• Tidak ada hasil yang ditemukan

PIPA PENYALUR MIGAS DI LEPAS PANTAI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PIPA PENYALUR MIGAS DI LEPAS PANTAI"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

PIPA PENYALUR MIGAS DI LEPAS PANTAI

Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi

JAKARTA, 22 MARET 2021

(2)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

www.esdm.go.id @KementerianESDM Kementerian Energi

dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM @kesdm

Regulasi Keselamatan Pipa Penyalur Migas di Lepas Pantai

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

UU 11/2020 tentang Cipta Kerja dan turunan

(3)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

www.esdm.go.id @KementerianESDM Kementerian Energi

dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM @kesdm

UU 11/2020 tentang Cipta Kerja

& turunan terkait dengan pipa

bawah laut

(4)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

www.esdm.go.id @KementerianESDM Kementerian Energi

dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM @kesdm

UU 11/2020 tentang Cipta Kerja – terkait Pipa PENYALUR MIGAS DI Lepas pantai

▪ Minyak dan Gas Bumi sebagai sumber daya alam strategis tak terbarukan yang terkandung di dalam Wilayah Hukum Pertambangan Indonesia merupakan kekayaan nasional yang dikuasai oleh negara.

▪ Penguasaan oleh negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat melalui kegiatan usaha Minyak dan Gas Bumi.

▪ Kegiatan usaha Minyak dan Gas Bumi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terdiri atas Kegiatan Usaha Hulu dan Kegiatan Usaha Hilir.

▪ Kegiatan usaha Minyak dan Gas Bumi dilaksanakan berdasarkan Perizinan Berusaha dari Pemerintah Pusat.

Pasal 40

(5)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

www.esdm.go.id @KementerianESDM Kementerian Energi

dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM @kesdm

PP 5/2021 tentang Perizinan Berbasis Risiko - terkait PENYALUR MIGAS DI Lepas pantai

Pasal 41

▪ Perizinan Berusaha sektor energi dan sumber daya mineral terdiri atas subsektor minyak dan gas bumi;

ketenagalistrikan; mineral dan batubara; dan energi baru, terbarukan, dan konservasi energi.

▪ Perizinan Berusaha pada subsektor minyak dan gas bumi yang ditetapkan berdasarkan hasil analisis Risiko kegiatan usaha terdiri atas kegiatan survei umum; kegiatan usaha hulu; dan kegiatan usaha hilir.

Pasal 42

Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha pada subsektor minyak dan gas bumi terkait dengan Pipa Bawah Laut Migas:

✓ penetapan daerah terbatas terlarang pada kegiatan usaha minyak dan gas bumi;

✓ persetujuan layak operasi;

Pasal 45

▪ Kegiatan usaha hulu dilaksanakan oleh badan usaha atau bentuk usaha tetap berdasarkan kontrak kerja sama.

- kontrak kerja sama sebagaimana dimaksud diperlakukan sebagai lzin dalam kegiatan usaha hulu; dan - badan usaha atau bentuk usaha tetap yang menandatangani kontrak kerja sama wajib memiliki NIB.

▪ Penerapan Perizinan Berusaha sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak menghapus keberlakuan seluruh

ketentuan dalam kontrak kerja sama.

(6)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

www.esdm.go.id @KementerianESDM Kementerian Energi

dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM @kesdm

REGULASI KESELAMATAN PIPA PENYALUR MIGAS

DI Lepas pantai

(7)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

PIPA PENYALUR MIGAS (Offshore)

Survey Lokasi

Izin Lokasi Perairan

Izin Prinsip Penggelaran Pipa Penyalur

DEDC &

Penggelaran Pipa Penyalur

BU/BUT + surveyor KKP Ditjen Hubla - Kemhub BU/BUT + Kontraktor

BU/BUT melakukan Survey Lokasi bersama dengan surveyor (3

rd

party)

