• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aspek perilaku pada pengambilan keputusan dan para pengambil keputusan OLEH : Nurul aini Raudhatul Jannah Utari Putri Primasari

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Aspek perilaku pada pengambilan keputusan dan para pengambil keputusan OLEH : Nurul aini Raudhatul Jannah Utari Putri Primasari"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Aspek perilaku pada pengambilan

keputusan dan para pengambil

keputusan

OLEH :

Nurul aini

Raudhatul Jannah

Utari Putri Primasari

(2)

PROSES PENGAMBILAN

KEPUTUSAN

Pengambilan keputusan dapat diartikan sebagai proses memikirkan, mengelola, danmemecahkan masalah. Dalam organisasi, pengambilan keputusan merupakan proses memilihdiantara berbagai alternative tindakan yang akan berdampak di masa depan.

Pengambilan keputusan dapat diartikan sebagai proses memikirkan, mengelola, danmemecahkan masalah. Dalam organisasi, pengambilan keputusan merupakan proses memilihdiantara berbagai alternative tindakan yang akan berdampak di masa depan.

(3)

LANGKAH-LANGKAH PENGAMBILAN

KEPUTUSAN

Pengenalan dan pendefinisian atas suatu masalah atau suatu

peluang.

Pencarian atas tindakan alternatif dan kuantifikasi atas

konsekuensinya.

alternatif yang optimal atau memuaskan Pemilihan.Penerapan dan tindak lanjut.

Pengenalan dan pendefinisian atas suatu masalah atau suatu

peluang.

Pencarian atas tindakan alternatif dan kuantifikasi atas

konsekuensinya.

alternatif yang optimal atau memuaskan Pemilihan.Penerapan dan tindak lanjut.

(4)

MOTIF KESADARAN

Motif kesadaran ialah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu yang masih berada dalam tingkat kesadaran seseorang. Terdapat dua faktor penting dari motif kesadaran dalam konteks pengambilan keputusan, yaitu :

Keinginan akan kestabilan atau kepastian.

Keinginanan akan kompleksitas dan keragaman.

Motif kesadaran ialah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu yang masih berada dalam tingkat kesadaran seseorang. Terdapat dua faktor penting dari motif kesadaran dalam konteks pengambilan keputusan, yaitu :

Keinginan akan kestabilan atau kepastian.

(5)

EMPAT JENIS MODEL KEPUTUSAN

Model keputusan yang diprogram secara sederhana.

Model keputusan yang tidak diprogram secara

sederhana

Model keputusan yang diprogram secara kompleks.

Model keputusan yang tidak diprogram diprogram secara

kompleks

Model keputusan yang diprogram secara sederhana.

Model keputusan yang tidak diprogram secara

sederhana

Model keputusan yang diprogram secara kompleks.

Model keputusan yang tidak diprogram diprogram secara

(6)

JENIS- JENIS MODEL PROSES

Tiga model utama dalam pengambilan keputusan dalam suatu

organisasi, model-model tersebut adalah:

Tiga model utama dalam pengambilan keputusan dalam suatu

organisasi, model-model tersebut adalah:

MODEL EKONOMI

MODEL SOSIAL

(7)

Pengambil Keputusan dalam

Organisasi

Perusahaan Sebagai Unit Pengambilan Keputusan

Perusahaan dapat dianggap unit pengambilan keputusan yang mirip dalam banyak cara untuk individu. Masalah keputusan yang dihadapi perusahaan sangat banyak dan gejala masalah dana alternatif yang paling jelas. Hanya jika pencarian gagal akan membuktikan asli organisasi memperluas penelitian mereka dan bahkan

memperpanjang ke daerah-daerah rentan organisatoris.

