Pengaruh slogan dan bintang iklan Jamu Tolak Angin terhadap minat pembelian ulang konsumen : studi kasus pada Kelurahan Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta - USD Repository

Loading.... (view fulltext now)

Teks penuh

(1)

i

Studi Kasus pada Kelurahan Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi Manajemen

Disusun Oleh :

Nama : Yohanes Ari Kurniawan NIM : 002214032

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

JURUSAN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

(2)
(3)
(4)
(5)

v

orang yang ada di lingkungan sekitar kita.

Jangan melihat dengan penuh kepedihan pada masa lalu. Ia tidak akan kembali lagi. Kembangkan masa kini dengan bijaksana. Itu

milik Anda. Pergilah menemukan masa depan...tanpa takut dan dengan hati gagah

Senantiasa ucapkan syukur kepada Tuhan,

karena tidak semua orang mendapatkan “anugerah“ dan

“kesempatan“ seperti yang aku dapatkan saat ini.

Karenanya akan selalu ku jaga “bahagia“ ini.

I dedicated this to :

Almighty Jesus Crist and Holly Marry

My Lovely Mom and Dad

My Brother Bagus

My Honey Avi

(6)
(7)

vii

Studi Kasus pada Kelurahan Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta

Yohanes Ari Kurniawan Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta 2008

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1). Pengaruh secara parsial slogan dan bintang iklan Jamu Tolak Angin terhadap minat pembelian ulang konsumen, 2). Pengaruh secara simultan slogan dan bintang iklan Jamu Tolak Angin terhadap minat pembelian ulang konsumen.

Penelitian ini adalah sebuah studi kasus pada masyarakat Kelurahan Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta, yang dilakukan pada bulan September 2007. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kelurahan Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta yang pernah melihat iklan jamu Tolak Angin di televisi dan pernah menggunakan produk tersebut. Sampel yang diteliti sebanyak 100 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda, uji t dan uji F.

(8)

viii

A Case Study conducted at Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta

Yohanes Ari Kurniawan Sanata Dharma University

Yogyakarta 2008

The aims of this research were to know : 1). The partial effect of advertisement slogan and stars of Tolak Angin jamu on repurchase intention of customers, 2). The simultaneous effect of advertisement slogan and stars of Tolak Anginjamuon repurchase intention of customers.

This research was a case study on society at Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta was conducted in September 2007. The data were collected by distributing questionnaries to respondents. Population of this research was the society at Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta, who had watched the advertisement of Tolak Angin jamu on television and who had used the product. The samples were 100 respondents. The data analysis techniques used in this research were multiple linier regression, t-test and F-test.

(9)

ix

Terima kasih Tuhan atas segala berkat, rahmat, karunia, dan kasih-Mu sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. Penulis menyusun sebuah skripsi yang berjudul “Pengaruh Slogan dan Bintang Iklan Jamu Tolak Angin terhadap Minat Pembelian Ulang Konsumen” (Studi Kasus pada Kelurahan Baciro,

Gondokusuman, Yogyakarta).

Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat kelulusan untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan, sumbangan pikiran serta bimbingan dan dorongan dari berbagai pihak Skripsi ini tidak dapat terselesaikan. Oleh karena itu pada kesempatan ini perkenankan penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Dr. Ir. P. Wiryono P., S.J. selaku Rektor Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

2. Bapak Drs. Alex Kahu Lantum, M.S selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

(10)

x

memberikan waktu, perhatian, nasehat dan bimbingan yang sangat berharga kepada penulis, sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.

5. Ibu M.T. Ernawati, S.E., MA selaku Dosen Pembimbing II yang dengan sabar telah berkenan memberikan pengarahan, bimbingan, dan masukan dari awal sampai akhir penulisan skripsi ini.

6. Seluruh dosen dan karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan bimbingan dan bantuan selama penulis belajar di bangku kuliah.

7. Bapak dan ibuku yang tercinta, terima kasih atas doa, perhatian dan cinta yang tak pernah berhenti aku terima serta dengan setia mengingatkanku ketika aku jatuh...i love u....

8. My BrotherAnton Bagus, makasih bro...bantuan dan semangatnya!!!Thanks for all bro...

9. For my lovelly honey Avi, makasih atas perhatian, doa, dukungan dan semangatnya...maaf ya terlalu lama menunggu...Thanks for everythings... 10. Keluarga Bapak Antonius, terimakasih sudah menganggap aku sebagai

(11)

xi “thanks for our friendship

13. Sohib-sohibku: Joko, Atmo, Andre, Didik, Indri, Catur, Endro, and temen-temen kuliah selama di Jogja...thanks for all guys...now, it’s time to begin our war..keep spirit guys..

14.The last but not the least, semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan dalam menyelesaikan skripsi ini, dalam berbagai bentuk yang tak bisa saya sebutkan satu per satu.makasih....

Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik untuk kesempurnaan skripsi ini. Akhir kata semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca semua

Yogyakarta, 25 Januari 2008

(12)

xii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ... iv

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... vi

ABSTRAK ... vii

ABSTRACT ... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR TABEL ... xv

DAFTAR GAMBAR ... xvi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Batasan Masalah ... 4

D. Tujuan Penelitian ... 4

E. Manfaat Penelitian ... 5

(13)

xiii

C. Bauran Pemasaran (Marketing Mix) ... 9

D. Pengertian Periklanan ... 11

E. Pengertian Merek ... 21

F. Minat ... 25

G. Pembelian Ulang ... 26

H. Promotional Mix(Bauran Promosi) ... 26

I. Penelitian-Penelitian Sebelumnya ... 29

J. Hipotesis ... 31

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 32

B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 32

C. Subyek dan Obyek Penelitian ... 32

D. Variabel Penelitian ... 33

E. Teknik Pengumpulan Data ... 33

F. Populasi dan Sampel ... 34

G. Teknik Pengambilan Sampel ... 36

H. Definisi Operasional Variabel ... 36

I. Teknik Pengujian Kuesioner ... 37

(14)

xiv

C. Penghargaan atau Award yang Diterima PT. Sidomuncul ... 49

D. Produk PT. Sidomuncul ... 50

E. Kondisi Kelurahan Baciro ... 51

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Pengujian Instrumen Penelitian ... 53

B. Analisis Kualitatif ... 59

C. Analisis Kuantitatif ... 65

D. Pembahasan ... 77

BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN A. Kesimpulan ... 79

B. Saran ... 81

C. Keterbatasan ... 82

(15)

xv

Table 4.1 Jumlah Penduduk Kelurahan Baciro Menurut Jenis Kelamin... 52

Tabel 5.1 Hasil Pengujian Validitas Instrumen Penelitian pada Komponen Slogan Iklan... 54

Tabel 5.2 Hasil Pengujian Validitas Instrumen Penelitian pada Komponen Bintang Iklan ... 55

Tabel 5.3 Hasil Pengujian Validitas Instrumen Penelitian pada Komponen Minat Pembelian Ulang ... 55

Tabel 5.4 Hasil Pengujian Reliabilitas Instrumen Penelitian ... 57

Tabel 5.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 60

Tabel 5.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan ... 61

Tabel 5.7 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan ... 62

Tabel 5.8 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendapatan ... 63

Tabel 5.9 Karakteristik Responden Berdasarkan Frekuensi Menonton Televisi... 64

(16)

xvi

Gambar 3.1. Daerah penerimaan H0dan daerah penolakan H0... 43

Gambar 3.2. Daerah penerimaan H0dan daerah penolakan H0... 45

Gambar 5.1 Daerah penolakan dan penerimaan Ho. Uji t slogan terhadap minat pembelian ulang konsumen ... 70

Gambar 5.2 Daerah penolakan dan penerimaan Ho. Uji t bintang iklan terhadap minat pembelian ulang konsumen ... 73 Gambar 5.3 Daerah penolakan dan penerimaan Ho. Uji F slogan dan bintang iklan

(17)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini juga diikuti oleh perkembangan dari berbagai sektor usaha dan industri. Banyak perusahaan yang melakukan berbagai kegiatan dan upaya dalam meningkatkan volume penjualan produknya, dengan cara melakukan berbagai macam inovasi terhadap produk yang dipasarkan. Hal ini dilakukan untuk merebut pangsa pasar dan memenangkan persaingan dengan perusahaan pesaing.

Semakin banyaknya perusahaan yang menghasilkan produk sejenis membuat konsumen mempunyai banyak kesempatan untuk memilih produk sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Kondisi ini menyebabkan persaingan antar perusahaan menjadi semakin ketat. Guna menghadapi hal itu, setiap perusahaan dituntut untuk selalu berusaha melakukan inovasi dalam memasarkan produknya.

(18)

semaksimal mungkin sehingga diharapkan akan mendapatkan laba yang maksimal.

Berbagai cara dilakukan perusahaan agar terjalin komunikasi dengan konsumen, hal ini dimaksudkan agar perusahaan dapat mengenalkan produknya sedangkan bagi konsumen akan memiliki informasi yang memadai mengenai produk yang ditawarkan.

