• Tidak ada hasil yang ditemukan

AB/I-6/2013 MODUL SOSIALISASI DAN DISEMINASI SPM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "AB/I-6/2013 MODUL SOSIALISASI DAN DISEMINASI SPM"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

PELAKSANAAN

PEMANTAUAN DAN EVALUASI

PENYEDIAAN AIR MINUM BERBASIS MASYARAKAT

PELAKSANAAN

PEMANTAUAN DAN EVALUASI

PENYEDIAAN AIR MINUM BERBASIS MASYARAKAT

(2)
(3)

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN

BALITBANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

PELAKSANAAN

PEMANTAUAN DAN EVALUASI

(4)

Modul disusun oleh : Ir. Lya Meilani Setyowati, MT. Ir. Sri Darwati, M.Sc. Ir. Fitrijani Anggraini, MT. Dra. Tuti Kustiasih Ir. Rahim Siahaan, CES. Dra. Titi Utami Endang R. Editor :

Dra. Yulinda Rosa, M.Si. Sofiyan, A.Md. Asep Jiwa Praja PUSKIM. 2011

Jl. Panyawungan Cileunyi Wetan Kabupaten Bandung 40393 Telp. 022-7798 393, Fax 022-7798 392

E-mail: [email protected]

Hak cipta dilindungi undang-undang, dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara apapun termasuk fotokopi, tanpa izin tertulis dari penerbit. ISBN : 978-602-8330-70-1

(5)

PENGANTAR

A

ir merupakan kebutuhan mendasar bagi semua makhluk hidup. Dalam kehidupan sehari-hari, kita memerlukan air untuk minum, mandi, cuci, masak dan sebagainya. Sayangnya, tidak semua orang bisa mengakses air bersih dan mendapatkan sanitasi yang memadai untuk kebutuhan hidup. Untuk mempercepat pelayanan air minum, perlu digalakkan pembangunan partisipatif yang melibatkan masyarakat sebagai subyek dalam penyelenggaraan air minum. Pemerintah secara bertahap akan berubah dari penyedia prasarana menjadi peran pemberdaya dan fasilitator.

Salah satu upaya pelibatan masyarakat dalam peningkatan pelayanan air minum adalah penyediaan air minum berbasis masyarakat (PAM-BM). Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat merupakan sistem penyediaan air minum yang diprakarsai, dipilih, dibangun dan dibiayai oleh masyarakat dan atau dengan bantuan pihak lain, dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat berdasarkan kesepakatan kelompok pengguna air minum bersangkutan.

Peningkatan peran masyarakat tersebut sejalan dengan amanat Undang-undang No. 7/2004 tentang Sumber Daya Air yang menyebutkan bahwa sejalan dengan semangat demokratisasi, desentralisasi, dan keterbukaan dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, masyarakat perlu diberi peran dalam pengelolaan sumber daya air. Sedangkan dalam PP No. 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, menyebutkan bahwa peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan sistem penyediaan air minum perlu di dorong dalam rangka perubahan perilaku masyarakat menuju budaya hidup yang lebih sehat serta mendukung keberlanjutan pelayanan air minum dan sanitasi yang lebih handal. Modul ini disusun sebagai acuan dalam pemantauan dan evaluasi sebagai upaya penyediaan air minum berbasis masyarakat. Melalui sosialisasi atau pelatihan modul ini, diharapkan pelayanan air minum semakin meningkat dalam rangka pemenuhan kebutuhan air minum terutama untuk golongan kurang mampu.

Bandung, November 2012 Kepala Puslitbang Permukiman

(6)

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN - BALITBANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

DAFTAR ISI

PENGANTAR ... iii

PETUNJUK PENGGUNAAN ... 1

DEFINISI DAN ISTILAH ... 1

ALUR PIKIR ... 1

TUJUAN ... 2

SASARAN KOMUNIKASI ... 2

KONTEN MODUL ... 3

Sistem Informasi dan Pelaporan ... 4

Daftar simak pemantauan dan evaluasi ... 5

Indikator Keberhasilan Program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat ... 8

Mekanisme pengaduan dan penyelesaian masalah ... 8

(7)

1. Petunjuk Penggunaan

A. Modul Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMBM) digunakan untuk menilai, memperbaiki dan meningkatkan program kegiatan, agar berlangsung optimal sesuai perumusan .

