BAB II BAB II
TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA
1.
1. LaLamiminanar Ar Air Fir Flolow Caw Cabibinenet (Lt (LAFAFC)C) A
A.. DDeeffiinniissi Li LAAFF
Gambar 1.
Gambar 1. Laminar Air Flow Cabinet (LAFC) Laminar Air Flow Cabinet (LAFC)
Lam
Laminainar r air air floflow w (LA(LAF) F) mermerupaupakan kan alat alat lablaboraorateriterium um yanyang g berberfunfungsigsi untuk mensterilkan dan meminimalisir kontaminasi dari mikroba. Bagian-bagian untuk mensterilkan dan meminimalisir kontaminasi dari mikroba. Bagian-bagian LAF yaitu meliputi lampu UV (ultra violet) lampu neon
LAF yaitu meliputi lampu UV (ultra violet) lampu neon Filter Filter high high efficiencyefficiency particle
particle absorbent absorbent (!(!"#"#A)A) dadan n $a$arurum m pepenunun$n$uk uk atatau au pepengngatatur ur kekekukuatatanan %embusan angin. !"#A
%embusan angin. !"#A filter filter berfungsi sebagai s&reen yang menyaring partikel di berfungsi sebagai s&reen yang menyaring partikel di uda
udara% ra% dendengan gan &ara &ara memmemaksaksa a udaudara% ra% tertersebusebut t melmelalualui i porpori-pi-pori ori mikmikroskroskopiopiss se%ingga memungkinkan LAF beker$a dengan efisien tingkat tinggi karena dapat se%ingga memungkinkan LAF beker$a dengan efisien tingkat tinggi karena dapat memerangkap sekitar ''' partikel dengan ukuran * +m atau lebi% dengan memerangkap sekitar ''' partikel dengan ukuran * +m atau lebi% dengan tu$uan menyediakan udara% yang ultra bersi%.
tu$uan menyediakan udara% yang ultra bersi%. , *, *
LAF yang memiliki sistem penyaringan dengan efisien tingkat tinggi LAF yang memiliki sistem penyaringan dengan efisien tingkat tinggi dapat berfungsi sebagai berikut
dapat berfungsi sebagai berikut
.. ##eennyyaarriinng g bbaakktteerri i ddaan n bbaa%%aann--bbaa%%aan n eekkssooggeen n ddiiuuddaarraa.. /
/.. 00eenn$$aagga a aalliirraan n uuddaarra a yyaanng g kkoonnssttaan n ddiilluuaar r lliinnggkkuunnggaann.. *
*.. 00eenn&&eeggaa% % mmaassuukknnyya a kkoonnttaammiinnaan n kke e ddaallaam m LLAAFF..,,
B
B.. KlKlaasisiffikikaasi si LALAFF 1a
1alalam m pepengnggugunanaanannynya a papada da pepen&n&amampupuraran n sesedidiaaaan n ststererilil LALAFF diklasifikasikan men$adi / tipe
1.
1. Aliran udara% vertikal (Aliran udara% vertikal (vertical airflow)vertical airflow)
Aliran udara langsung mengalir kebawa% dan $au% dari petugas se%ingga Aliran udara langsung mengalir kebawa% dan $au% dari petugas se%ingga memberikan lingkungan ker$a yang lebi% aman. Untuk penanganan sediaan memberikan lingkungan ker$a yang lebi% aman. Untuk penanganan sediaan sitostatika menggunakan LAF vertikal.
sitostatika menggunakan LAF vertikal. **
Gambar 2
Gambar 2. LAF dengan aliran udara% vertikal. LAF dengan aliran udara% vertikal
2.
2. Aliran udara% %ori2ontal (Aliran udara% %ori2ontal (horizontal airflowhorizontal airflow))
Aliran udara langsung menu$u ke depan se%ingga petugas tidak terlindungi Aliran udara langsung menu$u ke depan se%ingga petugas tidak terlindungi da
dari ri papartrtikikel el atatauaupupun n uauap p yayang ng beberasrasal al dadari ri amampupul l atatau au vivialal. . AlAlat at ininii digunakan untuk pen&uran obat steril non sitostatika.
digunakan untuk pen&uran obat steril non sitostatika. **
Gambar 3
Gambar 3. LAF dengan aliran udara% %ori2ontal. LAF dengan aliran udara% %ori2ontal
C.
C. PrPrsese!"r !"r DalDalam Pam Pen#en##"n#"naan aan LAFLAF 3
3a%apan dalam a%apan dalam penggunaan Laminar Air Flow (LAF) adala% penggunaan Laminar Air Flow (LAF) adala% sebagai berikutsebagai berikut .
