• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jadilah Pemilih yang Cerdas dan Berhati Nurani

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jadilah Pemilih yang Cerdas dan Berhati Nurani"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

23 Maret 2014 Tahun V – No.12

Jadilah Pemilih yang Cerdas

dan Berhati Nurani

Kartun dari Tabloid KONTAN, 18 Maret 2013

Saudara-saudara seiman, sebentar lagi kita akan menentukan pilihan dengan memilih calon wakil rakyat (caleg), calon perwakilan daerah (senator atau DPD), dan dilanjutkan dengan pemilihan presiden. Ada beberapa hal yang bisa membantu Anda untuk menjadi pegangan dalam menentukan pilihan.

Surat Gembala Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) tentang Menyongsong Pemilu 2014 telah mengajak kita untuk ikut memilih sebagai bagian menentukan masa depan bangsa. Kita juga diajak untuk menjadi pemilih yang cerdas dan berhati nurani. Karena itu, dalam pemilihan wakil rakyat, pastikan yang kita pilih adalah orang baik, menghayati nilai-nilai agama dengan baik dan jujur, peduli terhadap sesama, berpihak kepada rakyat kecil, cinta damai dan anti kekerasan.

JADWAL MISA

Misa Harian: Senin s/d Jumat 06.00 wib

Hari Sabtu : 17.00 wib

Hari Minggu : 06.30 - 09.00 - 17.00 wib

Misa Jumat Pertama : 06.00 - 12.00 - 19.30 wib

Adorasi Ekaristi : Setiap hari Senin 15.00 s/d 22.00 di Kapel ditutup pukul 22.00 dengan ibadat penutup (completorium)

PENYELIDIKAN KANONIK (dengan perjanjian)

Hari Senin, 17.00 – 18.30 wib Romo A.S. Gunawan, Pr.

Hari Kamis, 17.00 – 18.30 wib Romo Anton Baur, Pr.

Website: www.parokisanmare.or.id

Mailing-list:

[email protected] Facebook Group: SanMaRe Untuk kontribusi berita, artikel, pengumuman atau iklan baris,

silakan email ke : [email protected]

(2)

Memilih partai juga perlu memperhatikan sikap dan perjuangan mereka dalam menjaga keempat kesepakatan tersebut. Hal yang penting untuk pertimbangan kita adalah partai yang memiliki calon legislatif dengan kemampuan memadai dan wawasan kebangsaan yang benar.

Ringkasnya, apa makna menjadi pemilih yang cerdas?

Pilihlah caleg yang benar-benar peduli pada rakyat kecil, jujur, cinta damai, anti korupsi, anti kekerasan, tanpa harus terpengaruh identitas caleg (kesamaan agama, suku, daerah, dll).

Bagaimana bila kita tidak mengenal semua caleg dari partai yang ada? Ada beberapa tips yang

membantu:

Pilih Caleg Muka Baru yang biasanya berada di nomor urut 3 sampai 7 . Karena no. 1 biasanya

incumbent/ politisi lama atau pengusaha yang kuat membayar donasi ke partai. No. 2 , pada

umumnya masih muka lama. Baru pada no. 3 – 7 biasanya perempuan, caleg baru dengan keuangan tidak kuat.

 Mengapa caleg muka baru lebih menjanjikan? Sebab, umumnya mereka masih punya idealisme di politik. Kalaupun punya niatan busuk untuk korupsi, masih belum terampil dan takut-takut. Berbeda dengan caleg muka lama, mereka sudah terampil menyiasati sistem. Ini sekedar pilihan terbaik di antara yang terburuk (minus malum).

Selain memilih caleg, kita juga harus memilih senator atau dewan perwakilan daerah (DPD). Mereka ini merupakan perwakilan daerah yang bertanggungjawab untuk membawa aspirasi daerah untuk kemajuan daerah yang diwakilinya.

Bagaimana pegangan untuk memilih calon senator yang tepat?

Pilih Calon DPD yang Berwawasan Kebangsaan. Selaras Surat Gembala KWI, memilih calon anggota DPD yang memiliki wawasan kebangsaan, jujur, cinta damai, peduli rakyat kecil adalah sangat dibutuhkan bangsa ini dari ancaman disintegrasi dan ketimpangan antar daerah.  Pilih Calon DPD yang punya akar kuat/basis massa di daerah. Legislator DPD adalah orang

yang mesti tahu masalah daerahnya dan dapat memperjuangkan di pusat. Kita perlu terlibat intens mendengarkan percakapan di masyarakat, untuk mengetahui calon DPD yang berakar kuat di daerah kita.

