• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN Logo Perusahaan. Gambar 1.1 Logo Perusahaan Imam Optik Bandung. Sumber: Data Internal Perusahaan, 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN Logo Perusahaan. Gambar 1.1 Logo Perusahaan Imam Optik Bandung. Sumber: Data Internal Perusahaan, 2021"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian

1.1.1 Jenis Usaha, Nama Perusahaan dan Lokasi Perusahaan

Imam Optik adalah salah satu optik yang berlokasi di Kabupaten Bandung tepatnya terletak di RSUD Al-Ihsan Jl. Kiastra Manggala, Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Imam optik melayani pemesanan kacamata sesuai dengan resep yang diberikan oleh dokter dan dapat juga memeriksa mata konsumen.

1.1.2 Logo Perusahaan

Gambar 1.1 Logo Perusahaan Imam Optik Bandung Sumber: Data Internal Perusahaan, 2021 1.1.3 Visi dan Misi Perusahaan

a. Visi

Menjadi perusahaan penyedia alat bantu penglihatan yang memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen serta dapat membantu mengurangi kebutaan di Kabupaten Bandung.

b. Misi

1. Selalu memberikan pelayanan yang efektif dan efisien.

2. Memberikan pelayanan yang dapat mengedukasi konsumen mengenai kesehatan mata.

3. Menempatkan kenyamanan konsumen menjadi prioritas.

4. Menjalin hubungan yang baik dengan konsumen.

(2)

2

1.1.4 Skala Usaha, Perkembangan Usaha dan Strategi Secara Umum a. Skala Usaha

Imam Optik merupakan salah satu UKM yang bergerak di bidang kesehatan sebagai penyedia alat bantu pengelihatan di Kabupaten Bandung. Berdasarkan UU No 20 Tahun 2008 kriteria usaha kecil adalah memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 300.000.000 sampai dengan paling banyak Rp 2.500.000.000. Dilihat dari kriteria usaha kecil menurut UU No 20 Tahun 2008 maka dapat dikatakan bahwa Imam Optik termasuk katergori UKM dikarenakan dilihat dari laporan keuangan penjualan pertahun Imam Optik sudah lebih dari Rp 300.000.000 dan kurang dari Rp 2.500.000.000.

b. Perkembangan Usaha

Imam Optik merupakan salah satu UKM yang bergerak di bidang kesehatan sebagai penyedia alat bantu pengelihatan. Pada awalnya pemilik merupakan sebuah pegawai salah satu optik Optik di Bandung selama 12 tahun. Dengan pengetahuannya menjadi pegawai Optik, pemilik akhirnya mendirikan sendiri usahanya pada Juni tahun 2000 dengan nama Imam Optik yang berlokasi di Jalan Ancol Timur 1 No 4, Bandung. Nama Imam Optik sendiri diambil dari nama pemilik yaitu Imamudin. Saat itu pemilik mendirikan Optik di rumahnya hingga akhirnya bekerja sama dengan sebuah Yayasan Al-Ihsan yang sekarang bernama RSUD Al-Ihsan dan membuka usaha di RSUD Al-Ihsan hingga sekarang.

Walaupun Imam Optik berdiri pada tahun 2000 namun baru menjadi badan usaha resmi pada tahun 2012.

Pemilik memulai usahanya dengan berkeling ke pabrik-pabrik menawarkan alat bantu penglihatan yaitu kacamata dengan cara pemeriksaan gratis. Di tahun 2014, Imam Optik bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) sebagai provider alat bantu penglihatan untuk wilayah Kabupaten Bandung.

c. Strategi Secara Umum

Strategi yang diterapkan oleh Imam Optik adalah Words of Mouth atau WoM. Dengan diterapkannya strategi words of mouth penting sekali untuk menjaga hubungan yang baik

(3)

3

dengan konsumen. Kepuasaan dan kenyamanan konsumen dalam berbelanja adalah hal yang utama bagi Imam Optik.

Selain itu Imam Optik juga bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) sebagai penyedia alat bantu penglihatan untuk wilayah Kabupaten Bandung. Pemilik mengatakan bahwa semenjak Imam Optik bekerja sama dengan BPJS Kesehatan penjualan mengalami kenaikan yang signifikan.

