DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLI K I NDONESI A
DI REKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
SEKRETARI AT DI REKTORAT JENDERAL
Kantor Pusat Telepon : 4890308
Jalan Jenderal Achmad Yani Faksimili : 4892448
Kotak Pos – 108 Jakarta – 13230 Website : www.beacukai go.id
Nomor : S- 481 /BC.1/2009 16 November 2009
Sifat : Segera Lampiran : 10 (sepuluh) lembar
Hal : Langkah-langkah Persiapan
Penyusunan Laporan Keuangan TA 2009
Yth. 1. Para Direktur
2. Para Kepala Kantor Wilayah
3. Para Kepala Kantor Pelayanan Utama
4. Para Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai 5. Para Kepala BPIB
6. Para Kepala Pangsarop
Sehubungan dengan akan berakhirnya Tahun Anggaran 2009 dan dalam rangka peningkatan kualitas Laporan Keuangan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dipandang perlu adanya pedoman langkah-langkah penyusunan Laporan Keuangan DJBC Tahun Anggaran 2009 sebagai berikut:
1. Terkait Penerimaan
a. Memastikan data penerimaan yang dikirim ke operator SAI sama dengan data penerimaan harian/MPO yang dikirim ke Dit.PPKC;
b. Agar dilakukan input data penerimaan per transaksi/SSPCP ke aplikasi SAKPA; c. Untuk menyakinkan bahwa data penerimaan yang dikirim ke SAI sama dengan data
MPO yang dikirim ke Direktorat PPKC agar dilakukan rekonsiliasi internal secara berjenjang pada tingkat:
UAKPA : antara data penerimaan pada SAKPA pada Sub Bagian Umum dengan data penerimaan harian/MPO pada Seksi Perbendaharaan (Format Berita Acara dan Kertas Kerja sebagaimana tersebut dalam Lampiran I dan II Surat Sekretaris Direktorat Jenderal ini).
UAPPA-W : antara data penerimaan pada SAPPA-W dengan data penerimaan MPO pada Bidang Kepabeanan dan Cukai (Format Berita Acara dan Kertas Kerja sebagaimana tersebut dalam Lampiran III dan IV Surat Sekretaris Direktorat Jenderal ini).
UAPPA-E1 : antara data penerimaan pada SAPPA-E1 dengan data penerimaan MPO di Direktorat PPKC. (Format Berita Acara dan Kertas Kerja sebagaimana tersebut dalam Lampiran V dan VI Surat Sekretaris Direktorat Jenderal ini).
d. Agar dibuat rincian data cut-off per SSPCP pada akhir tahun, (totalnya merupakan selisih antara data penerimaan SAI dan data MPO).
2. Terkait Laporan Belanja Modal
a. Untuk memastikan bahwa realisasi Belanja Modal sama dengan penambahan Aset Tetap agar dilakukan rekonsiliasi antara Belanja Modal dengan penambahan Aset Tetap ditingkat :
UAKPA : antara Urusan Keuangan dengan Urusan Rumah Tangga (Format Kertas Kerja Rekonsiliasi sebagaimana tersebut dalam Lampiran VII Surat Sekretaris Direktorat Jenderal ini).
UAPPA-E1 : antara Bagian Keuangan dengan Bagian Perlengkapan (Format Kertas Kerja Rekonsiliasi sebagaimana tersebut dalam Lampiran IX Surat Sekretaris Direktorat Jenderal ini).
b. Jika terdapat selisih, agar diberikan penjelasan dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CALK).
3. Terkait Neraca
a. Agar dipastikan bahwa posisi setiap akun yang ada pada Neraca per 1 Januari 2009 sesuai dengan posisi akun Neraca per 31 Desember 2008 Audited BPK; b. Bila ada kesalahan di dalam Neraca agar dilakukan koreksi setelah tanggal 1
Januari 2009.