Nah, selain sebagai pemilih, sebagai warga Negara, kita juga diharapkan ikut memantau dan mengawasi proses dan jalannya pemilu. Bentuknya adalah mengikuti secara cermat proses penghitungan suara dan bahkan mengawasi pengumpulan suara dari tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) sampai ke tingkat Kecamatan dan Kabupaten/ Kota, agar tidak terjadi kecurangan dan rekayasa.

Disiapkan oleh Sie Sosial Masyarakat Paroki SanMaRe, Bintaro.

(3)

-Romo menjawab:

Terimakasih untuk pertanyaan

kritisnya. Kita perlu memahami

teks Mat 4:1-11 dengan

seksama. Di ayat pertama,

dikatakan bahwa “Yesus

dibawa oleh Roh ke padang

gurun untuk dicobai iblis”.

Kalimat ini senada dengan

dengan apa yang dinyatakan

dalam kisah pembaptisan

Yesus, bahwa Yohanes

Pembaptis melihat Roh Allah

seperti burung merpati turun atas diri Yesus (Mat 3:16). Roh itu mempertegas identitas Yesus,

sebagai Anak yang dikasihi oleh Allah.

Sebenarnya, dalam Injil Mat 4:1-11, kata “Roh” [pneu,ma] ini ingin mempertegas bahwa

nyatanya Allah sendiri, dalam Roh-Nya, yang mempertegas identitas Sang Anak dengan

menjadikan-Nya manusia sepenuhnya, termasuk manusia yang digoda oleh Iblis. Bahkan, ia

digoda sebanyak tiga kali. Namun, yang menarik adalah bahwa Yesus tidak jatuh dalam cobaan

itu. Yesus, dengan tegas, menolak godaan itu. Ketegasan sikap dan jawaban Yesus inilah yang

menunjukkan ketaatan total Yesus pada Bapa-Nya dalam misi penyelamatan umat manusia

sekaligus mempertegas Keilahian-Nya di tengah-tengah keberadaan-Nya sebagai seorang

manusia yang utuh. Santo Paulus sendiri pun menegaskan bahwa “Ia sama dengan kita, Ia telah

dicobai, hanya tidak berbuat dosa.” (Ibr 4:15)

Jadi, secara sederhana, bisa dikatakan bahwa apa yang

dinyatakan dalam perikop ini, bukan pertama-tama ingin

menunjukkan bahwa Yesus setuju atau tidak setuju dengan

godaan iblis, tetapi ingin mempertegas gambaran Anak Allah

itu sendiri. Ia sungguh-sungguh menjadi manusia dan solider

bersama manusia dengan kesediaan-Nya dibaptis oleh

Yohanes Pembaptis, sekaligus mengalami pengalaman dicobai

oleh iblis. Pergulatan manusiawi, dalam diri Yesus inilah, yang

makin menunjukkan gambaran bahwa Yesus sungguh-sungguh

sama dengan manusia, hanya tidak berbuat dosa.

Umat

Bertanya

Bagi umat SanMaRe yang memiliki pertanyaan, silakan

Diasuh oleh Romo Anton Baur, Pr

mengirimkannya ke email: [email protected]

Romo

Menjawab

Romo, Mengapa dalam Injil Matius

4:1-11, dalam kisah Yesus dicobai

di padang gurun, terkesan bahwa

Yesus menuruti Iblis untuk masuk

dalam satu godaan ke dalam

godaan yang lain? Apakah dengan

begitu, artinya Yesus setuju

dengan Iblis? – Gusty -

(4)

Pojok

Liturgi

Sikap Diri dalam Perayaan Ekaristi

Untuk menghayati Perayaan Ekaristi secara lebih baik, kita harus sungguh mempersiapkan

diri sebelum mengambil bagian di dalamnya. Banyak hal yang bisa kita lakukan, misalnya:

berpakaian sopan, datang lebih awal, berpuasa (1 jam sebelum menyambut Ekaristi),

memeriksa batin, jika dalam keadaan dosa berat, melakukan pengakuan dosa dalam

sakramen Tobat sebelum menerima Ekaristi, membaca dan merenungkan bacaan Kitab Suci

sebagai persiapan pribadi di rumah atau di gereja sebelum perayaan Ekaristi dimulai.

