GAYA SELINGKUNG JURNAL EKOBIS DEWANTARA

18  Download (0)

Full text

(1)

ISSN: XXXX-XXXX (online) | DOI: 10.XXXX/EDv1n1 1

GAYA SELINGKUNG JURNAL EKOBIS DEWANTARA

JUDUL DITULIS DENGAN HURUF KAPITAL MENGGUNAKAN FONT TIMES NEW ROMAN, SIZE 11

SPASI TUNGGAL, BOLD Nama Mahasiswa Alumni Fakultas Ekonomi UST Email: surel mahasiswa@email.com

Abstrak

Terbagi dalam 3 bagian/paragraf yaitu: Tujuan penelitian, metode penelitian, dan hasil penelitian.

(Maksimal 200 kata, ditulis dalam Bahasa Inggris, cetak miring, Times New Roman, Font 11, spasi 1) Keywords: keywords 1, keywords 2, ...

Bagian isi di bawah ini ditulis Times New Roman, Font 11, spasi 1, kertas A4, margin kiri dan kanan 2 cm, margin atas 2,5 cm, margin bawah 1 cm, rata kiri dan kanan, tanpa penomoran bab dan subbab PENDAHULUAN (HANYA LATAR BELAKANG)

Uraikan latar belakang permasalahan yang menjadi landasan bahwa penelitian tersebut penting untuk dilaksanakan serta rumusan masalahnya.

(Maksimal 800 sampai dengan 1000 kata)

KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS

Uraikan secara ringkas kajian pustaka dari tiap variabel. Pengembangan hipotesis (jika ada) harus disertai logika dan riset terdahulu yang menjadi landasan dalam melahirkan hipotesis, dan gambar kerangka penelitian.

METODE PENELITIAN

Uraikan sifat penelitian, definisi operasional dan indikator dari tiap variabel, populasi, sampel dan teknik pengambilan sampel.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Uraikan temuan pengujian statistik penelitian sekaligus dengan pembahasannya. Tabel dan gambar diberi judul dan harus diinterpretasikan.

PENUTUP

Rangkum temuan penelitian dan jelaskan saran bagi praktisi dan teoritisnya atau penelitian ke depannya.

REFERENSI

Berisi daftar pustaka

Seluruh tulisan artikel dari JUDUL hingga REFENSI

“MAKSIMAL 10 Halaman”

Di upload dalam format MS-WORD

(2)

Ekobis Dewantara Vol. 1 No.1 Januari 2018

2

KUTIPAN

Menurut sifatnya Kutipan dibedakan menjadi kutipan asli dan kutipan saduran. Kutipan asli yaitu kutipan dari buku acuan yang dituliskan sesuai dengan kalimat di buku aslinya, sedangkan kutipan saduran adalah kutipan dari buku acuan yang disadur oleh pengacu dengan kalimatnya sendiri sebagai ringkasan kalimat di buku asli.

1. Kutipan asli

a. Kutipan asli terdiri dari satu kalimat atau kurang dari empat baris dicetak seperti teks biasa dengan jarak dua spasi, diawali dan diakhiri dengan tanda petik. Contoh:

“Budaya organisasi ialah common understanding(kebersamaan pengertian) para anggota organisasi untuk berperilaku sama, baik diluar maupun di dalam organisasinya”

(Sigit, 2003:256).

b. Kutipan asli terdiri dari dua kalimat atau lebih dengan baris lebih dari empat baris dicetak miring dengan jarak baris satu spasi, diletakkan di tengah-tengah batas teks kanan dan kiri menjorok ke dalam tiga ketukan tanpa menggunakan tanda petik.Contoh:

Definisi pembangunan ekonomi adalah:

Suatu proses di mana pendapatan perkapita suatu Negara meningkat selama kurun waktu yang panjang, dengan catatan bahwa jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan absolute tidak meningkat dan distribusi pendapatan tidak semakin timpang (Kuncoro, 2000:17)

2. Kutipan Saduran

a. Kutipan saduran dicetak seperti teks biasa dengan jarak baris dua spasi.

Contoh:

Sikap ialah respon yang mengacu pada komponen-komponen kognitif, afektif dan kolektif yang dilakukan oleh seorang terhadap suatu obyek atau stimulus dari lingkungan (Sigit, 2003:88) b. Penyebutan sumber kutipan meliputi nama keluarga atau nama akhir tanpa gelar (atau lembaga),

diikuti dengan tanda baca koma, tahun terbitan, diikuti tanda baca titik dua, halaman yang dikutip.

Contoh:

Sikap ialah respon yang mengandung komponen-komponen kognitif, afektif dan kolektif yang dilakukan oleh seseorang terhadap sesuatu obyek atau stimulus dari lingkungan (Sigit, 2003:88) atau

Menurut Soehardi Sigit (2003:88) Sikap ialah respon yang mengandung komponen-komponen kognitif, afektif dan kolektif yang dilakuakan oleh sesorang terhadap sesuatu objek atau stimulus dari lingkungan.

(3)

ISSN: XXXX-XXXX (online) | DOI: 10.XXXX/EDv1n1 3 c. Kutipan pendapat seseorang yang diambil dari penulis lain, harus menyebutkan sumber dari

penulis lain itu.

Contoh:

McClelland (2002, dikutip dari Killer & Holland, 1971: 760) berpendapat bahwa achievement merupakan unsur penting dalam kewiraswastaan.

Atau, McClelland (2002, dalam Killer & Holland, 1971: 760) berpendapat bahwa achievement merupakan unsur penting dalam kewiraswastaan

d. Kutipan dari penulis yang dikutip pihak lain yang tidak diketahui penulisannya (banyak terdapat di Surat kabar atau majalah) harus menyebutkan terbitannya.

Contoh:

Winarno (Kompas, 22 Febr.1999: 8) menyatakan bahwa di pulau Jawa saja konsumsi tempe setiap hari memerlukan penyedia 1.500 sampai sekitar 9.000 ton.

e. Jika dalam kutipan terdapat kata-kata dalam kalimat yang dibuang, maka kata-kata yang dibuang tersebut diganti dengan tiga titik (...) .

