DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ... 2
LEMBAR PENGESAHAN ... 3
A. PENDAHULUAN ... 4
B. INSTRUMEN AMI-AKADEMIK ... 4
C. TEMUAN AMAI TAHUN 2020 ... 6
D. RENCANA TINDAK LANJUT BERBASIS SKALA PRIORITAS ... 10
LEMBAR PENGESAHAN
RENCANA TINDAK LANJUT BERDASAR HASIL AMI-AKADEMIK TAHUN 2020 FAKULTAS TEKNIK DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
Tanggal : 24 November 2020
Diajukan oleh Ketua GKM
Dr. phil., Dessy Seri Wahyuni, S.Kom.,M.Eng
Dikendalikan oleh Wakil Dekan 1
Dr. Ketut Agustini, S.Si.,M.Si Disetujui oleh
A. PENDAHULUAN
Penyusunan rencana tindak lanjut merupakan perencanaan yang dilakukan oleh Fakultas teknik dan kejuruan dalam rangka menyikapi hasil pelaksanaan audit mutu internal akademik (AMI-Akademik) yang telah dilakukan oleh pusat penjaminan mutu.
FTK akan menentukan prioritas dan kebutuhan pengembangan prodi sebagai tindak lanjut sari hasil temuan AMAI. Disamping itu, RTL sebagai panduan bagi FTK untuk menyusun rencana kegiatan di tahun 2021 dalam meningkatkan kapasitas dalam menyelesaikan beberapa temuan/permasalahan yang dihadapi di tahun 2020.
Prodi yang teribat dalam kegiatan AMI-Akademik sejumlah 100%, Adapun beberapa prodi yang terlibat pada kegiatan AMI adalah:
1. S1 Pendidikan Teknik Informatika, 2. S1 Pendidikan Teknik Mesin, 3. S1 Pendidikan Teknik Elektro
4. S1 Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, 5. S1 Sistem Informasi,
6. S1 Ilmu Komputer, 7. S1 PVS Kuliner,
8. D3 Teknik Elektronika, dan 9. D3 Manajemen Informatika.
B. INSTRUMEN AMI-AKADEMIK
Pelaksanaan AMI-Akademik Undiksha tahun 2020 ini PJM kembali menyusun instrumen tersendiri yang mengacu pada Instrumen Akreditasi 9 Kriteria, dengan fokus pada bidang Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan beberapa Standar Tambahan, seperti Visi Misi, Tata Pamong, Mahasiswa, dan Luaran Tridharma sebagai penyempurnaan dari instrumen AMI-Akademik Undiksha tahun 2019, serta pemenuhan tuntutan indikator/standar yang berbeda-beda pada setiap strata. Hal ini dimaksudkan untuk memelihara dan meningkatkan kesiapan Prodi di lingkungan Undiksha dalam menghadapi akreditasi dengan 9 Kriteria dan dapat mengetahui kekurangannya sejak awal.
Adapun banyak item indikator yang wajib diisi oleh Koordinator Prodi pada Instrumen
AMI-Akademik Undiksha tahun 2020 dinyatakan seperti Tabel dibawah ini:
Tabel. Daftar Banyaknya Item Indikator Instrumen AMI-Akademik 2020 No Strata Prodi Banyak Indikator setiap Lingkup Audit Total
Indikator Pendidikan Penelitian P2M Tambahan
1 Diploma (D3) 24 3 3 32 62
2 Sarjana (S1) 25 3 3 36 67
3 Magister (S2) 23 3 2 31 59
4 Doktor (S3) 23 3 2 29 57
Sedangkan secara singkat tampilan instrumen yang harus diisi oleh Pogram Studi dapat digambarkan seperti Tabel dibawah ini.
Tabel. Tampilan Instrumen AMI-Akademik Undiksha tahun 2020
Kode Indikator
Kondisi
Prodi Deskripsi
Kondisi Prodi Dokumen Pendukung Ya Tidak
A. PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
B. PENELITIAN
C.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT K. KRITERIA
TAMBAHAN K.1. Visi Misi K.2. Tata Pamong K.3. Mahasiswa
K.9. Luaran Tridharma
Selain instrument tersebut, auditor juga membutuhkan daftar tilik untuk
mendaftarkan kemungkinan-kemungkinan pertanyaan yang akan ditanyakan ke prodi saat
visitasi ke lapangan. Pengisian daftar tilik berdasarkan instrumen yang sudah diisi prodi
dan dibuat pada saat desk evaluation. Selanjutnya, untuk mendeskripsikan hasil audit
menggunakan format laporan audit yang secara umum menguraikan temuan audit yang
terdiri dari dua hal, yaitu (1) ketidaksesuaian (KTS atau OB), dan (2) saran perbaikan untuk mencapai standar yang telah ditetapkan sebelumnya.