B. Pengguna Modul adalah kelompok masyarakat, tingkat kecamatan, tingkat kabupaten/kota, propinsi dan tingkat pusat dan dilakukan oleh kader masyarakat, tokoh masyarakat, para stakeholder, LSM, dan pihak swasta.

C. Informasi rujukan atau acuan Pedoman umum PAMBM (konsep dalam proses penetapan).

2. Definisi dan Istilah

Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMBM)

Penyediaan air minum yang diprakarsai, dipilih,dibangun dan dibiayai oleh masyarakat dan atau dengan bantuan pihak lain, dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat berdasarkan kesepakatan kelompok pengguna air.

Badan Musyawarah Air Minum (Bamus-AM)

Nama lembaga di tingkat masyarakat yang merupakan forum dan wadah proses untuk pengambilan keputusan tertinggi sebagai aspirasi masyarakat pengguna layanan air minum.

Evaluasi

Kegiatan untuk menilai, memperbaiki dan meningkatkan seberapa jauh sebuah proyek atau program kegiatan dapat berjalan secara efektif, efisien dan optimal seperti yang telah dirumuskan bersama.

Pemantauan

Kegiatan memantau kemajuan sebuah program/proyek kegiatan agar tetap berjalan dalam prosedur yang telah ditetapkan.

3. Alur Pikir

Kegiatan Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMBM) adalah kegiatan yang diprakarsai, dipilih, dibangun dan dibiayai oleh masyarakat dan atau dengan bantuan pihak lain, yang selanjutnya dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Gambar 1 - Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAM-BM)

(8)

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN - BALITBANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

4. Tujuan

Masyarakat dan kader masyarakat, tokoh masyarakat, para stakeholder, LSM, pihak swasta dapat melakukan:

- Pemantauan kemajuan sebuah program/proyek , berlangsung sesuai prosedur;

- Penilaian, memperbaiki dan meningkatkan seberapa jauh sebuah proyek Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat ( PAM-BM ) berlangsung secara effisien dan optimal seperti yang telah dirumuskan bersama;

- Menyajikan informasi / laporan pemantauan / catatan-catatan / hal-hal penting yang perlu ditindaklanjuti pada penyelenggaraan pelaksanaan PAMBM yang bermanfaat bagi pengguna; - Memiliki, menyimpan dan memanfaatkan data setiap saat dan dapat dianalisis sebagai umpan

balik secara berkelanjutan untuk pengambilan keputusan.

5. Sasaran Komunikan

Melalui modul ini, komunikan yang akan memperoleh sosialisasi Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat adalah:

a. Praktisi konsultan perencana, pelaksana dan pengelola PAMBM. b. Penentu kebijakan seperti PEMDA dan DPRD.

c. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berkaitan dengan penyediaan air minum berbasis masyarakat.

d. Akademisi dari Perguruan Tinggi. e. Pengelola PAMBM.

(9)

6. Konten Modul

Tabel 1 Tingkatan kegiatan pelaku dalam pemantauan dan evaluasi

No Tingkat Pemantauan dan Evaluasi Pelaku Pemantauan dan Evaluasi Objek Pemantauan dan Evaluasi

Pemantauan dan Dievaluasi Mandiri*

Pendampingan dengan Bantuan*

1. Masyarakat Bamus AM Badan

Pengelola Air Minum Kelembagaan, Teknis & Pembiayaan Kelembagaan, Teknis & Pembiayaan 2. Kelurahan/ Kecamatan Tim koordinasi Kelurahan/ Kecamatan Bamus AM Bapel AM Kelembagaan Teknis Kelembagaan Teknis & Pembiayaan 3. Kota/ Kabupaten Tim Koordinasi Kota/ Kabupaten Bamus AM Bapel AM Kelembagaan Teknis Kelembagaan Teknis & Pembiayaan

