PAPARAN HASIL
Studi Prakarsa Anti Korupsi
SPAK-BUMN 2011
Direktorat Penelitian dan Pengembangan
Komisi Pemberantasan Korupsi
2
AGENDA
LATAR BELAKANG
INDIKATOR SPAK-BUMN 2011
PELAKSANAAN SPAK-BUMN 2011
HASIL PENILAIAN SPAK-BUMN 2011
SIMPULAN DAN SARAN
3
Dengan diratifikasinya United Nations Conventions Against
Corruption (UNCAC) melalui UU No. 7/2006, Indonesia wajib
melakukan tindakan:
Memperkuat sistem untuk peningkatan transparansi & mencegah konflik
kepentingan/COI. (Pasal 7 ayat 4)
Peningkatan integritas dan tanggung jawab pejabat publik melalui
aturan perilaku/kode etik. (Pasal 8)
Membangun sistem pengadaan dan manajemen keuangan publik.
(Pasal 9)
Membangun sistem keterbukaan informasi publik. (Pasal 10)
Mengambil tindakan pencegahan korupsi yang melibatkan sektor swasta,
meningkatkan standar akuntansi dan audit di sektor swasta dan, jika
dipandang perlu, memberikan sanksi perdata, administratif atau pidana
yang efektif, proporsional dan bersifat larangan bagi yang tidak
mematuhi tindakan-tindakan tersebut. (Pasal 12)
4
LATAR BELAKANG
Tujuan SPAK adalah mengukur efektivitas
prakarsa antikorupsi di sektor bisnis.
SPAK merupakan pengembangan PIAK yang
diaplikasikan pada Instansi Pemerintah di
Indonesia sejak tahun 2009.
5
INDIKATOR SPAK-BUMN 2011
Indikator disusun berdasarkan instrumen yang penting
dalam upaya pencegahan korupsi di suatu
instansi/lembaga
Pakar dilibatkan dalam mereview indikator dan
melakukan pembobotan indikator melalui focus
group discussion (FGD)
Skor SPAK adalah 0-10, semakin tinggi nilai berarti
semakin besar upaya pencegahan korupsi yang
dilakukan oleh instansi/lembaga bersangkutan
6
INDIKATOR SPAK-BUMN 2011
No Indikator Bobot Subindikator
1 0.186 a
b
c Pengawasan dan Evaluasi
2 0.139 a
b Penerapan Pedoman Etika dan Perilaku c Evaluasi
3 0.121 a
b Penerapan Aturan tentang Konflik Kepentingan c Evaluasi
4 0.139 a
b Penerapan Aturan tentang Sistem Pengaduan c Evaluasi 5 0.084 a b c Evaluasi 6 0.103 a b c Evaluasi 7 0.171 a Penegakan Aturan
8 Prakarsa lain-lain/Inovasi 0.058 a Prakarsa lain-lain/Inovasi
Komitmen Integritas Manajemen Puncak (Tone of The Top)
Ketersediaan Kebijakan Pimpinan Terkait Anti Korupsi
Peran Pimpinan dalam Penerapan Kebijakan Anti Korupsi
Pedoman Etika dan Perilaku (Code of Ethic and
Code of Conduct) Ketersediaan dan Kelengkapan Pedoman Etika dan Perilaku
Penanganan Situasi Konflik Kepentingan
(Conflict of Interest/CoI)
Ketersediaan dan Kelengkapan Aturan tentang Konflik Kepentingan
Pengelolaan Sistem Pengaduan (Whistle
Blowing System) Ketersediaan dan Kelengkapan Aturan tentang Sistem Pengaduan
Pengelolaan Transparansi Harta Kekayaan
(Wealth Disclosure)
Ketersediaan dan Kelengkapan Aturan tentang Pengelolaan Transparansi Harta Kekayaan