BU/BUT memanfaatkan ruang secara menetap dari sebagian perairan pesisir yang mencakup permukaan laut dan kolom air sampai dengan permukaan dasar laut pada batas keluasan tertentu

Survey bersama Hubla, Ditjen Migas, Pushidros AL, SKK Migas dan BU/BUT Migas

Detail Engineering Design and Contruction

serta penggelaran Pipa Penyalur Migas

Ditjen Hubla - Kemhub Ditjen Migas - KESDM

Ditjen Migas - KESDM

Berdasarkan hasil:

• Penelaahan Desain dari BU/BUT

• Hasil Inspeksi dari BU/BUT dan/atau Perusahaan Inspeksi

• Pemeriksaan Keselamatan dari Inspektur Migas

Berdasarkan rekomendasi Koordinat Pipa Penyalur dari Hubla, Migas menerbitkan penetapan DTT untuk dapat dituliskan dalam Berita Pelaut Indonesia oleh Pushidros AL

Hubla, Pushidros AL, SKK Migas dan BU/BUT melakukan on site verification setelah konstruksi pipa penyalur migas selesai digelar untuk Rekomendasi Kordinat dari Hubla

Persetujuan Layak Operasi (PLO)

Penetapan Daerah Terbatas Terlarang (DTT)

Rekomendasi Koordinat Daerah Terbatas Terlarang Pipa Penyalur Migas

PP No.21 Tahun 2021, PP No. 5 Tahun 2021, PP No. 27 Tahun 2021, PerMenHub No. 129 Tahun

2016

UU 22/2001, PP 11/1979, PP 17/1974,

PP 19/1973, Permen ESDM 18/2018 UU 1/1973, PP 17/1974 UU 1/1973, PP 17/1974, PerMenHub 129 / 2016

PP No.21 Tahun 2021, PP No. 5 Tahun 2021, PP No. 27 Tahun 2021, Permen

KP No. 54 Tahun 2020

Izin LIngkungan

KLHK

UU No. 32 Tahun 2009, PP No. 27 Tahun 2012, PM Lingkungan

Hidup No. 5 Tahun 2012

Dalam rangka perlindungan

dan pengelolaan lingkungan

hidup BU/BUT wajib

mendapatkan Izin Lingkungan

(8)

KETENTUAN TEKNIS & STANDAR PIPA PENYALUR MIGAS DI Lepas pantai

UU No 11 Tahun 2020 – Cipta Kerja

UU No 22 Tahun 2001 – Minyak dan Gas Bumi

Mijn Politie Reglement 1930 - Peraturan Keselamatan Kerja Tambang

PP 17 Tahun 1974 - Pengawasan Pelaksanaan Eksplorasi dan Eksploitasi Migas di Daerah Lepas Pantai

PP 11 Tahun 1979 - Keselamatan Kerja pada Pemurnian dan Pengolahan Migas PP 5 Tahun 2021 - Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko

Kepmen Pertambangan dan Energi No. 300.K/ 38/ M.PE/1997 - Keselamatan Kerja Pipa Penyalur Minyak dan Gas Bumi

Permen ESDM No. 15 Tahun 2008 - Pemberlakuan SNI Wajib Pipa Penyalur

Permen ESDM No. 18 Tahun 2018 - Pemeriksaan Keselamatan Instalasi dan Peralatan Pada Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi

Kepmen ESDM 1846K/18/MEM/2018 - Penggunaan Standar pada Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi

Kepmen KP No. 14 Tahun 2021 Tentang Alur Pipa dan/atau Kabel Bawah Laut PP No. 21 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang

PP No. 27 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Bidang Kelautan dan Perikanan

STANDAR – STANDAR PADA INSTALASI PIPA SNI 3474/

ASME B31.8

Sistem Transportasi Pipa Penyalur untuk Gas Bumi/Gas Transmission and Distribution Piping Systems SNI 3473/

ASME B31.4

Sistem Transportasi Pipa Penyalur untuk Cairan Hidrokarbon dan Cairan

Lain/Pipeline Transportation System for Liquid Hydrocrabon and Other Liquids ASME B31.3 Process Piping Guide

