Profle BRI
Profle BRI
Bank
Bank Raky
Rakyat
at Indon
Indonesia (BRI)
esia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah
yang terbesar di Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI)
didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria ir!aatmad!a
dengan nama "e Poerwokertos#he $ulp en %paarbank der Inlands#he
$oo&den atau 'Bank Bantuan dan %impanan ilik aum Priyayi Purwokerto',
suatu lembaga keuangan yang melayani orang*orang berkebangsaan
Indonesia (pribumi). +embaga tersebut berdiri tanggal - "esember /0,
yang kemudian di!adikan sebagai hari kelahiran BRI.
Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah
1o. tahun /2- Pasal disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank
Pemerintah pertama di Republik Indonesia. "alam masa perang
mempertahankan kemerdekaan pada tahun /2, kegiatan BRI sempat
terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai akti& kembali setelah
per!an!ian Ren3ille pada tahun /2/ dengan berubah nama men!adi Bank
Rakyat Indonesia %erikat. Pada waktu itu melalui P4RP5 1o. 2 tahun /-6
dibentuklah Bank operasi Tani dan 1elayan (BT1) yang merupakan
peleburan dari BRI, Bank Tani 1elayan dan 1ederlands#he aats#happi!
(1$). emudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) 1o. / tahun
/-0, BT1 diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank
Indonesia 5rusan operasi Tani dan 1elayan.
%etelah ber!alan selama satu bulan, keluar Penpres 1o. 7 tahun /-0
tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank 1egara Indonesia.
"alam ketentuan baru itu, Bank Indonesia 5rusan operasi, Tani dan 1elayan
(eks BT1) diintegrasikan dengan nama Bank 1egara Indonesia unit II bidang
Rural, sedangkan 1$ men!adi Bank 1egara Indonesia unit II bidang 4kspor
Impor (48im).
Berdasarkan 5ndang*5ndang 1o. 2 tahun /-7 tentang 5ndang*undang
Pokok Perbankan dan 5ndang*undang 1o. 9 tahun /- tentang 5ndang*
undang Bank %entral, yang intinya mengembalikan &ungsi Bank Indonesia
sebagai Bank %entral dan Bank 1egara Indonesia 5nit II Bidang Rular dan
4kspor Impor dipisahkan masing*masing men!adi dua Bank yaitu Bank
Rakyat Indonesia dan Bank 4kspor Impor Indonesia. %elan!utnya berdasarkan
5ndang*undang 1o. : tahun /- menetapkan kembali tugas*tugas pokok
BRI sebagai bank umum.
%e!ak Agustus //: berdasarkan 5ndang*5ndang Perbankan 1o. 7 tahun
//: dan Peraturan Pemerintah RI 1o. : tahun //: status BRI berubah
men!adi perseroan terbatas. epemilikan BRI saat itu masih 66; di tangan
Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun :669, Pemerintah Indonesia
memutuskan untuk men!ual 96; saham bank ini, sehingga men!adi
perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.
<isi dan isi
<isi BRI
en!adi bank komersial terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan
nasabah.
isi BRI
•
elakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan
pelayanan kepada usaha mikro, ke#il dan menengah untuk menun!ang
peningkatan ekonomi masyarakat.
•
emberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui !aringan ker!a
yang tersebar luas dan didukung oleh sumber daya manusia yang
pro&esional dan teknologi in&ormasi yang handal dengan melaksanakan
mana!emen risiko serta praktek
Good Corporate Governance (GCG)
yang
sangat baik.
•
emberikan keuntungan dan man&aat yang optimal kepada pihak*
pihak yang berkepentingan
(stakeholders)
.
Inherent Risk
Risiko inheren adalah risiko yang melekat pada kegiatan bisnis bank, baik
yang dapat dikuanti=kasikan maupun tidak dapat dikuanti=kasikan, yang
berpotensi mempengaruhi posisi keuangan bank. Inherent risk dapat berupa
parameter yang bersi&at
ex-post
(telah ter!adi) maupun parameter yang
bersi&at
ex-ante
(belum ter!adi).
