi Tahun Tahun (Barel) (Barel) (Barel) (Barel) 2005 1285 1096 2010 1458 1003 2006 1247 1018 2011 1567 952 2007 1299 972 2012 1599 918 2008 1294 1006 2013 1615 882 2009 1334 994 2014 1641 852 Sumber: BP Statistical Review (2015). Salah satu alternatif bahan bakar yaitu menggunakan Gas alam terkompresi (Compressed Natural Gas, CNG). CNG adalah bahan bakar yang berasal dari gas alam yang terkompresi pada tekanan penyimpanan 200-250 bar. Di Indonesia, CNG dikenal sebagai bahan bakar gas (BBG). Bahan bakar ini dianggap lebih bersih bila dibandingkan dengan dua bahan bakar minyak karena emisi gas buangnya yang lebih ramah lingkungan. CNG dibuat dengan melakukan kompresi gas alam yang sebagian besar komposisinya adalah metana (CH4). Jumlah perusahaan penghasil CNG di Indonesia masih sedikit dan salah satu perusahaan pemasok CNG adalah PT. Excelsior Strategy Mandiri yang berlokasi di pulau Batam, provinsi Kepulauan Riau. Bisa dikatakan bahwa PT. Excelsior Strategy Mandiri merupakan satu-satunya perusahaan hingga saat ini yang mempelopori distribusi CNG berbasis marine. 1.

(36) 2 di Indonesia. CNG berbasis marine ini dapat diterapkan di Indonesia khususnya Provinsi Kepulauan Riau sebagai bahan bakar alternatif Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di PT. PLN Batam. PT. Excelsior Strategy Mandiri telah menjadi pemasok untuk PT. PLN Batam. Setiap harinya CNG sebanyak 2500 MMBTU/D (Million British Thermal Unit per Day) dipasok ke PLTMG di Tokojo. Karena kondisi geografisnya yang terdiri atas ribuan pulau besar dan kecil yang tersebar diseluruh wilayah provinsi, tidak memungkinkan untuk dibangun pembangkit listrik skala besar yang nantinya mengalami kendala teknis dan ekonomis saat mendistribusikan tenaga listrik ke seluruh kepulauan. Karena menggunakan transportasi laut, perusahaan memiliki kendala jika terjadi arus pasang surut yang sulit diprediksi. Apabila terjadi pasang dan surut yang ekstrim, kapal (dalam hal ini Landing Craft Tank /LCT) yang mengangkut tube skid bermuatan CNG tidak dapat merapat ke pelabuhan untuk bongkar muat (loading atau unloading). Apalagi fasilitas pelabuhan yang digunakan saat ini bukanlah pelabuhan yang didesain khusus untuk transportasi CNG. Akibatnya distribusi CNG dapat terhambat dan menyebabkan pasokan CNG mengalami keterlambatan dan pada akhirnya akan mengganggu kinerja pembangkit. Kondisi arus pasang surut yang ekstrim dapat dikategorikan sebagai kejadian probabilistik yaitu proses yang mengandung unsur ketidakpastian. Sehingga dibutuhkan perkiraan waktu distribusi yang tepat. Monte Carlo adalah suatu metode matematika yang umumnya digunakan dalam analisa risiko yang menggunakan pendekatan distribusi probabilitas. Sedangkan model simulasi Monte Carlo merupakan bentuk simulasi probabilistik dimana solusi dari suatu masalah diberikan proses randomisasi (acak). Proses acak ini akan melibatkan distribusi probabilitas dari variabel-variabel data yang dikumpulkan berdasarkan data masa lalu maupun distribusi probabilitas teoritis (Djati, 2007). Dalam pengembangan perusahaan, PT. Excelsior Strategy Mandiri akan menambah kapasitas CNG Plant guna memenuhi kebutuhan CNG pada pembangkit PT PLN Batam yang terus bertambah seiring dengan peningkatan kebutuhan listrik di daerah tersebut. PT. Excelsior Strategy Mandiri akan memasok CNG ke PLTMG milik PT.PLN Batam yang berada di Dompak seperti pada Gambar 1.1, dan menambah kapasitas pembangkitnya dari 12 MW menjadi 25 MW. Tersedia dua kapal yang dapat mengangkut tube skid dengan kapasitas enam dan delapan tube skid. Saat ini kapal bermuatan enam tube skid membawa CNG ke Dompak, dan kapal muatan delapan tube skid mengangkut CNG ke Tokojo..

(37) 3. Gambar 1.1 Peta distribusi CNG ke PT. PLN Batam di Tokojo dan Dompak. Dengan adanya penambahan kapasitas pembangkit PLTG maka dibutuhkan alur distribusi yang efektif agar tidak terjadi keterlambatan dalam memasok CNG. Perusahaan sudah memiliki rute sendiri untuk mendistribusikan produknya tetapi belum ada metode khusus yang digunakan dalam penentuan rute dan strategi distribusi. Rute yang ditempuh saat ini adalah, CNG dibawa dari Mother Station (M/S) yang berlokasi di Panaran ke Pelabuhan Jembatan V melalui jalur darat, dilanjutkan dengan menggunakan transportasi laut ke Pelabuhan Tokojo Bintan dan Dompak, selanjutnya dibawa ke Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) milik PT. PLN Batam. Alur distribusi saat ini dijelaskan pada Gambar 1.2. Gambar 1.2 Alur distribusi CNG ke PT. PLN Batam. Dalam penelitian ini terdapat rekomendasi perbaikan rute transportasi dan strategi distribusi seperti pada gambar 1.3 dan 1.4, yaitu tube skid dibawa dari CNG Mother Station menggunakan jalur darat ke Pelabuhan Jembatan Lima, kemudian terjadi proses loading ke kapal bermuatan 16 tube skid yang akan dibawa ke PLTMG Dompak, lalu disimpan sementara dan nantinya akan dibawa ke ke PLTMG Kijang dengan menggunakan kapal.