Ketika kitab dan Injil dibacakan, kita tidak

sibuk membaca teks misa sendiri, tapi

mendengarkan dengan khidmat. Yang lebih

baik dan lebih penting adalah bagaimana kita

“mendengarkan” Sabda Allah yang sedang

dikumandangkan, diwartakan. Pembaca

Bacaan sedang menghadirkan Allah atau

Kristus sendiri yang berbicara lewat mulut

pembaca. Jika Allah sedang berbicara kepada

kita, pantaskah kita memalingkan muka, atau

malah menyimak tulisan teks misa. Pandanglah

dan dengarkanlah, itulah cara terbaik untuk

“menyimak” kata-kata Allah.

Lalu, sewaktu mengikuti liturgi, kitapun harus selalu mempunyai sikap hati yang benar.

Sikap hati yang baik ini juga diwujudkan dengan tidak ‘ngobrol’, dan tidak menggunakan

handphone ataupun ber-BBM di gereja. Sebab jika demikian dapat dipastikan bahwa hati

kita tidak sepenuhnya terarah pada Tuhan.

Jika terjadi ‘pelanturan’, segeralah kembali

mengarahkan hati kepada Tuhan.

Belajar untuk sungguh berdoa pada saat kita mengucapkan doa dalam liturgi. Jangan sampai

kata-kata yang kita ucapkan merupakan kata-kata kosong, artinya hanya di mulut saja,

tetapi tidak sungguh keluar dari hati. Kita harus mengarahkan akal budi kita untuk

menerima dengan iman bahwa Yesus sendirilah yang bekerja dan Roh KudusNya yang

menghidupkan kata-kata doa dan Sabda Tuhan di dalam perayaan Ekaristi, sehingga

menguduskan tanda-tanda lahiriah yang dipergunakan di dalamnya untuk mendatangkan

rahmat Tuhan.

sumber: katolisitas.org Lakukanlah Ini : Sekitar Misa Kita, C.H. Suryanugraha 4

(5)

Pojok

Keluarga

Kekuatan Komunikasi

Di suatu siang, saya dan dua kawan makan siang sesama lelaki sambil berbual-bual kesana kemari. Pembicaraan yang awalnya tak berbobot, perlahan berubah arah ketika salah satu teman bercerita dengan nada keluh kesah kesukarannya berkomunikasi dengan istri. Dia merasa sulit untuk menyampaikan pemikiran dan keinginannya pada sang istri. Keluh kesah ini ditanggapi oleh kawan yang lain dengan bercerita tentang wejangan yang diterima menjelang hari pernikahannya. Inilah wejangan yang diterimanya.

Ketika kita pacaran, banyak hal yang kita lakukan yang kemudian tidak kita lakukan setelah kita menikah. Padahal, apa yang kita lakukan selama pacaran itulah pupuk penyubur rasa ketertarikan dan cinta antara kita dan pasangan, yang kemudian berkembang dan membawa kita ke kehidupan berkeluarga.

Pujian Tulus dari Hati

Sewaktu pacaran betapa sering kita mendengar atau berkata: “Yang (sayang), kamu cocok sekali pake baju ini, tambah cantik, deh.”

Setelah menikah: “Cepetan, pake baju yang mana ajalah, sama aja, lama bener sih pilihnya.”

Memuji pasangan dengan tulus merupakan hal sederhana tapi tak mudah dilakukan bila tidak benar datang dari hati. Pujian tidak dari hati pasti tidak tulus dan akan terasa oleh yang mendapatkannya. Ini bumerang yang akan menghantam balik kita yang menyampaikan pujian.

Gembira Melayani karena Rela

Kadang kala kita mendengar keluh kesah seperti: “Nyebelin, sedikit-sedikit Babes, I Luv u, tapi

dimintain tolong susah bener.” Sederhana saja, memang bilang “saayaaaangkuuu” jauh lebih mudah dari pada cuci pakaian sekeranjang. Tetapi, ada saatnya, perbuatan yang dilakukan dengan gembira karena didasari kerelaan yang dibutuhkan.

