• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peraturan Perundangan UU0151946

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peraturan Perundangan UU0151946"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PRESID EN REPUBLIK IND O NESIA

UNDANG-UNDANG NOMOR 15 TAHUN 1946 TENTANG

TAMBAHAN POKOK PAJAK BUMI 1946-1947.

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : bahwa untuk tahun anggaran 1946/1947 dari ketetapan pajak bumi untuk daerah Jawa dan Madura perlu dipungut tambahan pokok pajak untuk memperkuat belanja dalam masa yang genting ini;

Mengingat : 1. Peraturan dalam Stbl. 1847 No. 23 pasal 2 juncto Stbl. 1939 No. 240, pasal 9 dan 11.

2. pasal 20 ayat 1, berhubung dengan pasal IV Aturan Peralihan Undang-Undang Dasar dan Maklumat Wakil Presiden, tertanggal 16 Oktober 1945 No. 10, dan pasal 23 ayat 2 Undang-Undang Dasar.

Dengan persetujuan Badan Pekerja Komite Nasional Pusat;

Memutuskan :

Menetapkan Undang-undang seperti tersebut dibawah ini.

Pasal 1.

Dari ketetapan pajak-bumi Jawa dan Madura (Stbl. 1939 No. 240) untuk tahun pajak 1946 - 1947 dipungut tambahan pokok pajak untuk Negeri seperti berikut :

pajak f 0,00 f 10,- dipungut empat ratus persen tambahan. diatas " 10,- " 40,- enam ratus persen tambahan.

" " 40,- " 70,- seribu seratus persen tambahan

" " 70,- "100,- seribu sembilan ratus persen tambahan. " " 100,- ke atas dua ribu sembilan ratus persen tambahan

Pasal 2.

Untuk pungutan tambahan pokok pajak yang dimaksud pada pasal 1 diberi upah (ganjaran) memungut delapan persen dari jumlah yang dipungut, menurut cara ditetapkan dalam pasal 16 (2) Ordonansi Pajak Bumi Jawa dan Madura 1939, Stbl. 1939 No. 240.

Pasal 3.

Pada kohir pajak Bumi diadakan perobahan sesuai dengan yang dimaksud dalam pasal 1. Perobahan kohir ini diberitahukan kepada wajib pajak.

Pasal 4.

Undang-undang ini mulai berlaku pada hari diumumkan.

Ditetapkan di Yogyakarta

pada tanggal 21 September 1946.

WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.

MOH. HATTA.

Diumumkan pada tanggal 21 September 1946.

(2)

A.G. PRINGGODIGDO.

Referensi

Dokumen terkait

Terhitung mulai tanggal 1 Januari 2001, Dosen yang diberi tugas tambahan memimpin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) diberi tunjangan dosen setiap bulan yang

(1) Pengenaan Bea Masuk Anti Dumping sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 merupakan tambahan bea masuk yang dipungut berdasarkan skema tarif Bea Masuk Preferensi untuk eksportir

Sedangkan pada Undang- Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, maka kebijakan yang telah ditetapkan dan tertuang dalam Pasal-Pasal yang mengatur masuknya tenaga kesehatan

(1) Dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 ayat (1) huruf a, Pemerintah Desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa yang ditetapkan

Kawasan hutan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) huruf a, ditetapkan seluas 28.918 (dua puluh delapan ribu sembilan ratus delapan belas) hektar yang terdapat

dalam hal realisasi penerimaan Pajak >105% (lebih dari atau sama dengan seratus lima persen) dari target yang ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2),

(1) Besarnya retribusi yang dipungut untuk memperoleh perijinan dan pemakaian fasilitas pada Taman Rekreasi Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 Peraturan Daerah ini

Untuk KP Syariah kedua berdasarkan akad MMQ dan IMBT ditetapkan paling tinggi sebesar: a 80% delapan puluh persen untuk KP Rumah Tapak Syariah dengan luas bangunan 22m2 dua puluh dua