Dosen: Prof.Dr. Abdul Hakim, MSi
FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG Rumah :
Jl. Kwoka F-24 Badut Permai Malang 65146
Telp. 0341-560620 HP. 0813 3433 0077
Email : [email protected]
HASIL KAJIAN BARU TEORI MODERNISASI
Jawaban atas kritik
- Menghindari anggpn bahwa nilai tradisional dan modern itu bertolak belakang, ttp saling mempengaruhi satu sama lain
− Anaisis tdk lg bersift abstrak ttp fokus pd kasus nyata
− Tdk lg menjadikn Barat sbg model, ttp Negara Dunia Ketiga dpt memilih model sendiri yg sesuai
− Walaupun perhatian utama mash pd faktor internal, namun teori modernisasi baru tdk mengabaikn peng faktor eksternal
Modernisasi Klasik Modernisasi Baru Fokus Perhatian Negara Dunia Ketiga Sama
Tingkat Analisis Nasional Sama
Variabel Pokok Faktor internal: nilai budaya, pranata sosial
Sama
Konsep Pokok Tradisional dan modern Sama Implikasi Kebijakan Modernisasi memberikn
manfaat positif
Sama Tradisi Sebagai penghalang
pembangunan
Faktor positif pembangunan Metode kajian Abstrak dan konstruksi
tipologi
Studi kasus dan analisis sejarah
Arah Pembangunan Linier dan menjadikan AS sebagai model
Arah dan model banyak Faktor ekstern dan
konflik
Tdk memperhatikan Lebih memperhatikan
Siu Lun Wong: Familiisme dan Kewiraswastaan
- Praktek manajemen paternalistik dlm banyak perush di Hongkong, dng ciri-ciri: pengndalian dan pengawasn yg ketat, tdk mengenal pendelegasian wewnenag dan kekuasaan, pemberian imbalan didasrkn ats kebaikn hati, manajemen sbg pelindung dan penjaga moral bawahan, menolak UU pekerja dan tdk menyetujui adanya serikat pekerja
- Hubungan paternalistik tlh membantu pengusaha untuk memperthankn tenaga kerja, menghambt tumbuhnya kesadaran kelas, meminimalisir terjadinya pemogokan atau bentuk tuntutan lainnya.
- Nepotisme memberikn andil thdp keberhasiln perush di Hongkong. Pada saat kritis etnis Cina meminta bantuan keluarga. Perush kecil anggota keluarga berfungsi sbg tenaga kerja. Agar dpt bersaing tenaga
Siu Lun Wong: Familiisme dan Kewiraswastaan
- Mode pemilikn keluarga membantu kebrhsilan usaha etnis Cina di Hongkong. Karena: konflik dpt diminimalisir, konsensus mudah dicapai, mampu menutupi rahasia
- Pranata keluarga tlh mendukung pembangunan ekonomi, melalui ETOS USAHA KELUARGA
- Ciri-ciri Etos Usaha Keluarga:
(1) konsentrasi tinggi dlm proses pengambiln keputusan krn struktur organ tdk formal;
(2) otonomi tinggi dan bekerja mandiri sangt disukai;
(3) ush keluarga jarang berjangka panjang dan sering tdk stabil
Michael R.Dove: Budaya Lokal dan
Pembangunan di Indonesia
• Tradisionl tdk hrs berarti terblkng. Budaya trad sll terkait dgn proses perub sosial, eko, dan pol masy di tempt budaya trad tsb berada. Budaya trad sll menglmi perub yg dinamis, krn itu tdk mganggu proses pemb
• Ada pandangn negatif dr ilmuwan dan pengelola pemb di Indon, yg meliht bud trad sbg tanda keterblakngn dan peghmbt pemb di Indon. Hal ini disebabkn krn:
(1) penelitian thdp bud trad tdk dilakukn scr cermat, peneliti tdk bertmu muka scr langsng dgn target group (2) tdk ada bud ilmiah yg tinggi di kalangn ilmuwan Indon, hasil riset tdk dipublikasikn
Winston Davis: Teori Brikade
* Davis merevisi kajian agama di Jepang yg dilakukan Weber, dgn menyatakn:
Weber menawarkn Teori Lintas Gawang, yg menyatakn bahwa pemb mrpkn seprgkt rintangn panjng yg melintg sejk grs permulaan (masy trad) sampai grs akhir (masy modern). Negara brkmbng yg berhsil melewati rintgn akan diberi ganjaran brupa julukn masy modern dan rasional
Rintangan:
(1) rintgn ekonomis: menghapus sikp tdk rasional, sikp boros, tdk produktif, dan pasr yg tdk bebas
(2) rintgn sospol: penghapsan patrimonialisme, eko kekeluargaan, birokrasi yg ruwet, pemishn milik pribd dgn usha
Winston Davis: Teori Brikade
(3) Rintgn psikologi: hapus sikp malas, penolkn nilai gaib, tdk punya sikp etis untuk hidup lbh baik
Menurut Davis, Weber dan para pengikutnya dlm Teori Modernisasi tlh membuat ksalhn dlm menjlaskn keterkaitn antra agama dgn pemb, sbb.:
(1) Asumsi yg sembargn bahwa agama adlh satu2nya sumbr “etos spritual” untuk mncapai modernisasi. Menrut Davis masy membthkn berbgai macm sumbr spirit untk maju dan brkmbg (2) Weber menganggp sekularisasi sbg bagian tdk trpshkn dr modernisasi dan sivilisasi. Menurut Davis, tdk semua spirt mengalami sekularisasi yg sama, dan bahkn bbrp spirit tdk mengalami sekularisasi
(3) Pengkut Weber tll berlbihn dlm menjlskn keunikn bud Jepang.
