• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesesuaian Galur-Galur Harapan Kapas Berdaun Okra dalam Sistem Tumpang Sari Dengan Kedelai

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kesesuaian Galur-Galur Harapan Kapas Berdaun Okra dalam Sistem Tumpang Sari Dengan Kedelai"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Pola curah hujan di KP Karangploso Ma- Ma-lang  mulai  tanam  hingga  panen  kapas  tahun 2011
Gambar  3.  Lebar  kanopi  tanaman  kapas  tumpang  sari  dengan  kedelai  dan  monokultur  umur  60–105  hari  (G1:98031/1/7, G2:98039/6, G3:98040/3, G4:98048/2, G5:Kanesia 8, dan G6: Kanesia 10), huruf  yang sama menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang
Tabel 1. Jumlah cabang vegetatif tanaman kapas pada kondisi tumpang sari dengan kedelai  dan monokultur
Gambar  5.Jumlah  square   tanaman kapas tumpang  sari  dengan kedelai dan monokultur  umur  60–105  hari
+3

Referensi

Dokumen terkait

Penggunaan jagung hibrida pada kerapatan tanam yang diterapkan dengan hibitus yang lebih tinggi dan kekar dibanding jagung lokal membutuhkan pengaturan ruang yang sesuai agar

Hasil jagung dan kedelai pada tumpangsari jagung + kedelai lebih rendah dibandingkan dengan hasil jagung maupun kedelai monokultur (Tabel 2), namun ada keuntungan

Kajuan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Dalam Sistem Tumpang Sari Jagung Dengan Empat Kultivar Kedelai Pada Berbagai Waktu Tanam.. Jurnal Ilmu-Ilmu

Peningkatan produktivitas dalam tumpang sari kedelai dengan ubi kayu dapat dicapai melalui penggunaan genotipe kedelai yang sesuai untuk tumpang sari, dikarenakan setiap

Berdasarkan hasil penelitian mengindikasikan bahwa sistem tanam tumpang sari pada tanaman okra dan bawang merah menghasilkan pertumbuhan dan produksi tanaman yang

Penggunaan jagung hibrida pada kerapatan tanam yang diterapkan dengan hibitus yang lebih tinggi dan kekar dibanding jagung lokal membutuhkan pengaturan ruang yang sesuai agar

Semua galur kapas yang diuji pada sis- tem tumpang sari dengan kacang hijau tidak menunjukkan perbedaan antargalur dan varie- tas kontrol terhadap pertumbuhan

Untuk mengetahui efisiensi tanaman semusim jagung dan tumpang sari sistem jarwo jagung-kedelai digunakan rumusan B/C ratio sebagai berikut Sundari, 2011: a Apabila B/C Ratio > 1 maka