• Tidak ada hasil yang ditemukan

DINAMIKA POLITIK FORUM KOMUNIKASI MASYAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "DINAMIKA POLITIK FORUM KOMUNIKASI MASYAR"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

JURNAL SKRIPSI

Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Politik Pada Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik

Oleh :

DHICKA GANDA ADMAJA 115120500111014

PROGRAM STUDI ILMU POLITIK FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK

UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

2015

(2)

2

ABSTRAK

Dhicka Ganda Admaja (2015). Program Studi Ilmu Politik. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Malang. “Dinamika Politik Forum Komunikasi Masyarakat Lokalisasi Surabaya Dalam Menghadapi Rencana Penutupan Lokalisasi Dolly Oleh Pemerintah Kota Surabaya”. Pembimbing: Mar’atul Makhmudah, S.IP, M.Si dan Realina Akbar, S.IP, M.IP

Peran civil society dalam kehidupan berdemokrasi sangatlah penting. Hal ini dikarenakan masyarakat mempunyai peran yang besar dalam membangun dan mempertahankan tatanan sosial masyarakat. Keotonomian masyarakat, pentingnya akses terhadap lembaga, dan keterbukaan yang sebenarnya akan menimbulkan keseimbangan dalam penyelenggaraan berbangsa dan bernegara. Kedewasaan dalam bermasyarakat dan menuangkannya dalam wadah penegak civil society pun bisa menjadi pengaruh tersendiri untuk mempertahankan budaya-budaya dan tatanan sosial yang sudah dibangun oleh kelompok masyarakat tertentu.

Dalam skripsi ini peneliti menggambarkan mengenai Dinamika kepentingan Forum Komunikasi Masyarakat Lokalisasi Surabaya (FKMLS) dengan Pemerintah kota Surabata dalam menghadapi rencana penutupan lokalisasi Dolly. FKMLS adalah organisasi civil society yang paling gencar dalam menanggapi rencana penutupan Dolly. Dinamika kepentingan yang terjadi antara FKMLS dengan Pemerintah terjadi karena FKMLS melihat kebijakan pemerintah tersebut tidak dipersiapkan secara matang dan akan banyak menghasilkan permasalahan-permasalahan baru. Yang menarik adalah, Peran FKMLS dalam dinamika kepentingan ini tidak menggunakan cara-cara konfrontatif, melainkan dengan konsensus yang menuntut keintelektualan dan kesiapan argumentatif dari civil society. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pemilihan informan secara purposive.

(3)

ABSTRACT

Dhicka Ganda Admaja (2015). Political Science Program. Faculty of Social and Political Sciences, University of Brawijaya. "Political Dynamics Forum Komunikasi Masyarakat Lokalisasi Surabaya Facing Closure Plan of Localization Dolly By Surabaya’s Government". Supervisor: Mar'atul Makhmudah, S.IP, M.Si and Realina Akbar, S. IP, M.IP

The role of civil society in the democratic life is essential. This is because society has a major role in building and maintaining social order. The independency society, access to institutions, and real openness will lead to a balance in the administration of state and nation. Maturity in the community and put it in a container enforcement of civil society can be its own influence to maintain cultures and social order that has been built by a certain group of people.

In this paper the researchers describe the dynamics of interest Forum Komunikasi Masyarakat Lokalisasi Surabaya (FKMLS) Facing Closure Plan of Localization Dolly By Surabaya’s Government. FKMLS is a civil society organization that is most intense in response to the closure plan Dolly. The dynamics of interest because FKMLS see government policy is not prepared properly and will generate a lot of new problems. Interestingly, in the dynamic role of FKMLS this interest does not use confrontational ways, but the consensus that demands intellectuality and argumentative readiness of civil society. The method used in this research is descriptive qualitative with informant purposive selection techniques.

(4)

4

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Salah satu lokalisasi yang mempunyai nama besar di Indonesia adalah lokalisasi Dolly yang berada di kota Surabaya. Selama berdirinya lokalisasi Dolly, banyak sekali isu yang berkembang mengenai rencana pemerintah kota Surabaya untuk menutup lokalisasi tersebut. Tetapi hal ini tak kunjung terealisasikan karena banyaknya pertimbangan-petimbangan untuk menampung sekian banyak orang yang telah menggantungkan hidupnya disekitaran lokalisasi tersebut..Setelah bertahun-tahun isu penutupan lokalisasi Dolly berhembus, pada akhirnya pemerintahan kota Surabaya benar-benar merealisasikan penutupan tersebut pada tahun 2014.

