• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMERINTAH KABUPATEN NUNUKAN KECAMATAN SEBATIK TIMUR DESA BUKIT ARU INDAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMERINTAH KABUPATEN NUNUKAN KECAMATAN SEBATIK TIMUR DESA BUKIT ARU INDAH"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KABUPATEN NUNUKAN KECAMATAN SEBATIK TIMUR

DESA BUKIT ARU INDAH

PERATURAN DESA BUKIT ARU INDAH NOMOR 2 TAHUN 2018

TENTANG

RENCANA KERJA PEMERINTAH DESA (RKP Desa) TAHUN ANGGARAN 2018

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA DESA BUKIT ARU INDAH,

Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat (1) huruf b Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa, Pemerintah Desa perlu menyusun rancangan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa);

b. bahwa Rencana Pembangunan tahunan Desa atau yang disebut Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa), merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) untuk jangka waktu 1 (satu) Tahun;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Desa Bukit Aru Indah tentang Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun Anggaran 2018;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Timur dan Kota Bontang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 175, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3896) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2000 tentang Perubahan atas Undang – Undang Nomor 47 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3962);

2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang

Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82,

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

5234);

(2)

3. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495);

4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang- Undang Nomor 2 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah menjadi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 24, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5657);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 213, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5539), Sebagaimana telah di ubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang- Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5717);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5558) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5864);

7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 2093);

8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 2094);

9. Peraturan Desa Bukit Aru Indah Nomor 4 Tahun 2017

tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa

(RPJM Desa) Tahun 2018-2023 (Lembaran Desa Bukit Aru

Indah Tahun 2017 Nomor 04);

(3)

Dengan Kesepakatan Bersama

BADAN PERMUSYAWARATAN DESA BUKIT ARU INDAH

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DESA BUKIT ARU INDAH TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DESA (RKP DESA) TAHUN ANGGARAN 2018.

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Desa ini yang dimaksud dengan : 1. Bupati adalah Bupati Nunukan.

2. Pemerintah Kabupaten Nunukan adalah Pemerintah Kabupaten Nunukan.

3. Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam system Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

4. Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam system Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

5. Pemerintah Desa adalah Pemerintah Desa Bukit Aru Indah.

6. Kepala Desa adalah unsur Pemerintah Desa yang terdiri dari unsur staf yaitu Sekretaris Desa dan Kepala Urusan, serta unsur wilayah yaitu Kepala Dusun atau sebutan lain.

7. Badan Permusyawaratan Desa yang selanjutnya disingkat BPD adalah Lembaga yang merupakan perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan Desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa

8. Dusun atau sebutan lain adalah bagian wilayah dalam desa yang merupakan lingkungan kerja pelaksanaan Pemerintahan Desa.

9. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat yang selanjutnya disingkat LPM adalah

Lembaga atau wadah yang dibentuk atas prakarsa masyarakat sebagai mitra

Pemerintah Desa dalam menampung dan mewujudkan aspirasi dan

kebutuhan masyarakat dibidang pembangunan.

(4)

10. Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat,melalui urutan pilihan dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia.

11. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa yang selanjutnya disingkat RPJM Desa, adalah dokumen perencanaan pembangunan desa untuk periode 6 ( enam ) tahun.

12. Rencana Pembangunan Tahunan Desa yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa), adalah dokumen perencanaan desa untuk periode 1 (satu) tahun.

13. Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan.

14. Misi adalah rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi.

15. Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi.

16. Kebijakan adalah arah/tindakan yang diambil oleh Pemerintah untuk mencapai tujuan.

17. Program adalah instrument kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah/lembaga untuk mencapai sasaran dan tujuan serta memperoleh alokasi anggaran, atau kegiatan masyarakat yang dikoordinasikan oleh instansi pemerintah.

18. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa adalah forum antar pelaku dalam rangka menyusun rencana pembangunan Desa.

19. Profil Desa adalah gambaran menyeluruh tentang karakter desa yang meliputi data dasar keluarga, potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, kelembagaan, sarana dan prasarana serta perkembangan kemajuan dan permasalahan yang dihadapi Desa.

