GEREJA PROTESTAN di INDONESIA bagian BARAT
( G. P. I. B )
JEMAAT “ PANCARAN KASIH ” DEPOK
TATA IBADAH HARI MINGGU
MINGGU VII SESUDAH PENTAKOSTA
DAN PERINGATAN SYUKUR ULANG TAHUN :
Ke-27 YAYASAN DIAKONIA
Ke-40 PELKAT PERSEKUTUAN KAUM BAPAK
DAN PERJAMUAN KUDUS
Pdt. S. Marlin Souhuka – Apuy, S.Th
2
PERSIAPAN.
Tim SATGAS menyambut Jemaat dengan mengikuti PROKES
Doa pribadi warga jemaat
Prokantor mengajarkan jemaat menyanyikan lagu-lagu baru Para pelayan berdoa di konsistori
UCAPAN SELAMAT DATANG.
P. 2 : Selamat pagi Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus.
Prebister bertugas mengucapkan selamat beribadah di Hari Minggu VII Sesudah Pentakosta bagi Jemaat yang berada di gereja dan di rumah masing-masing.
Masa pandemi ini, mendorong kita untuk terus belajar dan mempraktekkan tatanan hidup baru dengan bertekun dalam doa. Kita diminta untuk memanjatkan permohonan kepada Bapa yang Setiawan, kiranya selalu memberikan yang terbaik bagi anak-anak-Nya.
Di dalam ibadah ini, bersama keluarga besar Yayasan Diakonia GPIB, kita mengingat dan merayakan ulang tahunnya yang ke-27 (5 Juli 1994 – 5 Juli 2021). Kita juga bersyukur bersama Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Bapak GPIB yag tepat pada hari ini memasuki usianya yang ke-40 (11 Juli 1981 – 11 Juli 2021), dan kita pun melaksanakan Sakramen Perjamuan Kudus.
Tema Ibadah “Konsisten Berkomunikasi Dengan Tuhan”, mengajak kita dengan penuh sukacita dalam ketekunan berdoa, merayakan hari Tuhan ini serta menggunakan waktu yang ada untuk berkomunikasi dengan Sang Mahabesar.
Kiranya ibadah yang kita lakukan saat ini berkenan di hadapan Tuhan dan kita diberkati oleh-Nya.
Pemberita Firman dan Sakramen dalam ibadah ini adalah : Pdt. S. Marlin Souhoka - Apuy, S.Th
UNGKAPAN SITUASI.
P. 2 : Hari-hari ini, di tengah pandemi Covid-19, telah menggiring kita memasuki suasana penuh
kecemasan. Hati dan pikiran kita sering terusik dengan kabar berita tentang banyak orang yang terpapar bahkan meninggalkan dunia! Di tengah keadaan kelam seperti ini, tiap orang menghadapinya dengan berbagai cara. Dengan jalan pikiran berbeda dan beragam, sikap tak menentu. Banyak orang mencari selamat sendiri...
Sebagai orang percaya dan yang mengasihi Tuhan, mari tenangkan diri dan mengingat
kebaikan-Nya! Bersyukur kepada Tuhan, akan membuat hati kita senang dan dimampukan untuk berbuat hal-hal yang jauh lebih baik agar saling menguatkan…
Berangkat dari kunjungan ke tempat yang asing dan berbagai wilayah yang belum dikenal baik, YADIA GPIB menjumpai banyak orang yang terpinggirkan dan kurang diperhatikan. Demikianlah YADIA dibentuk dan melaksanakan tugas missioner GPIB. Justru, di masa pandemi ini, kehadiran YADIA semakin terlihat jelas dalam aksinya.
Maka, bersama YADIA, kita pun akan menyatakan diri sebagai para pelayan yang rela memberi pertolongan, sedia mendengarkan keluhan dan kesusahan orang lain dengan rajin berbagi kasih. Kiranya harapan kita berkenan bagi Allah Mahabaik.
Hari ini juga kita bergembira merayakan HUT Kaum Bapak di Jemaat masing-masing. Dengarkanlah kesaksian mereka :
PS PELKAT PKB.
“ MARS PKB ”
Persekutuan Kaum Bapak, seluruh GPIB
bertekad dengan sungguh-sungguh, melayani bersama. Kasih Tuhan sebagai dasar dalam tugas pelayanan. Bangunkan persekutuan demi Tuhan Sang Penebus.