Contoh:

“Semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah ... diharapkan sudah melaksanakan kurikulum baru” (Manan, 1995:278).

f. Apabila penulisnya berasal dari sebuah institusi baik Pemerintah ataupun institusi, baik institusi pemerintah maupun instusi swasta dapat menjadi penulis dari sebuah publikasi. Contoh:

Beberapa penelitian yang pernah diadakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (2010:12), menunjukkan bahwa evaluasi kinerja pembangunan daerah...

g. Apabila tidak terdapat nama penulis di dalam sumber Contoh:

Kerjasama antar pemerintah daerah, merupakan salah satu faktor penting dalam rangka optimalisasi pelayanan publik (Kajian Kerjasama Antar Daerah, 2011:13).

h. Mengutip lebih dari satu penulis pada satu poin yang sama

Ketika lebih dari satu penulis, memberikan pemikiran dan poin yang sama, mereka disebutkan berdasarkan urutan tahun publikasi.

Contoh:

Pollitt (1998), Bouckert (1996) dan Newman (2000), semuanya percaya bahwa manajemen publik, merupakan…

i. Menambahkan kata kata untuk membuatkan kutipan lebih jelas maksudnya

Apabila anda ingin menambahkan kutipan agar lebih jelas maksudnya, anda dapat mencantumkan kata kata tambahan dalam kalimat tersebut dengan menggunakan tanda kurung Kotak.

(4)

Ekobis Dewantara Vol. 1 No.1 Januari 2018

4

Contoh:

Aktor Aktor tersebut [Pemerintah, Swasta, Masyarakat] seharusnya bersinergi sehingga tercipta harmonisasi dalam menjalankan program program yang telah direncanakan (Bintoro, 2009:13).

j. Artikel dari koran/majalah Contoh:

Perekonomian Jepang mengalami stagnansi dalam lima tahun terakhir (Fukuyama, Koran Tempo, 22 November 2001).

Melandaskan argumen pada Fukuyama (Koran Tempo, 22 November 2001)....

k. Berita koran/majalah Contoh:

Presiden SBY berjanji akan mengurangi subsidi BBM secara bertahap (Republika, 10 September 2002).

Harian Republika (10 September 2002) memberitakan ...

l. Buku terjemahan Contoh:

….. (Samuelsen, terj., Setio Budi, 2000: 44 – 45).

Samuelsen (terj., Setio Budi, 2000: 44 – 45) menandaskan ...

m. Makalah seminar yang tidak diterbitkan Contoh:

.... (Nazaruddin, Makalah, 2007).

n. Artikel dari internet Contoh:

….. (Chesney, www.thirdworldtraveler.com/ Robert_McChesney_ page.html, akses 15 Juni 2007).

Mengutip Chesney (www.thirdworldtraveler.com/Robert_ McChesney_page.html, akses 15 Juni 2007), …..

Perhatikan: alamat web yang dicantumkan adalah alamat lengkap, dengan cara copy-paste dari address web secara langsung.

o. Pernyataan lisan Contoh:

….. (Samijan, wawancara, 11 November 2006).

Dalam wawancara dengan penulis, Samijan (11 November 2006) mengatakan ……

(5)

ISSN: XXXX-XXXX (online) | DOI: 10.XXXX/EDv1n1 5 p. Catatan kaki

Jika tidak diperlukan sekali, sebaiknya dihindari penggunaan catatan kaki, kecuali untuk bidang studi tertentu, seperti sejarah. Catatan kaki ditulis dengan jarak satu spasi.

q. Nama penulis yang diacu dalam uraian

Penulisan yang tulisannya diacu dalam uraian hanya disebutkan nama akhirnya saja. Bila lebih dari dua orang, hanya nama akhir penulis pertama yang dicantumkan diikuti dengan singkatan

“dkk” atau “et.al” derajat kesarjanaan tidak boleh dicantumkan.

Contoh:

a. Menurut Sigit (2003:26) …

b. Perhitungan p-value (Wonnacott dan Wonnacot, 1984:30) adalah ..

c. Bensin dapat dibuat dari methanol (Meisel dkk., 1976:30) ..

r. Nama Penulis dalam Daftar Pustaka

Dalam daftar pustaka, semua penulis harus dicantumkan namanya dan tidak boleh diringkas.

Nama-nama pengarang tersebut harus disusun urut abjad.

a. Nama penulis yang lebih dari satu kata

Nama seorang penulis yang terdiri atas dua kata atau lebih, suku nama yang terakhir biasanya merupakan nama keluarga (family name) atau nama akhir (last name) biasa yang tidak merujuk pada nama keluarga.

Nama yang memiliki nama keluarga (family name) ataupun nama akhir (last name) dinyatakan nama keluarganya/nama akhirnya terlebih dahulu. Adapun cara penulisannya adalah nama keluarga/nama akhir diikuti dengan koma, nama depan diikuti dengan”

kemudian singkatan nama tengah.

Contoh:

Robbins, Stephen R., 1992. Essensials of Organizational Behavior, Englewood Cliffs. New Jersey 07632: Prentice Hall, Inc.

b. Dalam penulisan nama penulis tersebut, derajat kesarjanaan tidak boleh dicantumkan.

c. Nama penulis yang sama, untuk sumber kedua dan seterusnya cukup dinyatakan dengan garis panjang diikuti dengan judul buku, nama penerbit dan katerangan-keterangan lain yang sama dengan penulisan buku pengarangnya hanya satu.

Contoh:

Sugiri, Slamet., 2007. Pengantar Akuntasi / BPFE

---., 2009. Akuntansi Keuangan Menengah UPP STIM YKPN.

(6)

Ekobis Dewantara Vol. 1 No.1 Januari 2018

6

PENULISAN DAFTAR PUSTAKA

a. Masing-masing kepustakaan dituliskan dengan jarak satu spasi.

b. Jarak antara kepustakaan yang satu dengan kepustakaan yang lain adalah dua spasi.

c. Huruf pertama dari baris pertama masing-masing kepustakaan diketik tepat pada batas tepi kiri dan baris-baris berikutnya dimulai pada ketukan keenam dari batas tepi kiri tersebut.