Dalam setiap rencana penutupan lokalisasi oleh pemerintah kota Surabaya selalu menggunakan pendekatan non represif sebelum eksekusi benar-benar dilakukan, cara ini bisa menjadi keberhasilan bagi pemerintah kota Surabaya karena cara yang persuasif ini diharapkan mampu menggugah hati nurani dari masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Namun cara non represif tersebut juga tidak dengan mudahnya menghilangkan resistensi antara masyarakat lokalisasi dan pihak pemerintah kota Surabaya.

(5)

penolakan penutupan lokalisasi tersebut adalah Forum Komunikasi Masyarakat Lokalisasi Surabaya (FKMLS). FKMLS merupakan lembaga swadaya yang dipelopori oleh warga masyarakat yang bertempat tinggal dan berpenghasilan dari daerah sekitaran lokalisasi. Lembaga ini hadir guna menjadi jembatan bagi warga lokalisasi dengan lembaga-lembaga pemerintahan yang berhubungan dengan rencana penutupan lokalisasi di Surabaya.

Hal di atas merupakan refleksi berbagai upaya masyarakat untuk bereaksi atas krisis melalui berbagai keprihatinan kepada kelompok yang lebih luas dan kemudian menjadi dasar baru terbentuknya solidaritas.1 Upaya-upaya yang

sedemikian rupa dapat menjadi ancaman serius bagi pemerintah dalam rencana penutupan Dolly, pasalnya pembentukan opini serta mobilisasi masa yang masif menjadi kekuatan tersendiri bagi pihak-pihak yang belum dapat menerima transfomasi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Civil Society dan Hegemoni

Civil society merefleksikan hubungan-hubungan budaya dan ideologi yang kompleks, kehidupan intelektual dan spiritual, serta ekspresi politik dari hubungan-hubungan. Hal demikian menempatkan masyarakat sipil sebagai superstruktur ketimbang hanya sekedar struktur. Superstruktur yang dimaksud adalah dimana civil

(6)

6

society merupakan faktor kunci untuk memahami perkembangan kapitalis yang ada didalam kelembagaan yang dibentuk oleh otoritas negara, sedangkan struktur hanya menempatkan masyarakat sipil sebagai hubungan-hubungan ekonomis.2

Faktor ekonomi bukanlah satu-satunya permasalahan yang menjadi gejala didalam masyarakat untuk berasosiasi dan membentuk lembaga atas civil society, melainkan ekonomi hanya sebagai salah satu kondisi dan terdapat kompleksitas lain termasuk masalah kultural, dan moral yang perlu dianalisis. Gramsci melihat yang menjadi titik kunci didalam tumbunya civil society yakni krisis hegemoni oleh pihak otoritas dimana kelas penguasa telah gagal menjalankan beberapa kebijakan yang telah menjadi wewenangnya atau berkumpulnya sejumlah masa yang bangkit dari kepasifan politik yang diciptakan oleh negara.3 Situasi yang sedemikian rupa dapat

terjadi apabila situasi nyaman, terancam oleh kepentingan pribadi yang sempit dari klas musuh, atau karena kesulitan mengendalikan dan menegakkan kembali situasi normal melalui alat-alat legal.4

2.2 Kerangka Konseptual

2.2.1 Organisasi Civil Society

civil society pada hakekatnya adalah sebuah ruang yang terletak antara negara dan masyarakat, dan di dalam ruang tersebut terdapat asosiasi-asosiasi

2 Nezar Patria dan Andi Arief, Op.Cit hlm. 135

3 Antonio Gramsci: Prison Notebooks, Catatan-catatan dari penjara. Teguh Wahyu Utomo, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar; 2013) hlm. 289

(7)

warga masyarakat secara sukarela dan di antara asosiasi-asosiasi tersebut terbangun jaringan yang kuat. Civil society merupakan suatu bentuk hubungan antara negara dengan sejumlah kelompok yang sifatnya independen terhadap negara.5 Masyarakat

yang dimaksud memiliki beberapa komponen yang meliputi:

a. Otonomi, yakni keterlepasan masyarakat dari pengaruh negara. Dalam kondisi demikian, segala inisiatif bersumber dari masyarakat itu sendiri.

b. Akses masyarakat terhadap lembaga negara. Dalam konteks hubungan antara negara dengan masyarakat, setiap warga negara baik secara individual maupun kolektif, harus mempunyai akses terhadap agen-agen pemerintahan.

c. Arena publik yang bersifat mandiri. Area publik disini adalah sebuah ruang dimana warga negara mengembangkan dirinya secara maksimal dalam segala aspek kehidupan, bidang ekonomi atau bidang lainnya.

d. Arena publik yang terbuka. Arena publik dalam civil society terbuka bagi semua lapisan masyarakat, tidak dijalankan dengan cara-cara yang eksklusif, bersifat rahasia, dan korporatif.