Dalam setiap pergumulan dan setiap cobaan.
Berpegang hanya pada Tuhan, pertolongan-Nya tetap. Dengan sabar dan rendah hati bersyukur senantiasa. Memuliakan nama Tuhan, kini dan s'lama-lamanya.
P. 2 : Bersama Kaum Bapak, yang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus, kita mau memelihara
keutuhan keluarga, gereja dan negeri ini. Dengan berpegang teguh dalam kasih setia Allah Mahakuasa, kita “Konsisten Berkomunikasi Dengan Tuhan”. Di segala waktu dan keadaan, mari kita memuji kebaikan-Nya.
….. Saat teduh
AJAKAN BERIBADAH.
P. 2 : Jemaat, mari berdiri untuk menyambut Firman Tuhan yang hadir di tengah-tengah persekutuan kita.
MENGHADAP TUHAN
JEMAAT MENYANYI.
GB. 17 : 1, 2 “ ABADI, TAK NAMPAK ”
1. Abadi, tak nampak, Yang Maha Esa, Yang tak terhampiri terang takhta-Nya, yang dalam Putra-Nya telah dikenal, bagi-Nyalah hormat dan kuasa kekal.
…….... Prosesi ALKITAB memasuki ruang ibadah ……….
2. Ibarat cahaya berkarya tenang, wibawa rajawi kekal Kaupegang.
Teguh bagai gunung keadilan-Mu, dan awan-Mu sarat dengan kasih-Mu.
VOTUM.
P. F : Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN yang menjadikan langit dan bumi.
4
NAS PEMBIMBING. Mazmur 116 : 1 - 2
P. F : “Aku mengasihi TUHAN, sebab Ia mendengarkan suaraku dan permohonanku. Sebab Ia
menyendengkan telinga-Nya kepadaku, maka seumur hidupku aku akan berseru kepada-Nya.”
SALAM. Galatia 1 : 3 - 5
P. F : Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.
JEMAAT MENYANYI.
KJ. 229b : 1, 2, 4 “ O ROH PENCIPTA, DATANGLAH ”
1.
2. Engkau penolong yang teguh, Kurnia Allah terbesar, Kau Sumber hidup yang benar, Pengobar kasih umat-Mu.
4. Berilah kami sinar-Mu dan kasih-Mu curahkanlah, supaya kami yang lemah teguh berbudi s’lamanya.
( Duduk )
PENGAKUAN DOSA.
P. 2 : Mari berdoa :Bapa kami di sorga, kami bersyukur atas karunia yang Engkau berikan sampai saat ini. Di tengah keresahan dan kesesakan di masa pandemi Covid-19 ini, Engkau masih mengijinkan kami untuk menikmati nafas kehidupan yang baru setiap harinya.
Ya Bapa, di tengah-tengah pandemi yang terus meningkat ini, kami belum sehat betul. Di sekeliling kami, ada banyak saudara dan sesama yang telah terpapar. Sekalipun demikian, bersama-sama, kami tetap bersukacita atas anugerah yang Engkau berikan, un-tuk menyelamatkan dunia ciptaan-Mu ini.
Saat ini, dengan rasa sesal dan malu, kami mengaku atas kekurangan serta kesalahan yang kami lakukan di hadapan-Mu ya Bapa. Krisis akibat pandemi, memang menyulitkan, tapi saat kami merasa tidak berdaya, kami malah menjauh dari kasih-Mu. Oh Tuhan, ampunilah kami. Tambahkan dan kuatkanlah iman kami kepada-Mu ya Bapa, sehingga ka-mi dapat kembali berdoa dalam kesungguhan dan kesetiaan kepada-Mu. Engkau adalah Bapa yang setia dan selalu memberi yang terbaik bagi kami anak-anak-Mu. Engkaulah
Bapa yang berkuasa atas seluruh dunia dan tangan kasih-Mu memelihara ciptaan-Mu. Terpujilah Tuhan!
