i
KESELAMATAN KESEHATAN KERJA DAN KESEHATAN LINGKUNGAN (K3KL)
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Skripsi, November 2019 Arief Berlianta Mukhtar
Kajian Pre-Fire Planning Pada Tangki Timbun T-04 Terminal BBM PT Pertamina Marketing Operation Region II Kertapati Sumbagsel.
ii – 108 halaman, 15 tabel, 9 lampiran
ABSTRAK
Risiko dan bahaya kebakaran memiliki efek domino yang mengakibatkan dari kerusakan fasilitas sampai dengan menimbulkan korban jiwa. Kejadian kebakaran pada tangki penyimpanan yang terjadi di PT. Pertamina Cilacap pada tanggal 2 April 2011 lalu yang mengakibatkan kerugian finansial mencapai Rp. 270 miliar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Menganalisis Pre-Fire Planning pada Tangki Timbun T-04 di Terminal BBM di PT Pertamina Marketing Operation Region II Kertapati Sumbagsel. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif yang bersifat observasional. Penelitian secara kuantitatif dilakukan untuk mengestimasi besar kebakaran, menghitung kebutuhan pemenuhan air dan foam bagi upaya pemadaman dan pendinginan tangki lain disekitarnya. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa kalkulasi penelitian yang menggunakan standar dari SPFE United State Nuclear Regulatoy Commission, dan diketahui bahwa untuk ketiga skenario memiliki hasil HRR yang sama yaitu 2.182.84,62 kW. Total kebutuhan kapasitas air selama 65 menit penanggulangan kebakaran adalah 5.217.506,242 Liter. Total kebutuhan foam untuk penanggulangan kejadian kebakaran apabila terjadi kebakaran pada tangki T-04 adalah 13.405,338 Liter. Dapat disimpulkan bahwa potensi bahaya kebakaran yang ada di area tangki timbun Terminal BBM disebabkan oleh listrik statis, overfilling, dan kelalaian manusia, serta dari pemodelan Fire Dynamic Simulator didapatkan visualisasi selama 1 s dengan laju produksi kalor sebesar 1.4E05 kW, adapun ketersediaan air telah mencukupi kebutuhan yang diperlukan yaitu sebesar 6.500 KL sedangkan ketersediaan foam belum memenuhi kebutuhan yang diperlukan sebesar 8.000 Liter. Perencanaan dalam antisipasi kejadian kebakaran perlu diimplementasikan untuk meminimalisir dampak negatif yang berakibat fatal bagi perusahaan dan lingkungan sekitar.
Kata kunci : Pre-Fire Planning, Kebutuhan Air, Kebutuhan Foam, Heat Release Rate
ii
OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY/ENVIRONMENTAL HEALTH FACULTY OF PUBLIC HEALTH
SRIWIJAYA UNIVERSITY Thesis, November 2019 Arief Berlianta Mukhtar
Pre-Fire Planning Analysis on PT Pertamina Marketing Operation Region II BBM T-04 Storage Tanks, Kertapati Sumbagsel.
Ii - 108 pages, 15 tables, 9 attachments
ABSTRACT
The risks and dangers of fire have a domino effect that results from facilities fault to the loss of lives. Fire incident at the storage tank that occurred at PT. Pertamina Cilacap on April 2, 2011 have resulted in financial losses of up to Rp. 270 billion. The aim of this study was to analyze Pre-Fire Planning at T-04 Stockpile Tank at BBM Terminal in PT Pertamina Marketing Operation Region II Kertapati Sumbagsel. This research used descriptive quantitative research design that is observational. Quantitative research was carried out to estimate fire magnitude. In addition, quantitative research is also used in calculating water and foam fulfillment needs for blackout and cooling of other tanks nearby. The results of the study show that the calculation of studies using the standards of the SPFE United State Nuclear Regulatory Commission, and it is known that for all three scenarios have the same HRR results of 2,182.84.62 kW. The total water capacity requirement for 65 minutes of fire prevention is 5,217,506,242 Liters. The total foam requirement for fire prevention in the event of a fire in the T-04 tank is 13,405,338 Liters. It can be concluded that the potential fire hazard in the BBM Terminal storage tank area is caused by static electricity, overfilling, human negligence, and from the Fire Dynamic Simulator modeling visualization is obtained for 1 s with a heat production rate of 1.4E05 kW, therefore, the availability of water is sufficient the required requirement of 6,500 KL while the availability of foam has not met the required needs of 8,000 Liters. Planning in anticipation of a fire event needs to be implemented to minimize the negative impacts that have fatal consequences for the company and the environment.