4. Terkait Kas di Bendahara Pengeluaran
a. Agar dipastikan bahwa yang dicatat di akun Kas di Bendahara Pengeluaran hanya atas Uang Persediaan (UP) dan agar dilakukan stock opname pada akhir tahun atas posisi kas Uang Persediaan. (rekening koran per 31 Desember 2009 dilampirkan);
b. Akun Kas di Bendahara Pengeluaran hanya terdiri dari : Cash on hand
Cash in bank
kwitansi belum dipertanggungjawabkan
c. Agar diupayakan sisa Uang Persediaan disetor paling lambat 27 Desember 2009; d. Jika masih terdapat sisa Uang Persediaan per 31 Desember agar dijelaskan di
Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) tanggal penyetoran ke kas negara. e. SP2D yang terbit tidak boleh lebih dari tanggal 15 Januari 2010;
f. Pengembalian dropping TKPKN agar disetor dengan SSBP dengan akun 512411 dengan kode satker 015010199409294 (Biro Umum Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan)
5. Terkait Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran
a. Akun Kas Lainnya di Bendahara Pengeluaran terdiri dari : Jasa Giro
Belanja L/S yang belum dibayarkan kepada pihak ketiga/pegawai Pengembalian Belanja yang belum disetor
b. Untuk jasa giro dan pengembalian belanja yang belum disetor kontra akunnya adalah pendapatan ditangguhkan, sedangkan untuk belanja L/S yang belum dibayarkan kepada pihak ketiga/pegawai kontra akunnya adalah hutang pihak ketiga.
6. Terkait Kas di Bendahara Penerimaan
a. Agar dipastikan bahwa yang dicatat di akun Bendahara Penerimaan hanya atas kas yang memang merupakan hak pemerintah.(rekening koran akun penerimaan per 31 Desember 2009 dilampirkan);
b. Penerimaan yang berkaitan dengan Bendahara Penerimaan meliputi : Penerimaan yang belum disetor
Jasa giro rekening bendahara penerimaan yang belum disetor Jaminan
c. Khusus untuk jaminan hanya dijelaskan pada Catatan atas Laporan Keuangan (CALK).
7. Terkait Piutang Pajak
a. Untuk menyakinkan bahwa data piutang pajak yang dicatat SAI sama dengan data piutang pajak yang dikrim ke Direktorat PPKC agar dilakukan rekonsiliasi secara berjenjang pada tingkat :
UAKPA : antara data piutang pajak di SAKPA dengan data piutang pajak di Seksi Perbendaharaan.
UAPPA-W : antara data piutang pajak di SAPPA-W dengan data piutang pajak di Bidang Kepabeanan dan Cukai.
b. Piutang pajak yang telah dilimpahkan ke KPP harus dikeluarkan dari data piutang DJBC.
c. Agar dibuat rekapitulasi rincian atas SP3DRI yang dikirim ke KPP terkait.
d. Atas piutang bea keluar dan cukai yang telah dilimpahkan ke DJKN agar dilakukan reklasifikasi ke aset lain.
8. Terkait Persediaan
a. Agar disamakan data audited SAK, SIMAK BMN dan Aplikasi Persediaan dengan data SAK Pusat tahun 2008:
Untuk 27 satker yang belum menjalankan Aplikasi Persediaan per 31 Desember 2008 data acuan menggunakan data audited SAK Pusat sedangkan pada aplikasi SIMAK BMN dan Persediaan angka audited tetap nol;
Untuk satker yang telah menjalankan Aplikasi Persediaan per 31 Desember 2008, data acuan menggunakan data audited SIMAK BMN Pusat.
b. Untuk TA 2009 :
Untuk Persediaan agar dilakukan stock opname per 31 Desember 2009;
Agar dibuat Berita Acara Stock Opname dan dilampirkan pada Laporan Keuangan;
Agar dilakukan input transaksi stock opname pada Aplikasi Persediaan.
c. Nilai persediaan pita cukai yang dicatat adalah sebesar biaya cetaknya bukan nilai pita cukainya.