1.1.5 Produk

Sebagai penyedia alat bantu penglihatan produk yang ditawarkan oleh Imam Optik adalah kacamata. Terdapat berbagai macam lensa yang ditawarkan beberapa di antarnya adalah, bluray salah satu lensa yang dapat melindungi mata dari paparan sinar biru dan sinar ultraviolet, lensa photohromic adalah lensa yang adaptif terhadap cahaya ketika lensa terkena sinar ultraviolet maka lensa akan berubah warna menjadi lebih gelap agar mata terlindungi dari cahaya ultraviolet.

1.1.6 Struktur Organisasi

Gambar 1.2 Struktur Organisasi Imam Optik Bandung (Sumber: dokumen perusahaan, 2021)

Berikut adalah rincian dari tugas masing-masing jabatan Imam Optik Bandung:

1. Owner

Bertanggung jawab penuh dan memiliki kendali terhadap perusahaan, mengawasi dan mengontrol bawahan agar perusahaan berjalan dengan baik.

Owner

Sales Produksi Admin Refraksi

Optisi

(4)

4 2. Refraksi Optisi

Refraksi optisi bertanggung jawab terhadap penerjemahan resep kacamata dari dokter spesialis mata, selain itu juga dapat memeriksa mata pasien.

3. Sales

Merekomendasikan bingkai yang sesuai dengan bentuk wajah konsumen dan merekomendasikan lensa yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Memahami tren kacamata saat ini agar bingkai kacamata sesuai dengan keinginan konsumen.

Menghubungi konsumen ketika pesanan sudah selesai.

4. Produksi

Bertanggung jawab dengan pemotongan lensa kacamata, memeriksa lensa yang telah diproses agar sesuai dengan ukuran bingkai kacamata, menyesuaikan dan menyetel kacamata agar nyaman digunakan.

5. Admin

Admin bertanggung jawab dengan pencatatan penjualan serta pengeluaran kas.

Menghitung stok bingkai kacamata dan lensa.

1.2 Latar Belakang

Perkembangan teknologi dan informasi yang pesat terutama dalam bidang digital mengharuskan seseorang menatap layar komputer, laptop, televise, bahkan telepon seluler.

Dengan perkembangan teknologi membuat pekerjaan lebih mudah namun menatap layar monitor baik itu dari komputer, laptop, dan telepon seluler memiliki radiasi yang semakin lama akan membuat kualitas penglihatan seseorang menurun. Pekerja kantoran dapat menghabiskan waktunya selama lebih dari 5 jam menatap layar monitor. Penurunan kualitas penglihatan seseorang disebabkan oleh kelainan refraksi. Menurut Hartanto & Inakawati (2010), kelainan refraksi adalah “kelainan pembiasan sinar pada mata, sehingga sinar tidak difokuskan pada retina atau bintik kuning, tetapi dapat di depan atau di belakang bintik kuning dan mungkin tidak terletak pada satu titik fokus.”

(5)

5

Gambar 1.3 Distribusi Penyebab Gangguan Penglihatan Estimasi Global Tahun 2015

Sumber: https://www.iapb.org/learn/vision-atlas/

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh The Vision Loss Expert Group (VLEG) distribusi penyebab gangguan penglihatan terbesar yang disajikan pada gambar di atas adalah gangguan refraksi mencapai 48.99 %. Penyebab kedua gangguan penglihatan yaitu katarak dengan presetase sebesar 25.81 %, penyebab ketiga disebabkan oleh AMD dengan presentase 4.1 %, penyebab keempat gangguan penglihatan disebabkan oleh glaucoma sebesar 2.75%, penyebab kelima disebabkan oleh kekeruhan kornea dengan presentase sebesar 1.65 %, penyebab gangguan penglihatan yang keenam disebabkan oleh retinopati diabetic dengan presentase sebesar 1.16 %, trachoma sebesar 0.79 % dan lainnya sebesar 14.71 %.

Memiliki kelainan refraksi tentu saja dapat memberi pengaruh terhadap aktivitas sehari- hari dan apabila tidak segera memakai alat bantu penglihatan maka produktivitas juga akan berkurang. Untuk mengatasi hal tersebut bisa melakukan berbagai cara agar penglihatan menjadi tajam kembali secara permanen atau sementara salah satunya dengan penggunaan kacamata.

Kacamata merupakan sebuah pilihan karena harganya yang masih terjangkau untuk seluruh lapisan masyarakat. Meskipun penggunaan kacamata tidak menyembuhkan kelainan

(6)

6

refraksi tetapi setidaknya dapat membantu agar penglihatan jadi lebih baik. Kacamata juga selain untuk membantu penglihatan juga dapat menjadi aksesoris fashion.

