GURU PEMBELAJAR
MODUL PELATIHAN GURU
PENDIDIKAN JASMANI, OLAH RAGA, DAN
KESEHATAN
SEKOLAH DASAR (SD)
KELOMPOK KOMPETENSI E
PROFESIONAL
PERKEMBANGAN GERAK ANAK DAN KOMPETENSI
PROFESI
DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Penulis:
1. Hardiyanto, M.Pd, 081210192220, e-Mail: [email protected] 2. Drs. Komar Hidayat, M.Pd, 081394202473, e-Mail: [email protected] 3. M. Anshori Andre P, 085710020434, -Mail: [email protected]
Penelaah:
1. Prof. Dr. Hari Amirullah Rachman, M.Pd, 081392297979, e-Mail:
2. Drs. Suroto, MA, Ph.D, 081331573321, e-Mail: [email protected] 3. Dr. Sugito Adiwarsito, 085217181081, e-Mail: [email protected]
Ilustrator:
Yuni Tuningrum, S.H.
Hak cipta dilindungi undang-undang
Dilarang mengcopy sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
KATA SAMBUTAN
Peran guru professional dalam pembelajaran sangat penting sebagai kunci keberhasilannbelajar siswa. Guru professional adalah guru yang kompeten membangun proses pembelajaran yang baik sehingga dapat menghasilkan pendidikan yang berkualitas. Hal tersebut menjadikan guru sebagai komponen yang menjadi fokus perhatian pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan terutama menyangkut kompetensi guru.
Pengembangan profesionalitas guru melalui program Guru Pembelajar (GP) merupakan upaya peningkatan kompetensi untuk semua guru. Sejalan dengan hal tersebut, pemetaan kompetensi guru telah dilakukan melalui uji kompetensi guru (UKG) untuk kompetensi pedagogik dan professional pada akhir tahun 2015. Hasil UKG menunjukan peta kekuatan dan kelemahan kompetensi guru dalam penguasaan pengetahuan. Peta kompetensi guru tersebut dikelompokan menjadi 10 (sepuluh) kelompok kompetensi. Tindak lanjut pelaksanaan UKG diwujudkan dalam bentuk pelatihan guru paska UKG melalui program Guru Pembelajar. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi guru sebagai agen perubahan dan sumber belajar utama bagi peserta didik. Program Guru Pembelajar dilaksanakan melalui pola tatap muka, daring (online) dan campuran (blended) tatap muka dengan online.
Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK), Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LP3TK KPTK), dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) merupakan Unit Pelaksana Teknis dilingkungan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan yang bertanggung jawab dalam mengembangkan perangkat dan melaksanakan peningkatan kompetensi guru sesuai bidangnya. Adapun perangkat pembelajaran yang dikembangkan tersebut adalah modul untuk program Guru Pembelajar (GP) tatap muka dan GP online untuk semua mata pelajaran dan kelompok kompetensi. Dengan modul ini diharapkan program GP memberikan sumbangan yang sangat besar dalam peningkatan kualitas kompetensi guru.
Mari kita sukseskan program GP ini untuk mewujudkan Guru Mulia Karena Karya.
KATA PENGANTAR
Dalam rangka mendukung pencapaian visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2015-2019 “Terbentuknya insan serta ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter dengan berlandaskan gotong royong” serta untuk merealisasikan misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mewujudkan pelaku pendidikan dan kebudayaan yang kuat dan pembelajaran yang bermutu, PPPPTK Penjas dan BK tahun 2015-2019 telah merancang berbagai program dan kegiatan peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan lainnya. Salah satu upaya PPPPTK Penjas dan BK dalam merealisasikan program peningkatan kompetensi Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) dan Guru Bimbingan dan Konseling (BK) adalah melaksanakan kegiatan Diklat Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang bahan ajar nya dikembangkan dalam bentuk modul berdasarkan standar kompetensi guru.
Sesuai fungsinya bahan pembelajaran yang didesain dalam bentuk modul agar dapat dipelajari secara mandiri oleh para peserta diklat. Beberapa karakteristik yang khas dari bahan pembelajaran tersebut adalah: (1) lengkap (self-contained), artinya seluruh materi yang diperlukan peserta diklat untuk mencapai kompetensi tertentu tersedia secara memadai; (2) menjelaskan diri sendiri (self-explanatory), maksudnya penjelasan dalam paket bahan pembelajaran memungkinkan peserta diklat dapat mempelajari dan menguasai kompetensi secara mandiri; serta (3) mampu membelajarkan peserta diklat (self-instructional), yakni sajian dalam paket bahan pembelajaran ditata sedemikian rupa sehingga dapat memicu peserta diklat untuk secara aktif melakukan interaksi belajar, bahkan menilai sendiri kemampuan belajar yang dicapainya.
Modul ini diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran utama dalam diklat pengembangan keprofesian berkelanjutan guru PJOK dan guru BK sebagai tindak lanjut dari Uji Kompetensi Guru (UKG).
Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi serta penghargaan setinggi-tingginya kepada tim penyusun, baik penulis, tim pengembang teknologi pembelajaran, pengetik, tim editor, maupun tim pakar yang telah mencurahkan pemikiran, meluangkan waktu untuk bekerja keras secara kolaboratif dalam mewujudkan modul ini.
Semoga apa yang telah kita hasilkan memiliki makna strategis dan mampu memberikan kontribusi dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru dan tenaga kependidikan terutama dalam bidang PJOK dan BK yang akan bermuara pada peningkatan mutu pendidikan nasional.
DAFTAR ISI
Hal
KATA SAMBUTAN ……...
i
KATA PENGANTAR ………...
ii
DAFTAR ISI ………...
iii
DAFTAR TABEL
………...iv
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang ………...1
B.
Tujuan ………...1
C.
Peta Kompetensi ………...2
D.
Ruang Lingkup ………...3
E.
Cara Penggunaan Modul ………...3
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN GERAK 2
………...5
A.
Tujuan ………...5
B.
Indikator Pencapaian Kompetensi ………...5
C.
Uraian Materi ………...5
D.
Aktivitas Pembelajaran ………...12
E.
Latihan/Kasus/Tugas ………...13
F.
Rangkuman ………...14
G.
Umpan Balik dan Tindak Lanjut ………...14
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
ANALISIS KD MATA PELAJARAN PJOK
………...15
A.
Tujuan ………...15
B.
Indikator Pencapaian Kompetensi ………...15
C.
Uraian Materi ………...16
D.
Aktivitas Pembelajaran ………...36
E.
Latihan/Kasus/Tugas ………...36
F.
Rangkuman ………...37
G.
Umpan Balik dan Tindak Lanjut ………...37
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3
MODIFIKASI MATERI PEMBELAJARAN
………...38
A.
Tujuan ………...38
B.
Indikator Pencapaian Kompetensi ………...38
C.
Uraian Materi ………...38
D.
Aktivitas Pembelajaran ………...49
E.
Latihan/Kasus/Tugas ………...49
F.
Rangkuman ………...50
G.
Umpan Balik dan Tindak Lanjut ………...50
KEGIATAN PEMBELAJARAN 4
KOMPETENSI PROFESI GURU DAN PKG 1
………...51
A.
Tujuan ………...51
B.
Indikator Pencapaian Kompetensi ………...51
D.
Aktivitas Pembelajaran ………...81
E.
Latihan/Kasus/Tugas ………...83
F.
Rangkuman ………...83
G.
Umpan Balik dan Tindak Lanjut ………...84
KUNCI JAWABAN ………...