Internal
Berikut merupakan
inherent risk
yang ada dalam perbankan.
•
Risiko redit
Pengertian
Risiko redit adalah Risiko akibat kegagalan debitur dan>atau pihak lain
dalam memenuhi kewa!iban kepada Bank. Risiko kredit pada umumnya
terdapat pada seluruh akti3itas Bank yang kiner!anya bergantung pada
kiner!a pihak lawan (#ounterparty), penerbit (issuer), atau kiner!a
pemin!am dana (borrower).
Risiko kredit dapat bersumber dari berbagai akti3itas &ungsional bank
seperti perkreditan (pembiayaan), akti3itas treasuri (membeli obligasi
korporat), akti3itas terkait in3estasi, pembiayaan perdagangan (trade
=nan#e), baik yang ter#atat dalam banking book maupun dalam
trading book.
Pengendalian
"alam rangka mengelola risiko kredit, BRI telah menetapkan beberapa
prinsip
prudential
banking
yang
ter#ermin
dalam
kebi!akan
perkreditan, tata #ara penilaian kualitas kredit, pengelolaan, dan
proses putusan kredit. Beberapa #ontohnya antara lain, pemisahan
&ungsi pe!abat kredit yaitu R (
relationship management
), dan ?R
(
credit risk management
), penerapan
four eyes principle,
penerapan
risk rating/scoring system
(?RR dan ?R%), pemisahan pengelolaan
kredit bermasalah, serta penetapan pasar sasaran, kriteria risiko yang
dapat diterima, dan ren#ana pemasaran tahunan.
5ntuk akti3itas kredit, Bank BRI memiliki &ungsi kredit ritel komersial
dan menengah, dan kredit ritel #onsumer. Bisnis ritel ditu!ukan kepada
wirausaha ke#il dan menengah (5) serta layanan dan pembiayaan
#onsumer. BRI mem&okuskan bisnisnya pada sektor usaha mikro, ke#il
dan menengah dengan porsi kredir mikro ke#il dan menengah
terhadap total kredit BRI di tahun :60 sekitar 76;. omposisi kredit
dengan porsi terbesar ada untuk ritel sebanyak 9,:; pada tahun
:62 dan menurun men!adi 9-,7; pada tahun :60. omposisi kredit
terbesar kedua ditempati oleh mikro sebesar 9:,:; pada tahun :62
dan hanya men!adi 9:,29; pada tahun :60. Porsi ketiga ditempati
oleh korporasi sebesar :0,-/; pada tahun :62 dan men!adi :-,/;
pada tahun :60. Porsi kredit terakhir diberikan kepada entitas anak
sebesar 9,/7; pada tahun :62 dan menurun men!adi 9,/6; pada
tahun :60. %elain itu, pemberian kredit kepada kredit mikro, kredit
#onsumer, serta kredit korporasi B51 @ 1on B51 mengalami
kenaikan apalagi ditahun :60.
Pada tahun :60, total
outstanding
kredit mikro termasuk 5R
meningkat -,-7; men!adi Rp7,/2 triliun. Jumlah nasabah pin!aman
bisnis mikro meningkat men!adi 7,0 !uta nasabah. Peningkatan !umlah
kredit serta nasabah yang memin!am uang merupakan sumber risiko
kredit yang benar*benar harus dapat dikendalikan karena !ika tidak
dapat men!adi sumber kegagalan bisnis perbankan dalam men#apai
tu!uannya.
