KARYA ILMIAH TERAPAN
ANALISA PENGOPERASIAN GENERATOR DAN SISTEM DISTRIBUSI DAYA LISTRIK DI MV. TANTO FAJAR 1
Disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Pendidikan dan Pelatihan Pelaut Diploma III Pelayaran
INDRA AGUS SAPUTRA NIT. 04.16.102.1.43/E
ELECTRO TECHNICAL OFFICER
PROGRAM DIPLOMA III PELAYARAN POLITEKNIK PELAYARAN SURABAYA
TAHUN 2019
ii
PERNYATAAN KEASLIAN
Yang bertandatangan di bawah ini :
Nama : INDRA AGUS SAPUTRA
Nomor Induk Taruna : 04.16.102.1.43/E
Program Diklat : Electro Technical Officer
Menyatakan bahwa KIT yang saya tulis dengan judul :
ANALISA PENGOPERASIAN GENERATOR DAN SISTEM DISTRIBUSI DAYA DI MV. TANTO FAJAR I
Merupakan karya asli seluruh ide yang ada dalam KIT tersebut, kecuali tema dan yang saya nyatakan sebagai kutipan, merupakan ide saya sendiri.
Jika pernyataan di atas terbukti tidak benar, maka saya siap menerima sanksi yang di tetapkan oleh Politeknik Pelayaran Surabaya.
SURABAYA, ……….
Materai 6000 INDRA AGUS SAPUTRA
iii
PERSETUJUAN SEMINAR KARYA ILMIAH TERAPAN
Judul : ANALISA PENGOPERASIAN GENERATOR DAN
SISTEM DISTRIBUSI DAYA LISTRIK DI MV.
TANTO FAJAR I Nama Taruna : Indra Agus Saputra
NIT : 04.16.109.1.43/E
Program Diklat : Electro Technical Officer
Dengan ini dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diseminarkan SURABAYA, ... 2019
Menyetujui :
Pembimbing I Pembimbing II
Agus Dwi Santoso, ST , MT.M.Pd Indah Ayu Johanda Putri, S.E., M.Ak.
Penata Tk.I (III/d) Penata Tk.I (III/d) NIP.19780819 200003 1 001 NIP.19860902 200912 2 001
Mengetahui : Ketua Jurusan Elektro
Anak Agung Istri Sri Wahyuni, S.Si.T., M.Sda.
Penata Tk.I (III/d) NIP.19781217 200502 2 001
v
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan karunia dan rahmat-nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan KIT ini dengan judul Study Analisa Pengoperasian Dan Sistem Distribusi Daya Listrik Di MV. Tanto Fajar I . KIT ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat melaksanakan wisuda Program Diploma III Politeknik Pelayaran Surabaya.
Penelitian ini dilaksanakan karena ketertarikan peneliti pada masalah yang menyangkut pengoperasian generator dan sistem distribusi daya listrik diatas kapal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yang ditekankan pada analisis obyek penelitian untuk mendapatkan validitas data dan membuat simpulan demi tercapainya tujuan penelitian yaitu menyajikan fakta yang deskriptif. Pada kesempatan ini disampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu sehingga penelitian ini dapat dilaksanakan, antara lain kepada :
1. Capt. Heru Susanto, M.M. selaku Direktur Politeknik Pelayaran Surabaya.
2. Agus Dwi Santoso, ST.,MT., M.Pd, dan Indah Ayu Johanda Putri, S.E., M.Ak. selaku dosen pembimbing.
3. Kedua orang tua saya yang selalu memberikan dukungan berupa doa, moral dan material.
4. Seluruh Crew Tanto Fajar 1 khususnya Electrician Harmoko, Chief Engineer Masngud, crew mesin dan deck, yang telah membantu menyelesaikan karya ilmiah terapan saya.
vi
5. Teman-teman yang selalu mendukung dan membantu saya.
6. Para pemberi saran dan masukan yang tidak bisa disebutkan namanya.
Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan KIT ini. Kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan dan semoga
penelitian ini akan bermanfaat bagi semua pihak.
Surabaya, ... 2019
Indra Agus Saputra NIT. 04.16.109.1.43/E
vii
ABSTRAK
INDRA AGUS SAPUTRA, pengoperasian generator dan sistem distribusi daya listrik di kapal. Karya Ilmiah Terapan, Politeknik Pelayaran Surabaya. Dibimbing olehAgus Dwi Santoso, ST , MT,M.Pd. dan Indah Ayu Johanda Putri SE, M.Ak
Generator rmemegang peranan yang sangat penting dalam pembangkit listrik dan penyaluran tenaga listrik pada suatu system distribusi daya listrik.
Generator dalam fungsinya memasok tenaga listrik ke sistim harus memiliki keandalan dan persiapan yang baik.
Permasalahan yang diangkat dalam penulisan ini adalah ingin mengetahui Untuk mengetahui cara pengoperasian generator dan sistem distribusi daya listrik di kapal. Akan tetapi faktor-faktor yang ada seharusnya dapat di kurangi dengan dilakukan perawatan dan melakukan pengecekan kembali bagian bagian komponen di dalamnya.
Cara mengoperasikan generator harus memiliki pengaman dari segala kemungkinan gangguan yang terjadi, baik gangguan yang berasal dari generator itu sendiri maupun gangguan yang berasal dari bagian - bagian lain sistim tenaga listrik, kalaupun terjadi gangguan pada generator secepat mungkin ganguan tersebut dapat segera diatasi, agar dapat mencegah kerusakan pada generator atau sistem.
Fungsi dari sistem distribusi daya listrik kapal adalah dengan aman menyampaikan power dari generator untuk setiap item dari peralatan konsumen.
Unsur yang paling jelas dalam sistem adalah pusat distribusi utama, yaitu Switchboard utama kapal.
Penelitian ini dilakukan selama ± 1 tahun pada saat praktik layar. Data primer diperoleh langsung melalui wawancara dengan pihak terkait. Data sekunder dikumpulkan dari agensi pengumpulan data dan diterbitkan untuk pengguna data.
