UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI MEDIA BUKU CERITA
BERGAMBAR PADA SISWA KELAS I SD NEGERI 08 TALANG KELAPA SUKAJADI
Triya Oktresia Arta, Muhammad Afandi, M.Pd. I, Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Raden Fatah
Palembang,
Email : [email protected] Abstrak
Minat membaca merupakan salah satu faktor pendukung untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Namun, pada kenyataannya, banyak anak yang belum sadar akan hal tersebut. Mereka cenderung lebih banyak menghabiskan waktu mereka untuk bermain, menonton TV dan hal-hal yang kurang penting lainnya.. Upaya meningkatkan minat baca siswa sekolah dasar menjadi tanggung jawab bersama, antara siswa itu sendiri, guru maupun orang tua. Namun rendahnya minat baca siswa di sekolah dasar menjadi salah satu halangan, kurangnya keinginan dan kemauan dari siswa itu sendiri, guru juga belum mengharuskan siswa untuk membaca buku saat pembelajarn yang diajarkan kepada siswa. Dalam upaya meningkatkan minat baca siswa sekolah dasar sebaiknya siswa diberi dukungan agar minat baca itu muncul dari diri siswa dan dikenalkan dengan bahan bacaan supaya siswa tersebut terbiasa membaca, maka dari itu kebiasaan membaca siswa dimasa duduk di bangku sekolah dasar akan menumbuhkan minat baca yang tinggi hingga siswa tumbuh dewasa.Tujuan Pembuatan artikel Ilmiah ini yaitu untuk membantu anak-anak mengembangkan potensi-potensi khuususnya di bidang minat baca pada anak kelas 1 SD N 08 Talang Kelapa di Desa Sukajadi , dengan Media Buku Cerita Bergambar
Kata kunci: Pendidikan, Anak, Membaca, Buku Cerita Bergambar
Abstract
Interest in reading is one of the supporting factors to improve student achievement. However, in reality, many children are not aware of this. They tend to spend more of their time playing, watching TV and other less important things. Efforts to increase the reading interest of elementary school students are a shared responsibility, between students themselves, teachers and parents. However, the low reading interest of students in elementary schools is one of the obstacles, the lack of desire and willingness from the students themselves, the teacher also does not require students to read books when learning what is taught to students. In an effort to increase reading interest in elementary school students, students should be given support so that interest in reading emerges from students and is introduced to reading materials so that students are accustomed to reading, therefore the reading habit of students while sitting in elementary school will foster a high reading interest up to students grow up. The purpose of making this scientific article is to help children develop their special potential in the field of reading interest in 1st graders at SD N 08 Talang Kelapa in Sukajadi Village, with Picture Story Book Media
Keywords: Education, Children, Reading, Picture Story Books
PENDAHULUAN
Bahasa Indonesia adalah alat komunikasi yang dipergunakan oleh masyarakat Indonesia untuk keperluan sehari-hari,misalnya belajar,bekerja sama,dan berinteraksi. Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional dan bahasa resmi di Indonesia. Bahasa nasional adalah bahasa yang menjadi standar di Negara Indonesia. Sebagai bahasa nasional,bahasa Indonesia tidak mengikat pemakainya untuk sesuai dengan kaidah dasar. Bahasa Indonesia digunakan secara non resmi,santai dan bebas. Dari pengertian Bahasa Indonesia di atas maka Bahasa Indonesia tidak terlepas dari sudut pandang yang dapat kita lihat seperti salah satunya tentang membaca.
Menurut Sudarso (1993:4) membaca adalah aktivitas yang kompleks dengan mengarahkan sejumlah besar Tindakan yang terpisah-pisah. Kita harus menggunakan pngertian dan khayalan, mengamati dan mengingat-ingat. Kita tidak dapat membaca tanpa menngerakan mata atau tanpa pikiran kita.
