• Tidak ada hasil yang ditemukan

SINTESIS TIMBAL OKSIDA (PbO) SERTA UJI DEGRADASI TERHADAP METANIL KUNING

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SINTESIS TIMBAL OKSIDA (PbO) SERTA UJI DEGRADASI TERHADAP METANIL KUNING"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

JOM FMIPA Volume 2 No. 2 Oktober 2015 1

SINTESIS TIMBAL OKSIDA (PbO) SERTA UJI DEGRADASI

TERHADAP METANIL KUNING

Lisniwari1, Akmal Mukhtar2, Pepi Helza Yanti2

1Mahasiswa Program S1 Kimia 2Bidang Kimia Anorganik Jurusan Kimia

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Kampus Bina Widya Pekanbaru, 28293, Indonesia

[email protected]

ABSTRACT

Photodegradation has good potential for the degradation of organic pollutants such as dyes. Catalyst used in the degradation is a semiconductor. In this study, the semiconductor used is PbO, that was synthesize using the precipitation method from precursor Pb(NO3)2

with NaOH precipitator and temperature calcination at 700℃ until 1 hour. The powder obtained were analyzed using XRD and size of crystallinity of lead oxide (PbO) was examined with Scherrer equation. From the result of XRD data that were calculated using Scherrer equation it was obtained crystal size of PbO is 26,52 nm and from the degradation to methanil yellow was obtained the optimum mass of PbO is 0,008 g, optimum time is 60 minutes with percentage degradation of 19,89% and 10,78%.

Keywords : Photodegradation, semiconductor, PbO, methanil yellow. ABSTRAK

Fotodegradasi merupakan salah satu cara yang baik untuk mendegradasi polutan organik seperti zat warna. Katalis yang dipakai dalam proses degradasi berupa semikonduktor. Pada penelitian ini semikonduktor yang dipakai adalah PbO yang disintesis menggunakan metode pengendapan dari prekursor Pb(NO3)2 dengan pengendap NaOH

dan suhu kalsinasi 700℃ selama 1 jam. Hasil dikarakterisasi dengan XRD dan ukuran kristal dari timbal oksida (PbO) dihitung dengan persamaan Scherrer. Dari hasil data XRD yang dihitung menggunakan persamaan Scherrer didapat ukuran kristal PbO adalah 26,52 nm dan dari uji degradasi terhadap metanil kuning diperoleh massa optimum 0,008 g PbO, waktu optimum 60 menit dengan persentase degradasi 19,89 % (w/w) dan 10,78 %.

(2)

JOM FMIPA Volume 2 No. 2 Oktober 2015 2 PENDAHULUAN

Logam adalah salah satu dari tiga kelompok unsur yang dibedakan oleh sifat ionisasi dan ikatan yang terbentuk dibandingan dengan dua unsur lainnya yaitu metaloid dan non logam. Oksida logam transisi dengan struktur nano telah menjadi perhatian yang menarik di bidang kimia, fisika dan material alam. Beberapa semikonduktor dari oksida logam seperti TiO2, ZnO, PbO dan Fe2O3

merupakan material yang menjanjikan untuk mendegradasi polutan organik dengan bantuan sinar tampak. (Ashok dkk., 2011).

Timbal Oksida (PbO) merupakan salah satu dari semikonduktor yang stabil terhadap cahaya sehingga dapat melakukan degradasi terhadap polutan organik, bersifat amfoter, serta memiliki

band gap 1,9 - 2,6 eV. Beberapa aplikasi

yang menggunakan PbO yaitu penyimpanan energi dalam baterai, industri kaca, dan industri cat (Ramin dkk., 2014). PbO nanopartikel dapat disintesis dengan metode yang berbeda seperti metode hidrotermal (Jia dkk., 2006), sol-gel (Karami dkk., 2013), pengendapan (Mythili dan Arulmozhi, 2015), kalsinasi (Li dkk., 2011),

microwave (Li dkk., 2005) dan

sonochemical (Fard dkk., 2013). Metode

pengendapan memiliki keuntungan tersendiri karena metode ini sederhana, dapat dilakukan pada suhu ruang dan tidak membutuhkan waktu yang lama (Mythili dan Arulmozhi, 2015).