Penerapan Aturan tentang Pengelolaan Transparansi Harta Kekayaan
Pengelolaan Penerimaan dan Pemberian Hadiah (Managing Gift)
Ketersediaan dan Kelengkapan Aturan tentang Pengelolaan Penerimaan dan Pemberiaan Hadiah Penerapan Aturan tentang Pengelolaan Penerimaan dan Pemberiaan Hadiah
7
PENILAIAN SPAK-BUMN 2011
Pengisian kuesioner kuantitatif dan laporan kualitatif
oleh BUMN
−
Kuesioner Kuantitatif:
Penilaian sendiri (self assessment) oleh peserta (BUMN)
dengan cara mengisi kuesioner kuantitatif SPAK. Setiap
isian kuesioner harus disertai dengan bukti pendukung
(mencakup indikator No.1-7)
−
Laporan Kualitatif:
Uraian tentang pencegahan korupsi yang telah dilakukan
oleh BUMN, di luar hal-hal yang ditanyakan dalam
8
PENILAIAN SPAK-BUMN 2011
Berdasarkan isian kuesioner kuantitatif dan laporan
kualitatif, KPK melakukan:
•
Verifikasi bukti pendukung dan verifikasi lapangan
•
Penilaian (scoring): gabungan penilaian kuantitatif dan kualitatif
9
PELAKSANAAN SPAK-BUMN 2001
Penetapan Indikator Utama Penyusunan & Penyebaran Kuesioner Self-Assessment oleh BUMN Penilaian oleh Tim AhliKPK
Laporan Akhir dan Diseminasi
10
PESERTA SPAK-BUMN 2011
SPAK 2011 merupakan pilot study, dengan peserta
sebagai berikut:
No
BUMN
Sektor
1
PT PERTAMINA (Persero)
Energi
2
PT JAMSOSTEK (Persero)
Keuangan
3
PT JASA MARGA Tbk (Persero)
Konstruksi
4
PT ANGKASA PURA II (Persero)
Transportasi
11
SKOR TOTAL
SPAK-BUMN 2011
Peringkat Instansi Skor Total
Skor Indikator
1
PT PERTAMINA
8.95
9.01
7.98
2
PT JAMSOSTEK
7.80
7.78
8.17
3
PT JASA MARGA Tbk
6.19
6.04
8.61
4
PT ANGKASA PURA II
6.02
5.91
7.71
Indikator Utama (0.942) Indikator Inovasi (0.058) Skor Indikator Utama > Skor Indikator Inovasi: (PT Pertamina)
Menunjukkan bahwa PT Pertamina telah melakukan upaya yang cukup optimal dalam kegiatan antikorupsi
Skor Indikator Utama < Skor Indikator Inovasi: ( PT Jamsostek, PT Jasa
Marga, Tbk. & PT Angkasa Pura II)
Menunjukkan bahwa PT Jamsostek, PT Jasa Marga, & PT Angkasa Pura II, telah melakukan upaya antikorupsi yang cukup baik namun tetap diperlukan peningkatan yang lebih optimal
12
SKOR INDIKATOR KETELADANAN PIMPINAN
SPAK-BUMN 2011
Peringkat Instansi Nilai Total Subindikator 1 PT JASA MARGA Tbk 9.68 10 9.33 10 2 PT PERTAMINA 9.56 10 9.08 10 3 PT JAMSOSTEK 9.56 10 9.08 10 4 PT ANGKASA PURA II 9.02 10 7.96 10 Keteladanan Pimpinan (0,186) Ketersediaan Aturan (0,26) Peran Pimpinan (0,48) Pengawasan & Evaluasi (0,26) Skor Indikator Keteladan Pimpinan untuk semua peserta cukup tinggi di
atas 9. Hal ini menunjukkan komitmen pimpinan perusahaan dalam pencegahan korupsi/fraud cukup tinggi, melalui penyediaan
aturan/kebijakan anti korupsi, aktif berperan serta dalam penyiapan kelembagaan, sosialisasi serta pengawasan dan evaluasi baik terhadap kebijakan maupun pelaksanaannya.