2.2.2 Hubungan Organisasi Civil Society dan Pemerintah

Berikut merupakan elemen-elemen yang menjadi kunci dan menunjukkan keberadaan organisasi civil society di sebuah negara:

(8)

8

1. Adanya penegakan hukum yang secara efektif melindungi kepentingan warga negara dari kesewenang-wenangan Negara.

2. Adanya kelompok kepentingan yang dikelola secara kuat, yang mampu melakukan pengawasan atas penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh mereka yang memegang kontrol atas sarana-sarana administrasi dan sarana-sarana pemaksa.

3. Adanya pluralisme yang seimbang di antara kepentingan-kepentingan masyarakat yang tidak membuka peluang adanya kelompok dominan mutlak.

Dapat disimpulkan bahwa FKMLS merupakan organisasi penegak civil society. Masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam proses pembangunan bangsa melalui wadah yang tepat seperti LSM, sehingga dapat membantu institusi Negara dalam perumusan kebijakan umum yang strategis agar tidak merugikan salah satu pihak. Wadah tersebut juga diharapkan mampu menampung semua aspirasi masyarakat. Sehingga kalangan masyarakat yang bersifat independen ini harus mampu membuka kesempatan kepada negara agar bisa melakukan akses terhadap mereka. Dalam konteks ini, negara dan masyarakat saling mengakui otoritas masing-masing.

(9)

Tempat prostitusi memiliki beberapa jenis sesuai aktifitasnya. Ada prostitusi yang terdaftar (prostitusi legal) dan ada pula tempat prostitusi tidak terdaftar (illegal). Tempat prostitusi yang terdaftar pada umumnya mereka di dalam satu daerah tertentu atau yang disebut lokalisasi prostitusi. Penghuninya secara periodik harus memeriksakan diri pada dokter atau petugas kesehatan dan dapat suntikan serta pengobatan sebagai tindakan kesehatan dan keamanan umum.6 Para PSK diawasi

oleh kepolisian yang bekerjasama dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Tempat prostitusi di tengah masyarakat, selalu mendapat penolakan dari masyarakat setempat, meski demikian ada juga masyarakat yang mengambil keuntungan dari lokalisasi prostitusi. Seperti membuka jasa menjaga parkir kendaraan, ojek, warung makan dan minuman. Namun demikian, desakan untuk menutup lokalisasi prostitusi selalu menjadi salah satu alasan utama. Desakan masyarakat, alim ulama dan tokoh masyarakat kerap mengalahkan dukungan keberadaan lokalisasi prostitusi.

(10)

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif agar bisa mengeksplorasi topik penelitian secara mendalam, detail dan terperinci serta menjadikan peneliti sebagai active learner yang menceritakan fenomena yang dialami murni dari sudut pandang subjek. Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan gambaran tentang suatu gejala atau hubungan antara dua gejala atau lebih. Di sisi lain Cresswell (1998) menyatakan bahwa penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami masalah-masalah manusia dengan konteks sosial dengan menciptakan gambaran menyeluruh dan kompleks yang disajikan, melaporkan pandangan terperinci dari para sumber informasi, serta dilakukan dalam keadaan yang alamiah tanpa adanya intervensi dari peneliti.

BAB V PEMBAHASAN

4.1 DINAMIKA KEPENTINGAN FKMLS DENGAN PEMERINTAH KOTA SURABAYA

(11)

tentunya akan menjadi penting demi keseimbangan kepentingan pemerintah dengan masyarakat yang diperintah. Seperti hadirnya FKMLS yang mendapatkan kepercayaan masyarakat lokalisasi Dolly untuk mempertahankan tatanan sosial dikawasan tersebut ketika pemerintah kota Surabaya memutuskan untuk menutup lokalisasi Dolly. Akibat adanya wadah penegak civil society seperti FKMLS, maka muncul dinamika kepentingan antara FKMLS dengan pemerintah