(38) 4 bermuatan 8 tube skid. Hanya terdapat satu rute rekomendasi, karena PLTMG Dompak memiliki area yang luas sehingga memungkinkan untuk dijadikan tempat penyimpanan sementara dan jarak dari Pelabuhan Jembatan 5 ke PLTMG Dompak lebih kecil dibandingkan dengan jarak Pelabuhan Jembatan 5 ke PLTMG Kijang.. Gambar 1.3 Rekomendasi alur distribusi CNG ke PT. PLN Batam. Gambar 1.4 Peta rekomendasi alur distribusi CNG ke PT. PLN Batam. Dalam distribusinya, perusahaan memiliki batasan-batasan, yaitu variabel cost/trip, biaya tetap untuk sewa kapal, dan biaya bahan bakar untuk transportasi laut dan darat. Maka perlu dilakukan perbaikan rute dimana rute yang dihasilkan tersebut diharapkan dapat meminimasi waktu tempuh, jarak tempuh, dan biaya transportasi. Salah satu metode yang.

(39) 5 dapat digunakan untuk memaksimalkan distribusi CNG, strategi distribusi yang tepat dapat memaksimalkan distribusi CNG. Setelah dilakukannya penelitian ini, diharapkan dapat meminimasi jarak tempuh, mengoptimalkan utilitas kapasitas kendaraan (head truck dan LCT) dan meminimasi biaya transportasi pada PT. Excelsior Strategy Mandiri dalam setiap kali pengiriman. Selain itu diharapkan dapat mengetahui biaya mana yang paling kecil, dengan menganalisis biaya menggunakan analisis laba rugi, sehingga dapat diketahui berapa unit cost. untuk 1. /MMBTU.km.. 1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka permasalahan yang dapat diidentifikasi adalah: 1.. Adanya penambahan kapasitas pembangkit listrik di PLTMG milik PT.PLN untuk pengembangan.. 2.. Kemungkinan terjadinya arus pasang surut ekstrim yang dapat menyebabkan keterlambatan pengiriman CNG sehingga dapat mengganggu kinerja PLTMG milik PT. PLN Batam.. 3.. Perencanaan rute distribusi dan strategi distribusi yang digunakan perusahaan saat ini kurang mempertimbangkan waktu, jarak tempuh, dan biaya.. 4.. Diperlukan perencanaan rute transportasi dan strategi distribusi dalam distribusi CNG dari Mother Plant PT. Excelsior Strategy Mandiri ke PLTMG milik PT.PLN Batam yang mempertimbangkan waktu, jarak tempuh, dan biaya.. 5.. Belum adanya perhitungan unit cost 1/MMBTU.km.. 1.3 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan dan identifikasi masalah yang telah diuraikan diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1.. Faktor apa saja yang digunakan dalam menentukan rute dan strategi pada distribusi CNG?. 2.. Rute distribusi dan strategi yang tepat pada distribusi CNG dari Mother Plant PT. Excelsior Strategy Mandiri ke PLTMG milik PT.PLN Batam?. 3.. Berapa perhitungan unit cost 1/MMBTU.km?.

(40) 6 1.4 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang telah dibuat, tujuan dari penelitian ini adalah: 1.. Megetahui faktor apa saja yang digunakan dalam menentukan rute dan strategi pada distribusi CNG.. 2.. Menentukan rute distribusi dan strategi yang tepat pada distribusi CNG dari Mother Plant PT. Excelsior Strategy Mandiri ke PLTMG milik PT.PLN Batam.. 3.. Menghitung unit cost 1/MMBTU.km.. 1.5 Manfaat Penelitian Berdasarkan tujuan dari penelitian, maka manfaat dari penelitian ini adalah: 1.. Mengurangi waktu pengiriman, jarak tempuh dan menghemat biaya pada distribusi CNG.. 2.. Memberikan pertimbangan rute dan strategi distribusi.. 1.6 Batasan Masalah Batasan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.. Data yang digunakan adalah data permintaan pada tahun 2015-2016.. 2.. Wilayah pemasaran PT. Excelsior Strategy Mandiri meliputi PLTMG Tokojo dan PLTMG Dompak.. 3.. Hanya terdapat satu rekomendasi yang memungkinkan untuk diterapkan di perusahaan.. 1.7 Asumsi Asumsi masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.. Tidak ada perubahan kebijakan perusahaan selama penelitian.. 2.. Penjualan tube skid dianggap tetap untuk memenuhi listrik 25MW.. 3.. Biaya lain-lain dianggap tetap.. 4.. Pengiriman CNG pada rute saat ini diasumsikan pada waktu yang berbeda, dan sehingga waktu yang digunakan untuk perbandingan adalah total waktu dari Pelabuhan ke Dompak dan Pelabuhan ke Kijang.. 5.. Variable cost pada transportasi laut dianggap tetap..

