• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBANDINGAN MORFOLOGI DUA JENIS FABACEAE Erythrina variegata L. dan Senna siamea (Lam.) H.S.Irwin & Barneby DI UNIVERSITAS RIAU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERBANDINGAN MORFOLOGI DUA JENIS FABACEAE Erythrina variegata L. dan Senna siamea (Lam.) H.S.Irwin & Barneby DI UNIVERSITAS RIAU"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

1

PERBANDINGAN MORFOLOGI DUA JENIS FABACEAE Erythrina variegata L. dan Senna siamea (Lam.) H.S.Irwin & Barneby

DI UNIVERSITAS RIAU Puji Lestari1), Nery Sofiyanti, Ph.D2)

1)Mahasiswa Program Studi S1 Biologi

2)Dosen Bidang Biodiversitas Jurusan Biologi

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Riau Kampus Bina Widya Pekanbaru, 28293, Indonesia

[email protected] ABSTRACT

Fabaceae is a flowering plant family that well known as legume. Members of this family have been widely used due to its benefit. Two Fabaceae species that grown in University of Riau area are Erythrina variegata, as cover or ornamental crops, and Senna siamea, as shade trees. This study aimed to characterize the morphological differences between these species. The speciments were collected from the field using exploration method. The morphological characters were then documented and characterized in detail. The results showed that E. variegata and S. siamea have different morphological characters in the shape of leaf and flower characteristics.

Keywords : Fabaceae, identification, morphology, University of Riau ABSTRAK

Fabaceae merupakan famili tumbuhan berbunga yang dikenal dengan sebutan legum. Anggota famili ini telah banyak digunakan karena manfaatnya. Dua jenis Fabaceae yang tumbuh di kawasan Universitas Riau adalah Erythrina variegata, sebagai tanaman penutup tanah atau hias dan Senna siamea, sebagai pohon peneduh.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi perbedaan morfologi antar spesies tersebut. Spesimen diambil dari lapangan dengan metode eksplorasi. Karakter morfologi kemudian didokumentasikan dan dikarakterisasi secara rinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E. variegata dan S. siamea memiliki karakter morfologi yang berbeda pada bentuk daun dan karakteristik bunga.

Kata kunci : Fabaceae, identifikasi, morfologi, Universitas Riau

(2)

2 PENDAHULUAN

Fabaceae merupakan suku polong-polongan dan suku terbesar ketiga setelah Orchidaceae dan Asteraceae (Danarto 2013 ; Xu & Deng 2017). Fabaceae terdiri dari tiga subfamili Caesalpinioideae (Gomes et al. 2018), Mimosoideae (Luckow et al.

2003), dan Faboideae (atau Papilionoideae) (Silva et al. 2018).

Karakteristik Fabaceae terletak pada buah bertipe polong. Perawakan Fabaceae berupa herba, liana, perdu, dan pohon. Jenis pada famili ini dimanfaatkan sebagai tanaman penghijauan, peneduh, serta tanaman hias karena mempunyai bunga yang indah, contoh jenis Cassia spp., dan Erythrina spp. (Irsyam & Priyanti 2016).

Perbedaan karakter morfologi antara subfamili Caesalpinioideae dan Faboideae yaitu, pada subfamili Caesalpinioidae, bunga bersimetri bilateral, kelopak daun saling berlekatan, mahkota daun lima helai saling berlekatan pada kuncup bunga, benang sari saling berlepasan atau berlekatan pada bagian pangkal, benang sari dimorfis atau heteromorfis (Simpson 2010 & Hou et al. 1996), salah satu contoh jenis yaitu S. siamea (Johar). Sedangkan pada subfamili Faboideae, bunga bersimetri bilateral dengan daun mahkota berbentuk kupu- kupu, benang sari diadelphous yaitu terbagi atas dua berkas dengan 9 benang sari saling berlekatan antara satu dengan yang lain dan 1 benang sari lainnya bebas atau kesepuluh benang sari saling berlekatan menjadi satu (Simpson 2010), salah satu jenis yang termasuk kedalam subfamili ini yaitu E.

variegata.

Kedua subfamili diatas dibedakan berdasarkan karakter morfologi, yaitu

karakter yang dapat diamati meliputi bagian-bagian seperti daun dan bunga.

Selain itu, karakter lain yang dapat diamati yaitu karakter tajuk hingga bentuk percabangan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan morfologi jenis E. variegata dan S.

siamea di kawasan Universitas Riau.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilaksanakan pada November 2020 hingga Januari 2021.