Kata kunci : Generator, Sistem Distribusi daya
viii ABSTRACT
INDRA AGUS SAPUTRA,operation of generators and electrical power distribution systems on ships. Applied Scientific Work, Surabaya Polytechnic.
Supervised by Agus Dwi Santoso, S.T, MT.M.Pd and Indah Ayu Johanda Putri SE, M.Ak
The generator plays a very important role in the generation of electricity and the distribution of electricity in an electric power distribution system. The generator in its function of supplying electricity to the system must have reliability and good preparation.
The problem raised in this paper is to find out To find out how to operate generators and electrical power distribution systems on ships. However, the existing factors should be reduced by doing maintenance and re-checking the component parts inside.
The function of the ship's electric power distribution system is to safely convey power from the generator to each item of consumer equipment. The most obvious element in the system is the main distribution center, the ship's main Switchboard.
The study was conducted for ± 1 year at the time of screen practice. Primary data is obtained directly through interviews with related parties. Secondary data are collected from data collection agencies and published to data users.
Keywords: Relay protection, Power Distribution Protection
ix DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
PERNYATAAN KEASLIAN ... ii
PERSETUJUAN SEMINAR ... iii
HALAMAN PENGESAHAN ... iv
KATA PENGANTAR ... v
ABSTRAK ... vii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR GAMBAR ... x
DAFTAR TABEL ... xi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 2
C. Tujuan Penelitian ... 3
D. Manfaat Penelitian ... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.Review Penelitian Sebelumnya ... 4
2.Landasan Teori ... 5
A. Pengertian Generator ... 5
B. Komponen Generator ... 8
C. Fungsi Generator ... 10
D. Cara pengoperasian generator ... 11
E. Klasifikasi Saluran Distribusi Tenaga Listrik ... 14
x
1. Menurut Nilai Tegangan ... 14
2. Menurut Jenis dan Tipe Konduktor ... 15
3. Menurut Susunan (konfigurasi) saluran ... 15
4. Menurut Susunan Rangkaian ... 16
F. Tegangan Sistem Distribusi Sekunder ... 18
G. Diagram Rangkaian Sisi Sekunder Trafo Distribusi ... 19
H. Kerangka Penelitian ... 20
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 23
B. Lokasi Penelitian ... 24
C. Jenis dan Sumber Data ... 28
D. Metode Pengumpulan Data ... 29
E. Teknik Analisis Data... 31
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Obyek Penelitian ... 34
B. Hasil Penelitian ... 36
1. Penyajian Data ... 36
2. Analisis Data ... 45
C. Pembahasan ... 49
1. Bagaimana Cara Pengoperasian Generator ... 49
a. Syarat – syarat Pararel Generator ... . 49
D. Perawatan ... 42
1. Perawatan Panel ... 50
2. Perawatan Generator ... 54
xi
3. Melakukan Perawatan ... 55 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ... 57 B. Saran ... 58 DAFTAR PUSTAKA
xii
DAFTAR GAMBAR
Nomor Halaman
2.2 Komponen Sistim Distribusi ... 17
2.3 Kerangka Penelitian ... 21
2.5 Gambar Generator ... 38
2.6 Gambar Emergency Generator... 39
2.7 Gambar Sistem Distribusi Daya Listrik Di Kapal... 40
2.8 Gambar Panel Distribusi Daya Listrik Di Kapal... 43
xiii DAFTAR TABEL 2.1 Review Penelitian
Sebelumnya... 4
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di dalam sebuah kapal laut terdapat suatu mesin yang disebut dengan generator. Generator adalah suatu sistem yang menghasilkan tenaga listrik dengan masukan tenaga mekanik. Dapat disimpulkan bahwa generator akan mengubah tenaga mekanik menjadi tenaga listrik.
Generator kapal merupakan alat bantu kapal yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan listrik diatas kapal. Dalam penentuan kapasitas generator kapal yang akan digunakan untuk melayani kebutuhan listrik diatas kapal maka analisa beban dibuat untuk menentukan jumlah daya yang dibutuhkan dan variasi pemakaian untuk kondisi operasional seperti manuver, berlayar, berlabuh atau bersandar serta beberapa kondisi lainnya.
Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui daya minimum dan maksimum yang dibutuhkan.
Generator memegang peranan yang sangat penting dalam pembangkit listrik dan penyaluran tenaga listrik sehingga generator harus memiliki keandalan dan persiapan yang baik. Dalam hal ini generator harus memiliki pengaman dari segala kemungkinan gangguan yang terjadi, baik gangguan yang berasal dari generator itu sendiri maupun gangguan yang berasal dari bagian - bagian lain sistem tenaga listrik. Jika terjadi gangguan pada generator
2
secepat mungkin ganguan tersebut harus segera diatasi agar dapat mencegah kerusakan pada generator atau sistem. Ada beberapa contoh kasus yang berkaitan dengan pengoperasian generator dan sistem distribusi daya listrik di kapal, salah satu contohnya adalah kapal tanto fajar 1 saat kapal manuevere sandar Surabaya menggunakan A/E 1 tiba-tiba blackout di karenakan A/E 1 memiliki kapasitas beban 450 kw dan saat itu beban saat itu lebih dari 450 kw dan menyebabkan blackout pada A/E 1.
Dari latar belakang di atas penulis mengambil judul ”ANALISA PENGOPERASIAN GENERATOR DAN SISTEM DISTRIBUSI DAYA LISTRIK DI KAPAL ” agar dapat menjadi bahan masukan dan tambahan ilmu bagi para pelaut yang akan bekerja di kapal serta pembacanya pada umumnya.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan mengenai generator di atas kapal, penulis merumuskan beberapa masalah yang akan diuraikan dalam bab selanjutnya yaitu:
1. Bagaimanakah cara mengoperasikan generator di kapal?
2. Bagaimanakah sistem distribusi daya listrik di kapal?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui cara pengoperasian generator di MV.Tanto Fajar 1?