Ini kami, ya Bapa, anak-anak-Mu yang masih sering lalai, lengah, tidak patuh dan taat da-lam menerapkan protokol kesehatan. Ampunilah kami dan lingkungan yang masih tidak menjaga kebersihan dan kesehatan diri, sehingga virus ini sukar dikebaskan. Inilah anak-anak-Mu yang masih dapat berkaya dan menerima berkat, tetapi dalam doa, kami tidak meminta dengan cara yang benar.
Kami kurang bersyukur dan tidak berbagi dengan mereka yang berada dalam kekurangan serta kesulitan hidup. Saat pandemi ini terus merebak, kami kurang peduli dan perhatian kepada saudara dan sesama kami yang terpapar. Kami malah sibuk mencari selamat dan keuntungan diri sendiri.
Bapa Mahakasih, betapa berdosanya kami sebagai pribadi yang tidak mengasihi-Mu. Kami mohon pengampunan dosa kepada-Mu ya Bapa. Dalam pengasihan-Mu, baharuilah hidup kami. Amin.
JEMAAT MENYANYI.
GB. 41 : 1, 2 “ MAUKAH DOSAMU DIHAPUS BERSIH ”
1.
2. Maukah engkau meredam hasratmu? Besar kuasa-Nya, darah Tuhan. Datang seg'ra , kau dibasuh bersih; ajaib kuasa darah Tuhan.
Refrain. ……… ( Duduk )
KESAKSIAN PUJIAN.
….. Saat teduh6
PEMBERITAAN FIRMAN DAN
PELAYANAN SAKRAMEN
DOA MOHON BIMBINGAN ROH KUDUS.
P. F : ...
PEMBACAAN ALKITAB.
P. F : Jemaat Tuhan, silakan berdiri dan sedia mendengar Firman Tuhan yang dibacakan dari Alkitab. Haleluya!
JEMAAT MENYANYI.
KJ. 349. “ HALELUYA, PUJILAH TUHANMU ”
P. 3 : Pembacaan Alkitab hari ini dari Kitab Injil Matius 7 : 7 - 11 yang menyatakan : ...
Demikian Pembacaan Alkitab.
P. F : Hendaklah firman Tuhan dengan segala kekayaannya diam di dalam hatimu dan ucaplah syukur kepada Allah.
JEMAAT MENYANYI.
GB. 373. “ MAZMUR 103 ”
( Duduk )
KHOTBAH : “ KONSISTEN BERKOMUNIKASI DENGAN TUHAN ”
….. Saat teduh tanpa diiringi musik
PENETAPAN PERJAMUAN.
P. F : Jemaat, dengarlah Penetapan Perjamuan Kudus sebagaimana tertulis dalam Kitab Injil Lukas 22 : 14 – 20, yang menyatakan : ...
PENJELASAN.
P. F : Perjamuan Kudus adalah perintah Yesus Kristus bagi kita. Bahwa setiap orang yang telah mengaku iman percaya kepada Yesus Kristus dan telah dietguhkan sebagai warga sidi gereja wajib hadir mengikuti Perjamuan Kudus.
Bahwa roti dan anggur dalam cawan adalah lambang tubuh dan darah Yesus yang telah diserahkan sebagai korban tebusan untuk memulihkan hubungan kita dengan Allah yang terputus karena dosa dan untuk menyelamatkan seisi dunia ciptaan-Nya. Melalui Perjamuan Kudus ini, kita dipersatukan dengan Yesus Kristus di dalam kematian dan kebangkitan-Nya. Dengan demikian, persekutuan Tuhan Yesus dengan para murid pada Perjamuan Malam terakhir terus berlangsung sampai penggenapannya di dalam Kerajaan Allah, di mana kita semua akan duduk bersama Kristus di perjamuan-Nya.
Saudara-saudara, persekutuan dengan Kristus yang kita alami dan hayati melalui Perjamuan Kudus ini, sesungguhnya mau mengingatkan kita juga pada hidup baru, yang untuknya kita telah dipanggil keluar dari kegelapan dosa kepada terang keselamatan oleh Yesus Kristus. Hidup yang dimaksud adalah hidup yang bersaksi tentang Yesus Kristus, sebagai sang Penebus dan Juruselamat dunia melalui kata dan perbuatan.
DOA PENGUATAN.