C. TEMUAN AMAI TAHUN 2020
Prodi Pendidikan Teknik elektro telah sudah memenuhi sebagian besar standar yang ditetapkan, yaitu lebih dari 91% (terpenuhinya 61 standar dari 67 standar yang ditetapkan).
Gambar. Pemenuhan Standar AMI-Akademik 2020 untuk Program S1
Penyusunan rencana tindak lanjut merupakan perencanaan yang dilakukan oleh fakultas teknik dan kejuruan dalam rangka menyikapi hasil pelaksanaan audit mutu internal akademik (AMAI) yang telah dilakukan oleh pusat penjaminan mutu. FTK akan menentukan prioritas dan kebutuhan pengembangan prodi sebagai tindak lanjut sari hasil temuan AMAI.
Disamping itu, RTL sebagai panduan bagi FTK untuk menyusun rencana di tahun 2021
92,591,091,0
85,179,176,185,1
79,183,680,6 70,1
91,092,594,0 85,186,6
76,179,1 94,097,0
82,180,6 71,6
94,094,0
71,670,1 82,1
94,0
79,180,6 70,1
91,0 79,174,6
82,188,1
S1 Kedokteran S1 PGSD S1 Pendidikan Bahasa Indonesia S1 Pendidikan Geografi S1 Pendidikan Sejarah S1 PPKn S1 Pendidikan Sosiologi S1 Sistem Informasi S1 Ilmu Komputer S1 PVS Kuliner S1 Pendidikan Matematika S1 Pendidikan Biologi S1 Pendidikan Bahasa Inggris S1 Bimbingan dan Konseling S1 Manajemen S1 Pendidikan Bahasa Jepang S1 Pendidikan IPA S1 Akuakultur S1 Pendidikan Teknik Elektro S1 PG-PAUD S1 Pendidikan Kimia S1 Pendidikan Fisika S1 Ilmu Keolahragaan S1 Pendidikan Bahasa Bali S1 Pendidikan Seni Rupa S1 Teknologi Pendidikan S1 PKO S1 PTI S1 Kimia S1 Matematika S1 Biologi S1 Penjaskesrek S1 Pendidikan Ekonomi S1 Ilmu Hukum S1 Akuntansi S1 Pendidikan Teknik Mesin S1 PKK
Pemenuhan Standar AMI-Akademik 2020
Program S1
dalam meningkatkan kapasitas dalam menyelesaikan beberapa temuan/permasalahan yang dihadapi di tahun 2020.
Tabel. Temuan-Temuan Audit di Prodi FTK
No. Temuan Audit Prodi
A. Bidang Pendidikan
1. Menggunakan pedoman pengembangan kurikulum
Fakultas, belum ada pedoman kurikulum yang dibuat di prodi.
S1 Pendidikan Teknik Informatika, S1 Informasi, S1 Ilmu Komputer, D3 Manajemen Informatika, D3 Teknik Elektro, S1 PKK, S1 Kuliner, S1 Teknik Mesin.
2. Belum menjadi kebijakan di prodi setiap dosen melakukan tes TOEFL.
S1 Pendidikan Teknik Informatika, S1 Informasi, S1 Ilmu Komputer, D3 Manajemen Informatika, D3 Teknik Elektro, S1 PKK, S1 Kuliner, S1 Teknik Mesin 3. Tersedia bukti pelaksanaan dan laporan tracer study,
kendalanya adalah jumlah responden alumni yang mengisi belum optimal.
S1 Pendidikan Teknik Informatika, S1 Informasi, S1 Ilmu Komputer, D3 Manajemen Informatika, D3 Teknik Elektro, S1 PKK, S1 Kuliner, S1 Teknik Mesin 4 Jumlah mata kuliah yang memanfaatkan hasil penelitian
dan PkM DTPS di prodi S1 Sistem Informasi belum memadai (baru 40%), seharusnya minimal 75% mata kuliah sudah memanfaatkan hasil penelitian dan PkM DTPS.
S1 Informasi
5 Jumlah DTPS yang berkualifikasi Doktor di prodi S1 Sistem Informasi belum memadai (hanya 15%), yaitu terdapat 2 dosen bergelar doktor dari 13 DTPS yang ada, seharusnya minimal 36% DTPS bergelar Doktor.
S1 Informasi
6 Mekanisme penjaminan mutu di prodi belum memenuhi empat aspek yang dipersyaratkan. Aspek no 3 (terlaksananya siklus penjaminan mutu PPEPP) dan no 4 (bukti sahih efektivitas pelaksanaan penjaminan mutu) belum terlaksana. Siklus PPEPP baru terlaksana sampai pada tahap evaluasi.
S1 Pendidikan Teknik Informatika, S1 Informasi, S1 Ilmu Komputer, D3 Manajemen Informatika, D3 Teknik Elektro, S1 PKK, S1 Kuliner, S1 Teknik Mesin 7 Rasio jumlah pendaftar terhadap jumlah mahasiswa yang
diterima di Prodi S1 Sistem Informasi pada TS belum memenuhi target yang dipersyaratkan, yang seharusnya lebih dari atau sama dengan 5.
