23 Maret 2014 Tahun V – No.12
Jadilah Pemilih yang Cerdas
dan Berhati Nurani
Kartun dari Tabloid KONTAN, 18 Maret 2013
Saudara-saudara seiman, sebentar lagi kita akan menentukan pilihan dengan memilih calon wakil rakyat (caleg), calon perwakilan daerah (senator atau DPD), dan dilanjutkan dengan pemilihan presiden. Ada beberapa hal yang bisa membantu Anda untuk menjadi pegangan dalam menentukan pilihan.
Surat Gembala Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) tentang Menyongsong Pemilu 2014 telah mengajak kita untuk ikut memilih sebagai bagian menentukan masa depan bangsa. Kita juga diajak untuk menjadi pemilih yang cerdas dan berhati nurani. Karena itu, dalam pemilihan wakil rakyat, pastikan yang kita pilih adalah orang baik, menghayati nilai-nilai agama dengan baik dan jujur, peduli terhadap sesama, berpihak kepada rakyat kecil, cinta damai dan anti kekerasan.
JADWAL MISA
Misa Harian: Senin s/d Jumat 06.00 wibHari Sabtu : 17.00 wib
Hari Minggu : 06.30 - 09.00 - 17.00 wib
Misa Jumat Pertama : 06.00 - 12.00 - 19.30 wib
Adorasi Ekaristi : Setiap hari Senin 15.00 s/d 22.00 di Kapel ditutup pukul 22.00 dengan ibadat penutup (completorium)
PENYELIDIKAN KANONIK (dengan perjanjian)
Hari Senin, 17.00 – 18.30 wib Romo A.S. Gunawan, Pr.
Hari Kamis, 17.00 – 18.30 wib Romo Anton Baur, Pr.
Website: www.parokisanmare.or.id
Mailing-list:
[email protected] Facebook Group: SanMaRe Untuk kontribusi berita, artikel, pengumuman atau iklan baris,
silakan email ke : [email protected]
Memilih partai juga perlu memperhatikan sikap dan perjuangan mereka dalam menjaga keempat kesepakatan tersebut. Hal yang penting untuk pertimbangan kita adalah partai yang memiliki calon legislatif dengan kemampuan memadai dan wawasan kebangsaan yang benar.
Ringkasnya, apa makna menjadi pemilih yang cerdas?
Pilihlah caleg yang benar-benar peduli pada rakyat kecil, jujur, cinta damai, anti korupsi, anti kekerasan, tanpa harus terpengaruh identitas caleg (kesamaan agama, suku, daerah, dll).
Bagaimana bila kita tidak mengenal semua caleg dari partai yang ada? Ada beberapa tips yang
membantu:
Pilih Caleg Muka Baru yang biasanya berada di nomor urut 3 sampai 7 . Karena no. 1 biasanya
incumbent/ politisi lama atau pengusaha yang kuat membayar donasi ke partai. No. 2 , pada
umumnya masih muka lama. Baru pada no. 3 – 7 biasanya perempuan, caleg baru dengan keuangan tidak kuat.
Mengapa caleg muka baru lebih menjanjikan? Sebab, umumnya mereka masih punya idealisme di politik. Kalaupun punya niatan busuk untuk korupsi, masih belum terampil dan takut-takut. Berbeda dengan caleg muka lama, mereka sudah terampil menyiasati sistem. Ini sekedar pilihan terbaik di antara yang terburuk (minus malum).
Selain memilih caleg, kita juga harus memilih senator atau dewan perwakilan daerah (DPD). Mereka ini merupakan perwakilan daerah yang bertanggungjawab untuk membawa aspirasi daerah untuk kemajuan daerah yang diwakilinya.
Bagaimana pegangan untuk memilih calon senator yang tepat?
Pilih Calon DPD yang Berwawasan Kebangsaan. Selaras Surat Gembala KWI, memilih calon anggota DPD yang memiliki wawasan kebangsaan, jujur, cinta damai, peduli rakyat kecil adalah sangat dibutuhkan bangsa ini dari ancaman disintegrasi dan ketimpangan antar daerah. Pilih Calon DPD yang punya akar kuat/basis massa di daerah. Legislator DPD adalah orang
yang mesti tahu masalah daerahnya dan dapat memperjuangkan di pusat. Kita perlu terlibat intens mendengarkan percakapan di masyarakat, untuk mengetahui calon DPD yang berakar kuat di daerah kita.