Peluang peningkatan untuk subindikator Peran Pimpinan di AP II adalah
peningkatan komunikasi kebijakan antikorupsi melalui berbagai media dan memperluas cakupan komunikasi sampai ke cabang, anak
13
SKOR INDIKATOR PEDOMAN ETIKA & PERILAKU
SPAK-BUMN 2011
Peringkat Instansi Nilai Total Subindikator 1 PT PERTAMINA 9.87 10 9.68 10 2 PT JASA MARGA Tbk 8.82 9.68 7.49 10 3 PT JAMSOSTEK 8.16 9.68 5.9 10 4 PT ANGKASA PURA II 6.36 9.68 6.14 0Pedoman Etika dan Perilaku (0,139) Ketersediaan Aturan (0,39) Penerapan Aturan (0,42) Evaluasi Aturan (0,19)
Untuk Indikator Pedoman Etika dan Perilaku, ada peluang perbaikan untuk beberapa subindikator:
Penerapan Aturan (PT Jamsostek & PT AP II): perbaikan dapat dilakukan
dengan penetapan mekanisme penerapan pedoman yaitu: indetifikasi potensi resiko pelanggaran, pengendalian resiko serta penanganan pelanggaran terhadap pedoman etika dan perilaku. Internalisasi pedoman & etika perilaku terhadap seluruh pegawai perusahaan melalui program sosialisasi yang terjadwal.
Evaluasi (PT AP II): perbaikan dapat dilakukan dengan menetapkan
kebijakan evaluasi terhadap aturan dan pelaksanaan pedoman etika dan perilaku serta mengimplementasikannya.
14
15
16
SKOR INDIKATOR PENANGANAN SITUASI KONFLIK
KEPENTINGAN SPAK-BUMN 2011
Peringkat Instansi Nilai Total Subindikator 1 PT PERTAMINA 9.72 10 9.32 10 2 PT JAMSOSTEK 7.72 8.98 5.4 10 3 PT ANGKASA PURA II 3.09 0 7.52 0 4 PT JASA MARGA Tbk 2.08 0 5.07 0Penanganan Situasi Konflik Kepentingan (0,121) Ketersediaan Aturan (0,39) Penerapan Aturan (0,41) Evaluasi Aturan (0,20)
Untuk Indikator Penanganan Situasi Konflik Kepentingan, ada peluang perbaikan untuk beberapa subindikator:
Ketersediaan Aturan (PT Jasa Marga & PT AP II): perbaikan dapat dilakukan dengan
menetapkan aturan tentang pedoman penanganan situasi konflik kepentingan, menyiapkan kelembagaan yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan aturan.
Penerapan Aturan (PT Jamsostek, PT Jasa Marga, & PT AP II): perbaikan dapat dilakukan
dengan menetapkan mekanisme penerapan aturan meliputi mekanisme identifikasi potensi resiko pelanggaran, pengendalian resiko pelanggaran dan penanganan pelanggaran serta internalisasi aturan ke seluruh pegawai perusahaan.
Evaluasi (PT AP II & PT Jasa Marga): perbaikan dapat dilakukan dengan menetapakan
17
Contoh Pedoman Penanganan Konflik Kepentingan
18
Contoh Pedoman Penanganan Konflik Kepentingan
19
Contoh Formulir Pelaporan Konflik Kepentingan
20
Contoh Formulir Pelaporan Konflik Kepentingan
21
SKOR INDIKATOR PENGELOLAAN SISTEM PENGADUAN
SPAK-BUMN 2011
Peringkat Instansi Nilai Total Subindikator 1 PT PERTAMINA 9.85 10 9.61 10 2 PT JAMSOSTEK 9.02 10 7.5 10 3 PT ANGKASA PURA II 2.75 0 7.05 0 4 PT JASA MARGA Tbk 2.03 0 5.2 0Pengelolaan Sistem Pengaduan (0,139) Ketersediaan Aturan (0,43) Penerapan Aturan (0,39) Evaluasi Aturan (0,18)
Untuk indikator Pengelolaan Sistem Pengaduan, ada peluang perbaikan untuk beberapa subindikator:
Ketersediaan Aturan (PT Jasa Marga dan AP II): perbaikan dapat dilakukan dengan
menetapkan aturan tentang pengelolaan sistem pengaduan, menyiapkan kelembagaan yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan aturan.
Penerapan Aturan (PT Jasa Marga, PT AP II, & PT Jamsostek): perbaikan dilakukan
dengan menetapkan mekanisme penerapan aturan, meliputi mekanisme identifikasi potensi resiko pelanggaran, pengendalian resiko pelanggaran dan penanganan pelanggaran. Internalisasi aturan ke seluruh pegawai perusahaan.
