• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemanfaatan Daun Dan Bunga Tanaman Buah Sebagai Pewarna Motif Alami Pada Media Jilbab Dengan Teknik Ecoprint

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Pemanfaatan Daun Dan Bunga Tanaman Buah Sebagai Pewarna Motif Alami Pada Media Jilbab Dengan Teknik Ecoprint"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

https://journals.stimsukmamedan.ac.id/index.php/senashtek Publish online, Juli 2022, page 819-823

Pemanfaatan Daun Dan Bunga Tanaman Buah Sebagai Pewarna Motif Alami Pada Media Jilbab Dengan Teknik Ecoprint

Era Fazira MD Lubis1, Ghea Agustine2, Viola Derris Elipka3 , Soraya Grabiella Dinamika4 *

1Ilmu Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma, Medan, Indonesia Email: *[email protected]

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam bidang sosial dan ekonomi serta meningkatkan kualitas sumber daya melalui pemberdayaan perempuan kelompok PKK di Desa Delitua Kecamatan Namorambe. Melalui pemanfaatan bahan-bahan alami yang ada di sekitarnya tempat tinggal. kegiatan ini diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan di desa mitra, yaitu sumber pendapatan masyarakat hanya didominasi oleh pertanian sektor, potensi alam desa yang belum dimanfaatkan dengan baik, kurangnya keterampilan dalam mengelola potensi desa, mayoritas penduduk di Desa Delitua adalah ibu rumah tangga yang berpenghasilan minim. Kegiatan berupa pelatihan pembuatan ecoprint dengan memanfaatkan bahan alam di lingkungan sekitar Desa Delitua dan pembuatannya video audio-visual tentang cara membuat ecoprint. Dengan memanfaatkan daun dan bunga tanaman buah ini, diharapkan dapat menambah pemasukan bagi masyarakat sekitar karena nilai jual produk ecoprint masih cukup tinggi di pasaran.

Kata Kunci: Teknik ecoprint, pewarna motif alami, tanaman buah.

1.

PENDAHULUAN

Alam Indonesia terbentang luas terdiri dari pantai hingga pegunungan. Bentuk muka bumi Indonesia dibagi menjadi dua macam, yaitu daratan dan perairan. Daratan dibagi menjadi gunung, pegunungan, perbukitan, dataran rendah dan lembah. Sementara perairan dibagi menjadi dua yaitu laut dan perairan di daratan.perairan laut meliputi samudera, laut, selat, teluk dan tanjung. Sedangkan perairan yang ada di daratan yaitu danau dan sungai.

Secara geologis, Indonesia terletak di tiga pertemuan lempeng tektonik besar, yaitu lempeng indo-australia, eurasia dan lempeng pasifik. ketiga lempeng tersebut saling bertumbukan yang dapat mengakibatkan bencana seperti gempa bumi, tsunami serta letusan gunung api.sedangkan secara pendekatan biogeografi, jenis flora di Indonesia bagian barat yaitu meranti jenis rotan, sedikit jenis tumbuhan matoa dan berbagai jenis nangka. sedangkan flora bagian timurnya sedikit jenis meranti, tidak terdapat jenis rotan, terdapat hutan kayu putih dan tidak terdapat jenis nangka.sementara, untuk pesebaran fauna Indonesia, garis wallace Indonesia membagi fauna Indonesia menjadi tiga tipe, yakni asiatis, peralihan dan australis. Tipe asiatis berada di Sumatra, Kalimantan, Jawa dan Bali. Jenis fauna di tipe ini yaitu, orang utan,gajah, badak, harimau dan rusa.Untuk tipe peralihan berada di Sulawesi dan kepulauan Nusa Tenggara bagian tengah dengan jenis fauna babi rusa, kuda, kuskus, anoa dan komodo. tipe australis terdapat di Kepulauan Aru dan Papua, di dalamnya bisa ditemui kanguru, cenderawasih, kakatua, nuri, kasuari dan walabi.

Indonesia disebut juga sebagai negara agraris yaitu merupakan negara penghasil bahan pangan dalam jumlah besar, seperti beras, jagung, kopi, teh, kakao, sayuran, buah-buahan, ikan, dan juga daging dari subsektor perikanan dan perternakan. Hal tersebut membuat Indonesia memiliki ketahanan pangan. Dan Indonesia juga dikenal dengan negara tropis karena terletak di garis khatulistiwa.sehingga Indonesia hanya memiliki 2 musim yaitu musim kemarau dan musim hujan berdasarkan letak geografisnya sehingga menyebabkan Indonesia memiliki pola arah angin yang selalu berganti setiap setengah tahun sekali, yakni angin musim barat dan angin musim timur.