P. F : Mari berdoa :Ya Bapa, Pencipta dan Raja semesta. Kami bersyukur karena Engkau layakkan kami hadir dalam Perjamuan Kudus ini untuk mengingat-rayakan kematian dan kebangkitan Kristus demi memulihkan dan menyelamatkan kami. Kepada-Mu kami persembahkan tubuh kami sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada-Mu.
... Saat Hening
Allah Bapa Pengasih, kami mohon kiranya oleh kuasa Roh Kudus, kami dikenyangkan dan disegarkan dengan roti dan anggur yang menghidupkan, yakni tubuh dan darah Tuhan Yesus. Biarlah kami juga selalu diberi makan dan minum oleh Dia yang adalah Allah sejati dan manusia sejati, sehingga kami tidak lagi hidup di dalam dosa, melainkan tetap tinggal
dan hidup di dalam Tuhan dan Tuhan tinggal di dalam kami. ... Saat Hening
Ya Allah, Tuhan kami, Engkau menghendaki agar kami semua menjadi satu. Tolonglah kami agar kami selalu hidup bersekutu dengan sesama dalam cinta kasih dan persaudaraan yang tulus agar dunia percaya bahwa Engkaulah, Tuhan dan juruselamat.
8
Sebab seperti roti dan anggur yang telah terkumpul menjadi satu makanan di atas meja Perjamuan Kudus ini, demikianlah ya Tuhan, himpunkanlah gereja-Mu yang tersebar di seluruh muka bumi ke dalam Kerajaan-Mu.
... Saat Hening
Ya Bapa Rahmani, Engkau telah memberikan sukacita dan damai sejahtera oleh anugerah Tuhan Yesus Kristus. Bimbing dan kuatkan kami, agar kami mampu meneruskan sukacita dan damai sejahtera-Mu kepada orang lain dengan memberitakan tentang kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus sampai Ia datang. Kami mohon dalam nama Tuhan Yesus yang telah mengajar kami berdoa.
P. F + Jemaat : BAPA KAMI YANG DI SORGA . . . TETAPI LEPASKANLAH KAMI DARI PADA YANG
JAHAT.
JEMAAT MENYANYI.
KJ. 475. “ KAR’NA ENGKAULAH ”
PENGAKUAN IMAN.
P. F : Jemaat, sebelum menerima roti dan anggur sebagai lambang tubuh dan darah Tuhan Yesus, marilah berdiri untuk mengaku iman menurut Pengakuan Iman Rasuli. Dengan hati dan mulut, masing-masing berkata :
P. F & Jemaat : AKU PERCAYA KEPADA ALLAH BAPA YANG MAHAKUASA . . . KEBANGKITAN DAGING
DAN HIDUP YANG KEKAL.
( Duduk )
JEMAAT MENYANYI.
KJ. 313 : 1, 2 “ HAI BERDANDANLAH, JIWAKU ”
1.
2. O betapa kurindukan kebajikan-Mu, ya Tuhan; air mataku tercurah mendambakan roti sorga; aku haus ’kan minuman dari Raja kehidupan. Dalam makan-minum itu ’ku bersatu dengan Kristus.
(Diaken menyiapkan meja --- PF turun dari mimbar)
PENGARAHAN HATI.
P. F : Jemaat, supaya kita dipelihara dengan Roti Sorgawi, yakni Yesus Kristus, maka janganlah hati dan pikiran kita melekat pada roti dan anggur yang kelihatan ini, tetapi marilah kita menerimanya dengan iman yang tertuju kepada Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita.
P. F : Damai sejahtera Kristus memenuhi persekutuan kita.
Jemaat : Damai sejahtera bagimu.
( sambil mengucapkan salam )
UNDANGAN.
P. F : Jemaat, marilah ... karena segala sesuatu telah tersedia bagi kamu.
JAMUAN.
P. F : (mengambil roti) Roti yang dipecah-pecahkan ini adalah lambang tubuh Kristus. Ambillah ... (roti diedarkan sampai semua mendapat)
Makanlah….. (makan sama-sama)
Ingatlah dan percayalah bahwa tubuh Tuhan kita Yesus Kristus telah dipecah-pecahkan sebagai tebusan bagi keselamatan kita.