S1 Informasi, S1 PKK, D3 Teknik Elektro
8 Belum semua mata kuliah di Prodi S1 Ilmu Komputer memiliki RPS seperti yang dipersyaratkan di dokumen akademik.
S1 Ilmu Komputer
9
Tidak ada mahasiswa asing di Prodi, sehingga tidak memenuhi rasio jumlah mahasiswa asing terhadap
S1 Pendidikan Teknik Informatika, S1 Informasi, S1 Ilmu Komputer, D3
No. Temuan Audit Prodi mahasiswa aktif yang seharusnya lebih besar atau sama
dengan 1% .
Manajemen Informatika, D3 Teknik Elektro, S1 PKK, S1 Kuliner, S1 Teknik Mesin 10 Dalam instrumen dituliskan sudah memenuhi kriteria tata
pamong. Temuan: selama ini belum pernah dilakukan observasi terkait tata pamong.
D3 Manajemen Informatika, D3 Teknik Elektro
11 Persentase jumlah mata kuliah yang telah memanfaatkan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PkM) terhadap jumlah seluruh mata kuliah yang ditawarkan 60,3
% (Di bawah 75 %).
S1 PKK
12 Jumlah jam praktikum adalah 22 SKS, Jumlah total jam mata kuliah adalah 144 SKS (15,3%).
S1 Teknik Mesin 13 Belum dilakukan cek plagiasi tugas akhir mahasiswa di
Prodi sesuai dengan yang dipersyaratkan.
S1 Kuliner, S1 Teknik Mesin
14 Belum ada syarat skor TOEFL untuk kelulusan di Prodi sesuai dengan yang dipersyaratkan.
S1 Pendidikan Teknik Informatika, S1 Informasi, S1 Ilmu Komputer, D3 Manajemen Informatika, D3 Teknik Elektro, S1 PKK, S1 Kuliner, S1 Teknik Mesin B. Bidang Penelitian
15 Dalam intrumen dituliskan publikasi pada jurnal untuk penulis pertama 60%
Temuan: di prodi belum memiliki arsip terkait artikel tersebut, sehingga perlu diarsipkan dan dihitung ulang.
D3 Manajemen Informatika
C. Bidang PkM
16 Persentase jumlah judul PkM DTPS yang dalam pelaksanaannya melibatkan mahasiswa Prodi dalam 1 tahun terakhir terhadap jumlah judul PkM DTPS belum memenuhi target, yang seharusnya minimal 40%.
S1 Pendidikan Teknik Informatika, S1 Informasi, S1 Ilmu Komputer, D3 Manajemen Informatika, D3 Teknik Elektro, S1 PKK, S1 Kuliner, S1 Teknik Mesin D. Tambahan (Visi misi, Tata Pamong, Mahasiswa, dan
Luaran
17 Dalam intrumen dituliskan sudah memenuhi kriteria tata pamong. Temuan: selama ini belum pernah dilakukan observasi terkait tata pamong.
D3 Manajemen Informatika, D3 Teknik Elektro
18 Ada prestasi akademik dan non akademik tetapi belum dipilah antara prestasi di tingkat lokal, nasional, ataupun internasional (target belum tercapai).
S1 Pendidikan Teknik Informatika, S1 Informasi, S1 Ilmu Komputer, D3 Manajemen Informatika, D3 Teknik Elektro, S1 PKK, S1 Kuliner, S1 Teknik Mesin 19 Prodi belum memiliki renstra prodi, yang ada baru sampai
renstra fakultas.
S1 Pendidikan Teknik Informatika, S1 Informasi, S1 Ilmu Komputer, D3 Manajemen Informatika, D3 Teknik Elektro, S1 PKK, S1 Kuliner, S1 Teknik Mesin
No. Temuan Audit Prodi 20 Jumlah luaran penelitian/PKM mahasiswa yang
mempunyai HKI, teknologi tepat guna atuapun buku ber- ISBN belum terpenuhi.
S1 Pendidikan Teknik Informatika, S1 Sistem Informasi, S1 Ilmu
Komputer, D3 Manajemen Informatika, D3 Teknik Elektro, S1 PKK, S1 Kuliner, S1 Teknik Mesin
Berikut akan dipaparkan beberapa temuan yang diperoleh dari pelaksanaan AMI- Akademik tahun 2020. Beberapa temuan dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Belum ada pedoman kurikulum yang dibuat di prodi, penyusunan mengacu pada pedoman fakultas.
2. Belum menjadi kebijakan di prodi setiap dosen melakukan tes TOEFL.
3. Tersedia bukti pelaksanaan dan laporan tracer study, kendalanya adalah jumlah responden alumni yang mengisi belum optimal.
4. Tidak ada mahasiswa asing di Prodi, sehingga tidak memenuhi rasio jumlah mahasiswa asing terhadap mahasiswa aktif yang seharusnya lebih besar atau sama dengan 1% .