Nah, selain sebagai pemilih, sebagai warga Negara, kita juga diharapkan ikut memantau dan mengawasi proses dan jalannya pemilu. Bentuknya adalah mengikuti secara cermat proses penghitungan suara dan bahkan mengawasi pengumpulan suara dari tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) sampai ke tingkat Kecamatan dan Kabupaten/ Kota, agar tidak terjadi kecurangan dan rekayasa.
Disiapkan oleh Sie Sosial Masyarakat Paroki SanMaRe, Bintaro.
-Romo menjawab:
Terimakasih untuk pertanyaan
kritisnya. Kita perlu memahami
teks Mat 4:1-11 dengan
seksama. Di ayat pertama,
dikatakan bahwa “Yesus
dibawa oleh Roh ke padang
gurun untuk dicobai iblis”.
Kalimat ini senada dengan
dengan apa yang dinyatakan
dalam kisah pembaptisan
Yesus, bahwa Yohanes
Pembaptis melihat Roh Allah
seperti burung merpati turun atas diri Yesus (Mat 3:16). Roh itu mempertegas identitas Yesus,
sebagai Anak yang dikasihi oleh Allah.
Sebenarnya, dalam Injil Mat 4:1-11, kata “Roh” [pneu,ma] ini ingin mempertegas bahwa
nyatanya Allah sendiri, dalam Roh-Nya, yang mempertegas identitas Sang Anak dengan
menjadikan-Nya manusia sepenuhnya, termasuk manusia yang digoda oleh Iblis. Bahkan, ia
digoda sebanyak tiga kali. Namun, yang menarik adalah bahwa Yesus tidak jatuh dalam cobaan
itu. Yesus, dengan tegas, menolak godaan itu. Ketegasan sikap dan jawaban Yesus inilah yang
menunjukkan ketaatan total Yesus pada Bapa-Nya dalam misi penyelamatan umat manusia
sekaligus mempertegas Keilahian-Nya di tengah-tengah keberadaan-Nya sebagai seorang
manusia yang utuh. Santo Paulus sendiri pun menegaskan bahwa “Ia sama dengan kita, Ia telah
dicobai, hanya tidak berbuat dosa.” (Ibr 4:15)
Jadi, secara sederhana, bisa dikatakan bahwa apa yang
dinyatakan dalam perikop ini, bukan pertama-tama ingin
menunjukkan bahwa Yesus setuju atau tidak setuju dengan
godaan iblis, tetapi ingin mempertegas gambaran Anak Allah
itu sendiri. Ia sungguh-sungguh menjadi manusia dan solider
bersama manusia dengan kesediaan-Nya dibaptis oleh
Yohanes Pembaptis, sekaligus mengalami pengalaman dicobai
oleh iblis. Pergulatan manusiawi, dalam diri Yesus inilah, yang
makin menunjukkan gambaran bahwa Yesus sungguh-sungguh
sama dengan manusia, hanya tidak berbuat dosa.
Umat
Bertanya
Bagi umat SanMaRe yang memiliki pertanyaan, silakanDiasuh oleh Romo Anton Baur, Pr
mengirimkannya ke email: [email protected]
Romo
Menjawab
Romo, Mengapa dalam Injil Matius
4:1-11, dalam kisah Yesus dicobai
di padang gurun, terkesan bahwa
Yesus menuruti Iblis untuk masuk
dalam satu godaan ke dalam
godaan yang lain? Apakah dengan
begitu, artinya Yesus setuju
dengan Iblis? – Gusty -
Pojok
Liturgi
Sikap Diri dalam Perayaan Ekaristi
Untuk menghayati Perayaan Ekaristi secara lebih baik, kita harus sungguh mempersiapkan
diri sebelum mengambil bagian di dalamnya. Banyak hal yang bisa kita lakukan, misalnya:
berpakaian sopan, datang lebih awal, berpuasa (1 jam sebelum menyambut Ekaristi),
memeriksa batin, jika dalam keadaan dosa berat, melakukan pengakuan dosa dalam
sakramen Tobat sebelum menerima Ekaristi, membaca dan merenungkan bacaan Kitab Suci
sebagai persiapan pribadi di rumah atau di gereja sebelum perayaan Ekaristi dimulai.