Konsep umum yang digunakan untuk menyampaikan pesan adalah apa yang disebut sebagai bauran pemasaran karena biasanya pemasar sering menggunakan berbagai jenis promosi secara simultan dan terintegrasi dalam suatu rencana promosi produk. Terdapat lima jenis promosi yang biasa disebut sebagai bauran promosi yaitu iklan, penjualan tatap muka, promosi penjualan, hubungan masyarakat dan publisitas serta pemasaran langsung (Kotler,2002:642)

Salah satu sarana yang digunakan perusahaan untuk mengenalkan dan menawarkan produk mereka adalah iklan, karena iklan dianggap sebagai cara yang jitu untuk meningkatkan penjualan oleh kebanyakan produsen. Ada beberapa manfaat iklan bagi pembangunan masyarakat dan ekonomi (Kasali, 1995:160), antara lain:

1. Iklan memperluas alternatif bagi konsumen. Dengan adanya iklan, konsumen dapat mengetahui adanya berbagai macam produk yang pada gilirannya menimbulkan adanya pilihan.

2. Iklan membantu produsen menimbulkan kepercayaan bagi konsumennya. 3. Iklan membuat orang kenal, ingat dan percaya.

(19)

iklan dirancang untuk memenuhi atau mencapai sasaran spesifik dari pemasar, yang pada akhirnya tujuan akhir dari iklan adalah mendorong terjadinya keputusan pembelian oleh konsumen.

Iklan produk kebutuhan sehari-hari sangat sering ditampilkan untuk menarik perhatian para konsumen yang akhirnya bertujuan meningkatkan penjualan produk tersebut. Didalam iklan tersebut ditampilkan para bintang yang dapat mewakili produk tersebut. Para bintang tersebut haruslah seorang yang menarik sehingga dapat mempengaruhi konsumen untuk mencoba produk yang ditawarkan. Selain itu, iklan suatu produk juga harus menggunakan slogan yang menarik sehingga konsumen selalu ingat pada produk yang diiklankan tersebut. Slogan dan bintang yang digunakan pada iklan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi apakah iklan tersebut menarik atau tidak. Bintang iklan yang digunakan oleh produk jamu Tolak Angin antara lain Ari Lasso, Lula Kamal, Rhenald Kasali dan Wyne Prakusa sedangkan slogan yang digunakan dalam iklan produk jamu Tolak Angin adalahOrang Pintar Minum Tolak Angin.

Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik melakukan penelitian dengan judul ” Pengaruh Slogan dan Bintang Iklan Jamu Tolak Angin terhadap Minat Pembelian Ulang Konsumen” (Studi Kasus pada

(20)

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :

1. Apakah slogan dan bintang iklan Jamu Tolak Angin secara parsial berpengaruh terhadap minat pembelian ulang konsumen?

2. Apakah slogan dan bintang iklan Jamu Tolak Angin secara simultan berpengaruh terhadap minat pembelian ulang konsumen?

C. Batasan Masalah

Agar masalah yang diteliti tidak terlalu luas, maka dalam penelitian ini penulis memberi batasan sebagai berikut : subyek yang diteliti adalah masyarakat Kelurahan Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta yang pernah melihat iklan Jamu Tolak Angin, sedangkan obyek yang diteliti adalah iklan produk Jamu Tolak Angin di televisi.

D. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui apakah slogan dan bintang iklan Jamu Tolak Angin secara parsial berpengaruh terhadap minat pembelian ulang konsumen. 2. Untuk mengetahui apakah slogan dan bintang iklan Jamu Tolak Angin

(21)

E. Manfaat Penelitian

1. Bagi Perusahaan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi manajemen perusahaan Jamu Tolak Angin dalam mengevaluasi slogan dan bintang iklan yang sudah ada.

2. Bagi Akademisi

Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan bacaan untuk menambah pengetahuan dan dapat dipakai sebagai sumber pendukung referensi bagi penelitian selanjutnya.

3. Bagi Penulis

Penelitian ini diharapkan berguna bagi penulis sebagai wahana untuk menerapkan teori-teori yang telah didapat dari bangku kuliah.

F. Sistematika Penulisan

BAB I : PENDAHULUAN

(22)

BAB II : LANDASAN TEORI

Bab ini berisi tentang landasan teori dari penulisan skripsi yang meliputi : uraian teoritis yang berhubungan dengan masalah penelitian dan hipotesis penelitian. BAB III : METODE PENELITIAN

Bab ini membahas tentang jenis penelitian, waktu dan tempat penelitian, subyek dan obyek penelitian, variabel penelitian, teknik pengumpulan data, populasi dan sampel, teknik pengambilan sampel, definisi operasional variabel, teknik pengujian kuesioner, serta teknik analisis data.

BAB IV : GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN

Bab ini berisi tentang gambaran umum obyek penelitian. BAB V : ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

Bab ini berisi tentang analisis data dan pembahasan terhadap permasalahan yang diteliti.

(23)

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Pengertian Pemasaran

Menurut Kotler (2000:9), pemasaran adalah “suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.”

Secara umum pemasaran dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang mengusahakan agar produk yang dipasarkan dapat diterima dan disenangi oleh pasar. Perusahaan harus mampu mengetahui bagaimana menyajikan tawaran yang lebih baik dari yang ditawarkan oleh pesaingnya.

Pemasaran adalah “suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha-usaha yang ditunjukkan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik pada pembeli yang ada maupun pembeli yang potensial” (Swastha dan Irawan, 1990:101).

(24)

sebab kepuasan konsumen akan mempengaruhi minat terhadap produk yang ditawarkan oleh perusahaan.

B. Pengertian Manajemen Pemasaran

Semakin berkembang dan meningkatnya persaingan, maka semakin komplek pula kegiatan-kegiatan pemasaran yang dilakukan, dimana mencakup usaha-usaha yang dimulai dengan mengidentifikasikan kebutuhan-kebutuhan yang ada. Kegiatan pemasaran tersebut haruslah dikoordinasikan dan dikelola dengan baik. Aktivitas tersebut dikenal dengan manajemen pemasaran.

Manajemen pemasaran adalah “proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi serta penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan konsumen” (Kotler, 2000:9).

(25)

disesuaikan dengan sikap dari perilaku konsumen, dan sebaliknya sikap dan perilaku konsumen dipengaruhi sedemikan rupa sehingga sesuai dengan produk-produk perusahaan.

C. Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

Bauran pemasaran merupakan kombinasi dari empat variabel yaitu : produk, harga, saluran distribusi dan kegiatan promosi yang dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi reaksi konsumen. Penetapan komposisi yang tepat dari keempat variabel pemasaran tersebut dapat menunjang keberhasilan strategi pemasaran dalam menciptakan image produk yang diinginkan oleh perusahaan.

Marketing mix adalah “himpunan atau perangkat variabel pemasaran yang terkendali yang dinamis perusahaan untuk menghasilkan tanggapan yang diinginkan dalam pasar sasaran” (Kotler, 1995:167).

Keempat bauran pemasaran adalah : 1. Produk

(26)

Tujuan utama produk adalah untuk dapat mencapai pasar sasaran yang dituju dengan meningkatkan kemampuan bersaing atau mengatasi persaingan. Strategi produk penting karena dengan penampilan produk yang khas akan menciptakan image tersendiri bagi konsumen terhadap produk tersebut yang akhirnya akan membuat konsumen terkesan pada produk tersebut dan selalu mengingatnya.

2. Harga

Harga adalah biaya atau sesuatu yang dikeluarkan oleh pembeli untuk mendapatkan produk. Walaupun harga biasanya berarti sejumlah uang, beberapa pertukaran dapat saling memberi barang dan jasa oleh kedua belah pihak yang membutuhkan.

3. Saluran distribusi

Saluran distribusi adalah lembaga-lembaga yang memasarkan produk yang berupa barang dan jasa dari produsen sampai ke konsumen.

4. Promosi

(27)

D. Pengertian Periklanan

Periklanan sangat penting dipahami sebagai komunikasi massa yang merupakan bagian dari keseluruhan aktifitas di bidang pemasaran. Dalam suatu tampilan iklan hendaknya memperhatikan beberapa komponen yang akan menunjang keberhasilan iklan tersebut, mulai dari menarik minat calon konsumen untuk melihat iklan sampai dengan terjadinya tindakan pembelian.

Institusi Praktisi Periklanan Inggris mendefinisikan periklanan sebagai “pesan-pesan penjualan yang paling persuasif yang diarahkan kepada para calon pembeli yang paling potensial atas produk barang atau jasa tertentu dengan biaya semurah-murahnya” (Jefkins, 1997:5).

Sedangkan menurut Kotler (2000:658), periklanan adalah “segala bentuk penyajian dan promosi ide, barang, atau jasa secara non-personal oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran.”

(28)

Ada beberapa manfaat iklan bagi pembangunan masyarakat dan ekonomi. Manfaat itu antara lain (Kasali, 1995:16) :

1. Iklan memperluas alternatif bagi konsumen.

2. Iklan membantu produsen menimbulkan kepercayaan bagi konsumennya.

3. Iklan membuat orang kenal, ingat dan percaya.

Disamping memberi manfaat, iklan juga menimbulkan dampak negatif bagi pertumbuhan masyarakat dan ekonomi, karena kurangnya pemahaman tentang fungsi pemasaran yang lebih bersifat jangka panjang, maka banyak timbul penyalahgunaan iklan.