/. 0enyalakan blower dan lampu UV minimal 4 menit sebelum digunakan
*. 0ematikan lampu UV selama operator beker$a untuk melindungi operator
5. 0embuka pintu penutup LAF dan letakkan se&ara %orisontal di atas me$a
4. 0embersi%kan permukaan LAF dengan 6so #ropol Alko%ol , menggunakan lap yang tidak berserat dengan &ara
a. #ada dinding dilakukan dengan &ara dari atas ke bawa% dengan gerakan satu ara%
b. #ada lantai dilakukan dengan &ara dari belakang ke depan dengan gerakan satu ara%
&. #enyemprotan alko%ol tidak langsung ke ara% !"#A Filter
7. 0enyeka semua ba%an dan alat yang dimasukkan ke dalam LAF dengan alko%ol ,
,. 0eletakkan ba%an dan alat di dalam LAF sesuai dengan tata letak dan membiarkan 4 menit untuk meng%ilangkan turbulensi udara%. , *
1alam penggunaan LAF berikut %al-%al yang %arus diper%atikan
. LAF8 %arus dioperasikan selama /5 $am dan bila LAF dimatikan maka sebelumnya LAF %arus * menit dinyalakan (atau ketentuan dari pabrik) sebelum LAF dibersi%kan desinfeksi dan pen&uran sediaan steril. /. 9ebelum menggunakan laminar air flow %endaknya kita persiapkan
terlebi% da%ulu sekitar /-* $am sebelum digunakan dalam praktikum.
*. :ika pengamatan berupa mikroorganisme seperti bakteri blower dimatikan setela% akan digunakan. ;amun $ika pengamatan berupa kultur sel<$aringan blower dapat tetap di%idupkan
5. 1aera% sekitar LAF %arus dikosongkan untuk memuda%kan proses pembersi%an minimal * &m
4. LAF tidak bole% diletakan dekat pintu atau alat lainnya yang dapat mengganggu aliran udara LAF
7. :ika dalam satu ruangan ada lebi% dari LAF atur posisi agar tidak saling mengganggu
,. Lantai yang men$adi lokasi LAF %arus kuat dan tidak muda% rusak ole% &airan detergent pembersi% LAF dan
=. 0engikuti petun$uk spesifikasi dari manufacturer.*
D. $e%!e &emeli'araan LAF
9ama %alnya dengan alat-alat laboraterium yang lainLaminar Air Flow $uga membutu%kan perawatan yang &ukup sulit yakni sebagai berikut
. :ika laminar air flow %ori2ontal maka &ara membuka pre-filternya adala% dengan membuka tutup bagian atas.
/. :ika laminar air flow verti&al maka &ara membuka pre-filternya adala% dengan membuka tutup bagian bawa% (dibawa% me$a). *
#ada perawatan seder%ana berikut %al yang perlu dilakukan
. #er%atikan pre-filter bila suda% kotor agar di&u&i dan dipasang kembali.
/. !epa filter bila suda% kotor dapat dibersi%kan dengan &ara meniup dari ara% muka dengan kompresor bertekanan tinggi.
. :angan meli%at langsung pada lampu UV dan agar efisiensi dari lampu UV dapat lebi% baik maka ka&a penutup bagian atas dapat dibuka. *
#ada perawatan menenga% berikut %al yang perlu dilakukan
/. Laminar air flow dapat dibersi%kan dengan menggunakan lap basa% tetapi %epafilter tidak bole% terkena air<&airan .
*. :alankan Fan dengan ke&epatan penu% selama ><- $am
5. Bersi%kan kembali bagian dalam dengan menggunakan &airan disfinfektan per%atikan agar bagian !epa-filter tidak terkena &airan se&ara langsung.
4. :alankan kembali Fan dengan ke&epatan penu% selama $am. 7. Laminar Air Flow siap dioperasikan.
,. Bilamana Fan tidak di$alankan dian$urkan agar lampu UV dalam keadaan nyala.
=. Untuk men&ega% kontaminasi sebelum dipergunakan sebaiknya dibersi%kan kembali dengan &airan disfinfektan. *
#ada perawatan k%usus berikut %al yang %arus dilakukan
. Fan setela% digunakan selama ><- ta%un dian$urkan agar fan diberi minyak pelumas. 0inyak pelumas yang digunakan berupa minyak pelumas untuk
mesin $a%it.
/. #re-filter apabila suda% rusak dan sukar di&u&idapat diganti dengan ?lass Fibre Filter. Bila tidak tersedia dapat menggunakan filter<kapas yang biasa digunakan untuk a@uarium.
*. !epa filter dibersi%kan setiap 7 bulan sekali dan diganti setiap /5-/7 bulan dari awal pemakaian. #enggantian %arap diper%atikan agar men-seal (menutup) semua lubang yang mungkin timbul dengan sili&on rubber dan $angan sampai permukaan %epa filter terkena benda ta$am. *
1alam pemeli%araan LAF LAF %arus dipeli%ara sesuai dengan rekomendasi pabrikan pre-filter %arus dapat diakses dan %arus diperiksa setiap 7 bulan serta diganti $ika perlu atau seperti yang direkomendasikan ole% produsen !"#A filter %arus diverifikasi selama instalasi dan sertifikasi untuk memastikan tidak ada kebo&oran atau kerusakan pada filter setela% mereka tela% diangkut atau dipasang pemeli%araan peralatan preventif %arus dilakukan bila tidak ada pera&ikan sedang berlangsung dan sebelum pembersi%an dan desinfeksi. 9emua pemeli%araan LAF termasuk pemeli%araan filter dan pra-filter %arus di&atat pada formulir dan masuk dalam log perawatan umum (berbasis kertas atau komputerisasi). LAF $uga %arus disertifikasi dua kali seta%un ketika direlokasi setela% perbaikan besar dan ketika kontrol sterilitas menun$ukan ba%wa LAF tidak sesuai dengan spesifikasi.*
#emeli%araan LAF tidak luput dari pembersi%an dan disinfeksi dengan metode berikut
Perm"kaan Frek"ensi Pr!"k Pembersi'
9emua permukaan
- 9etiap awal %ari
- 9etiap ak%ir %ari
1esinfeksi dengan detergent
germi&idal diikuti dengan isopropil alko%ol , steril (minimal / kali<%ari)
#ermukaan daera% ker$a
- 9ebelum memulai
penyiapan produk steril
- 9etiap pergantian s%ift
- etiga di&urigai ada kontaminasi
- :ika ada teknik aseptis
yang tidak dipatu%i
6sopropil ako%ol , steril
#ermukaan daera% ker$a dan beberapa
permukaan yang terper&ik
etika ada tumpa%an
Bilas dengan water for in$e&tion steril atau irigasi diikuti dengan isopropil alko%ol , steril.