2. Untuk mengetahui sistem distribusi daya listrik di MV. Tanto Fajar 1?
3 D. Manfaat Penelitian
Pada penelitian ini akan diketengahkan bahasan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi para pembaca, yaitu :
1. Manfaat Secara Teoristis
a. Untuk dapat menerapkan teori tentang generator dan sistem distribusi daya listrik di kapal yang diperoleh pada pembelajaran di kampus serta menambah pengetahuan bagi penulis tentang pengoperasian generator dan sistem distribusi daya listrik di kapal.
b. Sebagai perbandingan antara teori tentang pengoperasian generator dan sistem distribusi daya listrik di kapal yang sudah dijelaskan di kampus dengan praktek nyata dilapangan pada waktu praktek laut.
2. Manfaat Secara Praktis
a. Sebagai tindakan antisipasi bagi perwira kapal dan bagi taruna-taruna yang akan praktek berlayar yang menangani masalah generator terutama dalam pengoperasian generator dan sistem distribusi daya listrik. Dan gangguan-gangguan yang terjadi saat proses pengoperasian generator.
b. Manfaat untuk Institusi yaitu Politeknik Pelayaran Surabaya sebagai bahan acuan yang dapat diterapkan di Institusi guna menyiapkan calon perwira yang memiliki kecakapan praktek generator.
4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
1. Review Penelitian
Adapun hasil penilitian yang dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya yang akan membuat perbandingan dengan penelitian yang akan selajutnya. Hasil penelitian sebagai berikut :
Tabel 2.1 Review penelitian sebelumnya.
Nama Judul Hasil
Rancid
(2014)
Generator Sebagai Supply Daya Listrik Di
Kapal
Generator kapal adalah alat bantu yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan listrik diatas kapal. Prinsip kerja generator adalah bila rotor diputar maka belitan kawatnya akan memotong gaya-gaya magnet pada kutub magnet, sehingga terjadi perbedaan tegangan, lalu timbul arus listrik yang melalui kabel yang kedua ujungnya dihubungkan dengan cincin geser.
Dalam penentuan kapasitas generator analisa beban dibuat untuk menentukan jumlah daya yang dibutuhkan. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi besar kecilnya kapasitas generator adalah kodisi kapal (sandar, manuver, berlayar, bongkar muat dan emergency), data peralatan kapal (untuk mengetahui jumlah daya
5 dan jumlah unit yang tersedia dikapal),
penggolongan peralatan kapal (berdasarkan kondisi kapal, letak atau fungsi, tipe beban).
Perbedaan dari review penelitian diatas dengan dengan penelitian yang dilakukan adalah pada objek penelitian. Objek review penelitian diatas membahas tentang kapasitas daya dari generator ke beban.
Sedangkan objek yang diteliti tentang ” ANALISA PENGOPERASIAN GENERATOR DAN SISTEM DISTRIBUSI DAYA LISTRIK DI KAPAL”.
2. Landasan Teori
Pada landasan teori terdapat sumber teori yang kemudian akan menjadi dasar dari pada penelitian. Hal ini penting karena pembaca akan dapat memahami mengapa masalah atau tema yang diangkat dalam penelitiannya. Disamping itu, landasan teori juga bermaksud untuk menunjukkan bagaimana masalah tersebut dapat dikaitkan dengan hasil penelitian dengan pengetahuan yang lebih luas. Pada landasan teori ini penulis memaparkan tentang pengertian, komponen, dan fungsi tentang analisa pengoperasian generator dan sistem distribusi daya listrik di atas kapal.
A. Pengertian Generator
Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber energi mekanik, biasanya dengan menggunakan induksi elektromagnetik. Proses ini dikenal sebagai pembangkit listrik. Walau
6 generator dan motor punya banyak kesamaan, tapi motor adalah alat yang
mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Prinsip kerja generator adalah bilamana rotor diputar maka belitan kawatnya akan memotong gaya-gaya magnet pada kutub magnet,sehingga terjadi perbedaan tegangan dengan dasar inilah timbullah arus listrik, arus melalui kabel/kawat yang kedua ujungnya dihubungkan dengan cincin geser. Pada cincin-cincin tersebut menggeser sikat-sikat, sebagai terminal penghubung keluar.
Generator mendorong muatan listrik untuk bergerak melalui sebuah sirkuit listrik eksternal, tapi generator tidak menciptakan listrik yang sudah ada di dalam kabel lilitannya. Hal ini bisa dianalogikan dengan sebuah pompa air, yang menciptakan aliran air tapi tidak menciptakan air di dalamnya.
Sumber enegi mekanik bisa berupa resiprokat maupun turbin mesin uap, air yang jatuh melakui sebuah turbin maupun kincir air, mesin pembakaran dalam, turbin angin, engkol tangan, energi surya atau matahari, udara yang dimampatkan, atau apa pun sumber energi mekanik yang lain.
Sebelum hubungan antara magnet dan listrik ditemukan, generator menggunakan prinsip elektrostatik. Mesin Wimshurst menggunakan induksi elektrostatik atau "influence". Generator Van de Graaff menggunakan salah satu dari dua mekanisme:
1) Penyaluran muatan dari elektrode voltase-tinggi.
7 2) Muatan yang dibuat oleh efek triboelektrisitas menggunakan
pemisahan dua insulator
Dinamo adalah generator listrik pertama yang mampu mengantarkan tenaga untuk industri, dan masih merupakan generator terpenting yang digunakan pada abad ke-21. Dinamo menggunakan prinsip elektromagnetisme untuk mengubah putaran mekanik menjadi listrik arus bolak-balik.
Dinamo pertama berdasarkan prinsip Faraday dibuat pada 1832 oleh Hippolyte Pixii, seorang pembuat peralatan dari Perancis.Alat ini menggunakan magnet permanen yang diputar oleh sebuah "crank".Magnet yang berputar diletakaan sedemikian rupa sehingga kutub utara dan selatannya melewati sebongkah besi yang dibungkus dengan kawat. Pixii menemukan bahwa magnet yang berputar memproduksi sebuah pulsa arus di kawat setiap kali sebuah kutub melewati kumparan.
Undang - undang RI menetapkan, ”Untuk kepentingan keselamatan pelayaran, pada daerah perairan tertentu ditetapkan sebagai perairan wajib pandu dan perairan pandu luar biasa”. Pelayanan pemanduan dilaksanakan oleh petugas yang telah memenuhi persyaratan kesehatan, kecakapan, serta pendidikan dan pelatihan. Pemanduan terhadap kapal tidak mengurangi wewenang dan tanggung jawab nakhoda atau pemimpin kapal. Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
8 Antonio Pacinotti, seorang ilmuwan Italia, memperbaikinya dengan
mengganti kumparan berputar dengan yang "toroidal", yang dia ciptakan dengan mebungkus cincin besi. Ini berarti bahwa sebagian dari kumparan terus melewati magnet, membuat arus menjadi lancer.
B. Komponen Generator
Generator adalah mesin yang mengubah tenaga mekanik menjadi tenaga listrik. Didalam generator terdapat komponen – komponen sebagai berikut:
1) Voltage Regulator
Seperti namanya, komponen ini mengatur tegangan output dari generator. Mekanisme ini dijelaskan di bawah terhadap setiap komponen yang berperan dalam proses siklus regulasi tegangan.
a. Voltage Regulator: Konversi AC ke DC Voltage Current – Tegangan regulator mengambil sebagian kecil dari output generator tegangan AC dan mengubahnya menjadi arus DC.
Regulator tegangan kemudian feed arus DC ini untuk satu set gulungan sekunder di stator, yang dikenal sebagai gulungan exciter.
b. Exciter Windings: Konversi dari DC ke AC sekarang, sekarang – Gulungan exciter, sekarang berfungsi mirip dengan gulungan stator primer dan menghasilkan arus AC yang kecil. Gulungan exciter yang terhubung ke unit yang dikenal sebagai berputar rectifier.
9 c. Rotating Rectifier: Konversi AC ke DC Current sekarang –
ini memperbaiki arus AC yang dihasilkan oleh gulungan exciter dan mengubahnya menjadi arus DC. Arus DC ini diumpankan ke rotor / angker untuk menciptakan medan elektromagnetik selain medan magnet berputar rotor / angker.
d. Rotor / Armature: Konversi dari DC ke AC sekarang Voltage – Rotor / angker sekarang menginduksi tegangan AC yang lebih besar di gulungan stator, yang generator sekarang menghasilkan sebagai tegangan output AC yang lebih besar.
Siklus ini berlanjut sampai generator mulai menghasilkan output tegangan setara dengan kapasitas operasi penuh. Sebagai output dari generator meningkat, regulator tegangan menghasilkan kurang arus DC.
Setelah generator mencapai kapasitas operasi penuh, regulator tegangan mencapai keadaan keseimbangan dan menghasilkan cukup arus DC untuk mempertahankan output generator di tingkat operasi penuh.
2) Cooling & Exhaust Sistem:
Sistem pendinginan adalah sistem yang berfungsi menjaga supaya temperatur mesin dalam kondisi ideal. Penggunaan terus menerus menyebabkan berbagai komponen memanas maka di butuhkan sistem pendinginan.
3) Battery Charger
Fungsi awal generator adalah baterai dioperasikan. Pengisi daya baterai membuat baterai genset dibebankan oleh memasok dengan
10
‘melayang’ tegangan yang tepat. Jika tegangan mengambang sangat rendah, baterai akan tetap undercharged.
Jika tegangan mengambang sangat tinggi, itu akan mempersingkat masa pakai baterai. Pengisi daya baterai biasanya terbuat dari stainless steel untuk mencegah korosi. Mereka juga sepenuhnya otomatis dan tidak memerlukan penyesuaian yang harus dibuat atau pengaturan yang akan diubah.
DC tegangan output dari charger baterai ditetapkan pada 2,33 Volt per sel, yang merupakan tegangan mengambang tepat untuk baterai asam timbal. Pengisi daya baterai memiliki DC tegangan output terisolasi yang tidak mengganggu fungsi normal dari generator.
1) Panel Kontrol
Ini adalah antarmuka pengguna generator dan berisi ketentuan untuk outlet listrik dan kontrol.
2) Main Assembly / Frame
Semua generator, portabel atau stasioner, telah disesuaikan rumah yang menyediakan basis dukungan struktural. Frame juga memungkinkan untuk dihasilkan akan dibumikan untuk keselamatan.
C. Fungsi Generator
Fungsi utama generator diatas kapal adalah untuk menyuplai kebutuhan daya listrik di kapal. Daya listrik digunakan untuk menggerakkan motor-motor dari peralatan bantu pada kamar mesin dan mesin-mesin geladak, lampu penerangan, sistem komunikasi dan navigasi,
11 pengkondisian udara (AC) dan ventilasi, perlengkapan dapur (galley),
sistem sanitari, cold storage, alarm dan sistem kebakaran, dan sebagainya.
Dalam pendisainan sistem diatas kapal perlu diperhatikan kapasitas dari generator dan peralatan listrik lainnya, besarnya kebutuhan maksimum dan minimum dari peralatannya. Dimana kebutuhan maksimum merupakan kebutuhan daya rata-rata terbesar yang terjadi pada interval waktu yang singkat selama periode kerja dari peralataan tersebut, demikian juga sebaliknya.
Sedangkan kebutuhan rata-rata merupakan daya rata-rata pada periode kerja yang dapat ditentukan dengan membagi energi yang dipakai dengan jumlah jam periode tersebut. Kebutuhan maksimum penting diketahui untuk menentukan kapasitas dari generator yang diperlukan.
Sedangkan kebutuhan minimum digunakan untuk menentukan konfigurasi dari electric plant yang sesuai serta untuk menentukan kapan generator dioperasikan.
D. Cara Pengoperasian Generator
Prosedur pengoperasian generator harus mengikuti SOP (standart operating procedure) yang ada sebagai petunjuk operator dalam mengoperasikan generator. Prosedur pengoperasian generator secara umum dibagi menjadi empat tahapan, yaitu:
1) Tahap persiapan
Sebelum mengoperasikan generator perlu dilakukan prosedur pemeriksaan secara keseluruhan. Pemeriksaan sebelum pengoperasianpemeriksaan secara keseluruhan. Pemeriksaan sebelum
12 pengoperasian akan menjamin kinerja generator berfungsi dengan baik.
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengoperasikan generator set, yaitu :
a) Sistem start b) Sistem pelumasan c) Sistem pendingin d) Sistem bahan bakar e) Sistem control f) Sistem proteksi g) Sistem interlock h) Sistem governor
2) Tahap menjalankan generator
Tahap ini merupakan langkah menjalankan mesin generator dengan putaran rendah kemudian putaran dinaikkan sampai ke putaran nominal. Setelah kecepatan putar mesin mencapai putaran nominal, perlu dilakukan pengecekan terhadap parameter yang ada pada unit tersebut agar berada dalam keadaan normal. Setelah pengecekan unit dalam kondisi normal kemudian mesin siap untuk dilakukan pembebanan
3) Tahap pembebanan
Setelah generator berputar pada kecepatan normal dan dalam kondisi baik, maka siap dilakukan pembebanan pada sistem operasi.
Pembebanan pada generator dapat bersifat resisitif, induktif maupun kapasitif tergantung dari jenis beban yang diterima oleh generator
13 4) Tahap menghentikan generator
Jangan langsung mematikan mesin secara tiba-tiba. Lepaskan atau turunkan bebannya terlebih dahulu secara perlahan-lahan, kemudian biarkan mesin bekerja tanpa beban untuk memberikan kesempatan pada mesin menyesuaikan temperatur kerja seiring dengan penurunan pemakaian bahan bakar. Bila sedang diparalel generator harus dilepaskan dahulu dari hubungan paralel.
Setelah generator berhenti lakukan pemeriksaan untukSetelah generator berhenti, lakukan pemeriksaan untuk menjamin keandalan mesin bila generator beroperasi kembali.
E. Klasifikasi Saluran Distribusi Tenaga Listrik
Secara umum, saluran tenaga Listrik atau saluran distribusi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Menurut bentuk tegangannya:
a. Saluran Distribusi DC (Direct Current) menggunakan sistem tegangan searah.
b. Saluran Distribusi AC (Alternating Current) menggunakan sistem tegangan bolak - balik.
14 2. Menurut jenis dan tipe konduktornya:
a. Saluran udara
Dipasang pada udara terbuka dengan bantuan penyangga (tiang) dan perlengkapannya, dan dibedakan atas:
1. Saluran kawat udara, bila konduktornya telanjang, tanpa isolasi pembungkus.
2. Saluran kabel udara, bila konduktornya terbungkus isolasi.
b. Saluran Bawah Tanah
Dipasang di dalam tanah, dengan menggunakan kabel tanah (ground cable).
c. Saluran Bawah Laut
Dipasang di dasar laut dengan menggunakan kabel laut (submarine cable)
3. Menurut susunan (konfigurasi) salurannya:
a. Saluran Konfigurasi horizontal, bila saluran fasa terhadapfasa yang lain atau terhadap netral, atau saluran positipterhadap negative(pada sistem DC) membentuk garis horisontal.
b. Saluran Konfigurasi Vertikal, bila saluran - saluran tersebut membentuk garis vertical
c. Saluran konfigurasi Delta, bila kedudukan saluran satu sama lain membentuk suatu segitiga (delta).
15 4. Menurut Susunan Rangkaiannya
Dari uraian diatas telah disinggung bahwa sistem distribusi di bedakan menjadi dua yaitu sistem distribusi primer dan sistem distribusi sekunder.
a. Jaringan Sistem Distribusi Primer
Sistem distribusi primer digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari gardu induk distribusi ke pusat-pusat beban.
Sistem ini dapat menggunakan saluran udara, kabel udara, maupun kabel tanah sesuai dengan tingkat keandalan yang diinginkan dan kondisi serta situasi lingkungan.
b. Jaringan Sistem Distribusi Sekunder
Sistem distribusi sekunder digunakan untuk menyalurkan tenagalistrik dari gardu distribusi ke beban - beban yang ada di konsumen. Pada sistem distribusi sekunder bentuk saluran yang paling banyak digunakan ialah sistem radial.
Sistem ini dapat menggunakan kabelyang berisolasi maupun konduktor tanpa isolasi. Sistem ini biasanya disebut sistem tegangan rendah yang langsung akan dihubungkan kepada konsumen atau pemakai tenaga listrik dengan melalui peralatan - peralatan sebagai berikut:
1) Papan pembagi padatrafo distribusi
2) Hantarantegangan rendah (saluran distribusi sekunder).
3) Saluran Layanan Pelanggan (SLP) (ke konsumen atau pemakai)
16 4) Alat Pembatas dan pengukur daya (kWh meter)
serta fuse atau pengaman pada pelanggan.
gambar 2.2 Sistem Distribusi daya listrik.
http://dunia-listrik.blogspot.com/2008/12/sistem-distribusi-tenaga-listrik.html
17 F. Tegangan Sistem Distribusi Sekunder
Ada bermacam - macam sistem tegangan distribusi sekunder menurut standar, yaitu:
1. EEI ( Edison Electric Institut) adalah asosiasi yang mewakili semua perusahaan listrik milik investor AS.
2. NEMA (National Electrical Manufactures Association) adalah adalah asosiasi dagang terbesar dari produsen peralatan listrik di Amerika Serikat.
Pada dasarnya tidak berbeda dengan sistem distribusi DC, factor utama yang perlu diperhatikan adalah besar tegangan yang diterima pada titik beban mendekati nilai nominal, sehingga peralatan atau beban dapat dioperasikan secara optimal. Ditinjau dari cara pengawatannya, saluran distribusi AC dibedakan atas beberapa macam tipe dan cara pengawatan, ini bergantung pula pada jumlah fasanya, yaitu:
1. Sistem satu fasa dua kawat 120 Volt.
2. Sistem satu fasa tiga kawat 120/240 Volt.
3. Sistem tiga fasa empat kawat 120/208 Volt.
4. Sistem tiga fasa empat kawat 120/240 Volt.
5. Sistem tiga fasa tiga kawat 240 Volt.
6. Sistem tiga fasa tiga kawat 480 Volt.
7. Sistem tiga fasa empat kawat 240/416 Volt.
8. Sistem tiga fasa empat kawat 265/460 Volt.
9. Sistem tiga fasa empat kawat 220/380 Volt
18 G. Sistem Rangkaian Sisi Sekunder Trafo Distribusi
1. Sistem distribusi satu fasa dengan dua kawat
Tipe ini merupakan bentuk dasar yang paling sederhana, biasanya digunakan untuk melayani penyalur daya berkapasitas kecil dengan jarak pendek, yaitu daerah perumahan dan pedesaan.
2. Sistem distribusi satu fasa dengan tiga kawat
Pada tipe ini, prinsipnya sama dengan sistem distribusi DC dengan tiga kawat, yang dalam hal ini terdapat dua alternatif besar tegangan. Sebagai saluran “netral” disini dihubungkan pada tengah belitan (center - tap) sisi sekunder trafo, dan diketanahkan, untuk tujuan pengamanan personil. Tipe ini untuk melayani penyalur daya berkapasitas kecil dengan jarak pendek, yaitu daerah perumahan dan pedesaan.
3. Sistem distribusi tiga fasa empat kawat tegangan 120/240 Volt Tipe ini untuk melayani penyalur daya berkapasitas sedang dengan jarak pendek, yaitu daerah perumahan pedesaan dan perdagangan ringan, dimana terdapat dengan beban 3 fasa.
4. Sistem distribusi tiga fasa empat kawat tegangan 120/208 Volt Pada tipe ini, sisi sekunder (output) trafo distribusi terhubung star , dimana saluran netral diambil dari titik bintangnya.
5. Sistem distribusi tiga fasa dengan tiga kawat
Tipe ini banyak dikembangkan secara ekstensif. Dalam hal ini rangkaian tiga fasa sisi sekunder trafo dapat diperoleh dalam
19 bentuk rangkaian delta (segitiga) ataupun rangkaian wye (star atau
bintang).
6. Sistem distribusi tiga fasa dengan empat kawat
Pada tipe ini, sisi sekunder (output) trafo distribusi terhubung star,dimana saluran netral diambil dari titik bintangnya.
H. Kerangka Penelitian
Dalam hal ini penulis akan memaparkan kerangka pikir secara bagan alur dalam menjawab atau menyelesaikan pokok permasalahan yang telah dibuat adalah sebagai berikut :
20 Gambar 2.3 Kerangka Penelitian
Type equation here.
AE (Auxilary Engine) Generator dinyalakan
Generator berjalan dan menghasilkan listrik siap
disalurkan
Menggerakkan motor dan peralatan di kamar mesin Mesin di geladak kapal
Lampu penerangan Sistem komunikasi dan
navigasi AC akomodasi ,
refrigerant dan ventilasi
Perlengkapan Dapur (galley)
Sistem Sanitari
Alarm dan Sistem Kebakaran Panel Distribusi Daya listrik
21
BAB III
METODE PENELITIAN
A. JENIS PENELITIAN
Menurut Kartono (1996) menjelaskan metode barasal dari bahasa Yunani “methodos” yaitu jalan sampai. Metode penelitian adalah cara- cara berfikir dan berbuat yang dipersiapkan dengan baik untuk mengadakan penelitian dan agar dapat mencapai suatu penelitian.
Menurut Poerwandari (1998) penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan dan mengolah data yang sifatnya deskriptif, seperti wawancara, catatan lapangan, gambar, foto rekaman video dan lain-lain.
Sehingga metode penelitian berisi pengetahuan yang mengkaji ketentuan mengenai metode-metode yang digunakan dalam penelitian.
Pada umumnya penelitian merupakan refleksi keinginan untuk memperoleh dan mengembangkan pengetahuan yang merupakan kebutuhan dasar manusia sehingga menjadi motivasi untuk melakukan penelitian.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yaitu penelitian proses analisa kualitatif yang mendasarkan pada adanya hubungan sistematis antar variabel yang sedang di teliti. Tujuan analisa data kualitatif yaitu agar peneliti mendapatkan informasi tentang sistem
22
sistem distribusi daya listrik di kapal sehingga dapat digunakan untuk menjawab masalah yang dirumuskan dalam penelitian.
Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk memecahkan masalah – masalah aktual yang dihadapi serta mengumpulkan data atau informasi untuk disusun, dijelaskan dan selanjutnya dianalisis.
B. LOKASI PENELITIAN 1. Waktu Penelitian
Penelitian akan dilaksanakan ketika penulis melaksanakan praktek layar diatas kapal kurang lebih 1 tahun. Dengan tujuan bisa menjawab dan melakukan observasi secara langsung tentang rumusan masalah yang ada. Sehingga pada bagian akhir penulis bisa memperoleh kesimpulan atas semua masalah yang ada pada KIT ini.
2. Tempat Penelitian
Tempat penulis mengadakan penelitian dilaksanakan pada saat praktek layar di atas kapal, dengan data – data sebagai berikut :
23
PT. TANTO INTIM LINE SHIP PARTICULARS
• Name Of Vessel : MV. Tanto Fajar 1
• Kind Of Vessel : Container ship
• Call Sign : P N M A
• Nationality / Flag : Indonesia
• Port Of Registry : Jakarta
• Registry Number : 9329318
• O w n e r : PT. TANTO INTIM LINE
• Operator : PT. TANTO INTIM LINE
• C l a s s : LR & BKI
• Ship Lounching : PT. PAL INDONESIA
• Gross Tonnage : 3996 T
• Netto Tonnage : 7589 T
• Length Over All : 180.00 M
• Length Between P.P : 173 M
• Breadth Mouded : 30,50 M
• Number Of Deck : 6 Deck
• Depth (Molded) : 15.60 M
• Hegth (Maximum) : 33.45 M
• Bridge Front - Bow : 143.25 M
• Bridge Front - Stern : 36.75 M
• Brdige Front – M’fold : 56.25 M
• Fuel Oil Tank (P) : 632.02 M³
24
• Fuel Oil Tank (S) : 505.76 M³
• Fuel Oil (Servise) : 19.98 M³
• Fuel Oil (Settling) : 21.58 M³
• Total Fuel Oil : 1179.34 M³
• Diesel Oil Tank (P) : 112.73 M³
• Diesel Oil Tank (S) : 136.15 M³
• Diesel Oil Settling : 14.98 M³
• Diesel Oil Servise : 16.18 M³
• Total Diesel Oil : 280.04 M³
• LifeBoat (2 set) : 2 X 36 person
7.1 m, 6 knot spd Water cooled engine
• LifeRaft (4 set) : 4 X 20 person 1 X 6 person
• Prov. Crane : 2 X 2 Ton
• CargoHouse Crane :1 X 15 Tonsat full load
• Cargo Oil Tank 1 (P) : 3497.61 M³
• Cargo Oil Tank 1 (S) : 3497.61 M³
• Cargo Oil Tank 2 (P) : 3204.42 M³
• Cargo Oil Tank 2 (S) : 3204.40 M³
• Cargo Oil Tank 3 (P) : 3248.44 M³
• Cargo Oil Tank 3 (S) : 3248.44 M³
• Cargo Oil Tank 4 (P) : 3248.44 M³
• Cargo Oil Tank 4 (S) : 3248.44 M³
• Cargo Oil Tank 5 (P) : 3248.44 M³
25
• Cargo Oil Tank 5 (S) : 3248.44 M³
• Cargo Oil Tank 6 (S) : 3267.45 M³
• Cargo Oil Tank 6 (S) : 3267.45 M³
• Slop Tank (P) : 704.81 M³
• Slop Tank (S) : 704.81 M³
• Water ballast Tank 1 (P) : 1699.1 M³
• Water ballast Tank 1 (S) : 1699.1 M³
• Water ballast Tank 2 (P) : 1043.9 M³
• Water ballast Tank 2 (S) : 1043.9 M³
• Water ballast Tank 3 (P) : 1019.2 M³
• Water ballast Tank 3 (S) : 1019.2 M³
• Water ballast Tank 4 (P) : 1019.2 M³
• Water ballast Tank 4 (S) : 1019.2 M³
• Water ballast Tank 5 (P) : 1019.2 M³
• Water ballast Tank 5 (S) : 1019.2 M³
• Water ballast Tank 6 (P) : 1593.4 M³
• Water ballast Tank 6 (S) : 1593.4 M³
• Water ballast Tank 7 (P) : 180.5 M³
• Water ballast Tank 7 (S) : 180.5 M³
• A.P. Tank : 440.81 M³
• Total Water Ballast tank : 16865.3 M³
• Whinchesfrontwheel (2 set ) : Rolls Royce marine LW.M x
• Whinches Aft (2 set ) : 2
• Main Engine : MAN B&W 6S42M C
26
• M.C.R : 8820 Bhp 186 Rpm 100%
• N.C.R : 7938 Bhp 122 Rpm 90%
• Max Critical Range : 52 – 60 Rpm
• Auxiliary Boiler (2 set) : Water Tube Heat
• Generator (3 set) : Daihatsu 6DK26 1300 KW
• Emergency Generator : Yanmar 6 HAL – H series
• Propeller : FPP
• Steering Gear : Hat lappaTeleram R4LG 3835
• Fresh Waterb Generator : Alfalaval JWP 26C80B
Sumber : Ship Particular MV.TANTO FAJAR 1
C. JENIS DAN SUMBER DATA 1. Jenis data
Dalam penulisan proposal dengan judul Analisa Pengoperasian Generator Dan Sistem Distribusi Daya Listrik Di Kapal. Penulis menggunakan jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data kualitatif, yang diperoleh melalui bentuk variabel berupa informasi sekitar pembahasan baik secara lisan maupun tulisan.
2. Sumber Data
Data yang dikumpulkan dan digunakan dalam penyusunan proposal ini adalah data yang merupakan informasi yang diperoleh penulis melalui
27
pengamatan langsung, wawancara dan media internet. Menurut Saifuddin Azwar (1997), sumber data dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Data primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumber pertama melalui prosedur dan dicatat. Dalam hal ini, penulis memperoleh data primer dengan cara langsung dari hasil wawancara dengan pihak terkait, yang mengetahui tentang permasalahan yang akan penulis angkat.
2. Data sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber tidak langsung yang biasanya berupa data dokumentasi, arsip – arsip resmi, dan merupakan data pelengkap dari data primer yang didapat dari sumber manual book atau foto - foto terdahulu yang dapat digunakan sebagai sumber informasi serta hal - hal lain yang berhubungan dengan penelitian ini.
D. METODE PENGUMPULAN DATA
Sedangkan Sugiyono (2008) ada empat macam tehnik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan gabungan /triangulasi.
Berdasarkan teori diatas, maka peneliti menggunakan tiga teknik pengumpulan data, yaitu: Teknik Wawancara, Teknik Observasi dan
28
Teknik Dokumentasi.
1. Teknik Observasi
Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui suatu pengamatan, dengan disertai pencatatan - pencatatan terhadap keadaan. Metode ini dilakukan melalui pengamatan langsung pada obyek, baik konstruksi, cara pengoperasian dan perawatan, serta permasalahan yang sering terjadi dan cara mengatasinya.
Tujuan penulis mengadakan observasi adalah agar mengerti sistem distribusi daya listrik di kapal.
2. Teknik Wawancara
Dalam melakukan wawancara peneliti menyampaikan masalah kemudian dibicarakan untuk mencari jalan keluarnya. Peneliti tidak menyediakan jawaban agar responden bebas, luas, dan terbuka dalam menjawab sesuai pendapat, pandangan, dan pengetahuannya.
Isi wawancara akan berupa suatu kejadian, kondisi maupun beberapa data - data yang tidak normal yang kemudian disusun secara sistematika. Wawancara tentang sistem distribusi daya listrik di kapal dilakukan kepada KKM atau masinis yang bertanggung jawab terhadap suatu peralatan.
Data-data yang dikumpulkan dan diperoleh selama penelitian dianalisis kembali dan dipaparkan sesuai data aslinya saat penelitian.
29
Data dalam penelitian ini berkaitan dengan komponen apa yang sering rusak pada sistem distribusi daya listrik , dengan memperoleh data - data wawancara terhadap pihak yang bertanggung jawab terhadap sistem tersebut.
3. Teknik Dokumentasi
Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis dengan mencatat segala sesuatu yang berhubungan dengan pengoperasian generator dan sistem distribusi daya listrik di kapal. Dalam teknik ini arsipserta dokumen - dokumen kapal digunakan untuk melengkapi data yang telah diperoleh, sehingga data tersebut bisa lebih akurat dan dapat di pertanggungjawabkan. Dokumen - dokumen diatas kapal yang dijadikan referensi adalah : Buku petunjuk manual ( Instruction Manual Book ) Buku peteunjuk manual yang menerangkan tentang Pengoperasian Generator dan sitem distribusi daya listrik di kapal, yang diterbitkan oleh pabrik pembuat yang berisikan tentang tata cara pengoperasian serta perawatan dan perbaikan generator tersebut sesuai dengan spesifikasi dari generator tersebut.
E. TEKNIK ANALISIS DATA
Menurut Risky (2016) teknik analisis data adalah suatu metode atau cara untuk mengolah sebuah data menjadi informasi sehingga karakteristik data tersebut menjadi mudah untuk dipahami dan juga bermanfaat untuk
30
menemukan solusi permasalahan, yang tertutama adalah masalah yang tentang sebuah penelitian. Atau analisis data juga bisa diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan untuk merubah data hasil dari sebuah penelitian menjadi informasi yang nantinya bisa dipergunakan untuk mengambil sebuah kesimpulan.
1. Reduksi Data
Reduksi data diartikan sebagai upaya merangkum dan proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan catatan tertulis di lapangan. Reduksi dilakukan sejak pengumpulan data dimulai dengan membuat ringkasan, mengkode, menelusur tema, membuat gugus-gugus, menulis memo dan sebagainya dengan maksud menyisihkan data/informasi yang tidak relevan.
2. Penyajian Data
Setelah data di reduksi, langkah analisis selanjutnya adalah penyajian data. Penyajian data merupakan sebagai sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. (Miles dan Huberman, 1992 : 17).
31
Penyajian data diarahkan agar data hasil reduksi terorganisaikan, tersusun dalam pola hubungan sehingga makin mudah dipahami.
Penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk uraian naratif, bagan, hubungan antar kategori serta diagram alur.
Penyajian data dalam bentuk tersebut mempermudah peneliti dalam memahami apa yang terjadi. Pada langkah ini, peneliti berusaha menyusun data yang relevan sehingga informasi yang didapat disimpulkan dan memiliki makna tertentu untuk menjawab masalah penelitian.
Penyajian data yang baik merupakan satu langkah penting menuju tercapainya analisis kualitatif yang valid dan handal. Dalam melakukan penyajian data tidak semata – mata mendeskripsikan secara naratif, akan tetapi disertai proses analisis yang terus menerus sampai proses penarikan kesimpulan. Langkah berikutnya dalam proses analisis data kualitatif adalah menarik kesimpulan berdasarkan temuan dan melakukan verifikasi data.
3. Verifikasi dan Penegasan Kesimpulan
Merupakan kegiatan akhir dari analisis data. Penarikan kesimpulan berupa kegiatan interpretasi, yaitu menemukan makna data yang telah disajikan.
32
Selanjutnya data yang telah dianalisis, dijelaskan dan dimaknai dalam bentuk kata – kata untuk mendiskripsikan fakta yang ada di lapangan, pemaknaan atau untuk menjawab pertanyaan penelitian yang kemudian diambil intisarinya saja.
Berdasarkan keterangan di atas, maka setiap tahap dalam proses tersebut dilakukan untuk mendapatkan keabsahan data dengan menelaah seluruh data yang ada dari berbagai sumber yang telah didapat dari lapangan dan dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar, foto dan sebagainya melalui metode wawancara.
32
DAFTAR PUSTAKA
Marlina,Dini. (2012) Generator AC. Generator AC (Online), http://dinnim.blogspot.com/2013/02/generator-ac.html Diakses pada tanggal 25 Mei 2018.
Perdana,Pramudya. (2012) Macam-Macam Gangguan Generator Dan Akibatnya.
Jendela Den Ngabei (Online),
http://jendeladenngabei.blogspot.com/2012/11/macam-macam-gangguan- generator-dan.html Diakses pada tanggal 29 Mei 2018.
Qtussama. (2012) Generator Listrik. Be Good, Better And Best (Online), https://qtussama.wordpress.com/materi-ajar-x-tkr/generator-listrik Diakses pada tanggal 14 Mei 2018.
Rancid. (2014) generator listrik kapal. Elektro (Online).
https://www.scribd.com/document/145638307/142267495-Generator- Listrik-Kapal Diakses pada tanggal 16 Juni 2018.
Santoso,Heru. (2015) Analisa Masalah Pada Generator. Aku Dan Hobiku (Online), http://karangngalang.blogspot.com/2015/04/analisa-masalah- pada-generator.html Diakses pada tanggal 01 Juni 2018.
Sinjaroji,A. (2013) Pengertian Genset Generator Set. Mesin Genset (Online), http://gensetdiesel.blogspot.com/2013/10/pengertian-genset-mesin-
generator-set.htmlq Diakses pada tanggal 12 Mei 2018.
UU RI No 21 tahun 1992 mengenai definisi kapal