4.1.1 Peran FKMLS

4.1.1.1 War of Position FKMLS

(12)

12

sampai dengan mengundang pejabat pemerintahan dalam beberapa agenda di lokalisasi. Tindakan tersebut bagi Gramsci merupakan tindakan yang biasa disebut dengan war of position, dimana perlunya membuka diri dengan pihak musuh.7 Yang

dilakukan oleh FKMLS sebenarnya dapat dikatakan suatu bentuk hegemoni dan menempatkan mereka sebagai superstruktur yang menguasai struktur. Hegemoni adalah suatu kelas dan anggotanya menjalankan kekuasaan terhadap kelas dibawahnya dengan cara kekerasan maupun persuasif.8 Bagi Gramsci, klas akan

memperoleh keunggulan melalui kepemimpinan intelektual dan moral dalam artian kesiapan argumentatif FKMLS menjadi titik keberhasilan dari upaya hegemoni tersebut.

Dalam agenda Dinas Sosial kota Srabaya yang menginginkan adanya pemberdayaan dan pengentasan PSK dari bisnis prostitusi, FKMLS berposisi menjadi rekan yang sinergis karena LSM tersebut mampu menghubungkan masyarakat yang mempunyai hubungan resisten dengan pemerintah. Selain itu, dilain sisi sinergitas FKMLS dengan pemerintah setidaknya diharapkan mampu untuk merubah pola pikir masyarakat yang sudah terlanjur antipati dengan pemerintah. Sesuai dengan efektifitas wadah penegak civil society, FKMLS harus mampu membuka kesempatan kepada negara agar bisa melakukan akses terhadap mereka. Karena keterbukaan organisasi-organisai yang bersifat mandiri seperti ini relatif memiliki tingkatan penerimaan yang tinggi terhadap aturan-aturan dasar permainan politik. FKMLS

(13)

melakukan kerjasama dengan pemerintah hanya sebatas visi-misi yang sinergis dalam hal pemberdayaan masyarakat lokalisasi.

4.1.1.2 War of Manuver FKMLS

Menjelang penutupan Dolly oleh Dinas Sosial kota Surabaya, hubungan FKMLS dengan pemerintah semakin merenggang. Dinas Sosial sudah menghentikan upaya kerjasama dengan FKMLS dan lebih memanfaatkan aparatur pemerintah tingkat kecamatan beserta RT/RW yang berada di lokalisasi untuk melakukan sosialisasi serta pemetaan kekuatan masyarakat ketimbang bekerjasama dengan kelompok-kelompok masyarakat yang ada di Dolly. Alasan Dinas Sosial menghentikan kerjasama ini dikarenakan Dinas Sosial tidak mau dikendalikan oleh lembaga-lembaga informal untuk upaya penutupan Dolly.

Memperhatikan gerak-gerik Dinas Sosialkota Surabaya yang mulai meninggalkan FKMLS, Syafiq Mudhakir mengumpulkan seluruh anggota FKMLS untuk menyiapkan kekuatan dalam rangka dinamika kepentingan dengan dinas sosial tersebut. Situasi seperti ini disebut Gramsci dengan istilah war of manuver, yang artinya adalah serangan frontal yang ditandai dengan pengerahan pasukan dalam gerak cepat.9 Sadar bahwa FKMLS akan kesulitan menghadapi dinamika itu

sendirian, pada akhirnya FKMLS memutuskan untuk membentuk aliansi dengan para mucikari di kawasan Dolly. Para mucikari tersebut dibekali dengan kemampuan

(14)

14

pengorganisasian hingga pada akhirnya dibentuklah sebuah lembaga yang bernama PPL (Paguyuban Pembela Lokalisasi).

Dalam teori Hegemoni Antonio Gramsci, untuk mendapatkan klas diperlukan kepemimpinan dan moral yang didalamnya terdapat aliansi-aliansi kelompok kepentingan. Dalam hal ini, PPL menjadi rekan dalam menghadapi dinamika penutupan Dolly oleh Dinas Sosial kota Surabaya. Tidak cukup membangun aliansi dengan mucikari melalui PPL, FKMLS mengupayakan untuk membangun hubungan dengan pejabat RT/RW setempat sebagai sarana mengakomodir kepentingan masyarakat lokalisasi. Hingga pada akhirnya yang turut bergabung adalah 5 RW dengan 18 RT didalamnya. FKMLS hadir sebagai kekuatan hegemoni baru yang memperoleh kesepakatan dari masyarakat lokalisasi yang lain untuk mempertahankan tatanan yang sudah ada sebelumnya dengan menggunakan kepemimpinan politik yang di organisir sedemikian rupa.