•
Risiko Pasar
Pengertian
Risiko Pasar adalah Risiko pada posisi nera#a dan rekening
administrati& termasuk transaksi deri3ati&, akibat perubahan dari &aktor
pasar, termasuk Risiko perubahan harga option. Risiko Pasar meliputi
antara lain Risiko suku bunga, Risiko nilai tukar, Risiko ekuitas, dan
Risiko komoditas. %ebagai #ontoh dari risiko pasar adalah bank
membeli obligasi negara dengan kupon tetap, dimana harga pasar
obligasi akan turun apabila suku bunga pasar meningkat, bank
membeli 3aluta asing 5%" dimana nilai dalam 3aluta rupiah akan
menurun bila nilai tukar 5%" melemah, dan berbagai #ontoh lainnya.
erugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wa!ar e&ek*e&ek
dan obligasi rekapitalisasi pemerintah*neto menurun dari tahun :62
sebanyak Rp9.:6 (dalam !uta) atau sekitar 6,6-; men!adi Rp6./20
(dalam !uta) atau sekitar 6,69;.
Pengendalian
BRI telah mengimplementasikan sistem aplikasi
treasury
dan risiko
pasar (5A<A) yang merupakan suatu sistem yang terintegrasi, yang
digunakan oleh &ungsi
front oce
,
middle oce, back oce
elalui
aplikasi ini dapat dilakukan pengukuran risiko pasar menggunakan
model internal (<alue*at*Risk) yang terintegrasi dengan proses
transaksi harian. %elain melakukan
monitoring
eksposur risiko
instrument, 5A<A !uga melakukan
monitoring limit
risiko pasar dan
limit
transaksi antara lain
limit
nominal transaksi
dealer, cut loss limit,
stop loss limit
dan
value at ris (!a") limit
onitoring dilakukan se#ara
harian sehingga memper#epat penyediaan in&ormasi terkini yang
mendukung pengambilan keputusan oleh pe!abat lini dan mana!emen
se#ara tepat waktu, terutama untuk instrument yang termasuk ke
dalam klasi=kasi diperdagangkan.
Risiko 1ilai Tukar
Risiko nilai tukar merupakan risiko yang timbul karena adanya uktuasi
nilai tukar terhadap rupiah dari posisi 3aluta asing yang dimiliki BRI.
Termasuk dalam posisi 3aluta asing tersebut yaitu posisi
trading book
yang dilakukan dengan tu!uan untuk mendapatkan keuntungan
transaksi 3aluta asing dalam !angka pendek maupun posisi
banking
book
dalam rangka pengendalian P"1 (Posisi "e3isa 1eto).
enurut ketentuan Bank Indonesia berdasarkan Peraturan Bank
Indonesia (PBI) 1o.7>0>PBI>:60 tanggal :/ ei :60 perubahan
keempat atas PBI 1o. 0>9>PBI>:669 tentang Posisi "e3isa 1eto Bank
5mum tanggal Juli :66, P"1 ditetapkan maksimum sebesar :6;
modal.
P"1 adalah pen!umlahan dari nilai absolut untuk !umlah dari selisih
bersih aset dan liabiitas dalam laporan posisi keuangan untuk setiap
mata uang asing dengan selisih bersih tagihan dan liabilitas komitmen
dan kontin!ensi dalam rekening administrati& untuk setiap mata uang
asing yang semuanya dinyatakan dalam rupiah. Rasio P"1 Bank BRI
pada tahun :60 menurun men!adi :,99; dari tahun sebelumnya
(:62) sekitar 9,-;.
•
Risiko Cperasional
Risiko ini tidak terde=nisikan dengan !elas, risiko ini bisa mun#ul akibat
kesalahan atau ke#elakaan yang bersi&at manusiawi ataupun teknis. Ini
merupakan risiko kerugian yang se#ara langsung maupun tidak
langsung dihasilkan oleh ketidak#ukupan atau kegagalan proses
internal, &aktor manusia, teknologi atau akibat dari &aktor*&aktor
eksternal.
Pengendalian
Penerapan
ana!emen
Resiko
Cperasional
dilakukan
dengan
berpedoman pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) 1o. >:0>PBI>:66/
tentang Penerapan ana!emen Risiko bagi Bank 5mum, yang
mensyaratkan penerapan mana!emen risiko men#akup pilar*pilar
pengawasan akti& "ewan omisaris dan "ireksi, ke#ukupan kebi!akan,
prosedur dan penetapan
limit,
ke#ukupan proses identi=kasi,
pengukuran, pemantauan dan pengendalianrisiko serta sistem
in&ormasi mana!emen risiko dan sistem pengendalian internal.