5. Belum ada syarat skor TOEFL untuk kelulusan mahasiswa di Prodi.
6. Persentase jumlah judul PkM DTPS yang dalam pelaksanaannya melibatkan mahasiswa Prodi dalam 1 tahun terakhir terhadap jumlah judul PkM DTPS belum memenuhi target, yang seharusnya minimal 40%.
7. Ada prestasi akademik dan non akademik tetapi belum dipilah angtara prestasi di tingkat lokal, nasional, ataupun internasional (target belum tercapai).
8. Prodi belum memiliki renstra prodi, yang ada baru sampai renstra fakultas.
9. Jumlah luaran penelitian/PKM mahasiswa yang mempunyai HKI, teknologi tepat
guna atuapun buku ber-ISBN belum terpenuhi.
D. RENCANA TINDAK LANJUT BERBASIS SKALA PRIORITAS
Beberapa temuan tersebut akan dipetakan dalam rencana tindak lanjut FTK. Gugus Kendali Mutu FTK juga menyikapi hasil temuan tersebut dengan membuat skala prioritas perencanaan yang akan diturunkan menjadi aktivitas dan kegiatan solutif untuk mengatasi temuan atau permasalahan tersebut. GKM menyusun skala prioritas dengan menggunakan tabel skala prioritas yang diperkenalkan oleh Steven R. Covey, yang dibagi menjadi skala prioritas 1, prioritas 2, prioritas 3 dan proritas 4. Skala prioitas ini digunakan dengan mencermati pada keterbatasan sumber daya finansial yang dimiliki FTK, sehingga perlu kiranya mempertimbangkan perencanaan strategis yang nantinya diharapkan memberikan optimalitas sumber daya yang dimiliki dengan hasil yang sesuai.
Beberapa prioritas perencanaan tersebut akan dijabarkan sebagai berikut:
1. Skala prioritas 1 adalah perencanaan yang mewakili kebutuhan FTK yang paling penting dan mendesak yang harus segera dilakukan karena ini terkait serta berdampak langsung pada peningkatan kualitas Tri Dharma PT. perencanaan pada prioritas ini adalah:
a. Optimalitas peran GKM di tingkat Prodi dan GKM Fakultas, dengan selalu berkoordinasi bersama PJM. Peran GKM ini sangat krusial sesuai dengan target dan capaian Lembaga menuju PTNBH
b. Pelatihan dan pendampingan penyusunan RPS dengan menggunakan model Problem-based learning/project-based learning dengan merujuk pada kurikulum OBE (outcome-based learning) à sesuai target capaian akreditasi 9K serta kebutuhan pemenuhan SER akreditasi internasional
c. FGD (focus group discussion) untuk menyusun Innovative subject course sesuai dengan luaran/hasil penelitian serta pengabdian yang telah dilakukan di masing-masing prodi. Mata kuliah ini diharapkan lebih menitik beratkan pada
practical/empirical dari teori yang ada.d. Pembentukan serta Optimalitas tim percepatan lektor kepala dan guru besar. Program ini sangat krusial untuk menunjukkan eksistensi FTK dalam skala nasional dan internasional.
e. Penyusunan Renstra Prodi serta roadmap P2M prodi Ini persyaratan
kebutuhan akreditasi 9K serta akreditasi internasional.
2. Skala prioritas 2 adalah perencanaan yang mewakili kebutuhan FTK yang penting tetapi kurang mendesak, karena perencanaan ini Sebagian sudah dilakukan oleh FTK, hanya saja perlu konsistensi serta optimalitasnya saja.
a. Peningkatan jumlah responden tracer study. Ini perlu pemikirian berbasis pendekatan keapada alumni terkait ajakan untuk merespon tracer study. Ini sangat penting sebagai bahan refleksi FTK.
b. Penyelenggaraan TOEFL tes bagi dosen dan mahasiswa, menuju kebijakan program Undiksha IRUEL.
c. International promotion program bagi FTK, dengan mengoptimalkan peran alumni maupun dosen yang telah kuliah di LN. minimal promotion untuk skala asia terlebih dahulu.
d. Rentang lulusan mahasiswa sesuai dengan standar akademik. Hal ini perlu program pengawasan dan kontroling lama studi mahasiswa.
3. Skala prioritas 3 adalah perencanaan yang mewakili kebutuhan FTK yang tidak terlalu penting namun mendesak untuk dipenuhi.
a. Keterlibatan mahasiswa dalam setiap kegiatan penelitian dan pengabdian dosen
b. Peningkatan penulisan serta publikasi pada jurnal internasional bereputasi c. Mendorong jumlah HKI dari hasil penelitian dengan pemberian insentif bagi
dosen
Tabel. Rencana Tindak Lanjut Tahun 2021
No. Hasil Audit Rencana Tindak Lanjut Penanggungjawab A. Bidang Pendidikan dan Pengajaran
1. Masalah: Belum semua MK tersedia Perangkat Pembelajarannya (Silabus, RPS, RTM, dll).
Akar Masalah: Beberapa prodi belum menyusun perangkat pembelajaran oleh dosen penanggung jawab
MK/tim dan belum sepenuhnya upload di Siak.