Contoh:

Kumorotomo, Wahyudi. 1994. Manajemen Pelayanan Publik. PT. Radja Grafindo Persada: Jakarta

d. Nama penulis disusun urut abjad e. Nama yang diikuti dengan singkatan

Contoh:

Robert S. Downey Jr. ditulis menjadi Downey Jr.., Robert S.

f. Tata cara menulis singkatan

Untuk memperpendek jumlah halaman, sering ditemui adanya kata-kata yang disingkat, misalnya nomor menjadi “no”, halaman menjadi “hal” saja. Penulisan yang disingkat seperti ini harus diikuti dengan tanda titik di belakangnya.

Contoh:

Kuncoro, Mudrajad., 1995. “Desentralisasi Fiskal di Inonesia. Dilema Otonomi dan Ketergantungan”. Prisma, No. 4, h.3-8

g. Penulisan Daftar Pustaka berdasarkan sumbernya:

1. Buku teks

Sugiri, Slamet., 2007. Pengantar Akuntasi.BPFE Yogyakarta

Robbins, Stephen R., 1992. Essensials of Organizational Behavior, Englewood Cliffs. New Jersey 07632: Prentice Hall, Inc.

2. Jurnal Ilmiah/artikel

Kuncoro, Mudrajad., 1995. Desentralisasi Fiskal di Inonesia. Dilema Otonomi dan Ketergantungan. Prisma, no. 4, h.3-8

Amihud, Y., dan H. Mendelson., 1986. “Asset Pricing and The Bid-Ask Spread”, Journal of Financial Economics, Vol. 17, No. 223-249

Berry, T., and Howe, K., 1994. “Public Information Arrival”. The Journal of Finance. Vol XLIX, No. 4.

3. Artikel Tulisan online

Evanston Public Library Board of Trustees, “Evanston Public Library Strategic Plan, 2000–

2010: A Decade of Outreach,” Evanston Public Library, http://www.epl.org/library/strategic-plan-00.html. Diakses pada tanggal 15 Mei 2012

4. Kamus

Bagus, Lorens.,1994. Kamus Filsafat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

(7)

ISSN: XXXX-XXXX (online) | DOI: 10.XXXX/EDv1n1 7

5. Artikel dari koran/majalah

Fukuyama, Francis. “Benturan Islam dan Modernitas, ” Koran Tempo, 22 November 2001.

6. Berita koran/majalah

“Islam di AS Jadi Agama Kedua”, Republika, 10 September 2002.

7. Makalah seminar yang tidak diterbitkan

Nazaruddin, Muzayin., 2007. “Dua Tipe Perempuan dalam Film dan Sinetron Mistik Indonesia.” Makalah disampaikan dalam Temu Ilmiah Nasional, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Jakarta.

h. Penulisan Daftar Pustaka berdasarkan Jumlah Penulis a. Satu Penulis

Zehfuss, Maja.,2004. Constructivism in International Relations: The Politics of Reality.

Cambridge: Cambridge University Press.

Cheung, Y., 1995.“Intraday Returns and The Day-End Effect: Evidence From The Hong Kong Equity Market”. Journal of Business Finance and Accounting, Vol. 22, No. 7.

b. Dua Penulis

Viotti, Paul R., dan Mark V. Kauppi., 1993.International Relations Theory: Realism, Pluralism, Globalism. Massachusetts: Allyn and Bacon.

Amihud, Y., dan H. Mendelson., 1986. “Aseet Pricing and The Bid-Ask Spread”, Journal of Financial Economics, Vol. 17, No. 223-249

c. Empat atau lebih Penulis

Burchill, Scott, Andrew Linklater, Richard Devetak, Jack Donnelly, Matthew Paterson, Christian Reus-Smit dan Jacqui True., 2005.Theories of International Relations. New York: Palgrave.

Hlatky, Mark A., Derek Boothroyd, Eric Vittinghoff, Penny Sharp, and Mary A. Whooley., 2000. "Quality-of-Life and Depressive Symptoms in Postmenopausal Women after Receiving Hormone Therapy: Results from the Heart and Estrogen/Progestin Replacement Study (HERS) Trial." Journal of the American Medical Association 287, No. 5

d. Editor, Penerjemah atau Pengkompilasi bukan Penulis

Lattimore, Richmond, penerj. 1951. The Iliad of Homer. Chicago: University of Chicago Press.

(8)
(9)

ISSN: XXXX-XXXX (online) | DOI: 10.XXXX/EDv1n1 1 PENGARUH PENGETAHUAN WAJIB PAJAK, KESADARAN WAJIB PAJAK, DAN

PROGRAM SAMSAT CORNER TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR

Nama Mahasiswa Alumni Fakultas Ekonomi UST Email: surel mahasiswa@email.com

Abstrak

This study aimed to examine the effect of knowledge of the taxpayer, the taxpayer awareness, and Program SAMSAT Corner on tax compliance in the Motor Vehicle Galeria Mall. The data used in this study are primary data from the results of questionnaires. Respondents in this study Motor Vehicle Taxpayers who make tax payments in SAMSAT Corner Galeria Mall Yogyakarta. The questionnaire was distributed to 108 respondents and data that can be processed as many as 105 questionnaires. The sampling method using Accidental Sampling. Data analysis techniques in this study using multiple linear regression techniques. Results of regression analysis showed that awareness of the taxpayer and Corner Program SAMSAT positive effect on tax compliance while the Motor Vehicle Tax Payer knowledge no significant effect on motor vehicle tax compliance.

Keywords: Taxpayer Knowledge, Consciousness Taxpayer, SAMSAT Corner and Compliance Program Compulsory Motor Vehicle Tax

PENDAHULUAN

Peran pajak sebagai penerimaan dalam negeri sangat dominan, namun masih belum optimal jika dilihat dari banyaknya Wajib Pajak yang belum menjadi Wajib Pajak patuh. Kebersamaan nasional menuju kemandirian pembangunan menuntut pengabdian dan disiplin yang tinggi. Oleh karena itu, setiap rakyat Indonesia harus sadar bahwa dengan semakin menikmati hasil-hasil pembangunan maka tanggung jawab rakyat terhadap pajak dalam pelaksanaan pembangunan semakin besar (Irianingsih, 2015).

Salah satu sumber penghasilan pajak daerah yaitu Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) merupakan salah satu penerimaan pajak yang mempengaruhi tingginya pendapatan daerah. Oleh karena itu, perlu adanya optimalisasi dari penerimaan PKB melalui berbagai upaya yang mampu meningkatkan jumlah pendapatan dari sektor ini, salah satunya adalah dengan cara meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor (Amri, 2015).