9. Terkait Aset Tetap
a. Khusus untuk aset tetap agar dipastikan telah dilakukan inventarisasi dan telah direvaluasi oleh DJKN, kemudian agar dipastikan hasil inventarisasi dan revaluasi aset tetap tersebut telah diinput seluruhnya ke SABMN atau ke SIMAK BMN (cek ke LP-01 dari DJKN yang ditandatangani kedua belah pihak).
b. Atas data di atas agar dimasukkan ke dalam Format sesuai Daftar Isian pada Lampiran X Surat Sekretaris Direktorat Jenderal ini.
10. Berkenaan dengan penertiban rekening pemerintah, sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 57/PMK.05/2007 tentang Pengelolaan Rekening Milik Kementerian Negara/Lembaga/Kantor/Satuan Kerja dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 58/PMK.05/2007 tentang Penertiban Rekening Pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga :
a. Pada setiap satuan kerja (satker) hanya boleh terdapat 2 rekening yaitu :
Rekening Bendahara Pengeluaran untuk pengelolaan DIPA, dan harus mendapat ijin dari KPPN.
Rekening Bendahara Penerimaan untuk menampung penerimaan dan harus mendapat ijin dari KPPN.
b. Apabila diperlukan rekening lain untuk menampung jaminan harus mengajukan permohonan ijin ke ke Direktur Jenderal Perbendaharaan melalui Biro Perencanaan Keuangan Departemen Keuangan sebelum 31 Desember 2009.
c. Agar dalam Neraca dilampirkan Rekening Koran per 31 Desember 2009.
Demikian disampaikan untuk dapat dipedomani.
Sekretaris Direktorat Jenderal
ttd,-
Kamil Sjoeib
NIP 060044880
Tembusan :
1. Direktur Jenderal Bea dan Cukai; 2. Inspektur Jenderal Depkeu;
Lampiran I
Surat Sekretaris Direktorat Jenderal Nomor : S- 481 /BC.1/2009 Tanggal : 16 November 2009
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
< KANTOR PENGAWASAN DAN PELAYANAN BEA DAN CUKAI ... >
BERITA
ACARA
REKONSILIASI
PENERIMAAN
BEA
DAN
CUKAI
Nomor: ...
Pada hari ini ... tanggal... bulan ... tahun ... telah dilakukan rekonsiliasi
data Penerimaan Bea dan Cukai, antara Kepala Subbagian Umum*) yang selanjutnya disebut
Penanggung Jawab Penyusunan Laporan Keuangan dengan Kepala Seksi Perbendaharaan*)
yang selanjutnya disebut Penanggung Jawab Laporan Penerimaan Bea dan Cukai, masing-masing pada
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai ...
Penanggung Jawab Penyusunan Laporan Keuangan menyampaikan data laporan keuangan berupa Laporan Realisasi Pendapatan dan Hibah, Laporan Realisasi Pengeluaran Belanja dan Laporan Realisasi Pengembalian Pendapatan dan Hibah untuk periode yang berakhir Per 30 Juni
20X0/31 Desember 20X0*).. Sedangkan Penanggung Jawab Laporan Penerimaan Bea dan Cukai
menyampaikan data dan atau dokumen, berupa:
1. Rincian Rencana dan Realisasi Penerimaan Bea dan Cukai untuk periode yang berakhir Per 30
Juni 20X0/31 Desember 20X0*);
2. Rincian SPMKBM/SPMKC/SPMIB dan SP2D untuk periode yang berakhir Per 30 Juni
20X0/31 Desember 20X0*);
Setelah dilakukan rekonsiliasi data penerimaan Bea dan Cukai, pengembalian Bea dan Cukai dan pemberian imbalan bunga sebagaimana tersebut di atas dengan data laporan keuangan, nilai Realisasi Penerimaan Bea dan Cukai adalah sebesar Rp..., jumlah pengembalian Bea dan Cukai sebesar Rp... dan jumlah pengembalian imbalan bunga sebesar Rp... sebagaimana terlampir. Selanjutnya selisih yang terjadi sebagai akibat dilaksanakannya rekonsiliasi, ditindaklanjuti oleh Penanggung Jawab Penyusunan Laporan Keuangan dengan membuat jurnal koreksi.