1. Pelatihan dan workshop penyusunan RPS untuk seluruh dosen.
2. Dosen menyusun semua RPS MK, dan dimonev secara intensif oleh GKM-Fakultas.
3. Pimpinan mewajibkan dosen untuk
mengumpulkan RPS MK serta upload di Siak, serta menjadikan salah satu syarat Remunerasi.
1. Wakil Rektor I 2. Wakil Rektor II 3. Ka LPPPM 4. Wakil Dekan I 5. Wakil Direktur I 6. Ketua Jurusan 7. Koorprodi 8. Tim Remunerasi.
2. Masalah: Monev proses
pembelajaran belum dilaksanakan secara berkala dan sistematis oleh unit yang independen.
Akar Masalah: Keberadaan GKM Fakultas/ Prodi belum berfungsi dengan baik dalam mengevaluasi standar-standar yang ditetapkan (khususnya dalam proses pembelajaran).
1. Pimpinan mengaktifkan keberadaan unit
pelaksana penjaminan mutu Fakultas dan Prodi 2. Disusun tupoksi yang
jelas antara GKM fakultas dan GKM Prodi.
3. GKM menyusun Dokumen SPMI, dan melakukan evaluasi secara berkala,
khususnya pada bidang pembelajaran.
4. Pemberiaan grade pada sistem Remunerasi untuk pengelola GKM
Fakultas/Prodi.
1. Wakil Rektor I 2. Wakil Rektor II 3. Ka LPPPM 4. Wakil Dekan 1 5. Wakil Direktur 1 6. Kepala PJM 7. Ketua GKM 8. Tim Remunerasi 9. Koorprodi
3. Masalah: Belum semua MK memanfaatkan hasil penelitian/PkM dalam pelaksanaan pembelajaran.
Akar Masalah: Secara umum Dosen belum mengintegrasikan hasil penelitian/PkM ke dalam perencanaan, pelaksanaan, dan eevaluasi perkuliahan.
1. Pelatihan dan workshop pengintegrasian hasil penelitian/PkM dalam pembelajaran.
2. Dosen menyusun perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan hasil penelitian/PkM, dan dimonev secara intensif oleh GKM-Fakultas.
3. Pimpinan mewajibkan dosen untuk menjadikan pemanfaatan hasil penelitian/PkMnya sebagai salah satu output, serta menjadi syarat
1. Wakil Rektor I 2. Ka LPPPM 3. Ka LPPM 4. Wakil Dekan I 5. Wakil Direktur I 6. Kapus Penelitian 7. Kapus PkM 8. Ketua Jurusan 9. Koorprodi
No. Hasil Audit Rencana Tindak Lanjut Penanggungjawab pendanaan proposal
selanjutnya.
4. Masalah: Prodi belum
mensyaratkan kelulusan mahasiswa dengan syarat tambahan
pemenuhan nilai TOEFL.
Akar Masalah: Lembaga/Fakultas belum menetapkan kebijakan pemenuhan syarat TOEFL untuk kelulusan.
1. Pimpinan mengkaji lebih jauh terkait pentingnya persyaratan TOEFL untuk kelulusan mahasiswa.
2. Pimpinan membutu tim penyusun kebijakan tersebut.
3. Pimpinan menetapkan kebijakan pemenuhan syarat TOEFL untuk kelulusan mahasiswa.
4. Memfasilitasi mahasiswa dalam peningkatan kompetensi bahasa inggris melalui UPT- Bahasa, serta memfasilitasi pelaksanaan tesnya.
1. Wakil Rektor I 2. Ka LPPPM 3. Wakil Dekan I 4. Wakil Direktur I 5. Ka UPT-Bahasa 6. Ketua Jurusan 7. Koorprodi
5. Masalah: Sebagian besar dosen belum memiliki dokumen peningkatan kompetensi bahasa inggris (TOEFL) secara berkala.
Akar Masalah: Lembaga/Fakultas belum menetapkan kebijakan terkait peningkatan bahasa inggris dosen secara berkala dalam bentuk tes TOEFL.
1. Pimpinan mengkaji lebih jauh terkait pentingnya tes TOEFL dosen secara berkala.
5. Pimpinan membutu tim penyusun kebijakan tersebut.
6. Pimpinan menetapkan kebijakan pemenuhan syarat TOEFL untuk dosen secara berkala.
7. Memfasilitasi dosen dalam peningkatan kompetensi bahasa inggris melalui UPT- Bahasa, serta memfasilitasi pelaksanaan tesnya.