(41) BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam penelitian yang akan dilaksanakan diperlukan dasar-dasar argumentasi ilmiah yang berhubungan dengan konsep-konsep yang diperlukankan dalam penelitian dan akan dipakai dalam analisis. Dalam bab ini akan dijelaskan beberapa landasan teori yang mencakup teori analisis, informasi yang relevan, dan juga ilmu pengetahuan lain yang mendukung penelitian.. 2.1 Penelitian Terdahulu Beberapa penelitian telah dilakukan yang berhubungan dengan metode Penentuan Lokasi Fasilitas dan Rute Distribusi yang dapat dijadikan referensi dalam penelitian ini. Berikut ini merupakan review dari beberapa penelitian sebelumnya: 1.. Sugiharto (2007), dalam penelitiannya menggunakan Simulasi Monte Carlo dan Simulasi Exponensial mengelola persediaan bahan baku, khususnya bila ternyata menghadapi beberapa situasi probabilistik. kondisi probabilistik manajemen persediaan terutama ditentukan oleh datangnya order, besarnya order, serta waktu tunggu pesanan yang bersifat uncontrollable. Untuk mengatasi hal tersebut, penggunaan teknik simulasi untuk menggambarkan situasi probabilistik dalam jangka panjang terbukti cukup efektif.. 2.. Fauzi (2011), dalam penelitiannya menggunakan algoritma djikstra untuk menemukan jalur tercepat dan terpendek dengan menyertakan faktor kecepatan dan waktu tempuh perjalanan. Metode spiral model dan kode program yang menggunakan framework code integer juga digunakan dalam penelitian ini. Penerapan sistem tersebut memberikan keluaran berupa jalur tercepat dan terpendek dari tempat asal menuju tempat tujan yang diinputkan pengguna yang dilengkapi dengan total jarak tempuh, waktu tempuh, dan kecepatan rata-rata.. 3.. Soetanto (2015), dalam penelitiannya menggunakan strategi distribusi yaitu cross. docking, direct shipment, dan warehousing untuk rancangan untuk sistem distribusi pada CV Putra-Putri dan kemudian dengan membandingkan biaya total untuk masingmasing strategi distribusi tersebut. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah strategi distribusi yang dikemukakan oleh Simchi-Levi et.al (2003) yang terdiri dari cross docking, direct shipment, dan warehousing. Berdasarkan perbandingan atas 77.

(42) 8 perhitungan biaya distribusi, total Variable cost dan Fixed cost yang paling efisien adalah strategi warehousing. 4.. Pada penelitian ini akan dianalisa strategi mana yang memiliki waktu tempuh dan jarak tempuh terpendek, serta strategi distribusi mana yang paling cocok untuk rekomendasi perbaikan. Setelah itu dilakukan analisis biaya transportasi, sehingga dapat ditentukan strategi mana yang akan dipilih.. 2.2 Manajemen Rantai Pasok 2.2.1 Definisi Manajemen Rantai Pasok Pujawan dan Mahendrawathi (2010), mengemukakan rantai pasok adalah jaringan perusahaan-perusahaan yang secara bersama-sama bekerja untuk menciptakan dan menghantarakan suatu produk ke tangan pemakai akhir. Perusahaan-perusahaan tersebut bisaanya termasuk supplier, pabrik, distributor, toko atau ritel, serta perusahaan-perusahaan pendukung seperti perusahaan jasa logistik. Pada suatu rantai pasok biasanya ada tiga macam aliran yang harus dikelola. Pertama, aliran barang dari hulu (upstreem), ke hilir (downstreem). Contohnya adalah bahan baku yang dikirm dari supplier ke pabrik. Setelah produk selesai diproduksi, mereka dikirim ke distributor, lalu ke pengecer atau ritel, kemudian ke pemakai akhir. Kedua, aliran uang dan sejenisnya yang mengalir dari hilir ke hulu. Ketiga, aliran informasi yang bisa terjadi dari hulu kehilir ataupun sebaliknya. Informasi tentang persediaan produk yang masih ada di masing-masing supermarket sering dibutuhkan oleh distributor maupun pabrik. Informasi tentang ketersediaan kapasitas produksi yang dimilki oleh supplier juga sering dibutuhkan oleh pabrik. Informasi tentang status pengiriman bahan baku sering dibutuhkan oleh perusahaan yang mengirim maupun yang akan menerima supaya pihak-pihak yang berkepentingan bisa memonitor untuk kepentingan perencanaan yang lebih akurat. Manajemen rantai pasok adalah metode atau pendekatan pengelolaan dari rantai pasok dengan pendekatan yang terintegrasi. Manajemen rantai pasok tidak hanya berorientasi pada urusan internal sebuah perusahaan, melainkan juga urusan eksternal yang menyangkut hubungan dengan perusahaan-perusahaan mitra. Jadi, dalam rantai pasok, pabrik perlu memberikan bantuan teknis dan manajerial terhadap pemasok-pemasoknya karena pada akhirnya ini akan menciptakan kemampuan bersaing keseluruhan rantai pasok itu. Manajemen rantai pasok yang baik bisa meningkatkan kemampuan bersaing bagi rantai pasok secara keseluruhan namun tidak menyebabkan satu pihak berkorban dalam jangka panjang (Pujawan dan Mahendrawathi, 2010)..