Pemahaman dan kecepatan membaca menjadi amat tergantung pada kecakapan dalam menjalankan setiap organ tubuh yang di perlukan untuk itu. Pendapat soedarso tersebut senada gengan penpat Tampubolon (1993;41) yang mengatakan bahwa membaca adalah suatu kegiatan fisik dan mental. (1986: 8-9) berpendapat bahwa membaca adalah memetic serta memahami arti atau makna yang terkandung dalam bahan tertulis.
Membaca merupakan proses yang menuntut pembaca melakukan proses yang menuntut pembaca melakukan pertukaran ide dengan penulis melalui teks.
Atas dasar pijakan tersebut Harjasujana (1987) dikutip oleh Harras dan Sulistianingsih (1997:1.7) mengatakan bahwa membaca dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan komunikasi interaktif yang memberikan kesempatan kepada pembaca dan penulis untuk membawa latar belakang dan Hasrat masing- masing. Sekali lagi pengertian atau definisi membaca itu banyak sekali ragamnya.oleh karena itu yang penting bagi kita bukan menghafalkan aneka definisi tersebut. Yang terpenting bagi kita ialah memahami alasan-alasan yang melatarbelakangi dari definisi-definisi tersebut. 1
Dari definisi membaca diatas dapat disimpulkan bahwasanya kurangnya minat belajar siswa dalam hal membaca terlebih lagi bagi siswa kelas satu yang mungkin masih ada siswa yang buta huruf. Rendahnya minat baca dapat berdampak buruk baik dari diri siswa sendiri maupun orang lain karena penyebab utama rendahnya minat baca siswa itu bisa jadi dari lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah yang memang kurang mendukung dalam aktivitas membaca.
Masalah minat baca sampai saat ini masih menjadi perhatian kita bersama, karena minat baca masyarakat Indonesia relatif masih sangat rendah. Rendahnya budaya membaca ini juga dirasakan pada pelajar dan mahasiswa. Perpustakaan di sekolah/kampus yang ada jarang dimanfaatkan secara optimal oleh siswa/mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia belum
1 Irwan P. Ratu Bangsawan, Minat Baca Siswa, edisi ke-1. (Kabupaten Banyuasin:Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata,2018) 13-15
mempunyai budaya membaca. Sehingga wajar apabila Indeks Sumber Daya Manusia bangsa Indonesia juga rendah.
Minat baca merupakan perpaduan antara keinginan, kemauan, dan motivasi.
Motivasi membaca mengandung pengertian kekuatan dalam diri yang mampu menarik perhatian individu untuk melakukan aktivitas, memahami informasi dan makna yang terkandung dalam bahasa tertulis. Secara umum yang dimaksud dengan minat baca dapat dikaitkan sebagai dorongan yang timbul, gairah atau keinginan yang besar pada diri manusia yang menyebabkan seseorang menaruh perhatian pada kegiatan membaca.
Minat baca bukanlah sesuatu yang lahir begitu saja pada diri seseorang, akan tetapi, minat baca harus dipupuk dan dibina semenjak dini. Sinambela (2005) mengartikan minat membaca adalah sikap positif dan adanya rasa keterikatan dalam diri anak terhadap aktivitas membaca dan tertarik terhadap buku bacaan. Aspek minat membaca meliputi kesenangan membaca, frekuensi membaca dan kesadaran akan manfaat membaca, sedangkan menurut Kamah (2002: 5) menyatakan, bahwa minat baca berarti adanya perhatian atau kesukaan (kecenderungan hati) untuk membaca.2
Upaya meningkatkan minat baca perlu dibiasakan sejak awal pembelajaran agar siswa dapat memahami makna dari isi teks tertulis yang telah dibaca.
Membaca dapat dilakukan asalkan ada keinginan, kemauan dan dorongan dalam diri individu siswa sebagi seorang guru dan orang tua sebaiknya memberi dukungan. Bahwa kebiasaan membaca harus dimulai sejak awal tidak hanya disekolah menjadi tempat menumbuhkan minat membaca tetapi juga dirumah atau lingkungan yang dapat memberi hal yang positif bagi siswa dan dapat memanfaatkan buku- buku pembelajaran yang dapat meningkatkan minat baca siswa itu sendiri.