Hadiah yang bukan Upeti

Memberi hadiah atau upeti? Upeti diberikan oleh taklukan kepada penguasanya. Sebagai bayaran atas kesejahteraan dan ganti atas keselamatan atau kadang juga atas dasar khawatir dan ketakutan. Jadi hadiah bukan sekedar sesuap nasi, tidak harus sebutir berlian atau sekuntum mawar mungkin saja hanya coretan kata pada selembar Post It. Tapi sungguhkah hadiah itu ungkapan kasih dan cinta pada si dia yang menerimanya?

(6)

Mendengar dengan Sepasang Telinga

Ada ungkapan “masuk telinga kiri keluar telinga kanan.” Karenanya, dengarlah dengan dua telinga, sehingga suara yang masuk telinga akan naik ke atas masuk ke otak dan turun ke bawah ke dalam hati. Bila pasangan kita berbicara, apakah dalam rupa kemarahan atau terima kasih, perintah, ataupun permohonan, sisihkan waktu dan dengar dengan kedua telinga, agar tercerna dengan logika otak berpikir positif dan termakna lewat hati yang penuh kasih.

Sentuhan Nuansa Mesra

Masihkah kita bergandeng tangan atau jarak antara kita sudah berbanding lurus dengan usia perkawinan? Mari gandengan tangannya, sentuh bahunya, peluk dan cium pasanganmu, semua sungguh dengan rasa cintamu maka nuansa mesra akan membawamu makin dekat dengan pasanganmu.

Tidak semua memerlukan lima, ada yang hanya perlu pujian dan terkadang hadiah, yang lain perlu telinga dan pelayanan dan tidak butuh hadiah. Apa yang diperlukan, kita masing-masing yang harus tahu. Tetapi, siap sedia melakukan kelimanya pada orang-orang terkasih kita, rasanya tidak ada ruginya. Jadi, mari kita mendengar sambil melayani, serta memberi hadiah, pujian dan sentuhan nan mesra. Semoga Kasih Allah memupuk cinta dalam keluarga kita.

Seksi Kesehatan bekerjasama dengan RS Mount Alvernia Singapore mengadakan Seminar Radang Sendi, dengan tema:

"Problematika & Penanganan Praktis Nyeri Sendi

untuk masyarakat Umum“

Seminar diadakan pada

Minggu,13 April 2014, pkl 09.00 s/d 12.00 Wib,

di Aula Gereja Santa Maria Regina, Bintaro Jaya

Pembicara: Dr Lim Kay Kiat (Consultant Orthopaedic Surgeon) dan

Prof. Timothy Lee (Senior Consultant Neurosurgery) dari RS.

Mount Alvernia Singapore

Pendaftaran dapat langsung ke Ibu Erlin (0878 8808 82161) /

Sdri Lely (0856 229 0622) atau

di depan Gereja sesudah Misa Sabtu dan Minggu.

GRATIS

(7)

- JADWAL LITURGI 

MINGGU Prapaskah IV – 29 & 30 Maret

Bacaan: Kel.1 Sam. 16:1b,6-7,10-13a; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Ul:1; Ef. 5:8-14; Yoh. 9:1-41 Saran Nyanyian: PS 486 (bait 2), 541, 544, 549, 562, 694, 849, 965

MINGGU Prapaskah V - 05 & 06 April

Bacaan: Yeh. 37:12-14; Mzm. 130:1-2,3-4b,4c-6,7-8; Ul:7; Rm. 8:8-11; Yoh. 11:1-45

Saran Nyanyian: PS 479, 483, 486 (bait 3), 541, 585, 591, 814, 965

Sabtu, 29 Maret, pukul 17.00

Koor dan Tatib: Sta. Monika - III

Petugas Lektor : Yohanna Apsari T & Luisa Martha W Putra/i Altar: Lilian Dharmahutama, Stevanus Winata, Nicholas Wijaya, Samuel Yasadiputra, Bryan Yasadiputra, Elisabeth Yasadipura, Aurelian Anindita, Katarina Sari Kusuma, Margaretha Velicia, Michael Rama Aviandri

Prodiakon: Georgino Godong, Maria Yoke Edna, Heribertus Darno, Johannes Pudjiastoto, Rinto Setiono, Albertus Bambang K.R.