Evaluasi (PT AP II & PT Jasa Marga): perbaikan dapat dilakukan dengan
22
Contoh Pedoman Pengelolaan Pengaduan
di PT Pertamina
23
Contoh Media Pelaporan Pengaduan
24
Contoh Mekanisme Pelaporan Pengaduan
25
Contoh Mekanisme Pelaporan Pengaduan
26
Contoh Pedoman Pengelolaan Pengaduan
di PT Jamsostek
27
Contoh Mekanisme Pelaporan Pengaduan
28
SKOR INDIKATOR PENGELOLAAN TRANSPARANSI
HARTA KEKAYAAN SPAK-BUMN 2011
Peringkat Instansi Nilai Total Subindikator 1 PT PERTAMINA 7.47 8.59 5.29 10 2 PT ANGKASA PURA II 7.41 7.78 5.83 10 3 PT JAMSOSTEK 6.64 8.19 3.69 10 4 PT JASA MARGA Tbk 6.24 9 6.98 0
Pengelolaan Transparansi Harta Kekayaan (0,084) Ketersediaan Aturan (0,36) Penerapan Aturan (0,43) Evaluasi Aturan (0,21)
Untuk Indikator Pengelolaan Transparansi Harta Kekayaan, ada peluang perbaikan untuk beberapa subindikator:
Penerapan Aturan (semua peserta SPAK): perbaikan dapat dilakukan dengan
menetapkan mekanisme penerapan aturan meliputi mekanisme identifikasi potensi resiko pelanggaran, pengendalian resiko pelanggaran dan
penanganan pelanggaran. Internalisasi aturan ke seluruh pegawai perusahaan.
Evaluasi (PT Jasa Marga): perbaikan dapat dilakukan dengan menetapkan
29
Contoh Pedoman Pelaporan Harta Kekayaan
di PT Pertamina
30
Contoh Pedoman Pelaporan Harta Kekayaan
di PT Pertamina
31
Contoh Pedoman Pelaporan Harta Kekayaan
di PT Angkasa Pura II
32
SKOR PENGELOLAAN PENERIMAAN & PEMBERIAN
HADIAH SPAK-BUMN 2011
Peringkat Instansi Nilai Total Subindikator 1 PT PERTAMINA 9.62 10 9.15 10 2 PT JAMSOSTEK 4.08 0 5.51 10 3 PT ANGKASA PURA II 2.57 0 5.72 0 4 PT JASA MARGA Tbk 2.43 0 5.4 0Pengelolaan Penerimaan dan Pemberian Hadiah (0,103) Ketersediaan Aturan (0,39) Penerapan Aturan (0,45) Evaluasi Aturan (0,16)
Untuk indikator Pengelolaan Penerimaan & Pemberiaan Hadiah, ada peluang perbaikan untuk beberapa subindikator:
Ketersediaan Aturan (PT Jasa Marga, PT AP II & PT Jamsostek): perbaikan dapat
dilakukan dengan menetapkan aturan tentang pengelolaan sistem pengaduan, menyiapkan kelembagaan yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan aturan. Internalisasi aturan ke seluruh insan perusahaan.
Penerapan Aturan (PT Jasa Marga, PT AP II & PT Jamsostek): menetapkan
mekanisme penerapan aturan meliputi: mekanisme identifikasi potensi resiko
pelanggaran, pengendalian resiko pelanggaran dan penanganan pelanggaran. Internalisasi aturan ke seluruh pegawai perusahaan.
Evaluasi (PT AP II & PT Jasa Marga): perbaikan dapat dilakukan dengan
33
Contoh Pedoman Penerimaan dan Pemberian Hadiah
34
Contoh Formulir Pelaporan Penerimaan Hadiah
35
Contoh Formulir Pelaporan Pemberian Hadiah
36
Contoh Formulir Pelaporan Permintaan Hadiah
37
Contoh Formulir Pelaporan Penerimaan, Pemberian dan
38
SKOR INDIKATOR PENEGAKAN ATURAN
SPAK-BUMN 2011
Peringkat Instansi 1 PT PERTAMINA 10 2 PT JASA MARGA Tbk 10 3 PT ANGKASA PURA II 10 4 PT JAMSOSTEK 10Indikator Penegakan Aturan (0,171)
Subindikator Penegakan Aturan (1)
Skor Indikator Pegakan Aturan untuk semua peserta SPAK adalah 10,
artinya bahwa pelaksanaan penegakan aturan terkait dengan semua pelanggaran dalam perusahaan jalan.