Tujuan periklanan merupakan suatu tugas komunikasi spesifik dan tingkat keberhasilan yang harus dicapai dengan audiens spesifik pada waktu yang spesifik. Tujuan periklanan dapat digolongkan menurut keperluan utamanya sebagai berikut (Kotler, 2001:154 -156) :

1. Periklanan informatif, yaitu periklanan yang digunakan untuk memberi informasi kepada konsumen mengenai suatu produk atau kelengkapan baru atau untuk membangun permintaan awal. Periklanan ini digunakan besar-besaran pada saat suatu kategori produk yang baru mulai diperkenalkan.

(29)

3. Iklan pengingat, iklan yang digunakan untuk menjaga agar konsumen tetap berpikir mengenai suatu produk. Iklan pengingat ini penting untuk produk-produk yang sudah melekat pada konsumen, agar konsumen tetap mengingat produk tersebut.

Daya tarik iklan merupakan sesuatu yang penting, karena akan meningkatkan keberhasilan komunikasi dengan konsumen. Daya tarik dibuat dengan tujuan agar menarik perhatian bagi konsumennya, kemudian memikat minat cukup lama agar dapat membangkitkan selera terhadap produk yang bersangkutan, akhirnya iklan harus dapat menggerakkan konsumen untuk melakukan tindakan.

Daya tarik iklan terbagi menjadi dua, yaitu daya tarik pesan iklan rasional dan daya tarik iklan didasarkan pada perasaan dan emosi. Daya tarik rasional bertujuan untuk mendorong atau menimbulkan minat konsumen yang didasarkan pada aspek kewajaran, sehingga konsumen dapat berpikir bahwa iklan produk yang bersangkutan merupakan suatu hal yang wajar dan dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat beberapa tipe pesan iklan yang dibuat untuk menimbulkan daya tarik rasional yaitu (Sutisna, 2001:278-281) : 1. Faktual, daya tarik ini umumnya berhubungan dengan pengambilan

(30)

masuk akal, dengan iklan seharusnya dirancang sedemikian rupa agar konsumen secara rasional tertarik dengan pesan iklan yang disampaikan. 2. Potongan kehidupan (slice of life), merupakan pesan iklan yang

menampilkan potongan kehidupan sehari-hari, misalnya mencuci, mandi, gosok gigi. Pengaruh yang ingin diperoleh dari penampilan ini yaitu agar terjadinya proses peniruan perilaku dari penonton.

3. Demonstrasi, pesan iklan yang ditampilkan menggambarkan kemampuan produk secara instrumental mampu menyelesaikan masalah. Produk jamu merupakan salah satu produk yang sering menggunakan pesan bahwa untuk sembuh atau menghindari masuk angin maka minum jamu merek ”x”.

4. Perbandingan (comparative), merupakan iklan yang berusaha membandingkan keunggulan produk yang ditawarkan dengan produk lain sejenis. Iklan ini bukan saja menampilkan keunggulan produk dari kemampuan teknis produk itu menyelesaikan masalah tetapi juga menampilkan keunggulan harga dan penghematan.

Di bawah ini adalah daya tarik iklan yang didasarkan pada perasaan dan emosi (Sutisna, 2001:282) :

1. Fear(rasa takut)

(31)

dengan perilaku atau penggunaan yang tidak tepat, diharapkan konsumen tertarik untuk menggunakan produk yang diiklankan untuk menghilangkan ketakutan tersebut.

2. Humor

Humor dapat membuat penerima pesan memperoleh mood positif sehingga probabilitas penerimaan pesan secara baik akan lebih besar dibandingkan apabila penonton memperoleh mood negatif. Dalam keadaan mood yang negatif, penonton akan cenderung tidak memperhatikan apa yang ada di sekitarnya, termasuk tampilan iklan di televisi.

3. Animasi

Animasi banyak digunakan untuk produk-produk yang konsumennya anak-anak, selain itu dengan animasi tampilan iklan secara visual bisa direkayasa sedemikian rupa sehingga menarik perhatian penonton. 4. Seks

(32)

Iklan televisi dapat dibuat lebih menarik dan inovatif dari produk kompetitor dengan memfokuskan pada alur cerita, model yang dipakai,jingle dan slogan (Kasali, 1995:173) :

1. Alur cerita atau tema yaitu, apa yang akan diangkat dalam iklan dan menekankan pada apa yang akan dikemukakan oleh biro iklan tersebut. Konsumen tidak akan merasa jenuh jika diberikan tema iklan yang berbeda, mereka akan lebih tertarik pada iklan jika produsen jeli membuat iklannya

2. Agar membuat konsumen tertarik pada iklan, model adalah salah satu faktor penentunya, sebab yang pertama yang dilihat bukan apa (produk) tetapi siapa (model), dengan menggunakan model seorang artis terkenal, maka iklan tersebut sudah menarik untuk dilihat. Model iklan yang dipakai harus sesuai dengan produk yang diiklankan. Contohnya, bintang iklan terkenal dan cantik akan cocok untuk dijadikan model iklan shampo, sabun mandi dan kosmetik. Faktor-faktor yang mendukung bintang iklan adalah:

a. Keahlian

(33)

b. Kepercayaan

Kerpercayaan mengacu pada kejujuran, integritas dan dapat dipercayainya seorang sumber, sementara keahlian dan kepercayaan akan bintang iklan dapat terbentuk, padahal belum tentu merupakan bukan orang yang ahli dalam bidangnya.

c. Daya tarik

Daya tarik merupakan faktor yang penting meliputi sejumlah karakteristik yang dapat dilihat masyarakat dalam diri bintang iklan, kecerdasan, kepribadian, daya tarik fisik, gaya hidup dan lain-lain. 3. Slogan merupakan cara yang baik untuk menarik perhatian pemirsa.

Slogan merupakan ungkapan kata atau kalimat yang dirumuskan dalam bentuk ringkas tetapi padat tentang suatu produk agar mudah diingat dan mengikat emosi khalayak.

4. Jingle yang baik harus bisa membangun nuansa dan emosi agar pesan bisa diterima dengan baik, juga membangun keinginan dari orang yang mendengarkan untuk membeli produk yang diinginkan.

Dalam pembuatan iklan, untuk menghasilkan iklan yang baik penting juga menggunakan elemen-elemen dalam sebuah rumus yang dikenal sebagai AIDCA (Kasali, 1995:83) yang terdiri dari :

1. Perhatian (Attention)

(34)

trik-trik khusus untuk menimbulkan perhatian calon pembeli, seperti : (1) menggunakan headline yang mengarahkan, (2) menggunakan slogan yang mudah diingat, (3) menonjolkan atau menebalkan huruf-huruf tentang harga (bila harga merupakan unsur penting dalam mempengaruhi orang untuk membeli), (4) menonjolkan selling point suatu produk, (5) menggunakan sub-sub judul untuk membagi naskah dalam beberapa paragraf pendek, (6) menggunakan huruf tebal untuk kata-kata yang menjual.

2. Minat (Interest)

Setelah perhatian calon pembeli berhasil direbut, persoalan yang dihadapi bagaimana agar konsumen berminat dan ingin tahu lebih lanjut. Untuk itu mereka dirangsang agar membaca dan mengikuti pesan-pesan yang disampaikan. Dengan demikian penggunaan kata-kata atau kalimat-kalimat pembuka sebaiknya dapat merangsang orang untuk tahu lebih lanjut.

3. Kebutuhan atau Keinginan (Desire)

Iklan harus berhasil menggerakkan keinginan orang untuk memiliki atau menikmati produk. Kebutuhan atau keinginan mereka untuk memiliki, memakai, atau melakukan sesuatu harus dibangkitkan.

4. Rasa percaya (Conviction)

(35)

pemberian contoh secara gratis, dan menyondongkan pandangan-pandangan positif dari tokoh-tokoh masyarakat terkemuka serta hasil pengujian oleh pihak ketiga, misal hasil pengujian dari Departemen Kesehatan, Departemen Perindustrian, Lembaga Swadaya Masyarakat atau Perguruan Tinggi.

5. Tindakan (Action)

Upaya terakhir membujuk calon pembeli agar sesegera mungkin melakukan tindakan pembelian. Memilih kata yang tepat agar calon pembeli melakukan respon sesuai dengan yang diharapkan adalah suatu pekerjaan yang sulit.

Dalam pembuatan iklan dan pemilihan media yang digunakan harus memperhatikan faktor stimulus dan respon. Maksudnya ketika iklan itu dibuat, respon apa yang diharapkan oleh konsumen. Dari respon itu akan menimbulkan stimuli yang dapat mendorong respon teresebut. Di Indonesia media iklan yang utama masih menggunakan media elektronika yang memberikan dampak yang lebih besar daripada media cetak. Penayangan iklan dalam media televisi selain dapat didengar dan dilihat juga dapat dinikmati di seluruh wilayah yang luas.