Perusahaan Sebagai Unit Pengambilan Keputusan

Perusahaan dapat dianggap unit pengambilan keputusan yang mirip dalam banyak cara untuk individu. Masalah keputusan yang dihadapi perusahaan sangat banyak dan gejala masalah dana alternatif yang paling jelas. Hanya jika pencarian gagal akan membuktikan asli organisasi memperluas penelitian mereka dan bahkan

(8)

Pembelajaran Organisasi

Ketika pendekatan pencarian tertentu menemukan solusi

yang layak untuk suatu masalah, organisasi kemungkinan besar akan mengulang pendekatan yang sama dalam memecahkan masalahserupa di masa mendatang. Ketika sebuah pendekatan khusus gagal, maka akan menghindari dalam pencarian masa depan. yang sama berlaku untuk urutan alternatif yang dipertimbangkan; juga, akan berubah jika organisasi mengalami kegagalan dengan preferensi tertentu.

Ketika pendekatan pencarian tertentu menemukan solusi

yang layak untuk suatu masalah, organisasi kemungkinan besar akan mengulang pendekatan yang sama dalam memecahkan masalahserupa di masa mendatang. Ketika sebuah pendekatan khusus gagal, maka akan menghindari dalam pencarian masa depan. yang sama berlaku untuk urutan alternatif yang dipertimbangkan; juga, akan berubah jika organisasi mengalami kegagalan dengan preferensi tertentu.

(9)

Manusia-Para Pengambil

Keputusan Organisasi

Penting untuk diingat bahwa manusia, dan bukanya organisasi, yang mengenali, mendefenisikan masalah atau peluang, yang mencari tindakan alternatif secara optimal dan menerapkanya. Pengaturan organisasi di mana orang yang digunakan tergantungpada jenis masalah keputusan atau oppurtinity ditemui.

Penting untuk diingat bahwa manusia, dan bukanya organisasi, yang mengenali, mendefenisikan masalah atau peluang, yang mencari tindakan alternatif secara optimal dan menerapkanya. Pengaturan organisasi di mana orang yang digunakan tergantungpada jenis masalah keputusan atau oppurtinity ditemui.

(10)

Pengambilan keputusan yang rasional batas individu

bervariasi sesuai dengan:

Lingkup pengetahuan yang tersedia sehubungan dengan

semua alternatif yang mungkin dan konsekuensinya.

Gaya kognitif mereka dengan asumsi bahwa tidak ada

satu gaya yang selalu unggul karena dalam situasi masalah spesifik, lebih dari satu pendekatan dapat menyebabkan hasil yang dapat diterima.

Struktur nilai mereka yang berubah.

Kecenderungan mereka untuk "memuaskan" daripada

untuk melakukan optimalisasi.

Pengambilan keputusan yang rasional batas individu

bervariasi sesuai dengan:

Lingkup pengetahuan yang tersedia sehubungan dengan

semua alternatif yang mungkin dan konsekuensinya.

Gaya kognitif mereka dengan asumsi bahwa tidak ada

satu gaya yang selalu unggul karena dalam situasi masalah spesifik, lebih dari satu pendekatan dapat menyebabkan hasil yang dapat diterima.

Struktur nilai mereka yang berubah.

Kecenderungan mereka untuk "memuaskan" daripada

untuk melakukan optimalisasi.

Kekuatan dan Kelemahan Individu sebagai

Kengambilan Keputusan

(11)

Peran Kelompok sebagai Pembuat

Keputusan dan Pemecahan Masalah

Pemikiran kelomok (group think) menggambarakan situasi dimana tekanan untuk mematuhi mencegah anggota-anggota kelompok individual untuk mempresantasikan ide atau pandangan yang tidak populer. Karena mereka ingin menjadi bagian yang positif dari kelompok tersebut dan bukan sebagai kekuatan yang disruptif.

FENOMENA PEMIKIRAN KELOMPOK

(12)

Fenomena Pergeseran yang Berisiko

(Dampak Kelompok)

Pergeseran yang berisiko atau dampak kelompok, merpakan produk sampingan dari intraksi manusia, ini dicirikan oleh kelompok yang lebih memilih alternatif yang lebih agresifberisiko dibandingkan dengan apa yang mungkin oleh individu-individu jika mereka bertindak sendiri.