(43) 9 2.2.2 Pentingnya Manajemen Rantai Pasok Menurut Pujawan dan Mahendrawathi (2010), manajemen rantai pasok tidak terlepas dari tujuan strategis pada supply chain, strategi tidak bisa dilepaskan dari tujuan jangka panjang. Tujuan inilah yang di harapkan akan tercapai. Keputusan-keputusan jangka pendek dan di lingkungan lokal mestinya harus mendukung organisasi atau supply chain ke arah tujuan-tujuan strategis tersebut. Tujuan-tujuan strategis tersebut perlu dicapai untuk membuat supply chain menang atau setidaknya bertahan dalam persaingan pasar. Untuk bisa memenangkan persaingan pasar maka supply chain harus bisa menyediakan produk yang: 1.. Murah. 2.. Berkualitas. 3.. Tepat waktu. 4.. Bervariasi Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut maka supply chain harus bisa menerjemahkan. tujuan-tujuan di atas ke dalam kemampuan sumber daya yang dimiliki. Dalam konteks operasi supply chain, tujuan-tujuan di atas bisa dicapai apabila memiliki kemampuan untuk: 1.. Beroperasi secara efisien. 2.. Menciptakan kualitas. 3.. Cepat. 4.. Fleksibel. 5.. Inovatif. 2.3 Logistik Menurut Dwiantara dan Sumarto (2004), Manajemen logistik merupakan serangkaian kegiatan perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan terhadap kegiatan pengadaan pencatatan, pendistribusian, penyimpanan, pemeliharaan, dan penghapusan logistik guna mendukung efektivitas dan efisiensi dalam upaya pencapaian tujuan organisasi. Dalam praktik sehari-hari, saat ini masih banyak organisasi baik pemerintah maupun swasta yang melakukan pengelolaan logistik ala kadarnya dan belum sepenuhnya didasarkan pada ilmu manajemen modern. Padahal, peran manajemen logistik sangat vital, terutama jika dilihat dalam mata rantai (supply chain) sebuah organisasi, terutama bisnis. Dwiantara dan Sumarto (2004) menjelaskan dari fungsi-fungsi logistik sebagai berikut: 1.. Fungsi perencanaan Dalam penentuan kebutuhan, ada dua fungsi yang perlu diperhatikan, yaitu: fungsi penentuan kebutuhan barang yang diperkirakan akan digunakan. Fungsi dan peran.

(44) 10 manajemen logistik adalah penyedia barang yang dibutuhkan pada saat yang tepat oleh bagian produksi. Fungsi lainnya adalah mempersiapkan barang agar tersedia pada saat dibutuhkan. Fungsi ini berkaitan dengan penjualan barang ke pelanggan. Manajemen logistik berperan membuat perencanaan perkiraan kebutuhan barang untuk mendukung penjualan. 2.. Fungsi penyaluran atau distribusi Hal yang juga perlu diatur dalam ruang lingkup manajemen logistik adalah fungsi penyaluran atau distribusi. Bagaimana barang bisa sampai pada orang yang membutuhkan dengan tepat spesifikasi, tepat jumlah, tepat waktu. Pengelola perlu melakukan pengaturan cara kerja hingga target distribusi dapat dicapai. Pengaturan mulai dari perintah kerja pengambilan barang diterima, kecepatan pengambilan, pengiriman sampai dengan barang diterima oleh pelanggan atau yang membutuhkan. 2.4 Manajemen Distribusi Dan Transportasi Menurut Pujawan dan Mahendrawathi (2010), manajemen transportasi dan distribusi merupakan pengelolaan terhadap kegiatan untuk pergerakan suatu produk dari suatu lokasi ke lokasi lain dimana pergerakan tersebut biasanya membentuk atau menghasilkan suatu jaringan. Pada kebanyakan produk, peran jaringan distribusi dan transportasi sangatlah vital. Jaringan distribusi dan transportasi ini memungkinkan produk pindah dari lokasi dimana mereka diproduksi ke lokasi konsumen atau pemakai yang sering kali dibatasi oleh jarak yang sangat jauh. Kemampuan untuk mengirimkan produk ke konsumen secara tepat waktu, dalam jumlah yang sesuai dan dalam kondisi yang baik sangat menentukan apakah produk tersebut pada akhirnya akan kompetitif di pasar. Kemampuan untuk mengelola jaringan distribusi dewasa ini merupakan satu komponen keunggulan kompetitif yang sangat penting bagi kebanyakan industri.. 2.4.1 Strategi Dasar Distribusi Terdapat beberapa strategi distribusi dari pabrik ke pelanggan. Masing-masing dari strategi tersebut memiliki keunggulan dan kekurangan. Strartegi tersebut adalah sebagai berikut (Pujawan dan Mahendrawati, 2005): 1.. Pengiriman langsung (direct shipment) Dalam strategi ini, produk dikirim langsung dari supplier ke ritel tanpa melalui pusat distribusi. Dengan strategi ini, diperlukan kendaraan dalam jumlah yang banyak. Tidak.

