• Tidak ada hasil yang ditemukan

173 status kementerian koperasi belum akan diubah 98

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "173 status kementerian koperasi belum akan diubah 98"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Status Kementerian Koperasi Belum Akan Diubah

Written by Artikel

Wednesday, 02 June 2010 10:42 - Last Updated Thursday, 10 June 2010 14:20

JAKARTA - Pemerintah belum berencana . mengubah status Kementerian Negara Koperasi dan UKM menjadi departemen. Saat ini, pemerintah lebih memfokuskan program di

kementerian untuk mendukung perkembangan dan pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Belum ada perubahan dan belum ada wacana (untuk mengubah status kementerian menjadi departemen)," kata Menteri Negara Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan saat dihubungi Investor Daily akhir pekan lalu.

Namun, kementerian berkomitmen tetap menjalankan tugas dan kewajiban untuk memajukan dan memberdayakan para pelaku UMKM. Itu mengingat para pelaku UMKM yang berjumlah 98,9% dari total pelaku usaha merupakan salah satu sektor pendorong perekonomian nasional.

"Untuk itu, kinerja yang sudah ada di Kementerian Negara Koperasi dan UKM akan dimaksimalkan untuk lebih memberdayakan UMKM," papar dia.

Sebelumnya, dalam rapat koordinasi nasional (rakornas) pemberdayaan koperasi dan UKM yang diadakan pada awal bulan ini direkomendasikan adanya perubahan status Kementerian Koperasi menjadi departemen. Rekomendasi tersebut muncul dari Dinas Koperasi yang ada di daerah.

Usulan ini juga pernah mencuat pada rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI pada masa pemerintahan 2004-2009. Usulan ini mengemuka mengingat besarnya tanggung jawab Kementerian Koperasi serta untuk mengoptimalkan tugas pokok dan fungsi pemberdayaan koperasi dan UKM.

Bahkan, dalam rapat kerja tersebut

disimpul-kan bahwa anggaran yang diterima oleh Kementerian Koperasi tidak mencukupi untuk membiayai 50 juta UMKM. Anggaran ideal untuk menjadi departemen di atas Rp 50 triliun. Bahkan, seluruh kebutuhan permodalan UMKM mencapai Rp 598,65 triliun. Itu pun dengan asumsi jumlah kredit mikro Rp 500.000 hingga Rp 50 juta, usaha kecil Rp 50-500 juta, dan usaha menengah Rp 500 juta sampai Rp 5 miliar.

Sementara itu, Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Negara Koperasi dan UKM Untung Tri Basuki memaparkan bahwa permintaan perubahaan status menjadi departemen merupakan inisiatif dari dinas koperasi provinsi dan kabupaten. Namun, keputusan lebih lanjut diserahkan kepada presiden. "Rekomendasi dari rakornas itu sebetulnya kewenangan presiden. Usulan itu mungkin bisa disampaikan di sidang kabinet," ujar dia, belum lama ini.

Sumber : Investor Daily Indonesia

Referensi

Dokumen terkait