Keywords : Pre-Fire Planning, Water Requirement, Foam Requirement, Heat Release Rate
v
RIWAYAT HIDUP
Nama : Arief Berlianta Mukhtar
NIM : 10011281520246
Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 4 Juli 1997
Peminatan : K3KL
Fakultas : Kesehatan Masyarakat
Universitas : Sriwijaya, Provinsi Sumatera Selatan
Alamat Rumah : Jl. KH. Ahmad Dahlan Perum. Griya Permata Blok C1 Nomor 5 Kelurahan Petir Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang, 15147
Telp/Hp : 081313633545
Email : [email protected]
A. Riwayat Pendidikan
2003 – 2009 SD IKAL Medan
2009 – 2010 SMP Al-Azhar Medan 2010 – 2012 SMP Negeri 45 Jakarta Barat 2012 – 2015 SMA Negeri 65 Jakarta Barat
2015 – (sekarang) Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya
B. Riwayat Organisasi
2018 – 2019 General Leader Occupational Health Safety Association 2016 – 2017 Kepala Departemen Syiar LDF BKM Adz-dzikra FKM Unsri 2016 – (sekarang) Staf Dokumentasi Pemuda Pelopor Daerah/Young Local Pioneer 2015 – 2016 Anggota Kesejahteraan Mushola LDF BKM Adz-dzikra FKM
vi Unsri
2015 – 2016 BG FKMUNSRI
2015 Public Health Volunteer Batch I
C. Prestasi
1. Juara I Lomba Video K3, Peringatan Bulan K3 Nasional PT Kaltim Prima Coal, 2019
2. Juara II Fahmil Qur’an Putra, MTQ Mahasiswa Universitas Sriwijya, 2018
3. Juara III Lomba Cepat Tepat K3 Antar Mahasiswa, Bulan K3 Nasional, PT Pusri Palembang, 2018
4. Top 10 National Short Video MYRC Hasanuddin Scientific Fair, 2018 5. Juara II Lomba Iklan Layanan Masyarakat, Universitas Jember, 2017 6. Juara III Lomba Video Pendek, YSSOPH, Universitas Indonesia, 2017 7. Juara I Lomba Festival Film Pendek, Public Health Youth Event I, FKM
Universitas Sriwijaya, 2016
8. Wakil I Bujang Gadis FKM Unsri, 2015 D. Pengalaman Kegiatan
1. Enumerator Penelitian, Penelitian Sains dan Teknologi, Universitas Sriwijaya, 2019
2. Magang, PT Kaltim Prima Coal Januari – Maret 2019 3. Mentor, Video Editing Course, 2018 – 2019
4. Membangun Bumi Sedulang Setudung, Desa Karang Sari, Banyuasin, Kegiatan Pemuda Pelopor Daerah 2016
vii
KATA PENGANTAR DAN UCAPAN TERIMA KASIH
Bismillahirrahmanirrahim…
“One minute to write a safety rule One hour to hold a safety meeting One week to plan a safety program One month to put it in operating One year to win a safety award One life time to make a safe worker But it takes only
One second to destroy it all with an accident” (Soehatman Ramli)
Assalamu’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh…
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat, nikmat iman dan pertolongan kepada kita sehingga menguatkan dalam menyelesaikan tugas akhir yang berjudul “Kajian Pre-Fire Planning pada Tangki Timbun T-04 Terminal BBM di PT Pertamina Marketing Operation Region II Sumbagsel”. Shalawat beriring salam tak lupa kita haturkan kepada suri tauladan, inspirasi dalam seluruh lini kehidupan Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan pengikutnya hingga akhir zaman.
Penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi segenap civitas akademika Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya pada khususnya, serta bagi pembaca pada umumnya. Dalam penyusunan skripsi ini penulis banyak mendapatkan masukan, pembelajaran serta berbagai pihak. Sehingga, pada kesempatan ini ucapan terima kasih penulis haturkan kepada:
1. Bapak Iwan Stia Budi, S.KM, M.Kes selaku Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya;
viii
2. Ibu Elvi Sunarsih, S.KM., M.Kes selaku Koordinator Program Studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat;
3. Ibu Desheila, S.KM.,M.Sc, selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, bantuan, kritik, saran, dan motivasi sehingga skripsi ini dapat diselesaikan;
4. Para Dosen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3KL) serta staff Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya;
5. Keluarga, khususnya kepada Papa dan Mama yang telah memberikan dukungan dan do’a yang tiada hentinya;
6. Teman-teman seperjuangan IKM angkatan 2015 terkhusus peminatan K3KL yang telah menemani dan melalui bersama perjuangan Panjang dalam proses akademik dan organisasi
Penulis menyadari bahwa dalam penyususnan skripsi ini masih terdapat kekurangan-kekurangan. Oleh karena itu, penulis membuka diri terhadap kritik dan saran untuk skripsi ini.
Indralaya, Desember 2019
x DAFTAR ISI
Halaman Judul (cover) ...
Halaman Ringkasan (Abstrak Indonesia) ... i
Halaman Ringkasan (Abstrak Inggris) ... ii
Lembar pernyataan bebas plagiarisme ... iii
Halaman Pengesahan ... iv
Riwayat Hidup ... v
Kata Pengantar ... vii
Halaman Pernyataan Persetujuan Publikasi Ilmiah ... ix
Daftar Isi... x
Daftar Tabel ... xiv
Daftar Gambar ... xv
Daftar Singkatan... xvi
Daftar Lampiran ... xviii
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1 1.2. Rumusan Masalah ... 4 1.3.Tujuan Penelitian ... 5 1.3.1 Tujuan Umum ... 5 1.3.2 Tujuan Khusus ... 5 1.4. Manfaat Penelitian ... 6
xi
1.4.1 Manfaat Bagi Peneliti ... 6
1.4.2 Manfaat Bagi Perusahaan ... 6
1.4.3 Manfaat Bagi Fakultas Kesehatan Masyarakat ... 6