Namun untuk meningkatkan penerimaan pajak masih belum efektif di tahun 2012-2015 yang menunjukkan bahwa masih terdapat Wajib Pajak yang belum membayar pajak. Berikut data ketidakpatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor yang terdafdar di DIY. Pada tahun 2012 terdapat tunggakan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor DIY. Yogyakarta yang belum membayarkan pajaknya pada tahun 2012 seebsar Rp 22.517.550 dengan presentase Wajib Pajak Kendaraan Bermotor yang masih belum patuh yaitu 0,65%. Pada tahun 2013 terdapat tunggakan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor DIY yang belum membayarkan pajaknya pada tahun 2013 sebesar Rp 14.092.600 tingkat presentase Wajib Pajak yang masih belum patuh yaitu 0,28%. Pada tahun 2014 terjadi penurunan tunggakan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor DIY yang belum membayarkan pajaknya pada tahun 2014 hanya sebesar Rp 1.872.900 tingkat presentase Wajib Pajak yang masih belum patuh yaitu 0,04%. Pada tahun 2015 terjadi peningkatan kembali tunggakan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor DIY yang belum membayarkan pajaknya pada tahun 2015 sebesar Rp 12.702.700 tingkat presentase Wajib Pajak yang masih belum patuh yaitu 0,31%. Berdasarkan data tersebut masih perlu adanya faktor-faktor dalam meningkatkan penerimaan pajak yaitu kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor.

Pemungutan pajak memang bukan suatu pekerjaan yang mudah, disamping peran serta aktif dari petugas pajak, juga dituntut kemauan dari para Wajib Pajak itu sendiri. Kepatuhan Wajib Pajak yaitu kepatuhan perpajakan yang didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana Wajib Pajak memenuhi semua kewajiban perpajakan dan melaksanakan hak perpajakannya (Devano dalam Irianingsih, 2015). Apabila tingkat kepatuhan Wajib Pajak tinggi, tentunya penerimaan Negara dari sektor pajak akan terus

(10)

Ekobis Dewantara Vol. 1 No.1 Januari 2018

2

meningkat dan pemerintah dapat menjalankan perannya. Sikap kemauan untuk membayar pajak harus dimiliki oleh Wajib Pajak agar penerimaan pajak dapat mencapai hasil yang maksimal.

Pengetahuan Wajib Pajak merupakan informasi pajak yang dapat digunakan Wajib Pajak sebagai dasar untuk bertindak, mengambil keputusan, dan untuk menempuh arah atau strategi tertentu sehubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajibannya dibidang perpajakan (Carolina, 2009). Semakin tingginya pengetahuan Wajib Pajak maka semakin tinggi pula kepatuhan Wajib Pajak membayar Pajak Kendaraan Bermotornya. Semakin banyak pengetahuan perpajakan yang di dapat maka Wajib Pajak akan semakin paham kewajiban perpajakannya dan juga sanksi yang akan diterima bila melakukan kewajiban perpajakan sehingga mengakibatkan Wajib Pajak akan membayar pajaknya dengan tepat waktu tanpa adanya paksaan (Oktafiyanto dan Wardani, 2015; Rusmawanti dan Wardani, 2015; Ummah,2015;

Wardani dan Rumiyatun, 2017).

Dalam hal meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor maka diperlukannya kesadaran Wajib Pajak. Kesadaran Wajib Pajak merupakan sebuah itikad baik seseorang untuk memenuhi kewajiban membayar pajak berdasarkan hati nuraninya yang tulus dan ikhlas (Susilawati dan Budiartha, 2013). Penilaian positif Wajib Pajak terhadap pelaksanaan fungsi Negara oleh pemerintah akan menggerakan masyarakat untuk mematuhi kewajibannya untuk membayar pajak, semakin tinggi kesadaran Wajib Pajak semakin tinggi pula kepatuhan Wajib Pajak dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (Ummah, 2015).

Pengembangan SAMSAT Corner ini di latar belakangi dengan semangat reformasi birokrasi yang mencoba mengakomodir tuntutan dari masyarakat pemilik kendaraan, banyaknya calo atau perantara yang menghadang menawarkan jasa pengurusan setiap masuk kedalam SAMSAT dan berbagai ancaman dipersulit serta kesan dari birokrasi yang berbelit-belit sudah menghantui masyarakat pemilik kendaraan sebelum melakukan proses di SAMSAT. Program SAMSAT Corner memang merupakan suatu inovasi yang baik untuk meningkatkan pelayanan terhadap Wajib Pajak, dalam eksposenya bertujuan untuk memberikan kemudahan masyarakat dalam bentuk pelayanan yang cepat, tepat, mudah, dan murah dalam rangka pembayaran pajak kendaraan yang oleh setiap pemilik kendaraan bermotor setiap tahun (Amri, 2015) semakin baiknya program SAMSAT Corner, semakin tinggi kepatuhan Wajib Pajak dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor.

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu yaitu menambahkan variable independen yaitu sistem SAMSAT Corner. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan memilih judul “Pengaruh Pengetahuan Wajib Pajak, Kesadaran Wajib Pajak Dan Program SAMSAT Corner Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak” (Studi Kasus WP PKB di SAMSAT Corner Galeria Mall Yogyakarta).

KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS

Pengaruh Pengetahuan Wajib Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak

Menurut Carolina (2009) pengetahuan pajak adalah informasi yang menjadi dasar bagi wajib pajak yang digunakan bertindak, mengatur strategi perpajakan dan mengambil keputusan dalam menerima hak dan kewajibanya sebagai wajib pajak sehubung dengan pelaksanaan hak dan kewajibanya di bidang perpajakan. Dengan adanya pengetahuan perpajakan tersebut akan membantu kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor dalam membayar pajak sehingga tingkat kepatuhan akan meningkat (Oktafiyanto dan Wardani, 2015; Rusmawanti dan Wardani, 2015; Ummah,2015; Wardani dan Rumiyatun, 2017).

Berdasarkan penelitian terdahulu Ilhamsyah dkk (2016) dan Ihsan (2013) menunjukkan bahwa variabel pengetahuan wajib pajak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak.