39
SKOR INDIKATOR INOVASI LAINNYA
SPAK-BUMN 2011
Peringkat Instansi 1 PT JASA MARGA Tbk 8.61 2 PT JAMSOSTEK 8.17 3 PT PERTAMINA 7.98 4 PT ANGKASA PURA II 7.71Indikator Prakarsa Lainnya (0,058)
Subindikator Prakarsa Lainnya (1)
Berdasarkan hasil penilaian, secara umum nilai ke-4 BUMN cukup baik yang berarti bahwa telah adanya upaya-upaya untuk melakukan pencegahan korupsi dari sejumlah aspek yang belum termasuk dalam indikator utama. Pada SPAK 2011, nilai inovasi tertinggi diraih oleh PT JASA MARGA Tbk dengan nilai 8,61.
PT Jasa Marga telah melakukan beberapa upaya pencegahan korupsi antara lain sebagai berikut : (1) menyusun dan menetapkan sejumlah aturan terkait Pengadaan barang dan jasa secara elektronik (E-Procurement), (2) pengadaan sumber daya manusia melalui elektronik (E-recruitment), (3) pembayaran tol secara elektronik (E-toll Card), serta (4) Sistem Prosedur Transaksi keuangan (SPTK). Upaya - upaya inovasi tersebut yang secara umum berusaha mengurangi potensi terjadinya penyimpangan oleh pihak internal dan eksternal.
40
SIMPULAN & SARAN
Simpulan
Secara umum, 4 BUMN peserta SPAK dengan tingkat keseriusan yang
bervariasi telah memiliki inisiatif antikorupsi yang diterapkan dalam
rangka mendukung kinerja perusahaan.
Masih terdapat indikator yang nilainya rendah yaitu :
(1) Penanganan konflik kepentingan, (2) pengelolaan pelaporan
pengaduan (WBS), (3) pengelolaan transparansi / laporan harta
kekayaan, (4) pengelolaan penerimaan dan pemberian hadiah
Nilai rendah tersebut diakibatkan oleh karena tidak adanya aturan sebagai
dasar pelaksanaan teknis
Masih rendahnya inisiatif untuk menerapkan aturan terkait Kegiatan
identifikasi dan pengendalian resiko pada penanganan situasi konflik
kepentingan, transparansi/pelaporan harta kekayaan, serta pengelolaan
penerimaan dan pemberian hadiah pada BUMN peserta SPAK 2011
41
SIMPULAN & SARAN
Saran Perbaikan
BUMN
agar
membangun
sistem
anti
korupsi
secara
berkesinambungan melalui penetapan dasar hukum yang kuat.
Dasar hukum tersebut sebaiknya juga mengatur pengelolaan
kegiatan anti korupsi yang akan dilakukan
Menyusun dan menetapkan Standard Operational Procedure (SOP)
tentang penerapan pedoman etika dan perilaku, penanganan konflik
kepentingan,
pengelolaan
sistem
pengaduan,
pengelolaan/
transparansi harta kekayaan, serta pengelolaan penerimaan dan
pemberian hadiah yang mendukung upaya pencegahan korupsi
secara komprehensif dan konsisten terutama terkait dengan
indikator SPAK 2011.
42
SIMPULAN & SARAN
Saran Perbaikan (Lanjutan)
Melakukan evaluasi berkala terhadap aturan dan sistem pengelolaan
pedoman etika dan perilaku, penanganan konflik kepentingan,
pengelolaan sistem pengaduan, pengelolaan/ transparansi harta
kekayaan, serta pengelolaan penerimaan dan pemberian hadiah
Pimpinan puncak BUMN memastikan diselenggarakannya Fraud Risk
Assessment yang dilakukan secara berkala. Hasil dari Fraud Risk
Assessment tersebut dijadikan dasar untuk menyusun Fraud Control Plan.
Pimpinan puncak juga bertanggung jawab penuh memastikan bahwa
43
RENCANA TINDAK LANJUT