Sabtu, 05 April, pukul 17.00

Koor dan Tatib: St. Yakobus - II Petugas Lektor : Carin Faradina & Yasinta Dhyaning Putra/i Altar: Alleandra Luwina N., Xaverio Anggara N., Regina Retno Putri M., Shannon Wijaya, Fransiska Yuka Julia, Benedictus Raymardi, Cita Permata Kusuma, Caroline Susan Mahadewi, Chelsea Novelia, Archangela Girlani Prodiakon: Antonius Indarahardjo, Adrianus Nggala, Antonius Nelwan, Donanta Octaviardi, Frans Narendra, Haryono Widarta

Minggu, 30 Maret, pukul 06.30

Koor dan Tatib: OMK

Petugas Lektor : Ch Flavia D & C.M Ninuk Djonowardjoko Putra/i Altar: Gabriel Randall W, Aurelia Virenze, Ditto, Febriyanti Napitupulu, Timotius Raymond HL, Dianda Mayreena, Felicia Safira Rahardjo, Ivana Permata Ariesta, Catarina Jennifer, Fransiskus Arya Kusuma

Prodiakon: Benni Saptiyanto, Gregorius Utomo, Heru Santosa, Ingewati Kusuma, Joko Galungan, Mudjihardjo

Minggu, 06 April, pukul 06.30

Koor dan Tatib: St. Timoteus - I Petugas Lektor : Yuni & Jessline

Putra/i Altar: Rahardianto Patiung, Grace Simon, Gita Adinda Satyaningtyas, Josephine Cahyaning P, Virgina Regina, Fransisca Mariana R.Z., Kiara Anindita, Marie Yohana, Jonathan Mark, Dias Riandari

Prodiakon: Ignatius Soeprapto, Johanes Sumardi, Prima Widii H., Agung Wahju, Antonius Prayudi, Dwi Respati Minggu, 30 Maret, pukul 09.00

Koor dan Tatib: St. Frans. Maria – VI Petugas Lektor : Maria Magdalena Yuniati & Ellya Siswoko Putra/i Altar : Septaviel Kenzie, Lukas Setya A.C.P, Carmelita Ome Leba, Diandra Forceila, Christina Simamora, Gabriela Alexander Putri, Hieronimus Raturangga, Thomas Ginta Tarigan, Benedict Matthew Sukieche, Helena Keren Imanuela, Alvin Kindy Setiawan, Peter Bradley

Prodiakon:RM. Soedjono Respati, Veronika Kani, Aloysius Bambang, Deddy Kurniawan, Gunawan Gunarso, Heru Yuniriyanto, Irwan Wijaya, Josz Juswanto, Okky Sentana, Romualdus Ponidjan, Victor Sudytio, Anna Retno H., Djoko Soetarno, F.X. Margiono

Minggu, 06 April, pukul 09.00

Koor dan Tatib: St. Emmanuel - VI Petugas Lektor : Henrica Nugraheni & Maria Conipra Putra/i Altar : Alexander Andi, Christofer Rizal, Brigieth Rungo Rata, Fridolin Rungo Bala Batti, Carmelita Ome Leba, Diandra Forceila, Christina Simamora, Gabriela Alexander Putri, Maria Carolina Itu Leba, Yohanna Emarina, Brigitta Stephanie, Estherania N

Prodiakon:GD Noegroho TR, Hendrawan Thiodorus, Ignatius Sudarmadi, Johanna Kindangen, Maria Yoke Edna, Probel Gultom, Tjhong Vincentius, Agustinus Darmawan, Bayu Rajasa, Eko Prihadi, Georgino Godong, Indri Prijatmodjo, Johannes Pudjiastoto, Martha Maria Elfian Minggu, 30 Maret, pukul 17.00

Koor dan Tatib: Sta. Theresia - IV Petugas Lektor : Dinda & Maria A. Tri Mardikowati

Putra/i Altar: Oryza Emmanuella, Atlanta Andieani A.P., Christofer Aldy S.U, Alfa Sebastian Kullit, Patricia Kristina, Gabriela Liviana, Mikael Josafat, Timothy Luke Lumy, Anselmus Prayudi, Antonius Rangga H.W.