Berdasarkan uraian tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

H1: Pengetahuan Wajib Pajak berpengaruh positif terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor

Kesadaran Wajib Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak

Menurut Mutia (2014) kesadaran Wajib Pajak akan perpajakan adalah dimana rasa yang timbul dalam diri Wajib Pajak atas kewajibannya membayar pajak dengan ikhlas tanpa adanya unsur paksaan.

Kesadaran Wajib Pajak merupakan sebuah itikad baik seseorang untuk memenuhi kewajiban membayar pajak berdasarkan hati nuraninya yang tulus ikhlas (Susilawati dan Budiarthi, 2013). Wajib pajak yang memiliki kesadaran untuk memenuhi kewajiban membayar pajak maka akan lebih patuh dalam

(11)

ISSN: XXXX-XXXX (online) | DOI: 10.XXXX/EDv1n1 3 melaksanakan kewajiban perpajakannya (Wardani dan Rumiyatun, 2017). Berdasarkan uraian tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

H2: Kesadaran Wajib Pajak berpengaruh Positif terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor Program SAMSAT Corner Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak

Salah satu program inovasi yang dilaksanakan oleh Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah adalah SAMSAT Corner yang lokasinya berada di Galeria Mall. SAMSAT Corner terbilang cukup unik karena letak keberadaan SAMSAT Corner berada ditempat keramaian seperti pusat perbelanjaan, mall, dan supermarket. Ini merupakan salah satu upaya Dinas Pendapatan Daerah untuk mempermudah masyarakat dalam hal pengesahan STNK, Pembayaran PKB, dan SWDKLLJ yang berada ditempat-tempat ramai seperti dipusat perbelanjaan dan supermarket. Sistem yang dikembangkan oleh SAMSAT, seperti SAMSAT Corner dan SAMSAT drive-thru berguna untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat (Wardani dan Rumiyatun, 2017; Fitriani dkk., 2014). Selain itu dengan adanya persyaratan pendaftaran diharapkan masyarakat khususnya Wajib Pajak lebih memahami tentang bagaimana program SAMSAT Corner itu sendiri. Berdasarkan hal tersebut, maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

H3: Program SAMSAT Corner berpengaruh positif terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor

METODE PENELITIAN

Sumber Data, Populasi dan Sampel

Penelitian ini menggunakan data primer. Populasi dalam penelitian ini adalah semua wajib pajak kendaraan bermotor yang membayar pajak kendaraannya melalui SAMSAT Corner Galeria Mall Yogyakarta. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik Accidental Sampling (Sugiyono, 2004).

Pengembangan Instrumen

Sebelum mengembangkan instrumen penelitian, peneliti mendefinisi operasionalkan variabel dan mencari indikatornya. Kemudian peneliti membuat item pernyataan dalam kuesioner sesuai dengan indikator yang ada. Karena instrumen dikembangkan oleh peneliti maka harus dilakukan pilot test. Dari hasil pilot test dapat disimpulkan bahwa instrumen valid dan reliabel sehingga dapat digunakan untuk mendapatkan data penelitian. Pemberian skor menggunakan skala Likert 1-5. Peneliti menggunakan beberapa item pernyataan negatif, dimana skoringnya harus dibalik, yaitu 5-1. Pernyataan negatif ini digunakan untuk memastikan keseriusan responden dalam mengisi kuesioner

.

a. Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor

Kepatuhan wajib pajak Kendaraan Bermotor yaitu dimana Wajib Pajak memenuhi kewajiban perpajakannya dan melaksanakan hak perpajakan dengan baik dan benar sesuai dengan peraturan dan Undang-Undang pajak yang berlaku (Ilhamsyah dkk., 2016). Instrumen menggunakan indikator kepatuhan Wajib Pajak yang disampaikan oleh Wardani dan Rumiyatun (2017) dan Ilhamsyah dkk (2016).

Tabel 1

Indikator Item pernyataan dalam kuesioner a. Memenuhi kewajiban

pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku

a. Saya selalu memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor

b. Wajib Pajak tidak mempunyai tunggakan pajak

c. Saya tidak mempunyai tunggakan dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor

d. Membayar pajaknya tepat pada waktunya

e. Saya selalu membayarkan pajak tepat pada waktunya

f. Wajib Pajak memenuhi persyaratan dalam membayarkan pajaknya

g. Saya selalu melengkapi data persyaratan pembayaran pajak kendaraan bermotor sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan

(12)

Ekobis Dewantara Vol. 1 No.1 Januari 2018

4

Indikator Item pernyataan dalam kuesioner h. Wajib Pajak dapat

mengetahui jatuh tempo pembayaran.

i. Saya selalu mengingat jatuh tempo pembayaran kendaraan bermotor

j. Saya sering lupa tanggal jatuh tempo pembayaran kendaraan bermotor (*skoring dibalik)

k. Tidak pernah melanggar ketentuan peraturan

l. Saya tidak pernah melanggar peraturan pajak kendaraan bermotor yang sudah ditetapkan

m. Pengetahuan

Pengetahuan perpajakan merupakan pemahaman Wajib Pajak mengenai hukum, Undang- Undang, tata cara perpajakan yang benar (Ihsan, 2013). Instrumen menggunakan indikator pengetahuan Wajib Pajak yang disampaikan oleh Wardani dan Rumiyatun (2017) dan dikembangkan oleh peneliti.

Tabel 2

Indikator Item pernyataan dalam kuesioner a. Pengetahuan

tentang fungsi pajak.

a. Saya mengetahui fungsi pajak yang digunakan untuk membiayai pembangunan daerah

b. Saya tidak mendapatkan imbalan secara langsung dari pajak yang saya bayarkan

c. Pajak ditetapkan berdasarkan dengan Undang-Undang dan dapat dipaksakan

d. Membayar pajak akan terbentuk rencana untuk kemajuan kesejahteraan rakyat

e. Pengetahuan tentang ketentuan prosedur

pembayaran

f. Saya sulit memahami prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor (*skoring dibalik)

g. Pengetahuan Sanksi Pajak

h. Wajib pajak yang terlambat dapat diberikan sanksi administrasi

i. Pengetahuan tempat lokasi pembayaran pajak.

j. Saya dapat membayarkan Pajak Kendaraan Bermotor dikantor SAMSAT DIY.

k. Kesadaran

Kesadaran Wajib Pajak adalah rasa yang timbul dari dalam diri Wajib Pajak atas kewajibannya membayar pajak dengan ikhlas tanpa adanya unsur paksaan (Mutia, 2014).

