Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021) p Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya JTRESDA
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Data yang diperlukan dalam studi ini adalah data pola tata tanam eksisting, data debit sungai, data klimatologi, data curah hujan, dan skema jaringan irigasi.. Pada mulanya, data
Perhitungan laju evaporasi Waduk Wonorejo dengan metode empiris dilakukan dengan membagi data yang terdiri dari 12 tahun kalibrasi—4 tahun verifikasi, 13 tahun kalibrasi—3
luasan dan kedalaman genangan banjir maksimum yang terjadi pada bagian hilir bendungan adalah pada simulasi kondisi overtopping, yaitu masing-masing sebesar 160,32 km 2 dan 19,943
Lahan vegetasi memiliki pola laju infiltrasi tertinggi kedua setelah pemukiman (kelas cepat sampai sangat cepat) pada saat pengukuran terdapat tanaman besar serta
Kondisi Eksisting hasil pemeriksaan Kualitas Air Tukad Badung pada titik pantau 1-6 didapatkan hasil yakni kualitas air Tukad Badung 2019 sebanyak 75% parameter yang diuji
Kejadian banjir ini digunakan untuk perhitungan hidrograf satuan observasi menggunakan Metode Collins yang akan dianalisa dengan curah hujan efektif yang
Studi ini diharapkan dapat merepresentasi peristiwa kekeringan dalam kurun waktu 1998 hingga 2007 berdasarkan nilai indeks kekeringan di DAS Kemuning dengan metode Palmer
Analisa kesesuaian metode merupakan analisa yang bertujuan untuk membandingkan danNmelihat kesesuaian dari hasil perhitungan dengan data debit aliran sungai (AWLR) pada