85
EVALUASI ……….………...86
PENUTUP ……….………...87
GLOSARIUM ………...88
DAFTAR PUSTAKA ………..………...89
DAFTAR TABEL
Hal Tabel 1: Kompetensi Inti SD/MI Kelas I, II, dan III ………... Tabel 2:Kompetensi Inti SD/MI Kelas IV, V, dan VI ………... Tabel 3:Kompetensi Dasar PJOK kelas 1 – VI ………... Tabel 4:Kata Kerja operasional Ranah Kognitif ………... Tabel 5: Kata Kerja operasional Ranah Afektif ………... Tabel 6: Kata Kerja operasional Ranah Psikomotorik ... Tabel 7: Contoh Pemberian Nilai PK GURU Kelas/Mata Pelajaran ………... Tabel 8: Konversi skor ke nilai kompetensi ………... Tabel 9: Contoh Pemberian Nilai PK GURU dengan tugas tambahan sebagai kepala sekolah …... Tabel 10: Konversi Nilai Kinerja Hasil PK GURU ke persentase Angka
Kredit ... Tabel 11: Persyaratan Angka Kredit ………... Tabel. 11 16 16 18 33 34 34 68 69 70 72 77
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Modul diklat tingkat dasar bagi guru PJOK SD ini disusun untuk digunakan guru PJOK pada satuan pendidikan masing-masing. Modul ini memberi informasi konseptual dan panduan praktik bagi peserta diklat tingkat dasar mengenai: Media dan Sumber Pembelajaran, yaitu pengertian media pembelajaran, bentuk dan jenis media pembelajaran, pemilihan dan penyusunan media pembelajaran, penggunaan media pembelajaran, pengertian sumber belajar, bentuk dan jenis sumber belajar, pemilihan dan penggunaan sumber belajar.
Untuk dapat menguasai setiap topik yang ada pada modul ini, Anda diminta untuk melakukan kajian terhadap berbagai dokumen yang terkait Media dan Sumber Pembelajaran melalui proses berfikir reflektif, berdiskusi, identifikasi berbagai permasalahan, curah pendapat, melakukan simulasi, dan praktik menyusun berbagai dokumen.
Pembahasan secara lebih spesifik akan disajikan pada diklat Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Untuk masing-masing materi pokok, akan disajikan tentang tujuan, uraian materi, aktivitas pembelajaran, latihan/kasus/ tugas, rangkuman, umpan balik dan tindak lanjut, dan kunci jawaban.
B. Tujuan
Modul ini disajikan agar Anda memiliki kompetensi dalam menganalisis materi pembelajaran dari berbagai lingkup pembelajaran untuk mendapatkan kompetensi guru yang harus dimiliki oleh peserta didik sesuai dengan bekal ajar yang dimiliki serta strategi yang dipilih dalam pembelajaran. Selain itu Anda juga diharapkan mampu memahami pengelolaan pembelajaran sesuai dengan Kurikulum yang berlaku.
Secara lebih spesifik tujuan yang diharapkan dapat dicapai pada mata diklat ini adalah:
1. Tahap-tahap Perkembangan Gerak 2
2. Analisis Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Penjasorkes 3. Modifikasi Materi Pembelajaran
C. Peta Kompetensi
Tahap-Tahap Perkembangan Gerak 2
Memiliki kecakapan dalam konsep keilmuan pendukung PJOK secara profesional serta memiliki tanggung jawab personal dan sosial sebagai tauladan bagi peserta didik dan masyarakat sesuai dengan kebijakan yang
berlaku.
Analisis Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Penjasorkes
Karakteristik Perkembangan Gerak Peserta Didik Usia SD Penerapan dalam Pembelajaran PJOK
(Penentuan Indikator Pencapaian Kompetensi, Pemilihan Materi, dan Strategi sesuai Perkembangan Gerak) Kompetensi Inti PJOK Sekolah Dasar
Kompetensi Dasar PJOK Dasar
Pengembangan Indikator Pencapaian Kompetensi Sesuai Gradasi Kompetensi
Modifikasi Materi Pembelajaran Kompetensi Profesi Guru dan PKG 1
Konsep Modifikasi Analisis Faktor Modifikasi Materi Modifikasi Tujuan pembelajaran Modifikasi Materi pembelajaran
Modifikasi Lingkungan pembelajaran
Modifikasi Evaluasi pembelajaran
Analisis Standar Kualifikasi dan Komptensi Guru Mata Pelajaran PJOK
Penilaian Kinerja Guru: Prinsip dan Prosedur Evaluasi Diri
D. Ruang Lingkup
1`. Tahap-tahap Perkembangan Gerak 2
a. Karakteristik Perkembangan Gerak Peserta Didik Usia SD
b. Penerapan dalam Pembelajaran PJOK (Penentuan Indikator Pencapaian Kompetensi, Pemilihan Materi, dan Strategi sesuai Perkembangan Gerak) 2. Analisis Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Penjasorkes
a. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar PJOK Sekolah Dasar
b. Pengembangan Indikator Pencapaian Kompetensi Sesuai Gradasi Kompetensi
c. Pemilihan Materi Sesuai Indikator Pencapaian Kompetensi 3. Modifikasi Materi Pembelajaran
a. Kebutuhan Materi Ajar Sesuai dengan Kompetensi Dasar & Indikatornya b. Analisis Faktor Modifikasi Materi
c. Langkah-langkah Modifikasi Materi 4. Kompetensi Profesi Guru dan PKG 1
a. Analisis Standar Kualifikasi dan Komptensi Guru Mata Pelajaran PJOK b. Penilaian Kinerja Guru: Prinsip dan Prosedur Evaluasi Diri Kinerja Guru
E. Cara Penggunaan Modul
Untuk memahami dan mampu melaksanakan seluruh isi dalam modul ini Anda diharapkan membaca secara seksama, menelaah informasi tambahan yang diberikan oleh fasilitator, serta menggali lebih dalam informasi yang diberikan melalui eksplorasi sumber-sumber lain, melakukan diskusi, serta upaya lain yang relevan. Pada tahap penguasaan keterampilan diharapkan Anda mencoba berbagai keterampilan yang disajikan secara bertahap sesuai dengan langkah dan prosedur yang dituliskan dalam modul ini. Cobalah berkali-kali dan kemudian Anda bandingkan keterampilan yang Anda kuasai dengan kriteria yang ada dalam setiap pembahasan.
Selain itu Anda juga diminta untuk mengerjakan berbagai tugas/ latihan/ kasus yang disajikan. Pengerjaan tugas/ latihan/ kasus didasarkan pada informasi yang ada pada modul ini sebelumnya, dan kemudian diperkaya dengan berbagai informasi yang Anda dapat dari sumber-sumber lain.
Evaluasi merupakan tugas lain yang perlu Anda kerjakan sehingga secara mandiri Anda akan dapat mengetahui tingkat penguasaan materi yang disajikan. Pada setiap akhir kegiatan pembelajaran disajikan kunci jawaban dari evaluasi tersebut. Namun demikian Anda tidak diperkenankan membuka dan membacanya sebelum soal evaluasi Anda selesaikan. Untuk memahami dan mampu melaksanakan seluruh isi dalam modul ini Anda diharapkan membaca secara seksama, menelaah informasi tambahan yang diberikan oleh fasilitator, serta menggali lebih dalam informasi yang diberikan melalui eksplorasi sumber-sumber lain, melakukan diskusi, serta upaya lain yang relevan.
Pada tahap penguasaan keterampilan diharapkan Anda mencoba berbagai keterampilan yang disajikan secara bertahap sesuai dengan langkah dan prosedur yang dituliskan dalam modul ini. Cobalah berkali-kali dan kemudian Anda bandingkan keterampilan yang Anda kuasai dengan kriteria yang ada dalam setiap pembahasan.
Selain itu Anda juga diminta untuk mengerjakan berbagai tugas/ latihan/ kasus yang disajikan. Pengerjaan tugas/ latihan/ kasus didasarkan pada informasi yang ada pada modul ini sebelumnya, dan kemudian diperkaya dengan berbagai informasi yang Anda dapat dari sumber-sumber lain.
Evaluasi merupakan tugas lain yang perlu Anda kerjakan sehingga secara mandiri Anda akan dapat mengetahui tingkat penguasaan materi yang disajikan. Pada setiap akhir kegiatan pembelajaran disajikan kunci jawaban dari evaluasi tersebut, namun demikian Anda tidak diperkenankan membuka dan membacanya sebelum soal evaluasi Anda selesaikan.