1. Wakil Rektor I 2. Ka LPPPM 3. Wakil Dekan I 4. Wakil Direktur I 5. Ka UPT-Bahasa 6. Ketua Jurusan 7. Koorprodi
6. Masalah: DTPS yang memeiliki jabatan fungsional Guru
Besar/Lektor Kepala masih kurang.
Akar Masalah: Tidak sedikit dosen di Undiksha tergolong baru (masa kerja sedikit) dan bahkan masih CPNS, serta kendala publikasi artikel di jurnal Internasional bereputasi.
1. Perlu direncanakan dalam Renstra maupun Renop PS untuk mendorong dosen-dosen mengajukan LK atau GB.
2. Fakultas memfasilitasi pemenuhan syarat-syarat yang diperlukan dosen untuk pemenuhan angka kredit ke Lektor
1. Wakil Rektor II 2. Dekan/Direktur 3. Wakil Dekan II 4. Wakil Direktur II 5. Ketua Jurusan 6. Koorprodi
7. Tim Restra/Renop 8. Dosen
No. Hasil Audit Rencana Tindak Lanjut Penanggungjawab Kepala/Guru Besar, misal
publikasi artikel, HaKI, penulisan buku, dll.
8. Masalah: DTPS yang bergelar Doktor masih kurang.
Akar Masalah: Tidak sedikit dosen di FTK tergolong baru (masa kerja sedikit) dan bahkan masih CPNS, terkendala pada beasiswa, serta dosen-dosen tersebut di beberapa prodi dibutuhkan keberadaannya.
1. Perlu direncanakan dalam Renstra maupun Renop PS untuk mendorong dosen-dosen melanjutkan studi S3.
2. Fakultas memfasilitasi pemenuhan syarat-syarat untuk studi lanjut S3, misal memfasilitasi beasiswa, pelatihan TOEFL, dan lainnya.
1. Wakil Rektor II 2. Dekan/Direktur 3. Wakil Dekan II 4. Wakil Direktur II 5. Ketua Jurusan 6. Koorprodi
7. Tim Restra/Renop 8. Dosen
B Bidang Penelitian
1. Masalah : Pelibatan mahasiswa dalam penelitian dosen minim.
Akar Masalah :
Penelitian dosen jarang melibatkan mahasiswa .
1. Setiap dosen membuat penelitian agar
melibatkan mahasiswa, salah satunya bisa membuat penelitian payung.
2. Pimpinan Fakultas membuat kebijakan untuk mewajibkan pengajuan proposal penelitian melibatkan mahasiswa.
1. Wakil Rektor I 2. Ka LPPM 3. Wakil Dekan I 4. Wakil Direktur I 5. Kapus Penelitian 6. Kejur
7. Koorprodi 8. Dosen/Peneliti 9. Mahasiswa
2. Masalah : Publikasi artikel hasil penelitian/PkM
dosen masih rendah.
Akar Masalah : Motivasi dosen yang masih rendah untuk publikasi pada jurnal internasional bereputasi, nasional terakreditasi sinta 1, 2, 3, atau 4.
1. Lembaga bersama Fakultas mendorong dosen untuk melakukan publikasi hasil
penelitian/PkM pada jurnal internasional bereputasi, nasional terakreditasi sinta 1, 2, 3, atau 4.
2. Pemberian bobot yang lebih besar bidang publikasi pada sistem remunerasi, atau dengan cara penghargaan yang lainnya yang lebih efektif.
3. Pimpinan menyususn jadwal yang pasti dan jelas untuk publikasi dosen, misal tuntutan publikasi pada kontrak
1. Wakil Rektor I 2. Wakil Rektor II 3. Ka LPPM 4. Wakil Dekan I 5. Wakil Dekan II 6. Wakil Direktur I 7. Wakil Direktur II 8. Pusat Penelitian 9. Tim Remunerasi 10. Pusat Publikasi 11. Kejur
12. Koorprodi 13. Dosen
No. Hasil Audit Rencana Tindak Lanjut Penanggungjawab 3. Masalah : HKI hasil penelitian
dosen masih rendah.
Akar Masalah : Motivasi dosen yang masih rendah untuk mendaftarkan HKI hasil penelitiannya.
1. Lembaga bersama Fakultas mendorong dosen untuk
mendaftarkan hasil penelitian memperoleh HKI, aktifkan pusat Hak Cipta LPPM.
2. Pemberian bobot yang lebih besar bidang publikasi hasil penelitian pada sistem remunerasi, atau dengan cara penghargaan yang lainnya yang lebih efektif.
3. Pimpinan terkait menyususn jadwal yang pasti dan jelas untuk pendaftaran HKI dosen, misal tuntutan publikasi pada kontrak kerja penelitian untuk beberapa skim tertentu.