(45) 11 terdapat penyimpanan persediaan pada warehouse, karena warehouse atau pusat distribusi tidak ada. 2.. Pengiriman melalui warehouse Strategi ini merupakan strategi klasik dimana warehouse menyediakan stok dan melayani pelanggan sesuai permintaanya. Warehousing dapat didefinisikan sebagai bagian logistik yang mengatur masalah penyimpanan produk pada produksi, konsumsi dan diantara produksi dan konsumsi. Aktivitas warehousing juga menyediakan informasi bagi pihak manajemen tentang status, kondisi, dan disposisi item produk yang disimpan. Dalam pelaksanaannya warehouse adalah istilah yang lebih umum dibandingkan dengan distribution centre.. 3.. Cross-docking Pada strategi ini, produk didistribusikan secara terus-menerus dari supplier menuju warehouse kemudian ke konsumen. Tetapi produk berada di warehouse berkisar antara 10 hingga 15 jam, dan warehouse bukan berfungsi sebagai penumpukan persediaan. Cross docking merupakan salah satu teknik logistik yang relatif masih baru, yang digunakan pada pusat distribusi dan industri transportasi. Sistem ini berfungsi untuk mengkonsilidasikan antara produk-produk yang tiba dipusat distribusi untuk selanjutnya dikirim ke retailer dengan memperhatikan faktor waktu dan beban muatan transporter. Produk yang bagus untuk penerapan cross docking sama seperti Just In Timer Manufacturing, dapat berjalan pada variasi yang rendah dan terdapat jumlah yang cukup untuk memenuhi permintaaan konsumen.. 4. Milk Run Milk run merupakan rute dimana truk mengirimkan produk dari sebuah pemasok ke banyak ritel atau dari banyak pemasok ke banyak ritel. Biaya transportasi akan lebih rendah bila dilakukan konsolidasi pengiriman kepada banyak pemasok dengan menggunakan satu truk. Banyak toko dapat melakukan konsolidasi pengiriman dengan satu truk, sehingga penggunaan truk menjadi lebih efisien dan pada akhirnya akan menghasilkan biaya transportasi yang relatif lebih rendah (Chopra, 2007).. 2.5 Model Jaringan Pada awalnya jaringan digunakan untuk berbagai keperluan seperti: transportasi, listrik, komunikasi, perencanaan proyek, aliran air, pembuatan jalan, dan lain-lain. Saat ini jaringan sangat penting, karena penggambaran jaringan kerja menyediakan bantuan secara visual dan konseptual yang sangat berharga dalam menggambarkan hubungan antara komponen-.

(46) 12 komponen dalam suatu sistem (Hillier dan Lieberman 1994:335). Ada beberapa jaringan yang dapat diselesaikan dengan permasalahan program linear. Pada kajian di sini akan dibahas tiga masalah jaringan, yaitu 1.. Permasalahan lintasan terpendek. 2.. Permasalahan diagram pohon terpendek. 3.. Permasalahan aliran maksimum.. 2.5.1 Komponen Jaringan Kerja Suatu jaringan kerja terhubung dengan beberapa komponen (Hillier dan Lieberman 1994:338), yaitu: 1.. Simpul atau titik (node), yang menyatakan sebuah kejadian atau peristiwa atau event. Kejadian didefinisikan sebagai ujung atau pertemuan dari satu atau beberapa kegiatan.. 2.. Garis (path), yang menghubungkan titik. Terdapat dua macam busur yaitu busur berarah yang berarti arus hanya diijinkan melalui busur dalam arah tertentu yang ditunjukkan menggunakan anak panah. Dan jika arus yang melewati suatu busur diperbolehkan untuk lewat melalui kedua arah, busur tersebut dikatan busur tak berarah.. 3.. Arus (flow), yang mengambarkan sesuatu yang berpindah dari suatu titik ke titik lain melalui busur.. 4.. Jaringan (Network), adalah graph (himpunan titik-titik) dengan suatu bobot atau aliran dalam garis-garisnya.. Tabel 2.1 Contoh Komponen dari Beberapa Jenis Jaringan Kerja Jaringan Simpul Busur Jalan raya Persimpangan Ruas jalan Penerbangan Bandara udara Jalur penerbangan udara Lintasan produksi. Work center. Rute material handling. Jaringan telepon. Rumah-rumah. Kabel telepon. Peta kota Posisi kota Jalur antar kota Sumber: Surachman dan Murti. 2012:190. Arus Jumlah kendaraan Jumlah pesawat Job, bobot material handling Panjang kabel dari rumahrumah Jarak antar kota. 2.5.2 Masalah Lintasan Terpendek Masalah rute terpendek adalah bagaimana menentukan rute atau lintasan terpendek dari suatu titik ke titik yang lain dalam suatu jaringan yang terhubung (Surachman dan Murti. 2012:190). Terdapat beberapa algoritma untuk menyelesaikan masalah ini, yaitu: 1.. Algoritma Djikstra.