(36)

1. Iklan lini atas (above-the-line)

Iklan lini atas terdiri dari iklan-iklan yang dimuat dalam media cetak (surat kabar, majalah, dan sebagainya), media elektronik (radio, televisi dan bioskop), serta media luar ruang (papan reklame dan angkutan)(Kasali, 1995:23).

2. Iklan lini bawah (below-the-line)

(37)

E. Pengertian Merek

Merek adalah ”nama, istilah, tanda, simbol, atau kombinasi dari hal-hal tersebut, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa dari seseorang atau sekelompok penjual dan untuk membedakannya dari produk pesaing” (Kotler dan Susanto, 2001:575).

Merek mempunyai peranan yang cukup penting, baik bagi pembeli (konsumen) maupun bagi penjual (produsen). Bagi pembeli, merek memberikan manfaat, antara lain (Asri, 1986:218) :

1. Memudahkan mereka dalam mengenali suatu barang atau jasa yang dapat memuaskan kebutuhan mereka.

2. Memberikan keyakinan bahwa mereka telah membeli barang yang ”benar” seperti apa yang diinginkan.

3. Memudahkan mereka dalam membanding-bandingkan kualitas, harga, dan sebagainya antara produk yang sama.

4. Memudahkan mereka mengingat ciri barang atau jasa untuk keputusan pembelian berikutnya.

5. Memudahkan mereka untuk memberikan atau meneruskan informasi tentang suatu barang atau jasa kepada orang lain.

Sedangkan bagi penjual, merek dapat pula memberikan berbagai manfaat, antara lain sebagai berikut (Asri, 1986:218) :

(38)

2. Merek merupakan sesuatu yang dapat diiklankan untuk mendapatkan tanggapan dari calon pembeli.

3. Merek juga membantu penjual dalam memperkirakan market share mereka agar pembeli tidak bingung dalam memilih produk.

4. Merek dapat ”melindungi” penjual dari penurunan harga yang terlalu jauh, karena pembeli tidak semata-mata menjadikan harga sebagai alat pembanding anatara dua produk yang berbeda merek.

5. Merek dapat membantu penjual dalam menambah suatu ”prestige” bagi pembelinya.

(39)

Kesan positif yang diperoleh konsumen pada suatu merek akan menjadikan konsumen ”cinta” dengan merek tersebut. Kesukaan seseorang pada suatu merek produk, pada dasarnya dapat diuraikan ke dalam empat kelompok berikut ini (Asri, 1986:219) :

1. Non recognition

Dalam hal ini konsumen cenderung untuk tidak menghiraukan merek barang yang mereka beli, karena merek tidak akan membedakan barang tersebut dari lainnya. Biasanya ini terjadi pada barang-barang sederhana yang dibeli sehari-hari seperti korek api, garam ataupun peniti. Bagi barang-barang tersebut, kalaupun diberi merek nama, hanya sekedar memudahkan pengawasan persediaan bagi para penyalur atau pengecer. 2. Recognition

Dalam hal ini konsumen merasa pernah mendengar atau melihat suatu merek tertentu. Ini menunjukkan bahwa penampilan merek tersebut ternyata meninggalkan ”bekas” pada ingatan konsumen. Kesan yang membekas ini, entah positif atau negatif dapat menjadi pangkal tolak dari keingintahuan lebih banyak pada diri konsumen tentang produk yang menyandang merek tersebut.

3. Preference

(40)

pengalaman yang baik pada waktu-waktu sebelumnya, sehingga terjadi keinginan untuk mengulangi membeli produk dalam merek yang sama. 4. Insistence

Tahap ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari tahap preference, dimana konsumen akan berusaha dengan susah payah mendapatkan merek yang diinginkan. Tahap inilah yang diinginkan oleh manajemen pemasaran pada umumnya.

Sebuah merek yang baik akan mampu membuat perbedaan antar produk yang memakai merek-merek lain. Merek yang baik juga mampu berkomunikasi, menjelaskan produk apa dan siapa pembuatnya. Beberapa persyaratan untuk dapat dikatakan sebagai merek yang baik yakni (Asri, 1986:220) :

1. Menjelaskan sesuatu tentang karakteristik produk seperti manfaat, penggunaan atau bekerjanya produk.

2. Mudah dieja, diucapkan dan diingat, sehingga merek yang sederhana dan singkat lebih diutamakan.

3. Mengandung arti adanya perbedaan atau sesuatu yang khusus dibandingkan dengan merek lain.

(41)

5. Dapat didaftarkan dan mendapat perlindungan hukum. Salah satu hal yang tampaknya perlu dipenuhi disini adalah nama tersebut tidak atau belum pernah dimiliki oleh produk atau produsen lain.

Merek ditonjolkan dengan menciptakan sebuah gambaran, sehingga suatu merek seolah mempunyai ciri khas tersendiri. Merek lebih bermakna daripada sekedar produk, karena merek mengandung nilai-nilai yang bersifat intangible (tidak dapat diraba), emosional, keyakinan, harapan, serta sarat dengan persepsi pelanggan (Rangkuti, 2002:xi).

F. Minat

(42)

G. Pembelian Ulang

Pembelian ulang merupakan pembelian yang pernah dilakukan oleh pembeli terhadap suatu produk yang sama, dan akan membeli lagi untuk kedua atau ketiga kalinya (Swastha dan Handoko, 2000:114). Situasi kedua ini berada di antara situasi pertama dan ketiga dalam hal waktu yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan, informasi yang diperlukan, berbagai alternatif yang harus dipertimbangkan dan sebagainya. Keputusan yang harus diambil dalam situasi kedua ini relatif lebih mudah daripada situasi pertama. Demikian pula banyaknya informasi yang dibutuhkan tidak sebanyak pada situasi pertama.

H. Promotional Mix(Bauran Promosi)

Promosi merupakan salah satu variabel di dalam marketing mix yang sering dilaksanakan oleh perusahaan dalam pemasaran produk atau jasanya. Produk dirancang untuk menaruh nama, ketrampilan dan kegiatan perusahaan yang berpromosi itu ke hadapan klien yang sekarang ada dan yang potensial.

(43)

Variabel-variabel yang ada di dalamPromotional Mixadalah (Swastha dan Irawan, 1985:350) :

1. Periklanan

Periklanan merupakan bentuk presentasi dan promosi non pribadi tentang ide, barang dan jasa, yang dibayar oleh sponsor tertentu; yaitu tidak hanya perusahaan saja, tetapi juga lembaga-lembaga non laba seperti : Lembaga Pemerintahan, Perguruan Tinggi, dan sebagainya serta individu-individu. Komunikasi yang dilakukan sponsor bersifat massal karena menggunakan media massa, seperti: radio, televisi, surat kabar, majalah, dan sebagainya. Iklan yang dipasang pada media-media tersebut dapat memberikan umpan balik kepada sponsornya (berupa tanggapan) meskipun dalam rentang waktu tertentu atau tidak secepat personal selling. Dalam kegiatan periklanan terdapat dua keputusan penting yang harus diambil yaitu : a. Menentukan iklan yang harus disampaikan kepada pasar yang dituju. b. Memilih media yang paling sesuai

2. Personal Selling

(44)

fleksibel karena dapat menyesuaikan dengan situasi yang ada. Kegiatan personal sellingini tidak hanya terjadi di tempat penjual atau toko.

3. Publisitas

Publisitas adalah bentuk penyajian dan penyebaran ide, barang dan jasa secara non-personal, yang mana orang atau organisasi yang diuntungkan tidak membayar untuk itu. Publisitas merupakan pemanfaatan nilai-nilai berita yang terkandung dalam suatu produk untuk membentuk citra produk yang bersangkutan. Dibandingkan iklan, publisitas mempunyai kredibilitas yang baik, karena pembenaran (baik langsung maupun tidak langsung) dilakukan oleh pihak lain selain pemilik iklan.

4. Promosi Penjualan

Promosi penjualan ”terdiri dari kumpulan alat-alat insentif yang beragam, sebagian besar berjangka pendek, dirancang untuk mendorong pembelian suatu produk/jasa tertentu secara lebih cepat dan/atau lebih besar oleh konsumen atau pedagang” (Kotler, 2000:681).

(45)

5. Hubungan Masyarakat

Hubungan masyarakat adalah ”membangun hubungan yang baik dengan berbagai publik perusahaan, dengan memperoleh atau menghasilkan publisitas yang menyenangkan menumbuhkembangkan suatu ”citra” yang baik dan menangani atau melenyapkan desas-desus, cerita dan peristiwa yang tidak menyenangkan” (Kotler dan Amstrong, 1992:172).

Manajer pemasaran dan spesialis hubungan masyarakat tidak selalu berbicara dalam bahasa yang sama. Manajer pemasaran lebih berorientasi pada laba, sementara praktisi hubungan masyarakat memandang tugas mereka adalah menyiapkan dan menyebarkan komunikasi. Banyak perusahaan membentuk hubungan masyarakat pemasaran (marketing public relation) untuk mendukung secara langsung promosi penjualan atau produk dan pembentukan citra.