Ketika kitab dan Injil dibacakan, kita tidak
sibuk membaca teks misa sendiri, tapi
mendengarkan dengan khidmat. Yang lebih
baik dan lebih penting adalah bagaimana kita
“mendengarkan” Sabda Allah yang sedang
dikumandangkan, diwartakan. Pembaca
Bacaan sedang menghadirkan Allah atau
Kristus sendiri yang berbicara lewat mulut
pembaca. Jika Allah sedang berbicara kepada
kita, pantaskah kita memalingkan muka, atau
malah menyimak tulisan teks misa. Pandanglah
dan dengarkanlah, itulah cara terbaik untuk
“menyimak” kata-kata Allah.
Lalu, sewaktu mengikuti liturgi, kitapun harus selalu mempunyai sikap hati yang benar.
Sikap hati yang baik ini juga diwujudkan dengan tidak ‘ngobrol’, dan tidak menggunakan
handphone ataupun ber-BBM di gereja. Sebab jika demikian dapat dipastikan bahwa hati
kita tidak sepenuhnya terarah pada Tuhan.
Jika terjadi ‘pelanturan’, segeralah kembali
mengarahkan hati kepada Tuhan.
Belajar untuk sungguh berdoa pada saat kita mengucapkan doa dalam liturgi. Jangan sampai
kata-kata yang kita ucapkan merupakan kata-kata kosong, artinya hanya di mulut saja,
tetapi tidak sungguh keluar dari hati. Kita harus mengarahkan akal budi kita untuk
menerima dengan iman bahwa Yesus sendirilah yang bekerja dan Roh KudusNya yang
menghidupkan kata-kata doa dan Sabda Tuhan di dalam perayaan Ekaristi, sehingga
menguduskan tanda-tanda lahiriah yang dipergunakan di dalamnya untuk mendatangkan
rahmat Tuhan.
sumber: katolisitas.org Lakukanlah Ini : Sekitar Misa Kita, C.H. Suryanugraha 4
Pojok
Keluarga
Kekuatan Komunikasi
Di suatu siang, saya dan dua kawan makan siang sesama lelaki sambil berbual-bual kesana kemari. Pembicaraan yang awalnya tak berbobot, perlahan berubah arah ketika salah satu teman bercerita dengan nada keluh kesah kesukarannya berkomunikasi dengan istri. Dia merasa sulit untuk menyampaikan pemikiran dan keinginannya pada sang istri. Keluh kesah ini ditanggapi oleh kawan yang lain dengan bercerita tentang wejangan yang diterima menjelang hari pernikahannya. Inilah wejangan yang diterimanya.
Ketika kita pacaran, banyak hal yang kita lakukan yang kemudian tidak kita lakukan setelah kita menikah. Padahal, apa yang kita lakukan selama pacaran itulah pupuk penyubur rasa ketertarikan dan cinta antara kita dan pasangan, yang kemudian berkembang dan membawa kita ke kehidupan berkeluarga.
Pujian Tulus dari Hati
Sewaktu pacaran betapa sering kita mendengar atau berkata: “Yang (sayang), kamu cocok sekali pake baju ini, tambah cantik, deh.”
Setelah menikah: “Cepetan, pake baju yang mana ajalah, sama aja, lama bener sih pilihnya.”
Memuji pasangan dengan tulus merupakan hal sederhana tapi tak mudah dilakukan bila tidak benar datang dari hati. Pujian tidak dari hati pasti tidak tulus dan akan terasa oleh yang mendapatkannya. Ini bumerang yang akan menghantam balik kita yang menyampaikan pujian.
Gembira Melayani karena Rela
Kadang kala kita mendengar keluh kesah seperti: “Nyebelin, sedikit-sedikit Babes, I Luv u, tapi
dimintain tolong susah bener.” Sederhana saja, memang bilang “saayaaaangkuuu” jauh lebih mudah dari pada cuci pakaian sekeranjang. Tetapi, ada saatnya, perbuatan yang dilakukan dengan gembira karena didasari kerelaan yang dibutuhkan.