1.5. Ruang Lingkup Penelitian ... 6
1.5.1 Lingkup Lokasi ... 6
1.5.2 Lingkup Waktu ... 7
1.5.3 Lingkup Materi ... 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Keselamatan Kerja ... 8
2.2 Major Hazard Installation ... 8
2.3 Kebakaran ... 9
2.3.1 Teori Dasar Kebakaran ... 10
2.3.2 Fase Kebakaran ... 13
2.3.3 Bentuk Kebakaran ... 13
2.3.4 Klasifikasi Kebakaran ... 14
2.3.5 Media Pemadam ... 15
2.3.6 Sistem Proteksi Kebakaran ... 18
2.4 Tangki Timbun ... 19
2.4.1 Definisi Tangki Timbun ... 19
2.4.2 Tipe Tangki Timbun ... 19
2.4.3 Atmosphere Storage Tank ... 20
2.5 Dampak Radiasi Kebakaran ... 21
2.6 Bahan Bakar Premium ... 22
2.6.1 Heksana ... 22
2.6.2 Heptana ... 23
2.6.3 Pentana ... 25
2.7 Potensi Bahaya akibat lepasnya Flammable liquid ... 25
2.8 Perangkat Lunak PyroSim ... 26
xii
2.8.2 Proses Pembuatan Pemodelan ... 28
2.8.3 Hasil Pemodelan Kebakaran dalam bentuk video ... 31
2.8.4 Output dari PyroSim ... 31
2.9 Pre-Fire Planning... 31
2.10 Pendekatan Sistem ... 32
2.11 Skenario Kebakaran Pada Storage Tank ... 33
2.12 Penilaian Risiko Kebakaran ... 35
2.13 Menghitung Besar Kebakaran ... 36
2.13.1 Pool Fire Hidrokarbon ... 36
2.13.2 Mengestimasi Pool Fire Heat Release Rate ... 37
2.13.3 Mengestimasi Pool Fire Burning Duration ... 38
2.13.4 Mengestimasi Pool Fire Flame Height ... 39
2.13.5 Mengestimasi Insiden Radiasi Panas ... 39
2.14 Menghitung Volume Air dan Foam yang dibutuhkan ... 41
2.15 Penelitian Terkait ... 42
2.16 Kerangka Teori ... 48
BAB III KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL 3.1. Kerangka Konsep ... 49
3.2. Definisi Operasional... 50
BAB IV METODE PENELITIAN 4.1. Desain Penelitian ... 59
4.2. Objek atau Unit Penelitian ... 59
4.3. Jenis, Cara dan Alat Pengumpulan Data ... 60
4.4. Pengolahan Data... 61
4.5. Analisis dan Penyajian Data... 62
BAB V HASIL PENELITIAN 5.1 Gambaran umum lokasi penelitian... 63
xiii
5.2 Hasil Penelitian ... 67
BAB VI PEMBAHASAN
6.1 Keterbatasan Penelitian ... 85 6.2 Pembahasan ... 85
BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN
7.1 Kesimpulan ... 105 7.2 Saran ... 106 DAFTAR PUSTAKA ... 107 LAMPIRAN
xiv
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Dampak Radiasi Kebakaran ... 21
Tabel 2.2 Spesifikasi Material... 29
Tabel 2.3 Laju Pembakaran Liquid Hydrocarbon Pool Fire ... 38
Tabel 2.4 Foam Handline and Monitor Protection for Fixed-roof Storage Tanks Containing Hydrocarbons ... 41
Tabel 2.5 Penelitian Terdahulu yang terkait dengan Penelitian ... 43
Tabel 3.1 Definisi Operasional ... 50
Tabel 5.1 Potensi Bahaya Tangki Timbun TBBM Kertapati ... 67
Tabel 5.2 Volume Skenario Kebakaran ... 68
Tabel 5.3 Jenis Produk dan Kapasitas Tangki Timbun di TBBM Kertapati ... 69
Tabel 5.4 Data Diameter dan Tinggi Tangki Timbun yang akan diteliti ... 69
Tabel 5.5 Data Jarak Antar Tangki Timbun... 70
Tabel 5.6 Karakteristik Premium di Tangki Timbun TBBM Kertapati ... 70
Tabel 5.7 Data Kondisi Lingkungan TBBM Kertapati ... 71
Tabel 5.8 Identifikasi Tank Fire Protection System... 72
Tabel 5.9 Input Parameters Liquid Pool Fire ... 73
Tabel 5.10 Heat Release Rate Calculation ... 74
Tabel 5.11 Burning Duration ... 75
Tabel 5.12 Flame Height... 76
Tabel 5.13 Persyaratan Foam Hose Stream Pelengkap ... 80
Tabel 5.14 Waktu Pengoperasian Foam Hose Stream ... 80
xv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1. Hubungan Unsur-Unsur Sistem ... 33
Gambar 2.2. Tahap-Tahap Penilaian Risiko Kebakaran ... 36
Gambar 2.3. Kerangka Teori Pre-Fire Planning, API RP 2001, 1998 ... 48
Gambar 3.1. Kerangka Konsep Kajian Pre-Fire Planning Terminal BBM PT. Pertamina MOR II Kertapati ... 49
Gambar 5.1 Logo PT Pertamina (Persero) ... 63
Gambar 5.2 Struktur Organisasi Terminal BBM PT Pertamina MOR II Kertapati ... 65
Gambar 5.3 Struktur Organisasi HSSE ... 66
Gambar 5.4 Hasil Pemodelan Pyrosim ... 83
xvi
DAFTAR SINGKATAN
AFFF : Aqueous Film Forming Foaming Agent
APAR : Alat Pemadam Api Ringan
API : American Petroleum Institute
ATG : Automatic Tank Gauging
BBK : Bahan Bakar Khusus
BUMN : Badan Usaha Milik Negara
CCPS : Center for Chemical Process Safety
CO : Karbon monoksida
CO2 : Karbon dioksida
EPA : Environmental Protection Agency
FDS : Fire Dynamic Simulator
FP : Fluoroprotein Foaming Agent
HCFM : High Capacity Foam Monitor
HRR : Heat Release Rate
HRRPUA : Heat Release Rate Per Unit Area HSSE : Health Safety Security Environment
IBP : Initial Boilling Point
ILO : International Labour Organization
K3LL : Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lindung Lingkungan
KEMENTERIAN ESDM : Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral LIPI : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
LK3 : Lingkungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
LPG : Liquified Petroleum Gas
MIGAS : Minyak dan Gas Bumi
MOR : Marjeting Operation Region MSDS : Material Safety Data Sheets
xvii
NFPA : National Fire Protection Association
NIST : National Institute of Standards and Technology NTSB : National Transportation Safety Board
OKD : Organisasi Keadaan Darurat