Demikian, berita acara ini dibuat sebagai dokumen pendukung data Laporan Keuangan UAKPA Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai...
Kepala Seksi Perbendaharaan Kepala Subbagian Umum
<Nama> <NIP>
<Nama> <NIP>
*)
Lampiran II
Surat Sekretaris Direktorat Jenderal Nomor : S- 481 /BC.1/2009 Tanggal : 16 November 2009
RINCIAN RENCANA DAN REALISASI PENERIMAAN BEA DAN CUKAI KANTOR PENGAWASAN DAN PELAYANAN BEA DAN CUKAI...
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA ...
KODE
PERKIRAAN URAIAN
RENCANA PENERIMAAN (DIPA^)
BEA DAN CUKAI
REALISASI PENERIMAAN BEA
DAN CUKAI**)
PERSENTASE
JUMLAH
*) DIPA revisi yang terakhir
Lampiran II
Surat Sekretaris Direktorat Jenderal Nomor : S- 481 /BC.1/2009 Tanggal : 16 November 2009
REALISASI PENERIMAAN BEA DAN CUKAI BERDASARKAN DOKUMEN SUMBER KANTOR PENGAWASAN DAN PELAYANAN BEA DAN CUKAI...
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA ...
MAP JENIS PENERIMAAN BEA DAN CUKAI*)
LAPORAN PENERIMAAN BEA DAN CUKAI**) LAPORAN
KEUANGAN (SAI)
SELISIH SISTEM MANUAL JUMLAH
(1) (2) (3) (4) (5= 3+4) (6) (7=5‐6)
JUMLAH
Lampiran II
Surat Sekretaris Direktorat Jenderal Nomor : S- 481 /BC.1/2009 Tanggal : 16 November 2009
RINCIAN PENGEMBALIAN PENDAPATAN BEA DAN CUKAI DAN IMBALAN BUNGA KANTOR PENGAWASAN DAN PELAYANAN BEA DAN CUKAI ...
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA ...
NOMOR JENIS PENERIMAAN
BEA DAN CUKAI
SKEP SPMKP/SPMIB SP2D
KETERANGAN
NOMOR (RUPIAH) NOMOR (RUPIAH) NOMOR (RUPIAH)
A. PENGEMBALIAN PENDAPATAN (RESETITUSI)
TOTAL
B. PEMBERIAN IMBALAN BUNGA
Lampiran III
Surat Sekretaris Direktorat Jenderal Nomor : S- 481 /BC.1/2009 Tanggal : 16 November 2009
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
< KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI...>
BERITA
ACARA
REKONSILIASI
PENERIMAAN
BEA
DAN
CUKAI
Nomor: ...
Pada hari ini ... tanggal... bulan ... tahun ... telah diselenggarakan rekonsiliasi data Penerimaan Bea dan Cukai, antara Kepala Bagian Umum yang selanjutnya disebut Penanggung Jawab Penyusunan Laporan Keuangan dengan Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai yang selanjutnya disebut Penanggung Jawab Laporan Penerimaan Bea dan Cukai,
masing-masing pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai...
Penanggung Jawab Penyusunan Laporan Keuangan menyampaikan data laporan keuangan berupa Laporan Realisasi Pendapatan dan Hibah, Laporan Realisasi Pengeluaran Belanja dan Laporan Realisasi Pengembalian Pendapatan dan Hibah untuk periode yang berakhir Per 30 Juni
20X0/31 Desember 20X0*).. Sedangkan Penanggung Jawab Laporan Penerimaan Bea dan Cukai
menyampaikan data dan atau dokumen, berupa:
1. Rincian Rencana dan Realisasi Penerimaan Bea dan Cukai untuk periode yang berakhir Per 30
Juni 20X0/31 Desember 20X0*);
2. Rincian SPMKBM/SPMKC/SPMIB dan SP2D untuk periode yang berakhir Per 30 Juni
20X0/31 Desember 20X0*); dan
Setelah dilakukan pencocokan data penerimaan bea dan cukai, pengembalian bea dan cukai dan pemberian imbalan bunga sebagaimana tersebut di atas dengan data laporan keuangan, nilai Realisasi Penerimaan bea dan cukai adalah sebesar Rp..., jumlah pengembalian bea dan cukai sebesar Rp... dan jumlah pengembalian imbalan bunga sebesar Rp... sebagaimana terlampir.