Hadiah yang bukan Upeti
Memberi hadiah atau upeti? Upeti diberikan oleh taklukan kepada penguasanya. Sebagai bayaran atas kesejahteraan dan ganti atas keselamatan atau kadang juga atas dasar khawatir dan ketakutan. Jadi hadiah bukan sekedar sesuap nasi, tidak harus sebutir berlian atau sekuntum mawar mungkin saja hanya coretan kata pada selembar Post It. Tapi sungguhkah hadiah itu ungkapan kasih dan cinta pada si dia yang menerimanya?
Mendengar dengan Sepasang Telinga
Ada ungkapan “masuk telinga kiri keluar telinga kanan.” Karenanya, dengarlah dengan dua telinga, sehingga suara yang masuk telinga akan naik ke atas masuk ke otak dan turun ke bawah ke dalam hati. Bila pasangan kita berbicara, apakah dalam rupa kemarahan atau terima kasih, perintah, ataupun permohonan, sisihkan waktu dan dengar dengan kedua telinga, agar tercerna dengan logika otak berpikir positif dan termakna lewat hati yang penuh kasih.
Sentuhan Nuansa Mesra
Masihkah kita bergandeng tangan atau jarak antara kita sudah berbanding lurus dengan usia perkawinan? Mari gandengan tangannya, sentuh bahunya, peluk dan cium pasanganmu, semua sungguh dengan rasa cintamu maka nuansa mesra akan membawamu makin dekat dengan pasanganmu.
Tidak semua memerlukan lima, ada yang hanya perlu pujian dan terkadang hadiah, yang lain perlu telinga dan pelayanan dan tidak butuh hadiah. Apa yang diperlukan, kita masing-masing yang harus tahu. Tetapi, siap sedia melakukan kelimanya pada orang-orang terkasih kita, rasanya tidak ada ruginya. Jadi, mari kita mendengar sambil melayani, serta memberi hadiah, pujian dan sentuhan nan mesra. Semoga Kasih Allah memupuk cinta dalam keluarga kita.
Seksi Kesehatan bekerjasama dengan RS Mount Alvernia Singapore mengadakan Seminar Radang Sendi, dengan tema:
"Problematika & Penanganan Praktis Nyeri Sendi
untuk masyarakat Umum“
Seminar diadakan pada
Minggu,13 April 2014, pkl 09.00 s/d 12.00 Wib,
di Aula Gereja Santa Maria Regina, Bintaro Jaya
Pembicara: Dr Lim Kay Kiat (Consultant Orthopaedic Surgeon) dan
Prof. Timothy Lee (Senior Consultant Neurosurgery) dari RS.
Mount Alvernia Singapore
Pendaftaran dapat langsung ke Ibu Erlin (0878 8808 82161) /
Sdri Lely (0856 229 0622) atau
di depan Gereja sesudah Misa Sabtu dan Minggu.
GRATIS
- JADWAL LITURGI
MINGGU Prapaskah IV – 29 & 30 MaretBacaan: Kel.1 Sam. 16:1b,6-7,10-13a; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Ul:1; Ef. 5:8-14; Yoh. 9:1-41 Saran Nyanyian: PS 486 (bait 2), 541, 544, 549, 562, 694, 849, 965
MINGGU Prapaskah V - 05 & 06 April
Bacaan: Yeh. 37:12-14; Mzm. 130:1-2,3-4b,4c-6,7-8; Ul:7; Rm. 8:8-11; Yoh. 11:1-45
Saran Nyanyian: PS 479, 483, 486 (bait 3), 541, 585, 591, 814, 965
Sabtu, 29 Maret, pukul 17.00
Koor dan Tatib: Sta. Monika - III
Petugas Lektor : Yohanna Apsari T & Luisa Martha W Putra/i Altar: Lilian Dharmahutama, Stevanus Winata, Nicholas Wijaya, Samuel Yasadiputra, Bryan Yasadiputra, Elisabeth Yasadipura, Aurelian Anindita, Katarina Sari Kusuma, Margaretha Velicia, Michael Rama Aviandri
Prodiakon: Georgino Godong, Maria Yoke Edna, Heribertus Darno, Johannes Pudjiastoto, Rinto Setiono, Albertus Bambang K.R.