Penerapan ana!emen Resiko Cperasional dimaksud ditu!ukan untuk
mengelola eksposur risiko operasional yang disebabkan oleh &aktor
internal maupun eksternal yang dapat menganggu akti3itas bisnis dan
operasional, seperti &aktor ketidak#ukupan sumber daya manusia,
internal proses, kegagalan sistem teknologi in&ormasi, ben#ana alam
dan ke!ahatan pihak eksternal terhadap bank yang berpotensi
menimbulkan kerugian =nansial maupun non =nansial bagi bank.
%etiap unit ker!a operasional BRI bertanggung !awab atas penerapan
proses mana!emen risiko melalui sistem pengendalian intern dalam
akti3itas operasional dan bisnis di masing*masing unit ker!a.
•
Risiko +ikuiditas
Risiko likuiditas mun#ul akibat ketidak#ukupan likuiditas untuk
memenuhi kebutuhan operasional telah mereduksi kemampuan bank
untuk memenuhi liabilitasnya pada saat !atuh tempo. Risiko ini !uga
bisa mun#ul akibat sulitnya bank untuk mendapatkan dana #ash pada
biaya yang wa!ar, baik melalui pin!aman (risiko likuiditas pendanaan
atau pembiayaan) atau men!ual asset (risiko likuiditas asset). Risiko
likuiditas
merupakan
risiko
yang
antara
lain
disebabkan
ketidakmampuan bank dalam memenuhi kewa!iban yang telah !atuh
tempo dari sumber penda naan arus kas dan> atau dari aset likuid
berkualitas tinggi yang dapat diagunkan, tanpa menganggu akti3itas
dan kondisi keuangan Bank. +ikuiditas merupakan &aktor yang penting
dan dapat dikatakan sebagai DnyawaDnya. Pengalaman krisis
perbankan tahun //7 dimana banyak bank mengalami kesulitan
likuiditas dan banyak !uga yang kemudian akhirnya dilikuidasi. Risiko
likuiditas dapat dikategorikan ke dalam risiko likuiditas pasar dan risiko
likuiditas pendanaan.
?ontoh dari risiko likuiditas adalah bank tidak mampu memenuhi
penarikan kredit oleh nasabah karena dana yang tersedia tidak
men#ukupi, bank mengalami kalah kliring dan tidak dapat memenuhi
kekurangan dana di Bank Indonesia, bank tidak dapat memenuhi
permintaan penarikan dana masyarakat yang ter!adi se#ara tiba*tiba,
dan bank tidak dapat memperoleh pin!aman dari bank lain pada saat
bank tersebut memerlukan likuiditas.
Pengendalian
BRI mengelola risiko likuiditas agar dapat memenuhi setiap kewa!iban
=nansial yang sudah diper!an!ikan se#ara tepat waktu, serta dapat
memelihara tingkat likuiditas yang memadai dan optimal. 5ntuk
mendukung pengelolaan likuiditas, BRI menetapkan kebi!akan
penerapan mana!emen risiko likuiditas yang men#akup mana!emen
likuiditas, pemeliharaan #adangan likuiditas, penetapan startegi
pendanaan, sistem peringa tan dini, pengukuran dan penetapan
limit
risiko likuiditas termasuk pengelolaan aset likuid berkualitas tinggi dan
ren#ana pendanaan darurat
(contingency plan)
ebi!akan ini bertu!uan untuk memastikan ke#ukupan dana harian
dalam memenuhi kewa!iban pada kondisi normal maupun kondisi krisis
se#ara tepat waktu dari berbagi sumber dana yang tersedia, termasuk
memastikan ketersediaan aset likuid berkualitas tinggi.
Potensi risiko likiditas yang akan dihadapi BRI di masa mendatang
diukur melalui
li#uidity gap analysis,
yang merupakan proyeksi
kelebihan atau kekurangan likuiditas atas dasar !atuh tempo aset dan
liabilitas, setelah memperhitungkan kebutuhan untuk ekspansi bisnis.