Prodiakon: Gunawan Wibowo, Hexana Tri Sasongko, J Sulistyo, Kamilus Arifin , Paul August Liqui, Rudy Trisnanta

Minggu, 06 April, pukul 17.00

Koor dan Tatib: St. Damian - III Petugas Lektor : Satrio Widodo & Adriana. P

Putra/i Altar: Maretha Prita Pradita, Gregorius Rio Alfrian, Ignatius Arico Setya, Thomas Lasmono Wibowo, Aurelia Yashodara N., Michelle Daphne Haruman, Kristina Irmadani, Gabriel Nathaniel, Jessica Nadia, Kevin Stevandhy

Prodiakon: Rinto Setiono, Tri Darmawati, Benni Saptiyanto, Engelbertha Dumatubun, Gregorius Utomo, Heru Santosa

(8)

 JADWAL LITURGI JALAN SALIB 

* Dilanjutkan dengan perayaan Ekaristi oleh romo * JALAN SALIB IV

Jumat 28 Maret 2014, pukul 18:45.

Koor dan Tatib: WKRI

JALAN SALIB V Jumat 04 April 2014, pukul 18:45.

Koor dan Tatib: Legio Mariae

JALAN SALIB VI Jumat 11 April 2014, pukul 18:45.

Koor dan Tatib: Wilayah III

Misa Jumat Pertama, 04 April 2014

Pukul : 06.00 Pukul : 12.00

Koor dan Tatib : Bank CIMB NIAGA

Lektor : Maria Kristiono

Pukul 18.45 ,

Didahului Jalan Salib

Koor dan Tatib: LEGIO Lektor : Maria Linda Sulistyo

PENGUMUMAN

Ulang Tahun Perkawinan

Perayaan ekaristi ulang tahun perkawinan bulan Maret diadakan pada hari Sabtu, 29 Maret,

pukul 17:00 di Gereja SanMaRe. Bapak-ibu yang merayakan ulang tahun perkawinan bulan

Februari dimohon mendaftarkan diri di sekretariat paroki

Ziarek PPA (Ziarah & Rekreasi Putra Putri Altar)

"Kompak dalam Melayani Tuhan"

Putra Putri Altar (PPA) akan mengadakan ziarek dan latihan kepemimpinan bagi semua anggotanya ke Yogjakarta pada tanggal 27-30

Juni 2014, dengan didampingi RD Anton Baur dengan program "Kompak dalam Melayani Tuhan".

Untuk itu kami mengundang orang tua PPA untuk datang dalam acara pemaparan program Ziarek ini pada hari

Minggu, 23 Maret 2014 di Ruang 301-302 jam 10.30. Pengumuman ini berlaku sebagai undangan. Tuhan memberkati.

* Panitia Ziarek PPA *

LOWONGAN KERJA: Dibutuhkan tenaga pengajar Bimbel SD, syarat: wanita, SMU. Lamaran CV ke BTC Blok A2/ 5 Tel 68005009 atau kirim ke email ke [email protected]

VI/02-III/14

Pendaftaran Siswa Baru KB-TK-SD-SMP-SMA Ricci II Gelombang II telah dibuka. Hubungi segera: 012-7355891, 021-7361674. Alamat: Jl. Utama II No 1-2 Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan. (www.sekolahricci.com) VII/01-III/14 LOWONGAN KERJA: Perusahaan Int’l trading alat berat

membutuhkan bbrp Kabag.Keuangan, Akutansi, Kabag.Sales & Marketing, Kabag.Shipping & Logistic. Syarat: Wanita/ Pria 25 -35thn. Min. D3. Menguasai B.Inggris&Ms Office. Dapat bekerja dengan deadline yang ketat. Kirimkan lamaran, CV, dan foto terkini melalui email: [email protected] VIII/01-III/14

Bimbel Kelas Private

Bimbang belajar kelas private anak – anak SD. Matematika dan Bahasa Inggris. Guru berpengalaman Sekolah Internasional.

Hubungi : 0878 0908 6088 IX/01-III/14

IKLAN BARIS – Wahana bagi umat yang ingin mengiklankan informasi lowongan pekerjaan, mencari pekerjaan atau jasa usaha pribadi. Materi iklan diserahkan ke sekretariat paroki setiap hari kerja atau email ke:

[email protected]

Referensi

Dokumen terkait