Sabtu, 05 April, pukul 17.00
Koor dan Tatib: St. Yakobus - II Petugas Lektor : Carin Faradina & Yasinta Dhyaning Putra/i Altar: Alleandra Luwina N., Xaverio Anggara N., Regina Retno Putri M., Shannon Wijaya, Fransiska Yuka Julia, Benedictus Raymardi, Cita Permata Kusuma, Caroline Susan Mahadewi, Chelsea Novelia, Archangela Girlani Prodiakon: Antonius Indarahardjo, Adrianus Nggala, Antonius Nelwan, Donanta Octaviardi, Frans Narendra, Haryono Widarta
Minggu, 30 Maret, pukul 06.30
Koor dan Tatib: OMK
Petugas Lektor : Ch Flavia D & C.M Ninuk Djonowardjoko Putra/i Altar: Gabriel Randall W, Aurelia Virenze, Ditto, Febriyanti Napitupulu, Timotius Raymond HL, Dianda Mayreena, Felicia Safira Rahardjo, Ivana Permata Ariesta, Catarina Jennifer, Fransiskus Arya Kusuma
Prodiakon: Benni Saptiyanto, Gregorius Utomo, Heru Santosa, Ingewati Kusuma, Joko Galungan, Mudjihardjo
Minggu, 06 April, pukul 06.30
Koor dan Tatib: St. Timoteus - I Petugas Lektor : Yuni & Jessline
Putra/i Altar: Rahardianto Patiung, Grace Simon, Gita Adinda Satyaningtyas, Josephine Cahyaning P, Virgina Regina, Fransisca Mariana R.Z., Kiara Anindita, Marie Yohana, Jonathan Mark, Dias Riandari
Prodiakon: Ignatius Soeprapto, Johanes Sumardi, Prima Widii H., Agung Wahju, Antonius Prayudi, Dwi Respati Minggu, 30 Maret, pukul 09.00
Koor dan Tatib: St. Frans. Maria – VI Petugas Lektor : Maria Magdalena Yuniati & Ellya Siswoko Putra/i Altar : Septaviel Kenzie, Lukas Setya A.C.P, Carmelita Ome Leba, Diandra Forceila, Christina Simamora, Gabriela Alexander Putri, Hieronimus Raturangga, Thomas Ginta Tarigan, Benedict Matthew Sukieche, Helena Keren Imanuela, Alvin Kindy Setiawan, Peter Bradley
Prodiakon:RM. Soedjono Respati, Veronika Kani, Aloysius Bambang, Deddy Kurniawan, Gunawan Gunarso, Heru Yuniriyanto, Irwan Wijaya, Josz Juswanto, Okky Sentana, Romualdus Ponidjan, Victor Sudytio, Anna Retno H., Djoko Soetarno, F.X. Margiono
Minggu, 06 April, pukul 09.00
Koor dan Tatib: St. Emmanuel - VI Petugas Lektor : Henrica Nugraheni & Maria Conipra Putra/i Altar : Alexander Andi, Christofer Rizal, Brigieth Rungo Rata, Fridolin Rungo Bala Batti, Carmelita Ome Leba, Diandra Forceila, Christina Simamora, Gabriela Alexander Putri, Maria Carolina Itu Leba, Yohanna Emarina, Brigitta Stephanie, Estherania N
Prodiakon:GD Noegroho TR, Hendrawan Thiodorus, Ignatius Sudarmadi, Johanna Kindangen, Maria Yoke Edna, Probel Gultom, Tjhong Vincentius, Agustinus Darmawan, Bayu Rajasa, Eko Prihadi, Georgino Godong, Indri Prijatmodjo, Johannes Pudjiastoto, Martha Maria Elfian Minggu, 30 Maret, pukul 17.00
Koor dan Tatib: Sta. Theresia - IV Petugas Lektor : Dinda & Maria A. Tri Mardikowati
Putra/i Altar: Oryza Emmanuella, Atlanta Andieani A.P., Christofer Aldy S.U, Alfa Sebastian Kullit, Patricia Kristina, Gabriela Liviana, Mikael Josafat, Timothy Luke Lumy, Anselmus Prayudi, Antonius Rangga H.W.