1. Wakil Rektor I 2. Wakil Rektor II 3. Ka LPPM 4. Wakil Dekan I 5. Wakil Dekan II 6. Wakil Direktur I 7. Wakil Direktur II 8. Tim Remunerasi 9. Pusat Hak Cipta 10. Kejur
11. Koorprodi 12. Dosen
C. Bidang PkM
1. Masalah : Prodi tidak memiliki Roadmap Pengabdian kepada Masyarakat.
Akar Masalah: Lembaga/Fakultas belum mewajibkan prodi untuk menyusun Roadmap PkM dan dosen pada umumnya merujuk Roadmap PkM LPPM.
1. Pimpinan Fakultas mewajibkan prodi untuk menyusun roadmap PkM.
2. Pimpinan mensyaratkan pengajuan proposal PkM merujuk pada roadmap PkM prodi.
1. Wakil Rektor I 2. Ka LPPM 3. Wakil Dekan 4. Wakil Direktur I 5. Pusat PkM 6. Kejur 7. Koorprodi
2. Masalah : Publikasi artikel hasil PkM dosen masih rendah.
Akar Masalah : Motivasi dosen yang masih rendah untuk publikasi pada jurnal internasional bereputasi, nasional terakreditasi sinta 1, 2, 3, atau 4.
1. Lembaga bersama Fakultas mendorong dosen untuk melakukan publikasi hasil PkM pada jurnal internasional bereputasi, nasional terakreditasi sinta 1, 2, 3, atau 4.
4. Pemberian bobot yang lebih besar bidang publikasi pada sistem remunerasi, atau dengan cara penghargaan yang lainnya yang lebih efektif.
1. Wakil Rektor I 2. Wakil Rektor II 3. Ka LPPM 4. Wakil Dekan I 5. Wakil Dekan II 6. Wakil Direktur I 7. Wakil Direktur II 8. Tim Remunerasi 9. Pusat PkM 10. Pusat Publikasi 11. Kejur
12. Koorprodi 13. Dosen
No. Hasil Audit Rencana Tindak Lanjut Penanggungjawab 5. Pimpinan menyususn
jadwal yang pasti dan jelas untuk publikasi dosen, misal tuntutan publikasi pada kontrak kerja PkM.
3. Masalah : HKI hasil PkM dosen masih rendah.
Akar Masalah : Motivasi dosen yang masih rendah untuk
mendaftarkan HaKI hasil PkMnya.
1. Lembaga bersama Fakultas mendorong dosen untuk
mendaftarkan hasil PkM memperoleh HKI, aktifkan pusat Hak Cipta LPPM.
2. Pemberian bobot yang lebih besar bidang publikasi hasil PkM pada sistem remunerasi, atau dengan cara penghargaan yang lainnya yang lebih efektif.
3. Pimpinan menyususn jadwal yang pasti dan jelas untuk pendaftaran HKI dosen, misal tuntutan publikasi pada kontrak kerja PkM untuk beberapa skim tertentu.
1. Wakil Rektor I 2. Wakil Rektor II 3. Ka LPPM 4. Wakil Dekan I 5. Wakil Dekan II 6. Wakil Direktur I 7. Wakil Direktur II 8. Pusat PkM 9. Tim Remunerasi 10. Pusat Hak Cipta 11. Kejur
12. Koorprodi 13. Dosen
4. Masalah : Pelibatan mahasiswa dalam PkM dosen minim.
Akar Masalah :
PkM dosen jarang melibatkan mahasiswa .
1. Setiap dosen membuat PkM agar melibatkan mahasiswa.
2. Pimpinan Fakultas membuat kebijakan untuk mewajibkan pengajuan proposal PkM melibatkan mahasiswa.
3. Mahasiswa melalui HMJ/BEM untuk menyusun program PkM yang melibatkan semua civitas Jurusan/Prodi.
1. Wakil Rektor I 2. Ka LPPM 3. Wakil Dekan I 4. Wakil Direktur I 5. Pusat PkM 6. Kejur 7. Koorprodi 8. Dosen/Pengabdi 9. Mahasiswa
D. Bidang Tambahan (Visi Misi, Tata Pamong, Mahasiswa, dan Luaran Mahasiswa)
1. Masalah: Siklus SPMI di fakultas atau prodi belum berjalan dengan optimal.
Akar Masalah: Keberadaan GKM Fakultas/Prodi belum berfungsi dengan baik dalam
memenuhi 4 aspek, yaitu miliki dokumen
1. Pimpinan Fakultas mengaktifkan keberadaan unit pelaksana
penjaminan mutu pada setiap Aras (universitas, fakultas, prodi).
1. Wakil Rektor I 2. Wakil Rektor II 3. Ka LPPPM 4. Wakil Dekan 1 5. Wakil Direktur 1 6. Kepala PJM 7. Ketua GKM
No. Hasil Audit Rencana Tindak Lanjut Penanggungjawab
legal, tersedia dokumen mutu,
terlaksana siklus penjaminan mutu, dan ada bukti yang sahih pelaksanaannya.
