• Tidak ada hasil yang ditemukan

HAK HAK KEPERDATAAN ANAK LUAR KAWIN PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI R.I. NO. No. 46PUU VIII2010)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "HAK HAK KEPERDATAAN ANAK LUAR KAWIN PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI R.I. NO. No. 46PUU VIII2010)"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Anak yang lahir dari suatu kehamilan tidak tepat dan tidak adil jika hukum menetapkan, bahwa anak karena hubungan seksual di luar perkawinan hanya memiliki hubungan dengan

Kedudukan anak dari hasil luar perkawinan atau perkawinan sirri hanya mempunyai hubungan keperdataan saja dengan ibunya dan tidak mempunyai hubungan

Kemudian Pasal 43 ayat (1) hasil reviu MK menyatakan bahwa: “ Anak yang dilahirkan di luar perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya serta dengan

32 Tahun 1954.Tanpa adanya pencatatan tersebut, maka anak yang lahir dari pernikahan siri hanya memiliki hubungan hukum dengan ibunya atau keluarga ibunya.Pasal 42

Bahwa Pasal 43 ayat (1) UU Perkawinan menyatakan: “ Anak yang dilahirkan diluar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya ”, menurut

Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Perkawinan bahwa : “ Anak yang dilahirkan diluar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya ”. Artinya,

Skripsi yang berjudul “ Hubungan Keperdataan Anak Luar Kawin dengan Ayah Biologisnya Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi No.46/PUU- VIII/2010 ” ini secara umum bertujuan

Lain halnya seorang anak yang dilahirkan di luar suatu ikatan perkawinan yang sah, maka banyak menimbulkan masalah baik bagi yang berkepentingan anak bersangkutan maupun bagi masya-