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN GERAK 2
A.
Tujuan
Memiliki kecakapan dalam mengelola pembelajaran mengacu pada konsep keilmuan pendukung PJOK secara profesional serta memiliki tanggung jawab personal dan sosial sebagai tauladan bagi peserta didik dan masyarakat sesuai dengan kebijakan yang berlaku.
B. Indikator Pencapaian kompetensi
1. Merencanakan Karakteristik Perkembangan Gerak Pesert didik Usia SD 2. Menerapkan dalam Pembelajaran PJOK (Penentuan Indikator Pencapaian
Kompetensi, Pemilihan Materi, dan Strategi sesuai Perkembangan Gerak)
C.
Uraian Materi
1. Perkembangan Perbaikan/Penghalusan Gerak Dasar
Tahap perkembangan fisik pada masa remaja adalah pengembangan perbaikan/penghalusan gerak dasar. Harrow (1972: 52) mengemukakan bahwa gerak dasar merupakan pola gerak yang inheren yang membentuk dasar-dasar untuk keterampilan gerak yang kompleks, yang meliputi a) gerak lokomotor; b) gerak non lokomotor; dan c) gerak manipulatif.
Pate, Mc Clenaghan, dan Rotella (1979: 185), mengemukakan bahwa urutan rangkaian perkembangan motorik dapat digunakan model tahap-tahap. Perkembangan motorik dapat dibagi menjadi dua periode utama, yaitu: a) tahap pra keterampilan; dan b) tahap keterampilan.
Siswa SMP
Gambar 1. Tahap-tahap Pencapaian Perilaku Motorik.
Sumber Russel R. Pate, Bruce McClenaghan, and Robert Rotella (1984).
Scientific Foundations of Coaching. (Philadelphia: Saunders College
Publishing), p. 185.
Kaitannya dengan anak SMP, maka perkembangan motorik usia remaja pada perbaikan/penghalusan gerak dasar dalam “tahap keterampilan”. Tahap ini terdiri dari urutan perkembangan motorik, yaitu:
a) Gerak refleks dan integrasi sensori, yang berkembang pada masa bayi; dan
b) Perkembangan gerak dasar, yang berkembang pada masa kanak-kanak
c) Menuju kesempurnaan gerak melalui perbaikan/penghalusan gerak dasar (kelanjutan dari teori: Pae, Rotella, dan McClenaghan, 1979: 185).
Permulaan dari pola gaya berjalan yang meningkat menandai permulaan perkembangan pola gerak dasar. Pola lari, melompat, melempar, menangkap dan memukul diperbaiki dari gerakan awal yang tidak teratur ke dalam pola yang teratur dan keterampilan tinggi. Pada masa kanak-kanak awal melewati beberapa tingkatan yang jelas dapat diamati dalam memperoleh kematangan dan pola gerak yang efisien.
Perkembangan gerak selama dua tingkatan pertama (gerak refleks dan integrasi sensori) sangat tergantung pada proses kematangan. Kemajuan yang terjadi disebabkan sebagai akibat bertambahnya usia dan tidak terlalu tergantung dari pengalaman anak. Tingkatan pola gerak dasar menandai peralihan yang cepat dari perkembangan yang berdasarkan
kematangan menuju suatu proses yang sangat tergantung pada pembelajaran.
Pengalaman gerak selama masa kanak-kanak awal tampaknya sangat mempengaruhi kualitas perkembangan. Pada masa ini anak dapat diberi kegiatan yang sangat bervariasi. Variasi pengalaman yang luas membantu anak dalam mengembangkan dasar yang kuat untuk memperbaiki keterampilan olahraga yang akan datang. Spesialisai dini selama periode ini seringkali mengakibatkan perkembangan kemampuan khusus hanya menyangkut kegiatan itu saja dan mengalahkan semua keterampilan yang lain. Pendekatan ini mempunyai pengaruh negatif pada pengembangan pelaku yang serba bisa (Pate, Rotella, dan McClenaghan, 1979: 204).
2. Pola Gerak Dasar
a. Keterampilan Lokomotor (Locomotor skills)
Keterampilan lokomotor didefinisikan sebagai keterampilan berpindahnya individu dari satu empat ke tempat yang lain. Sebagian besar keterampilan lokomotor berkembang dari hasil dari tingkat kematangan tertentu, namun latihan dan pengalaman juga penting untuk mencapai kecakapan yang matang. Keterampilan lokomotor misalnya berlari cepat, mencongklang, meluncur, dan melompat lebih sulit dilakukan karena merupakan kombinasi dari pola-pola gerak dasar yang lain. Keterampilan lokomotor membentuk dasar atau landasan koordinasi gerak kasar (gross skill) dan melibatkan gerak otot besar.
b. Keterampilan Nonlokomotor (Nonocomotor skills)
Keterampilan nonlokomotor disebut juga keterampilan stabilitas (stability skill), didefinisikan sebagai gerakan-gerakan yang dilakukan dengan gerakan yang memerlukan dasar-dasar penyangga yang minimal atau tidak memerlukan penyangga sama sekali atau gerak tidak berpindah tempat, misalnya gerakan berbelok-belok, menekuk, mengayun, bergoyang. Kemampuan melaksanakan keterampilan ini paralel dengan penguasaan keterampilan lokomotor.
Keterampilan manipulatif didefinisikan sebagai keterampilan yang melibatkan pengendalian atau kontrol terhadap objek tertentu, terutama dengan menggunakan tangan atau kaki. Ada dua klasifikasi keterampilan manipulatif, yaitu (1) keterampilan reseptif (receptive skil); dan (2) keterampilan propulsif (propulsive skill). Keterampilan reseptif melibatkan gerakan menerima objek, misalnya menangkap, menjerat, sedangkan keterampilan propulsif bercirikan dengan suatu kegiatan yang membutuhkan gaya atau tenaga pada objek tertentu, misalnya melempar, memukul, menendang.
Walaupun sebagian besar keterampilan manipulatif menggunakan tangan dan kaki, tetapi bagian-bagian tubuh yang lain juga dapat digunakan. Manipulasi terhadap objek tertentu mengarah pada koordinasi mata-tangan dan mata-kaki yang lebih baik, terutama penting untuk gerakan-gerakan yang mengikuti jalan atau alur (tracking) pada tempat terentu.
Keterampilan manipulatif merupakan dasar-dasar dari berbagai keterampilan permainan (game skill). Gerakan yang memerlukan tenaga, seperti melempar, memukul, dan menendang dan gerakan menerima objek, seperti menangkap merupakan keterampilan yang penting yang dapat diajarkan dengan menggunakan berbagai jenis bola. Gerakan melambungkan atau mengarahkan objek yang melayang, seperti bola voli merupakan bentuk keterampilan manipulatif lain yang sangat penting. Kontrol terhadap suatu objek yang dilakukan secara terus menerus, seperti menggunakan tongkat atau simpai juga merupakan aktivitas manipulatif
.
3. Klasifikasi Keterampilan Gerak
Pengklasifikasian keterampilan gerak dapat dibuat berdasarkan beberapa sudut pandang, berikut ini disajikan beberapa klasifikasi keterampilan gerak:
a. Berdasarkan kecermatan gerak b. perbedaan titik awal dan titik akhir c. Stabilitas lingkungan
Uraian mengenai tiap klasifikasi tersebut adalah sebagai berikut:
a. Klasifikasi berdasarkan kecermatan gerakan
Ketererampilan gerak dapat dikaji berdasarkan kecermatan pelaksanaannya. Kecermatan pelaksanaan gerakan dapat ditentukan antara lain oleh jenis otot-otot yang terlibat. Ada gerakan yang melibatkan otot-otot besar dan jenis otot-otot halus.