Oleh sebab itu perlu adanya kesadaran dari siswa dan dorongan dari orang tua untuk meningkatkan minat serta kemampuan membaca sejak dini. Minat membaca merupakan sikap positif dalam diri individu peserta didik terhadap aktivitas membaca dan rasa tertarik terhadap buku bacaan. Dimulai dengan
2 Sudarsana, Undang. 2014.Pembinaan Minat Baca. Jakarta: Universitas Terbuka
menumbuhkan minat setelah itu anak akan mulai terbiasa sehingga anak menjadi lebih familiar dan menjadikan membaca sebagai suatu kebutuhan.
METODE PENELITIAN
Penulis dalam penelitian ini dilaksanakan di SDN 08 Talang Kelapa yang berada di Desa Sukajadi. Pada kegiatan atau proses belajar mengajar berlangsung siswa hari senin – sabtu dari jenjang pendidikan kelas 1-6 anak sekolah dasar.
Dalam kegiatan ini penulis lebih memfokuskan penelitian pada siswa kelas 1 menurut data yang ada bahwasanya jumlah siswa kelas 1 di SD Negeri 08 Talang Kelapa terdapat sekitar 28 siswa yang terdaftar sesuai absen yang telah diberikan oleh guru wali kelas nya masing-masing.
Dalam penelitian ini penanaman ilmu pengetahuan salah satu nya minat baca pada anak/siswa ini dilakukkan di SD tersebut tepatnya di SD N 08 Talang Kelapa Desa Sukajadi dengan suasana pembelajaran yang cukup menarik sehingga mampu menimbulkan ide baru bagi penulis. Dan dalam kenyataan nya di SD tersebut sudah menyediakan ruang perpustakaan guna membantu guru untuk menerapkan metode bercerita dengan buku-buku yang telah disediakan untuk menarrik siswa atau mendorong siswa agar lebih giat dan minat dalam membaca.
Dalam penelitian ini penulis metode yang diambil yaitu Metode Kualitatif yaitu penelitian menggunakan cara, langkah, dan prosedur yang lebih melibatkan data dan informasi yang diperoleh melalui responden sebagai subjek yang dapat mencurahkan jawaban dan perasaannya sendiri untuk mendapatkan gambaran umum yang holistik mengenai suatu hal yang diteliti. Adapun media yang saya gunakan dalam penelitian tersebut yaitu dengan Media Buku Cerita Bergambar.
menurut (Murti Bunata,2010) buku cerita bergambar atau cergam dapat menjadi suatu media dalam menyampaikan informasi dan pesan.
Teknik Pengumpulan Data
Dalam artikel ilmiah ini, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.
1) Observasi
Secara umum pengertian observasi adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan penvatatan secara sistematis terhadap fenomena- fenomena yang dijadikan obyek pengamatan. Observasi sebagai alat pengamatan banyak digunakan untuk menilai tingkah laku individua tau proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati . observasi yang dapat menilai atau mengukur hasil belajar ialah tingkah laku.3
Metode observasi adalah cara pengumpulan data dengan cara melakukan pencatatan secara sistematik. Pada tahap pengumpulan data peneliti mengumpulkan data dengan melakukan observasi lapangan dengan menggunakan. pedoman observasi. Observasi yang di lakukan yaitu mendapatkan data-data siswa kelas 1 SD Negeri 08 Talang Kelapa dan Buku sebagai Media yang diterapkan dalam penelitian ini.
Pedoman observasi berisi tentang pernyatan-pernyataan singkat tentang
“Upaya Meningkatkan Minat Baca Anak Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Dengan Media Buku Cerita Bergambar di SD N 08 Talang Kelapa”.
2) Wawancara
Wawancara adalah komunikasi antara dua pihak atau lebih ysng biss dilakukan dengan tatap muka di mana salah satu pihak berperan sebagai interviewer dan pihak lainnya berperan sebagai interviwee dengan tujuan tertentu, misalnya untuk mendapat informasi serta mengumpulkan data yang diperlukan. Interviewer menanyakan sejumlah pertanyaan kepada interviewee untuk mendapat jawaban.4
Atau dengan kata lain wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan cara bertanya langsung dengan responden.