I. Penelitian-Penelitian Sebelumnya

(46)

mempengaruhi sikap dan perilaku konsumerisme ibu-ibu rumah tangga, (2) faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan membeli adalah kebutuhan saat itu, kualitas dari produk dan pengaruh dari orang lain (teman, anggota keluarga, dan lainnya), (3) media yang paling efektif dalam menyampaikan iklan produk adalah media televisi dan selanjutnya majalah, surat kabar, radio dan terakhir pamflet.

(47)

bersama-sama terhadap loyalitas konsumen, (b) ada pengaruh perhatian, minat, keinginan, rasa, percaya, dan tindakan secara parsial terhadap loyalitas konsumen, (c) rasa percaya memiliki pengaruh dominan terhadap loyalitas konsumen dan tidak ada perbedaan loyalitas konsumen laki-laki dan perempuan pada merek sabun mandi Lux.

J. Hipotesis

Dalam penelitian ini penulis mengajukan hipotesis untuk rumusan masalah sebagai berikut :

1. Slogan dan bintang iklan secara parsial berpengaruh terhadap minat pembelian ulang konsumen

(48)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus. Studi kasus merupakan penelitian yang terperinci mengenai obyek tertentu, termasuk lingkungan dan kondisi masa lalunya dengan cukup mendalam dan menyeluruh. Studi kasus ini dilakukan pada masyarakat di Kelurahan Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta pada bulan September 2007.

C. Subyek dan Obyek Penelitian

1. Subyek penelitian : subyek penelitian dalam penelitian ini adalah masyarakat di Kelurahan Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta yang pernah melihat iklan dan membeli produk Jamu Tolak Angin.

(49)

D. Variabel Penelitian

1. Variabel Independent atau variabel bebas adalah variabel yang tidak tergantung pada variabel lain. Variabel bebas dari penelitian ini adalah slogan dan bintang iklan jamu Tolak Angin.

2. Variabel Dependent atau variabel terikat adalah variabel yang tergantung pada variabel lain. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah minat pembelian ulang konsumen terhadap jamu Tolak Angin.

E. Teknik Pengumpulan Data

1. Studi pustaka

Peneliti mencari data pendukung lainnya yang membantu dalam penelitian yang mencakup berbagai artikel dan teori pendukung lainnya.

2. Kuesioner

(50)

”sangat setuju” mempunyai tingkatan yang lebih tinggi dari ”setuju”, dan ”setuju” lebih tinggi dari ”netral” begitu seterusnya.

3. Wawancara

Wawancara adalah salah satu teknik pengumpulan data. Pelaksanaannya dilakukan secara langsung yaitu berhadapan langsung yaitu berhadapan muka dengan orang yang akan diwawancarai. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan wawancara langsung dengan responden, guna mengetahui apakah responden pernah melihat iklan Jamu Tolak Angin dan pernah menggunakan produk tersebut.

F. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 1999:72). Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di Kelurahan Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta.

2. Sampel

(51)

dan membeli produk jamu Tolak Angin di Kelurahan Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta.

Sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif atau mewakili. Besarnya sampel dapat ditentukan dengan menggunakan perhitungan dengan rumus (Suparmoko, 1996:40):

n = 2

n : besarnya sampel yang akan diambil Z : luas area dalam kurva normal p (l-p) : pendugaan interval proporsi

E : tingkat kesalahan (error) yang dapat ditolerir

Apabila proporsi tidak diketahui, maka nilai p (l-p) yaitu 0,25. Derajat kepercayaan (confident level) yang digunakan dalam penelitian ini adalah 95% dan tingkat kesalahan sebesar 0,05 dengan demikian besarnya n dapat dilihat sebagai berikut:

n = 2

(52)

G. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah teknik accidental sampling. Teknik pengambilan sampel ini adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan ditemui oleh peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 1999:77). Dalam penelitian ini adalah orang-orang di Kelurahan Baciro yang pernah melihat iklan jamu Tolak Angin dan membeli produk jamu Tolak Angin.

H. Definisi Operasional Variabel

1. Slogan

Slogan adalah ungkapan kata atau kalimat yang dirumuskan dalam bentuk ringkas tetapi padat tentang suatu produk agar mudah diingat dan mengikat emosi khalayak.

2. Bintang iklan

Bintang iklan adalah seseorang yang digunakan oleh suatu produk sebagai icon dari produk yang diiklankan tersebut. Seseorang yang digunakan sebagai bintang iklan tersebut biasanya seorang artis terkenal atau orang yang dapat mewakili produk tersebut.

3. Pembelian Ulang

(53)

kedua atau ketiga kalinya. Keputusan yang harus diambil dalam situasi kedua ini relatif mudah daripada pembelian yang pertama. Demikian pula informasi yang dibutuhkan tidak perlu sebanyak pada situasi yang pertama (Swastha dan Handoko, 2000:114).

I. Teknik Pengujian Kuesioner

Guna pengujian validitas dan realibilitas dalam penelitian ini, penulis menggunakan sampel sebanyak 30 orang.

1. Pengujian Validitas

Validitas suatu instrumen adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau tingkat kesahihan suatu instrumen. Instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan (Arikunto, 2002:144). Taraf validitas suatu instrumen dinyatakan dalam suatu koefisien yang disebut koefisien validitas (rxy). Guna menguji validitas

(kesahihan) kuesioner dalam penelitian ini digunakan teknik korelasi product momentdengan formula :

rxy=

(54)

x : nilai pertanyaan y : nilai total pertanyaan

Untuk menentukan apakah butir-butir pertanyaan instrumen penelitian valid atau tidak valid, maka ketentuannya sebagai berikut : a. Jika r hitung ≥ r tabel dengan taraf signifikansi 5%, maka butir dan

variabel tersebut valid

b. Jika r hitung < r tabel dengan taraf signifikansi 5%, maka butir dan variabel tersebut tidak valid

2. Pengujian Reliabilitas

Reliabilitas menunjukkan suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Instrumen yang baik tidak akan bersifat mengarahkan responden untuk memilih jawaban tertentu (Arikunto, 2002:154). Guna mengukur reliabilitas digunakan teknik belah dua, yaitu membagi pertanyaan yang valid menjadi belah dua antara kelompok item bernomor ganjil dan kelompok item bernomor genap. Langkah selanjutnya adalah mencari korelasi kedua kelompok data tersebut guna menghasilkan koefisien korelasi (rxy). Rumus untuk

menghitung koefisien korelasi adalah sebagai berikut :

(55)

Keterangan :

rxy : koefisien korelasi

x : nilai item-item yang bernomor ganjil y : nilai item-item yang bernomor genap n : jumlah sampel

Dari hasil pengukuran koefisien korelasi tersebut, kemudian dimasukkan ke dalam rumusSpearman Brownsebagai berikut :

rgg=

rgg : koefisien reliabilitas

rxy : koefisien korelasiproduct moment(antara nilai item ganjil dan

nilai item genap) dengan taraf nyata 5%

Dengan taraf signifikansi ( α ) 5% apabila rgg ≥r tabel maka kuesioner

sebagai alat ukur dinyatakan handal dan dapat dikatakan memenuhi syarat reliabilitas atau dapat dirumuskan sebagai berikut :

a. Jika r positif dan nilai r hitung ≥ r tabel dengan taraf signifikansi 5% maka butir dan variabel tersebut reliabel atau handal

(56)

J. Teknik Analisis Data

1. Analisis kualitatif

Metode ini digunakan untuk menganalisa data yang berhubungan dengan responden. Dalam analisis kualitatif akan disajikan gambaran responden yang diperoleh melalui kuesioner. Analisis kualitatif adalah analisis jawaban dari kuesioner yang diberikan kepada responden yang menggunakan produk jamu Tolak Angin. Peneliti memberikan 5 alternatif jawaban kepada responden, untuk menganalisis penggunaan slogan dan bintang iklan terhadap minat membeli kembali produk jamu Tolak Angin dengan penilaian sebagai berikut :

a. Sangat setuju (SS) 5

b. Setuju (S) 4

c. Netral (N) 3

d. Tidak setuju (TS) 2 e. Sangat tidak setuju (STS) 1 2. Analisis kuantitatif

(57)

a. Analisis regresi linier berganda

Analisis regresi linier berganda ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh perubahan dari beberapa variabel bebas (X1dan

X2) terhadap minat pembelian ulang konsumen (Y). Analisis regresi

linier berganda dapat dirumuskan sebagai berikut : Y = a + b1X1+ b2X2

Keterangan :

Y = minat pembelian ulang konsumen a = konstanta

b1 = koefisien regresi slogan iklan

b2 = koefisien regresi bintang iklan

X1 = slogan iklan

X2 = bintang iklan

b. Uji hipotesis slogan dan bintang iklan secara parsial berpengaruh terhadap minat pembelian konsumen.