Dalam penelitian Mythili dan Arulmozhi (2015) dengan metode

pengendapan menggunakan

Pb(CH3COO)2.3H2O dan NaOH, padatan

dikalsinasi pada suhu 240℃ dan 700℃ masing-masing selama 2 jam akan

terbentuk -PbO dan -PbO

nanopartikel, hasil ini menunjukkan

-PbO tetragonal memiliki ukuran partikel 36 nm, band gap 3,91 eV dan struktur -PbO ortorombik memiliki ukuran partikel 45 nm dan band gap 3,85 eV. Metode lain yang biasa dipakai dalam sintesis PbO adalah hidrotermal, precursor Pb(NO3)2

dengan asam sitrat dan NaOH yang di oven pada suhu 110℃ dan dikalsinasi 500℃ selama 2 jam. Hasil yang didapat PbO dengan ukuran 69 nm dan ketika dilakukan uji degradasi terhadap metilen biru menunjukkan kemampuan PbO mendegradasi metilen biru sebesar 91,11% (Ashok dkk., 2012).

METODE PENELITIAN a. Alat dan Bahan

Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Spektrofotometer UV-VIS (Shimadu Pharmaspec 1700 DU), X-ray Diffraction (Gbc Emm),

kotak reaktor, lampu UV 30 watt (Philips), oven (Fishcher scietific isotemp 655 F), timbangan analitik

(Mettler tipe AE 200), hotplate stirer (502

series), furnace (gallen kamp), magnetic stirer, kursibel, labu ukur dan peralatan

gelas yang biasa digunakan di laboratorium.

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian adalah Pb(NO3)2 (Merck), Metanil kuning

(Merck), NaOH (Merck), kertas saring

whatman No. 42 dan akua DM.

b. Sintesis PbO

Sintesis PbO dilakukan dengan menggunakan Pb(NO3)2 yang dilarutkan

dalam 50 mL aqua DM sebanyak 16,56 gram konsentrasi Pb(NO3)2 yang

terbentuk 1 M, kemudian secara perlahan-lahan dimasukkan larutan

(3)

JOM FMIPA Volume 2 No. 2 Oktober 2015 3 NaOH 1 M dan distirer selama 3 jam, pH

campuran di cek menggunakan pH meter dan didiamkan selama 1 malam. Kemudian dilakukan penyaringan dan endapan dikeringkan dalam oven pada suhu 110℃ untuk menghilangkan uap air. Endapan yang didapatkan dari NaOH dikalsinasi 700℃ selama 1 jam. Tujuan kalsinasi adalah untuk membentuk oksida PbO dan senyawa organik akan terurai seiring kenaikan suhu.

c. Pengaruh Waktu penyinaran Terhadap Degradasi Metanil Kuning

Sebanyak 50 mL larutan standar metanil kuning 10 ppm dimasukkan kedalam gelas beaker 100 mL, kemudian diiradiasi dalam reactor radiasi sinar UV (lampu UV 30 watt) dengan variasi waktu kontak (0, 5, 10, 20, 30, 45, 60 dan 90 menit). Kemudian diambil beberapa beberapa mL untuk diukur absorbansinya dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang optimum, dan hitung persentasinya.

d. Penambahan Massa PbO terhadap degradasi Metanil Kuning

Sebanyak 50 mL larutan standar metanil kuning 10 ppm ditambahkan dengan variasi massa PbO (0,002; 0,005; 0,008 dan 0,010 gram) dimasukkan kedalam gelas beaker 100 mL, kemudian diiradiasi dalam reaktor radiasi sinar UV (lampu UV 30 watt). Setelah itu diambil beberapa mL untuk diukur absorbansinya dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang optimum, dan hitung persentasinya.

e. Analisis Karakteristik PbO

Pada penelitian ini, hasil dari sintesis PbO dikarakterisasi dengan XRD dan ukuran partikel dari PbO dihitung dari hasil data XRD menggunakan persamaan Scherrer.

f. Analisis Data

Data hasil sintesis PbO yang diperoleh dan analisis hasil penelitian degradasi PbO pada degradasi fotokatalitik metanil kuning dibuat dalam bentuk tabel dan grafik.