P. F : (mengambil cawan) Anggur dalam Cawan yang kita pakai mengucap syukur ini adalah lambang darah Kristus.
Ambillah ... (cawan diedarkan sampai semua mendapat) Minumlah….. (minum sama-sama)
Ingatlah dan percayalah bahwa darah Tuhan kita Yesus Kristus telah ditumpahkan untuk pengampunan dosa dan keselamatan kita.
... Membaca nas Alkitab ...
P. F : Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
10
JAWABAN JEMAAT
JEMAAT MENYANYI.
KJ. 455. “ MINTALAH ”
Mintalah, mintalah, maka ’kan dib’ri padamu; carilah, carilah, maka engkau ’kan mendapat; ketoklah, ketoklah, maka pintu ’kan dibuka, maka pintu ’kan dibuka, dibuka bagimu.
DOA SYAFAAT.
P. F : ...Ya Tuhan, dalam pengasihan-Mu, kami mohon :
Jemaat : Dengarlah doa kami.
P. F : Peliharalah kami, dalam kasih Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.
KESAKSIAN PUJIAN.
PENGUCAPAN SYUKUR.
P. 4 : Semua waktu, aksi dan segala materi, bahkan hikmat yang Tuhan beri, telah kita jalani. Maka, mari lanjutkan karya dan layan kita bersama. Dengan ketulusan memberi, kita lakukan “diakonia” (memberi pertolongan atau pelayanan). Firman Tuhan dalam Kitab Ibrani 6 : 10 yang mengatakan :
“Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tun-jukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang.”
Tuhan memberkati saudara dan persembahan saudara.
Setelah bait 1 dinyanyikan, Jemaat memberikan Persembahan Perjamuan Kudus diiringi musik instrumentalia.
Setelah bait 2 dinyanyikan, Jemaat memberikan Persembahan Syukur sukarela diiringi mus-ik instrumentalia.
Setelah bait 4 dinyanyikan, Jemaat berdiri untuk doa persembahan.
JEMAAT MENYANYI.
GB. 82 : 1, 2, 4 “ KITA BERSYUKUR KEPADA TUHAN ”
1. Kita bersyukur kepada Tuhansambil bawa persembahan kepada-Nya.
Refrain. Sebab Ia baik, abadi kasih-Nya. Sebab Ia baik, abadi kasih-Nya. 2. Kita berikan kepada Tuhan,
asal jangan dengan duka dan terpaksa. Refrain. ………
4. Kita gungkan kuasa Tuhan,
menyanyikan madah syukur kepada-Nya. Refrain. ………
DOA PERSEMBAHAN.
P. 4 : Bapa pencipta langit dan bumi, kami bersyukur atas keselamatan hidup yang Engkau berikan. Di tengah kegelisahan dan kelemahan tubuh di masa pandemi ini, kami masih bertahan dan bersemangat! Terpujilah Engkau, ya Bapa.
Kini bersama keluarga besar Yayasan Diakonia GPIB dan Pelkat Persekutuan Kaum Bapak GPIB yang hari ini memperingati ulang tahunnya, kami memuliakan nama-Mu. Kami yang menghitung waktu dan mendapat kesempatan hidup, kiranya selalu bersyukur atas rahmat-Mu. Buatlah kami semakin rajin berbuat baik, menyatakan keadilan-Mu dan damai sejahtera-Mu, bagi semua orang.
Bapa Mahapemurah, terimalah pemberian dan persembahan syukur kami ini, untuk dapat digunakan dengan baik dalam pelayanan jemaat, sehingga dapat menjangkau mereka yang membutuhkannya. Dengarlah doa syukur kami ini. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.
( Duduk )
PENGUTUSAN
WARTA JEMAAT.
P. 6
: ...
AMANAT PENGUTUSAN.
P. F : ...JEMAAT MENYANYI.
KJ. 406 : 1, 3 “ YA TUHAN, BIMBING AKU ”
1. Ya Tuhan, bimbing aku di jalanku, sehingga ’ku selalu bersama-Mu. Engganlah ’ku melangkah setapak pun, ’pabila Kau tak ada di sampingku.
3. Dan bila tak kurasa kuasa-Mu, Engkau senantiasa di sampingku. Ya Tuhan, bimbing aku di jalanku, sehingga ’ku selalu bersama-Mu.
12
BERKAT.