(15)

4.1.2 Upaya Konsensus FKMLS dengan Dinas Sosial Kota Surabaya

Dengan siapnya konsep dari FKMLS beserta rekan-rekan aliansinya, maka pada bulan Maret tahun 2014 meminta kepada komisi D DPR Kota Surabaya untuk melakukan hearing dengan Dinas Sosial kota Surabaya. Hal ini oleh Gramsci merupakan bagian dari manuver of war. Dimana ketika kepentingan tidak bisa dipertahankan melalui keterbukaan yang sudah dilakukan, maka harus ada titik balik untuk mematahkan hegemoni lawan dengan cara-cara argumentatif maupun aksi.Berbeda dengan Marx yang menggunakan aksi-aksi Revolusioner sebagai alat untuk mendapatkan kelas, Gramsci melihat konsensuslah alat yang tepat untuk mendapatkan kelas.10 Disinilah pentingnya keintelektualan organik yang akan

menentukan kepemimpinan dan moral seseorang dalam hal hegemoni.

Konsep FKMLS yang diberikan kepada pemerintah yakni meminta pembatalan penutupan lokalisasi dengan alasan masyarakat lokalisasi yang belum siap menerima dampak langsung, dan mengusulkan agar penutupan dilaksanakan pada tahun 2018. Asumsi FKMLS adalah pada tahun 2014 sampai dengan 2015 harus ada sosialisasi yang baik dari pemerintah.Sosialisasi yang dimaksud adalah, walikota Surabaya harus mempunyai itikad baik untuk mensosialisasikan penutupan dengan bertemu langsung masyarakat lokalisasi.Selanjutnya pada tahun 2016-2017 harus sudah ada pembangunan komitmen antara masyarakat dengan pemerintah. FKMLS menginginkan adanya kepastian status lokalisasi yang nantinya akan ditutup.

(16)

16

Sehingga masyarakatpun nantinya akan siap apabila Dolly benar-benar ditutup. Dari pembuktian komitmen pemerintah tersebut diharapkan masyarakat mempunyai kesiapan serta kepercayaan terhadap pemerintah sehingga pada tahun 2018 nantinya mereka akan bersama-sama menutup lokalisasi.

Dalam hearing tersebut Dinas Sosial kota Surabaya juga menjelaskan konsep pemerintahmengenai penanganan pasca penutupan Dolly. Pemerintah Kota telah menyiapkan dana Rp16 miliar untuk menutup Dolly dan membeli seluruh wisma yang ada, yaitu sebanyak 311 wisma (termasuk kawasan Dolly dan Jarak). Berikut rencana pemberdayaan rehabilitasi sosial dan lingkungan pasca penutupan oleh Dinas Sosial kota Surabaya adalah :

1. Pemberdayaan Mucikari, dan Masyarakat terdampak melalui pelatihan ketrampilan (pelatihan handycraft, tataboga, kecantikan,dll) untuk meningkatkan kemampuan dalam pengembangan usaha kecil menengah, sehingga masyarakat memiliki sumber penghidupan dari kegiatan usaha tersebut.

(17)

ini untuk merelokasi permukiman ilegal yang berkembang di sekitar makam Putat. Dari pembangunan rusunawa tersebut diharapkan dapat meningkatan kualitas lingkungan permukiman dengan menciptakan aktivitas ekonomi baru yang dapat diterima oleh masyarakat.

3. Menghilangkan kawasan lokalisasi/kegiatan prostitusi dilingkungan permukiman secara bertahap dan mengembangkan kegiatan usaha yang lain yang dapat memberikan manfaat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Konsep yang diajukan disini adalah revitalisasi dan peningkatan kawasan Putat Jaya. Konsep ini ditujukan untuk peningkatan kualitas lingkungan permukiman dengan mempaving kawasan bekas lokasi prostitusi, dan pengelolaan sampah serta sanitasi.

4. Meningkatkan aktifitas sosial kemasyarakatan dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat religius keagamaan, untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat.