Indonesia memiliki sekitar 40.000 jenis tumbuhan. Tumbuahan biji banyak ditemukan di Indonesia yaitu sekitar 25.000 jenis atau lebih dari 10% dari flora dunia. Lumut dan ganggang yang terdapat di Indonesia diperkirakan sekitar 35.000 jenis.Contohnya yang ada di Delitua seperti jati,pepaya,dan ubi.Sedangkan untuk pemanfaatan tumbuhan ini sendiri sangat banyak salah satunya adalah penghasil oksigen,sumber pangan,sumber obat, sumber sandang,material membuat bangunan,bahan kosmetik dan bahan baku industri juga untuk lingkungan sekitar contohnya memelihara kestabilan iklim,mengatasi polusi udara,dan mengatur siklus air.

Tanah-tanah di desa namo rambe terdiri atas lapisan tanah alluvial sehingga sangat cocok untuk diusahakan sebagai lahan pertanian besar penggarapan lahan yang diusahakan sebagai lahan tanaman pangan dan lahan perkebunan.Desa Delitua adalah salah satu desa yang terdapat di kecamatan Namo Rambe, Kabupaten Deli Serdang.

(2)

https://journals.stimsukmamedan.ac.id/index.php/senashtek Publish online, Juli 2022, page 819-823 Desa Delitua adalah desa yang terletak di dataran tinggi, berbukit-bukit dan di kelilingi beberapa sungai dengan tanah yang subur sehingga banyak tanaman yang tumbuh dilingkungan desa Delitua. karena masih banyaknya tumbuhan yang ada di desa Delitua tersebut maka daerah ini bisa di manfaatkan tumbuhannya untuk menjadi sarana penambahan ekonomi dari desa tersebut dengan di ajarkan ilmu teknik ecoprint ini kepada masyarakat sekitar, agar tumbuhan yang ada tidak hanya menjadi sampah di lingkungan. desa Delitua, tetapi bisa menjadi mata pencarian sampingan untuk masyarakat

.

Gambar 1. Kondisi Pepohonan/Tumbuhan/Daun di Desa Delitua Kec. Namo Rambe

Melihat kondisi dan situasi di delitua tadi, maka tim pkm-gft berinisiatif untuk memanfaatkan tanaman yang tidak digunakan oleh masyarakat untuk dijadikan barang yang memiliki nilai seni dan ekonomis yang tinggi melalui proses yang disebut dengan ecoprint.ecoprint adalah salah satu cara mengolah kain dengan memanfaatkan berbagai tumbuhan yang bisa mengeluarkan warna-warna alaminya(1). Sesuai dengan namanya, eco dari kata ekosistem (alam) dan print yang artinya mencetak .Teknik pewarnaan ecoprint yang dipelopori oleh India Flint. Ecoprint diartikan sebagai proses untuk mentransfer warna dan bentuk ke kain melalui kontak langsung. Teknik ecoprint yang merupakan perkembangan dari ecofashion, untuk menghasilkan produk fashion yang ramah lingkungan. Tanaman yang digunakan pun merupakan tanaman yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap panas, karena hal tersebut merupakan faktor penting dalam mengekstraksi pigmen warna (2).Seiring berjalannya waktu, teknik natural dye kian berkembang dengan berbagai temuan baru, salah satunya adalah teknik ecoprint (3).Dan produk yang bisa dihasilkan dengan teknik ecoprint sangat banyak salah satunya adalah jilbab ecoprint,baju ecoprint,scarf ecoprint,celana,tas,tirai,serbet dan banyak lainnya(4).

Popularitas batik ecoprint meningkat pesat di Indonesia pada tahun 2017. Batik ecoprint ini dapat dijadikan tren gaya hidup masyarakat ramah lingkungan karena batik ecoprint menggunakan bahan dedaunan dan bunga yang berasal dari alam dan sama sekali tidak menggunakan bahan kimia. Produk yang dihasilkan berupa lembaran kain dan produk fashion, memiliki nilai tambah dalam budaya lokal yang ramah lingkungan.Maka dari itu potensi lingkungan yang ada di sekitar masyarakat perlu dimanfaatkan dengan baik, Salah satunya dengan menjadikannya sebagai suatu produk yang layak dijual sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat. Identifikasi potensi sumberdaya alam dan lingkungan yang ada di sekitar masyarakat perlu dilakukan dengan berbasis kearifan lokal dalam rangka menunjang program pemerintah dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan secara baik dan berkelanjutan (5).Oleh karena itu perlunya pemberdayaan kelompok masyarakat khususnya kelompok PKK dan Karang Taruna agar tidak berpusat disatu sektor saja dan memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat dengan memanfaatkan potensi alami desanya.