Demikian, berita acara ini dibuat sebagai dokumen pendukung Laporan Keuangan
UAPPA-W Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea dan Cukai ...
Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kepala Bagian Umum
<Nama> <NIP>
<Nama> <NIP>
*)
Lampiran IV
Surat Sekretaris Direktorat Jenderal Nomor : S- 481/BC.1/2009 Tanggal : 16 November 2009
RINCIAN REALISASI PENERIMAAN BEA DAN CUKAI
KANTOR WILAYAH DIREKTOTAT JENDERAL BEA DAN CUKAI ... UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA ...
KODE
PERKIRAAN JENIS BEA DAN CUKAI
*)
RENCANA PENERIMAAN BEA DAN CUKAI
REALISASI PENERIMAAN BEA
DAN CUKAI **)
PERSENTASE
JUMLAH
Lampiran IV
Surat Sekretaris Direktorat Jenderal Nomor : S- 481/BC.1/2009 Tanggal : 16 November 2009
REALISASI PENERIMAAN BEA DAN CUKAI BERDASARKAN DOKUMEN SUMBER KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI ... UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA...
MAP JENIS PENERIMAAN BEA DAN CUKAI*)
LAPORAN PENERIMAAN BEA DAN CUKAI**) LAPORAN
KEUANGAN (SAI)
SELISIH
SISTEM MANUAL JUMLAH
(1) (2) (3) (4) (5= 3+4) (6) (7=5‐6)
JUMLAH
Lampiran IV
Surat Sekretaris Direktorat Jenderal Nomor : S- 481/BC.1/2009 Tanggal : 16 November 2009
RINCIAN PENGEMBALIAN PENDAPATAN BEA DAN CUKAI DAN IMBALAN BUNGA KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI ...
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA ...
NOMOR JENIS PENDAPATAN
BEA DAN CUKAI
SKEP SPMKBM/SPMKC/SPMIB SP2D
KETERANGAN
NOMOR (RUPIAH) NOMOR (RUPIAH) NOMOR (RUPIAH)
A. PENGEMBALIAN PENDAPATAN (RESETITUSI)
A.1 KPP BC ...
A.2 KPP BC ...
A.3 KPP BC ...
.... ....
TOTAL
B. PEMBERIAN IMBALAN BUNGA
B.1 KPP BC ...
B.2 KPP BC ...
B.3 KPP BC ...
... ...
Lampiran V
Surat Sekretaris Direktorat Jenderal Nomor : S- 481 /BC.1/2009 Tanggal : 16 November 2009
DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
BERITA
ACARA
REKONSILIASI
PENERIMAAN
BEA
DAN
CUKAI
Nomor: ...