Optik merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang kesehatan yang membantu seseorang agar dapat melihat dengan baik dengan menyediakan kacamata atau lensa kontak namun optik juga tidak hanya membantu penglihatan masyarakat tetapi juga dapat menjadi sebagai mode.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dirjen Industri dan alat transportasi diperkirakan bahwa 40% penduduk Indonesia atau sekitar 80 juta jiwa di Indonesia memiliki gangguan dengan penglihatan sehingga mengharuskan untuk menggunakan kacamata (Ansari Bukhari dalam Rizki 2017:1). Direktur Pusat Desain Optik Gabungan Pengusaha Optik di Indonesia Thomas Soetomo mengatakan baru sekitar 3 juta orang Indonesia menggunakan kacamata. Dalam hal ini peluang untuk bisnis kacamata sangat besar karena tingkat kebutuhan kacamata yang tinggi.

Pada tahun 2014 Imam Optik merupakan satu-satunya optik resmi yang terletak di Kabupaten Bandung memiliki izin dari kemenkes dan bekerja sama langsung dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Penduduk Indonesia yang sudah terdaftar dalam keanggotaan BPJS dan memiliki kelainan refraksi sehingga mengharuskan untuk menggunakan kacamata dapat melakukan klaim subsidi sebesar 300.000.- untuk peserta kelas I, 200.000.- untuk peserta kelas II dan 150.000.- untuk peserta kelas III.

Seiring bertumbuhnya pesaing di Kabupaten Bandung yang sudah memiliki izin dan juga bekerja sama dengan BPJS membuat Imam Optik yang pada awal adalah satu-satunya optik di Kabupaten Bandung yang bekerja sama dengan BPJS sekarang ini menjadi salah satu optik yang bekerja sama dengan BPJS. Hal ini tentu saja mengakibatkan turunnya penjualan kacamata Imam Optik.

(7)

7

Gambar 1.4 Data Penjualan Imam Optik Bandung (Sumber: database Imam Optik 2020)

Grafik di atas merupakan data penjualan Imam Optik dari tahun 2016 hingga 2020 dapat dilihat seiring dengan tumbuhnya kompetitor maka penjualan juga ikut menurun karena konsumen memilih untuk datang ke optik yang dekat dengan tempat tinggalnya. Imam Optik menyadari jika tidak ada perubahan masih melakukan bisnis dengan cara seperti biasa maka profit penjualan akan semakin turun.

Selain dengan kekhawatiran menurunnya profit penjualan, Imam Optik juga memiliki kekhawatiran lain yaitu konsumen yang tidak mengambil kacamata yang sudah selesai.

Beberapa alasan konsumen sebagian besar adalah sibuk lantaran waktu operasional Imam Optik sama seperti waktu jam kerja atau sekolah konsumen. Salah satu strategi agar persediaan tidak menumpuk salah satunya dengan mengembangkan bisnis digital.

Perkembangan digital yang pesat membantu pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya. Pangsa pasar yang lebih besar, modal yang dibutuhkan tidak setinggi toko konvensional, akses informasi yang mudah untuk sampai ke konsumen dan juga keuntungan yang besar. Penerapan teknologi dan informasi ini memberi peluang yang besar kepada pengusaha untuk mengembangkan bisnisnya.

- 200.000.000 400.000.000 600.000.000 800.000.000 1.000.000.000 1.200.000.000 1.400.000.000

2016 2017 2018 2019 2020

Penjualan

Penjualan

(8)

8

Kemudahan dalam melakukan transaksi secara online menjadi pilihan untuk sebagian besar individu. Hanya dengan mengandalkan internet dapat melakukan pembelian melalui telepon genggam ataupun laptop. Kemudahan ini sangatlah praktis tidak perlu datang ke tempat, berada di mana saja sudah bisa menyelesaikan transaksi dan hanya tinggal menunggu saja barang datang.

Gambar 1.5 Pengguna Internet di Indonesia Sumber: Datereportal we are social

Tingginya pengguna internet di Indonesia yang mencapai hingga 175.4 juta pengguna aktif dan terdapat 160 juta pengguna media sosial dapat dilihat di gambar 1.3 (Digital 2020:

Indonesia). GlobalWebIndex melaporkan pada tahun 2019 bahwa Indonesia memiliki tingkat penggunaan e-commerce tertinggi di antara negara mana pun di dunia, dengan 90 persen pengguna internet di negara tersebut yang berusia antara 16 dan 64 tahun melaporkan bahwa mereka telah membeli produk dan layanan secara online.