• Risiko HukumRisiko Hukum
Pengertian Pengertian
Risiko yang disebabkan oleh adanya kelemahan aspek yuridis. Kelemahan aspek yuridis antara lain disebabkan adanya tuntutan hukum, ketiadaan peraturan perundang-und angan yang mendukung atau kelemahan perikatan seperti tidak dipenuhinya syarat sahnya kontra. Risiko pada Bank BRI
Risiko pada Bank BRI
Dalam melakukan usahanya, BRI menghadapi berbagai perkara hukum dan tuntutan dimana BRI sebagai tergugat, terutama sehubungan dengan kepatuhan dengan kontrak. Walaupun belum ada kepastian yang jelas, BRI berpendapat bahwa berdasarkan informasi
yang ada dan keputusan terakhir dari perkara bahwa tuntutan hukum ini tidak akan berdampak seara material pada operasi, posisi keuangan atau tingkat likuiditas BRI.
!ada tanggal-tanggal "# Desember $%#& dan $%#', BRI telah membentuk adangan (disajikan dalam akun )*iabilitas *ain-lain+ untuk sejumlah tuntutan hukum yang belum diputuskan masing-masing adalah sebesar Rp'#%. dan Rp"#/.$$& (0atatan $. 1anajemen berpendapat bahwa jumlah adangan yang dibentuk atas kemungkinan timbulnya kerugian akibat tuntutan hukum yang belum diputuskan atau masih dalam proses tersebut telah memadai.
Pengendalian Risiko Hukum Pengendalian Risiko Hukum
Dilakukan melalui beberapa ara antara lain2
a Di3isi 4ukum sebagai koordinator Risiko 4ukum di BRI me lakukan kajian terhadap perubahan peraturan perundang-undangan untuk memastikan bahwa ketentuan internal
BRI tidak menyimpang dari ketentuan perundangan yang berlaku.
b Di3isi 4ukum memberikan ad3is5 opini hukum atas perjanjian kerjasama (!K65 agreement antara BRI dengan pihak lain, untuk melindungi kepentingan hukum BRI sebelum perjanjian5agreement ditandatangani oleh pejabat BRI yang berwenang. 6etiap transaksi perbankan di BRI yang meliputi operasional, perkreditan dan hubungan
ketenagakerjaan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku dan didukung oleh dokumen hukum yang memadai
d Di3isi 4ukum bekerja sama dengan leg al offier (*7 di Kant or Wilayah memantau risiko hukum di seluruh 8nit Kerja BRI dengan mekanisme pelaporan dan dokumentasi kasus-kasus hukum serta mensosialisasikan modus operasi kejahatan berikut prosedur penanganannya seara hukum untuk meminimalkan risiko hukum.
e Di3isi hukum menyusun pedoman-pedoman hukum misalnya pedoman penyusunan !K6 dan buku saku hukum baik untuk bidang operasional maupun bidang perkreditan. f !embinaan sta f pada 8nit Ker ja oper asional (8K7 di Kantor Wilayah dilakukan
dengan ara meningkatkan kompetens i dalam mengendali kan risiko hukum di wilayah kerja yang bersangkutan diantaranya berupa sosialisasi, diskusi mengenai opini atas suatu kejadian dari sisi hukum yang berlaku.
g *egal offier (*7 di Kantor Wilayah memberikan pendampingan hukum sesuai dengan kewenangannya kepada 8K7 apabila terjadikasus hukum di 8K7 dan berkoordinasi dengan Di3isi 4ukum
h Di3isi 4ukum memberikan pendampingan hukum sesuaidengan kewenangannya apabila terjadi kasus.
i 9pabila diperlukan, 8K7 dapat berkonsultasi dengan Di3isi 4ukum mengenai permasalahan-permasalahan hukum yang bersifat teknis.