DNV OS F101

Submarine Pipeline Systems

AGA Metering System for Natural Gas

API MPMS Metering System for Liquid Hydrocarbon

API STD Rotating Equipment, Pressure Safety Valve

NFPA Installation Safety Requirement

(9)

www.esdm.go.id @KementerianESDM Kementerian Energi

dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM @kesdm

DAERAH TERBATAS DAN TERLARANG (DTT)

❖ Integritas instalasi migas tidak hanya dipengaruhi oleh kesesuaian dan pemenuhan terhadap peraturan yang berlaku dan standar tetapi juga dipengaruhi faktor eksternal (pihak ketiga/third party damage)

❖ Oleh karena itu, diperlukan tindakan preventif untuk mencegah hal tersebut khususnya pada daerah Lepas Pantai

Dasar Hukum

1. UU 1 Tahun 1973 tentang Landas Kontinen Indonesia Pasal 6 ayat (2)

Untuk melindungi instalasi-instalasi, kapal-kapal dan/atau alat-alat lainnya tersebut pada ayat(1) pasal ini terhadap gangguan pihak ketiga, Pemerintah dapat menetapkan suatu daerah terlarang yang lebarnya tidak melebihi 500 meter, dihitung dari setiap titik terluar pada instalasi-instalasi, kapal- kapal dan/atau alat-alat lainnya disekeliling instalasi-instalasi, kapal-kapal dan/atau alat-alat lainnya yang terdapat di Landas Kontinen dan/atau diatasnya.

Pasal 6 ayat (3)

Disamping daerah terlarang tersebut pada ayat (2) pasal ini Pemerintah dapat juga menetapkan suatu daerah terbatas selebar tidak melebihi 1.250 meter terhitung dari titik-titik terluar dari daerah terlarang itu, dimana kapal-kapal pihak ketiga dilarang membuang atau membongkar sauh.

2. PP 17 Tahun 1974 tentang Pengawasan Pelaksanaan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi di daerah lepas Pantai Pasal 12

Menteri dengan persetujuan Menteri lain yang bersangkutan menetapkan batas-batas:

a. Daerah terlarang, di mana orang, kapal, pesawat terbang dan lain-lain sejenisnya yang tidak berkepentingan dilarang memasukinya;

b. Daerah terbatas, di mana kapal-kapal pihak ketiga yang tidak berkepentingan dilarang membuang atau membongkar sauh.

(10)

www.esdm.go.id @KementerianESDM Kementerian Energi

dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM @kesdm

Ilustrasi Daerah Terbatas dan Terlarang (DTT)

1250 m

SUBSEA PIPELINE

Daerah Terbatas

UU No. 1 Tahun 1973, PP 17 Tahun 1974 dan Permen Hubla No. 129 Tahun 2016

Daerah Terbatas Kapal Dilarang Membuang /Membongkar Sauh

Buoy ditempatkan di luar Daerah Terbatas Terlarang

(DTT) yang ditetapkan oleh BU/BUT yang memiliki Penetapan DTT

1250 m

1250 m

500 m

1750 m

O&G PLATFORM

Daerah Terlarang

UU No. 1 Tahun 1973, PP 17 Tahun 1974 dan Permen Hubla No. 129 Tahun 2016

Untuk melindungi instalasi, kapal kapal, dan atau alat alat lain terhadap gangguan pihak luar, Pemerintah menetapkan suatu daerah terlarang

• Integritas instalasi migas tidak hanya dipengaruhi oleh kesesuaian dan pemenuhan terhadap peraturan yang berlaku dan standar tetapi juga dipengaruhi faktor eksternal (pihak ketiga/third party damage)

• Oleh karena itu, diperlukan tindakan preventif untuk mencegah hal tersebut khususnya pada daerah Lepas Pantai

(11)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

S

Coronavirus!

elalu jaga jarak

S elalu pakai masker elalu cuci tangan

S

SMS CENTER

0812-9000-1717

BU/BUT MASYARAKAT

DITJEN MIGAS

auto forward

(12)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

Rekomendasi dalam Implementasi Kepmen KP No. 14 tahun 2021, antara lain:

1. Instalasi anjungan lepas pantai (Platform) yang berada pada koridor pipa bawah laut atau di luar koridor belum diatur penanganannya.