PFP : Pre-Fire Planning
PV Valve : Pressure Vacuum Valve
SFPE : Society Of Fire Protection Engineers
SO2 : Sulfur dioksida
SOP : Standard Operation Procedure
SSP : Sistem Saraf Pusat
TBBM : Terminal Bahan Bakar Minyak
TEL : Tetra Ethyl Lead
UKL : Upaya Pengelolaan Lingkungan
xviii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Surat Izin FKM ke PT Pertamina TBBM Kertapati Palembang Lampiran 2. Surat Izin Penelitian ke bagian HSSE TBBM PT Pertamina Kertapati Lampiran 3. Fire Protection in Refineries
Lampiran 4. Estimating Burning Characteristic Of Liquid Pool Fire, Heat Release Rate, Burning Duration, and Flame Height
Lampiran 5. Data Tangki Timbun TBBM Kertapati Lampiran 6. Layout TBBM Kertapati Baru
Lampiran 7. Certificate Of Quality Lampiran 8. Dokumentasi
1
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Minyak dan gas (migas) merupakan sumber energi yang masih menjadi konsumsi yang dibutuhkan masyarakat maupun perindustrian saat ini. Menurut data dari BP Satistical, selama kurun waktu 2001 – 2010 terjadi kenaikan tingkat produksi minyak dan gas dunia yang mana menunjukkan peningkatan kebutuhan akan migas dengan rata – rata kenaikan berturut – turut sebesar 1 % dan 2.9 % per tahun. Di Indonesia sendiri, kebutuhan migas terbilang terus meningkat. Pembangunan prasarana dan industri yang sedang berkembang cepat di Indonesia, membuat pertumbuhan konsumsi energi rata-rata mencapai 7% dalam 10 tahun terakhir. Seiring pertumbuhan konsumsi minyak dan gas, perkembangan produksi minyak bumi di Indonesia selama 10 tahun terakhir menunjukkan kecenderungan menurun yaitu 287,30 juta barel pada tahun 2006 menjadi sekitar 251,87 juta barel di tahun 2015. Peningkatan kebutuhan minyak bumi yang tidak diimbangi dengan peningkatan produksinya menyebabkan Indonesia terancam krisis energi (Outlook Energi, 2016). Oleh karena itu, solusi yang dilakukan oleh Kementerian ESDM serta Kementerian Industri adalah ekspansi wilayah kerja industri migas dengan pembangunan kilang dan eksplorasi wilayah potensial terutama di wilayah yang kaya minyak dan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan minyak dan BBM di Indonesia. Salah satu eksplorasi wilayah potensial berada pada ladang minyak di Blok Cepu. Penemuan ladang minyak di Cepu merupakan sebuah angin segar bagi perekonomian Indonesia karena ladang minyak di Cepu masuk dalam deretan minyak terbesar di Dunia (Kristanti, 2010).
Kegiatan migas dapat dibedakan menjadi dua sektor besar yakni hilir migas dan hulu migas. Berdasarkan data oil & gas statistic Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun 2016 terdapat empat kategori kegiatan hilir migas yaitu pengolahan migas, pengangkatan migas, penyimpanan migas, dan kegiatan niaga atau pemasaran. Pada sektor hulu, kegiatan migas terdiri dari kegiatan eksplorasi, pengeboran, pengembangan dan produksi minyak dan gas. Menurut
2
Dirjen Minyak dan Gas (2016), industri minyak dan gas mengandung risiko dan potensi bahaya yang sangat besar salah satunya adalah risiko bahaya kebakaran. Penelitian yang dilakukan oleh Chang dan Lin (2006) yang meneliti 242 kejadian kecelakaan pada industri tahun 1960-2003 menemukan bahwa 74% dari keseluruhan kecelakaan terjadi pada kilang minyak dan stasiun pengumpul minyak, 85% kejadian kecelakaan tersebut disebabkan ledakan dan kebakaran yang terjadi pada tangki penyimpanan bahan kimia.
Risiko dan bahaya kebakaran memiliki efek domino yang mengakibatkan kerusakan fasilitas sampai dengan menimbulkan korban jiwa (Mebarki et al., 2012). Berdasarkan data yang dihimpun dari Republika.com didapatkan data bahwa kebakaran yang terjadi di kilang pengeboran minyak lepas pantai Deepwater Horizon, Teluk Meksiko pada 20 April 2010 lalu, menyebabkan 11 pekerja tewas dari 126 orang yang berada di atas Deepwater Horizon setinggi hampir 400 kaki, dan 17 lainnya luka berat. Selanjutnya, kebakaran pernah terjadi di salah satu kilang minyak terbesar di dunia yang berada di Venezuela. Kebakaran sebuah kilang minyak di Amuay menyebabkan korban jiwa sedikitnya 19 orang dan 53 orang cedera. Menteri Energi Venezuela Rafael Ramirez mengatakan ledakan dipicu oleh kebocoran gas yang menyebabkan kerusakan signifikan tidak hanya pada kilang minyak, tetapi juga pada bangunan di sekitarnya (Primus, 2012).
Kegiatan Industri Minyak dan Gas Bumi di Indonesia sendiri juga tidak lepas dari risiko ledakan dan kebakaran. Hal ini dapat dilihat berdasarkan data yang tercatat di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dalam kurun waktu 2006-2010 mengenai angka kejadian kebakaran di Indonesia yang terjadi pada industri minyak bumi dan gas ada sebanyak 36 kali kejadian. Kebakaran ini telah menyebabkan korban jiwa sebanyak tujuh orang. Selain menimbulkan korban jiwa, kejadian kebakaran juga dapat mengakibatkan kerugian finansial seperti kejadian kebakaran pada tangki penyimpanan yang terjadi di PT. Pertamina Cilacap pada tanggal 2 April 2011 lalu yang mengakibatkan kerugian finansial mencapai Rp. 270 miliar (Wahyudi, 2011).