(13)

KESATUAN KELOMPOK

Kesatuan Kelompok didefenisikan sebagai tingkat dimana anggota-anggota kelompok tertarik satu sama lain dan memiliki tujuan kelompok yang sama. Dengan kesatuan yang kuat pada umumnyalebih efektif dalam suatu pengambilan keputusan dibandingkan dengan kelompok ini dimana terdapat banyak konflik internal dan kurangnya semangat kerja sesama anggotanya. Tingkat kesatuan kelompok dipengaruhi oleh jumlah waktu yang dihabiskan bersama oleh para anggota kelompok, ttingkat kesulitan dari penerimaan anggota baru ke dalam kelompok, ancaman eksternal, dan sejarah keberhasilan dan kegagalan masa lalu

(14)

Kepribadian mengacu pada sikap atau keyakina individu, sementara gaya kognitif mengacu pada cara atau metode dengan mana seseorang menerima, menyimpan, memproses, serta meneruskan informasi. Memiliki gaya kognitif yang berbeda dan menggunakan metode yang sama sekali berbeda ketika menerima, menyimpan, dan memproses informasi. Dalam situasi pengambilan keputusan, kepribadian dan gaya kognitif saling berintraksi dan mempengaruhi (menambah atau mengurangi) dampak dari informasi akuntansi.

Peran Kepribadian dan Gaya Kognitif dalam Pengambilan Keputusan

(15)

Peran Informasi Akuntansi dalam Pengambilan Keputusan

informasi akuntansi memfokuskan pada peristiwa-peristiwa dimasa lalu tidak dngan sendirinya dapat mengubah kejadian atau dampaknya kecuali jika hal itu dilakukan melalui proses pengambilan keputusan dengan kejadian masa depan beserta konsekuensinya ditentukan.

Karena pengambilan keputusan dan informasi mengenai hasil kinerja akuntansi fokus pada periode waktu yang berbeda, maka keduanya hanya dihubungkan oleh fakta bahwa proses pengambilan keputusan menggunakan data akuntansi tertentu yang dimodifikasi selain informasi nonkeuangan.

(16)

Dampak Data Akuntansi dalam Pilihan

Keputusan

Informasi akuntansi memainkan peran yang lebih penting dalam keputusan jangka pendek dibandingkan dalam keputusan yang melibatkan konsekuensi jangka panjang, karena informasi akuntansi hanya mencerminkan biaya dan pendapatan yang berkaitan dengan operasi sekarang. Dan kelihatannya para pengambil keputusan lebih memilih informasi eksternal jika informasi tersebut langsung tersedia dan tidak begitu mahal dibandingkan dengan data akuntansi yang dikembangkan secara internal.

(17)

Tingkat pengaruh informasi akuntansi juga

bervariasi

berdasarkan

jenis

pengambil

keputusan. Burns (1981) mengelompokkan

pengambil keputusan ke dalam tiga kelompok :

Para pembuat keputusan dalam perusahaan yang

mengambil keputusan mengenai operasi dan sistem akuntansi digunakan untuk menyusun laporan.

Para pengambil keputusan dalam perusahaan yang

hanya dapat membuat keputusan mengenai operasi saja.

Mereka yang berada di luar perusahaan yang membuat

keputusan mengenai perusahaan tersebut yang dapat mempengaruhi lingkungan dan operasinya, tetapi yang tidak memiliki kendali langsung atas operasi perusahaan.

(18)

Umpan balik

Jika seseorang mengabaikan dampak jangka pendek yang mungkin akibat selang waktu antara perubahan dan indikasinya, maka kecil kemungkinannya bahwa tidak terdapat umpan balik sama sekali.

Fiksasi Fungsional

Ketika mereka menerima suatu pendekatan pengukuran akuntansi sebagai alat untuk mengelola proses pengambilan keputusan mereka, maka perilaku mereka jarang sekali akan dipengaruhi oleh perubahan dalam metode akuntansi yang digunakan. Sebagai suatu atribut dari pengambilan keputusan, fiksasi fungsional bervariasi tingkatnya dari situasi yang satu ke situasi yang lain, namun tidak pernah tidak ada sama sekali

Referensi

Dokumen terkait