9emua
permukaan dan subfloor
9etiap minggu (pada ak%ir %ari) atau sesuai rekomendasi dari pabrik
Bersi%kan dengan air dan detergent germi&idal lalu dibilas dengan water for in$e&tion dan desifenksi dengan isopropil alko%ol ,
Tabel 1. 1isinfeksi LAF
(. U)i K"ali%as !an Ser%ifikasi LAF
U$i kualitas yang digunakan dengan &ara sampling udara (viable dan non viable partikel) dan $uga permukaan LAF %arus dilakukan berdasarkn spesifikasi 69 5755- yaitu pada nonviable particles per cubic metre of air viable particles per cubic metre of air dan viable surface particles. #roses sampling udara harus dilakukan setahun 2x untuk LAF dan seap saat pada kondisi tertentu, seper
instalasi pemasangan alat baru setela% perawatan<perbaikan LAF8 selama investigasi < penyelidikan penyebab kontaminasi dan selama investigasi < penyelidikan mengenai personel yang noncompliance ter%dapa prosedur aseptis.
Tabel 3. 9ertifikasi Duang kontrol LAFC
2. Bisafe%* Cabine%s A. Pen!a'"l"an
eselamatan ker$a men$adi faktor utama dalam laboratorium terutama pada laboratorium yang mengandung senyawa-senyawa kimia berba%aya dan mikroorganisme yang dapat menginfeksi penyakit berba%aya. 9etiap individu memiliki kewa$iban untuk men&iptakan lingkungan ker$a yang aman sesuai dengan kemampuan terbaik mereka. #edoman keamanan Biologi (Biosafety) dibuat untuk menginformasikan &ara ker$a yang spesifik dalam penanganan mikroorganisme patogen di labolatorium dan $uga mempersiapkan petun$uk praktis bagi pembuatan kode praktek ker$a yang dibutu%kan di setiap
labolatorium. B. Pemba'asan
1. Pen#er%ian Kabine% Bisafe%*
!iological "afety Cabinet merupakan kabinet ker$a yang disterilkan untuk ker$a di tempat yang memiliki resiko mikrobiologi. B98 memiliki suatu pengatur aliran udara yang men&iptakan aliran udara kotor (dimungkinkan ada kontaminan) untuk disaring dan diresirkulasi melalui filter.
B98 diran&ang untuk melindungi operator seluru% lingkungan labolatorium dan material ker$a dari penyebaran aerosol bera&un dan infeksius. egiatan labolatorium seperti inokulasi kultur sel suspensi &airan dari senyawa infeksius %omogenisasi dan pengo&okan material infeksius sentrifugasi dari
&airan bera&un atau beker$a dengen %ewan dapat menimbulkan aerosol bera&un (9u%ardi et al . /=)
abinet Biosafety (B) menggunakan Laminar air flow untuk meng%alangi airborne #esease. #ada alat ini digunakan +(PA (!ig% "ffe&ien&y #arti&ulate Air) sebagai filter untuk membersi%kan mikroba udara pada B akan beresirkulasi melalui filter !"#A. Filter ini memiliki efisiensi '''' ter%adap partikel dengan diameter dibawa% * +m. Berdasarkan kelompok resiko ter%adap ba%aya biologi (Bio%a2ard) abinet Biosafety ini dibagi men$adi * kelas yaitu
elas 6 elas 66 ( A A/ B B/) dan kelas 666. 5
2. Kelm&k ,esik
Level keselamatan biologi atau (biosafety level ) adala% level atau tingkatan keselamatan yang diperlukan untuk penanganan agen biologi. Centers for $isease Control an# %revention atau E#usat #en&ega%an dan #enanganan #enyakitE yang berpusat di Amerika 9erikat menspesifikasikan empat level penanganan
keselamatan biologi.
Le-el keselama%an bil#i 1
1iperuntukkan bagi agen-agen yang diketa%ui tidak menyebabkan penyakit pada manusia dewasa yang se%at dan ba%aya potensial yang minimal bagi peker$a laboratorium dan lingkungan. Laboratorium tidak memerlukan lokasi terpisa% dari lokasi umum dalam suatu bangunan. 8onto% agen biologi kategori level keselamatan biologi antara lain !acillus subtilis %epatitis &. coli dan virus &a&ar air .4
Le-el keselama%an bil#i 2
0emiliki kesamaan dengan level keselamatan biologi . #erbedaannya terletak pada beberapa %al berikut
. peker$a laboratorium memiliki pelati%an k%usus dalam penanganan agen-agen patogenik dan berada dibawa% ara%an ilmuwan yang berkompeten. /. akses ke laboratorium dibatasi ketika peker$aan tenga% dilakukan.
5. prosedur k%usus bagi peker$aan dengan gas atau tumpa%an mengandung agen berinfeksi dilakukan di dalam wada% k%usus.
8onto% agen biologi kategori level keselamatan biologi / antara lain !epatitis B !epatitis 8 Flu virus Cest ;yle dan 9almonella.4
Le-el keselama%an bil#i 3
1itu$ukan bagi fasilitas klinis diagnostik riset atau produksi yang ber%ubungan dengan agen-agen eksotik yang dapat mengakibatkan potensi
terkena penyakit berba%aya. #eker$a laboratorium memiliki pelati%an k%usus dalam penanganan agen-agen patogenik berba%aya dan diawasi ole% ilmuwan-ilmuwan berkompetensi yang berpengalaman dalam beker$a dengan agen-agen tersebut. 8onto% agen biologi kategori level keselamatan biologi * antara lain Ant%ra !6V 9AD9 'ubercolosis virus &a&ar t%ypus dan avian influen2a4
9emua prosedur menyangkut penanganan material berba%aya dilakukan dalam wada% tertutup ole% peker$a yang memakai peralatan dan ba$u pelindung k%usus. Laboratorium memiliki fasilitas dan didisain k%usus untuk %al tersebut antara lain pintu akses ganda.dire&tor.
Le-el keselama%an bil#i
1ibutu%kan untuk peker$aan yang ber%ubungan dengan agen-agen eksotik yang ekstrim berba%aya dimana memiliki risiko tinggi penyebaran melalui udara. 9taf laboratorium memiliki pelati%an k%usus dalam menangani agen-agen berba%aya tersebut. Fasilitas laboratorium terisolasi dari tempat-tempat umum. 9emua peker$aan dalam fasilitas ini dilakukan dalam tempat tertutup k%usus. #eker$anya memakai pakaian pelindung k%usus lengkap dengan tabung oksigen yang tersendiri. 8onto% agen biologi kategori level keselamatan biologi 5 antara lain "bola virus !anta dan virus Lassa 4
Klasifikasi Deskri&si Desiko (Gresiko ter%adap komunitas
dan perorangan)
0ikroorganisme yang tidak mungkin menyebabkan penyakit pada manusia dan %ewan.
Desiko / /resiko sedang untuk
perorangan renda% untuk komunitas)
0ikroorganisme patogen pada manusia %ewan namun tidak menimbulkan ba%aya serius pada peker$a komunitas
lingkungan Desiko * (resiko perorangan tinggi
resiko kominitas renda%)
0ikroorganisme patogen yang berba%aya serius bagi manusia %ewan namun tidak menginfeksi dari satu orang ke orang lain.
Desiko 5 /resiko tinggi ter%adap perorangan dan komunitas)
0ikroorganisme patogen yang menimbulkan ba%aya serius pada manusia %ewan dan komunitas yang dapat disebarkan dari satu orang ke orang lain.
Tabel 3. lasifikasi 0ikroorganisme 0enular berdasarkan elompok Desiko
3. Kabine% Bisafe%* Kelas I
B kelas diran&ang untuk melindungi praktikan<peneliti aliran udara yang keluar disaring dengan !"#A filter. #ada B kelas tidak terdapat resirkulasi udara. Udara luar dapat masuk melewati area ker$a ole% karena itu B ini tidak untuk perlindungan produk. Duang terbuka memungkinan operator untuk men$angkau permukaan bidang ker$a $endela dapat dibuka seluru%nya untuk untuk menyediakan akses pada bidang ker$a. 0erupakan ruang bertekanan negatif yg memiliki per&epatan minimum *= m<s. B $enis ini &o&ok untuk beker$a dengan radionuklida dan ba%an kimia bera&un yang nonvolatile 4
Gambar . abinet Biosafety kelas 6 (A). Used in $un&tion wit% building system (B). 8omplete wit% internal motor< blower assembly.
. Kabine% Bisafe%* Kelas II
1engan pesatnya penggunaan sel dan kultur $aringan untuk perkembangbiakan virus dan tu$uan lain tidak ada pili%an yang lebi% baik selain
udara runag yang tidak disterilkan agar tidak melewati permukaan bidang ker$a. B kelas 66 diran&ang tidak %anya untuk melindungi personil tetapi $uga untuk melindungi material permukaan bidang ker$a dari udara yan tela% ter&emar. merupakan openfront berventilasi menggunakan !"#A filter memiliki resirkulasi udara kedalam bidang ker$a. 1apat diunakan untuk peker$aan yang ber%ubungan dengan senyawa infeksius yang termasuk kelompok Desiko / dan *.