3
Industri minyak merupakan sektor yang berkontribusi dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat sehari – hari. Salah satu kebutuhan tersebut adalah kebutuhan akan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk sarana transportasi, terutama pada kendaraan umum dan kendaraan pribadi. Salah satu industri yang bergerak di bidang minyak dan gas adalah PT Pertamina (Persero). Kegiatan usaha Pertamina sesuai dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara adalah kegiatan usaha di bidang penyelenggaraan usaha energi yaitu minyak dan gas bumi, energi baru dan terbarukan, serta kegiatan lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha di bidang energi yaitu pengembangan optimalisasi sumber daya. Dalam pengelolaannya, PT Pertamina memiliki tujuh unit pengolahan yang tersebar di wilayah nusantara, lebih dari 115 Terminal BBM, sarana dan fasilitas angkut darat dan laut yang lengkap untuk memasarkan BBM ke sektor industri. Salah satu investasi yang dilakukan oleh PT Pertamina pada kegiatan penyimpanan adalah pembuatan lokasi depot penyimpanan atau terminal bahan bakar minyak (Pertamina, 2018). Oleh karena kebutuhan akan BBM ini hampir merata di seluruh wilayah Indonesia, diperlukan depot untuk menimbun pasokan BBM yang telah diolah dari unit pengolahan. Salah satu depot penimbunan (Terminal) BBM tersebut adalah Terminal BBM Kertapati. Terminal BBM Kertapati sebagai terminal pertama di Sumatera dan keempat di seluruh Indonesia merupakan terminal terbesar yang ada di Sumatera Bagian Selatan dengan tingkat produksi yang tinggi (Della, 2015). Terminal BBM Kertapati memiliki enam tangki yang menampung solar, pertamax dan premium. Salah satunya adalah tangki T-04.
Tangki T-04 adalah tangki timbun yang digunakan untuk menampung bahan bakar minyak jenis premium. Kapasitas maksimum pada tangki adalah 11.801 KL. Tangki T-04 terletak pada area yang jauh dari sistem hydrant yang merupakan salah satu sistem penanggulangan kebakaran yang digunakan di Terminal BBM Kertapati sehingga hazard dan risk yang dimiliki tangki T-04 menjadi lebih besar ketika terjadi kebakaran dibandingkan dengan tangki disekitarnya yang memiliki kapasitas maksimum yang sama. Hal ini diperkuat dengan adanya kejadian kebakaran yang terjadi pada proses simulasi kebakaran tangki T-04. Berdasarkan
4
data yang dihimpun dari Pertamina didapatkan hasil bahwa dari laporan TBBM Kertapati, telah terjadi kebakaran pada proses simulasi Operasi Keadaan Darurat (OKD) pada 5 September 2018. Setelah dilakukan identifikasi terdapat enam korban dari kejadian tersebut. Kebakaran pada tangki memang jarang terjadi namun kejadian kebakaran pada tangki memiliki tingkat risiko yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari dampak yang ditimbulkan baik pada manusia, properti, maupun finansial. Oleh karena risiko dan konsekuensi yang ditimbulkan dari ledakan tangki sangat tinggi maka diperlukan sebuah gambaran penilaian risiko bahaya kebakaran dan ledakan. Penanganan kebakaran selain memerlukan regu penyelamat yang handal juga memerlukan strategi ketepatan dan kecepatan yang maksimal agar kebakaran dapat ditangani dengan tepat dan waktu yang sesingkat mungkin.
Salah satu simulator yang dapat memberikan perencanaan kebakaran dan keputusan risiko adalah PyroSim (Simulator Api Dinamis). PyroSim adalah perangkat lunak untuk membuat atau memperagakan grafis dari api (simulator api dinamis). PyroSim dapat membuat grafis yang nyata dengan didukung tekstur, bayangan, dan fly-thorough modes dari input tertentu. Pemodelan yang dihasilkan oleh perangkat lunak PyroSim adalah dalam bentuk format .smv (smoke view). Selain itu, output dari PyroSim ini akan digunakan sebagai pendekatan untuk membuat Pre – Fire Planning.
Oleh karena itu, untuk meminimalisasi terjadinya dampak dari risiko kebakaran dan ledakan yang mungkin terjadi, diperlukan penelitian mengenai kajian Pre-Fire Planning pada tangki timbun BBM T-04 di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Kertapati sehingga dihasilkan skenario rencana penanggulangan yang tepat, efektif, dan efisien.