Instrumen menggunakan indikator kepatuhan Wajib Pajak yang disampaikan oleh Wardani dan Rumiyatun (2017) dan dikembangkan oleh peneliti.

Tabel 3

Indikator Item pernyataan dalam kuesioner a. Kesadaran adanya hak

dan kewajiban pajak memenuhi kewajiban membayar pajak.

a. Pajak merupakan bentuk pengabdian masyarakat kepada Negara

b. Membayar Pajak Kendaraan Bermotor merupakan bentuk partisipasi dalam menunjang pembangunan daerah

c. Kepercayaan

masyarakat dalam membayar pajak untuk pembiayaan negara dan daerah

d. Saya mengetahui bahwa fungsi Pajak Kendaraan Bermotor sebagai sumber pendapatan Negara untuk sarana pembangunan daerah

(13)

ISSN: XXXX-XXXX (online) | DOI: 10.XXXX/EDv1n1 5 Indikator Item pernyataan dalam kuesioner

e. Dorongan diri sendiri untuk membayar pajak secara sukarela

f. Saya sering lupa mengalokasikan dana untuk pembayaran pajak (*skoring dibalik)

g. Saya selalu menyiapkan alokasi dana untuk pembayaran pajak.

h. Bagaimana pun kondisi keuangan saya, saya akan tetap berusaha untuk membayarkan Pajak Kendaraan Bermotor

i. Program SAMSAT Corner

SAMSAT Corner adalah salah satu upaya dari Dispenda untuk mempermudah masyarakat dalam hal pengesahan STNK, Pembayaran PKB, dan SWDKLLJ yang berada ditempat-tempat ramai seperti dipusat perbelanjaan dan supermarket. Pelayanan SAMSAT Corner mampu memberikan pelayanan yang tepat, cepat, efektif dan efisien kepada Wajib Pajak untuk melakukan kewajibannya (Fitranti dkk., 2014). Peneliti mengembangkan item pernyataan sesuai dengan indikator yang ada.

Tabel 4

Indikator Item pernyataan dalam kuesioner

a. Tepat a. Jadwal pelaksanaan jam kerja pelayanan pajak SAMSAT Corner dilakukan dengan tepat waktu

b. Cepat c. Pelayanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor dengan program SAMSAT Corner sangat cepat

d. Efektif e. Dengan menggunakan program SAMSAT Corner Wajib Pajak dapat melakukan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor lebih efektif

f. Lokasi SAMSAT Corner sangat strategis

g. Dengan adanya SAMSAT Corner dapat meminimalisir calo yang ingin mengambil keuntungan dari Wajib Pajak

h. Efisien i. Tatacara pembayaran melalui SAMSAT Corner sangat sulit (*skoring dibalik)

j. Dengan adanya SAMSAT Corner memudahkan Wajib Pajak dalam melakukan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor

Metode Analisis Data

Peneliti menggunakan analisis regresi linier berganda. Peneliti melakukan uji asumsi klasik dilakukan terlebih dahulu sebelum melakukan uji analisis regresi linier berganda. Uji asumsi klasik dalam penelitian ini terdiri dari uji normalitas data, uji multikolinieritas, dan uji heteroskedastisitas.

HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Kualitas Data

Berdasarkan hasil uji validitas dibuktikan bahwa semua butir pertanyaan dalam kuesioner dinyatakan valid. Hal ini karena r hitung > r tabel. Berdasarkan uji reliabilitas dapat diketahui bahwa setiap butir pertanyaan dinyatakan reliabel. Hal ini karena setiap butir pertanyaan pada setiap variabel memiliki nilai Cronbach Alpha di atas 0,60.

Uji Asumsi Klasik

Pada penelitian ini berdasarkan pengujian yang telah dilakukan dapat dinyatakan data dalam penelitian ini sudah lolos dalam pengujian asumsi klasik yang diantaranya yaitu uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas

(14)

Ekobis Dewantara Vol. 1 No.1 Januari 2018

6

Hasil Uji Model/Goodness of Fit (Uji F Tabel 1

ANOVAb

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 437.330 3 145.777 15.212 .000a

Residual 967.870 101 9.583

Total 1405.200 104

a. Predictors: (Constant), Program SAMSAT Corner, Kesadaran Wajib Pajak, Pengetahuan Wajib Pajak

b. Dependent Variable: Kepatuhan WP PKB Sumber: Data primer diolah, 2017

Hasil uji model/goodness of fit (uji F) dalam penelitian ini menunjukkan bahwa F-hitung 15.212 dan tingkat signifikan sebesar 0,000. Dapat disimpulkan bahwa salah satu dari ketiga variabel independen berpengaruh terhadap kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor. Dengan kata lain, model dalam penelitian ini sudah fit.

Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) Tabel 2

Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 .558a .311 .291 3.09562

a. Predictors: (Constant), Program SAMSAT Corner, Kesadaran Wajib Pajak, Pengetahuan Wajib Pajak

b. Dependen Variable: Kepatuhan WP PKB Sumber: Data primer diolah, 2017

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa nilai adjusted R square adalah sebesar 0,219 yang berarti penggelapan pajak dipengaruhi 21,9% oleh pengetahuan Wajib Pajak, kesadaran Wajib Pajak dan program SAMSAT Corner. Sedangkan sisanya, dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel penelitian, seperti kualitas pelayanan dan kemauan membayar Pajak Kendaraan Bermotor.

