Pemanfaatan Teknologi Untuk Maslahat Manusia
Pengembangan teknologi memerlukan usaha secara sungguhsungguh, baik dalambentuk penemuan sains sebagai basisnya, maupun penerapan dan pengembangan sains tersebut dalam bentuk teknologi. Usaha pengembangan teknologi tersebut dilakukan karena diyakini memiliki manfaat yang dibutuhkan dalam kehidupan kita.
Manfaat-manfaat teknologi tersebut adalah:
a. Memperoleh Kemudahan
Kemampuan fisik manusia untuk meraih berbagai kebutuhan hidup sangat terbatas. Pandangan mata, pendengaran telinga manusia terbatas, begitu pula kekuatan dan keterampilan tangan dan kakinya. Kemampuan fisik manusia itu tidak sebanding dengan kebutuhan yang diinginkan. Tetapi manusia sebagai khalifah Allah diberikan kemampuan akalpikiran untuk memanfaatkannya menemukan caracara yang tepat dan efektif guna meraih kebutuhan hidup yang tidak mungkin dicapai melalui kemampuan fisik semata. Akalpikiran manusia mampu mendayagunakan segala yang Allah ciptakan di bumi ini. Kemampuan itu memang telah ditentukan oleh Allah Swt sebagaimana Allah nyatakan dalam firmanNya:
: ةيثاجلا ننووررككنفنتنين ممووقنلل تماينآلن كنللذن يفل نكنإل هرنومل اععيملجن ضلرولناو يفل امنون تلاونمنسكنلا يفل امن موكرلن رنخكنسنون) 13
(
Artinya: “Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit danapa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnyapada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir (QS. Al-Jatsiyah (45):13).
Allah menyatakan, bahwa memang Allah sengaja memberikan berbagai kemudahan kepada manusia agar manusia hidup dengan mudah.
: ىلعلا ىرنسويرلولل كنررسكليننرون) . 8
(
Artinya: “Dan Kami memberimu kemudahan agar kamu memperoleh kemudahan”. (QS. alA’la (87) : 8).
b. Mengenal dan Mengagungkan Allah
sempurna apabila tidak ada kesengajaan pihak lain, yaitu Yang Maka Kuasa dan Maha Sempurna. Semakin luas dan dalam pengetahuan manusia akan rahasia alam ini, maka semakin dekat manusia untuk mengenal Pencipta alam ini, yaitu Allah, Sang Khalik. Ketika pertama manusia mengembangkan teknologi bangunan, manusia telah diberikan contoh langit yang tinggi, yang luas dan kokoh, yang tidak takut akan runtuh. Begitu pula ketika manusia mengembangkan teknologi pesawat udara, Allah telah memberikan contoh bagaimana burung bisa terbang di angkasa dengan stabil, mampu mempertahankan keseimbangan tanpa takut jatuh, dan lain sebagainya. Karena itu ketika menerangkan berbagai struktur di alam ini, Allah menyatakan bahwa semua itu menjadi pelajaran bagi manusia untuk lebih mengenal dan mengangungkan Allah penciptanya
Teknologi, dan juga sains hanyalah sarana untuk lebih meningkatkan pengenalan manusia kepada Allah Penciptanya. Kebesaran Allah akan lebih jelas bagi orang yang berpengetahuan dibandingkan dengan orang yang kurang pengetahuannya. Karena itu Allah menyatakan :
… (28 : رطاف) … اؤرمنلنعرلوا هلدلابنعل نومل هنللا ىشنخوين امننكنإل
Artinya: “Sesungguhnya orang yang takut kepada Allah di antara hamba hainbaNya, hanyalah orang yang berilmu pengetahuan”. QS. Fathir (35) : 28).
c. Meningkatkan Kualitas Pengabdian Kepada Allah
Manusia diciptakan oleh Allah hanyalah untuk mengabdi kepadaNya. Demikian dinyatakan oleh Allah dalam firman-Nya:
: تايراذلا نلوودربرعوينلل لكنإل سننوللاوون نكنجللوا ترقولنخن امنون) . 56
(
Artinya: “Dan tidaklah Au menciptakan jin dan manusia melainkan untuk mengabdi kepada-Ku”. (QS. al Dzariyat (51) : 56).
Seluruh aktivitas hidup manusia hendaknya diwujudkan sebagai pelaksanaan pengabdian kepada Allah tersebut. Pengabdian manusia kepada Allah di sini adalah pengabdian dalam arti luas, yaitu seluruh aktivitas, yang memenuhi kriteria (1) diniatkan untuk menaati aturan Allah; (2) dilakukan dengan mengikuti ketentuan yang diberikan alah, baik dalam bentuk kegiatan yang telah ditentukan tata caranya maupun dalam bentuk penggalian jenis kegiatan yang bermanfaat yang sejalan dengan nilai-nilai kebenaran yang ditunjukkan Allah; dan (3) dimaksudkan untuk memperoleh ridha Allah.