1apat pula digunakan untuk kelompok resiko 5 $ika memakai A#1 dan tekanan udara positif. abinet BBiosafety keelas 66 ini terdiri dari 5 $enis yaitu tipe A A/ B dan B/. 4
Kabine% Bisafe%* Kelas II %i&e A1
3idak %arus ada ventilasi keluar &o&ok untuk labolatorium yg tidak punya saluran perpipaan. 1igunakan untuk agen yg memilki resiko renda% dan tidak
mengandung ba%an kimia bera&un yg volatil dan radionuklida volatil.
#er&epatan udara masuk minimal *=-.4 m<s pada bukaan depan. 0ungkin memiliki tekanan positiv pada contaminate# #uct dan plenum. $ika
udara dimungkinkan dibuang keluar gedung maka udara tersebut akan memasuki suatu tudung kanopi Ht%imbleI dimana kesimbangan tekanan dalam kabinet tidak terganggu ole% fluktuasi dalam e%aust sistem.
Gambar 0. abinet Biosafety kelas 66 type A Kabine% Bisafe%* Kelas II %i&e A2
0emilki ventilasi keluar se%ingga ada resirkulasi udara.9ebanyak * dibuang keluar dan , masuk kembali kedalam ruangaan #er&epatan udara masuk minimal 4 m<s atau ft<min. 0emiliki du&t dan plenum dengan tekanan negativ &o&ok untuk beker$a dengan ba%an kimia bera&un dan radionuklida volatile tingkat renda%
Kabine% Bisafe%* Kelas II %i&e B1
9ebanyak , dibuang keluar dan * masuk kembali kedalam ruangan. 0emiliki du&t dan plenum dengan tekanan negativ per&epatan minimal 4 m<s. &o&ok untuk beker$a dgn ba%an kimia bera&un dan radionuklida volatile konsentrasi renda%
Gambar . abinet Biosafety kelas 66 type B
Kabine% Bisafe%* Kelas II %i&e B2
3idak ada resirkulasi udara udara dibuang. 0emiliki du&t dan plenum dengan tekanan negativ per&epatan minimal 4 m<s. &o&ok untuk beker$a dengan ba%an kimia bera&un dan radionuklida volatile. 0emiliki alarm yang akan berbunyi $ika aliran peng%isap ber%enti.
0. Kabine% Bisafe%* Kelas III
Gambar 4. abinet Biosafety kelas 666
0enyediakan tingkat perlindungan paling tinggi dan digunakan untuk kelompok resiko 5 . 9emua penetrasi disegel Hkedap gasI. #asokan udara melaui saringan !"#A dan buangan $uga melewati !"#A. Udara di dalam kabinet tetap bertekanan negatif (/54 #a< 4 in). Akses kedalam ruangan %arus memaki
sarung tangan yg terikat ports didalam kabinet. !"#A buangan dapat disambungkan dengan pintu ganda autoklaf agar semua senyawa infeksius dapat steril. ?lobe bo dapat digabungkan untuk memperluas permukaan bidang ker$a &o&ok untuk Biosafety tingkat *J 5. 4
KB
Fl5 -el6i%*
/m7s8
9 !ari aliran "!ara
Sis%em b"an#an ,esirk"lasi B"an#an
Kelas Ia *7 9aluran pipa
Kelas IIA1 *=-4 , * Duangan atau t%imble
&onne&tion Kelas IIA2a
:en%e! kel"ar
4 , *
Duangan atau t%imble &onne&tion
Kelas IIB1a 4 * ,
9aluran pipa
Kelas IIB2a 4 9aluran pipa
Kelas IIIa 4-;A 9aluran pipa
Tabel 3. #erbedaan antara &abinet Biosafety 6 66 dan 666
!"#A filter sesuai dengan standar yang diadopsi ole% banyak industri dan 9!A %arus bisa mengurangi setidaknya ''', dari partikel udara yang memiliki diameter * Km atau kurang. Filter pada !"#A biasanya terbuat dari fiberglass yang dikompres dengan diameter fiber antara 4-/ Km kun&i utama yang mempengaru%i fungsi fiber adala% diameter ketebalan filter dan fa&e velo&ity. Duangan udara antara filter itu sendiri lebi% besar dari * +m asumsi umum yang menyebutkan ba%wa !"#A filter adala% saringan yang dapat melalukan partikel yang lebi% ke&il dan mena%an partikel yang lebi% besar tidak sepenu%nya benar. 3idak seperti membran filter yang %anya dapat menyaring partikel berdasarkan ukurannya !"#A filter diran&ang untuk menargetkan pada partikel yang $au% lebi% ke&il partikel tersebut tidak %anya tersaring tetapi $uga
ter$ebak pada fiber dengan melalui 7 mekanisme yaitu a) 6nter&eption
#artikel mengikuti alur aliran dalam suatu aliran serat fiber. #artikel dikumpulkan ketika partikel tersebut menyentu% materi filter
b) 6nertial 6mpa&t
#ada proses ini partikel yang lebi% besar tidak dapat meng%indari serat dengan mengikuti kontur melengkung dari aliran udara dan dipaksa untuk melekat dalam sala% satu dari fiber se&ara langsung meningkatkan efek ini dengan mengurangi pemisa%an serat dan tinggi ke&epatan aliran udara.