Guna menguji hipotesis slogan iklan dan bintang iklan secara parsial berpengaruh terhadap minat pembelian ulang konsumen digunakan uji t. Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas (X1 dan

X2) secara parsial terhadap variabel terikat (Y). Uji t dapat dirumuskan

sebagai berikut :

t= Seb

(58)

Keterangan :

b = koefisien regresi Seb =standard error

Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: a. Menentukan hipotesis

a. H0 : b1;b2 = 0, artinya tidak ada pengaruh slogan (X1) dan

bintang iklan (X2) secara parsial terhadap minat pembelian

ulang konsumen (Y).

b. Ha : b1;b2 ≠ 0, artinya ada pengaruh slogan (X1) dan bintang

iklan (X2) secara parsial terhadap minat pembelian ulang

konsumen (Y).

b. Menentukanlevel significance(α) yaitu sebesar 0,05 atau 5%. c. Menentukan batasan pengujian (rule of test)

Batasan pengujian (rule of test) ditunjukkan oleh besarnya t tabel yang dicari berdasarkan pada besarnya nilai df (degree of freedom) atau derajat kebebasan dan level significance (α). Persamaan batasan pengujian dapat dirumuskan sebagai berikut :

t tabel = 2

α

; n – 2

4. Menentukan kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis 1. H0ditolak, apabila t hitung > t tabel atau t hitung < - t tabel

(59)

Kriteria hipotesis tersebut dapat digambarkan dalam kurva hipotesis sebagai berikut :

Gambar 3.1

Daerah penerimaan H0dan daerah penolakan H0

5. Kesimpulan

a. Apabila t hitung > t tabel atau t hitung < - t tabel, maka dinyatakan bahwa H0ditolak, berarti ada pengaruh slogan dan

bintang iklan secara parsial terhadap minat pembelian ulang konsumen.

b. Apabila – t tabel ≤t hitung ≤ t tabel, maka dinyatakan bahwa H0 diterima, berarti tidak ada pengaruh slogan dan bintang

(60)

c. Uji hipotesis slogan dan bintang iklan secara simultan berpengaruh terhadap minat pembelian ulang konsumen

Guna menguji hipotesis slogan dan bintang iklan secara bersama-sama atau simultan terhadap minat pembelian ulang konsumen digunakan uji F. Uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas (X1

dan X2) secara simultan terhadap variabel terikat (Y). Uji F dapat

dirumuskan sebagai berikut :

F =

R2 = koefisien regresi berganda k = banyaknya jumlah variabel bebas n = jumlah sampel

Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: a. Menentukan hipotesis

a. H0 : b1 = b2 = 0, artinya tidak ada pengaruh slogan (X1) dan

bintang iklan (X2) secara simultan terhadap minat pembelian

ulang konsumen (Y).

b. Ha: b1 ≠ b2 ≠ 0, artinya ada pengaruh slogan (X1) dan bintang

iklan (X2) secara simultan terhadap minat pembelian ulang

(61)

2. Menentukanlevel significance(α) yaitu sebesar 0,05 atau 5%. 3. Menentukan batasan pengujian (rule of test)

Batasan pengujian (rule of test) ditunjukkan oleh besarnya F tabel yang dicari berdasarkan pada besarnya nilai df (degree of freedom) atau derajat kebebasan dan level significance (α). Persamaan batasan pengujian dapat dirumuskan sebagai berikut :

F tabel = α ; k ; n – 1 – k

4. Menentukan kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis a. H0ditolak, apabila F hitung > F tabel

b. H0diterima, apabila F hitung ≤ F tabel

Kriteria hipotesis tersebut dapat digambarkan dalam kurva hipotesis sebagai berikut :

Gambar 3.2

(62)

5. Kesimpulan

a. Apabila apabila F hitung > F tabel, maka dinyatakan bahwa H0

ditolak, berarti ada pengaruh slogan dan bintang iklan secara simultan terhadap minat pembelian ulang konsumen.

b. Apabila F hitung ≤ F tabel, maka dinyatakan bahwa H0

(63)

BAB IV

GAMBARAN PERUSAHAAN

A. Sejarah PT. Sidomuncul

PT. Sidomuncul bermula dari sebuah industri rumah tangga pada tahun 1940, dikelola oleh Ibu Rahkmat Sulistio dan dibantu oleh tiga orang karyawan di Yogyakarta. Banyaknya permintaan terhadap kemasan jamu yang lebih praktis, mendorong beliau memproduksi jamu dalam bentuk yang praktis (serbuk). Seiring dengan kepindahan beliau ke Semarang , maka pada tahun 1951 didirikan perusahaan sederhana dengan nama Sidomuncul yang berarti "impian yang terwujud" dengan lokasi di Jalan Mlaten Trenggulan. Produk pertama dan andalan dari Sidomuncul adalah Jamu Tolak Angin, produk jamu buatan Ibu Rakhmat ini, mulai mendapat tempat di hati masyarakat sekitar dan permintaan akan produk Jamu Tolak Angin selalu meningkat. Dalam perkembangannya, pabrik yang terletak di Jalan Mlaten Trenggulun ternyata tidak mampu lagi memenuhi kapasitas produksi yang besar akibat permintaan pasar yang terus meningkat. Maka pada tahun 1984 pabrik di Jalan Mlaten Trenggulan dipindahkan ke Lingkungan Industri Kecil di Jl. Kaligawe, Semarang.

(64)

lebih besar dan modern, maka di tahun 1997, diadakan peletakan batu pertama pembangunan pabrik baru di Klepu, Ungaran oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X dan disaksikan Direktur Jendral Pengawas Obat dan Makanan saat itu, Drs. Wisnu Kaltim. Pabrik baru yang berlokasi di Klepu, Kecamatan Bergas, Ungaran dengan luas 29 hektar tersebut diresmikan oleh Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Republik Indonesia saat itu, dr. Achmad Sujudi pada tanggal 11 November 2000. Saat peresmian pabrik, Sidomuncul juga menerima dua sertifikat yaitu Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) setara dengan farmasi, dan sertifikat inilah yang menjadikan PT. SidoMuncul sebagai satu-satunya pabrik jamu berstandar farmasi

B. Visi dan Misi PT. Sidomuncul

PT. SidoMuncul mempunyai visi dan misi. Visi dari PT. Sidomuncul adalah menjadi industri jamu yang dapat memberikan manfaat pada masyarakat dan lingkungan. Sedangkan misi dari PT. Sidomuncul adalah:

1. Meningkatkan mutu pelayanan di bidang herbal tradisional

2. Mengembangkan research / penelitian yang berhubungan dengan pengembangan pengobatan dengan bahan-bahan alami.

3. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membina kesehatan melalui pola hidup sehat, pemakaian bahan-bahan alami dan pengobatan

(65)

4. Ikut mendorong pemerintah / instansi resmi agar lebih berperan dalam pengembangan pengobatan tradisional.

C. Penghargaan atau Award yang Diterima oleh PT. Sidomuncul

1. Penghargaan “Best Encouragement Product 2003”,tingkat ASEAN, untuk

produk minumanTurmeric Natural Drinks/ Kunyit Asam.

2. Penghargaan "Solo Customer Satisfaction Index ( SCSI ) 2003", sebagai

merek Jamu terpopuler.

3. Penghargaan "Best Brand"dari Frontier dan majalah SWA, untuk produk

KukuBima.

4. Merek Dagang Unggulan Indonesia 2003

5. Penghargaan dari Departemen Perhubungan dan Departemen Tenaga

Kerja dan Transmigrasi untuk program Mudik Lebaran Gratis ke -13 kali,

tahun 2002

6. Penghargaan Cakram Award 2002 untuk kategori Pengiklan Terbaik tahun

2002

7. Penghargaan “ICSA 2002 ", untuk produk Kuku Bima / Kategori Jamu

dan Obat Kuat Pria

8. Penerima Sertifikat Cara Pembuatan Obat Tradisonal yang Baik

“CPOTB” dan Cara Pembuatan Obat yang Baik “CPOB” 2000, sebagai

perusahaan Jamu pertama di Indonesia yang melakukan standarisasi

(66)

D. Produk PT.Sidomuncul

Dalam beberapa tahun ini PT. Sidomuncul telah banyak meluncurkan

produk di pasaran yang terbagi menjadi beberapa kategori yaitu:

1. Jamu tradisional Kuku Bima

Produk-produk jamu tradisional Kuku Bima adalah jamu Kuku Bima,

Kuku Bima Ener-G, jamu Kuku Bima Ginseng dan jamu Kuku Bima TL.

2. Jamu tradisional Tolak Angin

Varian produk jamu tradisional Tolak Angin yang telah diproduksi PT.

Sidomuncul adalah jamu Tolak Angin dan jamu Tolak Angin Ekstra

Hangat.

3. Jamu Instan

Macam-macam produk dari jamu instan adalah jamu Galian Putri, jamu

Pegel Linu, jamu Pelangsing Perut, jamu Sehat Pria dan jamu Sehat

Wanita.

4. Minuman Kesehatan

PT.Sidomuncul juga memproduksi berbagai jenis minuman kesehatan

antara lain Sidomuncul Vitamin C 1000 mg, Alang Sari, Anak Sehat, Jahe

Wangi, Kunyit Asam, dan sebagainya.