2. Jalur Pipa Bawah Laut Eksisting / Baru dibangun dan berada di luar koridor agar mendapat perlakuan khusus untuk tidak dipindahkan terkait dengan aspek biaya dan akibat yang timbul apabila dilakukan pemindahan.

KEPMEN KP No. 14 Tahun 2021

(13)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

www.esdm.go.id @KementerianESDM Kementerian Energi

dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM @kesdm

• Memberlakukan Standar Wajib – (Pasal1):

a. SNI 13-3473-2002 : Sistem Transportasi Cairan Untuk Hidrokarbon (ASME/ANSI B.31-4) – Pipa Penyalur Minyak b. SNI 13-3474-2002 : Sistem Perpipaan Transmisi Dan Distribusi Gas

(ASME/ANSI B.31-8) – Pipa Penyalur Gas

• Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap wajib menerapkan – (Pasal 2)

• Pipa Penyalur Minyak dan Gas yang telah ada sebelum Peraturan Menteri ini, wajib menyesuaikan – (Pasal 4)

Permen ESDM No. 15 Tahun 2008

tentang "Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Mengenai Sistem Transportasi Cairan Untuk Hidrokarbon dan Standar Nasional Indonesia Mengenai Sistem Perpipaan Transmisi dan Distribusi Gas Sebagai Standar

Wajib”

STANDAR WAJIB PIPA PENYALUR (PIPELINE)

(14)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

www.esdm.go.id @KementerianESDM Kementerian Energi

dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM @kesdm

PERKEMBANGAN INFRASTRUKTUR MIGAS

(15)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

www.esdm.go.id @KementerianESDM Kementerian Energi

dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM @kesdm

(16)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

www.esdm.go.id @KementerianESDM Kementerian Energi

dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM @kesdm

No Tipe Pipa Badan Usaha Area Nama Diameter Panjang (km)

1 Pengangkutan (Open Access) PT Transportasi Gas Indonesia Sumsel, Jambi, Riau, Kepri Grissik – Singapura 28” 470

2 Pengangkutan (Open Access) PT PGN (Persero) Tbk Sumsel, Lampung, Banten SSWJ I (Pagardewa – Bojonegara) 28” dan 32” 373,6

3 Pengangkutan (Open Access) PT PGN (Persero) Tbk Sumsel, Lampung, Jabar SSWJ II (Grissik – Muara Bekasi) 32” dan 36” 627,9

4 Pengangkutan (Open Access) PT Kalimantan Jawa Gas Semarang Kepodang- Tambak Lorok 14” 200,19

5 Pengangkutan (Open Access) PT Pertamina Gas (Pertagas) Sumenep, Sidoarjo Pagerungan – Porong 28” 369,7

1

2 3 4

5

Peta Pipa Transmisi Gas Bumi Lintas Laut

(17)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

www.esdm.go.id @KementerianESDM Kementerian Energi

dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM @kesdm

PIPA OFFSHORE - TRANSMISI GAS BUMI RUAS GRISSIK – BATAM – SINGAPORE

SUMBER PETA: GOOGLE EARTH

PIPA TRANSMISI GRISSIK – BATAM - SINGAPORE Panjang Pipa 470 Km (160,34 Km On Shore +

309,66 Km Off Shore)