4. Propinsi Tim Koordinasi

Propinsi Tim Koordinasi Kota/ Kabupaten Teknis Kelembagaan Teknis & Pembiayaan 5. Nasional/ Pusat Tim Koordinasi Nasional Tim Koordinasi Propinsi Teknis Kelembagaan Teknis & Pembiayaan CATATAN :

*Mandiri : Sumber dana pembangunan berasal dari masyarakat

**Pendampingan : Sumber dana pembangunan berasal dari masyarakat dan pemerintah dan atau pihak ketiga.

Tingkatan pemantauan dan evaluasi dimulai dari tingkat paling bawah, yaitu masyarakat pengguna, kemudian dilaporkan sampai ke tingkat pusat.

1) Tingkat Masyarakat

Pada tahapan ini, masyarakat mampu membangun dan terlibat dalam pengambilan keputusan. Masyarakat pengguna terlibat secara aktif pada pemantauan dan evaluasi, mulai tahap pengumpulan data, analisis persoalan, pemilihan alternatif pemecahan, perencanaan teknis, pelaksanaan, hingga pengelolaan. Temuan yang diperoleh pada setiap tahap kegiatan digunakan untuk menentukan langkah perbaikan selanjutnya. Peran pihak luar, seperti Pemerintah Daerah, dalam kegiatan ini sebagai fasilitator atau pemandu proses.

2) Tingkat Kelurahan/Kecamatan

Aparat kelurahan atau kecamatan mengumpulkan dan mengevaluasi kinerja pelaksanaan PAMBM di tingkat masyarakat.

(10)

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN - BALITBANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

3) Tingkat Kabupaten/Kota

Aparat Pemerintah Daerah kabupaten/kota mengumpulkan dan mengevaluasi kinerja pelaksanaan PAMBM di tingkat kelurahan atau kecamatan.

4) Tingkat Propinsi

Sebagai wakil pemerintah pusat, bertindak mengkoordinasi dan mendokumentasikan hasil pemantauan dan evaluasi yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah kabupaten dan kota dalam wilayahnya.

5) Tingkat Pusat

Hasil pemantauan dan evaluasi keseluruhan, sebagai masukan bagi penyempurnaan kebijakan pemerintah pusat di bidang air minum.

6.1. Sistem Informasi dan Pelaporan

Sistem informasi dan pelaporan digunakan dari mulai tahap persiapan, perencanaan, pembangunan prasarana serta pengelolaan dan pengembangan. Sistem informasi dan pelaporan dikembangkan untuk memudahkan dalam menemukenali kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan mulai dari tahap persiapan dan perencanaan, pembangunan prasarana serta pengelolaan dan pengembangan.

(11)

6.1.1. Tujuan pengembangan sistem informasi dan pelaporan

Tujuan pengembangan sistem informasi dan pelaporan adalah: a) memantau penyelenggaraan pelaksanaan PAM- BM;

b) mengiventarisasi data pelaksanaan PAM- BM; c) mengendalikan kinerja pelaksanaan program;

d) memberikan informasi kepada pihak lain, baik yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan pelaksanaan PAM- BM.

Informasi awal dan pelaporan dikumpulkan oleh tim kerja kecamatan , secara berjenjang disampaikan kepada tim koordinasi pusat melalui masing-masing tim koordinasi di daerah. Sistem informasi dan pelaporan, dapat dikembangkan sebagai pelaporan secara berjenjang, baik menggunakan perangkat lunak (software) maupun berupa buku laporan.

6.1.2. Prinsip pelaporan

Prinsip pelaporan adalah :

a) informasi yang dilaporkan bermanfaat bagi pengguna; b) mengandung hal-hal penting yang perlu ditindaklanjuti; c) dapat disimpan dan dimanfaatkan setiap saat;

d) dapat dianalisis dan umpan balik secara berkelanjutan untuk pengambilan keputusan.