1.2. Rumusan Masalah
Terminal BBM PT Pertamina Kertapati merupakan terminal yang berlokasi di antara pemukiman penduduk dan berfungsi untuk menyuplai kebutuhan bahan bakar untuk Provinsi Sumatera Selatan. Terminal BBM PT Pertamina Kertapati merupakan salah satu tempat penyimpanan cairan mudah terbakar yang termasuk dalam major hazard installation yang memiliki risiko untuk terjadinya major accident seperti
5
kebakaran dan ledakan pada tangki penyimpanan bahan bakar berkapasitas besar. Terminal BBM PT Pertamina memiliki delapan tangki penyimpanan bahan bakar salah satunya adalah tangki T-04 yang merupakan salah satu tangki terbesar yang ada di Terminal BBM PT Pertamina Kertapati dengan kapasitas maksimum sebesar 11.801 KL yang memiliki risiko besar dalam penanggulangan kebakaran. Tangki T-04 terletak pada area yang jauh dari sistem hydrant yang merupakan salah satu sistem penanggulangan kebakaran yang digunakan di Terminal BBM Kertapati sehingga hazard dan risk yang dimiliki tangki T-04 menjadi lebih besar ketika terjadi kebakaran dibandingkan dengan tangki disekitarnya yang memiliki kapasitas maksimum yang sama.. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian mengenai Kajian Pre-Fire Planning di Terminal BBM PT Pertamina Kertapati sebagai upaya penilaian kesiapsiagaan pra-insiden kebakaran. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : “Bagaimana Kajian Pre-Fire Planning Pada Tangki Timbun T-04 Terminal BBM Di PT Pertamina Marketing Operation Region II Kertapati Sumbagsel?”. 1.3. Tujuan Penelitian
1.3.1. Tujuan Umum
Menganalisis Pre-Fire Planning pada Tangki Timbun T-04 di Terminal BBM di PT Pertamina Marketing Operation Region II Kertapati Sumbagsel.
1.3.2. Tujuan Khusus
1. Menganalisis potensi bahaya pada tangki timbun T-04 Terminal BBM PT Pertamina Kertapati.
2. Membuat skenario kebakaran (Pre-Fire Planning) pada tangki timbun T-04 Terminal BBM PT Pertamina Kertapati.
3. Mengetahui data tangki, material dalam tangki, kondisi lingkungan, dan ketersediaan suplai air serta ketersediaan suplai foam pada tangki timbun T-04 Terminal BBM PT Pertamina Kertapati.
4. Menilai estimasi risiko kebakaran meliputi Heat Release Rate, Burning Duration, Flame Height, dan Radiant Heat Flux pada tangki timbun T-04 Terminal BBM PT Pertamina Kertapati.
6
5. Menilai besar kebutuhan air yang diperlukan pada tangki timbun T-04 Terminal BBM PT Pertamina Kertapati.
6. Menilai besar kebutuhan foam yang diperlukan pada tangki timbun T-04 Terminal BBM PT Pertamina Kertapati.
7. Membuat pemodelan dari skenario kebakaran pada tangki timbun T-04 melalui perangkat lunak PyroSim.
1.4. Manfaat Penelitian 1.4.1. Manfaat Bagi Peneliti
1. Dapat memberikan pengalaman dan menambah pengetahuan penulis mengenai program perencanaan pra-insiden sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan risiko kebakaran yaitu PFP (Pre Fire Planning) serta mengetahui bagaimana penggunaan perangkat lunak PyroSim.
2. Sebagai syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat. 1.4.2. Manfaat Bagi Perusahaan
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan dalam kesiapsiagaan tanggap darurat kebakaran sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan pra insiden kebakaran serta mengurangi kerugian yang diterima perusahaan jika suatu saat terjadi kebakaran pada tangki timbun T-04.
1.4.3. Manfaat Bagi Fakultas Kesehatan Masyarakat
1. Menjadi informasi bagi seluruh civitas akademika Fakultas Kesehatan Masyarakat.
2. Menambah referensi bagi penelitian selanjutnya.
3. Menambah perbendaharaan kepustakaan di Fakultas Kesehatan Masyarakat.
1.5. Ruang Lingkup Penelitian 1.5.1. Lingkup Lokasi
Tempat pelaksanaan dalam penelitian ini adalah di bagian HSSE TBBM PT Pertamina Kertapati, Sumatera Selatan.
7
1.5.2. Lingkup Waktu
Waktu pelaksanaan dalam penelitian ini adalah bulan Agustus - September 2019.
1.5.3. Lingkup Materi
Materi dalam penelitian ini mengenai gambaran potensi bahaya dan risiko pada tangki timbun, rancangan skenario kebakaran berdasarkan unobstructed full liquid surface fire, seberapa besar radiasi panas, durasi terbakar, tinggi api, dan paparan radiasi yang diterima tangki sekitar (berdasarkan panduan SFPE Handbook of Fire Protection Engineering, 2002), dan menggunakan kalkulasi dari perangkat lunak dengan menggunakan standar dari United States Nuclear Regulatory Commission, penelitian ini juga meliputi seberapa banyak air dan foam yang dibutuhkan serta bentuk pemodelan kebakaran menggunakan perangkat lunak PyroSim.
107
DAFTAR PUSTAKA
Abbasi. et al. 2010. A scheme for the classification of explosions in the chemical process industry. Journal of Hazardous Materials, 174, 270-280.
Aini, N. 2018. Kilang Minyak Deepwater Horizon Meledak Hebat 8 tahun lalu. -
Republika, Republika.co.id [Online] Dari:
https://www.republika.co.id/berita/internasional/amerika/18/04/20/p7gna k382-kilang-minyak-deepwater-horizon-meledak-hebat-8-tahun-lalu. [11 Juli 2019].
American Institute of Chemical Engineers Center for Chemical Process Safety (CCPS). 1992, Guidelines for Hazard Evaluation Procedures. 2nd ed. New York: American Institute of Chemical Engineers.
American Institute of Chemical Engineers Center for Chemical Process Safety (CCPS). 2000, Guidelines for Chemical Process Quantitative Risk Analysis. 2nd ed. New York: AIChe.
American Institute of Chemical Engineers Center for Chemical Process Safety (CCPS). 2002, Guidelines for Analyzing and Managing Security Vulnerabilities of Fixed Chemical Sites. New York: American Institute of Chemical Engineers.
American Institute of Chemical Engineers Center for Chemical Process Safety (CCPS). 2001, Fire Protection in Refineries. 9th ed. Washington, DC: American Petroleum Institute.