&) 1iffusion
#artikel tersebut terkumpul pada saat mereka bergerak dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi renda% partikel itu kemudian menabrak partikel yang suda% terkumpul sebelumnya.
d) "le&trostati&s
#ada proses ini partikel-partikel yang bermuatan negative akan tertarik pada material fiber yang bermuatan positif.
e) 9ieving
#roses ini didasarkan pada ukuran partikel atau bisa dissebut penyaringan. #artikel yang lebi% besar akan terta%an pada material fiber dan tidak dapat lolos.
f) ?ravity
. Pen##"naan Kabine% Bisafe%* !i Labla%ri"m
Penem&a%an
#er&epatan udara yang mengalir melalui medan terbuka ke dalam B adala% sekitar 54 m<s. #ada per&epatan ini integritas ara% aliran udara masuk muda% terganggu dan dapat dengan muda% diganggu ole% aliran udara yang di%asilkan ole% orang-orang ber$alan dekat dengan B $endela yang terbuka udara yang masuk dan pintu yang terbuka dan tertutup. 6dealnya B diletakan pada lokasi yang terpisa% dari lalu lintas dan dari daera% yang berpotensi terganggu aliran udara $ika mungkin dilakukan pengosongan sekitar *-*4 &m dibelakang dan diatas B. #engosongan area dibelakang B ini menyediakan pengukuran per&epatan udara yang akurat pada saringan buangan dan untuk peruba%an pada saringan buangan. 5
;&era%r
:ika B tidak digunakan se&ara tepat keuntungannya yang bersifat menguntungkan akan sangat berkurang. perator %arus teliti dalam pemeli%araan integritas daera% bukaan aliran udara masuk ketika menggerakan tangannya ke dalam dan keluar dari &abinet. Lengan %arus bergerak keluar masuk se&ara pelan tegak lurus dengan medan bukaan. 0anipulasi material di dalam B %arus ditunda sekitar menit setela%
A. 6nter&eption B. 6nertial impa&t 8. 1iffusion 1. "le&trostati&s ". 9ieving A D ( B C
menempatkan tangan dan lengan di dalam untuk membuat penyesuaian pada kabinet dan untuk Hmenyapu udaraI pada permukaan tangan dan lengan. Banyak pergerakan ke seberang medan bukaan $uga %arus diminimalisasi melalui penempatan semua materi penting kedalam kabinet sebelum dimulainya manipulasi.5
Ser%ifikasi Ta'"nan
6ntegritas dan operasi yang fungsional dari tiap B %arus bersertifikat stanadar internasional pada saat instalasi dan se&ara teratur
sesuda%nya ole% teknisi berkualitas menurut instruksi pabrik pembuatnya. "valuasi dari efektifitas B meliputi integritas kabinet kebo&oran saringan !"#A down flow flow velo&ity tekanan negatif pola asap alarm. 3es optioanal $uga disediakan untuk kebo&oran elektrik intensitas &a%aya intensitas &a%aya ultraungu tingkat kebisingan dan getaran. Lati%an k%usus keterampilan dan peralatan diperlukan untuk melaksanakan tes ini dan sangat direkomendasikan untuk diker$akan ole% pi%ak yang professional berkualitas5
Perala%an Perlin!"n#an Diri
#akaian pelindung diri %arus dikenakan setiap menggunakan B. 0atel labolatorium dapat dipakai untuk peker$aan pada Biosafety tingkat dan /. :as yang terbuat dari ba%an padat serta tertutup bagian belakangnya menyediakan perlindungan yang baik dan %arus digunakan pada Biosafety tingkat * dan 5 (ke&uali labolatorium k%usus). 9arung tangan %arus dikenakan diatas pergelangan tangan $as daripada dikenakan didalam. Lengan ba$u yang elastis dapat digunakan untuk melindungi lengan peneliti. A#1 %arus dikenakan ketika menggunkan B. A#1 bergantung pada kelompok resiko.5
Pembersi'an !an Pen*e%erilan
0edia B %arus didekontaminasi sebelum dan setela% penggunaan dengan alko%ol , atau UV selama 4- menit. 5
3. Quality Assurance(program $aminan mutu) A. Pen!a'"l"an
"valuasi ter%adap produk %asil pen&uran sediaan parenteral bertu$uan untuk men$amin mutu dan keamanan produk pada pasien. 3erdapat dua istila%
yang berkaitan dengan evaluasi produk yaitu C (*uality contro) dan A (*uality assurance). C dan A mempunyai makna yang berbeda . uality control lebi% mengara% kepada evaluasi ba%an baku komponen kemasan dan produk ak%ir sedangkan *uality assurance ($aminan mutu) merupakan istila% yang lebi% luas karena menyangkut tidak %anya M8 namun $uga meliputi penulisan "+% (stan#ar# operating proce#ure) training petugas dokumentasi fasilitas dll.