Responden disini harus dapat menjawab pertanyaan pertanyaan dengan terbuka, jujur dan jelas. Dalam proses wawancara, penulis akan melakukan percakapan bisa dengan memasukkan beberapa pertanyaan
3 Djaali Haji,Pudji Muljono, Pengukuran Dalam Bidang Pendidikan, (Jakarta: Grasindo, 2008) hlm 16
4 Padhallah RA,
yang berkaitan dengan persoalan penelitian. Pada penelitian ini peneliti juga mengumpulkan data melalui wawancara guna memperoleh data yang lebih akurat, yang belum ditemukan penulis selama kegiatan observasi. Adapun pertanyaan yang diberikan kepada responden antara lain :
3) Dokumentasi
Dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal atau variable terakait penelitian yng berupa catatan kegiatan, buku-buku, jurnal dan literatul lain yeng berhubungan dengan penelitan.Metode ini dipakai untuk menyempurrnakan data-data yang diperoleh dari metode observasi dan wawancara yang dilakukan oleh penulis selama penelitian. Selain itu, penulis juga mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan tema penelitian, meliputi buku-buku, jurnal-jurnal dan literatur lainnya yang relevan dengan penelitian ini.
Teknik Analisis Data
Peneliti dalam tahapan ini melakukan serangkaian proses analisis data kualitatif sampai pada interpretasi data-data yang telah diperoleh sebelumnya.
Proses analisis data yaitu dengan melakukan pengumpulan data terlebih dahulu kemudian peneliti melakukan antisipasi data dilanjutkan dengan melakukan reduksi data setelah itu peneliti melakukan display data dan terakhir peneliti melakukan kesimpulan dari data yang sudah disimpulkan. Adapun langkah- langkah teknik analisis data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Reduksi Data
Mereduksi data berarti merangkum, memilah hal yang pokok, menfokuskan kepada hal yang penting, dicari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu. Karena data yang dari lapangan cukup banyak maka diperlukanlah analisis data yaitu reduksi data.Kemudian
peneliti mengelompokkan jenis data sesuai dengan masalah yang telah dirumuskan untuk mendapatkan gambaran yang jelas.
2) Penyajian Data
Langkah kedua setelah reduksidata adalah penyajian data. Dengan penyajian data maka akan memudahkan untuk memahami yang akan terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut. Untuk menyajikan data dalam bentuk kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.
3) Kesimpulan-kesimpulan penafsiran atau verifikasi
Langkah ketiga adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Dalam penelitian ini peneliti menarik kesimpulan berdasarkan pengumpulan data yang dikelompokkan atau ditampilkan baik yang sesuai maupun tidak sesuai dengan hasil yang didapat. Kesimpulan penelitian ini nanti akan didapat setelah peneliti melihat bagaimana “Upaya Meningkatkan Minat Baca Anak Melalui Kegiatan Bercerita Dengan Media Buku Bergambar Di SD Negeri 02 Talang Kelapa”
PEMBAHASAN
Membaca adalah kegiatan seseorang dengan menggunakan pengamatan melalui mata untuk menterjemahkan dan menginterprestasikan tanda atau lambang di atas kertas atau bahan lainnya. Jadi membaca merupakan proses ingatan, penilaian, pemikiran, penghayalan, pengorganisasian pemikiran dan pemecahan masalah. Membaca merupakan alat untuk belajar dan untuk memperoleh kesenangan, informasi yang terkandung dalam suatu bacaan sehingga mendapat pengetahuan dan pengalaman untuk memenuhi kebutuhan manusia atau seseorang. Dengan demikian membaca dapat dipahami sebagai ; (1) Membaca adalah memahami bahasa tulisan, (2) Membaca adalah suatu proses mental yang rumit, dan (3) Membaca adalah berfikir (pemahaman bacaan adalah rekonstruksi, interpretasi dan evaluasi arti isi tulisan).