Berdasarkan kecermatan gerakan atau jenis totot-otot yang terlibat, keterampilan gerak dapat dikategorikan menjadi 2 yaitu:
1) Keterampilan gerak agal (gross motor skills) 2) Keterampilan gerak halus (fine motor skills)
Keterampilan gerak agal adalah gerakan yang dalam pelaksanaannya melibatkan otot-otot besar sebagai basis utama gerakan, contohnya antara lain keterampilan gerak loncat tinggi dan lempar lembing.
Keterampilan gerak halus adalah gerakan yang dalam pelaksanaannya melibatkan otot-otot halus sebagai basis utama gerakan. contohnya antara lain adalah keterampilan gerak menarik pelatuk senapan dan pelepasan busur dalam memanah.
Pada keterampilan ngerak agal diperlukan keterlibatan bagian-bagian tubuh secara keseluruhan, sedang pada keterampilan gerak halus hanya melibatkan sebagian dari anggota badan yang digerakan oleh otot-otot halus
b. Klasifikasi berdasarkan perbedaan titik awal dan titik akhir
Apabila diperlukan, gerakan keterampilan ada yang dengan mudah dapat diketahui bagian awal dan bagian akhir dari gerakannya, tetapi ada juga yang susah diketahui. Dengan karakteristik seperti itu, keterampilan gerak dapat dibedakan menjadi 3 kategori, yaitu:
1) Keterampilan gerak diskret (discrete motor skill) 2) Keterampilan gerak serial (serial motor skill)
Keterampilan gerak diskret adalah keterampilan gerak di mana dalam pelaksanaannya dapat dibedakan secara jelas titik awal dan titik akhir dari gerakan. Contohnya adalah gerakan berguling kedepan satu kali. titik awal gerakan adalah pada saat pelaku berjongkok dan meletakan kedua telapak tangan dan tengkuknya ke matras, sedangkan titik akhirnya adalah pada saat pelaku sudah dalam keadaan jongkok kembali.
Keterampilan gerak serial adalah keterampilan gerak diskret yang dilakukan beberapa kali secara berlanjut. Contohnya gerakan berguling ke depan beberapa kali.
Keterampilan gerak kontinyu adalah keterampilan gerak yang tidak dapat dengan mudah ditandai titik awal dan akhir dari gerakannya. Contohnya adalah keterampilann gerak bermain tenis atau permainan olahraga lainnya. Di sini titik awal dan akhir tidak mudah untuk diketahui karena merupakan rangkaian dari bermacan-macam rangkaian gerakan.
Pada keterampilan gerak kontinyu, untuk melaksanakannya lebih dipengaruhi oleh kemamuan sipelaku dan nstimulus eksternal. dibandingkan dengan pengaruh bentuk gerakannya sendiri. Misalnya pada saat menggiring bola, yang menentukan adalah keadaan bola dan maunya si pelaku untuk menggiringnya, sedang bentuk gerakkannya sendiri dapat berubah-ubah atau tidak berpaku pada bentuk gerakan tertentu yang baku.
c. Klasifikasi berdasarkan stabilitas lingkungan
Di dalam melakukan suatu gerakan keterampilan, ada kalanya pelaku menghadapi kondisi lingkunagn yang tidak berubah-ubah ada kalanya berubah-ubah. Berdasarkan keadaan kondisi lingkungan seperti itu, gerakan nketerampilan dapat dikategorikan menjadi 2 yaitu:
1) Ketrampilan tertutup (clossed skill) 2) Ketrampilan Terbuka (open skill)
Ketrampilan tertutup adalah keterampilan gerak dimana pelaksanaannya terjadi pada kondisi lingkungan yang tidak berubah, dan stimulus gerakannya timbul dari dalam diri si pelaku sendiri. Contohnya adalah dalam melakukan gerakan mengguling pada senam lantai, dalam gerakanj ini pelaku memulainya setelah siap untuk melakukannya, adan bergerak berdasarkan apa yang direncanakannya,Keterampilan terbuka adalah keterampilan gerak dimana dalam pelaksanaannya terjadai pada konsisi lingkungan yang berubah- ubah, dan pelaku bergerak menyesuaikan dengan stimulus yang timbul dari lingkungannya.
Perubahan kondisi lingkungan dapat bersifat temporal dan bisa bersifat spesial. Contohnya adalah dalam melakukan gerakan memukul bola yang dilambungkan. Dalam gerakan ini pelaku memukul bola dengan menyesuaikan dengan kondisi bolanya agar pukulanya mengena. Pelaku dipaksa untuk mengamati kecepatan, arah, an jarak bola; kemudi
D.
Aktivitas Pembelajaran
Langkah – langkah yang perlu dilakukan dalam mempeljari materi pelatihan ini mencakup aktivitas individual dan aktivitas kelompok.
1. Aktivitas individual meliputi meliputi :
a) Memahami dan mencermati materi pilihan
b) Mengerjakan latihan/tugas, menyelesaikan masalah / kasus
c) Menyimpulkan mengenai tahap-tahap perkembangan manusia dalam PJOK
d) Melakukan refleksi 2. Aktivitas kelompok meliputi :
a) Mendiskusikan materi pelatihan
b) Bertukar pengalaman (sharing) dalam melakukan latihan menyelesaikan masalah/kasus
c) Membuat rangkuman
Perancang kegiatan: melaui kegiatan ini diharapkan peserta mampu memahami tahap-tahap perkembangan gerak dalam pembelajaran PJOK.
Langkah kegiatan:
1. Cermati gambar tahap-tahap pencapaian perilaku motorik dan diskusikan dalam kelompok terkait perkembangan bayi, anak-anak, remaja, dan pasca remaja.
2. Buatlah contoh bentuk permaian masing-masing keterampilan lokomotor, non lokomotor, dan manpulatif.
3. Rancanglah bentuk permainan masing-masing keterampilan tersebut dalam bentuk scenario pembelajaran dan dipresentasikan/dipraktekkan didalam kelas.
Catatan tambahan: pelajarilah sumber informasi dari internet terkait tentang “The hourglass” oleh gallaheu untuk menambah wawasan anda.
F.
Rangkuman
Tahap perkembangan fisik pada masa remaja adalah pengembangan perbaikan/penghalusan gerak dasar. Harrow (1972: 52) mengemukakan bahwa gerak dasar merupakan pola gerak yang inheren yang membentuk dasar-dasar untuk keterampilan gerak yang kompleks, yang meliputi a) gerak lokomotor; b) gerak non lokomotor; dan c) gerak manipulatif.
Pengklasifikasian keterampilan gerak dapat dibuat berdasarkan beberapa sudut pandang, berikut ini disajikan beberapa klasifikasi keterampilan gerak:
1. Berdasarkan kecermatan gerak, Kecermatan pelaksanaan gerakan dapat ditentukan antara lain oleh jenis otot-otot yang terlibat.
Ada gerakan yang melibatkan otot-otot besar dan jenis otot-otot halus terdiri dari: Keterampilan gerak agal (gross motor skills), Keterampilan gerak halus (fine motor skills).
2. Perbedaan titik awal dan titik akhir, gerakan keterampilan ada yang dengan mudah dapat diketahui bagian awal dan bagian akhir dari gerakannya, tetapi ada juga yang susah diketahui. Dengan karakteristik seperti itu, keterampilan gerak dapat dibedakan menjadi 3 kategori, yaitu:
Keterampilan gerak diskret (discrete motor skill), Keterampilan gerak serial (serial motor skill), Keterampilan gerak kontinyu (continuous motor skill). 3. Stabilitas lingkungan, berdasarkan keadaan kondisi lingkungan seperti itu,
gerakan nketerampilan dapat dikategorikan menjadi 2 yaitu: Ketrampilan tertutup (clossed skill) dan Ketrampilan Terbuka (open skill)
Fungsi guru sebagai pekerja cenderung kurang kreatif, kurang berkembang, dan bersifat statis, karena hanya mengandalkan apa yang ada. Sebaliknya, fungsi guru sebagai peranacang atau pembuat program cenderung lebih kreatif dan dinamis. Dalam menyusun program latihan fisik atau pengembangan gerak harus mempertimbangkan komponen-komponen, yaitu (1) tujuan; (2) tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak (kemampuan gerak); (3) komponen fisik; dan (4) disesuaikan dengan dunia anak (metode
G.
Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Setelah mengerjakan Tes Formatif 2, Cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban Tes Formatif 2, yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jumlah jawaban yang benar, kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2. Rumus :
Jumlah jawaban yang benar
Tingkat penguasaan = x 100 10
Arti tingkat penguasaan yang Anda capai: 90 – 100 = baik sekali
80 – 89 = baik 70 – 79 = cukup < 70 = kurang
Jika tingkat penguasaan Anda minimal 80%, maka anda dinyatakan berhasil dengan baik, dan anda dapat melanjutkan untuk mempelajari Modul PKB Guru PJOK Grade 5. Sebaliknya, bila tingkat penguasaan Anda kurang dari 80%, silakan pelajari kembali uraian yang terdapat dalam subunit sebelumnya, khususnya pada bagian yang belum Anda kuasai dengan baik, yaitu pada jawaban Anda yang salah.
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
ANALISIS KD MATA PELAJARAN PJOK
A. Tujuan
Memiliki kecakapan dalam mengelola pembelajaran mengacu pada konsep keilmuan pendukung PJOK secara profesional serta memiliki tanggung jawab personal dan sosial sebagai tauladan bagi peserta didik dan masyarakat sesuai dengan kebijakan yang berlaku.
B.
Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Menjelaskan Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, dan Indikator PJOK di Sekolah Dasar
2. Mengembangan Indikator Pencapaian Kompetensi Sesuai Gradasi Kompetensi
3. Mengidentifikasikan pemilihan Materi Sesuai Indikator Pencapaian Kompetensi
C. Uraian Materi
1. Kompetensi Inti
Kompetensi inti dirancang seiring dengan meningkatnya usia peserta didik pada kelas tertentu. Melalui kompetensi inti, integrasi vertikal berbagai kompetensi dasar pada kelas yang berbeda dapat dijaga.
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
a) Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual. b) Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial. c) Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan. d) Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah dapat dilihat sebagai berikut.
Kompetensi Inti Kelas I Kompetensi Inti Kelas II Kompetensi Inti Kelas III 1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya 2. Memiliki perilaku jujur,
disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan tetangganya 3. Memahami pengetahuan
faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah 3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang
mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
4. Menyajikan
pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang
mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
4. Menyajikan
pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan
perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
Tabel 2: Kompetensi Inti SD/MI Kelas IV, V, dan VI
Kompetensi Inti Kelas IV Kompetensi Inti Kelas V Kompetensi Inti Kelas VI
1.
Menerima, menjalankan,dan menghargai ajaran agama yang dianutnya
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
Kompetensi Inti Kelas IV Kompetensi Inti Kelas V Kompetensi Inti Kelas VI
2.
Menunjukkan perilakujujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air.
3.
Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain3. Memahami
pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain
3. Memahami pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain
4.
Menyajikanpengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang
mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
4. Menyajikan
pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan
perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
4. Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam
tindakan yang
mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
2. Kompetensi Dasar
Kompetensi dasar dirumuskan untuk mencapai kompetensi inti. Rumusan Kompetensi Dasar dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. Kompetensi dasar dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan pengelompokkan kompetensi inti sebagai berikut:
a. Kelompok 1: kelompok kompetensi dasar sikap spiritual dalam rangka menjabarkan KI-1;
b. Kelompok 2: kelompok kompetensi dasar sikap sosial dalam rangka menjabarkan KI-2;
c. Kelompok 3: kelompok kompetensi dasasr pengetahuan dalam rangka menjabarkan KI-3;
d. Kelompok 4: kompetensi dasar keterampilan dalam rangka menjabarkan KI-4.
Penjabaran lengkap mengenai kompetensi dasar per jenjang kelas dan per mata pelajaran dapat dilihat dalam lampiran Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 57 Tahun 2014 tentang Kurikulum
Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah.
Tabel 3: Kompetensi Dasar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan
Kelas I S.D Kelas VI KELAS: I
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang
dianutnya
1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugrah Tuhan.
2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru
2.1 Berperilaku sportif dalam bermain.
2.2 Bertanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar, serta dalam penggunaan sarana dan prasarana pembelajaran.
2.3 Menghargai perbedaan karakteristik individual dalam melakukan berbagai aktivitas fisik. 2.4 Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam
melakukan berbagai aktivitas fisik.
2.5 Toleransi dan mau berbagi dengan teman lain dalam penggunaan peralatan dan kesempatan.
2.6 Disiplin selama melakukan berbagai aktivitas fisik. 2.7 Menerima kekalahan dan kemenangan dalam
permainan. 3. Memahami
pengetahuan faktual dengan cara
3.1 Mengetahui konsep gerak dasar lokomotor sesuai dengan dimensi anggota tubuh yang digunakan, arah, ruang gerak, hubungan, dan usaha, dalam berbagai
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
bentuk permainan sederhana dan atau tradisional. 3.2 Mengetahui konsep gerak dasar non-lokomotor
sesuai dengan dimensi anggota tubuh yang
digunakan, arah, ruang gerak, hubungan, dan usaha, dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional.
3.3 Mengetahui konsep gerak dasar manipulatif sesuai dengan dimensi anggota tubuh yang digunakan, arah, ruang gerak, hubungan, dan usaha, dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional.
3.4 Mengetahui konsep bergerak secara seimbang dan cepat dalam rangka pengembangan kebugaran jasmani melalui permainan sederhana dan atau tradisional.
3.5 Mengetahui konsep berbagai pola gerak dasar dominan statis (bertumpu dengan tangan dan lengan depan/belakang /samping, bergantung, sikap kapal terbang, dan berdiri dengan salah satu kaki), serta pola gerak dominan dinamis (menolak, mengayun, melayang di udara, berputar, dan mendarat) dalam aktivitas senam.
3.6 Mengetahui konsep penggunaan pola gerak dasar lokomotor dan non-lokomotor sesuai dengan irama (ketukan) tanpa/ dengan musik dalam aktivitas gerak rimtik.
3.7 Mengetahui perbedaan bergerak di air dan di darat dalam aktivitas air.*
3.8 Mengetahui bagian-bagian tubuh sendiri, kegunaan, dan cara menjaga kebersihannya terutama badan, kuku, kulit, gigi, rambut, hidung, telinga, tangan dan kaki, serta menjaga kebersihan pakaian yang digunakan.
3.9 Mengetahui dampak jangka pendek selama dan setelah melakukan aktivitas fisik.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang
mencerminkan perilaku anak beriman dan
4.1 Mempraktikkan pola gerak dasar lokomotor sesuai dengan dimensi anggota tubuh yang digunakan, arah, ruang gerak, hubungan dan usaha, dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional. 4.2 Mempraktikkan pola gerak dasar non-lokomotor
sesuai dengan dimensi anggota tubuh yang digunakan, arah, ruang gerak, hubungan, dan usaha,dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional.
4.3 Mempraktikkan pola gerak dasar manipulatif sesuai dengan dimensi anggota tubuh yang digunakan, arah, ruang gerak, hubungan, dan usaha, dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional.
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
berakhlak mulia 4.4 Mempraktikkan aktivitas pengembangan kebugaran jasmani untuk melatih keseimbangan dan kecepatan tubuh melalui permainan sederhanadan dan atau tradisional.
4.5 Mempraktikkan berbagai pola gerak dasar dominan statis (bertumpu dengan tangan dan lengan
depan/belakang/ samping, bergantung, sikap kapal terbang, dan berdiri dengan salah satu kaki) dan pola gerak dominan dinamis (menolak, mengayu,
melayang di udara, berputar, dan mendarat) dalam aktivitas senam.