Diameter 28 Inchi Kapasitas

Alir

465 MMSCFD

Starting Point – End Point

Grissik Sumatera Selatan - Borderline Singapore

Kategori Pipa

Open Access

Status Perencanaan

Operator Pipa PT Transportasi Gas Indonesia

PIPA TRANSMISI WNTS – SAKRA SINGAPORE Panjang Pipa 600 Km, Off Shore

Diameter 28 Inchi Kapasitas

Alir

430 MMSCFD

Starting Point – End Point

West Natuna - Sakra, Singapore

Kategori Pipa

Dedicated Hulu

Status Beroperasi

Operator Pipa WNTS (West Natuna Transporation System) Operator

PIPA TRANSMISI PEMPING – TJ. UNCANG, BATAM Panjang Pipa 13,5 Km, (1 Km On Shore, 12,5 Km

Off Shore)

Diameter 16 Inchi Kapasitas

Alir

80 MMSCFD

Starting Point – End Point

Pulau Pemping - Tj. Uncang Batam

Kategori Pipa

Kepentingan Sendiri

Status Beroperasi

Operator Pipa PT Pelayanan Energi Batam RENCANA PIPA TRANSMISI WNTS – PEMPING Panjang Pipa 4,2 Km (1 Km On Shore + 3,2 Km Off

Shore)

Diameter 16 Inchi Kapasitas

Alir

120 MMSCFD

Starting Point – End Point

Te In West Natuna Transportation System (WNTS) – Pulau Pemping

Kategori Pipa

Open Access

Status Perencanaan

Operator Pipa PT Perusahaan Gas Negara Tbk.

(18)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

www.esdm.go.id @KementerianESDM Kementerian Energi

dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM @kesdm

PIPA OFFSHORE - TRANSMISI GAS BUMI RUAS SSWJ I DAN SSWJ II

SUMBER PETA: GOOGLE EARTH

PIPA TRANSMISI SOUTH SUMATERA WEST JAVA II (SSWJ II)

Panjang Pipa 627,9 Km ( 464 Km On Shore + 163,9 Km Off Shore)

Diameter 32– 36 Inchi Kapasitas

Alir

440 MMSCFD

Starting Point – End Point

Grissik, Sumatera Selatan – Pagardewa– Labuhan Maringgai – Muara Bekasi

Kategori Pipa

Open Access

Status Beroperasi

Operator Pipa PT Perusahaan Gas Negara Tbk.

PIPA TRANSMISI SOUTH SUMATERA WEST JAVA I (SSWJ I)

Panjang Pipa 373,6 Km (272 Km On Shore + 101,6 Off Shore)

Diameter 28 - 32 Inchi Kapasitas

Alir

275 s.d. 530 MMSCFD

Starting Point – End Point

Pertamina Rec. Point – Pagar Dewa – Labuhan Maringgai - Bojonegara, Cilegon

Kategori Pipa

Open Access

Status Beroperasi

Operator Pipa PT Perusahaan Gas Negara Tbk.

(19)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

www.esdm.go.id @KementerianESDM Kementerian Energi

dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM @kesdm

PIPA OFFSHORE - TRANSMISI GAS BUMI RUAS KEPODANG – TAMBAK LOROK

SUMBER PETA: GOOGLE EARTH

PIPA TRANSMISI KEPODANG – TAMBAK LOROK Panjang Pipa 200,19 Km (1 Km On Shore + 199,19

Km Off Shore)

Diameter 14 Inchi Kapasitas

Alir

150 MMSCFD

Starting Point – End Point

Lapngan Kepodang WK Muriah PLTGU Tb. Lorok, Semarang

Kategori Pipa

Open Access

Status Beroperasi

Operator Pipa PT Kalimantan Jawa Gas

(20)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

www.esdm.go.id @KementerianESDM Kementerian Energi

dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM @kesdm

PIPA OFFSHORE - TRANSMISI GAS BUMI RUAS PAGRUNGAN – PORONG

SUMBER PETA: GOOGLE EARTH

PIPA TRANSMISI PAGERUNGAN - PORONG Panjang Pipa 369,7 Km (1 Km On Shore + 368,7

Km Off Shore)