Prodiakon: Gunawan Wibowo, Hexana Tri Sasongko, J Sulistyo, Kamilus Arifin , Paul August Liqui, Rudy Trisnanta
Minggu, 06 April, pukul 17.00
Koor dan Tatib: St. Damian - III Petugas Lektor : Satrio Widodo & Adriana. P
Putra/i Altar: Maretha Prita Pradita, Gregorius Rio Alfrian, Ignatius Arico Setya, Thomas Lasmono Wibowo, Aurelia Yashodara N., Michelle Daphne Haruman, Kristina Irmadani, Gabriel Nathaniel, Jessica Nadia, Kevin Stevandhy
Prodiakon: Rinto Setiono, Tri Darmawati, Benni Saptiyanto, Engelbertha Dumatubun, Gregorius Utomo, Heru Santosa
JADWAL LITURGI JALAN SALIB
* Dilanjutkan dengan perayaan Ekaristi oleh romo * JALAN SALIB IVJumat 28 Maret 2014, pukul 18:45.
Koor dan Tatib: WKRI
JALAN SALIB V Jumat 04 April 2014, pukul 18:45.
Koor dan Tatib: Legio Mariae
JALAN SALIB VI Jumat 11 April 2014, pukul 18:45.
Koor dan Tatib: Wilayah III
Misa Jumat Pertama, 04 April 2014
Pukul : 06.00 Pukul : 12.00
Koor dan Tatib : Bank CIMB NIAGA
Lektor : Maria Kristiono
Pukul 18.45 ,
Didahului Jalan Salib
Koor dan Tatib: LEGIO Lektor : Maria Linda Sulistyo
PENGUMUMAN
Ulang Tahun Perkawinan
Perayaan ekaristi ulang tahun perkawinan bulan Maret diadakan pada hari Sabtu, 29 Maret,
pukul 17:00 di Gereja SanMaRe. Bapak-ibu yang merayakan ulang tahun perkawinan bulan
Februari dimohon mendaftarkan diri di sekretariat paroki
Ziarek PPA (Ziarah & Rekreasi Putra Putri Altar)
"Kompak dalam Melayani Tuhan"
Putra Putri Altar (PPA) akan mengadakan ziarek dan latihan kepemimpinan bagi semua anggotanya ke Yogjakarta pada tanggal 27-30Juni 2014, dengan didampingi RD Anton Baur dengan program "Kompak dalam Melayani Tuhan".
Untuk itu kami mengundang orang tua PPA untuk datang dalam acara pemaparan program Ziarek ini pada hari
Minggu, 23 Maret 2014 di Ruang 301-302 jam 10.30. Pengumuman ini berlaku sebagai undangan. Tuhan memberkati.
* Panitia Ziarek PPA *
LOWONGAN KERJA: Dibutuhkan tenaga pengajar Bimbel SD, syarat: wanita, SMU. Lamaran CV ke BTC Blok A2/ 5 Tel 68005009 atau kirim ke email ke [email protected]
VI/02-III/14
Pendaftaran Siswa Baru KB-TK-SD-SMP-SMA Ricci II Gelombang II telah dibuka. Hubungi segera: 012-7355891, 021-7361674. Alamat: Jl. Utama II No 1-2 Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan. (www.sekolahricci.com) VII/01-III/14 LOWONGAN KERJA: Perusahaan Int’l trading alat berat
membutuhkan bbrp Kabag.Keuangan, Akutansi, Kabag.Sales & Marketing, Kabag.Shipping & Logistic. Syarat: Wanita/ Pria 25 -35thn. Min. D3. Menguasai B.Inggris&Ms Office. Dapat bekerja dengan deadline yang ketat. Kirimkan lamaran, CV, dan foto terkini melalui email: [email protected] VIII/01-III/14
Bimbel Kelas Private
Bimbang belajar kelas private anak – anak SD. Matematika dan Bahasa Inggris. Guru berpengalaman Sekolah Internasional.
Hubungi : 0878 0908 6088 IX/01-III/14
IKLAN BARIS – Wahana bagi umat yang ingin mengiklankan informasi lowongan pekerjaan, mencari pekerjaan atau jasa usaha pribadi. Materi iklan diserahkan ke sekretariat paroki setiap hari kerja atau email ke: