• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 1 dari 22 Putusan Nomor 338/Pid.Sus/2017/PN Pgp

P U T U S A N

Nomor 338/Pid.Sus/2017/PN Pgp.

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Negeri Pangkalpinang yang mengadili perkara-perkara pidana pada peradilan tingkat pertama dengan acara pemeriksaan biasa telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa :

1. Nama lengkap : FAHMI alias BUJUNG bin HASANUDDIN

2. Tempat lahir : Pangkalpinang

3. Umur / tanggal lahir : 28 Tahun / 15 April 1989

4. Jenis kelamin : Laki-laki

5. Kebangsaan : Indonesia

6. Tempat tinggal : Gang Sempayu I Rt. 03 Rw. 02 Kelurahan Asam,

Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang

7. Agama : Islam

8. Pekerjaan : Buruh Harian

Terdakwa ditangkap pada tanggal 23 Agustus 2017, kemudian ditahan dengan jenis Penahanan Rumah Tahanan Negara di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika klas III Pangkalpinang, masing-masing oleh :

1. Penyidik, sejak tanggal 24 Agustus 2017 sampai dengan tanggal 12 September 2017;

2. Perpanjangan penahanan oleh Penuntut Umum, sejak tanggal 13 September 2017 sampai dengan tanggal 22 Oktober 2017;

3. Perpanjangan penahanan oleh Ketua Pengadilan Negeri, sejak tanggal 23 Oktober 2017 sampai dengan tanggal 21 November 2017;

4. Penuntut Umum, sejak tanggal 8 November 2017 sampai dengan tanggal 27 November 2017;

5. Hakim Pengadilan Negeri, sejak tanggal 21 November 2017 sampai dengan tanggal 20 Desember 2017;

6. Perpanjangan oleh Ketua Pengadilan Negeri Pangkalpinang, sejak tanggal 20 Desember 2017 sampai dengan tanggal 18 Februari 2018;

Terdakwa dalam menghadapi pemeriksaan perkaranya dipersidangan didampingi oleh Penasihat Hukum yaitu TUKIJAN KELING, S.H. Penasihat Hukum dari LBH AL-HAKIM, yang berkantor pada Pos Bantuan Hukum (POSBAKUM) Pengadilan Negeri Pangkalpinang di Jalan Jenderal Sudirman No. 09 Kota Pangkalpinang, untuk mendampingi terdakwa FAHMI alias BUJUNG bin

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 2 dari 22 Putusan Nomor 338/Pid.Sus/2017/PN Pgp

HASANUDDIN selama proses pemeriksaan di persidangan berdasarkan Surat Penunjukkan Ketua Majelis Hakim Nomor 338/Pid.Sus/2017/PN Pgp, tanggal 28 November 2017;

Pengadilan Negeri tersebut;

Setelah membaca :

- Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Pangkalpinang tanggal 21 November 2017 Nomor : 338/Pid.Sus/2017/PN. Pgp tentang Penunjukan Majelis Hakim untuk mengadili perkara Terdakwa tersebut;

- Penetapan Ketua Majelis Hakim tanggal 21 November 2017 Nomor : 338/ Pid.Sus/2017/PN. Pgp tentang Penentuan Hari sidang pertama pemeriksaan perkara terdakwa tersebut;

- Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan;

Telah mendengar pembacaan surat dakwaan oleh Penuntut Umum;

Telah melihat dan memperhatikan barang-barang bukti yang diajukan dipersidangan;

Telah mendengar keterangan saksi-saksi dan juga keterangan terdakwa di muka persidangan;

Telah mendengar tuntutan pidana oleh Penuntut Umum pada hari Selasa tanggal 9 Januari 2018, yang pada akhirnya menuntut supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pangkalpinang yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan :

1. Menyatakan terdakwa FAHMI alias BUJUNG bin HASANUDDIN bersalah melakukan tindak pidana “tanpa hak menjadi perantara dalam jual beli

Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman jenis shabu” sebagaimana

diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 6 (enam) tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan;

3. Menjatuhkan pidana denda terhadap terdakwa sebesar Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah) yang apabila tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 6 (enam) bulan;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 3 dari 22 Putusan Nomor 338/Pid.Sus/2017/PN Pgp

4. Menyatakan barang bukti berupa :

- 1 (satu) paket bening yang diduga narkotika jenis shabu dengan berat 0,24 gram;

- 1 (satu) buah dompet warna hitam;

- 1 (satu) unit Handphone merek Sony warna hitam; Dirampas untuk dimusnahkan;

5. Menetapkan agar terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp5.000,- (lima ribu rupiah);

Setelah mendengar pembelaan yang disampaikan oleh terdakwa secara lisan berupa permohonan yang pada pokoknya terdakwa memohon keringanan hukuman dengan alasan terdakwa mengaku bersalah dan merasa menyesal serta berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan terdakwa adalah ibu rumah tangga yang merupakan tulang punggung keluarga;

Telah pula mendengar Replik Penuntut Umum dan Duplik dari Penasihat Hukum terdakwa yang pada pokoknya masing-masing tetap pada pendiriannya semula.

Menimbang, bahwa terdakwa dihadapkan ke depan persidangan perkara ini atas dakwaan Penuntut Umum yang berbunyi sebagai berikut :

PRIMAIR :

Bahwa ia, Terdakwa FAHMI Alias BUJUNG bin HASANUDDIN pada hari Rabu Tanggal 23 Agustus 2017 sekira jam 18.30 wib, atau setidak-tidaknya pada waktu lain yang masih dalam bulan Juli Tahun 2017 atau setidak-tidaknya pada suatu waktu di tahun 2017, bertempat di Gang Sempayu I RT.03 RW.02 Kelurahan Asam Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang atau setidak-tidaknya pada , atau setidak-tidaknya pada suatu tempat lain yang masih termasuk dalam daerah Hukum Pengadilan Negeri Pangkal Pinang yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini, tanpa hak atau melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman jenis sabu, perbuatan tersebut dilakukan oleh terdakwa dengan cara sebagai berikut:

 Bahwa pada hari Rabu tanggal 23 Agustus 2017 sekitar jam 18.00 Wib, berdasarkan informasi dari masyarakat, Saksi ROY MARTIN dan Saksi HABIBI serta rekan kerja lainnya dari Sat Narkoba Polres Pangkalpinang melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap Saksi NOVTARIO

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 4 dari 22 Putusan Nomor 338/Pid.Sus/2017/PN Pgp

ANTAMA als RIO bin MARTONO, kemudian Saksi Novtario diminta untuk menunjukan narkotika jenis sabu yang dibawanya dan Saksi NOVTARIO ANTAMA als RIO bin MARTONO lalu menunjukan narkotika jenis sabu yang di simpan di dalam celana yang digunakan pada saat itu, yang mana ternyata berisikan 1 (satu) paket/bungkus narkotika Gol I dalam bentuk bukan tanaman yang diduga jenis sabu didalam plastik bening, pada saat dilakukan intrograsi Saksi NOVTARIO ANTAMA als RIO bin MARTONO mengakui nya bahwa narkotika yang diduga jenis sabu miliknya dan mendapatkan narkotika jenis sabu tersebut dari Terdakwa FAHMI als BUJUNG (berkas terpisah) dengan cara membeli seharga Rp.300.000 (Tiga ratus ribu rupiah), dan Saksi Novtario membeli narkotika jenis sabu atas permintaan dari Sdr. Kibul (DPO) dengan tujuan akan digunakan bersama-sama;

 Bahwa benar atas keterangan dari saksi Novtario, saksi M. Habibi dan Saksi Roy Martin sekira pukul 18.30 wib bersama rekan lainnya dari Sat Narkoba Polres Pangkalpinang melakukan Pengamatan di seputaran rumah Terdakwa FAHMI di Gang sempayu I Rt. 03 Rw. 02 Kelurahan Asam Kecamatan Rangkui kota pangkalpinang tersebut, Kemudian Saksi M. Habibi dan saksi Roy Martin langsung menuju rumah tersebut melakukan penangkapan terhadap Terdakwa FAHMI Als BUJUNG Bin HASANUDIN, Setelah itu ada sebagian anggota Sat Narkoba Polres Pangkalpinang yang memanggil Ketua RW setempat Untuk mendampingi / menyaksikan dalam melakukan penggeledahan terhadap Terdakwa tersebut. Kemudian Ketua RW tersebut Menyaksikan dalam melakukan penggeledahan dan penyitaan terhadap Terdakwa FAHMI Als BUJUNG Bin HASANUDIN dan ketika dilakukan penggeledahan di rumah Terdakwa ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) paket / bungkus Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang diduga mengandung metamfetamina jenis sabu yang dibungkus dengan plastik bening, 1 (satu) buah Dompet warna hitam, 1 (satu) unit handphone merk Sony warna hitam. Kemudian Terdakwa dan barang bukti dibawa ke Sat. Narkoba Polres Pangkalpinang;

 Bahwa benar, Terdakwa menjual 1 (satu) Paket/bungkus plastic bening yang berisi narkotika jenis Sabu kepada saksi Novtario seharga Rp.300.000, dimana Terdakwa mendapatkan Narkotika jenis sabu tersebut dari Sdr. Gober (DPO), Bahwa barang bukti berupa 1 (satu) paket/bungkus kecil Narkotika Golongan I bukan tanaman jenis Sabu milik Terdakwa yang ditemukan di rumah Terdakwa kemudian dilakukan penimbangan oleh PT. Pegadaian cabang Pangkalpinang berdasarkan Berita Acara Penimbangan Nomor : 423/10453.00/2017 tanggal 10 Oktober 2017 dan diperoleh hasil yaitu 1 (satu)

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 5 dari 22 Putusan Nomor 338/Pid.Sus/2017/PN Pgp

bungkus/ paket bungkus kecil Narkotika Golongan I bukan tanaman jenis Sabu mempunyai berat kotor 0,24 Gram;

 Bahwa Berdasarkan Hasil pemeriksaan Balai Lab Narkoba BNN Jakarta, Sesuai dengan berita acara pemeriksaan Laboratoris Nomor . 334 AI/ IX / 2017 / Balai Lab Narkoba tanggal 22 September 2017 Bahwa barang bukti berupa 1 (satu) bungkus plastic bening berisikan Kristal warna putih dengan berat Netto 0,700 Gram dan urine milik Terdakwa Fahmi alias Bujung Bin Hasanuddin adalah benar positif mengandung Metafetamina dan terdaftar dalam Golongan I Nomor urut 61 Lampiran Undang – undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

 Bahwa terdakwa Fahmi alias Bujung Bin Hasanuddin telah melakukan tindak pidana narkotika, yaitu menjual, menjadi perantara dalam jual beli atau menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman berupa Sabu-sabu, bukan untuk kepentingan pengobatan atau kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak memiliki izin dari pihak yang berwenang;

 Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika;

SUBSIDAIR :

Bahwa ia, Terdakwa FAHMI Alias BUJUNG bin HASANUDDIN pada hari Rabu Tanggal 23 Agustus 2017 sekira jam 18.30 wib, atau setidak-tidaknya pada waktu lain yang masih dalam bulan Juli Tahun 2017 atau setidak-tidaknya pada suatu waktu di tahun 2017, bertempat di Gang Sempayu I RT.03 RW.02 Kelurahan Asam Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang atau setidak-tidaknya pada , atau setidak-tidaknya pada suatu tempat lain yang masih termasuk dalam daerah Hukum Pengadilan Negeri Pangkal Pinang yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini, tanpa hak atau melawan hukum, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman jenis Sabu, perbuatan tersebut dilakukan oleh terdakwa dengan cara sebagai berikut :

 Bahwa pada hari Rabu tanggal 23 Agustus 2017 sekitar jam 18.00 Wib, berdasarkan informasi dari masyarakat, Saksi ROY MARTIN dan Saksi HABIBI serta rekan kerja lainnya dari Sat Narkoba Polres Pangkalpinang melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap Saksi NOVTARIO ANTAMA als RIO bin MARTONO, kemudian Saksi Novtario diminta untuk menunjukan narkotika jenis sabu yang dibawanya dan Saksi NOVTARIO ANTAMA als RIO bin MARTONO lalu menunjukan narkotika jenis sabu yang di

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 6 dari 22 Putusan Nomor 338/Pid.Sus/2017/PN Pgp

simpan di dalam celana yang digunakan pada saat itu, yang mana ternyata berisikan 1 (satu) paket/bungkus narkotika Gol I dalam bentuk bukan tanaman yang diduga jenis sabu didalam plastik bening, pada saat dilakukan intrograsi Saksi NOVTARIO ANTAMA als RIO bin MARTONO mengakui nya bahwa narkotika yang diduga jenis sabu miliknya dan mendapatkan narkotika jenis sabu tersebut dari Terdakwa FAHMI als BUJUNG (berkas terpisah) dengan cara membeli seharga Rp.300.000 (Tiga ratus ribu rupiah), dan Saksi Novtario membeli narkotika jenis sabu atas permintaan dari Sdr. Kibul (DPO) dengan tujuan akan digunakan bersama-sama;

 Bahwa benar atas keterangan dari saksi Novtario, saksi M. Habibi dan Saksi Roy Martin sekira pukul 18.30 wib bersama rekan lainnya dari Sat Narkoba Polres Pangkalpinang melakukan Pengamatan di seputaran rumah Terdakwa FAHMI di Gang sempayu I Rt. 03 Rw. 02 Kelurahan Asam Kecamatan Rangkui kota pangkalpinang tersebut, Kemudian Saksi M. Habibi dan saksi Roy Martin langsung menuju rumah tersebut melakukan penangkapan terhadap Terdakwa FAHMI Als BUJUNG Bin HASANUDIN, Setelah itu ada sebagian anggota Sat Narkoba Polres Pangkalpinang yang memanggil Ketua RW setempat Untuk mendampingi / menyaksikan dalam melakukan penggeledahan terhadap Terdakwa tersebut. Kemudian Ketua RW tersebut Menyaksikan dalam melakukan penggeledahan dan penyitaan terhadap Terdakwa FAHMI Als BUJUNG Bin HASANUDIN dan ketika dilakukan penggeledahan di rumah Terdakwa ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) paket / bungkus Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang diduga mengandung metamfetamina jenis sabu yang dibungkus dengan plastik bening, 1 (satu) buah Dompet warna hitam, 1 (satu) unit handphone merk Sony warna hitam. Kemudian Terdakwa dan barang bukti dibawa ke Sat. Narkoba Polres Pangkalpinang;

 Bahwa benar, Terdakwa menjual 1 (satu) Paket/bungkus plastic bening yang berisi narkotika jenis Sabu kepada saksi Novtario seharga Rp.300.000, dimana Terdakwa mendapatkan Narkotika jenis sabu tersebut dari Sdr. Gober (DPO), Bahwa barang bukti berupa 1 (satu) paket/bungkus kecil Narkotika Golongan I bukan tanaman jenis Sabu milik Terdakwa yang ditemukan di rumah Terdakwa kemudian dilakukan penimbangan oleh PT. Pegadaian cabang Pangkalpinang berdasarkan Berita Acara Penimbangan Nomor : 423/10453.00/2017 tanggal 10 Oktober 2017 dan diperoleh hasil yaitu 1 (satu) bungkus/ paket bungkus kecil Narkotika Golongan I bukan tanaman jenis Sabu mempunyai berat kotor 0,24 Gram;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 7 dari 22 Putusan Nomor 338/Pid.Sus/2017/PN Pgp

 Bahwa Berdasarkan Hasil pemeriksaan Balai Lab Narkoba BNN Jakarta, Sesuai dengan berita acara pemeriksaan Laboratoris Nomor . 334 AI/ IX / 2017 / Balai Lab Narkoba tanggal 22 September 2017 Bahwa barang bukti berupa 1 (satu) bungkus plastic bening berisikan Kristal warna putih dengan berat Netto 0,700 Gram dan urine milik Terdakwa Fahmi alias Bujung Bin Hasanuddin adalah benar positif mengandung Metafetamina dan terdaftar dalam Golongan I Nomor urut 61 Lampiran Undang – undang Republik

Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

 Bahwa terdakwa Fahmi alias Bujung bin Hasanuddin telah melakukan tindak pidana narkotika, yaitu memiliki, menyimpan, menguasai narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman berupa Sabu-sabu, bukan untuk kepentingan pengobatan atau kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak memiliki izin dari pihak yang berwenang;

 Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Menimbang, bahwa terhadap dakwaan Penuntut Umum tersebut terdakwa menerangkan bahwa ia telah mengerti isi dakwaan tersebut dan menyatakan tidak akan mengajukan keberatan/eksepsi sebagaimana diatur dalam Pasal 156 KUHAP;

Menimbang, bahwa untuk membuktikan surat dakwaannya tersebut, Penuntut Umum telah mengajukan saksi-saksi sebagai berikut :

1. Saksi ROY MARTIN bin MUSTAR, di bawah sumpah pada pokoknya

menerangkan sebagai berikut :

- Bahwa saksi pernah memberikan keterangan di hadapan penyidik Polres Pangkalpinang dan keterangan yang saksi berikan tersebut adalah benar; - Bahwa saksi mengerti dihadirkan dalam persidangan ini sehubungan saksi

dan rekan-rekan saksi telah melakukan penangkapan terhadap Terdakwa; - Bahwa saksi dan rekan-rekan saksi selaku Anggota Sat Narkoba Polres

Pangkalpinang telah melakukan penangkapan terhadap terdakwa pada hari Rabu tanggal 23 Agustus 2017 sekitar pukul 18.30 WIB di rumah orang tua Terdakwa di Gang Sempayu I RT.03 RW.02 Kelurahan Asam Kecamatan Rangkui Kota Pangkalpinang;

- Bahwa kronologis penangkapan terhadap Terdakwa yaitu pada hari Rabu tanggal 23 Agustus 2017 sekitar pukul 18.00 WIB Satnarkoba Polres Pangkalpinang telah menangkap Novtario Antama alias Rio bin Martono (berkas terpisah) di jalan Rasakunda Pangkalpinang kemudian ditemukan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 8 dari 22 Putusan Nomor 338/Pid.Sus/2017/PN Pgp

barang bukti berupa 1 (satu) paket/ bungkus narkotika Golongan I bukan tanaman yang dibungkus dengan plastik bening, kemudian ditanyakan shabu tersebut didapatkan dari mana dan dijawab oleh sdr. Rio bahwa shabu tersebut didapatkan dari Terdakwa Fahmi, setelah mendapatkan informasi tersebut atas perintah Kasat Narkoba, selanjutnya saksi bersama anggota lainnya melakukan penyelidikan dan sekitar pukul 18.15 WIB saksi dan rekan saksi melakukan pengamatan di seputaran Gang Sempayu I RT.03 RW.02 Kelurahan Asam Kecamatan Rangkui Kota Pangkalpinang dan selanjutnya saksi bersama dengan anggota lainnya melihat orang dengan ciri-ciri mirip yang diberikan oleh sdr. Rio kemudian saksi dan anggota lainnya melakukan penangkapan terhadap Terdakwa dan setelah ditanyakan identitasnya terdakwa mengaku bernama Fahmi alias Bujung, saat saksi dan anggota lainnya akan melakukan penggeledahan terlebih dahulu ada anggota yang meminta Ketua RW setempat yaitu saksi Ahmad Ghalibi Bin Ghazali Idris untuk menyaksikan proses penggeledahan tersebut;

- Bahwa barang bukti yang ditemukan saat dilakukan penangkapan terhadap Terdakwa adalah berupa 1 (satu) paket/bungkus yang diduga mengandung metamfetamina yang dibungkus dengan plastik bening, 1 (satu) buah dompet warna hitam dan 1 (satu) unit handphone merk Sony warna hitam; - Bahwa pada saat ditangkap Terdakwa mengakui bahwa barang bukti shabu

tersebut miliknya dan terdakwa tidak ada izin untuk menggunakan narkotika jenis shabu tersebut;

- Bahwa saksi dan anggota melakukan penyitaan terhadap handphone merek Sony berwarna hitam tersebut karena Handphone merek Sony tersebut digunakan Terdakwa untuk berkomunikasi dengan Rio (berkas perkara terpisah) dalam kaitannya dengan tindak pidana ini;

- Bahwa pada saat ditangkap terdakwa tidak melakukan perlawanan;

- Bahwa pada saat ditangkap terdakwa tidak sedang memakai, tidak juga habis memakai dan tidak hendak memakai shabu tersebut;

- Bahwa Penuntut Umum telah memperlihatkan kepada Saksi barang bukti sehubungan dengan perkara ini yaitu berupa 1 (satu) paket kecil shabu dengan berat kotor 0,24 gram (paket shabu seberat 0,700 gram sebelum dilakukan pemeriksaan laboratoris di BNN), 1 (satu) buah dompet warna hitam, 1 (satu) unit handphone merk Sony warna hitam dan terhadap barang bukti tersebut saksi menyatakan kenal dan mengetahui barang bukti tersebut yang disita dari terdakwa;

- Bahwa setahu saksi terdakwa bukan target operasi dan ditangkap karena

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 9 dari 22 Putusan Nomor 338/Pid.Sus/2017/PN Pgp

pengembangan dari tertangkapnya sdr. Novtario dalam berkas terpisah; Atas keterangan saksi tersebut terdakwa menyatakan tidak keberatan dan membenarkannya;

2. Saksi AHMAD GHALIBI bin GHAZALI IDRIS, di bawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

- Bahwa saksi pernah memberikan keterangan di hadapan penyidik Polres Pangkalpinang dan keterangan yang saksi berikan tersebut adalah benar; - Bahwa saksi mengerti dihadirkan dipersidangan karena saksi selaku Ketua

RT telah diminta oleh pihak kepolisian untuk menyaksikan proses penangkapan dan penggeledahan terhadap terdakwa;

- Bahwa awalnya pada hari Rabu tanggal 22 Agustus 2017 sekitar pukul 18.30 WIB saat saksi sedang berada dirumah, saksi didatangi oleh pihak kepolisian yang menerangkan akan melakukan penggeledahan dan meminta saksi untuk menyaksikan penggeledahan terhadap Terdakwa Fahmi yang saksi kenal dengan nama Bujung, warga saksi di Gang Sempayu I RT.03 RW.02 Kelurahan Asam Kecamatan Rangkui Kota Pangkalpinang, saat saksi tiba di rumah orang tua Terdakwa, selanjutnya saksi melihat terdakwa diminta menunjukkan shabu yang dibungkus dengan plastik bening yang disimpan dalam dompet berwarna hitam;

- Bahwa setahu saksi pada saat terdakwa digeledah tidak ditemukan bong atau alat hisap;

- Bahwa saksi mengetahui pada waktu polisi menggeledah terdakwa dan ditemukan shabu dan pada saat ditanyakan kepemilikan shabu tersebut terdakwa mengakuinya bahwa shabu tersebut adalah miliknya;

- Bahwa setahu saksi pada saat dilakukan penangkapan Terdakwa dirumahnya tersebut terdakwa sedang sendirian, tidak ada orangtuanya didalam rumah tersebut;

- Bahwa setahu saksi sebelumnya terdakwa tidak pernah terlibat masalah dengan narkoba, dan saksi mengenal baik ayahnya terdakwa yaitu pak Hasanudin;

Atas keterangan saksi tersebut terdakwa menyatakan tidak keberatan dan membenarkannya;

3. Saksi NOVTARIO ANTAMA alias RIO bin MARTONO, di bawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

- Bahwa saksi pernah memberikan keterangan di hadapan penyidik Polres Pangkalpinang dan keterangan yang saksi berikan tersebut adalah benar;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 10 dari 22 Putusan Nomor 338/Pid.Sus/2017/PN Pgp

- Bahwa saksi kenal dengan Terdakwa Fahmi Als. Bujung;

- Bahwa sebelum penangkapan saksi ada menitip uang Rp.300.000,00 kepada Terdakwa Fahmi untuk dibelikan shabu;

- Bahwa awalnya pada hari Rabu, tanggal 23 Agustus 2017 teman saksi bernama Kibul (DPO) mengirimkan sms kepada saksi meminta dicarikan shabu, setelah itu sekitar pukul 11.00 WIB saksi menghubungi Terdakwa Fahmi untuk memesan shabu sebanyak Rp.300.000,00 dan sekira pukul 12.00 WIB saksi menyerahkan uangnya ke Terdakwa Fahmi kemudian saksi pulang;

- Bahwa uang sebesar Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) tersebut adalah uang milik saksi sendiri karena siang itu sdr. Kibul belum memberikan uangnya kepada saksi, selanjutnya sekitar kurang lebih pukul 16.30 WIB – 17.00 WIB saksi ditelepon Terdakwa Fahmi yang menerangkan bahwa shabunya sudah ada dan saksi disuruh datang kerumah Terdakwa di Gang Sempayu I RT.03 RW.02 Kelurahan Asam Kecamatan Rangkui Kota Pangkalpinang, sebelum saksi kerumah Terdakwa Fahmi, terlebih dahulu sdr. Kibul mengajak bertemu di halte depan SD 31 dan disana sdr. Kibul menyerahkan uang sebanyak Rp.300.000,00 kepada saksi, setelah itu saksi kerumah Terdakwa dan Terdakwa menyerahkan shabu satu bungkus kecil setelah itu saksi pulang;

- Bahwa kemudian sdr. Kibul mengajak saksi bertemu di warung sate di dekat kantor walikota, saat menuju ke warung sate tersebut , masih diatas sepeda motor saksi ditangkap oleh polisi dan selanjutnya saksi mengaku membawa shabu ;

- Bahwa selanjutnya saksi ditanyakan oleh petugas polisi darimana saksi mendapatkan narkotika jenis shabu tersebut lalu saksi menjawab bahwa shabu tersebut diperoleh dengan cara membeli dari terdakwa, selanjutnya saksi diminta oleh petugas polisi tersebut untuk memberitahukan rumah terdakwa, selanjutnya saksi bersama dengan anggota polisi mendatangi rumah terdakwa dan selanjutnya terdakwa ditangkap;

- Bahwa saksi menitip dibelikan shabu kepada terdakwa seharga Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) itupun karena saksi diminta oleh sdr. Kibul untuk dicarikan narkotika jenis shabu;

Atas keterangan saksi tersebut terdakwa menyatakan tidak keberatan dan membenarkannya;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 11 dari 22 Putusan Nomor 338/Pid.Sus/2017/PN Pgp

Menimbang, bahwa dipersidangan telah didengar keterangan Terdakwa

FAHMI alias BUJUNG bin HASANUDDIN yang pada pokoknya menerangkan

sebagai berikut :

- Bahwa terdakwa pernah memberikan keterangan di hadapan Penyidik Polres Pangkalpinang dan keterangan yang terdakwa berikan tersebut adalah benar; - Bahwa terdakwa ditangkap oleh petugas polisi dari Polres Pangkalpinang pada

hari Rabu tanggal 23 Agustus 2017 sekitar pukul 18.30 WIB dirumah orang tua terdakwa di Gang Sempayu I RT.03 RW.02 Kelurahan Asam Kecamatan Rangkui Kota Pangkalpinang;

- Bahwa terdakwa ditangkap karena sebelumnya terdakwa telah membelikan 1 (satu) paket narkotika jenis shabu kepada teman terdakwa yang bernama Novtario Anatama alias Rio seharga Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) dan pada saat ditangkap terdakwa juga memiliki 1 (satu) paket narkoba jenis shabu yang disimpan terdakwa di dalam dompet milik terdakwa;

- Bahwa barang bukti narkotika jenis shabu yang ditemukan di dalam dompet terdakwa tersebut adalah milik terdakwa yang rencananya akan dipergunakan sendiri oleh terdakwa;

- Bahwa terdakwa mendapatkan narkotika jenis shabu dengan cara membeli dari sdr. Gober (DPO) sebanyak Rp.450.000,00 (empat ratus lima puluh ribu rupiah), dimana uang Rp.300.000,00 berasal dari uang Novtario Antama Als. Rio (berkas perkara terpisah) dan uang Rp.150.000,00 adalah uang milik terdakwa;

- Bahwa awalnya pada hari Rabu tanggal 23 Agustus 2017 sekira pukul 11.00 wib, sdr. Rio menghubungi terdakwa melalui telepon meminta untuk dicarikan nakotika jenis shabu sebanyak Rp.300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah) kemudian terdakwa menyanggupinya, selanjutnya terdakwa menghubungi sdr. Gober untuk memesan narkotika jenis shabu dengan harga Rp.450.000,00 (empat ratus lima puluh ribu rupiah), kemudian sdr. Rio datang kerumah terdakwa untuk mengantarkan uang untuk membeli narkotika jenis shabu sebesar Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah), kemudian setelah menyerahkan uang lalu sdr. Rio pulang;

- Bahwa selanjutnya terdakwa pergi ke daerah pekuburan cina untuk mengambil shabu di dalam kotak rokok berwarna hitam yang diletakkan di bawah pohon yang telah diberitahukan oleh sdr. Gober sebelumnya melalui telepon ke handphone terdakwa, setelah terdakwa mengambil paket narkotika jenis shabu tersebut lalu terdakwa meletakkan uang pembelian shabu tersebut di bawah batang sesuai perintah dari sdr. Gober, setelah itu terdakwa pulang ke rumah;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 12 dari 22 Putusan Nomor 338/Pid.Sus/2017/PN Pgp

- Bahwa selanjutnya terdakwa menelpon sdr. Rio untuk mengambil paket shabu tersebut, kemudian sekira pukul 17.00 WIB sdr. Rio datang kerumah terdakwa dan mengambil shabunya, namun sebelumnya terdakwa memecahkan shabu yang terdakwa beli dari Gober menjadi 2 (dua) paket kecil, 1 (satu) paket untuk diberikan kepada sdr. Rio dan 1 (satu) paket lagi untuk terdakwa pergunakan sendiri;

- Bahwa setelah terdakwa memberikan 1 (satu) paket shabu kepada Rio, selanjutnya sdr. Rio pulang dan sekira pukul 18.30 WIB datang beberapa anggota polisi bersama sdr. Rio kemudian terdakwa digeledah dan ditemukan 1 (satu) paket shabu dirumah terdakwa yang dismpan di dompet milik terdakwa;

- Bahwa pada saat ditangkap terdakwa tidak sedang menggunakan shabu, karena rencananya shau tersebut akan terdakwa pergunakan malam harinya; - Bahwa yang memecah shabu dari sdr. Gober tersebut adalah terdakwa sendiri

karena untuk diberikan kepada sdr. Rio yang menitip dibelikan shabu dengan harga Rp. 300.000,- (tuga ratus ribu rupiah) dan sisanya untuk terdakwa pergunakan sendiri;

- Bahwa sebelumnya terdakwa belum pernah dihukum atau tersangkut perkara apapun;

- Bahwa terdakwa dengan sdr. Rio masih mempunyai hubungan keluarga, dimana terdakwa adalah paman dari sdr. Rio;

- Bahwa terdakwa sudah sering membeli shabu dari sdr. Gober;

- Bahwa terdakwa tidak tahu rumah sdr. Gober karena pada saat transaksi tidak pernah di rumah sdr. Gober dan dilakukan secara sembunyi;

- Bahwa pada saat anggota polisi menghubungi sdr. Gober ternyata handphone milik sdr. Gober sudah tidak aktif lagi;

- Bahwa terdakwa merasa menyesal dan berjanji tidak mau mengulangi menggunakan shabu lagi;

- Bahwa setelah Penuntut Umum memperlihatkan kepada Terdakwa barang bukti sehubungan dengan perkara ini yaitu berupa: 1 (satu) paket kecil shabu dengan berat kotor 0,24 gram (paket shabu seberat 0,700 gram sebelum dilakukan pemeriksaan laboratoris di BNN), 1 (satu) buah dompet warna hitam, 1 (satu) Handphone merek Sony warna hitam, Terdakwa menyatakan mengenalinya dan membenarkan barang bukti tersebut;

Menimbang, bahwa dipersidangan terdakwa melalui Penasihat Hukumnya menyatakan tidak mengajukan bukti ataupun saksi yang meringankan (saksi a de

charge);

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 13 dari 22 Putusan Nomor 338/Pid.Sus/2017/PN Pgp

Menimbang, bahwa untuk mempersingkat uraian putusan ini, maka segala sesuatu yang telah termuat dalam Berita Acara Persidangan perkara ini dianggap telah termuat dan turut dipertimbangkan dalam putusan ini;

Menimbang, bahwa Penuntut Umum di muka persidangan telah mengajukan barang-barang bukti yang telah disita secara sah menurut hukum, yaitu berupa :

- 1 (satu) paket kecil shabu dengan berat kotor 0,24 gram (setelah dilakukan pemeriksaan laboratoris di BNN berat netto 0,0700 gram ).

- 1 (satu) buah dompet warna hitam.

- 1 (satu) Handphone merek Sony warna hitam.

dan terhadap barang bukti tersebut, baik para saksi maupun terdakwa menyatakan mengenali dan membenarkannya;

Menimbang, bahwa dipersidangan telah dibacakan Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris No. 334 AI/IX/2017/BALAI LAB NARKOBA, tanggal 22 September 2017 yang menerangkan bahwa 1 (satu) buah amplop warna coklat berlak segel lengkap dengan label barang bukti yang didalamnya terdapat 1 (satu) bungkus plastik bening berisikan kristal warna putih dengan berat netto 0,0700 gram yang disita dari terdakwa FAHMI alias BUJUNG bin HASANUDDIN dan urine milik terdakwa setelah dilakukan pemeriksaan ternyata kristal warna putih dan urin terdakwa tersebut positif mengandung metamfetamina yang terdaftar dalam golongan I nomor urut 61 Lampiran Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika;

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi, keterangan Terdakwa dan barang-barang bukti serta surat-surat bukti yang terlampir dalam berkas perkara yang saling bersesuaian antara satu sama lainnya diperoleh

fakta-fakta hukum sebagai berikut :

- Bahwa benar terdakwa ditangkap oleh petugas polisi dari Polres Pangkalpinang pada hari Rabu tanggal 23 Agustus 2017 sekitar pukul 18.30 WIB dirumah orang tua terdakwa di Gang Sempayu I RT.03 RW.02 Kelurahan Asam Kecamatan Rangkui Kota Pangkalpinang;

- Bahwa benar terdakwa ditangkap karena sebelumnya terdakwa telah membelikan 1 (satu) paket narkotika jenis shabu kepada teman terdakwa yang bernama Novtario Anatama alias Rio seharga Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) dan pada saat ditangkap terdakwa juga memiliki 1 (satu) paket narkoba jenis shabu yang disimpan terdakwa di dalam dompet milik terdakwa;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 14 dari 22 Putusan Nomor 338/Pid.Sus/2017/PN Pgp

- Bahwa benar barang bukti narkotika jenis shabu yang ditemukan di dalam dompet terdakwa tersebut adalah milik terdakwa yang rencananya akan dipergunakan sendiri oleh terdakwa;

- Bahwa benar terdakwa mendapatkan narkotika jenis shabu dengan cara membeli dari sdr. Gober (DPO) sebanyak Rp.450.000,00 (empat ratus lima puluh ribu rupiah), dimana uang Rp.300.000,00 berasal dari uang Novtario Antama Als. Rio (berkas perkara terpisah) dan uang Rp.150.000,00 adalah uang milik terdakwa;

- Bahwa benar awalnya pada hari Rabu tanggal 23 Agustus 2017 sekira pukul 11.00 wib, sdr. Rio menghubungi terdakwa melalui telepon meminta untuk dicarikan nakotika jenis shabu sebanyak Rp.300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah) kemudian terdakwa menyanggupinya, selanjutnya terdakwa menghubungi sdr. Gober untuk memesan narkotika jenis shabu dengan harga Rp.450.000,00 (empat ratus lima puluh ribu rupiah), kemudian sdr. Rio datang kerumah terdakwa untuk mengantarkan uang untuk membeli narkotika jenis shabu sebesar Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah), kemudian setelah menyerahkan uang lalu sdr. Rio pulang, selanjutnya terdakwa pergi ke daerah pekuburan cina untuk mengambil shabu di dalam kotak rokok berwarna hitam yang diletakkan di bawah pohon yang telah diberitahukan sebelumnya oleh sdr. Gober melalui telepon ke handphone terdakwa, selanjutnya setelah terdakwa mengambil paket narkotika jenis shabu tersebut lalu terdakwa meletakkan uang pembelian shabu tersebut di bawah batang sesuai perintah dari sdr. Gober, setelah itu terdakwa pulang ke rumah;

- Bahwa benar selanjutnya terdakwa menelpon sdr. Rio untuk mengambil paket shabu tersebut, kemudian sekira pukul 17.00 WIB sdr. Rio datang kerumah terdakwa dan mengambil 1 (satu) paket narkotika jenis shabu pesanannya, namun sebelumnya terdakwa memecahkan shabu yang terdakwa beli dari Gober menjadi 2 (dua) paket kecil, 1 (satu) paket untuk diberikan kepada sdr. Rio dan 1 (satu) paket lagi untuk terdakwa pergunakan sendiri;

- Bahwa benar setelah terdakwa memberikan 1 (satu) paket shabu kepada Rio, selanjutnya sdr. Rio pulang;

- Bahwa benar setelah sdr. Rio mendapatkan 1 (satu) paket narkotika jenis shabu dari terdakwa lalu sdr. Rio menelpon sdr. Kibul dengan mengatakan bahwa narkotika jenis shabu sudah didapatkannya selanjutnya sdr. Kibul meminta sdr. Rio untuk menemuinya di warung sate dekat Kantor Walikota Pangkalpinang dan pada saat sdr. Rio masih di atas sepeda motor menunggu sdr. Kibul lalu sdr. Rio ditangkap oleh petugas polisi dan ditemukan 1 (satu) paket narkotika jenis shabu dan setelah diinterogasi sdr. Rio mengatakan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 15 dari 22 Putusan Nomor 338/Pid.Sus/2017/PN Pgp

bahwa narkotika jenis shabu tersebut diperolehnya dengan cara membeli dari terdakwa dengan harga Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah), selanjutnya sdr. Rio diminta menunjukkan rumah terdakwa, selanjutnya sekira pukul 18.30 WIB datang beberapa anggota polisi bersama sdr. Rio ke rumah terdakwa kemudian terdakwa digeledah dan ditemukan 1 (satu) paket shabu dirumah terdakwa yang dismpan di dompet milik terdakwa, lalu terdakwa beserta dengan barang bukti dibawa ke Polres Pangkalpinang untuk proses hukum lebih lanjut;

- Bahwa benar pada saat ditangkap terdakwa tidak sedang menggunakan shabu, karena rencananya shau tersebut akan terdakwa pergunakan malam harinya;

- Bahwa benar yang memecah shabu dari sdr. Gober tersebut adalah terdakwa sendiri karena untuk diberikan kepada sdr. Rio yang menitip dibelikan shabu dengan harga Rp. 300.000,- (tuga ratus ribu rupiah) dan sisanya untuk terdakwa pergunakan sendiri;

- Bahwa benar sebelumnya terdakwa belum pernah dihukum atau tersangkut perkara apapun;

- Bahwa benar terdakwa dengan sdr. Rio masih mempunyai hubungan keluarga, dimana terdakwa adalah paman dari sdr. Rio;

- Bahwa benar terdakwa sudah sering membeli shabu dari sdr. Gober;

- Bahwa benar terdakwa tidak tahu rumah sdr. Gober karena pada saat transaksi tidak pernah di rumah sdr. Gober dan dilakukan secara sembunyi; - Bahwa benar pada saat anggota polisi menghubungi sdr. Gober untuk

dilakukan pengembangan ternyata handphone milik sdr. Gober sudah tidak aktif lagi;

- Bahwa benar terdakwa merasa menyesal dan berjanji tidak mau mengulangi menggunakan shabu lagi;

- Bahwa terhadap barang bukti yang diperlihatkan dipersidangan berupa : 1 (satu) paket kecil shabu dengan berat kotor 0,24 gram (paket shabu seberat 0,700 gram sebelum dilakukan pemeriksaan laboratoris di BNN), 1 (satu) buah dompet warna hitam, 1 (satu) Handphone merek Sony warna hitam, Terdakwa membenarkannya;

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap tersebut di atas, Majelis Hakim selanjutnya akan mempertimbangkan apakah perbuatan terdakwa tersebut telah memenuhi unsur-unsur dakwaan Penuntut Umum yang didakwakan kepadanya;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 16 dari 22 Putusan Nomor 338/Pid.Sus/2017/PN Pgp

Menimbang, bahwa terdakwa didakwa oleh Penuntut Umum dengan bentuk dakwaan subsidaritas yaitu primair melanggar Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika subsidair melanggar Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika;

Menimbang, bahwa oleh karena dakwaan Penuntut Umum tersebut disusun secara subsidaritas, maka dalam hal ini Majelis Hakim akan membuktikan dakwaan primair terlebih dahulu, apabila dakwaan primair tersebut tidak terbukti maka akan dibuktikan dakwaan subsidair dan sebaliknya apabila dakwaan primair tersebut telah terbukti maka dakwaan selebihnya tidak perlu dipertimbangkan lagi;

Menimbang, bahwa selanjutnya akan dipertimbangkan dakwaan primair Penuntut Umum, yaitu melanggar Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, yang memiliki unsur-unsur sebagai berikut :

1. Setiap orang

2. tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan I

Menimbang, bahwa terhadap unsur-unsur tersebut akan dipertimbangkan sebagai berikut :

Ad.1. Unsur setiap orang

Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan setiap orang adalah siapa saja sebagai subyek hukum yang dipandang cakap dan mampu untuk mempertanggungjawabkan akibat dari segala perbuatannya dan setelah diadakan penelitian serta pemeriksaan pada awal persidangan terhadap identitas diri terdakwa di dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum, ternyata benar bahwa terdakwa adalah bernama FAHMI alias BUJUNG bin

HASANUDDIN dengan segala identitasnya dan mengakui apa yang tertera

dalam surat dakwaan tersebut dan terdakwa adalah orang yang cakap dan mampu untuk mempertanggungjawabkan akibat dari segala perbuatannya, sehingga dengan demikian unsur setiap orang ini telah terpenuhi;

Ad.2. Unsur tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika golongan I

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 17 dari 22 Putusan Nomor 338/Pid.Sus/2017/PN Pgp

Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan tanpa hak atau melawan hukum adalah kewenangan yang dimiliki seseorang atau sekelompok orang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku atau dengan kata lain seseorang atau sekelompok orang dalam melakukan perbuatan tersebut tidak mempunyai ijin atau tidak mempunyai kewenangan, disamping itu tanpa hak pada umumnya merupakan bagian dari melawan hukum yaitu setiap perbuatan yang melanggar hukum tertulis (peraturan perundang-undangan) dan atau asas-asas hukum umum dari hukum tidak tertulis. Lebih khusus yang dimaksud dengan “tanpa hak” dalam kaitannya dengan UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika adalah tanpa izin dan atau persetujuan dari pihak yang berwenang untuk itu, yaitu Menteri atas rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau pejabat lain yang berwenang berdasarkan Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan.

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap dipersidangan bahwa benar terdakwa ditangkap oleh petugas polisi dari Polres Pangkalpinang pada hari Rabu tanggal 23 Agustus 2017 sekitar pukul 18.30 WIB dirumah orang tua terdakwa di Gang Sempayu I RT.03 RW.02 Kelurahan Asam Kecamatan Rangkui Kota Pangkalpinang, karena terdakwa sebelumnya telah membelikan 1 (satu) paket narkotika jenis shabu kepada teman terdakwa yang bernama Novtario Anatama alias Rio seharga Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) dan pada saat ditangkap terdakwa juga memiliki 1 (satu) paket narkoba jenis shabu yang disimpan terdakwa di dalam dompet milik terdakwa dam barang bukti narkotika jenis shabu yang ditemukan di dalam dompet terdakwa tersebut adalah milik terdakwa yang rencananya akan dipergunakan sendiri oleh terdakwa dan terdakwa mendapatkan narkotika jenis shabu dengan cara membeli dari sdr. Gober (DPO) sebanyak Rp.450.000,00 (empat ratus lima puluh ribu rupiah), dimana uang Rp.300.000,00 berasal dari uang Novtario Antama Als. Rio (berkas perkara terpisah) dan uang Rp.150.000,00 adalah uang milik terdakwa;

Menimbang, bahwa awalnya pada hari Rabu tanggal 23 Agustus 2017 sekira pukul 11.00 wib, sdr. Rio menghubungi terdakwa melalui telepon meminta untuk dicarikan nakotika jenis shabu sebanyak Rp.300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah) kemudian terdakwa menyanggupinya, selanjutnya terdakwa menghubungi sdr. Gober untuk memesan narkotika

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 18 dari 22 Putusan Nomor 338/Pid.Sus/2017/PN Pgp

jenis shabu dengan harga Rp.450.000,00 (empat ratus lima puluh ribu rupiah), kemudian sdr. Rio datang kerumah terdakwa untuk mengantarkan uang untuk membeli narkotika jenis shabu sebesar Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah), kemudian setelah menyerahkan uang lalu sdr. Rio pulang, selanjutnya terdakwa pergi ke daerah pekuburan cina untuk mengambil shabu di dalam kotak rokok berwarna hitam yang diletakkan di bawah pohon yang telah diberitahukan sebelumnya oleh sdr. Gober melalui telepon ke handphone terdakwa, selanjutnya setelah terdakwa mengambil paket narkotika jenis shabu tersebut lalu terdakwa meletakkan uang pembelian shabu tersebut di bawah batang sesuai perintah dari sdr. Gober, setelah itu terdakwa pulang ke rumah, selanjutnya terdakwa menelpon sdr. Rio untuk mengambil paket shabu tersebut, kemudian sekira pukul 17.00 WIB sdr. Rio datang kerumah terdakwa dan mengambil 1 (satu) paket narkotika jenis shabu pesanannya, namun sebelumnya terdakwa memecahkan shabu yang terdakwa beli dari Gober menjadi 2 (dua) paket kecil, 1 (satu) paket untuk diberikan kepada sdr. Rio dan 1 (satu) paket lagi untuk terdakwa pergunakan sendiri dan setelah terdakwa memberikan 1 (satu) paket shabu kepada Rio, selanjutnya sdr. Rio pulang dan setelah sdr. Rio mendapatkan 1 (satu) paket narkotika jenis shabu dari terdakwa selanjutnya sdr. Rio menelpon sdr. Kibul dengan maksud untuk menyerahkan 1 (satu) paket narkotika jenis shabu pesanannya, selanjutnya sdr. Kibul meminta sdr. Rio untuk menemuinya di warung sate dekat Kantor Walikota Pangkalpinang dan pada saat sdr. Rio masih di atas sepeda motor menunggu sdr. Kibul lalu sdr. Rio ditangkap oleh petugas polisi dan ditemukan 1 (satu) paket narkotika jenis shabu dan setelah diinterogasi sdr. Rio mengatakan bahwa narkotika jenis shabu tersebut diperolehnya dengan cara membeli dari terdakwa dengan harga Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah), selanjutnya sdr. Rio diminta menunjukkan rumah terdakwa, selanjutnya sekira pukul 18.30 WIB datang beberapa anggota polisi bersama sdr. Rio ke rumah terdakwa kemudian terdakwa digeledah dan ditemukan 1 (satu) paket shabu dirumah terdakwa yang dismpan di dompet milik terdakwa, lalu terdakwa beserta dengan barang bukti dibawa ke Polres Pangkalpinang untuk proses hukum lebih lanjut;

Menimbang, bahwa barang bukti yang disita dari terdakwa berupa 1 (satu) bungkus plastik bening berisikan kristal warna putih dengan berat netto 0,0700 gram setelah dilakukan pemeriksaan secara laboratoris di Balai Laboratorium Badan Narkotika Nasional ternyata barang bukti tersebut

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(19)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 19 dari 22 Putusan Nomor 338/Pid.Sus/2017/PN Pgp

adalah mengandung metamfetamina jenis shabu, yang rencananya 1 (satu) paket shabu tersebut rencananya akan terdakwa pergunakan sendiri pada malam harinya, namun sebelum terdakwa menggunakan narkotika jenis shabu tersebut terdakwa sudah ditangkap oleh petugas polisi;

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut di atas, bahwa benar terdakwa telah membelikan 1 (satu) paket narkotika untuk sdr. Rio dengan harga Rp. 300.000,- (tuga ratus ribu rupiah), dimana terdakwa membeli narkotika jenis shabu tersebut dari sdr. Gober dengan harga Rp. 450.000,- (empat ratus lima puluh ribu rupiah), selanjutnya setelah terdakwa mendapatkan narkotika jenis shabu tersebut dari sdr. Gober lalu terdakwa memecah paket narkotika jenis shabu tersebut menjadi 2 (dua) paket, dimana yang satu paket diserahkan kepada sdr. Rio dan 1 (satu) paket lagi akan dipergunakan terdakwa sendiri dan setelah terdakwa menyerahkan 1 (satu) paket narkotika jenis shabu kepada sdr. Rio ternyata oleh sdr. Rio narkotika jenis shabu tersebut akan diserahkan kepada sdr. Kibul dan pada saat sdr. Rio akan menyerahkan narkotika jenis shabu tersebut kepada sdr. Kibul lalu sdr. Rio ditangkap dan akhirnya terdakwa ditangkap atas pengembangan dari sdr. Rio, sehingga jelas dari rangkaian fakta tersebut di atas, terdakwa dalam hal ini telah bertindak sebagai perantara dalam jual beli narkotika jenis tersebut kepada sdr. Rio dan terdakwa tidak mempunyai ijin untuk membeli narkotika jenis shabu tersebut, maka dengan demikian Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur tanpa hak atau melawan hukum menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I tersebut telah terpenuhi;

Menimbang, bahwa berdasarkan uraian dan pertimbangan diatas Majelis Hakim menyimpulkan bahwa perbuatan terdakwa, sebagaimana didakwakan oleh Penuntut Umum tersebut telah terbukti secara sah dan meyakinkan, bersalah melakukan tindak pidana “tanpa hak menjadi perantara dalam jual beli

narkotika golongan I” sebagaimana yang di dakwakan dalam dakwaan Primair

Penuntut Umum melanggar Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika;

Menimbang, bahwa karena perbuatan terdakwa tersebut telah terbukti, dan sepanjang pemeriksaan dipersidangan tidak ditemukan adanya alasan-alasan pemaaf yang dapat menghapuskan sifat kesakahan terdakwa ataupun alasan pembenar yang dapat menghapuskan sifat melawan hukum perbuatan terdakwa, maka terhadap terdakwa haruslah dihukum setimpal dengan perbuatannya;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(20)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 20 dari 22 Putusan Nomor 338/Pid.Sus/2017/PN Pgp

Menimbang, bahwa mengenai lamanya pidana yang akan dijatuhkan terhadap terdakwa akan disesuaikan dengan berat ringannya perbuatan terdakwa dalam tindak pidana ini dan sebelum terdakwa dijatuhi pidana, perlu dipertimbangkan keadaan yang memberatkan dan yang meringankan bagi diri terdakwa, yaitu sebagai berikut :

Keadaan yang memberatkan :

- Perbuatan terdakwa tidak mendukung program Pemerintah dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan Narkotika;

- Perbuatan terdakwa selain bisa merusak diri sendiri juga bisa merusak generasi muda pada umumnya;

Keadaan yang meringankan :

- Terdakwa bersikap sopan dipersidangan dan mengakui terus terang perbuatannya;

- Terdakwa menyesali atas perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi;

- Terdakwa belum pernah dihukum;

Menimbang, bahwa karena sifat pidana dari pasal yang terbukti atas perbuatan terdakwa tersebut bersifat kumulatif yaitu pidana penjara dan denda, maka selain terdakwa akan dijatuhi pidana penjara juga akan dijatuhi pidana denda yang besarnya akan ditentukan dalam amar di bawah ini dan apabila terdakwa tidak mampu membayar denda tersebut, maka akan diganti dengan pidana penjara yang lamanya sebagaimana amar putusan di bawah ini;

Menimbang, bahwa karena terdakwa ditangkap dan ditahan berdasarkan Surat Perintah/ Penetapan Penangkapan dan Penahanan yang sah, maka masa penangkapan dan Penahanan yang telah dijalan terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;

Menimbang, bahwa oleh karena hukuman yang akan dijatuhkan terhadap terdakwa lebih lama dari masa penahanan yang telah dijalani terdakwa, maka diperintahkan terdakwa tetap berada dalam tahanan;

Menimbang, bahwa terhadap barang bukti yang diajukan dipersidangan berupa :

- 1 (satu) paket kecil shabu dengan berat kotor 0,24 gram (setelah dilakukan pemeriksaan laboratoris di BNN berat netto 0,0700 gram ).

- 1 (satu) buah dompet warna hitam.

- 1 (satu) Handphone merek Sony warna hitam.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

(21)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 21 dari 22 Putusan Nomor 338/Pid.Sus/2017/PN Pgp

Majelis Hakim akan mempertimbangkannya sebagai berikut :

Menimbang, bahwa terhadap barang bukti berupa 1 (satu) paket kecil shabu dengan berat kotor 0,24 gram (setelah dilakukan pemeriksaan laboratoris di BNN berat netto 0,0700 gram), karena barang bukti tersebut adalah sifatnya terlarang dan terdakwa tidak ada ijin untuk membeli atau menggunakan narkotika jenis shabu tersebut, maka terhadap barang bukti tersebut harus dimusnahkan, begitu juga dengan barang bukti berupa 1 (satu) buah dompet warna hitam, karena barang bukti tersebut digunakan untuk menyimpan dan menyembunyikan narkotika jenis shabu tersebut, maka terhadap barang bukti tersebut juga harus dimusnahkan, begitupula dengan barang bukti berupa 1 (satu) Handphone merek Sony warna hitam, karena handphone tersebut digunakan tem untuk berkomunikasi dengan sdr. Rio dan Gober dalam kaitannya dengan tindak pidana ini juga harus dimusnahkan;

Menimbang, bahwa karena terdakwa dipidana, maka kepadanya harus pula dibebani untuk membayar biaya perkara;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas, maka pidana yang dijatuhkan terhadap Terdakwa dipandang pantas dan telah memenuhi rasa keadilan masyarakat;

Memperhatikan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, Undang-Undang Nomor : 8 tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana serta ketentuan hukum lainnya yang bersangkutan;

M E N G A D I L I :

1. Menyatakan Terdakwa FAHMI alias BUJUNG bin HASANUDDIN tersebut, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “tanpa hak menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I”, sebagaimana dalam dakwaan Primair;

2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 5 (lima) tahun dan pidana denda sebesar Rp.1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama 4 (empat) bulan;

3. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;

4. Menetapkan Terdakwa tetap ditahan; 5. Menetapkan barang bukti berupa :

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian yang dida- pat mulai dari sebelum tindakan atau prasi- klus dan data dari tindakan yang telah dilak- sanakan pada siklus I dan siklus II, maka

Untuk mengetahui apakah infusa biji semangka kuning (Citrulus vulgaris) memiliki aktivitas antelmintik terhadap Ascaridia galli secara in vitro6. Untuk mengetahui

Dan yang paling menyedihkan, Kangjoon bukan sahaja tidak menanam perasaan kepada Yunra, malah, Kangjoon selalu bersama yeoja-yeoja yang lain.... Even itu semua berlaku, Yunra

Fasa pembangunan sistem carian hadis menggunakan ciri asas kata kunci dan kategori ini dilakukan berdasarkan analisis perancangan dan keperluan serta reka bentuk sistem yang

Fasa pembangunan sistem carian hadis menggunakan ciri asas kata kunci dan kategori ini dilakukan berdasarkan analisis perancangan dan keperluan serta reka bentuk

Slamet (2008: 57) bahwa meningkatkan minat Membaca merupakan dua aspek kemampuan berbahasa yang saling berkaitan dan tidak terpisahkan. Berbagai upaya telah

Berdasarkan hasil pengolahan data dalam Tabel 9 dapat dilihat bahwa dalam tujuan untuk meningkatkan omset penjualan, prioritas utama alternatif strategi yang dapat

Berdasarkan hasil rekapitulasi penilaian spasial resolusi pada Tabel 1 dapat diketahui bahwa penggunaan slice thicknes 2,5 mm dari total 3 sample dan 15 jawaban