HASIL DAN PEMBAHASAN a. Karakterisasi PbO

Senyawa PbO yang telah disintesis dengan pengendap NaOH dan dikalsinasi suhu 700℃ dikarakterisasi menggunakan XRD. Hasil XRD dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1 Difraktogram XRD PbO dengan pengendap NaOH suhu kalsinasi 700℃. Dari data XRD dengan pengendap NaOH suhu kalsinasi 700℃ dapat dilihat pada difraktogram muncul intensitas tertinggi pada 2 =30,30 dengan intensitas 100% dan diikuti dengan puncak-puncak lainnya yang muncul

(4)

JOM FMIPA Volume 2 No. 2 Oktober 2015 4 pada 2 =29,08, 53,11, 63,04 dan 45,12

yang menunjukkan puncak PbO (JCPDS No. 76-1796) untuk PbO. Dalam penelitian Ashok dkk., (2012) puncak-puncak PbO juga muncul pada 2 29,1, 30,4, 32,5, 37,7, 49,4 dan 50,9. Hal ini membuktikan bahwa berdasarkan hasil XRD PbO yang terbentuk pada suhu 700℃ memiliki persentase terbentuknya PbO paling tinggi.

b. Ukuran Partikel PbO

Berdasarkan data XRD yang didapat kita dapat menghitung ukuran partikel dari PbO menggunakan persamaan Scherrer, yaitu :

Keterangan :

D = Besar dari ukuran kristal

K = Faktor dari bentuk kristalin (dengan rentang 0,89)

= Panjang gelombang radiasi sinar X yang digunakan (0,1541 nm)

= Lebar dari setengah puncak tertinggi = Sudut difraksi

Dari persamaan diatas didapat ukuran partikel dari PbO untuk masing-masing pengendap dengan suhu 700 oC

adalah 26,52. Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Mythili (2014) menggunakan metode yang sama dengan suhu 240 dan 700 oC didapat ukuran

partikel 36 dan 45 nm. Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi suhu, maka semakin kecil ukuran partikel yang akan dihasilkan.

c. Uji Degradasi PbO Terhadap Metanil Kuning

1. Pengaruh waktu penyinaran terhadap degradasi metanil kuning

Untuk mengetahui bagaimana pengaruh waktu penyinaran terhadap proses degradasi, dilakukan pengujian dengan variasi waktu penyinaran selama 0; 5; 10; 20; 30; 45; 60 dan 90 menit. Hasil dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2 Pengaruh waktu penyinaran terhadap degradasi metanil kuning.

Semakin lama waktu penyinaran maka semakin besar persentase degradasi yang didapat. Tetapi dalam penelitian ini dipilih waktu 60 menit karena rentang nilai adsorbansi yang tidak terlalu jauh dan persentase yang tidak terlalu jauh dengan waktu 90 dan 45 menit maka diambil waktu 60 menit. Hasil yang diperoleh persentase pada waktu 60 menit sebesar 4,40%. Penelitian yang dilakukan oleh Ashok (2011) yang menggunakan PbO variasi waktu 0-180 menit dengan konsentrasi metilen biru 1,5 × 10-4 M

didapatkan persentase degradasi metanil biru stabil pada waktu 60-120 menit dan degradasi terbaik terjadi pada waktu 180 menit. 0 2 4 6 0 50 100 De gr ada si (%) Waktu (menit)

(5)

JOM FMIPA Volume 2 No. 2 Oktober 2015 5 2. Pengaruh Massa Terhadap

Degradasi Metanil Kuning

Untuk melihat pengaruh massa PbO untuk degradasi metanil kuning,

dilakukan pengujian dengan

memvariasikan massa PbO 0,002 g, 0,005 g, 0,008 g dan 0,10 g. Pengaruh massa PbO dapat dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3 Pengaruh penambahan massa PbO dari pengendap NaOH terhadap % degradasi metanil kuning pada waktu 60 menit.

pada penelitian Ashok (2011) pengaruh massa terhadap degradasi metanil biru dengan variai jumlah PbO dan konsentrasi metanil biru 3×10-4.

Degradasi meningkat sampai 75 mg/50 mL dari jumlah fotokatalis PbO yang menunjukkan penurunan drastis. Peningkatan aktivitas degradasi MB karena jumlah peningkatan situs aktif pada permukaan PbO dan terjadi peningkatan jumlah gugus radikal pada permukaan katalis PbO dengan hasil persentase degradasi yang didapat sebesar 92%.