Imam Optik ingin selalu berinovasi dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen, melihat bisnis konvensional saat ini semakin kompetitif. Peluang untuk memberikan pelayanan dan transaksi secara digital juga terbuka dengan lebar maka Imam Optik ingin terus mengembangkan usahanya salah satunya adalah mengembangkan usaha

(9)

9

Optik secara digital. Namum banyak pertimbangan dalam membuka bisnis secara online untuk itu penting dilakukan analisis kelayakan bisnis. Analisis kelayakan melibatkan banyak aspek, seperti pasar, teknologi, sosial ekonomi, manajemen dan organisasi, lingkungan, hukum dan keuangan. Studi kelayakan bisnis yang diteliti oleh (Amira: 2020) dalam menganalis kelayakannya berdasarkan tiga aspek terdiri dari aspek pasar, aspek teknis dan aspek keuangan. Berdasarkan penelitian terdahulu tersebut penulis melakukan studi kelayakan bisnis berdasarkan tiga aspek tersebut.

Pengembangan bisnis membutuhkan perencanaan yang matang dan strategi yang tepat.

Analisis kelayakan usahan perlu dilakukan untuk mengetahui layak atau tidak mengembangkan bisnis Imam Optik secara digital dengan mempertimbangkan dari aspek pasar, teknis, dan aspek finansial serta dalam mengantisipasi terjadinya kegagalan analisis sensitivitas juga perlu ditinjau. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah penulis sampaikan, penulis mengambil judul penelitian “Analisis Kelayakan Pengembangan E- business Imam Optik Kabupaten Bandung”.

1.3 Perumusan Masalah

Di bawah ini merupakan perumusan masalah berdasarkan latar belakang yang sudah dijelaskan:

1. Bagaimana kelayakan pengembangan e-business Imam Optik ditinjau dari aspek pasar?

2. Bagaimana kelayakan pengembangan e-business Imam Optik ditinjau dari aspek teknis?

3. Bagaimana kelayakan pengembangan e-business Imam Optik ditinjau dari aspek finansial?

4. Bagaimana tingkat sensitivitas ditinjau dari kelayakan pengembangan e-business Imam Optik?

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah yang ada, tujuan penelitian ini adalah:

1. Mengetahui kelayakan pengembangan e-business Imam Optik Bandung ditinjau dari aspek pasar.

(10)

10

2. Mengetahui kelayakan pengembangan e-business Imam Optik Bandung ditinjau dari aspek teknis.

3. Mengetahui kelayakan pengembangan e-business Imam Optik Bandung ditinjau dari aspek finansial.

4. Menngetahui tingkat sensitivitas kelayakan pengembangan e-business Imam Optik.

1.5 Manfaat Penelitian

Penelitian ini memberikan manfaat berupa:

a. Kegunaan Teoritis

Hasil penelitian diharapkan dapat menambah keilmuan di bidang kewirausahaan khususnya yang berkaitan dengan analisis kelayakan bisnis. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi rujukan bagi penelitian selanjutnya.

b. Aspek Praktis

Memberikan gambaran dan informasi kepada perusahaan yang berguna dalam strategi dan pengambilan keputusan yang dibuat dalam mengembangkan bisnisnya.

1.6 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada Imam Optik Bandung beralamat di RSUD Al-Ihsan Jalan Kiastra Manggala, Baleendah Kab. Bandung. Waktu penelitian dimulai pada saat penulis mengajukan proposal untuk penelitian ini dimulai dari Februari 2021 hingga Agustus 2021.

1.7 Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi mengenai latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II Landasan Teori

Bab ini membahas mengenai teori yang berhubungan dengan rencana bisnis yang dikerjakan.

BAB III Metodologi Penelitian

Bab ini membahas mengenai model konsep dan langkah-langkah yang digunakan untuk menyelesaikan penelitian.

(11)

11 BAB IV Pembahasan

Bab ini menjelaskan hasil analisis dalam rencana pengembangan bisnis.

BAB V Kesimpulan dan Saran

Bab ini berisikan kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan dan pemberian saran untuk penelitian lebih lanjut.

Gambar

Gambar 1.3 Distribusi Penyebab Gangguan Penglihatan Estimasi Global Tahun  2015
Gambar 1.4 Data Penjualan Imam Optik Bandung  (Sumber: database Imam Optik 2020)
Gambar 1.5 Pengguna Internet di Indonesia  Sumber: Datereportal we are social

Referensi

Dokumen terkait