j Dalam hal adanya tuntutan hukum yang memiliki potensi kerugian sangat signifikanbagi Bank dan atau adanya tuntutan hukum yang seara signifikan bisa berdampak negatif pada reputasi BRI, maka sebagai ontingeny plan harus dilakukan
tindakan untuk mengurangi risiko hukum, antara lain melalui2 penggunaan jasa pengaara dan melaporkan perkembangannya kepada Direksi.
k 6ebagai bagian dari pemantauan terhadap risiko hukum , Di3isi 4ukum berk oordinasi dengan Di3isi 1anajemen Risiko terkait dengan pelaporan profil risiko hukum BRI setiap bulan kepada Direksi melalui Dashboard !rofil risiko
8paya lain yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kesadaran risiko hukum, Di3isi 4ukum telah mengeluarkan Kompilasi Resume ketentuan yang dikeluarkan Di3isi 4ukum. Kompilasi tersebut memuat resume ketentuan5panduan yang dikeluarkan oleh Di3isi hukum yang meliputi2 9kti3itas !erkreditan dan 9gunan, 9kti3it as 7perasional, *egal 1anual dan Buku 6aku 4ukum. Kompilasi tsb dapat dimanfaatkan oleh 8nit Kerja operasional untuk senantiasa memperhatikan ketentuanketentuan demi melindungi BRI dari risiko hukum.
• Risiko Strategik Risiko Strategik
Pengertian Pengertian
Risiko yang antara lain disebabkan adanya penetapan dan pelaksanaan strategi Bank yang tidak tepat pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat atau kurang responsifnya Bank terhadap perubahan eksternal.
Risiko pada Bank BRI Risiko pada Bank BRI
!ada
annual report
$#%' Bank BRI telah menyusun strategi pertumbuhan di tahun $%#& hingga beberapa tahun kedepan, yaitu dengan penerapan strategiselective growth
melalui2# 1engoptimalkan penetrasi pasar
$ 1empertajam pengembangan
channel
produk dandelivery
" 1engoptimalkan portofolio bisnis ' !engembangan pasar seara selektif
& 1emaksimalkan sinergi dengan perusahaan anak
6trategi korporat ini diterjemahkan dalam strategi bisnis yang terdiri dari strategi aset, dana, permodalan dan
fee based income
, seperti fokus untuk menjaga kualitas kredit yang disertai dengan penyaluran kredi t pada segme n denganyield
tinggi dan 9:1R rendah, peningkatancross selling
product
melaluicustomer
relationship
management
serta peningkatan usage dari bisnise-banking
, sehingga dapat mendorong pertumbuhanfee based
income
. 9dapun untuksupport strategy
, BRI akan fokus dalam meningkatkan I:performance
serta efekti3itas
business process
dan kualitas layanan tanpa mengabaikan penerapan 1anajemen Risiko dan ;0; yang disiplin.Dapat dilihat pada strategi korporat yaitu mengoptimalkan portfolio bisnis di mana perubahan pada faktor-faktor eksternal akan mempengaruhi keadaan di pasar modal,
sehinggaBank BRI perlu memilih dan menganalisis portfolio mana yang memiliki risiko terendah dengan keuntungan yang diharapkan.
!enetapan strategi yang tepat dalam pengembangan dan pemeliharaan I:, pengelol aan 6D1, pengembangan produk baru, pengembangan layanan, perluasan jaringan, penetrasi pasar sasaran, serta
marketing communication
dapat membantu BRI agar terhindar dari kegagalan dalam memenangkan persaingan bisnis perbankan dan menjaga kelangsungan usaha.Pengendalian Risiko Strategis Pengendalian Risiko Strategis
<3aluasi risiko stratejik dilakukan Direksi seara berkala melalui forum yang membahas tentang strategi dan kebijakan risiko strategik
Budaya manajemen risiko stratejik terermin dan terdokumentasi diantaranya melalui !rofil Risiko bulanan dan forum komunikasi di kantor wilayah.!engukuran risiko stratejik antara lain dilakukan dengan menganalisis eksposur dan membandingkan eksposur risiko dengan limit yang ditetapkan, antara lain penapaian aset, ekspansi pinjaman, dana pihak ketiga, dan fee based inome. !enyusunan dan pelaksanaan tindak lanjut atas eksposur risiko signifikan didokumentasikan dalam !rofil Risiko bulanan dan Risk 1anagement 0ommittee.
