• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengolahan Air Limbah Domestik di IPAL Semanggi Kota Surakarta.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengolahan Air Limbah Domestik di IPAL Semanggi Kota Surakarta."

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Air merupakan kebutuhan pokok bagi makhluk hidup yang tidak dapat

melangsungkan hidupnya tanpa tersedianya air. Oleh karena itu, tidak satupun

kehidupan di dunia termasuk manusia dapat berlangsung tanpa tersedianya air

dalam jumlah yang cukup. Hidup manusia mutlak membutuhkan air, karena

dalam penyusunan tubuh manusia diketahui 85% terdiri dari air (Januar, Arif.

2010)

Aktivitas rumah tangga banyak memanfaatkan air khususnya air bersih untuk

memasak, mandi, mencuci, kakus dan lain-lain. Pemanfaatan dan pemakaian air

tersebut menjadikan air menurun kualitasnya sehingga menghasilkan air limbah.

Air limbah yang dihasilkan dari aktivitas manusia antara lain berupa limbah

industri yang dihasilkan dari aktivitas industri dan air limbah domestik yang

dihasilkan dari segala aktivitas rumah tangga. Pencemaran air merupakan masalah

yang sangat serius, tidak hanya pencemaran dari perkembangan industri, tetapi

limbah domestik pun menjadi masalah besar ketika tidak diperhatikan

penanganannya (Januar, Arif. 2010)

Dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia nomor 5 tahun

2014 pasal 1 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik, dinyatakan bahwa limbah

domestik adalah air limbah yang berasal dari usaha atau kegiatan pemukiman

(real estate), rumah makan (restaurant), perkantoran, perniagaan, apartemen dan

asrama. Untuk kota Surakarta, pengolahan limbah domestik telah diputuskan

dalam Surat Keputusan (SK) Walikota Surakarta Nomor 02 tanggal 26 Juni 1998,

di dalam SK tersebut Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surakarta

(2)

2

Limbah domestik yang diproduksi setiap hari menjadi salah satu pencemar sumur

dangkal (sumur penduduk), karena struktur tanah yang tidak mampu melakukan

proses sisa pengaliran limbah tersebut. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)

terkait dengan fasilitas prasarana permukiman tidak terpisahkan dengan manusia,

hunian dan lingkungan. IPAL berfungsi untuk mengolah serta mengendalikan

limbah domestik. Air limbah domestik dialirkan melalui saluran interceptor

kemudian dibuang ke sungai dalam keadaan memenuhi kriteria, sehingga dengan

adanya IPAL diharapkan sungai terbebas dari pencemaran air limbah khususnya

air limbah domestik (Januar, Arif. 2010)

Kota Surakarta yang luas wilayahnya 4.404 Ha dan jumlah penduduk mencapai

585.486 jiwa pada tahun 2014, hampir dipastikan dari kegiatan masyarakat kota

Surakarta limbah rumah tangga atau air kotor menempati urutan paling tinggi.

Limbah domestik yang berasal dari berbagai kegiatan rumah tangga berdampak

bagi lingkungan abiotik dan biotik, yang kemudian berdampak pada masyarakat

yaitu tercemarnya air tanah dan timbulnya berbagai macam penyakit, maka dari

itu air limbah domestik perlu diolah dengan baik. Pembangunan sanitasi di Kota

Surakarta juga merupakan salah satu penjabaran pemerintah dalam memenuhi

Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Surakarta Nomor: 3 Tahun 1999

Tanggal:27 Mei 1999 tentang pengolahan limbah cair. Tingginya tingkat

pencemaran domestik memberikan dampak signifikan terhadap kualitas kesehatan

masyarakat yang tinggal disepanjang bantaran sungai. Ancaman serius ini

merupakan tanggung jawab bersama, yaitu peran aktif pemerintah dan

masyarakat. Oleh sebab itu pengolahan air kotor perlu ditangani secara baik dan

berkelanjutan, sehingga air buangan yang masuk ke badan air aman bagi

kesehatan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. Jadi dalam hal ini perlu

(3)

3

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka dapat dirumuskan permasalahan

sebagai berikut:

1. Bagaimana proses pengolahan air limbah domestik di IPAL Semanggi Kota

Surakarta ?

2. Bagaimana kualitas air limbah domestik di aliran inlet dan outlet IPAL

Semanggi berdasarkan parameter fisika dan kimia ?

1.3 Batasan Masalah

Dalam penulisan Tugas Akhir ini masalah dan pembahasannya terbatas pada:

1. Kajian ini hanya dalam lingkup IPAL Semanggi Kota Surakarta.

2. Membahas mengenai proses pengolahan air limbah domestik pada IPAL

Semanggi Kota Surakarta.

3. Sampel air limbah yang diambil dari inlet dan outlet di IPAL Semanggi

Kota Surakarta.

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah diatas, penelitian ini mempunyai tujuan sebagai

berikut:

1. Mengetahui proses pengolahan air limbah domestik di IPAL Semanggi Kota

Surakarta.

2. Mengetahui kualitas air limbah domestik di aliran inlet dan outlet IPAL

Semanggi berdasarkan parameter fisika dan kimia.

1.5 Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian diatas, penelitian ini diharapkan mempunyai

manfaat sebagai berikut:

1. Dapat menjadi acuan untuk melakukan penelitian yang sejenis dalam

pengembangan teknik pengolahan air limbah domestik.

2. Memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pemantauan kualitas air

Referensi

Dokumen terkait

Evaluation result based on condition eksisting processing that there in general demo that processing system IPAL Semanggi can be increased with do optimalization shaped repair and

Evaluasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal di Kecamatan Rappocini bertujuan yaitu untuk mengetahui kinerja dari IPAL komunal dan untuk mengetahui

Berikut ini merupakan grafik parameter yang menunjukkan perbandingan antara hasil uji parameter inlet dan outlet Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) biofilter anaerob aerob

Kedua grafik tersebut menunjukkan adanya penurunan parameter COD air limbah sebelum diolah dan setelah diolah pada IPAL Perumnas Selatan. Menurut data dari PDAM

Hasil Uji Laboratorium kadar COD pada inlet dan outlet Instalasi Pengolahan Air Limbah IPAL Industri Kosmetik X Kota Depok setelah melalui proses pengolahan air limbah dengan cara

KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa desain Instalasi Pengolahan Air Limbah IPAL yang sesuai dengan hasil kandungan pengujian sampel air limbah

REKAYASA PENGELOLAAN SANITASI AIR LIMBAH DOMESTIK TERPADU BERBASIS IPAL KOMUNAL DI KAMPUNG SELUMIT PANTAI KOTA TARAKAN Denny Indrawanto1, A.Tutut Subadyo2, Herry Budiyanto2

PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH IPAL PABRIK TEMPE DENGAN DIGESTER ANAEROBIK DAN BIOFILTER ANAEROBIK DI WILAYAH SEMARANG Studi Kasus Pabrik Tempe Dampyak Gunung Pati