6.2. Daftar simak pemantauan dan evaluasi

Melakukan evaluasi tingkat keberhasilan PAMBM dengan indikator keberhasilan:

a) masyarakat dapat menikmati air minum dengan lebih mudah, lebih murah dengan kualitas, kuantitas dan kontinuitas yang lebih baik.

b) terbentuknya kelompok masyarakat yang mampu menyelenggarakan pembangunan penyediaan air minum secara mandiri dan berkelanjutan

Tabel 2 Daftar simak pada pemantauan dan evaluasi

No Tahapan kegiatan Daftar simak/check list A. Kelembagaan

A.1 Tahap persiapan

Identifikasi Lokasi Sosialisasi (Top Down/Bottom Up) • Permintaan masyarakat • Daerah rawan air bersih • Daerah yang tidak terjangkau PDAM • Data Sekunder • Kuesioner permintaan • Sosialisasi Kegiatan • Jadwal kegiatan • Materi sosialisasi • Laporan hasil sosialisasi

(12)

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN - BALITBANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

No Tahapan kegiatan Daftar simak/check list

• Rembug Warga Daftar nama calon konsumen

• Undangan, daftar hadir, notulensi rembug warga • Rumusan kebutuhan, rumusan kondisi fisik,

rumusan kemampuan, rencana kerja • Pembentukan Kelembagaan • Draft formatur organisasi

• Draft AD-ART • Program kegiatan

• Berita Acara penetapan Badan Pengelola Air Minum oleh Bamus AM

• Tanda bukti pengajuan Badan Hukum Bamus AM ke Notaris • Berita Acara penetapan prioritas konsumen oleh Bamus AM • Identifikasi Kemampuan Masyarakat • Rumusan kemampuan masyarakat • Identifikasi Sumberdaya Manusia • Rumusan kemampuan SDM • Penyusunan Proposal • Proposal • Pengusulan Proposal • Tanda bukti pengiriman proposal ke kabupaten/ kota • Tanda bukti persetujuan proposal A.2 Tahap perencanaan

Kelompok dibantu oleh Pendamping • Laporan perencanaan • Detail Engineering Design Kelompok tanpa Pendamping

A.3 Tahap pembangunan

Pemeriksaan pekerjaan • Laporan Rutin : Harian, Mingguan, Bulanan (Bapel)

• Laporan Penyelesaian Masalah Khusus yang tidak dapat dipecahkan di tingkat BAPEL atau Bamus-AM

Penyerahan pekerjaan • Berita acara serah terima :

- PHO (Provisional Hand Over), dibuat pada saat pekerjaan telah selesai, sebelum masa pemeliharaan

- FHO (Final Hand Over), dibuat pada saat selesainya (akhir) kegiatan seluruhnya

A.4 Tahap pengelolaan

Pelaksanaan operasional • Laporan kerja masing-masing bagian dalam Bamus-AM serta keterkaitannya satu dengan lainnya

(13)

No Tahapan kegiatan Daftar simak/check list B. Teknis

B.1 Tahap persiapan Persiapan Survei (kuestioner & formulir ) - Sumber Air • Kuantitas • Kualitas • Kontinuitas - Topografi - Hidrogeologi - Jumlah Penduduk - Kebutuhan Air Minum

- Pemilihan Sistem Penyediaan Air Minum

• Laporan persiapan

B.2 Tahap perencanaan

Perencanaan teknis Sistem Penyediaan Air Minum :

• Non Perpipaan • Perpipaan

• Laporan perencanaan

• Penjelasan konsep rencana teknis sistem penyediaan air minum kepada Pelaksana: • Swakelola • Kontraktual • Kombinasi B.3 Tahap pembangunan • Pengadaan barang • Daftar kebutuhan barang • Daftar pengadaan barang • Daftar Penggunaan barang • Kegiatan konstruksi fisik • Berita acara selesai pekerjaan B.4 Tahap pengelolaan dan pemeliharaan

• Berita acara serah terima antara pelaksana dengan:

- Masyarakat/Bapel (jika dana dari masyarakat) melalui Bamus-AM

- Pemerintah Daerah (jika dana dari pemerintah) • Pelaksanakan pengoperasian yang

berhubungan dengan kontinuitas. • Laporan semester, tahunanpengelolaan bulanan, triwulan, • Pelaksanakan

perawatan/pemeliha-raan sistem PAM secara berkala • Pelatihan pemeliharaan

• Laporan pemeriksaan dan perawatan • Pelaksanaan system pembayaran

(tarif/iuran) air minum sesuai pemakaian

(14)