4.6 Mempraktikkan penggunaan pola gerak dasar lokomotor dan non-lokomotor sesuai dengan irama (ketukan) tanpa/dengan musik dalam aktivitas gerak rimtik.
4.7 Mempraktikkan berbagai bentuk permainan pengenalan air dalam aktivitas air.*
4.8 Mempraktikkan cara memelihara dan menjaga kebersihan bagian-bagian tubuh sendiri terutama badan, kuku, kulit, gigi, rambut, hidung, telinga, tangan dan kaki, serta menjaga kebersihan pakaian yang digunakan.
4.9 Menceritakan dampak jangka pendek selama dan setelah melakukan aktivitas fisik.
KELAS: II
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugrah Tuhan.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru
2.1 Berperilaku sportif dalam bermain.
2.2 Bertanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar, serta dalam penggunaan sarana dan prasarana pembelajaran.
2.3 Menghargai perbedaan karakteristik individual dalam melakukan berbagai aktivitas fisik. 2.4 Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam
melakukan berbagai aktivitas fisik.
2.5 Toleransi dan mau berbagi dengan teman lain dalam penggunaan peralatan dan kesempatan. 2.6 Disiplin selama melakukan berbagai aktivitas fisik. 2.7 Menerima kekalahan dan kemenangan dalam
permainan. 3. Memahami
pengetahuan faktual dengan
3.1 Mengetahui konsep gerak variasi pola gerak dasar lokomotor dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional.
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
3.2 Mengetahui konsep gerak variasi pola gerak dasar non-lokomotor dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional.
3.3 Mengetahui konsep gerak variasi pola gerak dasar manipulatif dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional. 3.4 Mengetahui konsep menjaga sikap tubuh (duduk,
membaca, berdiri, jalan), serta bergerak secara lentur dan lincah dalam rangka pengembangan kebugaran jasmani melalui permainan sederhana dan atau tradisional.
3.5 Mengetahui konsep variasi berbagai pola gerak dasar dominan statis (bertumpu dengan tangan dan lengan depan/belakang/samping, bergantung, sikap kapal terbang, dan berdiri dengan salah satu kaki),serta pola gerak dominan dinamis (menolak, mengayun, melayang di udara, berputar, dan mendarat) dalam aktivitas senam.
3.6 Mengetahui konsep penggunaan variasi pola gerak dasar lokomotor dan non-lokomotor sesuai
dengan irama (ketukan) tanpa/dengan musik dalam aktivitas gerak rimtik.
3.7 Mengetahui konsep dasar pengenalan, gerak dasar lokomotor, permainan dengan alat, dan
keselamatan diridi air, terutama yang
berhubungan dengan gerakan kaki, tangan dan tubuh dalam aktivitas air *.
3.8 Memahami cara menjaga kebersihan kelas (seperti; piket membersihkan lingkungan kelas, papan tulis) dan lingkungan sekolah (halaman sekolah).
3.9 Memahami manfaat pemanasan dan pendinginan sebelum dan setelah melakukan aktivitas fisik. 3.10 Mengetahui apa yang dilakukan dan dihindari
sebelum dan setelah melakukan aktivitas fisik. 4. Menyajikan
pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang
mencerminkan perilaku anak
4.1 Mempraktikkan variasi pola gerak dasar lokomotor yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional.
4.2 Mempraktikkan variasi pola gerak dasar non-lokomotor yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional.
4.3 Mempraktikkan variasi pola gerak dasar manipulatif yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional.
4.4 Mempraktikkan cara menjaga sikap tubuh (duduk, membaca, berdiri, jalan), serta aktivitas
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR beriman dan
berakhlak mulia
pengembangan kebugaran jasmani untuk melatih kelenturan dan kelincahan tubuh melalui
permainan sederhanadan atau tradisional.
4.5 Mempraktikkan variasi berbagai pola gerak dasar dominan statis (bertumpu dengan tangan dan lengan depan/belakang/samping, bergantung, sikap kapal terbang, dan berdiri dengan salah satu kaki),serta pola gerak dominan dinamis (menolak, mengayun, melayang di udara, berputar, dan mendarat) dalam aktivitas senam.
4.6 Mempraktikkan penggunaan variasi pola gerak dasar lokomotor dan non-lokomotor sesuai dengan irama (ketukan) tanpa/dengan musik dalam aktivitas gerak rimtik.
4.7 Mempraktikkan berbagai gerak dasar pengenalan, gerak dasar lokomotor, permainan dengan alat dan keselamatan diridi air, terutama yang
berhubungan dengan gerakan kaki, tangan dan tubuh dalam aktivitas air *.
4.8 Mempraktikkan cara menjaga kebersihan kelas (seperti; piket membersihkan lingkungan kelas, papan tulis) dan lingkungan sekolah (halaman sekolah).
4.9 Mempraktikkan pemanasan dan pendinginan sebelum dan setelah melakukan aktivitas fisik. 4.10 Menceritakan tentang apa yang dilakukan dan
dihindari sebelum dan setelah melakukan aktivitas fisik.
KELAS: III
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang
dianutnya
1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugrah Tuhan.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam
berinteraksi dengan keluarga, teman, guru dan
tatangganya
2.1 Berperilaku sportif dalam bermain.
2.2 Bertanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar, serta dalam penggunaan sarana dan prasarana pembelajaran.
2.3 Menghargai perbedaan karakteristik individual dalam melakukan berbagai aktivitas fisik. 2.4 Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam
melakukan berbagai aktivitas fisik dalam bentuk permainan.
2.5 Toleransi dan mau berbagi dengan teman lain dalam penggunaan peralatan dan kesempatan. 2.6 Disiplin selama melakukan berbagai aktivitas fisik.
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
2.7 Menerima kekalahan dan kemenangan dalam permainan.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati
[mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
3.1 Mengetahui konsep gerak kombinasi pola gerak dasar lokomotor dalam berbagai bentuk
permainan sederhana dan atau tradisional. 3.2 Mengetahui konsep gerak kombinasi pola gerak
dasar non-lokomotor dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional. 3.3 Mengetahui konsep gerak kombinasi pola gerak
dasar manipulatif dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional. 3.4 Mengetahui cara memilih dan mengenakan
pakaian untuk berolahraga, cara pemanasan dan pendinginan, serta bergerak secara kuat, tepat, koordinatif dalam rangka pengembangan
kebugaran jasmani melalui permainan sederhana dan atau tradisional.
3.5 Mengetahui konsep kombinasi berbagai pola gerak dasar dominan statis (bertumpu dengan tangan dan lengan depan/belakang/samping, bergantung, sikap kapal terbang, dan berdiri dengan salah satu kaki), serta pola gerak dominan dinamis (menolak, mengayun, melayang di udara, berputar, dan mendarat) dalam aktivitas senam.
3.6 Mengetahui konsep penggunaan kombinasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor dan manipulatif sesuai dengan irama (ketukan) tanpa/dengan musik dalam aktivitas gerak ritmik. 3.7 Mengetahui konsep gerak dasar mengambang
(water trappen) dan meluncur di air dalam aktivitas air. *
3.8 Mengetahui konsep kebutuhan istirahat, tidur, dan pengisian waktu luang untuk menjaga kesehatan. 3.9 Mengetahui manfaat pakaian dan atribut yang
sesuai untuk jenis aktivitas fisik yang diikuti. 4. Menyajikan
pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang
mencerminkan perilaku anak
4.1 Mempraktikkan kombinasi pola gerak dasar lokomotor yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau tradisional.
4.2 Mempraktikkan kombinasi pola gerak dasar non-lokomotor yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional.
4.3 Mempraktikkan kombinasi pola gerak dasar manipulatif yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional.
4.4 Mempraktikkan cara memilih dan mengenakan pakaian untuk berolahraga, cara pemanasan dan
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR beriman dan
berakhlak mulia
pendinginan, serta bergerak secara kuat, tepat, koordinatif dalam rangka pengembangan
kebugaran jasmani melalui permainan sederhana dan atau tradisional.