2.

METODOLOGI PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan kualitatif deskriptif berbasis data dari hasil riset dan referensi kepustakaan mengenai data dan informasi yang terkait dengan penelitian.Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik dokumentasi sebagai suatu cara yang dilakukan peneliti guna untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber referensi.Interval waktu kajian kasus dari bulan Juni 2021 sampai dengan Desember 2021.

Jenis data berupa data sekunder baik berupa data kualitatif maupun kuantitatif dari jurnal dan pemberitaan online. Data sekunder adalah data yang mengacu pada informasi yang dikumpulkan dari sumber yang telah ada. Sumber data sekunder adalah catatan atau dokumentasi perusahaan, dokumentasi pemerintah atau publikasi pemerintah, analisis industri oleh media, situs web dan lainnya (6). Berikut adalah proses pengolahan daun dan bunga tumbuhan menjadi motif pewarna alami pada media jilbab.

(3)

https://journals.stimsukmamedan.ac.id/index.php/senashtek Publish online, Juli 2022, page 819-823

Diagram 1. Proses pengolahan daun hingga menjadi motif

3.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Adapun hasil dari kegiatan pemanfaatan daun dan bunga tanaman buah sebagai pewarna motif alami pada media jilbab pada Teknik ecoprint memberikan peluang baru untuk masyarakat sekitar dan juga untuk meningkatkan perekomonomian.

3.1 Hasil Proses Ecoprint

Ecoprint merupakan salah satu bentuk pengelolaan limbah kehutanan dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu berupa daun, bunga, ranting dan kulit kayu. Pada penelitian ini bagian yang dimanfaatkan ialah daun. Proses pewarnaan alami dengan teknik ecoprint pada media jilbab katun. Hasil pengamatan menunjukkan zat warna dari daun bisa mewarnai serat kain katun, Hal ini terbukti dari berubahnya warna kain katun yang semula putih menjadi bercorak dan berwarna.

Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa proses pembuatan batik Ecoprint melalui beberapa tahap diantaranya

1. Menyiapkan bahan yaitu daun jati daun mangga dan besi berkarat serta alat yaitu kain palu dan kertas karton.

2. Menata pola daun di atas kain.

3. Proses pencetakan motif utama daun dengan cara dipukul menggunakan palu.

4. Penguncian motif utama dengan 3 macam pilihan bahan pengunci.

5. Tahap akhir atau finishing yaitu dengan melakukan pembilasan kain.

Motif yang dihasilkan batik Ecoprint berupa motif daun yang memiliki keunikan dan menonjolkan karakter yang berasal dari bahan alami bentuk daun asli. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada dasarnya proses pembuatan batik Ecoprint hampir sama dengan proses pengecapan pada proses pembuatan batik cap. Hanya saja teknik pelaksanaannya yang berbeda.

Siapkan kain polos yang sudah dicuci dengan air

Siapkan daun yang sudah dicuci

Lalu letakan daun di atas kain dan ditutup dengan

kain polos

Pukul menggunakan palu karet sampai sari

daun keluar dan menempel pada kain Setelah ditutup kain dan

dipukul dengan palu, kain yang telah ditempeli

daun dilapisi dengan plastik

Proses selanjutnya kain yang telah dilapisi plastik tersebut digulung

dan diikat dengan rafia dan dikukus

Selesai dikukus, kain ecoprint dibuka dari

ikatan kemudian dikeringkan

Kain yang telah jadi selanjutnya difiksasi menggunakan kapur, tawas, atau tunjung.

(4)

https://journals.stimsukmamedan.ac.id/index.php/senashtek Publish online, Juli 2022, page 819-823 Proses pembuatan batik Ecoprint sangat sederhana namun memiliki karakter yang berbeda dengan proses pembuatan batik Ecoprint yang ada di daerah lain. Visualisasi batik Ecoprint menghasilkan keunikan tersendiri yaitu motif utama yang menampakkan keaslian bentuk daun tanpa adanya stilasi. Motif daun tersebut juga menghasilkan efek ornamentik dari tekstur serat daun. Visualisasi batik Ecoprint menunjukkan karakter batik kontemporer (seni masa kini) yang merupakan kombinasi dinamis dari bahan metode konsep dan subjek yang terus menantang batas karena terkena dampak modernisasi.