Uji Parsial (Uji Stastistik T)

Berdasarkan tabel uji t menunjukkan persamaan regresi-nya adalah:

Y= 10.851 - 0.126X1 + 0.595X2 + 0.244X3 + e Tabel 3

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 10.851 2.902 3.739 .000

Pengetahuan Wajib Pajak

-.126 .119 -.118 -1.063 .290

Kesadaran Wajib Pajak

.595 .135 .473 4.407 .000

Program SAMSAT Corner

.244 .105 .238 2.320 .022

a. Dependent Variable: Kepatuhan WP PKB Sumber: Data primer diolah, 2017

(15)

ISSN: XXXX-XXXX (online) | DOI: 10.XXXX/EDv1n1 7 a. Hipotesis 1: Pengetahuan Wajib Pajak (X1) terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan

Bermotor (Y)

Berdasarkan tabel diketahui bahwa variabel pengetahuan Wajib Pajak (X1) nilai tingkat signifikan sebesar 0.290 yang artinya di atas derajat kepercayaan sebesar 0.05 dan nilai t hitung sebesar -1.063 yang artinya kurang dari nilai t tabel sebesar 1.66008. Hal ini menunjukkan bahwa variabel pengetahuan Wajib Pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor.

Diketahui nilai koefisien pada variabel pengetahuan Wajib Pajak sebesar -0.126 dan bertanda negatif. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi kenaikan pada pengetahuan Wajib Pajak dalam satu satuan kepatuhan Wajib Pajak maka dapat menurunkan variabel kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor sebesar 0.126.

b. Hipotesis 2: Kesadaran Wajib Pajak (X2) terhadap kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor (Y)

Berdasarkan tabel diketahui bahwa variabel kesadaran Wajib Pajak (X2) nilai tingkat signifikan sebesar 0.000 yang artinya di bawah derajat kepercayaan sebesar 0.05 dan nilai t hitung sebesar 4.407 yang artinya lebih besar dari nilai t tabel sebesar 1.66008. Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel kesadaran Wajib Pajak (X2) berpengaruh signifikan terhadap variabel kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor.

Diketahui nilai koefisien pada variabel kesadaran Wajib Pajak (X2) sebesar 0.595 dan bertanda positif. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi kenaikan pada kesadaran Wajib Pajak (X2) dalam satu satuan kepatuhan Wajib Pajak maka dapat meningkatkan variabel kepatuhan Wajib Pajak sebesar 0.595.

3. Hipotesis 3: Program SAMSAT Corner (X3) terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor (Y)

Berdasarkan tabel diketahui bahwa variabel Program SAMSAT Corner (X3) nilai tingkat signifikan sebesar 0.022 yang artinya di bawah derajat kepercayaan sebesar 0.05 dan nilai t hitung sebesar 2.320 yang artinya lebih besar dari nilai t tabel sebesar 1.66008. Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel Program SAMSAT Corner (X3) berpengaruh signifikan terhadap variabel kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor.

Diketahui nilai koefisien pada variabel Program SAMSAT Corner (X3) sebesar 0.244 dan bertanda positif. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi kenaikan pada Program SAMSAT Corner (X3) dalam satu satuan kepatuhan Wajib Pajak maka dapat meningkatkan variabel kepatuhan Wajib Pajak sebesar 0.244.

PENUTUP

a. Pengetahuan Wajib Pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor.

b. Kesadaran Wajib Pajak berpengaruh positif terhadap kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor.

c. Program SAMSAT Corner berpengaruh positif terhadap kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor.

d. Pengetahuan Wajib Pajak, kesadaran Wajib Pajak, dan dan program SAMSAT Corner berpengaruh secara simultan terhadap kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor.

REFERENSI

Amri, Pahmi. 2015. “Implementasi Pelayanan SAMSAT Corner dalam Rangka Meningkatkan Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2014”. Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Vol.2 No.2.

Anggitayudha, Trisya Andisty. 2014. “Efektivitas Pelayanan SAMSAT Corner Di Kantor Bersama Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Surabaya Timur (Studi Pada SAMSAT Corner Galaxy Mall Surabaya)”. S1 Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Surabaya.

Ardianti, Desty. 2014. “Pelaksanaan Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor Oleh Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur (Studi Kasus Di Kantor Dinas Pendapatan Daerah Provinsi

(16)

Ekobis Dewantara Vol. 1 No.1 Januari 2018

8

Jawa Timur Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Malang Kota)”. Jurnal Kementerian Pendidikan Nasional, Universitas Brawijaya Fakultas Hukum Malang.

Ariska, Elia Yuni. 2016. “Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Membayar Pajak Kendaraan Bermotor (Studi Kasus Di Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap Patrang Kabupaten Jember)”. Universitas Muhammdiyah Jember.

Carolina, Veronica. 2009. Pengetahuan Pajak. Jakarta: Salemba Empat

Divianto. 2013. “Pengaruh Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan KPP Pratama Baturaja” Jurnal Ekonomi Dan Informasi Akuntansi (Jenius) Vol. 3 No. 3.

Diatmanto, Dkk. 2016. “Pengaruh Pengenaan Sanksi Administrasi Dan Kesadaran Wajib Pajak Terhadap Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor (Studi Pada Kantor SAMSAT Kabupaten Bengkalis Riau)”. Jurnal Administrasi Bisnis, Vol. 31 No. 1 Februari 2016. Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya.

Eddy dan Carrolina. 2015. “Pengaruh Tingkat Pengetahuan Perpajakan Wajib Pajak Orang Pribadi Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Pada Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha”.

Jurnal Akuntansi, Vol.7 No.1 Mei 2015: 1-13. Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi- Univ.Kristen Maranatha.

Fitriani, dkk. 2014. “Pelaksanaan Program Inovasi SAMSAT Corner Dalam Rangka Meningkatkan Pelayanan Kepada Wajib Pajak (Studi Pada SAMSAT Corner Kota Malang)”. Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol. 2, No.

2, Hal. 374-380.

Ghozali, Imam. 2011. Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hardiningsih dan Yulianawati. 2011. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemauan Membayar Pajak

“The Factors That Influence The Willingness To Pay The Tax”. Dinamika Keuangan dan Perbankan. Nopember 2011.Hal: 126 - 142 Vol. 3. No. 1. ISSN:1979-4878.

Hidayati, Iva Farida. 2014. “Analisis Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Pengetahuan Dan Pemahaman Tentang Peraturan Perpajakan, Efektifitas Sistem Perpajakan, Pelayanan Fiskus, Dan Sanksi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi (Studi Kasus Pada KPP Pratama Surakarta)”. Naskah Publikasi. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Ihsan, Muchsin. 2013. “Pengaruh Pengetahuan Wajib Pajak. Penyuluhan Pajak. Pelayanan Pajak. Dan Pemeriksaan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Badan Di Kota Padang”. Jurnal Universitas Negeri Padang.