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN - BALITBANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

No Tahapan kegiatan Daftar simak/check list

• Menyusun dan melaporkan kegiatan dan pertanggungjawaban bulanan kepada Bamus AM

• Laporan bulanan

• Pemantauan dampak PAMBM • Kuesioner kesehatan dan produktivitas masyarakat (dilakukan 2-3 tahun setelah beroperasinya PAMBM)

C. Pembiayaan

C.1 Persiapan

• Mobilisasi dana - Laporan kesesuaian antara perencanaan dan

pelaksanaan (dana dari masyarakat dipantau oleh Bamus AM)

6.3. Indikator Keberhasilan Program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat

Keberhasilan Program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat, dapat diketahui berdasarkan beberapa indikator sebagai berikut :

- Masyarakat dapat menikmati air minum dengan lebih mudah dan lebih murah dari kondisi sebelumnya dengan kualitas, kuantitas dan kontinuitas yang lebih baik.

- Terbentuknya kelompok masyarakat yang mampu menyelenggarakan pembangunan penyediaan air minum secara mandiri dan berkelanjutan.

- Ketepatan pembayaran iuran berlangganan air, berdasarkan Laporan penerimaan uang. - Pengembangan pelayanan PAMBM, antara lain dengan adanya penambahan pelanggan baru.

6.4. Mekanisme pengaduan dan penyelesaian masalah

Pengaduan dan penyelesaian masalah dalam PAMBM ini, apabila memungkinkan dapat diselesaikan di tingkat Bapel. Kemudian apabila memang permasalahan tersebut tidak dapat diselesaikan dapat dilanjutkan ke Bamus AM. Apabila pada tingkatan Bamus AM ternyata permasalahan juga tidak dapat diselesaikan, dapat dimintakan advis ke Tim Koordinasi pada tingkatan di atasnya. Mekanisme pengaduan penyelesaian masalah dapat dilihat pada Gambar 3 dan Gambar 4 serta contohnya pada Tabel 3.

Gambar 3 Mekanisme pengaduan dan penyelesaian masalah pada PAM-BM dengan dana masyarakat

(15)

Gambar 4 Mekanisme pengaduan dan penyelesaian masalah pada PAM-BM dengan dana pemerintah atau pihak lain

Tabel 3 Contoh masalah dan pengaduan serta penyelesaiannya dalam penyelenggaraan PAMBM

Lingkup Tahapan Identifikasi masalah Proses penyelesaian Penanggung jawab

Pembangunan P rasar ana dan S ar ana A ir M inum

Perencanaan - Sumber air baku - Ketersediaan

tanah - Kerusakan

lingkungan

Mufakat melalui rembug

warga Bamus AM dan Tim

Pendamping Pembangunan - Kualitas prasarana dan sarana - Waktu penyelenggaraan - Kerusakan lingkungan

Mufakat melalui rembug warga dan konsultasi dengan dinas/instansi terkait bidang air minum apabila diperlukan

Bamus AM dan Pelaksana

Operasi dan

pemeliharaan - Kualitas, kuantitas dan kontinuitas air minum

- Kerusakan sistem

Penyelesaian khusus oleh badan pengelola dan mufakat melalui rembug warga dan konsultasi dengan dinas/instansi terkait bidang air minum apabila diperlukan

Bapel AM Bamus AM

(16)

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN - BALITBANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

Lingkup Tahapan Identifikasi masalah Proses penyelesaian Penanggung jawab

Kelembagaan Perencanaan - Status anggota - Pemilihan bentuk dan penetapan tujuan lembaga - Intervensi/ provokasi pihak lain

Mufakat melalui rembug

warga Bamus AM dan Fasilitator

Pembangunan

- Monev yang tidak berjalan

- Pengawasan tidak berjalan - Konflik antar

pelaku

Mufakat melalui rembug warga dan konsultasi dengan dinas/instansi terkait bidang air minum apabila diperlukan Bamus AM dan Pelaksana (dapat berupa kontraktual, swakelola, gabungan) Operasi dan pemeliharaan - Kinerja organisasi buruk - Kinerja petugas buruk