Diameter 28 Inchi Kapasitas

Alir

600 MMSCFD

Starting Point – End Point

Gas Processing Plant Pagerungan, Kangean Energi Indonesia – ORF Porong

Kategori Pipa

Open Access

Status Beroperasi

Operator Pipa PT Pertamina Gas

(21)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

www.esdm.go.id @KementerianESDM Kementerian Energi

dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM @kesdm

Peta Pipa Dedicated Hulu

Sumber : Ditjen Migas Status data Oktober 2019

1 2

3

21

(22)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

www.esdm.go.id @KementerianESDM Kementerian Energi

dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM @kesdm

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

•KESDM telah menyampaikan data 263 Segmen pipa Bawah laut.

•Pipa penyalur Hulu dan Hilir Migas (digeneralisir dalam 43 segmen) telah di plotting dalam Peta Alur Pipa Bawah laut Nasional pada Lampiran Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2021 tentang Alur Pipa dan/atau Kabel Bawah Laut.

Sumber : Lampiran

Kepmen KP no. 14 tahun 2021

SELAT MALAKA DAN LAUT NATUNA-NATUNA UTARA

TELUK BINTUNI

LAUT JAWA

SELAT MAKASSAR

MOROWALI DAN SULTENG

MASELA

(23)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

www.esdm.go.id @KementerianESDM Kementerian Energi

dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM @kesdm

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

PETA ALUR PIPA BAWAH LAUT NASIONAL

SELAT MALAKA DAN LAUT NATUNA-NATUNA UTARA

TELUK BINTUNI LAUT JAWA

SELAT MAKASSAR

MOROWALI DAN SULTENG

Alur Koridor Pipa Bawah Laut Nasional

MASELA

Sumber : Kepmen KP no. 14 tahun 2021

(24)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

www.esdm.go.id @KementerianESDM Kementerian Energi

dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM @kesdm

PROJECT PENGGELARAN PIPA BAWAH LAUT

(25)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

www.esdm.go.id @KementerianESDM Kementerian Energi

dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM @kesdm

Project Penggelaran Pipa Bawah Laut

PC Ketapang II Ltd. (Pemasangan Pipa Penyalur Bawah Laut & Platform BTJT-B)

Bukit Tua Phase 2 Development Project adalah proyek pengembangan Blok Ketapang tahap ke-2 (dua), dimana rencananya akan mengembangkan area Bukit Tua South dan Bukit Tua Main dari reservoir CD Carbonate. Project ini diharapkan dapat memproduksikan cadangan minyak sebesar 19,95 MMSTB dan associated gas sebesar 45,44 BSCF. Fasilitas yang akan terpasang adalah sebagi berikut:

• BTJT-B Wellhead Platform dengan 9 slot Konduktor.

• 3.6 KM 16” FWS Pipeline dari BTJT-B ke BTJT-A

• 3.6 KM 6” Gaslift Pipeline dari BTJT-A ke BTJT-B

• Deck Extension dan Modifikasi Host Tie-in pada eksisting BTJT-A

SIPL bermaksud untuk mengeksploitasi reservoir yang terletak di Lapangan Sidayu yang terletak sekitar 3,6 km sebelah utara Lapangan Ujung Pangkah, di lepas pantai Gresik, Jawa Timur, Indonesia. Fasilitas yang akan terpasang adalah sebagi berikut:

• 12” Multiphase Pipeline from WHP-D to WHP-B

• 12” Multiphase Pipeline from WHP-C to WHP-D

• 6” Gas Lift Pipeline from WHP-B to WHP-D

• 6” Gas Lift Pipeline from WHP-D to WHP-C

Saka Indonesia Pangkah Ltd. (Sidayu Development Field)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

1 Platform 2 Pipeline

4 Pipeline

PT Pertamina Hulu Mahakam (Jumelai, North Sisi & North Nubi Project)

NORTH SISI & NORTH NUBI

Fasilitas yang akan dibangun:

• 2 platform baru (WPS-3 & WPN-4)