Ilhamsyah, dkk. 2016. “Pengaruh Pemahaman Dan Pengetahuan Wajib Pajak Tentang Peraturan Perpajakan, Kesadaran Wajib Pajak, Kualitas Pelayanan, Dan Sanksi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor (Studi SAMSAT Kota Malang)”. Jurnal perpajakan (JEJAK). Vol. 8 No. 1, 2016.

Irianingsih, Eka. 2015. “Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak. Pelayanan Fiskus Dan Sanksi Administrasi Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Membayar Pajak Kendaraan Bermotor (Pkb)” (Studi Di Kantor Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor SAMSAT Sleman). Artikel.

Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pgri Yogyakarta.

Jati, Amanda R. Siswanto Putri dan I Ketut. 2012. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Membayar Pajak Kendaraan Bermotor di Denpasar. Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana (UNUD), Bali, Indonesia.

Kemala, Winda. 2015. “Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Pengetahuan Pajak, Sikap Wajib Pajak Dan Reformasi Administrasi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor”. Faculty of Economics Riau University, Pekanbaru. JOM. FEKON, Vol. 2 No. 1 Februari 2015.

Kemal dan Rusli. 2015. “Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Pengetahuan Pajak, Sikap Wajib Pajak Dan Reformasi Administrasi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan

(17)

ISSN: XXXX-XXXX (online) | DOI: 10.XXXX/EDv1n1 9 Bermotor. JOM. FEKON Vol. 2 No. 1 Februari 2015. Faculty of Economics Riau University, Pekanbaru, Indonesia

Mardiasmo. 2009. Perpajakan. Edisi Revisi. Jakarta. Penerbit:Andi.

Mutia, Sri Putri Tita. (2014). “Pengaruh Sanksi Perpajakan, Kesadaran Perpajakan, Pelayanan Fiskus, Dan Tingkat Pemahaman Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi (Studi Empiris Pada Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Terdaftar Di KPP Pratama Padang)”. Artikel Ilmiah. Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang

Ndae, dkk. 2015. “Pengaruh Sistem SAMSAT Corner Terhadap Peningkatan Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (Studi Pada SAMSAT Corner Mall Sri Ratu Kediri)”. Ps Perpajakan, Jurusan Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya. Jurnal Administrasi Bisnis-Perpajakan (Jab)|Vol. 4 No. 1 Maret 2015.

Oktaviyanto, Imam dan Dewi Kusuma Wardani. 2015.”Pengaruh Pemahaman Wajib Pajak, Kesadaran Wajib Pajak, dan Pelayanan Fiskus terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Bumi dan Bangunan”.

Jurnal Akuntansi, Vol. 3, No. 1, Juni 2015.

Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 192/PMK.03/2007 Tentang Tata Cara Penetapan Wajib Pajak Dengan Kriteria Tertentu Dalam Rangka Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pembayaran Pajak.

Priyatno, Duwi. 2014. SPSS 22 Pengolah Data Terpraktis. Andi. Yogyakarta.

Putri dan Jati. 2012. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Membayar Pajak Kendaraan Bermotor Di Denpasar”. Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana (UNUD).

Resmi, Siti. 2009. Perpajakan: Teori dan Kasus. Jakarta:Salemba Empat.

Rusmawanti, Sochi dan Dewi Kusuma Wardani. 2015. “Pengaruh Pemahaman Pajak, Sanksi Pajak, dan Sensus Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Pribadi yang Memiliki Usaha”.Jurnal Akuntansi, Vol. 3, No. 2, Desember 2015.

Salmon dan Elim. 2015. “Perhitungan Dan Pencatatan Pajak Kendaraan Bermotor Roda Dua Pada Kantor Bersama SAMSAT Tondano”. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal EMBA 674 Vol.3 No.1 Maret 2015, Hal. 674- 684.

Sari, Titra Ratna. 2015. “Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Pengetahuan Perpajakan, Kualitas Pelayanan Dan Sanksi Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Studi Kasus Pada Wajib Pajak Yang Terdaftar Di KPP Pratama Klaten), Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Sari, dkk. 2016. “Partisipasi Masyarakat Dalam Membayar Pajak Kendaraan Bermotor Pada Kantor Bersama SAMSAT Bitung”

Setyawati. 2013. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemauan Untuk Membayar Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Melakukan Pekerjaan Bebas”. Skripsi Publikasi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Sugiyono. 2013. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Susilawati dan Budiartha. 2013. “Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak. Pengetahuan Pajak. Sanksi Perpajakan Dan Akuntabilitas Pelayanan Publik Pada Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor”. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 4.2 (2013), 345-357. ISSN: 2302-8556.

Ummah, Muslikhatul. 2015. “Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak. Sanksi Pajak. Pengetahuan Perpajakan Dan Pelayanan Fiskus Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor Di Kabupaten Semarang”. Fakultas Ekonomi Universitas Dian Nuswantoro. Semarang.

Indonesia.

Undang-Undang Peraturan Bersama Gubernur DIY. Kapolda DIY Serta Direktur Operasi PT Jasa Raharja Nomor 35 Tahun 2008.

(18)

Ekobis Dewantara Vol. 1 No.1 Januari 2018

10

Undang-undang Nomor 16 Tahun 2009 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-undang Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan tata Cara Perpajakan.

Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah

Utomo, Banyu Ageng Wahyu. 2011. “Pengaruh Sikap, Kesadaran Wajib Pajak, dan Pengetahuan Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Membayar Pajak Bumi dan Bangunan di Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan”. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Wardani, Dewi Kusuma; dan Rumiyatun. 2017. “Pengaruh Pengetahuan Wajib Pajak, Kesadaran Wajib Pajak, Sanksi Pajak Kendaraan Bermotor, Dan Sistem SAMSAT Drive Thru Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor” (Studi kasus WP PKB roda empat di kantor SAMSAT Drive Thru Bantul).Jurnal Akuntansi, Vol. 5, No.2, Juni 2017.

Widayanti dan Nurlis. 2010. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemauan Untuk Membayar Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Melakukan Pekerjaan Bebas (Studi Kasus Pada KPP Pratama Gambir Tiga)”. Simposium Nasional Akuntansi XIII Purwokerto. Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.

Figure

Updating...

References

Related subjects :

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in