KESIMPULAN

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa persentase degradasi tertinggi terdapat pada pengendap NaOH dengan suhu kalsinasi 700 oC dan

persentase degradasi dari variasi massa

dan waktu didapat hasil optimum massa 0,008 g dan waktu 60 menit.

UCAPAN TERIMA KASIH

Ucapan terima kasih diberikan kepada Bapak Drs. Akmal Mukhtar, M.S dan Ibu Pepi Helza Yanti yang telah memberikan motivasi, bimbingan, arahan, waktu dan saran atas keberhasilan penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Ashok, B. V, Tope, D. R and Bhagwat, K.

U. 2011. An Efficient

photocatalytic degradation of methyl blue dye by using synthesised PbO nanoparticles,

E-Journal of Chemistry 9(2) :

705-715.

Ayesha, A, A. 2015. Degradasi Senyawa

Methanyl Yellow Secara

Fotokatalitik Menggunakan TiO2

dan HNO3. Sripsi Jurusan Kimia

FMIPA-UR, Pekanbaru.

Fard, S, M.J, F. Rastaghi and Ghanbari, N. 2013. Sonochemical synthesis of new nano–two-dimensional lead (II) coordination polymer as precursor for preparation of PbO nanostructure, J.Mol. Struct. 1032 : 133-137

Jia, B and Gao, L. 2006. synthesis and characterization of single crystalline PbO nanorods via a facile hydrothermal method. Mater.

Chem. Phys. 100 : 351-354.

Karami, H, Karimi, M.A and Haghdar, S. 2013. Synthesis of uniform nano-structured lead oxide by sonochemical method and its application as cathode and anode of 0 10 20 30 0 0.005 0.01 0.015 Ads o rbansi (%) Massa (g)

(6)

JOM FMIPA Volume 2 No. 2 Oktober 2015 6 lead-acid batteries. Journal of

Elsevier. 43 : 3054-3065.

Li, L, X, Zhu, Yang, D, Gao, L, Liu, J, Vasant, K.R and Yang, J. 2005. Preparation and characterization of lead oxide from acid batteries paste.

Journal Hazard Matter. 10 : 14-15.

Li, L, Xu, Y and Shi, L. 2011. Preparation and characterization of nano-structured lead oxide from spent lead acid batteries paste. Journal

Hazard Matter. 203-204 : 274-282.

Mythili, N and Arulmozhi, K.T. 2015. Characterization studies on the chemically synthesized and phase PbO nanoparticles,

International Journal of Scientific and Engineering Research. 5 :

412-416.

Ramin, Y, Ali, K.Z, Farid, J.M, Nay, M.H, Wan, J.B and Sookhakian, M.

2014. Synthesis and

characterization of single crystal PbO nanoparticles in a gelatin medium. Journal of Elsevier ceramics international. 40 :

Referensi

Dokumen terkait

Dari pemaparan diatas maka dapat disimpulkan bahwa penataan pasar tradisional di Kota Denpasar khususnya Pasar Badung masih memerlukan proses yang bertahap untuk

Sedangkan Ohoi adalah kesatuan masyarakat hukum adat yang merupakan suatu kesatuan geneologis dan teritorial yang memiliki batas-batas yurisdiksi, mengatur dan mengurus

pengelolaan dan pengusahaan sarang burung walet yang didalamnya memuat mengenai peran pemerintah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sarang burung walet,

Wijayanto (2001) menyebutkan bahwa kontribusi tersebut sebesar 52 %. Selanjutnya, disebutkan bahwa dari nilai kontribusi tersebut, kontribusi terbesar diberikan oleh pendapatan

oleh negara sampai saat ini. “Sebagaimana di negara -negara lain, buku teks sekolah dan buku anak-anak di Indonesia merupakan sarana yang cocok untuk mempelajari

Baik Pos Kupang maupun Flores Pos yang dikenal dan dibaca oleh masyarakat di Provinsi NTT, diharapkan dapat memainkan peranannya, tidak hanya dalam

Beberapa tahun terakhir ini, peranan smartphone pada saat ini semakin penting dan telah menjadi suatu bagian yang penting dalam kehidupan sehari-hari

Salah satu cara untuk mengurangi kerugian akibat kebakaran adalah memberikan peringatan kebakaran tersebut sedini mungkin salah satunya dengan menggunakan wireless