(47) 13 Algoritma ini digunakan untuk menentukan panjang lintasan terpendek dari titik awal (titik 1) ke titik-titik lain dalam suatu jaringan yang terhubung. Input: Graph G = (N . A) dengan titik 1, 2, 3, ... , n, adalah titik S dan T, dan setiap garis (i,j) di dalamnya mempunyai panjang Lij > 0. Output: Lj = panjang lintasan terpendek dari titik 1 ke titik J ; j = 2, 3, 4, ...,n Langkah-langkah algoritma: 1.. 2.. Inisialisasi -. Untuk titik 1 : (L1) diambil = 0. -. Untuk titik j (j = 2, 3, ..., n) : 𝐿̃j = L1j. -. Jika tidak ada garis (1, j) dalam G, maka 𝐿̃j = + ∞. -. Set PL = {1} dan TL = (2, 3, 4, ..., n}. Menentukan permanent labek (PL), yaitu lintasan terpendek dari 1 ke titikk: -. Pilih titik k dalam himpunan TL dengan: 𝐿̃k adalah min {𝐿̃j}. Jika terdapat lebih dari satu, pilih k terkecil. -. Set 𝐿̃k = Lk. -. Hapus k dari himpunan TL, dan masukkan k dalam himpunan PL. -. Jika TL {} = Ø maka output = L2 , L3 , .... , Ln, Stop. Jika tidak, lanjutkan ke langkah 3. 3.. Update temporary label: Untuk semua j dalam TL, set 𝐿̃j = 𝑚𝑖𝑛𝑘 {𝐿̃j; 𝑳k + lkj} Kembali ke langkah 2. 2.6 Simulasi Monte Carlo Simulasi adalah program komputer yang berfungsi untuk menirukan perilaku sistem nyata (Sridadi, 2009) . Adapun tujuan dari simulasi adalah antara lain untuk pelatihan (training), studi perilaku sistem (behavior), dan hiburan/permainan (game). Pemodelan dan simuasi merupakan salah satu alat yang sering digunakan oleh manajemen dalam mempelajari atau menganalisis perilaku kerja dari suatu sistem atau proses. Simulasi Monte Carlo merupakan simulasi terhadap sampling yang bertujuan untuk mengestimasi distribusi dari variabel output yang bergantung pada beberapa variabel input yang probabilistik. Simulasi Monte Carlo merupakan salah satu metode simulasi sederhana.

(48) 14 yang dapat dibangun secara cepat. Penggunaan simulasi ini didasarkan pada probabilitas yang diperoleh dari data historis sebuah kejadian dan frekuensinya (Suryani, 2006). Simulasi adalah sebuah metode analitik yang bertujuan untuk membuat ”imitasi” dari sebuah sistem yang mempunyai sifat acak, dimana jika digunakan model lain menjadi sangat mathematically complex atau terlalu sulit untuk dikembangkan. Simulasi Monte Carlo adalah salah satu metode simulasi sederhana yang dapat dibangun secara cepat dengan hanya menggunakan spreadsheet seperti. Microsoft Excell (Winda Nur Cahyo, 2008).. Pembangunan model simulasi Monte Carlo didasarkan pada probabilitas yang diperoleh data historis sebuah kejadian dan frekuensinya, dimana: 𝑃𝑖 =. 𝑓𝑖 𝑛. (2-1). dengan: 𝑃𝑖 : Probabilitas kejadian i 𝑓𝑖 : frekuensi kejadian i 𝑛: jumlah frekuensi semua kejadian. Tetapi dalam simulasi Monte Carlo, probabilitas juga dapat ditentukan dengan mengukur probabilitas sebuah kejadian terhadap suatu distribusi tertentu. Distribusi ini tentu saja telah menjalani serangkaian uji distribusi seperti misalnya uji Chi-square, Heuristic, atau Kolmogorov-Smirnov dan sebagainya. Outcome dari Diagram Keputusan yang bersifat deterministik kadang kurang bisa mengakomodasi sistem nyata yang mempunyai faktor ketidak pastian yang relatif tinggi. Dengan kekuatan dalam kesederhanaan yang dimiliki oleh metode Monte Carlo ini, maka outcome yang mempunyai faktor ketidakpastian dari sebuah Diagram Keputusan akan dapat diakomodasi keberadaannya. Hal ini dilakukan dengan cara menentukan berbagai nilai outcome beserta probabilitasnya kemudian melakukan simulasi Monte Carlo berdasarkan keluaran bilangan random terhadap probabilitas outcome. Bilangan acak yang digunakan dalam simulasi Monte Carlo ini merupakan sebuah representasi dari situasi yang tidak pasti dalam sebuah sistem nyata (Banks, 1996). Setelah diperoleh nilai outcome hasil simulasi Monte Carlo maka langkah berikutnya adalah melakukan perhitungan dengan cara yang biasa dilakukan dalam Diagram Keputusan. Langkah-langkah utama dalam simulasi Monte Carlo sebagaimana dijelaskan oleh Tersine (1994:511) adalah sebagai berikut: 1.. Mendefinisikan distribusi probabilitas yang diketahui secara pasti dari data yang didapatkan dari pengumpulan data dimasa lalu. Di samping menggunakan data masa.