P. F : Arahkanlah hati dan pikiranmu kepada TUHAN, serta terimalah berkat-Nya :
Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau; Tuhan menyinari Engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. (Bilangan 6 : 24 – 26)
JEMAAT MENYANYI. KJ. 478. “ AMIN ”
( Jemaat tetap berdiri sampai para pelayan memberi salam di depan mimbar
SAAT TEDUH dan SALAM PERSEKUTUAN.
CATATAN :
Persembahan Ibadah Hari Minggu (IHM) dapat disetor ke Kantor Sekretariat (Kasir/Keuangan) pada jam kerja atau disetor/ditransfer dengan mencantumkan keterangan (IHM, Nama Keluarga/NN, Sektor dan tanggal Ibadah) ke rekening atas nama GPIB Pancaran Kasih, BRI Simpedes Nomor Rekening : 7202-01-000134-53-1 dan Bank Mandiri Nomor Rekening : 157-00-8010664-5 Atau dengan metode scan QR menggunakan aplikasi
Pesan Majelis Sinode GPIB
Dalam Rangka HUT ke 27 Yadia GPIB dan HUT ke 40 PKB GPIB
Ebenhaezer, sampai disini Tuhan menolong kita.Pada 5 Juli 2021 yang lalu 27 Tahun sudah usia Yayasan Diakonia GPIB. Dan pada hari ini 11 Juli, 40 Tahun sudah usia Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Bapak. Suka-duka, jatuh-bangun, susah-senang, gumul-juang dalam pelayanan dan dalam proses pelaksanaan program dan kegiatan, mewarnai perjalanan panggilan dan pengutusan Yadia dan Pelkat PKB GPIB.
Tidak dapat dihindari bahwa waktu terus bergulir maka semangat untuk tetap “Melayani bukan Dilayani” dan “Tangguh dan Luwes” terus diuji di tengah situasi pandemi Covid-19 yang telah melanda negeri kita sekitar 17 bulan ini yang akhir-akhir ini kasusnya semakin meninggi mencapai rekor tersendiri di bangsa kita tercinta. Sementara di sisi yang lain pemerintah juga terus dengan gencar melakukan program vaksinasi demi mewujudkan “herd-immunity” atau kekebalan massal. Pandemi Covid-19 mengubah cara dan pola aktivitas kehidupan yang diprediksi menjadi normal ba-ru. Bagaimana kesiapan kita, baik dalam aspek kesiapan mental, spiritual fisik, dan finansial ? Sudah banyak bantuan sosial diadakan, vaksinasi juga sudah semakin digencarkan, tapi apakah itu cukup membuat damai sejahtera? Pola aktivitas baru secara “daring” seperti bekerja / belajar dari rumah, rapat / diskusi / seminar virtual, juga ibadah virtual, dan lain-lain. Mata kita dipaksa berinteraksi dengan layar kaca dengan berbagai jenis kualitas dan ukuran. Pikiran kita juga terus digempur dengan berbagai pertanyaan atau bahkan kecemasan terkait dengan ancaman dan bahaya kesehatan yang mengintai, juga ancaman terhadap kondisi finansial karena resesi. Lalu bagaimana kita merespon dan menjawab situasi yang serba menantang seperti sekarang ini? Bagaimana batin kaum bapak yang menjawab Panggilan dan Pengutusan? Mata batin yang mengingatkan janji: Ya dengan segenap hatiku. Mata batin yang peka terhadap mereka yang memerlukan pertolongan di masa pandemi ini. Bagaimana wujud dan implementasinya? Jujur saja, terkadang kita dapat merasa letih, jenuh dan tak berdaya.
Namun demikian firman Tuhan tidak berubah, dulu, sekarang dan selama-lamanya. Firman Tuhan ibarat vitamin bagi mata batin kita. Untuk itu kita diingatkan akan pentingnya mendapatkan asupan firman Tuhan. Komunitas Baca Alkitab (KBA), merupakan salah satu kegiatan yang dapat menyehatkan mata batin kita. Dalam Komunitas Baca Alkitab, kita dapat memperoleh kabar baik di tengah kabar buruk dan hoaks yang bersliweran hadir di gadget dalam genggaman kita. Dalam KBA kita memperoleh kesegaran rohani yang memulihkan dari kelelahan batin. Dalam KBA kita diisi
dengan berkat-berkat baru dari Tuhan sehingga kita siap membagikan kesaksian dari pengalaman-pengalaman iman kita berjumpa dengan Tuhan. Dalam KBA kita mendapat pencerahan
14
Beberapa minggu lalu kita hampir yakin bahwa pandemi ini akan segera berakhir, namun kini pandemi seperti labirin yang tiada ujungnya. Sedangkan di hadapan kita seakan ada kabut tebal menghalangi visi masa depan kita. Kita dengan lirih bertanya : berapa lama lagi ya Tuhan?