Pengambilan sampel dilakukan dengan metode survei yaitu menelusuri areal kampus Universitas Riau untuk mengetahui keberadaan jenis Fabaceae yang akan diteliti, kemudian mengambil sampel jenis Fabaceae dan karakter morfologi dicatat, serta dianalisa secara deskriptif.

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Identifikasi Karakter Morfologi Pada penelitian ini, karakter morfologi yang diamati yaitu karakter vegetatif dan generatif. Karakter vegetatif meliputi karakter tajuk, percabangan, batang, dan daun, sedangkan karakter generatif berupa bunga.

4.1.1. Perawakan, Tajuk, dan Percabangan

Hasil identifikasi jenis Fabaceae yaitu E. variegata dari subfamili Faboideae memiliki perawakan pohon tinggi mencapai 4,5-9 m (Dwiyani 2013). Tajuk pohon berbentuk setengah lingkaran. Percabangan simpodial, sedangkan pada jenis S. siamea perawakan pohon tinggi mencapai 5-20 m (Rahmita et al. 2019). Tajuk pohon membulat. Percabangan simpodial (Gambar 1).

(3)

3 Gambar 1. Perawakan pohon dan

percabangan simpodial.

a-b. (E. variegata), c-d (S. siamea)

4.1.2. Permukaan Batang

Karakter morfologi permukaan batang Fabaceae jenis E. variegata bertekstur kasar, abu-abu kecoklatan, terdapat duri pada cabang (Bean 2008), sedangkan pada S. siamea permukaan batang kasar, abu-abu kecoklatan, tidak terdapat duri pada cabang (Gambar 2).

Gambar 2. Permukaan batang kasar a-b.

(a. E. variegata, b. S.

siamea)

4.1.3. Daun

Karakter morfologi daun jenis E.

variegata yaitu majemuk menyirip

ganjil (Kumari & Kumari 2017), tiga helai (trifiolate), hijau, duduk anak daun berhadapan, ujung anak daun meruncing, pangkal anak daun segitiga terbalik, tepi daun rata (entire), sedangkan pada jenis S. siamea daun majemuk menyirip genap (Hariyati et al. 2018), bervariasi 6-12 pasang, hijau mengkilat pada permukaan atas daun, duduk daun berhadapan, ujung anak daun membulat atau terbelah, tepi daun rata (entire) (Rahmita et al. 2019) (Gambar 3).

Gambar 3. Tipe dan bentuk ujung daun.

a-b. Majemuk, ujung daun meruncing (E. variegata), c- d. Majemuk, ujung daun membulat (S. siamea) (skala 2 cm)

4.1.4. Bunga

Karakter bunga jenis E. variegata yaitu merah, terminalis atau bunga muncul pada ujung tangkai, perbungaan tandan (Irsyam & Priyanti 2016), daun mahkota berbentuk seperti kupu-kupu (Simpson 2010), 5 helai, 3-4 cm, sedangkan pada S. siamea bunga kuning cerah, terminalis atau bunga muncul pada ujung tangkai, perbungaan tandan, a

c

b

d

a b

a

d c

b

(4)

4 daun mahkota berbentuk bulat telur, 5

helai, (Rahmita et al. 2019), 2 cm (Gambar 4).

Gambar 4. Bentuk bunga majemuk. a.

E. variegata, b. S. siamea (skala 2 cm)

Karakter morfologi dari kedua jenis Fabaceae yang diteliti E. variegata dan S. siamea memiliki perbedaan yang terletak pada karakter bentuk tajuk, cabang, tipe daun, bentuk anak daun, ujung anak daun, jumlah anak daun, pangkal anak daun, bentuk daun mahkota, panjang daun mahkota, dan warna bunga. Perbedaan karakter morfologi E. variegata dan S. siamea disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1. Perbedaan karakter morfologi E. variegata dan S. siamea

KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian ini, Fabaceae jenis E. variegata dari subfamili Faboideae dan S. siamea dari subfamili Caesalpinioideae memiliki sepuluh perbedaan karakter, namun karakter yang mencolok terletak pada karakter bentuk tajuk, tipe daun, bentuk daun mahkota, dan warna bunga.

DAFTAR PUSTAKA

Bean AR. 2008. A Taxonomic Revision of Erythrina L.

(Fabaceae:Faboideae) in

Australia. Austrobaileya. 7 (4) : 641-658.

Danarto SA. 2013. Keragaman dan Potensi Koleksi Polong-Polongan (Fabaceae) di Kebun Raya Purwodadi-LIPI. Biology, Science, Enviromental, and Learning. 10 (2) : 460-468.

Dwiyani R. 2013. Mengenal Tanaman Pelindung di Sekitar Kita.

Udayana University Press : Denpasar-Bali.