American Institute of Chemical Engineers Center for Chemical Process Safety (CCPS). 2007. Kebakaran Tangki Minyak Akibat Lucutan Listrik Statis. American Petroleum Institute. 2007.Std 650 Welded steel tanks for oil storage American Petroleum Institute. 2011.Fire Protection in Refineries Ninth Edition. Anggraeni, A. S. et al, 2018. Analisa Fire Risk Assessment dan Perancangan
Proteksi Kebakaran Aktif pada Area Workshop Perusahaan Jasa Konstruksi Fabrikasi. pp. 255-261.
108
Anshory, Mahmud. et al., 2014. Kajian Pre-Fire Plan di Stasiun Pengumpul Utama SPU-3 KSO PT Pertamina EP – PT Benakat Barat Petroleum dengan Pemodelan Kebakaran PyroSim.
Azwar, A., 2010. Pengantar Administrasi Kesehatan. 3rd ed. Tangerang: Binarupa Aksara.
Babrauskas, V., 2002. Burning Rates. 3rd ed. Quincy, MA: National Fire Protection Association.
Badan Standardisasi Nasional. 2004. Standar Nasional Indonesia 03-7015-2004 tentang Sistem Proteksi Petir pada Bangunan Gedung.
Chang, J. I. & Cheng-Chung, L., 2006. A Study of Storage Tank Accidents. Journal of Loss Prevention in the Proccess Industries, Issue 19, pp. 51-59.
Crowl, D. A. & Louvar, J. F., 2002. Chemical Process Safety. 2nd ed. New Jersey: Prentice Hall PTR.
Della, C. O.,2015.Pertamina Bangun Terminal BBM Terbesar Sesumbagsel di
Kertapati - Sriwijaya Post, Sripoku.com. [On line] Dari:
https://palembang.tribunnews.com/2015/02/09/pertamina-bangun-terminal-bbm-terbesar-sesumbagsel-di-kertapati. [11 Juli 2019].
Daniel A. Crowl et al, (2002) Chemical Process Safety: Fundamental with application. 2nd ed, Prentice Hall International.
Departemen Hukum dan Perundang-undangan. 1970. Undang-Undang Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Jakarta. Departemen Hukum dan Perundang-undangan.
Dewan Energi Nasional. 2019, Outlook Energi Indonesia. Jakarta: Dewan Energi Nasional.
Dhani, M.R. 2014. Hazop Study Of Fuel Distribution Facilities Support Based on Fuzzy-Layer Of Protection Analysis (FLOPA) at Instalasi Surabaya Group (ISG) PT. Pertamina Tanjung Perak.
Drs. Irzal, M. K.2016,‘Dasar-Dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja: Edisi 1 - Google Books’. Kencana, pp. 37–38.
Environmental Protection Agency.1997, ‘Catastrophic Failure of Storage Tanks Caused by Vapor Explosion’, United States Environmental Protection Agency, May.
109
Environmental Protection Agency. 2009. Pre-Fire Planning, United States Environmental Protection Agency.
Goble, Keryn. 2007. Height Of Flames Projecting from Compartment Openings International Labour Office. 1991, Prevention of Major Industrial Accidents,
Geneva: International Labour Office.
Jiang, P. and Lu, S. X. 2016. ‘Pool Fire Mass Burning Rate and Flame Tilt Angle under Crosswind in Open Space’, Procedia Engineering. Elsevier B.V., 135(m), pp. 261–274. doi: 10.1016/j.proeng.2016.01.122.
Kementrian Badan Usaha Milik Negara. 2018. Penjelasan Pertamina soal tangki kilang minyak Kukar tersambar petir.
Kementrian Energi dan Sumber Daya Manusia. 2016, Statistik Minyak dan Gas Bumi 2016, Jakarta: Direktorat Jendral Minyak dan Gas Bumi.
Kompas. 2012, 'Kilang Minyak Amuay Meledak 19 Tewas' [On line]. Dari: https://internasional.kompas.com/read/2012/08/26/02491192/kilang.miny ak.amuay.meledak.19.tewas. [11 Juli 2019].
Khalid, Mansour. 2012. Fires In Large Atmospheric Storage Tanks And Their Effect On Adjacent Tanks, Loughborough University. England.
Kristianti, 2010. Minyak Bumi Eksplorasi, Eksploitasi, dan Produksi. Yogyakarta: PT. Citra Aji Parama.
Li, X. et al, 2019. ‘Simulation and assessment of gas dispersion above sea from a subsea release: A CFD-based approach’, International Journal of Naval Architecture and Ocean Engineering. Elsevier Ltd, 11(1), pp. 353–363. doi: 10.1016/j.ijnaoe.2018.07.002.
Lin, C. I. and Wang, H. F, 2011. ‘Research on safety and security distance of flammable liquid storage tank’, Procedia Engineering, 11(316), pp. 51– 60. doi: 10.1016/j.proeng.2011.04.626.
Mansour, K. A., 2012. Fire in Large Atmospheric Storage Tanks and Their Effect on Adjacent Tanks.
110
March & Mclennan, 1997. Large property losses in the hydrocarbon-chemical industries: A thirty-year review. 17th ed. New Yoek, USA: M, M Protection Consultants.
March & Mclennan, 2002. The 100 Largest Losses 1972-2001 : Large Properties in the hydrocarbon-chemical industries. New York, USA: M, M Protection Consultants.
Mebarki, A. et al, 2012. ‘Explosions and structural fragments as industrial hazard: Domino effect and risks’, Procedia Engineering, 45, pp. 159–166. doi: 10.1016/j.proeng.2012.08.137.
Merck, 2011. Lembaran data keselamatan bahan.