5. Permen

Dalam kategori permen PT. Sidomuncul memproduksi permen Tolak

(67)

E. Kondisi Umum Kelurahan Baciro

Kelurahan Baciro merupakan bagian dari kecamtan Gondokusuman dengan

batas-batas wilayah sebagai berikut:

1. Sebelah utara kelurahan Baciro berbatasan dengan kelurahan Demangan,

kecamatan Gondokusuman.

2. Sebelah selatan kelurahan Baciro berbatasan dengan kelurahan Semaki,

kecamatan Umbulharjo.

3. Sebelah barat kelurahan Baciro berbatasan dengan kelurahan Bausasran,

kecamatan Danurejan.

4. Sebelah timur kelurahan Baciro berbatasan dengan kelurahan Muja-muju,

(68)

Banyaknya penduduk di kelurahan Baciro menurut jenis kelamin pada akhir tahun 2006 dapat dilihat pada tabel IV.1 yaitu sebagai berikut:

Tabel IV.1

Jumlah Penduduk Kelurahan Baciro Menurut Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Jumlah

Pria (Laki-laki) 10.458 jiwa Wanita (Perempuan) 11.222 jiwa Jumlah Penduduk 21.680 jiwa Sumber : Biro Pusat Statistik tahun 2006

(69)

BAB V

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Pengujian Instrumen Penelitian

1. Pengujian Validitas Instrumen

Sebelum kuesioner disebarkan kepada responden guna memperoleh data yang diharapkan, terlebih dahulu dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas tehadap kuesioner. Hal ini dimaksudkan agar kuesioner yang digunakan sebagai alat ukur penelitian benar-benar valid dan reliabel dalam mengukur data yang dibutuhkan dalam penelitian ini.

(70)

Guna menentukan apakah butir-butir pertanyaan instrumen penelitian valid atau tidak valid, maka ketentuannya sebagai berikut :

a. Jika r hitung ≥ r tabel dengan taraf signifikansi 5%, maka butir dan variabel tersebut valid

b. Jika r hitung < r tabel dengan taraf signifikansi 5%, maka butir dan variabel tersebut tidak valid

Dari tabel r pearson product moment dengan jumlah sampel 30 responden dan tingkat signifikansi sebesar 5% maka diperoleh angka r tabel sebesar 0,361. Hasil pengujian validitas instrumen penelitian dapat dilihat pada tabel V.1 sampai dengan tabel V.3 berikut ini:

Tabel V.1

Hasil Pengujian Validitas Instrumen Penelitian pada Komponen Slogan Iklan

Butir Pertanyaan Skor Korelasi

(r hitung)

r tabel Tafsir

Butir 1 0,613 0,361 Valid

Butir 2 0,819 0,361 Valid

Butir 3 0,795 0,361 Valid

Butir 4 0,762 0,361 Valid

Butir 5 0,712 0,361 Valid

(71)

Tabel V.2

Hasil Pengujian Validitas Instrumen Penelitian pada Komponen Bintang Iklan

Butir Pertanyaan Skor Korelasi

(r hitung)

r tabel Tafsir

Butir 1 0,646 0,361 Valid

Butir 2 0,820 0,361 Valid

Butir 3 0,772 0,361 Valid

Butir 4 0,630 0,361 Valid

Butir 5 0,618 0,361 Valid

Sumber : data primer diolah

Tabel V.3

Hasil Pengujian Validitas Instrumen Penelitian pada Komponen Minat Pembelian Ulang

Butir Pertanyaan Skor Korelasi

(r hitung)

r tabel Tafsir

Butir 1 0,958 0,361 Valid

Butir 2 0,964 0,361 Valid

Sumber : data primer diolah

(72)

2. Pengujian Reliabilitas Instrumen

Reliabilitas menunjukkan suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Uji reliabilitas juga dimaksudkan untuk mengetahui apakah item pertanyaan untuk setiap variabel konsisten digunakan sebagai alat ukur. Guna mengukur reliabilitas digunakan teknik Spearman Brown dengan taraf signifikansi ( α ) 5% apabila r hitung≥r tabel maka kuesioner sebagai alat ukur dinyatakan handal dan dapat dikatakan memenuhi syarat reliabilitas atau dapat dirumuskan sebagai berikut :

a. Jika r positif dan nilai r hitung ≥ r tabel dengan taraf signifikansi 5% maka butir dan variabel tersebut reliabel atau handal

(73)

Tabel V.4

Hasil Pengujian Reliabilitas Instrumen Penelitian

Variabel Skor Korelasi

(r hitung)

r tabel Tafsir

Slogan iklan 0,804 0,364 Reliabel Bintang iklan 0,587 0,364 Reliabel Minat pembelian ulang 0,916 0,364 Reliabel Sumber : data primer diolah

Guna menguji reliabilitas instrumen dan mendapatkan hasil seperti dalam Tabel V.4, maka digunakan rumusSpearman Brown. Hasilnya adalah sebagai berikut: 1. Pengujian reliabilitas variabel slogan iklan (X1)

rgg=

(74)

2. Pengujian reliabilitas variabel bintang iklan (X2)

Hasil pengujian reliabilitas pada variabel bintang iklan menunjukkan bahwa variabel bintang iklan mempunyai skor positif dan lebih besar daripada nilai r tabel. Jadi disimpulkan bahwa r hitung sebesar 0,587 lebih besar daripada t tabel sebesar 0,364, sehingga dapat dikatakan instrumen variabel bintang iklan tersebut dinyatakan reliabel atau handal.

3. Pengujian reliabilitas variabel minat pembelian ulang konsumen (Y)

(75)

Hasil pengujian reliabilitas pada variabel minat pembelian ulang konsumen menunjukkan bahwa variabel minat pembelian ulang konsumen Jamu Tolak Angin mempunyai skor positif dan lebih besar daripada nilai r tabel. Jadi disimpulkan bahwa r hitung sebesar 0,916 lebih besar daripada t tabel sebesar 0,364, sehingga dapat dikatakan instrumen variabel minat pembelian ulang konsumen tersebut dinyatakan reliabel atau handal.

Berdasarkan hasil pengujian reliabilitas menunjukkan bahwa keseluruhan variabel yang ada dalam penelitian mempunyai skor positif dan lebih besar daripada nilai r tabel sebesar 0,364, sehingga dapat dikatakan keseluruhan variabel atau instrumen tersebut dinyatakan reliabel atau handal.

B. Analisis Kualitatif

(76)

1. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin

Berdasarkan pengumpulan data melalui kuesioner, karakteristik responden menurut jenis kelamin dapat dilihat pada tabel V.5 sebagai berikut:

Tabel V.5

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Jumlah Responden Persentase

Pria (Laki-laki) 53 53%

Wanita (Perempuan) 47 47%

100 100%

Sumber : data primer diolah

(77)

2. Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan

Berdasarkan pengumpulan data melalui kuesioner, karakteristik responden menurut tingkat pendidikan dapat dilihat pada tabel V.6 sebagai berikut:

Tabel V.6

Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Tingkat Pendidikan Jumlah Responden Persentase

SD 2 2%

SMP 3 3%

SMU 16 16%

Perguruan Tinggi 65 65%

Lain-lain 14 14%

100 100%

Sumber : data primer diolah

(78)

3. Karakteristik responden berdasarkan jenis pekerjaan

Berdasarkan pengumpulan data melalui kuesioner, karakteristik responden menurut jenis pekerjaan dapat dilihat pada tabel V.7 sebagai berikut:

Tabel V.7

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan

Jenis Pekerjaan Jumlah Responden Persentase

Pelajar atau Mahasiswa 64 64% Pegawai negri atau swasta 14 14% Pengusaha atau wirausaha 16 16%

Lain-lain 6 6%

100 100%

Sumber : data primer diolah

(79)

4. Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendapatan

Berdasarkan pengumpulan data melalui kuesioner, karakteristik responden menurut tingkat pendapatan dapat dilihat pada tabel V.8 sebagai berikut:

Tabel V.8

Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendapatan

Tingkat Pendapatan Jumlah Responden Persentase

Dibawah Rp. 500.000,- 42 42%

Rp. 500.000,- - < Rp. 800.000,- 29 29% Rp. 800.000,- - Rp. 1.100.000,- 14 14% Di atas Rp. 1.100.000,- 15 15%

100 100%

Sumber : data primer diolah

(80)

5. Karakteristik responden berdasarkan frekuensi menonton televisi

dalam 2 bulan terakhir.

Berdasarkan pengumpulan data melalui kuesioner, karakteristik responden menurut tingkat frekuensi menonton televisi dalam 2 bulan terakhir dapat dilihat pada tabel V.9 sebagai berikut:

Tabel V.9

Karakteristik Responden Berdasarkan Frekuensi Menonton Televisi

Frekuensi Menonton Jumlah Responden Persentase

Setiap hari dalam beberapa jam 55 55% Setiap hari pada jam tertentu 30 30% Hanya pada hari tertentu 15 15%

Tidak pernah -

-100 100%

Sumber : data primer diolah

(81)

C. Analisis Kuantitatif

Teknik analisis kuantitatif yaitu suatu metode yang didasarkan pada formulasi tertentu yang ditunjukkan dengan angka, metode kuantitatif digunakan untuk menguji kebenaran hipotesis selanjutnya untuk memperoleh kesimpulan.