- Monev yang tidak berjalan

Penyelesaian khusus oleh badan pengelola dan mufakat melalui rembug warga dan konsultasi dengan dinas/instansi terkait bidang air minum apabila diperlukan Bapel AM Bamus AM Keuangan Perencanaan - Kesepakatan besaran dan aturan penetapan - iuran - Kesepakatan prioritas penggunaan dana - Pembengkakan anggaran

Mufakat melalui rembug

warga Sekretariat Bamus AM

Pembangunan - Ketidak sesuaian penggunaan anggaran - Keterlambatan penyediaan dana

Mufakat melalui rembug warga dan konsultasi dengan dinas/instansi terkait bidang air minum apabila diperlukan Sekretariat Bamus AM dan Pelaksana Operasi dan pemeliharaan - Tunggakan - Penggunaan uang diluar alokasi - Defisit kas - Force majeure

Penyelesaian khusus oleh badan pengelola dan mufakat melalui rembug warga dan konsultasi dengan dinas/instansi terkait bidang air minum apabila diperlukan

Bapel AM dan Sekretariat Bamus AM

(17)

7. Lampiran

Pelaporan

1. Pelaporan pemakaian air

No Unit : ……….

Bulan : ....…………..

Tahun : ……….

No Tanggal Nama Pelanggan Air Pemakaian air Tanda tangan

1 12-6-2000 Fitri 8 M3

2. Laporan penerimaan uang

No Unit: …2…………. Bulan: …Juni………….

No Nama Pelanggan Tanggal Besarnya Pembayaran Tanda Tangan

3. Kartu Pelanggan

No. Unit : 2

Nama : Fitri

Alamat : Jl. Merdeka no 1 Surabaya

Tahun : 2000

Bulan PembayaranTanggal pembayaranJumlah Tanda tangan Keterangan

1 Februari Rp. 3000,00 Lunas

4. Daftar nama pelanggan

No. Unit : …2…….

No Nama Alamat

1 Fitri Jl. Merdeka No. 1 Surabaya

5. Laporan pemakaian air (Diukur dengan Meter Air)

Bulan : September

No Tanggal awal Tanggal Akhir Pemakaian air Tanda tangan

(18)

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN - BALITBANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

6. Laporan penerimaan dan pengeluaran uang

Bulan Desember 2000

No Tanggal Uraian Pemasukan Pengeluaran Ttd Keterangan

1 3 Desember 2003 3 Desember 2003 Rp. 700.000 Rp. 200.000 Pembelian

PVC & assesori

7. Laporan kerusakan/perbaikan

No.Unit 2 :...

No Bagian yg rusakNama Alat/ KerusakanTanggal PerbaikanTanggal memperbaikiYang Tandatangan

1 Kran pengatur aliran

20 Nopember 2000 22 Nopember 2000 Teknisi merangkap pengguna

8. Laporan harian pelaksanaan pembangunan

Form - …….

Laporan harian pelaksanaan pembangunan

PAM - BM : ……… Lokasi : ………Tanggal :……..

No Pekerjaan Rencana Realisasi

Kebutuhan

Ket

Tenaga kerja Kebutuhan barang

Kepala

tukang Tukang Pembantu tukang Vol SatuanHarga Jumlah

Mengetahui Yang membuat laporan (Bamus AM) (Badan Pengelola)

9. Laporan mingguan: pekerjaan penyediaan air bersih

Lokasi: Kecamatan: Kabupaten: Propinsi:

No Hari ke Kemajuan Pekerjaan Bobot Pekerjaan Ket

Jenis Vol Biaya

Mengetahui Yang membuat Laporan

(19)
(20)

Gambar

Gambar 1 - Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat  (PAM-BM)
Tabel 1 Tingkatan kegiatan pelaku dalam pemantauan dan evaluasi
Gambar 2 - Sistem Pelaporan Pada Pemantauan dan Evaluasi
Tabel 2 Daftar simak pada pemantauan dan evaluasi
+3

Referensi

Dokumen terkait