(49) 15 lalu, penentuan distribusi probabilitas bisa juga berasal dari distribusi teoritis binomial, distribusi poisson. Distribusi normal dan lain sebagainya tergantung sifat obyek yang diamati. Variabel-variabel yang dipergunakan dalam simulasi harus disusun distribusi probabilitasnya. 2.. Mengonversikan distribusi probabilitas ke dalam bentuk frekuensi kumulatif. Distribusi probabilitas kumulatif ini akan digunakan sebagi dasar pengelompokan batas interval dari bilangan acak.. 3.. Menjalankan proses simulasi dengan menggunakan bilangan anak. Bilangan acak dikategorikan sesuai dengan rentang distribusi probabilitas kumulatif dari variabelvariabel yang digunakan dalam simulasi. Faktor-faktor yang sifatnya tidak pasti seringkali menggunakan bilangan acak untuk menggambarkan kondisi yang sesungguhnya. Urutan proses simulasi yang melibatkan bilangan acak akan memberikan gambaran dan variasi yang sebenarnya. Banyak cara untuk mendapatkan bilangan acak, yaitu dengan menggunakan tabel bilangan acak, kalkulator,. komputer dan lain. sebagainya 4.. Analisis yang dilakukan dari keluaran simulasi sebagai masukan bagi alternatif pemecahan permasalahan dan pengambilan kebijakan. Pihak manajemen dapat malakukan evaluasi terhadap kondisi yang sedang terjadi dengan hasil simulasi.. 2.7 Penentuan Jumlah Replikasi Random sampel dari distribusi probabilitas digunakan untuk menjalankan simulasi dari waktu ke waktu, sehingga hasil pada simulasi merupakan estimasi dari realisasi variabel random yang mungkin memiliki variansi yang besar. Dengan adanya hal itu, hasil dari simulasi sangat dimungkinkan akan berbeda jauh dengan karakteristik model yang sebenarnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan replikasi agar hasil yang diperoleh cukup untuk mempresentasikan yang terjadi pada sistem yang sebenarnya (Law & Kelton, 2000). Replikasi juga dilakukan karena beberapa alasan berikut (Law & Kelton, 2000). 1.. Jika replikasi diterapkan dengan benar, pendekatan ini akan memberikan kinerja statistik yang cukup baik.. 2.. Replikasi merupakan pendekatan yang paling mudah untuk dipahami dan diterapkan. Pendekatan ini berlaku untuk semua jenis parameter output.. 3.. Dapat dengan mudah digunakan untuk memperkirakan beberapa parameter yang berbeda dalam model simulasi yang sama.. 4.. Pendekatan ini dapat digunakan untuk membandingkan alternatif sistem yang berbeda..

(50) 16 Half Width (hw) adalah interval kepercayaan yang mempunyai rentang pasti pada tingkat kepercayaan untuk nilai rata-rata yang sebenarnya (Harrell dkk, 2003). Berikut adalah rumus perhitungan half width: (𝑡. 𝑛−1,. ℎ𝑤 =. ∝ )𝑠 2. √𝑛. hw. = half width. n. = jumlah replikasi. α. = confidence interval. 𝑥̅. = rata-rata. s. = variansi. (2-2). Setelah menghitung half witdh, maka jumlah replikasi dapat diketahui dengan rumus berikut: 2 (𝑍∝ )𝑠. 𝑛′ = [. 2. ℎ𝑤. ]. n’. = jumlah replikasi. Zα/2. = nilai tabel Z. (2-3). 2.8 Biaya Transportasi Pengertian mengenai biaya transportasi dapat berbeda-beda tergantung sudut padang dari setiap golongan masyarakat yang mengamatinya. Pada umumnya setiap golongan masyarakat hanya akan lebih tertarik pada biaya yang menjadi bebannya, misal seorang pengguna jasa angkutan umum, dimana tarif yang dikenakan dan waktu yang diperlukan dalam melakukan perjalanan akan dipandang sebagai biaya (Morlok, 1995) Komponen biaya transportasi dibedakan atas biaya tetap (Fixed cost ) dan biaya tidak tetap (Variable cost ). Biaya tetap adalah biaya yang besarnya satuan tidak berubah dengan adanya perubahan hasil keluaran suatu operasi. Sedangkan Biaya tidak tetap adalah biaya yang besarnya berubah- ubah sesuai dengan perubahan hasil keluaran. Sehingga biaya total (total cost) adalah: 𝑇𝐶 = 𝐹𝐶 + 𝑉𝐶 Keterangan: TC = Total Cost FC = Fixed cost VC = Variable cost. (2-4).