Oleh sebab itu, marilah kita terus tingkatkan frekuensi doa dan perenungan firman Tuhan, karena hanya Tuhanlah yang berkuasa atas hidup kita, saatini dan di misteri masa depan yang akan datang. Teruslah berdoa dan mengandalkan Tuhan agar anugerah-Nya mendatangkan segala yang baik atas kehidupan kita dan seluruh umat manusia serta seluruh ciptaan-Nya. Jangan berikan diri kita dikuasai oleh ketakutan berlebihan. Kita harus berjalan maju walau di depan penuh kabut, majulah walau setapak demi setapak karenaTuhan bersama-sama dengankita.
Mari kita juga terusbersaksi dan ber-aksi dalam persekutuan, pelayanan dan kesaksian. Ber-diakonia untuk menjangkau menguatkan mereka yang lemah, untuk membantu dan memberdayakan mereka yang tersingkirkan dan menderita, agar kehidupan kita yang diberkati Tuhan ini terus menjadi saluran berkat-Nya terhadap sesama.Dengan demikian hidup kita menjadi alat di tangan Tuhan untuk me-wartakan damai sejahtera dan kabar baik di tengah dunia yang resah dan gelap. Sebab, Tuhan yang setia itu selalu hadir, menolong dan memampukan kita semua.
Meski dunia ini akan terus berubah sesuai perkembangan zamannya dan generasi demi generasi baru akan lahir dalam kehidupan normal yang mungkin sama sekali baru, tetapi firman Tuhan tidak berubah. Injil Tuhan adalah Kabar Baik sepanjang masa yang harus kita wariskan kepada anak-cucu melalui kebiasaan membaca Alkitab setiap hari dan melalui praktek dalam kehidupan nyata sebagai buah lebat dan manis dari kebenaran firman Tuhan yang kita baca. Mari segenap kaum bapak GPIB jadilah teladan dalam keluarga, persekutuan jemaat dan juga bagi masyarakat. Mari segenap warga GPIB hadirkanlah karya nyata dalam diakonia yang memberkati dan mentransformasi kehidupan sesama.
Salam sehat penuh damai senantiasa. Tetaplah berdoa dan saling mendoakan. Tetaplah menjadi kuat dan saling menguatkan. Tetaplah tenang dan saling menenangkan. Tetaplah melakukan protokol kesehatan, dan saling mengingatkan dalam menjaga kesehatan bersama. Ikutilah anjuran-anjuran pemerintah dan tenaga medis dan dukung kegiatan vaksinasi demi terwujudnya keluarga, gereja, masyarakat dan bangsa yang kuat, sehat dan sejahtera.
Dirgahayu Yayasan Diakonia GPIB.
“Melayani bukan Dilayani”
Dirgahayu Panca Windu PKB GPIB. PKB GPIB ! : “ Tangguh dan Luwes ! ” Tuhan Yesus memberkati.
Majelis Sinode XX GPIB
KetuaUmum : Pdt. Paulus KarisoRumambi KetuaI : Pdt. MarthenLeiwakabessy
KetuaII : Pdt. MelkisedekPuimera
KetuaIII : Pdt. Maureen Suzanne Rumeser - Thomas KetuaIV :Pnt. Adrie P. H. Nelwan
KetuaV :Pnt. MangaraPangaribuan(✞) SekretarisUmum : Pdt. Jacoba Marlene Joseph
SekretarisI : Pdt. Elly D. Pitoy – de Bell SekretarisII :Pnt. Sheila AryaniLumempouw-Salomo
Bendahara :Pnt. Ronny H. Wayong BendaharaI :Pnt. Eddy Maulana SoeiNdoen