BAB II

RENCANA KERJA PEMERINTAH DESA (RKP Desa) Pasal 2

(1) RKP Desa merupakan rencana kerja prioritas strategis pembangunan desa untuk periode 1 (satu) tahun yang menggambarkan arah prioritas kebijakan desa serta kemampuan pendanaannya;

(2) RKP Desa ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa.

Pasal 3

RKP Desa sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) bertujuan untuk :

a. menyiapkan Daftar Usulan Rencana Kegiatan Pembangunan Desa (DU-

RKP Desa ) tahunan yang sifatnya baru, Rehab maupun lanjutan kegiatan

pembangunan;

(5)

b. menyiapkan DU-RKP Desa tahunan untuk dianggarkan dalam APB Desa, APBD Kabupaten, APBD Provinsi, APBN, pihak ketiga maupun swadaya masyarakat.

BAB III

TATA CARA PENYUSUNAN DAN PENETAPAN RKP DESA Pasal 4

Penyusunan RKP Desa dilakukan melalui tahapan kegiatan:

a. Persiapan;

b. Pelaksanaan;

c. Sosialisasi .

Pasal 5

(1) Kegiatan persiapan sebagaimana dimaksud pada pasal 4 huruf a, meliputi:

a. Pembentukan Tim Penyusun RKP Desa yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa;

b. Tim Penyusun RKP Desa terdiri dari Kepala Desa selaku pengendali kegiatan, Sekretaris Desa selaku penanggung jawab kegiatan, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa selaku penanggung jawab pelaksanan kegiatan, Tokoh Agama selaku nara sumber, Pengurus TP-PKK Desa, Karang Taruna Kader pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD).

(2) Kegiatan Pelaksanaan Penyusunan RKP Desa sebagaimana dimaksud pada pasal 4 huruf b, mengacu kepada RPJM Desa dengan memilih prioritas kegiatan setiap tahun anggaran yang telah disepakati oleh seluruh unsur masyarakat, yang berupa dokumen:

a. Usulan kegiatan pembangunan berdasarkan skala prioritas dengan mengacu pada RPJM Desa;

b. Daftar usulan rencana kegiatan pembangunan;

c. Berita Acara Musrenbang Desa.

(3) Kegiatan sosialisasi sebagaimana dimaksud pada pasal 4 huruf c, RKP Desa dilakukan pada berbagai kegiatan organisasi dan kelompok masyarakat.

BAB IV

MEKANISME PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENETAPAN RKP DESA

Pasal 6

RKP Desa sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 disusun untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan mulai dari desa sampai kabupaten;

(1) Kepala Desa bertanggungjawab dalam pembinaan dan pengendalian

penyusunan RKP Desa;

(6)

(2) Peserta forum Musrenbangdes RKP Desa sama dengan peserta Musrenbangdes RPJMDesa sebagaimana dimaksud pada pasal 8 ayat (4);

(3) Narasumber dalam Musrenbangdes RKP Desa sama dengan peserta Musrenbangdes RPJM Desa sebagaimana dimaksud pada pasal 8 ayat (5);

(4) Dalam Penyelenggaraan Musrenbangdes RKP Desa hal-hal yang harus disiapkan adalah:

a. Panitia pelaksana;

b. Daftar peserta yang diundang dan membuat surat undangan;

c. Daftar hadir peserta;

d. Sarana dan prasarana penunjang kegiatan;

e. Daftar Usulan Rencana Kegiatan Pembangunan Desa (DU-RKP Desa) tahunan yang sifatnya baru, Rehab maupun lanjutan kegiatan pembangunan;

f. DU-RKP Desa tahunan untuk dianggarkan dalam APB Desa, APBD Kabupaten, APBD Provinsi, APBN, pihak ketiga maupun swadaya masyarakat;

g. Hasil evaluasi pelaksanaan RKP Desa tahun sebelumnya.