(51) BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metode penelitian adalah tahap yang harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum melakukan penyelesaian masalah yang sedang dibahas. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian agar proses penelitian dapat terarah, terstruktur dan sistematis. Pada bab ini juga akan dibahas mengenai metode penelitian, tempat dan waktu penelitian, alat dan bahan yang dibutuhkan dalam penelitian, metode pengumpulan data serta langkah-langkah penelitian.. 3.1 Jenis Penelitian Metode Penelitian dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Terdapat beberapa jenis metode penelitian yang dikelompokkan sebagai metode untuk karya ilmiah (Sugiyono, 2009), yaitu terdiri atas: 1.. Metode Penelitian Eksperimental. 2.. Metode Deskriptif. 3.. Metode Evaluatif Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan evaluatif. Hal ini. dikarenakan peneliti akan melakukan perhitungan secara langsung terhadap objek penelitian dan hasilnya akan dievaluasi. Objek penelitian dilakukan di PT. Excelsior Strategy Mandiri.. 3.2 Tempat Dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di PT. Excelsior Strategy Mandiri, Pulau Batam dan Pulau Bintan-Provinsi Kepulauan Riau pada Bulan Oktober 2016-Oktober 2017.. 3.3 Prosedur Penelitian Pelaksanaan penelitian ini meliputi beberapa tahapan yaitu tahap pendahuluan, tahap pengumpulan data, tahap pengolahan data, tahap analisa dan pembahasan, serta tahap kesimpulan dan saran. Pada tahap pengumpulan data, terdapat beberapa hal yang dilaksanakan agar tujuan dari penelitian dapat tercapai. Berikut adalah tahapan yang dilakukan:. 1717.

(52) 18 1.. Studi Lapangan Studi lapangan merupakan pendeskripsian sistem nyata yang bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai permasalahan yang dihadapi. Dilakukan dengan membaca literatur mengenai permasalahan pada distribusi.. 2.. Studi Literatur Studi literatur adalh mempelajari teori dan ilmu pengethuan yang berhubungan dengan permasalahan yang akan diteliti. Tahap ini diperlukan untuk mencari informasi yang membantu dalampemecahan masalah yang diamati. Studi literatur yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari jurnal, buku, laporan pnelitian terdahulu, dan literatur lainnya.. 3.. Identifikasi Masalah Identifikasi masalah dilakukan berdasarkan studi lapangan terhadap objek penelitian dan studi literatur tentang permasalahan yang dihadapi. Pengamatan di lapangan dan wawancara dengan produsen CNG akan diperoleh kondisi dimana hal tersebut tidak sesuai dengan pelaksanaannya ataupun hasil yang diperoleh dengan kondisi yang diharapkan. Lalu mendefinisikan permasalahan yaitu menentukan batasan dan asumsi masalah pada penelitian ini. Dari studi literatur akan dlpilih metode yang mungkin untuk memecahkan masalah dan dipilih yang sesuai dengan keadaan.. 4.. Perumusan Masalah Setelah mendefinisikan masalah dengan seksama, selanjutnya dilanjutkan dengan merumuskan masalah sesuai dengan kenyataan di lapangan.. 5.. Penentuan Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ditentukan berdasarkan perumusan masalah yang telah dijabarkan. Hal ini ditujukan untuk menentukan batasan yang perlu dipahami dalam pengolahan dan analisis hasil pengukuran selanjutnya, serta menjadi tolak ukur keberhasilan penelitian.. 6.. Pengumpulan Data Pada penelitian ini dibutuhkan data pendukung, yaitu adalah:. 7.. a.. Data profil perusahaan PT. Excelsior Strategy Mandiri. b.. Data struktur organisasi PT. Excelsior Strategy Mandiri. c.. Data jumlah permintaan harian PT. Excelsior Strategy Mandiri. d.. Data waktu transportasi PT. Excelsior Strategy Mandiri. e.. Data jarak pengiriman PT. Excelsior Strategy Mandiri. f.. Data biaya transportasi PT. Excelsior Strategy Mandiri. Pengolahan Data.

(53) 19 Pengolahan data pada penelitian ini meggunakan metode jaringan distribusi dan manajemen distribusi serta analisis biaya untuk memperbaiki proses pengiriman CNG sehingga dapat mengetahui rute terbaik dan meminimasi biaya dan waktu tempuh. Berikut adalah langkah-langkah dalam pengolahan data: a.. Perhitungan total waktu kondisi saat ini dan rekomendasi dengan menggunakan metode Monte Carlo yang disimulasikan dengan software Ms. Excel untuk mengestimasi waktu.. b.. Perhitungan total jarak kondisi saat ini dan rekomendasi.. c.. Perhitungan total biaya transportasi kondisi saat ini dan rekomendasi.. d.. Perhitungan unit cost 1/MMBTU.km.. e.. Perbandingan waktu, jarak, biaya kondisi saat ini dengan rekomendasi.. f.. Perbandingan strategi distribusi kondisi saat ini dengan rekomendasi.. g.. Pemilihan rute dan strategi distribusi yang lebih efektif dan minimal dalam segi waktu, jarak tempuh, dan biaya.. 8.. Analisis dan Pembahasan Pada tahap ini dilakukan analisa dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan dari penelitian ini. Hal ini mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.. 9.. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan. didapatkan. dari. penyelesaian. permasalahan. yang. telah. dirumuskan.sedangkan saran merupakan pernyataan yang ditujukan kepada PT. Excelsior Strategy Mandiri.. 3.4 Diagram Alir Peneliitian Gambar 3.1 adalah diagram alir penelitian..

Gambar

Gambar 1.1 Peta distribusi CNG ke PT. PLN Batam di Tokojo dan Dompak
Gambar 3.1 adalah diagram alir penelitian.
Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian
Gambar 4.1 Struktur organisasi PT. Excelsior Strategy Mandiri  Sumber: PT. Excelsior Strategy Mandiri
+7

Referensi

Dokumen terkait