B. Pemba'asan
American "ociety of ,ealth"ystem %harmacist dalam American -ournal of ,ospital %harmacy menyatakan ba%wa *uality assurance (program $aminan
mutu) meliputi
. ebi$akan dan prosedur
9eluru% kebi$akan maupun prosedur %arus tertulis dan disosialisasikan kepada para petugas. ebi$akan dan prosedur yang suda% ada $uga %arus selalu diteliti
ulang setiap ta%un dilakukan perbaikan $ika diperlukan dansetiap peruba%an yang dilakukan %arus disosialisasikan kepada para petugas. ebi$akan dan prosedur misalnya tentang
• #endidikan dan pelati%an bagi petugas • riteria produk yang dapat diterima
• #enggunaan dan pemeli%araan fasilitas dan peralatan riteria pakaian
petugas #roses validasi
• 1okumentasi
/. #endidikan pelati%an serta evaluasi petugas
#etugas yang menyiapkan produk steril %arus menerima pelati%an atau training baik se&ara tertulis maupun praktek terlebi% da%ulu. Beberapa topik yang
diberikan pada training petugas adala% te%nik aseptik faktor-faktor penyebab kontaminasi per%itungan yang diperlukan dalam penyiapan produk parenteral.
*. #enyimpanan
Larutan obat-obatan dan alat kese%atan steril yang digunakan dalam penyiapan produk parenteral %arus disimpan pada tempat k%usus sesua petun$uk dari pabrik pembuamya. Duangan tempat penyimpanan %arus selalu dilakukan monitoring
ter%adap temperatur &a%aya kelembaban serta ventilasi. Apabila menggunakan refrigerator dan free2er sebagai tempat penyimpanan maka su%u didalamnya %arus selalu dimonitor dan di&atat dalam dokumen.
5. Fasilitas dan peralatan
#rogram $aminan mutu dalam %al fasilitas dan peralatan misalnya meliputi
• ontrol ter%adap letak area penyiapan produk steril misalnya terpisa% dari
kegiatan farmasi lain
• ontrol ter%adap kebersi%an pen&a%ayaan pada area ker$a dan laminar air
flow
• ontrol kebersi%an ter%adap ruang penyimpanan obat termasuk free2er
dan refrigerator
4. #akaian petugas
3ermasuk disini adala% kontrol ter%adap kelengkapan dan kebersi%an pakaian petugas serta penyediaan antiseptik kulit bagi petugas untuk keperluan &u&i
tangan sebelum dan sesuda% melakukan penyiapan produk steril.
7. 3e%nik aseptik dalam penyiapan produk parenteral
• 9ebelum digunakan seluru% permukaan daera% ker$a dalam alat laminar
airflow %arus dibersi%kan dengan menggunakan desinfektan yang &o&ok (, isopropyl al&o%ol) serta kain bersi% yang bebas serat. #ermukaan daera% ker$a dibersi%kan dengan ara% dari belakang ke depan dan dari atas ke bawa% men$au% dari ,&%A filter.
• 9emua peker$aan aseptik %arus dilakukan pada $arak minimal 7 in&i dari
tepi-tepi dindingnya untuk men&ega% adanya kontaminasi
• Alat laminar airflow %arus di%idupkan se&ara terus menerus
• !anya alat-alat yang sangat diperlukan sa$a yang bole% berada pada area
ker$a
• 3idak bole% terdapat peng%alang antara ,&% A filter dengan ob$ek steril • Alat laminar airflow diletakkan pada tempat yang $au% sumber-sumber
partikel seperti lalu lintas petugas yang berlebi%an pintu ventilasi dll.
• #etugas dilarang makan minum selama beker$a dengan alat laminar
airflow
• Bi&ara dan batuk $uga dilarang untuk meminimalkan ter$adinya aliran
udara yang turbulen.
• #enggunaan alat laminar air flow sa$a tanpa disertai te%nik aseptik tidak
dapat men$amin sterilitas produk.
,. #roses validasi
#roses validasi adala% suatu prosedur yang memastikan ba%wa proses yang digunakan dalam pen&uran (preparation) produk steril se&ara konsisten meng%asilkan produk dengan kualitas yang dapat diterima. #ada proses aseptik validasi merupakan suatu metoda untuk mengevaluasi te%mk aseptik yang
dilakukan ole% petugas. Validasi dapat dilakukan melalui proses simulasi. 1isini petugas melakukan pen&uran produk steril kemudian %asil ak%ir produk steril
tersebut dilakukan inkubasi dan dievaluasi ter%adap pertumbu%an bakteri selama periode waktu tertentu. :ika pada sediaan tidak diketemukan adanya mikroba berarti petugas tersebut tela% melakukan pen&uran dengan te%nik aseptik se&ara benar. 9etiap petugas %arus melewati program validasi terlebi% da%ulu sebelum melakukan pen&uran sediaan steril.
=. Caktu kadaluwarsa
9emua produk steril %arus men&antumkan waktu kadaluwarsa yang ditetapkan berdasarkan informasi stabilitas larutan dan sterilitas sediaan. 0etoda rnaupun
nama pustaka yang digunakan sebagai dasar dalam menenrukan waktu kadaluwarsa suatu produk %aras selalu didokumentasikan.