Menurt Davis, mereka tdk memprhatikn faktr2 hub sos yg lain:
kepen indivdu, persaingn, konflik, dsb.
Winston Davis: Teori Brikade
• Yg ditakuti masy tradisionil bkn modernisasi ttp kerusuhn sos dan kekejian moral yg timbul sbagai akibt kapitalisme
• Davis melukiskn masy trad dlm tiga lingkran yg terkonsentris sbb.
(1) Lingkrn terdlam mrpkn representasi eko dan nilai yg terkait (mis.: kebtuhn berprestasi dan universalitas) (2) Lingkrn luar mrpkn representasi masy dan nilai yg
terkait (mis.: status dan hub kekuasaan)
(3) Lingkrn tengah menggambrkn wujud “brikade imunisasi” yg ditumbhkn oleh masy trad untuk menghalangi perkmbngn eko. Brikade ini termsk nilai-nilai tabu, kegaiban, agama tradisionil, nilai moral, hukum, filosofi, dan agama rakyat
Winston Davis: Teori Brikade
Model Davis ttg Masy Tradisional
* Bahwa pemb eko tdk hanya trjdi ketika agen pemb mampu mendaki dan menyerng benteng masy, ttp jg ktika pembts tsb mulai menua dan melemah, dan akhirnya mulai sdkt demi sdikit tumbang atau ketka benteng perthanan tsb kehilangn semangt dan pegangn dan kemudian menyerh.
Winston Davis: Teori Brikade
Model Davis ttg Pembangunan dan Sekularisasi
Winston Davis: Teori Brikade
Model Davis ttg Masyarakat Industri
• Indutri membthkn perlndungn dr masy, brikade baru lahr untuk melindungi eko dr gangguan masy.
Brikade ini meliputi “sikap agama sekuler yg sgt menghargai harta kekayaan, ekonomi kapitalis, reformasi adm, dan teori Jepang”.
Samuel Huntington: Demokrasi di Dunia Ketiga
• Lipset (1960-an): ketrkaitn positif pemb eko dgn dmkrsi. Semkn mju suatu neg scr eko, smkn bsr peluang untuk mengakkn tatanan pol yg demokrts.
• 1970-an banyak pemrnthn demok tumbang, dan baru tahun 1980-an muncul kembali hrapn positif
• Prakondisi Demokrasi:
- kemakmurn eko, memungkinkn tumbuhnya mlek huruf, pendik, pengenaln infor lwt media - mendorong tumbuhnya demok
- struktur sos yg artikulatif dan tersebr merata scr luas serta tersedia brbgai kel yg scr relatif otonom (kel usahawan, profesi, agama, etnis). Persoaln Dunia Ketiga adlh sedkitnya jumlh kaum borjuis yg otonom
Samuel Huntington: Demokrasi di Dunia Ketiga
• Prakondisi Demokrasi:
- lingkungn internasionl, pengaruh AS
- faktor budaya, ada hub atr agama dgn budaya pol.
Protestan memlki kaitn tinggi dgn demok, Katholik mmliki hub sedang/modert, Shinto dan Hindu tdk mghalangi proses demok, sedangkn Islam, Konfusianisme, Budhisme menyiapkn ladang subur bg tumbuhnya pem otoriter
Kesimpulan:
• Prakondisi tumbhnya demok: kemakmrn eko, struktr sos yg pluralistik, pengrh relatif masy thdp negra, budya yg toleran dan kompromistis
• Tdk ada prakondisi yg bsifat wajib bg perkem demok kcuali sistem eko pasar
• Diprlukn kombnasi dr prakon tsb
Samuel Huntington: Demokrasi di Dunia Ketiga
• Proses Demokratisasi
Model Linier: Inggris dan Swedia
Inggris: muncul hak sipil - muncul hak pol lembg legislatif dan kabinet berkembg berkemb hak pilih Swedia: muncl rasa persatuan dan kestuan nas
perjuangn pol yg panjg tanpa kepastian muncl konsensus nas untu menrapkn demok usaha konsisten untuk menrpkn demok dlm pmernthn Model Siklus: Amerika Latin
Pergantian scr teratur dr mnculnya demok dan despotisme. Elit masy sepkat menerpkn demok. Ada pemilhn umum yg teratur, tp pmernth yg terplih dpt digantikn lwt kudeta militer. Stlh itu ada pemilu lg untuk memilih pem sipil
Samuel Huntington: Demokrasi di Dunia Ketiga
• Proses Demokratisasi
Model Dialektis: Jerman, Italia, Spanyol
Klas menegh kota mendeskn kepntgn polnya kpd pem otoriter pem demok (waktu singkt) pem otoriter pme otoriter berakhir, masa transisi (panjang) pem demok
Model Demokratisasi Ideal mnrt Huntington:
Prumsn dan pengmb identits nas pengmb pranata pol yg efektif pengmb partisipasi pol
Mnrt Huntington: jk partisipasi pol dikemb pd tahap awal mk yg terjadi adlh ketidakstabiln pol dan kekerasan