1. Analisis regresi linier berganda

Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel independen (slogan iklan dan bintang iklan) terhadap variabel dependen (minat pembelian ulang). Besarnya pengaruh masing-masing variabel independen ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi (b) dari masing-masing variabel bebas. Model regresi linier berganda untuk 2 variabel bebas terhadap variabel terikat dapat dirumuskan sebagai berikut :

Y = a + b1X1+ b2X2

Keterangan :

Y = minat pembelian ulang konsumen a = konstanta

b1 = koefisien regresi slogan iklan

b2 = koefisien regresi bintang iklan

X1 = slogan iklan

(82)

Perhitungan nilai koefisien regresi yang dilakukan dengan bantuan statistical software SPSS release 11.50, hasil perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel V.10 berikut ini:

Tabel V.10

Hasil Perhitungan Analisis Regresi Linier Berganda

Variabel b t Standar error Sig

Konstanta 1,736 5,035 0,345 0,000 Slogan Iklan 0,214 2,350 0,091 0,021 Bintang Iklan 0,347 3,675 0,095 0,000

R 0,546

R2 0,298

F hitung 20,624

N 100

Sumber : Lampiran Output Regresi Linier Berganda

Berdasarkan tabel V.10 diperoleh nilai konstanta (a) dan nilai koefisien regresi (b) yang selanjutnya dapat dibentuk persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:

(83)

Persamaan regresi tersebut dapat diartikan sebagai berikut:

a. Nilai konstanta (a), menunjukkan besarnya minat pembelian ulang konsumen terhadap produk Jamu Tolak Angin, jika tidak ada variabel slogan dan bintang iklan adalah positif atau baik.

b. Nilai koefisien regresi (b) slogan iklan positif, menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dari variabel slogan iklan terhadap minat pembelian ulang konsumen terhadap produk Jamu Tolak Angin. Dengan demikian semakin slogan iklan mudah dimengerti, menarik, ringkas, kreatif dan mudah diingat, maka minat pembelian ulang konsumen juga akan semakin meningkat.

c. Nilai koefisien regresi (b) bintang iklan positif, menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dari variabel bintang iklan terhadap minat pembelian ulang konsumen terhadap produk Jamu Tolak Angin. Dengan demikian bila bintang iklan yang digunakan semakin menarik, mewakili produk, mampu mendemonstrasikan produk dengan baik, maka minat pembelian ulang konsumen terhadap jamu Tolak Angin juga akan semakin meningkat.

2. Uji hipotesis slogan iklan secara parsial terhadap minat pembelian ulang konsumen.

(84)

mengetahui pengaruh variabel bebas (X1) secara parsial terhadap variabel

terikat (Y).

a. Menentukan hipotesis

1. H0: b1 = 0, artinya tidak ada pengaruh slogan (X1) secara parsial

terhadap minat pembelian ulang konsumen (Y).

2. Ha : b1 ≠ 0, artinya ada pengaruh slogan (X1) secara parsial

terhadap minat pembelian ulang konsumen (Y).

b. Menentukanlevel significance(α) yaitu sebesar 0,05 atau 5%. c. Menentukan batasan pengujian (rule of test)

Batasan pengujian (rule of test) ditunjukkan oleh besarnya t tabel yang dicari berdasarkan pada besarnya nilai df (degree of freedom) atau derajat kebebasan dan level significance (α). Persamaan batasan pengujian dapat dirumuskan sebagai berikut :

t tabel = 2

α

; n – 2

t tabel = 2 0,05

; 100 – 2

t tabel = 0,025 ; 98 t tabel = 1,960

(85)

d. Menentukan besarnya t hitung untuk variabel slogan

Besarnya t hitung dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

t= Seb

b

t = 091 0

214 0

, ,

t =2,350 Keterangan :

b = koefisien regresi Seb =standard error

(Nilai perhitungan besarnya t hitung secara lengkap dengan bantuan program SPSSrelease11.50 dapat dilihat pada lampiran output regresi linier berganda)

e. Menentukan kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis 1. H0ditolak, apabila t hitung > t tabel atau t hitung < - t tabel

(86)

f. Pengujian

Gambar V.1

Daerah penolakan dan penerimaan Ho. Uji t slogan terhadap minat pembelian ulang konsumen

g. Kesimpulan

Berdasarkan perhitungan nilai t hitung > nilai t tabel atau nilai t hitung slogan sebesar 2,350 lebih besar daripada t tabel sebesar 1,960, maka H0 ditolak, yang berarti ada pengaruh antara slogan terhadap minat

(87)

3. Uji hipotesis bintang iklan secara parsial terhadap minat pembelian ulang konsumen.

Guna menguji hipotesis bintang iklan secara parsial berpengaruh terhadap minat pembelian ulang konsumen digunakan uji t. Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas (X2) secara parsial terhadap variabel

terikat (Y).

a. Menentukan hipotesis

1. H0 : b1 = 0, artinya tidak ada pengaruh bintang iklan (X2) secara

parsial terhadap minat pembelian ulang konsumen (Y).

2. Ha: b1 ≠ 0, artinya ada pengaruh bintang iklan (X1) secara parsial

terhadap minat pembelian ulang konsumen (Y).

b. Menentukanlevel significance(α) yaitu sebesar 0,05 atau 5%. c. Menentukan batasan pengujian (rule of test)

Batasan pengujian (rule of test) ditunjukkan oleh besarnya t tabel yang dicari berdasarkan pada besarnya nilai df (degree of freedom) atau derajat kebebasan dan level significance (α). Persamaan batasan pengujian dapat dirumuskan sebagai berikut :

(88)

t tabel = 1,960

Berdasarkan tabel t, dapat disimpulkan untuk t tabel dengan uji 2 sisi yaitu -1,960 dan 1,960.

d. Menentukan besarnya t hitung untuk variabel bintang iklan

Besarnya t hitung dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

b = koefisien regresi Seb =standard error

(Nilai perhitungan besarnya t hitung secara lengkap dengan bantuan program SPSSrelease11.50 dapat dilihat pada lampiran output regresi linier berganda)

e. Menentukan kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis 1. H0ditolak, apabila t hitung > t tabel atau t hitung < - t tabel

(89)

f. Pengujian

Gambar V.2

Daerah penolakan dan penerimaan Ho. Uji t bintang iklan terhadap minat pembelian ulang konsumen

g. Kesimpulan

Berdasarkan perhitungan nilai t hitung > nilai t tabel atau nilai t hitung bintang iklan sebesar 3,675 lebih besar daripada t tabel sebesar 1,960, maka H0 ditolak, yang berarti ada pengaruh antara bintang iklan

Figur

Tabel IV.1
Tabel IV 1. View in document p.68
Tabel V.1
Tabel V 1. View in document p.70
Tabel V.3
Tabel V 3. View in document p.71
Tabel V.2
Tabel V 2. View in document p.71
Tabel V.4Hasil Pengujian Reliabilitas Instrumen Penelitian
Tabel V 4Hasil Pengujian Reliabilitas Instrumen Penelitian. View in document p.73
Tabel V.5Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Tabel V 5Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin. View in document p.76
Tabel V.6
Tabel V 6. View in document p.77
Tabel V.7Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan
Tabel V 7Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan. View in document p.78
Tabel V.8Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendapatan
Tabel V 8Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendapatan. View in document p.79
Tabel V.9Karakteristik Responden Berdasarkan Frekuensi Menonton Televisi
Tabel V 9Karakteristik Responden Berdasarkan Frekuensi Menonton Televisi. View in document p.80
Tabel V.10
Tabel V 10. View in document p.82
Gambar V.1Daerah penolakan dan penerimaan Ho. Uji t slogan terhadap minat
Gambar V 1Daerah penolakan dan penerimaan Ho Uji t slogan terhadap minat. View in document p.86
Gambar V.2Daerah penolakan dan penerimaan Ho. Uji t bintang iklan terhadap minat
Gambar V 2Daerah penolakan dan penerimaan Ho Uji t bintang iklan terhadap minat. View in document p.89
Gambar V.3Daerah penolakan dan penerimaan Ho. Uji F slogan dan bintang iklan
Gambar V 3Daerah penolakan dan penerimaan Ho Uji F slogan dan bintang iklan. View in document p.92
Tabel r Product-Moment
Tabel r Product Moment. View in document p.119
Tabel Nilai Kritis untuk Korelasi r Product Moment
Tabel Nilai Kritis untuk Korelasi r Product Moment. View in document p.120
Tabel Nilai-Nilai Rho (Spearman Rank)
Tabel Nilai Nilai Rho Spearman Rank . View in document p.121
Tabel Distribusi Nilai t
Tabel Distribusi Nilai t. View in document p.122
Tabel Distribusi F (untuk nilai α 5%)
Tabel Distribusi F untuk nilai 5 . View in document p.123

Referensi

Memperbarui...