Pada hari ini ... tanggal... bulan ... tahun ... telah diselenggarakan rekonsiliasi data Penerimaan Bea dan Cukai, antara Kepala Bagian Keuangan yang selanjutnya disebut Penanggung Jawab Penyusunan Laporan Keuangan dengan Kepala Sub Direktorat Penerimaan yang selanjutnya disebut Penanggung Jawab Laporan Penerimaan Bea dan Cukai, masing-masing pada Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Penanggung Jawab Penyusunan Laporan Keuangan menyampaikan data laporan keuangan berupa Laporan Realisasi Pendapatan dan Hibah, Laporan Realisasi Pengeluaran Belanja dan Laporan Realisasi Pengembalian Pendapatan dan Hibah untuk periode yang berakhir Per 30 Juni 20X0/31
Desember 20X0*).. Sedangkan Penanggung Jawab Laporan Penerimaan Bea dan Cukai menyampaikan
data dan atau dokumen, berupa:
1. Rincian Rencana dan Realisasi Penerimaan Bea dan Cukai untuk periode yang berakhir Per 30 Juni
20X0/31 Desember 20X0*);
2. Rincian SPMKBM/SPMKC//SPMIB dan SP2D untuk periode yang berakhir Per 30 Juni 20X0/31
Desember 20X0*); dan
Setelah dilakukan pencocokan data penerimaan Bea dan Cukai, pengembalian Bea dan Cukai dan pemberian imbalan bunga sebagaimana tersebut di atas dengan data laporan keuangan, nilai Realisasi Penerimaan Bea dan Cukai adalah sebesar Rp..., jumlah pengembalian Bea dan Cukai sebesar Rp... dan jumlah pengembalian imbalan bunga sebesar Rp... sebagaimana rincian terlampir.
Demikian, berita acara ini dibuat sebagai dokumen pendukung Laporan Keuangan UAPPA-E1Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Kepala Sub Direktorat Penerimaan Kepala Bagian Keuangan
<Nama> <NIP>
<Nama> <NIP>
*)
Lampiran VI
Surat Sekretaris Direktorat Jenderal Nomor : S- 481 /BC.1/2009 Tanggal : 16 November 2009
RINCIAN REALISASI PENERIMAAN BEA DAN CUKAI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA ...
KODE
PERKIRAAN JENIS PENERIMAAN BEA DAN CUKAI
*)
RENCANA PENERIMAAN (DIPA)
BEA DAN CUKAI
REALISASI PENERIMAAN BEA
DAN CUKAI **) PERSENTASE
JUMLAH
Lampiran VI
Surat Sekretaris Direktorat Jenderal Nomor : S- 481 /BC.1/2009 Tanggal : 16 November 2009
REALISASI PENERIMAAN BEA DAN CUKAI BERDASARKAN DOKUMEN SUMBER UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA...
MAP JENIS PENERIMAAN BEA DAN CUKAI*)
LAPORAN PENERIMAAN BEA DAN CUKAI **) LAPORAN
KEUANGAN (SAI)
SELISIH
SISTEM MANUAL JUMLAH
(1) (2) (3) (4) (5= 3+4) (6) (7=5‐6)
JUMLAH
Lampiran VI
Surat Sekretaris Direktorat Jenderal Nomor : S- 481 /BC.1/2009 Tanggal : 16 November 2009
RINCIAN PENGEMBALIAN BEA DAN CUKAI DAN IMBALAN BUNGA UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA ...
NOMOR JENIS PENDAPATAN
BEA DAN CUKAI
SKEP SPMKBM/SPMKC//SPMIB SP2D
KETERANGAN
NOMOR (RUPIAH) NOMOR (RUPIAH) NOMOR (RUPIAH)
A. PENGEMBALIAN PENDAPATAN (RESETITUSI)
A.1 Kantor Wilayah BC ...
A.1.1 KPP BC ...
A.1.1 KPP BC ...
A.2 Kantor Wilayah BC ...
A.2.1 KPP BC ...
A.2.1 KPP BC ...
A.3 Kantor Wilayah BC ...
A.3.1 KPP BC ...
A.3.1 KPP BC ...
.... ....
TOTAL
B. PEMBERIAN IMBALAN BUNGA
B.1 Kantor Wilayah BC ...
B.1.1 KPP BC ...
B.1.2 KPP BC ...
B.2 Kantor Wilayah BC ...
B.2.1 KPP BC ...
B.2.2 KPP BC ...
B3 Kantor Wilayah BC ...
B.3.1 KPP BC ...
B.3.2 KPP BC ...
... ....
Lampiran VII
Surat Sekretaris Direktorat Jenderal Nomor : S- 481 /BC.1/2009 Tanggal : 16 November 2009 DEPARTEMEN KEUANGAN
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI KANTOR WILAYAH ……….