Dalam rangka memitigasi risiko stratejik, BRI telahmengimplementasikan perangkat pemantauan seara berkala terhadap pelaksanaan strategi dan penapaian target-target yang
telah ditetapkan. 1elalui parameter yang terermin pada !rofil Risiko khususnya Risiko 6tratejik, perenanaan strategi terhadap seluruh inisiatif yang terkait dengan lini bisnis dan penunjangnya dimonitor untuk dapat memastikan penapaian realisasi target-target bisnis jangka pendek dan jangka panjang sehingga sesuai dengan yang ditetapkan. 6elain itu untuk
mengukur kemajuan yang diapai, BRI mempunyai laporan realisasi renana bisnis bank, realisasi renana kerja fungsional, dan realisasi renana kerja anggaran yang dilaporkan tiap unit kerja seara triwulan..
• Risiko KepatuhanRisiko Kepatuhan
Pengertian Pengertian
Risiko yang disebabkan Bank tidak mematuhi atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan lain yang berlaku.
Risiko pada Bank BRI Risiko pada Bank BRI
Risiko ini timbul akibat BRI tidak mematuhi dan5atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku. !erbankan merupakan suatu industri yang
highly regulated, sehingga BRI senantiasa melaku kan monitoring atas kepatuhan terhada p ketentuan yang diterbitkan oleh Bank Indonesia maupun instansi berwenang lainnya. 6anksi regulator terhadap pelangg aran ketentuan- ketentuan dimaksud ber3ari asi yang antara lain berupa teguran, sanksi5 denda5 penalti, dan penabutan lisensi. !engelolaan kepatuhan
dilakukan pada seluruh akti3itas bidang perkreditan dan non perkreditan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pengendalian Risiko Kepatuhan Pengendalian Risiko Kepatuhan
BRI mengembangkan modul proses manajemen risiko kepatuhan melalui perangkat 1anajemen Insiden (1I dan KRI5IR8. 1elalui 1I dan KRI, BRI dapat melakukan identifikasi dan monitoring atas sanksi5denda5pinalti akibat pelanggaran aturan regulator sehingga langkah-langkah pengendalian risiko kepatuhan dapat dijalankan. !erangkat tersebut dipantau oleh Di3isi 1anajemen Risiko serta Di3isi Kepatuhan untuk melihat Risiko Kepatuhan seara korporat, dan Bagian 1anajemen Risiko KantorWilayah untuk melihat Risiko Kepatuhan pada le3el 8nit Kerja wilayah binaan.
6elain itu, baik Di3isi 1anajemen Risiko di Kantor !usat maupun Bagian 1anajemen Risiko di Kantor Wilayah terlibat dalam pemantauan kepatuhan untuk hal-hal yang disyaratkan oleh regulator seperti perenanaan, pembukaan, dan pelaporan 8nit Kerja baru.
• Risiko ReputasiRisiko Reputasi
Pengertian Pengertian
Risiko yang antara lain disebabkan adanya publikasi negatif yang terkait dengan kegiatan usaha Bank atau persepsi negatif terhadap Bank. !enilaian terhadap risiko reputasi dapat dilihat dari beberapa indikator diantaranya adalah pengaruh reputasi dari pemilik bank dan perusahaan terkait, parameter pelanggaran etika bisnis, kompleksitas produk dan kerjasama bisnis, kualitas pemberitaan terhadap suatu bank, dan pengaduan nasabah.
Risiko pada Bank BRI Risiko pada Bank BRI
Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi memudahkan interaksi antar nasabah dan pihak bank, sehingga keluhan dapat segera tersampaikan dan mendapat tanggapan yang epat pula. 6etiap pengaduan dan keluhan dari nasabah dapat mempenaruhi reputasi dari bank itu sendiri.