'. "tiket atau labeling
6nformasi minimal yang %arus ter&antum pada setiap label %asil pen&uran produk steril adala%
• ;ama pasien
• ;omor penyiapan produk parenteral
• ;ama larutan dan nama obat yang terkandung didalamnya termasuk
$umla% obat dan konsentrasi obat Caktu kadaluwarsa
• e&epatan dan rute pemberian obat #etun$uk penyimpanan #etun$uk
k%usus lainnya 3anda tangan atau paraf farmasis
. "valuasi produk ak%ir
"valuasi produk ak%ir adala% pemeriksaan ak%ir yang dilakukan ole% farmasis sebelum produk meninggalkan unit farmasi. "valuasi produk ak%ir meliputi keutu%an kemasan adanya inkompatibilitas larutan (kekeru%an peruba%an warna) adanya partikel volume ak%ir larutan. Beberapa instansi $uga $uga mensyaratkan u$i sterilitas ter%adap produk ak%irnya. 9elain itu farmasis $uga meneliti ketepatan komponen maupun $umla%nya pada sediaan parenteral yang disiapkannya.
. 1okumentasi
1okumentasi berupa &atatan tertulis mengenai
• "valuasi kemampuan J %asil training petugas dalam menangani produk
steril
• 8atatan temperatur pada refrigerator dan free2er • 9ertifikat kelayakan laminar air flow
DAFTA, PUSTAKA
. 8onvention U. 9. #. (/=). "% /0/ ui#eboo3 to %harmaceutical Compoun#ing4 "terile %reparations. United 9tates #%arma&opeia 8onvention.
/. United 9tates #%arma&opeia * ;ational Formulary /4. 3%e ffi&ial 8ompendia of 9tandards. /,.
*. 1irektorat :enderal Bina efarmasian dan Alat ese%atan beker$asama dengan :apan 6nternational 8ooperation Agen&y. #edoman pengelolaan perbekalan farmasi di ruma% kakit. :akarta Bakti !usada. /.
5. Bu&%anan "8 0&innon B3 9&%e&kel%off 1: 9&%neider #:. #rin&ipleds of 9terile #rodu&t #reparation. Ameri&an 9o&iety of !ealt%-9ystem #%arma&ist 9pe&ial #ro$e&t 1ivision. ''4.
4. Ameri&an 9o&iety f !ealt%-9ystem #%arma&ist. A9!# ?uidelines on !andling !a2ardous 1rugs. 1rug 1istribution and 8ontrol #reparation and !andling ?uidelines. Ameri&an :ournal !ealt% 9ystem #%arma&y. /7. 7. 8onnor 3! 1eBord 1? 0a&en2ie BA N8allag%an :# 3rout 1B.
;69! List of Antineoplasti& and t%er !a2ardous 1rugs in !ealt%&are 9ettings / O6nternetP. U9 1epartment of !ealt% and !uman 9ervi&es 8enters for 1isease 8ontrol and #revention ;ational 6nstitute for &&upational 9afety and !ealt% // O&ited ;ovember /5 /5P. Detrieved from %ttp<< sta&ks.&d&.gov<view<&d&</5=,*<&d&Q/5=,*Qds.pdf /. 1irektorat Bina Farmasi omunitas dan linik /' #edoman 1asar
1ispensing 9ediaan 9teril.
5. "lisa. (/'). %encampuran "e#iaan "teril. Rogyakarta Universitas
?a$aa% 0ada. 1apat di akses di
http66elisa.ugm.ac.i#6user6archive6#ownloa# .
0. ?overnment of 8anada #. !. A. of 8. (/5 1e&ember *). 8%apter ' Biologi&al 9afety 8abinets - Laboratory Biosafety ?uidelines *rd "dition /5. Detrieved ;ovember /5 /5 from %ttp<<www.p%a&-asp&.g&.&a<publi&at<lbg-ldmbl-5<&%'-eng.p%p
17. 6ngle #V. 8%atap V. B%atia ;0. 1esign 8onsiderations for #arenteral #rodu&tion Fa&ility /5 *(=)4S/=.
11. C! Laboratory 6ntern 0edi&ine.
12. ;ational Asso&iation of #%arma&y Degulatory Aut%orities. 8o#el "tan#ar#s for %harmacy Compoun#ing of ,azar#ous "terile %ro#ucts. Muabe& ;ational Asso&iation of #%arma&y Degulatory Aut%orities. /5 *-4.
19. Bu&%anan "8 9&%neider #:. #era&ikan sediaan steril edisi /. :akarta "?8 /.
1:. ;ational Asso&iation of #%arma&y Degulatory Aut%orities. 8o#el "tan#ar#s for %harmacy Compoun#ing of ;on,azar#ous "terile %ro#ucts . Muabe& ;ational Asso&iation of #%arma&y Degulatory Aut%orities. /5 *-4.
1<. 9u%ardi 9ri !ar$ati et al. /=. !iosafety %e#oman =eselamatan =er>a #i Labolatorium 8i3robiologi #an ?umah "a3it. #3 0ulta2am 0itra #rima
:akarta.
1@. U.9. 1epartement of !ealt% and !uman 9ervi&es 8entral for 1isease 8ontrol and #revention. /,. !iosafety in 8icrobiological an# !iome#ical Labolatories. U.9. ?overnment #rinting ffi&e Cas%ington 18.