4.5 Mempraktikkan kombinasi berbagai pola gerak dasar dominan statis (bertumpu dengan tangan dan lengan depan/belakang/samping, bergantung, sikap kapal terbang, dan berdiri dengan salah satu kaki), serta pola gerak dominan dinamis (menolak, mengayun, melayang di udara, berputar, dan mendarat) dalam aktivitas senam.
4.6 Mempraktikkan penggunaan kombinasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor danmanipulatif sesuai dengan irama (ketukan) tanpa/dengan musik dalam aktivitas gerak rimtik.
4.7 Mempraktikkan gerak dasar mengambang dan meluncur di air dalam aktivitas air.*
4.8 Mempraktikkan pemenuhan kebutuhan istirahat, tidur, dan pengisian waktu luang untuk menjaga kesehatan.
4.9 Memakai pakaian dan atribut yang sesuai untuk jenis aktivitas fisik yang diikuti.
KELAS: IV
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1.
Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugrah Tuhan. 1.2 Tumbuhnya kesadaran bahwa tubuh harus
dipelihara dan dibina, sebagai wujud syukur kepada sang Pencipta.
2.
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalamberinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya
2.1 Berperilaku sportif dalam bermain.
2.2 Bertanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar, serta dalam penggunaan sarana dan prasarana pembelajaran.
2.3 Menghargai perbedaan karakteristik individual dalam melakukan berbagai aktivitas fisik. 2.4 Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam
melakukan berbagai aktivitas fisik dalam bentuk permainan.
2.5 Toleransi dan mau berbagi dengan teman lain dalam penggunaan peralatan dan kesempatan. 2.6 Disiplin selama melakukan berbagai aktivitas fisik. 2.7 Menerima kekalahan dan kemenangan dalam
permainan.
3.
Memahamipengetahuan
3.1 Memahami konsep variasi dan kombinasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR faktual dengan cara
mengamati dan menanya
berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain
manipulatif dalam permainan dan atau olahraga tradisional bola besar.
3.2 Memahami konsep variasi dan kombinasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam berbagai permainan dan atau olahraga tradisional bola kecil.
3.3 Memahami konsep variasi dan kombinasi pola gerak dasar lokomotor dan lokomotor untuk membentuk gerakan dasar atletik jalan cepat dan lari melalui permainan dan atau olahraga
tradisional.
3.4 Memahami konsep berbagai aktivitas kebugaran jasmani untuk mencapai tinggi dan berat badan ideal.
3.5 Memahami konsep kombinasi pola gerak dasar dominan statis dan dinamis untuk membentuk keterampilan/ teknik dasar senam (seperti: handstand, kayang, meroda, dsb).
3.6 Mengetahui konsep kombinasi gerak dasar langkah dan ayunan lengan bertema budaya daerah mengikuti irama (ketukan) tanpa/dengan musik dalam aktivitas gerak ritmik.
3.7 Mengetahui konsep keterampilan gerak salah satu gaya renang.*
3.8 Memahami konsep makanan bergizi dan jajanan sehat menjaga kesehatan tubuh.
3.9 Memahami pengaruh aktivitas fisik dan istirahat yang cukup terhadap pertumbuhan dan
perkembangan tubuh.
3.10 Memahami jenis cidera dan cara
penanggulangannya secara sederhana selama melakukan aktivitas fisik.
4.
Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia4.1 Mempraktikkan variasi dan kombinasipola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam permainan bola besar yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai permainan dan atau olahraga tradisional bola besar.
4.2 Mempraktikkan variasi dan kombinasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai permainan dan atau olahraga
tradisional bola kecil.
4.3 Mempraktikkan kombinasi pola gerak dasar lokomotor untuk membentuk gerakan dasar atletik jalan cepat dan lari yang dilandasi konsep gerak melalui permainan dan atau olahraga tradisional.
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
jasmani untuk mencapai tinggi dan berat badan ideal.
4.5 Mempraktikkan kombinasi pola gerak dasar dominan statis dan dinamis untuk membentuk keterampilan/ teknik dasar senam (seperti: handstand, kayang, meroda, dsb).
4.6 Mempraktikkan gerak dasar langkah dan ayunan lengan bertema budaya daerah mengikuti irama (ketukan) tanpa/dengan musik dalam aktivitas gerak ritmik.
4.7 Mempraktikkan keterampilan gerak salah satu gaya renang.*
4.8 Mempraktikkan cara menjaga kesehatan tubuh dengan makan makanan bergizi dan memilih jajanan sehat.
4.9 Menceritakan secara sederhana pengaruh aktivitas fisik dan istirahat yang cukup terhadap pertumbuhan dan perkembangan tubuh.
4.10 Mempraktikkan cara penanggulangan cidera secara sederhana selama melakukan aktivitas fisik.
KELAS: V
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugrah Tuhan. 1.2 Tumbuhnya kesadaran bahwa tubuh harus
dipelihara dan dibina, sebagai wujud syukur kepada sang Pencipta.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam
berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan
tetangganya serta cinta tanah air.
2.1 Berperilaku sportif dalam bermain.
2.2 Bertanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar, serta dalam penggunaan sarana dan prasarana pembelajaran.
2.3 Menghargai perbedaan karakteristik individual dalam melakukan berbagai aktivitas fisik. 2.4 Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam
melakukan berbagai aktivitas fisik dalam bentuk permainan.
2.5 Toleransi dan mau berbagi dengan teman lain dalam penggunaan peralatan dan kesempatan. 2.6 Disiplin selama melakukan berbagai aktivitas fisik. 2.7 Menerima kekalahan dan kemenangan dalam
permainan. 3. Memahami
pengetahuan faktual dan
konseptual dengan
3.1 Memahami konsep variasi dan kombinasi pola gerak dasar dalam berbagai permainan dan atau olahraga tradisional bola besar.
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR cara mengamati, menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain
gerak dasar dalam berbagai permainan dan atau olahraga tradisional bola kecil.
3.3 Memahami konsep variasi dan kombinasi pola gerak dasar dalam atletik nomor lompat, dan lempar melalui permainan/olahraga yang dimodifikasi dan atau olahraga tradisional. 3.4 Memahami variasi dan kombinasi pola gerak
dasar lokomotor dan non lokomotor untuk membentuk gerakan dasar (sikap dan kuda-kuda) olahraga beladiri.
3.5 Memahami konsep aktivitas latihan daya tahan jantung dan paru (cardiorespiratory)untuk pengembangan kebugaran jasmani.
3.6 Memahami konsep kombinasi pola gerak dominan statis dan dinamis (melompat, menggantung, mengayun, meniti, mendarat) untuk membentuk keterampilan/ teknik dasar senam menggunakan alat.
3.7 Memahami konsep kombinasi gerak dasar langkah dan ayunan lengan bertema budaya daerah dan nasional mengikuti irama (ketukan) tanpa/dengan musik dalam aktivitas gerak ritmik.
3.8 Memahami konsep salah satu gaya renang dengan koordinasi yang baik dalam aktivitas air.*
3.9 Memahami manfaat pemeliharaan kebersihan alat reproduksi.
3.10 Memahami cara menjaga diri dari berbagai tindakan/perilaku tidak senonoh.
3.11 Memahami bahaya merokok terhadap kesehatan tubuh.
3.12 Memahami pengaruh aktivitas fisik yang berbeda terhadap tubuh.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang
mencerminkan perilaku anak
4.1 Mempraktikkan variasi dan kombinasi pola gerak dasar yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai permainan dan atau olahraga
tradisional bola besar.
4.2 Mempraktikkan variasi dan kombinasi pola gerak dasar yang dilandasi konsep gerak dalam berbagai permainan dan atau olahraga
tradisional bola kecil.