Gomes GS, Silva GS, Silva DLS, Oliveira RR, Martins PRP, Araujo MFV, Conceicao GM. 2018.

No Karakter morfologi E. variegata S. siamea 1. Bentuk tajuk Setengah lingkaran Membulat 2.

3.

Cabang terdapat duri Tipe daun

Ada

Majemuk menyirip ganjil

Tidak ada

Majemuk menyirip genap 4. Bentuk anak daun Bulat telur atau oval Oval memanjang

5. Ujung anak daun Meruncing Membulat atau terbelah

6. Jumlah anak daun 3 helai Bervariasi 6-12 pasang

7. Pangkal anak daun Segitiga terbalik Membulat 8. Bentuk daun mahkota Kupu-kupu Bundar telur

9. Panjang daun mahkota 3-4 cm 2 cm

10. Warna bunga Merah Kuning

b a

(5)

5 Taxonomy of Subfamily

Caesalpinioideae (Fabaceae Lindl.) in Cerrado Fragment In The East From Maranhao, Northeast From Brazil. IOSR Journal of Pharmacy and Biological Sciences (IOSR-JPBS).

13 : 39-50.

Hariyati, Zulmaidar M, Hasanah R.

2018. Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Spermatophyta Family Fabaceae di Pegunungan Deudap Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar. Prosiding Biotik. 6 (1) : 520-524.

Hou D, Leiden, Larsen K, Larsen SS, Aarhus. 1996. Caesalpiniaceae (Leguminosae-Caesalpinioideae).

Flora Malesiana ser. I. 12 (2) : 409-730.

Irsyam ASD, Priyanti. 2016. Suku Fabaceae di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Bagian 1 : Tumbuhan Polong Berperawakan Pohon. Al-Kauniyah Jurnal Biologi. 9 (1) : 44-56.

Kumari P, Kumari C. 2017. Erythrina variegata L. The Coral Tree: A Review. Journal of Medical Science and Clinical Research. 5 (8) : 26705-26715.

Luckow M, Miller JT, Murphy DJ, Livshultz T. 2003. A Phylogenetic Analysis of The Mimosoideae (Leguminosae) Based on Chloroplast DNA Sequence Data.

Advances in Legume Systematics.

10 : 197-220.

Rahmita, Ramadanil, Iqbal M. 2019.

Jenis-Jenis Tumbuhan Suku

Fabaceae, Subfamili

Caesalpinioideae di Areal Kampus Universitas Tadulako, Palu. Journal of Science and Technology. 8 (2) : 127-133.

Silva NF, Arruda RDCDO, Alves FM, Sartori ALB. 2018. Leaflet Anatomy of The Dipterygeae Clade (Faboideae : Fabaceae) : Evolutionary Implications and Systematics. Botanical Journal of the Linnean Society. 187 : 99-117.

Simpson MG. 2010. Plant Systematics.

California : Elsevier Academic Press.

Xu Z, Deng M. 2017. Identification and Control of Common Weeds : Volume 2. Zheijiang University Press : China.

Referensi

Dokumen terkait

Pengilmiahan pengambilan keputusan akan menghasilkan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, dalam batas-batas yang tidak berbenturan keras dengan

Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis, dengan jumlah populasi sebanyak 109 orang pegawai dijadikan sebagai responden ( sensus). Teknik

skripsi dengan judul ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DI NEW DUTA FOTO DI PASAR KARANGJATI KABUPATEN SEMARANG dengan baik. Skripsi ini

Iklan Baris Iklan Baris Serba Serbi PERLNGKPN MOBIL PENGUMUMAN PENGOBATAN RUMAH DICARI PARABOLA/TV BODETABEK Rumah Dijual DIBELI RMH Tua\Tnh Jkt, Depok, Bekasi.. Pggr Jln

dihadirkan sebagai sosok perempuan yang memiliki peranan dalam perspektif politik, terutama yang berkaitan dengan pendidikan.. Kenanga dihadirkan sebagai sosok perempuan

AICS - Inventarisasi Bahan Kimia Australia; ASTM - Masyarakat Amerika untuk Pengujian Bahan; bw - Berat badan; CERCLA - Undang-Undang Tanggapan, Kompensasi, dan Tanggung Jawab

Peneliti melakukan interview kepada beberapa mahasiswa psikologi UNIBI, sebagian besar dari mereka pernah melakukan tindakan prokrastinasi akademik dikarenakan

Tulisan ini akan membicarakan penggunaan kedua metode di atas untuk menduga parameter dispersi, φ dalam skema Bayes Empirik dan model Poisson-Gamma yang digunakan pada penduga