teknologi yang dimanfaatkan oleh umat Islam setiap hari untukl mengetahui waktu-waktu shalat sehingga umat Islam dapat menunaikan ibadah shalat tepat pada waktunya, begitu pula kompas dimanfaatkan untuk mengetahui arah kiblat sehingga tidak terjadi salah arah dalam shalat. Dalam hal produk teknologi pangan, dengan banyaknya produk makanan yang beredar di masyarakat, kita mampu mengetahui komponenkomponen yang dipergunakan sebagai bahan, proses pembuatannya, sehingga kita dapat mengetahui apakah makanan yang kita konsumsi itu halal atau haram, begitu pula dengan produkproduk teknologi lainnya.
d. Memperoleh Kesenangan dan Kebahagiaan Hidup
Kemudahankemudahan yang diperoleh manusia melalui pemanfaatan teknologi membuat manusia dapat memperoleh kesenangan dan kebahagiaan hidup serta tetap dalam koridor kesenangan dan kebahagiaan yang halal, yang diridhai Allah. Allah tidak menghendaki manusia hidup susah, tetapi sebaliknya Allah menghendaki manusia hidup senang, hidup bahagia. Ketika Allah menempatkan Adam dan istrinya di bumi, Allah berfirman:
… (36 : ةرقبلا نميوحل ىلنإل ععاتنمنون ركعقنتنسومر ضلرولناو يفل موكرلنون) .
Artinya: “ …. dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan” (Qs. Al-Baqarah (2): 36).
e. Meningkatkan Kemampuan Memanfaatkan Kekayaan Alam
Seorang pekerja bangunan yang kuat dan masih muda, masih memiliki semangat kerja dan daya tahan tubuh tinggi menggali tanah dengan peralatan tradisional untuk pondasi bangunan dalam satu hari ia hanya mampu menggali beberapa meter kubik, begitu pula pekerja tambang, dan lainlain. Ketika para pekerja tersebut menggunakan peralatan berat, ia mampu meningkatkan produktivitas kerja berlipat ganda. Bahkan banyak kekayaan alam yang tidak mungkin dideteksi keberadaannya dan dilakukan eksplorasi tanpa menggunakan teknologi canggih, seperti sumber minyak yang berada di kedalaman ribuan meter atau di dasar laut. Padahal semua itu disediakan oleh Allah untuk kesejahteraan hidup manusia.
Eksplorasi kekayaan alam diingatkan oleh Allah agar jangan sampai tak terkontrol sehingga berubah menjadi eksploitasi alam, yang mengakibatkan kerusakan alam, terganggunya keseimbangan lingkungan, karena justru akan mengakibatkan timbulnya malapetaka bagi manusia, seperti banjir, pencemaran lingkungan, ,dan lain-lain. Dalam firman Allah:
: مورلا ننووعرجلروين موهرلكنعنلن اوولرملعن يذللكنا ضنعوبن موهرقنيذليرلل سلانكنلا يدليوأن توبنسنكن امنبل رلحوبنلواون ركلبنلوا يفل دراسنفنلوا رنهنظن) . 41
(
Artinya: Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS. Ar-Rum (30):41).
Bumi ini Allah ciptakan dengan baik, artinya memiliki kesempurnaan dankeseimbangan sehingga dapat bertahan dan menyediakan berbagai kebutuhan hidup manusia. Karena itu Allah mengingatkan agar pemanfaatan kekayaan alam yang ada di bumi ini jangan sampai mengganggu keseimbangan alam tersebut. Hal itu Allah ingatkan dalam firman-Nya:
:فارعلا ننيونلسلحومرلوا ننمل بعيورلقن هلللا ةنمنحورن نكنإل اععمنطنون افعووخن هرووعردواون اهنحللنصوإل دنعوبن ضلرولناو يفل اوودرسلفوتر لنون) . 56
(
Artinya: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orangorang yang berbuat baik”. (QS. alA’raf (7) : 56).
f. Menumbuhkan Rasa Syukur Kepada Allah
Bagi orang beriman, sekecil apapun nikmat yang ia dapatkan dari rezeki halal yang diberikan Allah kepadanya akan melahirkan rasa syukur kepadaNya sebagai pemberi nikmat. Apalagi dengan kemajuan teknologi yang mampu melipatgandakan nikmat itu kepadanya, maka rasa syukur kepadaNya pun juga akan berlipat ganda. Rasa syukur kepada Allah yang paling ringan adalah mengucapkan “alhamdulillahi rabbil ‘alamin “, namun hakikat syukur yang sebenarnya adalah memanfaatkan nikmat itu secara, benar untuk meningkatkan ketakwaannya kepada Allah. Karena itu diperlukan tekad, kesungguhan untuk mewujudkan rasa syukur dalam amal kehidupan secara riil. Allah mengingatkan: mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya azabKu sangat pedih “. QS. Ibrahim (14) : 7).
nikmat tersebut. Hal ini juga diingatkan oleh Allah dalam firman-Nya:
… (243 : ةرقبلا ننوورركرشوين لن سلانكنلا رنثنكوأن نكنكللنون سلانكنلا ىلنعن لمضوفن ووذرلن هنللا نكنإل) .
Artinya: “Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur” (QS. Al-Baqarah (2): 243).