2. Disusun tupoksi yang jelas antara GKM fakultas dan GKM Prodi.
3. GKM menyusun Dokumen SPMI, dan melakukan evaluasi secara berkala,
khususnya pada bidang pembelajara.
4. Pemberiaan grade pada sistem Remunerasi untuk pengelola GKM
Fakulta/Prodi.
8. Tim Remunerasi 9. Ketua Jurusan 10. Koorprodi
2. Masalah: Prodi tidak melakukan tracer study yang lebih spasifik terkait keprodiannya..
Akar Masalah: Prodi hanya bertumpu pada hasil tracer study yang dilakukan Lembaga melalui UPT-PKKM, dan tidak mengkaji lebih jauh tentang keprodiannya.
1. Pimpinan Fakultas mewajibkan kembali prodi untuk penelusuran kepada alumni untuk hal- hal yang lebih spesifik tentang keprodiannya.
2. Pinpinan mewajibkan prodi untuk
berkoordinasi dengan UPT-PKKM terkait tracer study, dan meminta kembali mengkaji serta
menganalisis hasil dari UPT-PKKM terkait hasil penelusuran prodinya.
Pimpinan mewajibkan prodi untuk menyusun kurikulum, visi misi prodi merujuk pada hasil tracer study, dan
dimonev secara berkala.
1. Wakil Rektor I 2. Wakil Rektor III 3. Ka LPPPM 4. Wakil Dekan 1 5. Wakil Direktur 1 6. Wakil Dekan III 7. UPT-PKKM 8. Ketua Jurusan 9. Koorprodi
3. Masalah: Prodi belum mempunyai Renstra.
Akar Masalah: Belum ada kebijakan untuk menyusun Renstra Prodi, dan hanya merujuk pada Renstra Fakultas
1. Pimpinan Fakultas menyusun dan
menetapkan kebijakan untuk mewajibkan prodi menyusun Renstra.
2. Prodi membuat tim penyusun renstra yang merujuk pada renstra fakultas dan universitas.
3. Monitoring dan evaluasi penyusunan renstra prodi melalui GKM.
1. Wakil Rektor I 1. Wakil Dekan I 2. Wakil Direktur I 3. Ka LPPPM 4. Kejur 5. Ketua GKM 6. Koorprodi
4. Masalah: Jumlah luaran
penelitian/PKM mahasiswa yang
1. Pimpinan mewajibkan dosen untuk melibatkan
1. Wakil Rektor I 2. Wakil Rektor III
No. Hasil Audit Rencana Tindak Lanjut Penanggungjawab mempunyai HKI, teknologi tepat
guna atuapun buku ber-ISBN masih rendah.
Akar Masalah: Minimnya pelibatan mahasiswa dalam
pelaksanaan penelitian/PkM dosen, serta ketidaktauan mahasiswa terkait luaran tersebut.
mahasiswa dalam penelitian/PkM.
2. Memberikan pelatihan kepada mahasiswa terkait publikasi luaran
penelitian/PkM.
3. Menghimbau dosen untuk turut serta mencantumkan nama mahasiswa yang diajak berkolaborasi dalam publikasi.
4. Pimpinan membentuk tim percepatan publikasi mahasiswa.
3. Wakil Dekan I 4. Wakil Direktur I 5. Wakil Dekan III 7. Ka LPPM 8. Kejur 9. Ketua GKM 10. Koorprodi
Tabel: Rencana Tindak Lanjut Pada Skala Prioritas
No Aktivitas Sub-aktivitas PIC Waktu Pendanaan
1 Optimalitas peran GKM di tingkat Prodi dan GKM Fakultas
a. Workshop penysusunan dokumen fungsionalitas GKM b. Workshop penyusunan
dokumen prosedur penyelenggaraan pembelajaran daring c. Workshop penyusunan
instrumen pemenuhan fungsionlitas GKM
Dekan, Wakil Dekan I, PJM, GKM Fakultas, GKM prodi Kajur, Koorprodi
Segera 2021
Wajib dianggarkan
2 Pelatihan dan pendampingan penyusunan RPS
a. Workshop penyusunan RPS berbasis problem/project- based learning
b. FGD integrasi penyusunan kurikulum berkonsep link and match DUDI dan Fakultas
Wakil Dekan I, kajur, koorprodi, semua dosen pengampu MK kompetensi keahlian
Segera 2021
Wajib dianggarkan
3 FGD (focus group discussion) untuk menyusun Innovative subject course
c. FGD innovative subject course
Koorprodi, Dosen di masing- masing prodi
Segera 2021
4 Pembentukan serta Optimalitas tim percepatan lector kepala dan guru besar.
a. Pembentukan tim percepatan LK dan GB.
Wakil Dekan I, Dosen LK
Segera 2021
Wajib dianggarkan
5 Penyusunan Renstra Prodi serta roadmap P2M prodi
a. Workshop penyusunan Renstra
Koorprodi, GKM prodi, dosen di masing- masing prodi
Segera 2021
Wajib dianggarkan