(18)

18

untuk mempertahankan tatanan sosial.11 Dari hasil konsensus yang terjadi tersebut,

hegemoni pada akhirnya diperoleh oleh Dinas Sosial sebagai pihak yang mempunyai otoritas. Situasi FKMLS seperti ini bisa dikatakan Decadent Hegemoni atau hegemoni merosot. Artinya dalam menghadapi kelas hegemoni ekonomis yang kuat seperti pemerintah, akan ada indikasi disintegrasi disana. Sekalipun sistem yang ada telah mencapai kebutuhan atau sasaranya, namun pemikiran yang dominan dari subyek hegemoniakan sukar untuk dikalahkan. Karena itu, integrasi budaya maupun politik mudah runtuh.

5.2 Melemahnya Perlawanan FKMLS

Tingkat kesatuan afiliasi FKMLS dengan rekan-rekan aliansinya mengalami penurunan. PPL yang tadinya merupakan salah satu partner sejalan, yang memperkuat sektor-sektor perlawanan FKMLS mulai tidak sejalan lagi. Hal ini dikarenakan munculya komunitas / paguyuban lain yang bergerak untuk melawan penutupan lokalisasi Dolly. Beberapa komunitas yang hadir diantaranya adalah KOPI (Komunitas Pemuda Independen) dan FPL (Front Pekerja Lokalisasi).

Surutnya perlawanan civil societybagi Gramsci biasanya dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya, hilangnya seorang pemimpin kharismatik, egoisme beberapa individu untuk mencari nama, pertentangan internal, merosotnya dukungan masyarakat, atau karena tujuan sudah dicapai.12 Tentunya FKMLS mengalami sebab-11 Fauui, Ahmad. Diakses di

http://www.simpuldemokrasi.com/dinamika-demokrasi/wacana-demokrasi/1309-civil-society-dan

(19)

sebab diatas yang pada akhirnya membuat intensitas perlawanannya dengan pemerintah semakin menurun hingga akhirnya penutupan lokalisasi Dolly benar-benar dilakukan pada tanggal 18 Juni 2014. Menurunnya kekuatan aliansi FKMLS dalam hal ini tidak mampu diakomodir secara maksimal melihat munculnya kekuatan hegemoni baru dari lembaga yang sebenarnya mempunyai tujuan yang sama, namun dengan cara yang berbeda.

BAB VI PENUTUP 6.1 Kesimpulan

1. Kehadiran FKMLS bertujuan menjembatani pemerintah (Dinas Sosial kota Surabaya) dengan masyarakat lokalisasi untuk dapat memberdayakan para PSK, mucikari, maupun warga lokalisasi yang lain. Akibat pemerintah memutuskan untuk menutup Doly pada tahun 2014, Dinas Sosial menghentikan upaya kerjasama dengan FKMLS dan lebih memanfaatkan aparatur pemerintah tingkat kecamatan beserta RT/RW untuk melakukan sosialisasi serta pemetaan kekuatan masyarakat. Dari itu FKMLS menyiapkan kekuatan baru dengan membentuka aliansi-aliansi baru seperti PPL dan bekerja sama dengan RT/RW pula disekitar Dolly. Cara-cara yang digunakan oleh FKMLS dalam dinamika kepentingan ini yaitu dengan cara konsensus.

(20)

20

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hal ini pelanggan perguruan tinggi swasta atau mahasiswa merasa bahwa perguran tinggi swasta telah mampu menerapkan total quality management dengan baik sehingga

dibawah sinar matahari dengan cara di bolak-balik agar di peroleh ampas kelapa yang benar-benar kering. Mencari minyak jelantah pada rumah tangga yang kemudian disaring

Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas audit adalah pendidikan, pengalaman, latar belakang dan sertifikasi (dari individu auditor investigasi), sedangkan dari proses

Hasil penelitian menunjukkan bahwa store layout , interior display , human variable berpengaruh secara serempak dan parsial terhadap customer shopping orientation pada

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Penggunaan Promosi Media Sosial Terhadap Loyalitas Konsumen Pada Usaha Kecil Keripik Pisang Di Kecamatan Ujung

Manajer investasi yang memiliki kemampuan tersebut dalam menghadapi pasar yang bearish / crash akan mengurangi β / level risiko aset dalam portofolionya dengan memindahkan

Untuk menegetahu lebih jelas mengenai perbedaan air mineral, air minum dalam kemasan, dan yang lainnya, berikut ini pengertian/definisi air menurut SNI (2006) :Air Minum Dalam

Sistem pendukung keputusan yang akan dibuat menggunakan model Fuzzy Multiple Attribute Decision Making (FMADM) dengan menerapkan metode Weighted Product (WP) dan