4.3 Mempraktikkan variasi dan kombinasi pola gerak dasar dalam atletik nomor lompat, dan lempar melalui permainan/olahraga yang dimodifikasi dan atau olahraga tradisional. 4.4 Mempraktikkan variasi dan kombinasi pola
gerak dasar lokomotor dan non lokomotor untuk membentuk gerakan dasar (sikap dan
kuda-KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR beriman dan
berakhlak mulia
kuda) olahraga beladiri.
4.5 Mempraktikk aktivitas jantung dan paru (cardiorespiratory) untuk pengembangan kebugaran jasmani.
4.6 Mempraktikkan kombinasi pola gerak dominan statis dan dinamis (melompat, menggantung, mengayun, meniti, mendarat) untuk membentuk keterampilan/ teknik dasar senam
menggunakan alat.
4.7 Mempraktikkan kombinas gerak dasar langkah dan ayunan lengan bertema budaya daerah dan nasional mengikuti irama (ketukan)
tanpa/dengan musik dalam aktivitas gerak ritmik.
4.8 Mempraktikkan salah satu gaya renang dengan koordinasi yang baik dalam aktivitas air.*
4.9 Menceritakan cara pemeliharaan kebersihan alat reproduksi
4.10 Menceritakan cara menjaga diri dari berbagai tindakan/perilaku tidak senonoh,
4.11 Menceritakan bahaya merokok terhadap kesehatan tubuh.
4.12 Menceritakan pengaruh beberapa aktivitas fisik terhadap tubuh.
KELAS: VI
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya sebagai anugrah Tuhan. 1.2 Tumbuhnya kesadaran bahwa tubuh harus
dipelihara dan dibina, sebagai wujud syukur kepada sang Pencipta.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam
berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan
tetangganya serta cinta tanah air.
2.1 Berperilaku sportif dalam bermain.
2.2 Bertanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar, serta dalam penggunaan sarana dan prasarana pembelajaran.
2.3 Menghargai perbedaan karakteristik individual dalam melakukan berbagai aktivitas fisik. 2.4 Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam
melakukan berbagai aktivitas fisik dalam bentuk permainan.
2.5 Toleransi dan mau berbagi dengan teman lain dalam penggunaan peralatan dan kesempatan. 2.6 Disiplin selama melakukan berbagai aktivitas fisik. 2.7 Menerima kekalahan dan kemenangan dalam
permainan.
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR pengetahuan faktual dan konseptual dengan cara mengamati, menanya dan mencoba berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain
gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dengan kontrol yang baik dalam berbagai permainan dan atau olahraga tradisional bola besar.
3.2 Memahami konsep variasi dan kombinasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dengan kontrol yang baik dalam berbagai permainan dan atau olahraga tradisional bola kecil.
3.3 Memahami konsep variasi dan kombinasi gerak dasar atletik jalan, lari, lompat, dan lempar dengan kontrol yang baik melalui permainan dan atau olahraga tradisional.
3.4 Memahami konsep variasi dan kombinasi pola gerak dasar lokomotor dan non lokomotor untuk membentuk gerakan dasar (langkah, serangan, dan belaan (dengan tangan dan kaki) olahraga beladiri.
3.5 Memahami konsep latihan kebugaran jasmani, dan pengukuran status kebugaran jasmani pribadi secara sederhana (contoh: menghitung denyut nadi, menghitung kemampuan
melakukan push up, menghitung kelentukan tungkai).
3.6 Memahami konsep rangkaian tiga gerak dasar senam lantai dengan konsisten, tepat dan kontrol yang baik dalam aktivitas senam. 3.7 Memahami konsep penyusunan rangkaian
langkah dan ayunan lengan secara sederhana bertema budaya daerah dan nasional mengikuti irama (ketukan) tanpa/dengan musik dalam aktivitas gerak ritmik.
3.8 Memahami konsep keterampilan satu gaya renang dengan koordinasi yang baik dan dasar penyelamatan terhadap orang lain.
3.9 Memahami konsep pemeliharaan diri dari penyakit menular dan tidak menular.
3.10 Memahami jenis dan cara menghindarkan diri dari bahaya narkotika, psikotropika, dan zat aditif terhadap tubuh.
3.11 Memahami dan cara mengukur kebugaran jasmani dengan salah satu jenis tes kebugaran 4. Menyajikan
pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya
4.1 Mempraktikkan variasi dan kombinasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dengan kontrol yang baik dalam berbagai permainan dan atau olahraga tradisional bola besar.
4.2 Mempraktikkan variasi dan kombinasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan
KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR yang estetis, dalam
gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
manipulatif dengan kontrol yang baik dalam berbagai permainan dan atau olahraga tradisional bola kecil.
4.3 Mempraktikkan variasi dan kombinasi gerak dasar atletik jalan, lari, lompat, dan lempar dengan kontrol yang baik melalui permainan dan atau olahraga tradisional.
4.4 Mempraktikkan variasi dan kombinasi pola gerak dasar lokomotor dan non lokomotor untuk membentuk gerakan dasar (langkah, serangan, dan belaan (dengan tangan dan kaki) olahraga beladiri.
4.5 Mempraktikkan latihan kebugaran jasmani, dan pengukuran status kebugaran jasmani pribadi secara sederhana (contoh: menghitung denyut nadi, menghitung kemampuan melakukan push up, menghitung kelentukan tungkai).
4.6 Mempraktikkan rangkaian tiga gerak dasar senam lantai dengan konsisten, tepat dan kontrol yang baik dalam aktivitas senam. 4.7 Mempraktikkan penyusunan rangkaian langkah
dan ayunan lengan secara sederhana bertema budaya daerah dan nasional mengikuti irama (ketukan) tanpa/dengan musik dalam aktivitas gerak ritmik.
4.8 Mempraktikkan keterampilan satu gaya renang dengan koordinasi yang baik dan dasar
penyelamatan terhadap orang lain.
4.9 Menyajikan konsep pemeliharaan diri dari penyakit menular dan tidak menular.
4.10 Menyajikan jenis dan cara menghindarkan diri dari bahaya narkotika, psikotropika, dan zat aditif terhadap tubuh.
4.11 Menyajikan cara mengukur kebugaran jasmani dengan salah satu jenis tes kebugaran.
3. Indikator Pencapaian Kompetensi
a. Pengertian
Indikator merupakan penanda pencapaian KD yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.
1) tuntutan kompetensi yang dapat dilihat melalui kata kerja yang digunakan dalam KD;
2) karakteristik mata pelajaran, peserta didik, dan sekolah;
3) potensi dan kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan lingkungan/ daerah.
Dalam mengembangkan pembelajaran dan penilaian, terdapat dua rumusan indikator, yaitu:
1) Indikator pencapaian kompetensi yang dikenal sebagai indikator yang terdapat dalam RPP.
2) Indikator penilaian yang digunakan dalam menyusun kisi-kisi dan menulis soal yang dikenal sebagai indikator soal.
b. Fungsi Indikator
Indikator memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam mengembangkan pencapaian kompetensi dasar. Indikator berfungsi sebagai berikut:
1) Pedoman dalam mengembangkan materi pembelajaran
Pengembangan materi pembelajaran harus sesuai dengan indikator yang dikembangkan. Indikator yang dirumuskan secara cermat dapat memberikan arah dalam pengembangan materi pembelajaran yang efektif sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, potensi dan kebutuhan peserta didik, sekolah, serta lingkungan.
2) Pedoman dalam mendesain kegiatan pembelajaran
Pengembangan desain pembelajaran hendaknya sesuai dengan indikator yang dikembangkan, karena indikator dapat memberikan gambaran kegiatan pembelajaran yang efektif untuk mencapai kompetensi. Indikator yang menuntut kompetensi dominan pada aspek prosedural menunjukkan agar kegiatan pembelajaran dilakukan tidak dengan strategi ekspositori melainkan lebih tepat dengan strategi discovery-inquiry.