Tujuan pembinaan minat baca adalah untuk menciptakan masyarakat membaca (reading sosiety), masyarakat belajar (learning society) dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang ditandai dengan tercipta sumber daya
manusia (SDM) yang berkualitas sebagai piranti pembangunan nasional menuju masyarakat madani. Sasaran pembinaan yang dituju adalah masyarakat secara keseluruhan dalam berbagai lapisan yang ada meliputi segala usia, jenis kelamin, jenis dan jenjang pendidikan, jenis pekerjaan atau profesi, dan sebagainya.
Berdasarkan analisis yang dilakukan peneliti, peningkatan minat baca anak dipengaruhi oleh metode dan media yang digunakan dalam penyampaian materi.
Penggunaan metode serta media harus menarik supaya anak terangsang untuk mengikuti pembelajaran yang diberikan oleh guru. Penerapan media cerita bergambar dalam pembelajaran dapat meningkatkan minat baca anak. Hal ini dikarenakan dengan metode yang diterapkan anak akan lebih tertarik dengan isi buku yang dibacakan oleh guru. Keberhasilan metode bercerita dalam meningkatkan minat baca anak memang lebih besar dibandingkan dengan menerapkan metode lainnya. Hal ini karena dengan bercerita, maka anak akan terstimulasi dengan sendirinya melalui cerita-cerita menarik yang dibacakan oleh guru mereka. Hal ini sejalan dengan pendapat Musfiroh (2008:94), yaitu menstimulasi minat baca anak lebih penting daripada mengajarkan mereka membaca. Menstimulasi memberi efek menyenangkan, sedangkan mengajar seringkali justru membunuh minat baca anak, apalagi bila mengajarkannya dilakukan secara paksa.
Adapun lampiran dokumentasi penelitian saya di SD Negeri 02 Talang Kelapa Desa Kenten Laut, antara lain :
Gambar 1. Proses Belajar Mengajar di dalam ruang kelas
Gambar 2. Menyimak siswa membaca
Gambar 3. Buku Cerita yang digunakan
Gambar 4. Ruang Perpustakaan
Gambar 5. Menyimak siswa membaca di ruang perpustakaan
KESIMPULAN
Membaca merupakan bagian terpenting dalam peningkatan kualitas pendidikan yang lebih jauh lagi akan berpengaruh terhadap peningkatan sumber daya manusia. Dengan membaca akan banyak informasi yang didapat dan sekaligus menambah wawasan dan pengetahuan.
Oleh sebab itu metode bercerita dengan media buku cerita begambar dapat meningkatkan minat baca anak. Penerapan metode bercerita ini bisa berhasil karena didukung dengan media pembelajaran yangmenarik yaitu dengan menggunakan buku cerita bergambar disertai dengan alat-alat peraga tambahan yang mampu menarik perhatian anak. Mimik wajah guru yang disesuaikan dengan isi ceritamampu membuat siswa tertarik dan fokus terhadap cerita yang dibacakan serta penggunaan bahasa sederhana yang membuat anak mampu memahami isi cerita dan pesan-pesan moral yang disampaikan oleh guru.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, F. (2010). Meningkatkan Minat\ Membaca Siswa Sekolah Dasar Dengan Metode Glenn Doman Berbasis Multimedia. Jurnal Penelitian Pendidikan, 27(1)
Serrat, 2008. Storytelling. United States of America: Reed Elsevier Ray, 2009.
“Budaya Membaca”. Tabloid Pendidikan Gocara Edisi Mei 2009.
Madyawati, Lilis. 2016. Strategi Pengembangan Bahasa Pada Anak. Jakarta:
Prenada Media Group.
Dhien, Nurbiana, dkk. 2009. Materi Pokok Metode Pengembangan Bahasa.
Jakarta: Universitas Terbuka
Madyawati, Lilis. 2016. Strategi Pengembangan Bahasa Pada Anak. Jakarta:
Prenada Media Group.
Dhien, Nurbiana, dkk. 2009. Materi Pokok Metode Pengembangan Bahasa.
Jakarta: Universitas Terbuka
Tarigan, Henry Guntur. 2008. Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.
Bandung: Angkasa.