Merck, 2014. Lembaran Data Keselamatan Bahan : n-heksana. [on line] Dari: www.merckgroup.com. [11 Juli 2019]
National Fire Protection Association. 1992, Standard for the storage and handling of liquefied petroleum gases, USA: National Fire Prevention Association. National Fire Protection Association. 1997, Fire Protection Handbook. Quincy,
MA: National Fire Protection Association.
National Fire Protection Association. 1998, Standard for Low-Expansion Foam. Quincy, MA: National Fire Protection Association.
National Fire Protection Association. 1999. Standard for the Installation of Deluge Foam-Water Sprinkler Systems.
National Fire Protection Association. 1999. NFPA 16 Standard for the Installation of Deluge Foam-Water Sprinkler Systems.
National Fire Protection Association. 2003. NFPA 30 Flammable and Combustible Liquids Code.
National Fire Protection Association. 2005. NFPA 11 Standard for Low, Medium and High Expasion Foam.
National Fire Protection Association. 2010. NFPA 13 Standard for the Installation of Sprinkler Systems.
National Fire Protection Association. 2010. NFPA 20 Standard for the Installation of Stationary Pumps for Fire Protection.
111
National Fire Protection Association. 2016. NFPA 24 Standard for the Installation of Private Fire Service Mains and Their Appurtenances.
National Fire Protection Association. National Fire Protection Association. [On line]
Dari: https://www.nfpa.org/News-and-Research/Publications-and-media/Press-Room/Reporters-Guide-to-Fire-and-NFPA/All-about-fire. [20 juli 2019].
Nofrianto, Budy & Satrya, Chandra., 2013. Analisis Risiko Kebakaran Pada Unit Tangki Crude Oil T-01 Stasiun Pengumpul Tambun Pertamina EP Region Jawa Field Tambun Tahun 2013.
Paecock. et al.2002. Perkembangan dan Penyebaran Api
Peraturan Gubernur Sumatera Selatan. 2005. Peraturan Gubernur Sumatera Selatan No. 17 Tahun 2005 tentang Baku Mutu Udara Ambien di Provinsi Sumatera Selatan.
Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia. 2016. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No. 37 Tahun 2016 tentang Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Bejana Tekanan Dan Tangki Timbun. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. 1999. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
Persson, H. & Lonnermark, A., 2004. Tank Fires, Sweden: SP Swedish National Testing and Research Institute.
Pertamina. 2016. Laporan PT Pertamina EP RU V tentang Kebakaran Rig Pertamina Jatibarang.
Pertamina. 2018, Strengthening Commitment Securing Energy Tema Strengthening Commitment.
Primus, J. (2012) Korban Tewas Ledakan Kilang Venezuela Jadi 19 Orang,
Kompas.com. [on line] Dari:
https://regional.kompas.com/read/2012/08/25/20570224/korban.tewas.le dakan.kilang.venezuela.jadi.19.orang. [11 Juli 2019]
112
Ramli, S., 2010. Petunjuk Praktis Manajemen Kebakaran. 1st ed. Jakarta: DIAN RAKYAT.
Ridley, J., 2006. Kesehatan dan Keselamatan Kerja. 3rd ed. Jakarta: ERLANGGA. Salem, A. M. (2013) ‘Parametric analysis of a cabin fire using a zone fire model’, Alexandria Engineering Journal. Faculty of Engineering, Alexandria University, 52(4), pp. 627–636. doi: 10.1016/j.aej.2013.10.001.
Setyadi, Pratomo & Nanda, Y.F. 2017. Karakteristik Penyebaran Api Ketika Terjadi Kebakaran Berbasis Metode FDS (Fire Dynamics Simulator) pada Parkiran Sepeda Motor Kampus A. Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur, pp. (64).
Society of Fire Protection Engineers. 2002, The SFPE Handbook of Fire Protection Engineering. 2nd ed. Bethesda: Society of Fire Protection Engineers. Tanubrata, M. & Wiryopranoto, H. 2016. Penjalaran Kebakaran Pada Suatu
Konstruksi Bangunan Gedung Akibat Sumber Panas. Jurnal Teknik Sipil, XII(1), pp. 15-43.
The Geneva Association.2014, World Fire Statistics, Geneva: The Geneva Association.
Thunderhead Engineering Consultants. 2012, PyroSim : A Model Construcion Tool For Dynamics Simulator. Manhatta, USA: Thunderhead Engineering. UKHSE. 2000, COMAH reportable accidents 1999-2000, UK: Health, Safety
Executive.
USCSB. 2003, Monthly incident news reports, Washington, DC: US Chemical Safety and Hazard Investigation Board.
USEPA. 1997, Catastrophic Failure of Storage Tanks, Washington, DC: United States Environmental Protection Agency.
Wahyudi, M. Z., 2011. Tangki Untuk Meminimalkan Kebakaran [On line] Dari:https://ekonomi.kompas.com/read/2011/04/06/0336355/tangki.untu k.meminimalkan.kebakaran?page=all. [11 Juli 2019].
Wang, W. H., Xu, Z. S. and Sun, B. J. (2013) ‘Numerical Simulation of fire thermal radiation field for large crude oil tank exposed to pool fire’, Procedia
Engineering. Elsevier B.V., 52, pp. 395–400. doi:
113
Zhang, M. et al. (2014) ‘Accident consequence simulation analysis of pool fire in fire dike’, Procedia Engineering. Elsevier B.V., 84, pp. 565–577. doi: 10.1016/j.proeng.2014.10.469.
Zhiyong, L. et al, 2012. Study on The Harm Effects of Release From Liquid Hydrogen Tank by Consequence Modelling. International Journal of Hydrogen Energy, Issue 37, pp. 17624-29.