(5) Hasil Musrenbangdes RKP Desa :

a. Daftar hadir peserta Musrenbangdes RKP Desa;

b. Berita Acara Musrenbangdes RKP Desa;

c. Matrik Program dan Kegiatan tahunan dirinci berdasarkan: Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan; Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa;

Bidang Pembinaan Kemasyarakatan dan Bidang Pemberdayaan Masyarakat;

d. Dokumentasi pelaksanaan Musrenbangdes RKP Desa;

e. Daftar prioritas kegiatan yang akan dilaksanakan sendiri oleh Desa yang bersangkutan yang akan dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APB Desa) serta swadaya gotong royong masyarakat Desa;

f. Daftar kegiatan prioritas yang akan diusulkan ke Kecamatan untuk dibiayai melalui APBD Kabupaten, APBD Provinsi, APBN dan pihak ketiga;

g. Daftar nama anggota Delegasi yang akan membahas hasil Musrenbang Desa pada forum Musrenbang Kecamatan;

h. Pemerintahan Desa wajib mengembangkan nilai-nilai demokrasi, para anggotanya untuk mengambil keputusan yang dikoordinir oleh LPM atau sebutan lain dalam forum Musrenbangdes;

i. Mekanisme pengambilan keputusan dalam forum Musrenbangdes

dalam perencanaan pembangunan desa berdasarkan musyawarah dan

(7)

mufakat;

j. Rancangan RKP Desa dapat diajukan oleh Pemerintahan Desa;

k. Dalam menyusun rancangan RKP Desa, Pemerintahan desa harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh aspirasi yang berkembang di masyarakat yang diwadahi oleh LPM;

l. Rancangan RKP Desa yang berasal dari Pemerintahan Desa disampaikan oleh Kepala Desa kepada pemangku kepentingan yaitu LPM, Karang Taruna PKK, RT, KPMD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan sebagainya;

m. Setelah menerima rancangan RKP Desa, Pemerintahan Desa melaksanakan Musrenbang desa untuk mendengarkan penjelasan kepala desa tentang perencanaan pembangunan desa;

n. Jika rancangan RKP Desa berasal dari pemerintahan desa, maka Pemerintahan Desa mengundang LPM, Lembaga kemasyarakatan Desa, Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat dan lain-lain untuk melakukan Musrenbang-Desa membahas RKP Desa;

o. Setelah dilakukan Musrenbangdes sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) dan (5), maka Pemerintahan Desa menyelenggarakan rapat paripurna yang dihadiri oleh BPD dan pemerintah desa serta LPM dan lembaga kemasyarakatan dalam acara penetapan persetujuan BPD atas rancangan RKP Desa menjadi RKP Desa yang dituangkan dalam Peraturan Desa; dan p. Setelah mendapat persetujuan pemerintahan desa sebagaimana

dimaksud dalam ayat (6), maka Kepala Desa menetapkan RKP Desa, serta memerintahkan Sekretaris Desa atau untuk mengundangkan dalam lembaran Desa.

BAB V

KETENTUAN PENUTUP Pasal 7

Hal-hal lain yang belum cukup diatur dalam peraturan RKP Desa ini akan diatur

oleh Keputusan Kepala Desa.

(8)

Pasal 8

Peraturan Desa ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang dapat mengetahui, memerintahkan pengundangan Peraturan Desa ini dalam Lembaran Desa oleh Sekretaris Desa.

Ditetapkan di Desa Bukit Aru Indah pada tanggal 23 Januari 2018

KEPALA DESA BUKIT ARU INDAH ttd

SYAHRUDDIN, SE

Diundangkan di Desa Bukit Aru Indah pada tanggal 23 Januari 2018

SEKRETARIS DESA BUKIT ARU INDAH

ALIMAN

LEMBARAN DESA BUKIT ARU INDAH TAHUN 2018 NOMOR 01

Referensi

Dokumen terkait

Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244 , Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244 , Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

4.Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587,

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587,

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2Ol4 tentang Pemerintahan Daerah Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587, sebagaimana telah