• 2 pipeline dia. 10”

o ± 5.5 km WPS-3 to MWPS o ± 5 km WPN-4 to WPS-2) Estimasi cadangan : 98 Bcf + 0.92 MMstb

Rate prod. plateu : 80 MMscfd (40 MMscfd/platform)

JUMELAI

Fasilitas yang akan dibangun:

• 1 platform baru (JML-1)

• 1 pipeline dia. 10”

o ±7 km JML-1 to MD-1

Estimasi cadangan : 43.4 Bcf + 0.77 MMstb Rate prod. plateu : 40 MMscfd

3 Platform 3 Pipeline

(26)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

www.esdm.go.id @KementerianESDM Kementerian Energi

dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM @kesdm

Project Penggelaran Pipa Bawah Laut

PT Pertamina Hulu Mahakam (SMK Supply Gas to RU-V via PHKT)

Dengan rencana suplai gas bersama PHKT dan PHM untuk memenuhi kebutuhan gas Kilang RU-V Balikpapan, Proyek SMK Supply to RU-V akan membangun pipa penyalur yang menghubungkan lapangan South Mahakam dengan lapangan Sepinggan East Kalimantan South melalui koneksi anjungan JM1 ke Sepinggan-P :

• 10” pipeline PHM JM1 to PHKT SPG-P

SIPL bermaksud untuk mengeksploitasi reservoir yang terletak di Lapangan West Pangkah yang terletak di semenanjung pangkah, Gresik, Jawa Timur di area delta sungai Bengawan Solo sekitar 50 KM barat laut Surabaya. Produksi dari lapangan West Pangkah akan dikirm ke Onshore Processing Facility (OPF) yang terletak di Gresik. Fasilitas yang akan terpasang adalah sebagi berikut:

• Onshore Processing Facility (OPF)

• 16” Production Pipeline dari WHP-B platform ke OPF

• 6” Gas Lift Pipeline dari OPF ke WHP-B

Saka Indonesia Pangkah Ltd. (West Pangkah Development Field)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

1 Pipeline

2 Pipeline 1 OPF

PHE ONWJ berencana membangun fasilitas topside dengan nama KLD Wellhead Platform untuk mengakomodasi produksi fluida dari lapangan KLD, lepas pantai Laut Jawa. KLD Wellhead Platform terletak 3,5 km disebelah timur eksisting platform KLB dan terletak 2,9 km disebelah timur laut eksisting platform. KLD Wellhead Platform didesain double-stringed wellhead untuk KLD-WH-001L/S, KLD- WH- 002L/S dan single stringed wellhead untuk KLD-WH-003. KLD-WH-003 menghasilkan gas yang bertekanan tinggi yang dapat digunakan untuk gas lift, instrument gas dan sales gas. Estimasi produksi KLD antara 2,1 – 15,5 MMSCFD, 115,8 – 953,2 BOPD dan 103,1 – 419,7 BWPD. KLD Wellhead Platform akan diperuntukkan untuk tipe NUI platform. Fluida 3 fasa dari KLD akan dikirim ke KLB platform melalui pipa penyalur KLD-KLB.

Fasilitas yang akan terpasang adalah sebagi berikut:

• KLD Wellhead Platform

• 10” Pipeline sepanjang 3,5 Km from new KLD Platform to existing KLB Platform

PT Pertamina Hulu Energi ONWJ (KLD Field Development Project)

1 Pipeline

1 Platform

(27)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

www.esdm.go.id @KementerianESDM Kementerian Energi

dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM @kesdm

Overlay Rencana Koridor dengan Kawasan Konservasi dan Daerah Militer

(28)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

Cepat, Cermat dan Produktif

www.esdm.go.id @KementerianESDM Kementerian Energi

dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM @kesdm

Peta Koridor Pipa dan Kabel Bawah Laut

Sumber : Pushidrosal

Gambar

Ilustrasi Daerah Terbatas dan Terlarang (DTT)

Referensi

Dokumen terkait