Pengendalian Risko Reputasi Pengendalian Risko Reputasi
6eara berkala Di3isi 6K! menilai parameter risiko reputasi dan melaporakan pada Direksi dengan tembusan kepada Di3isi 1anajemen Risiko untuk digabungkan dengan risiko BRI seara korporat dan dilaporkan kepada 7toritas =asa Keuanagan (7=K.
!engalaman fungsi publi relation BRI dalam penanganan publikasi negatif, baik yang berskala nasional maupun lokal, hingga saat ini sangat membantu dalam mempertahankan tingkat keperayaan masyarakat pada umumnya atau nasabah BRI pada khususnya. 1eskipun reputasi BRI saat ini sangat baik, pengelolaan publikasi negatif yang terkait dengan seluruh aspek operasional BRI harus tetap dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.
BRI segera menindaklanjuti dan mengatasi adanya keluhan nasabah dan gugatan hukum yang dapat meningkatkan eksposur risiko reputasi. Disamping itu, mitigasi risiko reputasi maupun kejadian yang menimbulkan risiko reputasi dilakukan dengan mempertimbangkan asas materialitas permasalahan dan biaya.
*angkah yang dilakukan BRI dalam manajemen risiko reputasi antara lain melalui komunikasi yang konsisten, dengan menjaga keterbukaan informasi dan transparansi kepada seluruh stakeholder, serta menjalin hubungan yang harmonis dengan pihak media dalam hal menjaga brand BRI seara korporat. Kedua hal tersebut dilakukan dalam rangka meminimalkan dan menangani keluhan atau omplain dari stakeholder yang mengakibatkan timbulnya publikasi negatif terhadap BRI.
Faktor Eksternal Faktor Eksternal
• Kondisi !olitik
!olitik dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi bisnis seara umum. :erkadang kebijakan politik atau pemilihan seseorang didalam politik sering kali mempengaruhi sentimen daya beli masyarakat, begitu pula dalam bisnis perbankan kondisi politik yang tidak stabil dapat mempengaruhi keperayaan para nasabah maupun peminjam
dana dari bank. 9da baiknya kita perlu melakukan kajian e3aluasi bagaimana strategi yang kita buat dengan keadaan politik yang terjadi saat ini untuk meminimal kan resiko yang ada.
• Kondisi <konomi
6ama halnya dengan kondisi politik, kondisi ekonomi juga sama pentingnya dalam mempengaruhi bisnis perbankan. 1isaln ya ada isu
rush money
dapat mempengaruhi para nasabah untuk mengambil tabungannya seara besar-besaran, sehingga likuiditas bank menjadi tidak sehat.• !esaing
Banyaknya bank yang ada di Indonesia dapat memberikan banyak pilihan pada masyarakat untuk menabung di bank yang sesuai dengan harapan mereka. 6ehingga pengelolaan likuiditas bank harus baik, berhubungan dengan tingkat suku bunga. Bank harus dapat menentukan tingkat suku bunga yang bersai ng dengan bank lain agar tidak kehilangan nasabah maupun peminjam dana.
• :eknologi
Dengan perkembangan teknologi dan komunikasi yang semakin anggih, maka bank harus menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut, yaitu dengan mengembangkan fitur-fitur terbaru yang sesuai dengan perkem bangan. 0ontohnya dengan adanya
mobile bankin g
daninternet banking,
serta menggunakan media sosial untuk mengenalkan produk baru serta berkomunikasi dengan para nasabah. Bank juga harus mampu memberikan informasi denganepat dan akurat.
•
*ingkungan dan sosial
Keadaan sosial di mana bank berada akan mempengaruhi keberlangsungan bank tersebut. 1aka sebaiknya para pegawaai bank memiliki budaya organisasi yang baik sehingga dapat diterima di lingkungan sosialnya. 6elain itu bank juga harus peduli pada lingkungan alam sekitarnya yaitu dengan melakukan 06R.