KANTOR PELAYANAN BEA DAN CUKAI ……….
BAS URAIAN BAS 101 Aset Tetap 202 502 503 Jumlah
Pembelian Renovasi Pengembangan Perolehan Pengembangan (9+10+11+12+13)
(Dr SAK) Nilai Aset KDP KDP
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
531 BM Tanah
532 BM Peralatan dan Mesin 533 BM Gedung dan Bangunan 534 BM Jalan, Irigasi, dan Jaringan 535 BM Pemeliharaan yg dikapitalisasi 536 BM Fisik lainnya
JUMLAH 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Penjelasan Selisih :
Kepala Urusan Keuangan Kepala Urusan Rumah Tangga
(………..) (………..)
NIP ……… NIP ………
REKONSILIASI BELANJA MODAL DAN PEMBELIAN (MUTASI) BARANG MILIK NEGARA
No
Nomor Tanggal Nomor
SPM SP2D Selisih
(8-14) Pembelian (Mutasi) Barang Milik Negara
Realisasi Belanja Modal
Lampiran VIII
Surat Sekretaris Direktorat Jenderal Nomor : S- 481 /BC.1/2009 Tanggal : 16 November 2009 DEPARTEMEN KEUANGAN
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI KANTOR WILAYAH ……….
KODE 101 Aset Tetap 202 502 503 Jumlah
SATKER NAMA KANTOR Pembelian Renovasi Pengembangan Perolehan Pengembangan (9+10+11+12+13)
(Dr SAK) Nilai Aset KDP KDP
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
JUMLAH 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Penjelasan Selisih :
Kasubbag TU dan Keuangan Kasubbag Humas dan Rumah Tangga
(………..) (………..)
NIP ……… NIP ………
Tanggal Nomor Tanggal
Pembelian (Mutasi) Barang Milik Negara REKONSILIASI BELANJA MODAL DAN PEMBELIAN (MUTASI) BARANG MILIK NEGARA
No
Realisasi Belanja Modal
SPM SP2D Selisih
(8-14) Rupiah (SPM)
Lampiran IX
Surat Sekretaris Direktorat Jenderal Nomor : S- 481 /BC.1/2009 Tanggal : 16 November 2009 DEPARTEMEN KEUANGAN
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
KODE 101 Aset Tetap 202 502 503 Jumlah
SATKER NAMA KANWIL Pembelian Renovasi Pengembangan Perolehan Pengembangan (9+10+11+12+13)
(Dr SAK) Nilai Aset KDP KDP
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
JUMLAH 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Penjelasan Selisih :
Kepala Bagian Keuangan Kepala Bagian Perlengkapan
(………..) (………..)
NIP ……… NIP ………
Keterangan Untuk pembelian dan mutasi berasal dari laporan Intra dan Ekstrakomptabel
Pembelian (Mutasi) Barang Milik Negara
(8-14) REKONSILIASI BELANJA MODAL DAN PEMBELIAN (MUTASI) BARANG MILIK NEGARA
No
Realisasi Belanja Modal
Selisih
SPM SP2D
Lampiran X
Surat Sekretaris Direktorat Jenderal Nomor : S- 481 /BC.1/2009 Tanggal : 16 November 2009
DEPARTEMEN KEUANGAN RI
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
NAMA KANTOR : KODE KANTOR :
Harga Perolehan Hasil Revaluasi Kenaikan / Penurunan Sudah Belum Tahun
1 2 4 5 6=5-4
1 Tanah - - - -
-2 Peralatan dan Mesin - - - -
-3 Gedung dan Bangunan - - - -
-4 Jalan, Irigasi dan Jaringan - - - -
-5 Aset Tetap Lainnya - - - -
-Mengetahui, Kepala Kantor u.b.
………
……….. NIP………..
Input dalam SIMAK-BMN Laporan Hasil Evaluasi Penilaian BMN DJKN
No Jenis Aset