Sedangkan manfaat ecoprint itu sendiri untuk masyarakat luas ialah dapat meningkatkan kapasitas masyarakat terutama Ibu-Ibu PKK di Desa Delitua Kecamatan Namo Rambe untuk mendapatkan penghasilan dengan cara membuat produk dengan Teknik ecoprint dan menjadikannya salah satu produk yang layak untuk dijual sehingga masyarakat tidak hanya berpusat pada satu sector saja.

3.2 Pembahasan

Pembuatan ecoprint sangat tergantung pada ketersediaan bahan alami yang digunakan sebagai bahan baku utama ecoprint. Bahan baku utama pembuatan ecoprint adalah berbagai jenis daun-daunan yang tersedia di sekitarnya.

Banyak sebagian ibu-ibu yang berhasil dalam pencobaan pembuatan motif alami pada teknik ecoprint, tetapi hasil yang didapatkan belum tentu sama dengan hassil daun yang lainnya, oleh karena itu setiap daun memiliki motif dan hasil warna yang berbeda. Kesulitan yang diperoleh pada teknik ecoprint ini adalah pencarian daun,tanaman ,dan bunga yang bagus untuk dibuat motif pada kain jilbab.

4. KESIMPULAN

Tumbuhan merupakan bagian dari alam yang dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi penciptaan karya tekstil, sebagaimana yang penulis lakukan pada penelitian ini yaitu mengkombinasikan teknik batik zat warna alam dengan ecoprint sebagai penghias kain. Melalui practice based research dan eksperimen diperoleh hasil bahwa terdapat beberapa jenis dedaunan yang dapat tercetak jelas dengan warna cemerlang pada kain katun, beberapa tidak terlalu jelas dan beberapa tidak tercetak tetapi memberi spot warna. Adapun pada bagian bunga, tidak bisa tercetak hanya memberi spot warna. Diperoleh pula bahwa proses perwujudan karya yang ditempuh adalah melalui tahap awal dengan teknik ecoprint, penciptaan teknik ecoprint. dilakukan dengan metode stilasi atau menggubah bentuk daun-daun yang digunakan sebagai material ecoprint yaitu daun Jati, daun Lanang, daun Sukun, daun Jambu, daun Eucalyptus Rainbow dan daun Jarak.Pada tahap ecoprint, warna yang muncul bervariasi dengan tone warna yang tidak dapat diduga. Meski pengerjaan pada saat proses yang sama pada satu kain bisa muncul tone warna yang berbeda, ini merupakan khas dari ecoprint yang tidak diketahui penyebab terjadinya perbedaan.

REFERENCES

Sekaran, U. (2011). Bougie (2010), Research Methods for Busines. A Skill Building Approach. Fifth Edition. A John Wiley and Sons, Ltd, Publication.

Irianingsih, N. (2018). Yuk Membuat ECO PRINT motif kain dari daun dan bunga. Edisi ke-1.Gramedia Pustaka Utama.Jakarta.Indonesia

Saptutyningsih, E., & Wardani, D. T. K.2019. Pemanfaatan bahan alami untuk pengembangan produk ecoprint di Dukuh IV Cerme, Panjatan, Kabupaten Kulonprogo. Warta LPM, 21(2), 18-26.

Bahankain.2020.Berkreasi Membuat Produk Unik dengan Ecoprint.

https://www.bahankain.com/2020/08/06/berkreasi-membuat-produk-unik-dengan-ecoprint. Diakses tanggal 24 Februari 2022.

Ginting, F. Y. E. (2021). Analisis Perbedaan Pola dan Warna Daun pada Proses Pewarnaan Alami dengan Teknik Ecoprint Menggunakan Media Kain Sutra dan Kertas Linen.

Nissa, R. R., Kp, P., Widiawati, D., & Sn, M. (2008). Dan Pewarna Alami Untuk Produk Fashion. Jural Tingkat Sarjana Bidang Senirupa Dan Desain, 1–7. Retrieved from http:// jurnal- s1.fsrd.itb.ac.id/index.php/craft/article/view/479/415

(5)

https://journals.stimsukmamedan.ac.id/index.php/senashtek Publish online, Juli 2022, page 819-823 Fadhil, S. (n.d.). Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Berbasis Pengetahuan dan Kearifan Lokal (Local

Wisdom) di Kalimantan, 72–92. Retrieved from https://media.neliti. com/media/publications/196010- ID-pengelolaan-sumber-daya-alam-dan-lingkun.pdf

Ningrum, T. W. (2018). Analisis Proses Pembuatan Batik Ecoprint di Rumah Batik Balitar Kota Blitar (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Malang).

Referensi

Dokumen terkait